cover
Contact Name
Muhammad Affan Ramadhana
Contact Email
affanramadhan@atidewantara.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
affanramadhan@atidewantara.ac.id
Editorial Address
Jalan KH Ahmad Razak 2 No 7
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Abdimas Singkerru
ISSN : -     EISSN : 27767477     DOI : -
Abdimas Singkerru adalah Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat yang menerbitkan artikel pengabdian dalam berbagai disiplin ilmu diantaranya teknologi terapan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, kesehatan, sosial humaniora, dan hukum. Tujuan jurnal ini untuk memfasilitasi para akademisi dan praktisi dalam menerbitkan hasil karya-karya inovasi secara luas dalam pengembangan dan penyelesaian permasalahan dalam kehidupan masyarakat.
Articles 105 Documents
Pemanfaatan Resin Katalis sebagai Media Pengembangan Produk Inovatif bagi Siswa SMA Rosmalah Yanti; Haspidawati Nur; Erni Erni; Sunardin Sunardin; Andi Kilawati
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i1.385

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMA dalam memanfaatkan resin katalis sebagai bahan pengembangan produk inovatif yang kreatif, aplikatif, dan bernilai guna. Pengembangan kreativitas dan jiwa kewirausahaan siswa merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan ekonomi kreatif dan perkembangan teknologi digital. Namun, siswa sekolah menengah masih memiliki keterbatasan pengalaman dalam menghasilkan produk kreatif yang bernilai ekonomi serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi kewirausahaan, melatih keterampilan pembuatan produk kerajinan berbahan resin katalis, serta memperkenalkan promosi dan pemasaran digital kepada siswa SMA Datuk Sulaiman, SMAN 4 Luwu Timur, dan SMAN 3 Luwu Timur. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan siswa secara aktif melalui tiga tahapan kegiatan, yaitu edukasi kewirausahaan berbasis produk kreatif dan inovatif, pelatihan pembuatan produk kerajinan berbahan resin katalis, serta pelatihan promosi dan pemasaran digital. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan, mulai Januari hingga Maret 2026, melalui penyampaian materi, diskusi, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami konsep dasar kewirausahaan, mengenali peluang pengembangan produk kreatif, serta menghasilkan berbagai produk kerajinan berbahan resin katalis yang memiliki nilai estetika dan potensi nilai jual. Selain itu, siswa memperoleh wawasan mengenai pemanfaatan media sosial dan platform digital sebagai sarana promosi produk. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif melalui keterlibatan langsung siswa dalam proses perencanaan, pembuatan, dan promosi produk. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi edukasi kewirausahaan, praktik pembuatan produk kreatif berbahan resin, dan pemasaran digital dapat menjadi model pembelajaran yang efektif dalam mendukung pengembangan kreativitas dan kewirausahaan siswa melalui keterlibatan aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Pendampingan Manajemen Usaha dan Pelayanan Konsumen bagi UMKM Pasar Sorpring Berbasis Komunitas di Taman Harmoni Surabaya Auliyah Sindi Maheswari; Khalimatul Maisaroh; Indira Arundinasari
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i2.388

Abstract

Pasar Sorpring (Srawung Sor Pring) di Taman Harmoni Surabaya merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas yang melibatkan pelaku usaha mikro dalam pemanfaatan ruang publik sebagai sarana penguatan ekonomi lokal. Meskipun memiliki potensi yang besar, masih ditemukan beberapa kendala yang berkaitan dengan pengelolaan usaha, kualitas pelayanan konsumen, serta optimalisasi pengelolaan pasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam manajemen usaha dan pelayanan konsumen sekaligus memperkuat pelaksanaan Pasar Sorpring sebagai media pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan pengelola pasar, pelaku usaha, dan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi, pendampingan, diskusi, serta praktik langsung. Program dilaksanakan melalui tiga aspek utama, yaitu pendampingan manajemen usaha berbasis komunitas, pendampingan pelayanan konsumen, dan penguatan pelaksanaan pasar melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat yang meliputi penciptaan iklim yang mendukung, penguatan kapasitas, perlindungan, dukungan, dan pemeliharaan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku usaha mengenai pengelolaan usaha yang lebih terencana, peningkatan kesadaran terhadap pentingnya pelayanan yang berkualitas, serta menguatnya peran pengelola pasar dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Kegiatan ini juga mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pasar berbasis komunitas. Penguatan Pasar Sorpring melalui integrasi pendampingan usaha dan pelayanan konsumen menunjukkan bahwa ruang publik dapat dimanfaatkan sebagai sarana pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Penguatan Kesiapsiagaan Masyarakat melalui Penyusunan Denah Jalur Evakuasi dan Edukasi Mitigasi Banjir Berbasis Komunitas di Desa Tanjung Sari Naila Elfira Sari; Shintia Malau; Ipantri Naibaho; Feny Cristanti Siburian; Riki Rahmad; Elsa Kardiana
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i2.389

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di kawasan permukiman dan dapat menimbulkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat, kerusakan sarana dan prasarana, serta risiko keselamatan jiwa. Urgensi kegiatan ini terletak pada pentingnya penyediaan informasi evakuasi yang jelas dan mudah dipahami agar masyarakat dapat melakukan penyelamatan diri secara cepat, aman, dan terarah ketika banjir terjadi. Desa Tanjung Sari, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi risiko banjir dan masih memiliki keterbatasan informasi mengenai jalur evakuasi yang dapat digunakan saat kondisi darurat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui penyusunan denah jalur evakuasi dan edukasi mitigasi banjir berbasis komunitas. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan, meliputi edukasi mitigasi banjir dan identifikasi risiko partisipatif, penyusunan dan pemasangan media jalur evakuasi banjir, serta simulasi evakuasi dan pendampingan kesiapsiagaan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat berhasil mengidentifikasi titik rawan genangan, jalur evakuasi, serta lokasi yang dapat digunakan sebagai titik evakuasi utama dan alternatif. Kegiatan ini juga menghasilkan denah jalur evakuasi banjir yang memuat pembagian zona risiko, arah jalur evakuasi, dan titik evakuasi sebagai media mitigasi bencana di lingkungan masyarakat. Pelaksanaan sosialisasi dan simulasi evakuasi membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai prosedur evakuasi dan langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika banjir terjadi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam identifikasi risiko dan penyusunan jalur evakuasi mampu menghasilkan media mitigasi yang sesuai dengan kondisi lokal sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir secara berkelanjutan.
Implementasi Internet of Things untuk Sistem Irigasi Pintar dan Sirkulasi Udara Otomatis pada Pertanian Presisi Kelompok Tani Bukit Lombu Safwan Kasma; Muhammad Naim; Baso Ali; Rosmiati Rosmiati
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i2.391

Abstract

Pengelolaan lingkungan budidaya yang masih dilakukan secara manual menjadi salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya efisiensi dan tingginya risiko kegagalan produksi pada greenhouse hortikultura. Kondisi tersebut juga dialami oleh Kelompok Tani Bukit Lombu di Desa Marinding, Kabupaten Luwu, yang menghadapi permasalahan tingginya tingkat kegagalan pertumbuhan bibit dan kelayuan tanaman akibat keterlambatan dalam pengelolaan kebutuhan air dan kondisi lingkungan budidaya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi berbasis Internet of Things pada greenhouse melalui sistem irigasi pintar dan sirkulasi udara otomatis sekaligus meningkatkan kapasitas mitra dalam pemanfaatan teknologi pertanian modern. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi sosialisasi teknologi dalam pertanian presisi, pelatihan operasional sistem, implementasi teknologi pada greenhouse, serta pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem irigasi pintar dan sirkulasi udara otomatis berhasil dipasang dan dioperasikan pada greenhouse mitra. Anggota kelompok tani memperoleh pemahaman dan keterampilan dalam mengoperasikan sistem yang diterapkan serta mampu memanfaatkan teknologi tersebut untuk mendukung pengelolaan lingkungan budidaya secara lebih efektif. Penerapan teknologi juga memberikan kemudahan dalam pemantauan kondisi greenhouse dan mendukung pengelolaan budidaya yang lebih terkontrol. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi dengan penguatan kapasitas masyarakat melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan dapat mendukung adopsi teknologi pertanian secara berkelanjutan. Pendekatan tersebut menjadi aspek penting dalam meningkatkan keberterimaan teknologi sekaligus memperkuat kemandirian kelompok tani dalam mengelola greenhouse berbasis teknologi.
Pendampingan Pembelajaran Bahasa Inggris Dasar melalui Pendekatan Communicative Language Teaching bagi Pembelajar EFL Pemula di Kota Palangkaraya Nur Annisa Fitri; Nur Aini Shofiya; Nicha Chairunnisa Azahra; Selvi Selvi; Dewi Wijaya Putri; Zaitun Qamariah; Rahmadi Nirwanto
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i2.393

Abstract

Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi kebutuhan penting pada era globalisasi karena mendukung akses terhadap pendidikan, informasi, teknologi, dan peluang pengembangan karier. Namun, pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing pada tingkat pemula masih menghadapi keterbatasan penguasaan kosakata dan struktur bahasa sederhana, rendahnya kepercayaan diri, serta minimnya kesempatan untuk mempraktekkan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kegiatan pendampingan yang tidak hanya menekankan penguasaan materi kebahasaan, tetapi juga memberikan pengalaman menggunakan bahasa secara langsung, aktif, dan bermakna. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa pendampingan edukatif-partisipatif yang bertujuan mengoptimalkan pemahaman dan kemampuan komunikasi bahasa Inggris dasar pada komunitas belajar informal di Kota Palangka Raya. Kegiatan melibatkan tujuh pembelajar bahasa Inggris tingkat pemula dan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu pengenalan bahasa Inggris dasar, penerapan pendekatan Communicative Language Teaching, dan praktik komunikasi bahasa Inggris. Teknik pelaksanaan meliputi penyampaian materi interaktif, diskusi, tanya jawab, kegiatan berbasis tugas, permainan peran, simulasi wawancara, percakapan berpasangan, serta latihan tertulis sederhana. Evaluasi dilakukan menggunakan tanya jawab awal, lembar observasi partisipasi, lembar kerja, praktik percakapan sederhana, dan refleksi peserta. Data hasil kegiatan dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan kemampuan awal dan akhir peserta berdasarkan pemahaman materi, keaktifan, ketepatan penggunaan struktur bahasa, keberanian, dan kemampuan berkomunikasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta terlibat aktif dalam setiap tahapan pembelajaran. Peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai kosakata, penggunaan to be, bentuk dasar kata kerja, dan bentuk negatif dalam kalimat sederhana. Peserta juga mulai mampu menyusun kalimat serta melakukan percakapan singkat mengenai aktivitas sehari-hari dengan tingkat keberanian dan kepercayaan diri yang lebih baik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan bahasa Inggris dasar dalam lingkungan non formal dan komunikatif dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk menguatkan partisipasi, pemahaman kebahasaan, dan kemampuan komunikasi dasar pembelajar tingkat pemula.

Page 11 of 11 | Total Record : 105