cover
Contact Name
A Asrina
Contact Email
jurnal@univ-bhi.ac.id
Phone
+6281354657255
Journal Mail Official
jurnal@univ-bhi.ac.id
Editorial Address
Jl. Lingkar Kadugede No.2 Kuningan, Jawa Barat 45561
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Midwifery Care
ISSN : -     EISSN : 27744167     DOI : https://doi.org/10.34305/jmc.v1i02
Core Subject : Health,
Midwifery Care in ANC Midwifery Care in Labor/delivery Midwifery Care in Postpartum Midwifery Care in Neonatal Vaccines and Immunization Reproductive Health Family Planning Child Growth Development Desa Siaga Posyandu Health Education and Counseling Midwifery in Complementary
Articles 136 Documents
Analisis faktor – faktor yang berhubungan dengan pencegahan kekerasan seksual pada remaja jemaat gpm waiheru Djurumana, Yohana; Matulessy, Elizabeth; Pelatta, Chendy Sofianty; Paunno, Magdalena; Leunupun, Trixie
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/ygyjat81

Abstract

Latar Belakang: Kekerasan seksual pada remaja sering terjadi belakangan ini, bahkan ada kasus yang seringkali tidak terungkap dikarenakan oleh berbagai faktor seperti, kurangnya pengetahuan remaja, peran keluarga yang rendah dan pengaruh teman sebaya. Dampak dari kekerasan seksual dapat terjadi dalam jangka waktu Panjang baik secara fisik maupun psikologis. Penelitian ini untuk menganalisis adanya hubungan antara pengetahuan, peran orang tua, dan peran teman sebaya dalam pencegahan kekerasan seksual pada remaja Jemaat GPM Waiheru.Metode: penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional. Sampel terdiri dari 107 remaja yang dipilih secara acak.Hasil: Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan wawancara yang di analisis menggunakan uji Chi- square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (P= 0,002), peran orang tua (0,043), dan peran teman sebaya (P=0,000).Kesimpulan: terdapat hubungan antara pengetahuan, peran teman sebaya, dan peran orang tua dengan pencegahan kekerasan seksual. .
Hubungan kadar nitrit oksida dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil Setiawati, Sandy; Oktaviana, Rina; Irianti, Berliana; Israyati, Nur
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/bn998z87

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu di Indonesia maupun dunia. Salah satu mekanisme patogenesis yang berperan adalah disfungsi endotel akibat penurunan kadar Nitric Oxide (NO), yang menyebabkan vasokonstriksi, hipertensi, dan gangguan perfusi plasenta.Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan analitik observasional dengan metode case control, melibatkan total 66 responden yang terdiri atas 33 ibu hamil dengan preeklampsia dan 33 ibu hamil dengan tekanan darah normal (normotensi).Hasil: Berdasarkan hasil analisis, kadar rata-rata nitric oxide pada responden tercatat sebesar 28,15 ± 7,43 µg/dL.Kesimpulan: Temuan penelitian ini memperlihatkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara kadar nitric oxide dan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Kadar nitric oxide memiliki keterkaitan dengan munculnya preeklampsia dan berpotensi dimanfaatkan sebagai biomarker prediktif dalam upaya deteksi dini terhadap ibu hamil yang berisiko mengalami kondisi tersebut.
Perbedaan nyeri persalinan pada ibu bersalin yang diberikan akupresur PC8  dan tidak diberikan akupresur PC8 Salsabilla, Salsabilla; Irianti, Berliana; Saputri, Eka Maya; Pitriani, Risa; Husanah, Een
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/x9qpc613

Abstract

Latar Belakang: Nyeri persalinan merupakan keluhan utama yang sering dialami oleh ibu bersalin pada kala I. Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri adalah akupresur pada titik PC8. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat nyeri persalinan antara ibu bersalin yang diberikan akupresur PC8 dan yang tidak diberikan akupresur.Metode: Metode penelitian ini menggunakan pretest-posttest control group. Lokasi penelitian dilakukan di PMB Rosita dan Klinik Bidan Ernita Kota Pekanbaru pada bulan 25 April – 24 Mei 2025. Sampel terdiri 26 responden yang dibagi menjadi dua kelompok intervensi dan kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi intensitas nyeri menggunakan skala FLACC kemudian dianalisis dengan uji Mann-Whitney.Hasil: Hasil rata-rata skor nyeri pada kelompok intervensi menurun dari 6,62 menjadi 4,08, sementara pada kelompok kontrol meningkat dari 6,23 menjadi 6,92. Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 terdapat perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol.Kesimpulan: akupresur pada titik PC8 efektif menurunkan nyeri persalinan pada kala I. Intervensi diterapkan sebagai metode non-farmakologis dalam pelayanan kebidanan untuk memberikan kenyamanan bagi ibu bersalin.
Kemangmint therapy: inovasi salep alami untuk mengatasi puting lecet pada ibu menyusui Zulfa, Siti Zakiah; Khairunnisa, Zahrah; Lastri, Lastri; Adelia, isnaini; Fitri, Yulia
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/3q4wgn88

Abstract

Latar Belakang: Puting lecet merupakan tantangan umum menyusui yang menyebabkan nyeri dan gangguan pemberian ASI. Prevalensi puting lecet mencapai 32% dalam bulan pertama pasca-persalinan dan berhubungan dengan teknik menyusui yang tidak tepat. tujuan Penelitian ini bertujuan mengembangkan Kemangmint Therapy, salep alami berbahan dasar kemangi (Ocimum basilicum) dan mint (Mentha piperita), serta mengevaluasi sifat fisik dan kelayakan bisnisnya.Metode: Pengembangan produk melibatkan empat fase: persiapan bahan baku lokal, produksi salep dengan basis minyak zaitun dan lilin lebah, serta uji laboratorium sederhana (organoleptik, pH, daya sebar, daya leleh, stabilitas) yang diikuti strategi pemasaran.Hasil: Produk mencapai tingkat keberhasilan 89%. Uji laboratorium menunjukkan produk aman dengan pH netral (6,5–7,0), daya sebar baik (5,2–5,5 cm), dan titik leleh sesuai suhu tubuh (37°C–40°C). Produk terbukti stabil secara fisik dan layak secara ekonomi dengan harga Rp 23.000.Kesimpulan: Kemangmint Therapy adalah inovasi herbal yang aman, stabil, dan terjangkau untuk mengatasi trauma puting, memberikan solusi kesehatan bagi ibu menyusui dan peluang ekonomi masyarakat.
Perilaku wanita usia subur dalam deteksi dini kanker seviks berdasarkan health belief model Nareswari, Firyal Azahrin Putri; Susanti, Ari Indra; Gondodiputro, Sharon
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/ccap5815

Abstract

Latar Belakang: Kanker leher rahim merupakan kanker terbanyak kedua pada perempuan Indonesia. Provinsi Jawa Barat menempati urutan ketiga dengan sekitar 8.000 kasus setiap tahun. Penyakit ini berkembang cepat dan umumnya terdeteksi pada stadium lanjut akibat rendahnya kesadaran terhadap pemeriksaan deteksi dini. Cakupan pemeriksaan IVA pada tahun 2022 di Kota Bandung masih rendah, yaitu hanya 1,5%. Rendahnya kesadaran dan perilaku deteksi dini dipengaruhi oleh persepsi dan keyakinan WUS terhadap kanker leher rahim.Metode: Jenis   penelitian   ini   merupakan   penelitian   deskriptif   kuantitatif   dengan rancangan cross sectional. Populasi seluruh WUS di Puskesmas Garuda, dengan teknik accidental sampling, sample berjumlah 128 WUS, dan analisa data univariat dengan distribusi frekuensi.Hasil: 73,4% WUS memiliki perceived susceptibility rendah, 50,8% memiliki perceived severity sedang, 79,7% perceived benefit tinggi, 46,9% perceived barrier tinggi, 59,4% cues to action sedang, 71,1% memiliki self efficacy tinggi dalam melakukan pemeriksaan deteksi dini (IVA).Kesimpulan: Mayoritas WUS memiliki perceived benefit dan self efficacy tinggi terhadap pemeriksaan IVA, namun perceived susceptibility masih rendah dan hambatan yang dirasakan cukup tinggi sehingga sebagian besar WUS tidak melakukan deteksi dini kanker leher rahim. 
Determinasi faktor resiko anemia pada ibu hamil trimester iii dengan analisis regresi logistik Fatimah, Okta Zenita Siti; Susanti, Rosa; Hasan, Wanti Astriani
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/mym0h096

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil trimester III merupakan masalah kesehatan yang meningkatkan risiko komplikasi ibu dan janin. Kondisi ini dipengaruhi oleh karakteristik ibu, status gizi, dan pemanfaatan layanan kesehatan, sehingga diperlukan analisis untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan.Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi-Square, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda untuk menentukan faktor risiko anemia pada ibu hamil trimester III.Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara umur, paritas, status kehamilan, tingkat pendidikan, kekurangan energi kronik (KEK), kunjungan antenatal care (ANC), dan kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III (p < 0,05). Hasil analisis regresi logistik ganda menunjukkan bahwa umur, paritas, KEK, kunjungan ANC, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe berpengaruh signifikan terhadap risiko terjadinya anemia.Kesimpulan: Faktor umur, paritas, status gizi (KEK), keteraturan kunjungan ANC, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe merupakan faktor risiko utama kejadian anemia pada ibu hamil trimester III.
Faktor resiko kejadian preeklamsia dini dan lanjut pada ibu hamil Miyarsih, Retty; Kusmiyati, Yuni; Pramana, Cipta
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/yxx7x508

Abstract

Latar Belakang: Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama meningkatnya morbiditas dan mortalitas perinatal. Hingga kini, preeklamsia masih menjadi tantangan besar dalam praktik kebidanan dan belum sepenuhnya terpecahkan.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan case-control dan pendekatan retrospektif. Sampel diperoleh melalui random sampling, terdiri dari 66 responden preeklamsia (10 dini dan 56 lanjut) serta 66 kelompok kontrol. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik.Hasil: Hasil penelitian analisis bivariat dari variabel usia (0.225 > 0.005), paritas (0.293 > 0.005), IMT (0.038 < 0.005), riwayat hipertensi (0.027 < 0.005), ANC (0.571 > 0.005), dan DM (0.163 < 0.005). analisis multivariat bahwa faktor paling adalah IMT dan riwayat hipertensi dengan nilai CI 95% yaitu IMT (0.019) dan riwayat hipertensi (0,024).Kesimpulan: Hasil diketahui bahwa faktor paling berpengaruh adalah IMT dan riwayat hipertensi dengan risiko preeklamsia lebih tinggi. Obesitas serta riwayat hipertensi membuat ibu lebih rentan mengalami preeklamsia.
Respectful maternity care pada ibu hamil trimester III di praktik mandiri bidan Agustina, Rika; Komalasari , Komalasari; Nurikhsan, Juntika
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/xhxyhp18

Abstract

Latar Belakang: RMC dan pelecehan di ruang bersalin dikaitkan dengan pengalaman negatif dalam melahirkan dan indeks kualitas perawatan ibu yang buruk. Meskipun terdapat banyak kemajuan dalam bidang kesehatan ibu dan anak, masih terdapat angka kematian ibu dan bayi di seluruh dunia. Tujuan Mengidentifikasi dukungan yang diberikan petugas Kesehatan pada ibu hamil dalam mempersiapkan persalinannya dan Mengidentifikasi RMC.Metode: Concurrent embedded mix methode. Kuantitatif Jumlah sampel 45 orang ibu hamil dengan alat ukur kuesioner, kualitatif FGD 20 orang ibu hamil dan indepth interview pada 6 orang bidan.Hasil: Tidak ada keterpaksaan oleh petugas kesehatan terhadap pilihan klient 31 responden 68,9%. 45 orang (100%) dilayani dengan sopan dan nyaman oleh petugas kesehatan. Didapatkan 10 tema pada persfektif bidan, dan 8 tema tema pada persfektif ibu hamil.Kesimpulan: Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa tidak adanya diskriminasi, pelecehan dan pelayanan yang tidak diinginkan pada pelayanan praktik mandiri bidan di wilayah pringsewu. Bidan memberikan pelayanan sudah cukup optimal dan pasien merasa dilayani dengan baik.
Eksplorasi fenomenologis kesiapan gizi calon pengantin wanita untuk pencegahan stunting Lufar, Nay; Mahmudah, Rif’atul
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/bkb12d23

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan tantangan utama dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Status gizi ibu sebelum hamil berkorelasi langsung dengan kehamilan, pertumbuhan janin, serta risiko komplikasi seperti berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelahiran prematur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena kesiapan gizi calon pengantin wanita dalam mencegah stunting dengan pendekatan fenomenologi.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi interpretatif. Informan dipilih yaitu calon pengantin wanita yang mendaftarkan pernikahan di KUA Kecamatan Kramatwatu Kabupaten Serang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam.Hasil: Calon pengantin memiliki kesadaran bahwa gizi pranikah penting untuk mendukung kehamilan sehat dan mencegah stunting. Faktor pendukung utama berasal dari keluarga dan pasangan, sedangkan hambatan utama meliputi keterbatasan waktu, godaan pola makan tidak sehat, dan kurangnya edukasi gizi formal. Sebagian besar informan berharap edukasi gizi pranikah dapat menjadi program rutin di KUA dan puskesmas.Kesimpulan: Kesiapan gizi calon pengantin berperan penting dalam pencegahan stunting dan memerlukan integrasi edukasi gizi dalam bimbingan pranikah dengan dukungan tenaga kesehatan dan lembaga keagamaan.
Analisis cakupan dan skrining dan kejadian anemia pada remaja putri Imanah, Norif Didik Nur; Raharjo, Bambang Budi; Sukmawati, Ellyzabeth
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/84z7ya32

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada remaja putri merupakan masalah gizi yang masih signifikan di Indonesia, terutama akibat kekurangan zat besi selama masa pertumbuhan dan menstruasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis cakupan skrining dan kejadian anemia pada remaja putri.Metode: Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap. Data dianalisis untuk melihat proporsi cakupan skrining hemoglobin serta distribusi tingkat keparahan anemia berdasarkan jenjang pendidikan.Hasil: Prevalensi anemia mencapai 9,65 %, terdiri atas 9,24 % pada kelas VII dan 10,16 % pada kelas X. Berdasarkan tingkat keparahan, 66,7 % termasuk anemia ringan, 30,9 % sedang, dan 2,4 % berat.Kesimpulan: kegiatan skrining di Cilacap berjalan baik, namun upaya promotif dan preventif harus diperkuat agar kejadian anemia dapat ditekan secara berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor antara sekolah, keluarga, dan layanan kesehatan.