cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+625674223
Journal Mail Official
publikasi@esaunggul.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul Jalan Arjuna Utara No 9 Kebon Jeruk Jakarta 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Health Publica : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : -     EISSN : 27976424     DOI : https://doi.org/10.47007/healthpublica.v2i01
Core Subject : Health,
Health Publica bertujuan untuk memberikan wadah artikel-artikel yang menarik di bidang Kesehatan Masyarakat. Health Publica diterbitkan sebanyak 2 kali per tahun (Mei dan November). Selain menerbitkan artikel-artikel yang ditulis oleh dosen Universitas Esa Unggul sendiri, kami juga menerima submission artikel artikel yang ditulis oleh dosen di luar Universitas Esa Unggul.
Articles 78 Documents
Peningkatan Kualitas Farmasi Rawat Jalan Non-Bpjs Rs Atma Jaya Dengan Metode Lean Six Sigma Venera, Gaby; Nofierni, Nofierni; Kusumapradja, Rokiah; Jus'at, Idrus
Health Publica Vol 6, No 02 (2025): Health Publica Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/hp.v6i02.9370

Abstract

Layanan farmasi rawat jalan berperan penting dalam memastikan kualitas layanan namun seringkali menghadapi tantangan seperti waktu tunggu yang lama dan alur kerja yang tidak efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi alur kerja rawat jalan di RS Atma Jaya dengan menggunakan pendekatan Lean Six Sigma dan mengidentifikasi waste pada proses pelayanan. Studi ini juga mengusulkan perbaikan alur kerja melalui Future Stream Mapping untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, kuesioner, dan telaah dokumen. Alur proses dianalisis menggunakan Value Stream Mapping (VSM) untuk mengidentifikasi Value Added Activities (VAA) dan Non-Value Added Activities (NVAA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total waktu proses (Total Process Time, TPT) untuk resep jadi adalah 18,62 menit, sementara untuk resep racikan mencapai 92,46 menit, dengan dominasi NVAA sebesar 69,93% pada resep jadi dan 66,89% pada resep racikan. Waste yang teridentifikasi meliputi waste waiting (17%), transportasi (13,2%), inventori (10,6%), over proses (12,3%), Motion (11,8%), overproduction (11,3%), defek (10,6%), dan potensi manusia (13,2%), dengan hasil akhir waste waiting adalah sumber utama inefisiensi. Usulan perbaikan melalui Future Stream Mapping diperkirakan mampu mengurangi TPT sebesar 38% untuk resep jadi dan 43% untuk resep racikan. Kesimpulan: Pendekatan Lean Six Sigma terbukti efektif dalam mengidentifikasi pemborosan dan merancang perbaikan alur pelayanan farmasi. Implementasi sistem e-prescription yang lebih terintegrasi dapat mengurangi NVAA, meningkatkan efisiensi, dan mendukung pelayanan yang lebih optimal. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan sistem pelayanan farmasi yang lebih efisien dan berkualitas, sekaligus meningkatkan kepuasan pasien.Kata Kunci : Lean Six Sigma, Current Stream Mapping, Future Stream Mapping, pelayanan farmasi
Hubungan Konsumsi Buah, Sayur, Asupan Lemak, Tingkat Pengetahuan Dengan Kejadian Hipertensi Lansia Di Puskesmas Cikokol Indriani, Dwi Rizky; Tambunan, Maria; Sitoayu, Laras; Nuzrina, Rachmanida
Health Publica Vol 6, No 02 (2025): Health Publica Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/hp.v6i02.9273

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronik dengan prevalensi yang tinggi. Kekurangan asupan serat berhubungan dengan kejadian hipertensi dikarenakan asupan serat dapat membantu dalam meningkatkan pengeluaran kolesterol melalui feses dan dapat mengurangi pemasukan energi dan obesitas yang pada akhirnya akan menurunkan risiko hipertensi. Konsumsi lemak yang tinggi berpengaruh pada tingginya simpanan kolesterol di dalam darah dan memicu terjadinya hipertensi. Tingkat pengetahuan tentang hipertensi mempengaruhi kepatuhan pengobatan dan pola makan yang seimbang. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 40 lansia dengan teknik menggunakan teknik non probability sampling yaitu purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan di analisis menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan konsumsi buah dan sayur dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Cikokol dengan p-value = 0,111 dan p-value = 0,772. Namun, terdapat hubungan asupan lemak dan tingkat pengetahuan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Cikokol dengan p-value = 0,001.
Pengaruh Hope dan Career Identity terhadap Turnover Intension dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Interventing Damaiyanti, Deby Nurlaili; Saputra, Hermawan; Listiyaningsih, Erlin; Hatuti, Sri; Prayogi, Budi
Health Publica Vol 7, No 01 (2026): Health Publica Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/hp.v7i01.10210

Abstract

Tingkat Turnover intention pada tenaga kesehatan, khususnya bidan dan perawat, menjadi isu penting bagi rumah sakit karena berdampak pada stabilitas pelayanan, beban kerja, serta mutu asuhan kepada pasien. Faktor psikologis seperti hope (harapan) dan career identity (identitas karier) diyakini berperan penting dalam menekan niat berpindah kerja melalui peningkatan Kepuasan Kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hope dan career identity terhadap Turnover intention dengan Kepuasan Kerja sebagai variabel intervening pada bidan dan perawat di Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan model kausalitas, melibatkan seluruh populasi sebanyak 104 bidan dan perawat sebagai responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM–PLS) melalui aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hope berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja (T = 4,187; p = 0,001) serta berpengaruh negatif terhadap Turnover intention (T = 2,091; p = 0,037). Career identity juga berpengaruh positif terhadap Kepuasan Kerja (T = 5,122; p = 0,001) dan negatif terhadap Turnover intention (T = 5,588; p = 0,001). Selain itu, Kepuasan Kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Turnover intention (T = 3,656; p = 0,001) serta mengintervensi secara signifikan hubungan antara hope dan career identity terhadap Turnover intention (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat harapan dan identitas karier yang dimiliki bidan dan perawat, semakin tinggi Kepuasan Kerja mereka, dan semakin rendah niat untuk berpindah kerja.
Pengaruh Stres Kerja dan Kompensasi terhadap Komitmen Afektif dengan Motivasi Kerja sebagai Variabel Intervening Utami, Jane; Dewi, Sandra; Mustikawati, Intan Silviana
Health Publica Vol 7, No 01 (2026): Health Publica Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/hp.v7i01.10103

Abstract

Tingkat turnover karyawan di RSU Kota Tangerang Selatan pada tahun 2023 menunjukkan tren peningkatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh stres kerja dan kompensasi terhadap komitmen afektif dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening. Jenis penelitian termasuk dalam kuantitatif dengan desain kausalitas. Populasi yang digunakan adalah jabatan fungsional non medis. Sampling menggunakan seluruh populasi, sebanyak 70 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan metode analisa menggunakan analisa Three Box Method serta PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja dan kompensasi berpengaruh secara signifikan terhadap komitmen afektif melalui motivasi kerja sebagai variabel intervening. Stres kerja berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja. Kompensasi berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja. Stres kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap komitmen afektif. Kompensasi memiliki pengaruh signifikan terhadap komitmen afektif. Motivasi kerja juga berpengaruh signifikan terhadap komitmen afektif. Saran untuk mengurangi stres kerja melalui pengelolaan beban kerja dan dukungan psikologis, meningkatkan kompensasi dengan penghargaan, memperkuat motivasi kerja melalui pelatihan yang relevan, serta memperkuat komitmen afektif dengan fasilitas pendukung dan apresiasi kinerja guna meningkatkan loyalitas karyawan.
Analisis Tenaga Kerja dan Beban Kerja di Instalasi Catering Shofa, Ayu Zahira; Swamilaksita, Prita Dhyani; Ronita, Putri; Mulyani, Erry Yudhya; Novianti, Anugrah
Health Publica Vol 7, No 01 (2026): Health Publica Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/hp.v7i01.9996

Abstract

Penyelenggaraan makanan sangat erat kaitannya dengan sumber daya manusia, khususnya dalam meningkatkan kesehatan dan produktivitas kerja. Tenaga kerja yang terlibat dalam proses penyelenggaraan makanan memiliki peran yang sangat penting, mulai dari perencanaan, pengadaan bahan, hingga penyajian. Kesesuaian tenaga pengolah makanan dengan pekerjaannya akan menghasilkan kinerja tenaga pengolah makanan yang produktif. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kesesuaian tenaga pekerja di Instalasi Catering PT. Binar Grafana Indonesia serta menganalisa karakteristik penyelenggaraan makanan di Instalasi Catering PT. Binar Grafana Indonesia. Jenis penelitian ini yaitu penelitian observasional analitik dengan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil analisa tenaga kerja yang diamati dengan uraian tugas per kategori SDM khususnya untuk tenaga pengolah makanan kebutuhan ideal untuk (quality control, persiapan BM, pelaksana pemasak) adalah 7 orang. Kebutuhan ideal untuk (PJ gudang, pelaksana pengolah nasi, persiapan sayur) sekitar 4 orang. Sedangkan, pada catering ini hanya 2 orang yang merangkap semua tugas ini. Karena hal tersebut mereka sering melakukan double job dan bekerja lebih dari 10 jam sehari. beban kerja mereka jauh melampaui kapasitas normal sehingga menyebabkan kelelahan dan potensi penurunan kualitas.Oleh sebab itu, pihak Catering dapat meningkatkan daya tarik posisi pekerjaan, memperluas skala usaha, dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, sehingga dapat menambah tenaga kerja yang diperlukan untuk mencapai efisiensi operasional yang optimal.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri Kelas 7 SMPN 23 Tangerang Yollanda, Prita Delvia; Sitoayu, Laras; Nuzrina, Rachmanida
Health Publica Vol 7, No 01 (2026): Health Publica Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/hp.v7i01.9257

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya masih tinggi di dunia, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Kondisi ini terjadi akibat rendahnya kadar hemoglobin dalam darah, yang dapat menyebabkan kelelahan, penurunan konsentrasi, hingga gangguan pertumbuhan dan perkembangan, khususnya pada remaja. Berdasarkan survei awal yang dilakukan di Puskesmas Panunggangan Tangerang pada tanggal 31 Oktober 2023, prevalensi anemia pada usia 15–24 tahun mencapai 46,48%. Di SMPN 23 Tangerang, dari 141 siswi kelas 7 yang diskrining, ditemukan 22 siswi mengalami anemia ringan, 19 siswi anemia sedang, dan 1 siswi anemia berat. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi yaitu 141 orang dan sampel yaitu 58 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan SPSS dengan Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari variabel pengetahuan dengan p-value 0,00, dan varibel sikap dengan p-value 0,00 terdapat hubungan signifikan dengan anemia remaja putri Di SMPN 23 Tangerang. Berdasarkan hasil data pengetahuan kurang karena tidak dapatnya informasi tentang anemia dan sikap kurang karena tidak memperhatikan asupan makan dan ketaatan dalam konsumsi tablet tambah darah. Diharapkan agar siswa lebih memperhatikan asupan makanan mereka dan patuh dalam mengkonsumsi tablet tambah darah.
Analisis Asupan Energi, Zat Gizi Makro dan Durasi Tidur dengan Status Gizi Siswa SMPIT Al Fadl Zulidar, Nur Afni; Gifari, Nazhif; Pradilla, Yuni; Sa'pang, Mertien
Health Publica Vol 7, No 01 (2026): Health Publica Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/hp.v7i01.9231

Abstract

Remaja merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap masalah gizi. Berbagai faktor dapat mempengaruhi kondisi gizi remaja seperti pola makan tidak sehat,gaya hidup kurang mendukung, durasi tidur, serta adanya penyakit menular. Status gizi merujuk pada kondisi tubuh yang ditentukan oleh asupan makanan dan pemanfaatan nutrisi. Optimalnya status gizi tercapai ketika tubuh mendapatkan cukup nutrisi dan dapat menggunakannya secara efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan energi, zat gizi makro dan durasi tidur dengan status gizi siswa SMPIT Al Fadl. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi yaitu 161 orang dan sampel yaitu 115 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan SPSS dengan Uji Kendall Tau-b. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari variabel asupan energi dengan p-value 0,01, zat gizi makro meliputi asupan protein dengan p-value 0,01, asupan lemak dengan p-value 0,01, dan asupan karbohidrat dengan p-value 0,01, serta durasi tidur dengan p-value 0,003 terdapat hubungan signifikan dengan status gizi siswa SMPIT Al Fadl. Berdasarkan hasil data asupan siswa hanya mengkomsumsi makanan sumber zat gizi makro dan jarang sekali mengkonsumsi makanan sumber zat gizi mikro. Diharapkan agar siswa lebih memperhatikan asupan makanan mereka. Tidak hanya asupan zat gizi makro, siswa harus memperhatikan asupan zat gizi mikro dengan mengkonsumsi sayur dan buah. Selain itu, siswa harus memperhatikan durasi tidur mereka agar tidak kurang dari 8 jam.
Faktor Risiko Heat Strain pada Pekerja Konstruksi Proyek Pembangunan BSI Tower Oktadian, Andre; Handayani, Putri; Irfandi, Ahmad; Heryana, Ade
Health Publica Vol 7, No 01 (2026): Health Publica Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/hp.v7i01.9184

Abstract

Perubahan iklim global menyebabkan peningkatan suhu yang berdampak pada kesehatan pekerja konstruksi. Salah satu risiko yang muncul adalah heat strain, yaitu respons fisiologis tubuh akibat akumulasi panas berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan heat strain pada pekerja proyek pembangunan BSI Tower. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling terhadap 97 pekerja. Pengukuran heat strain dilakukan dengan Heat Strain Score Index (HSSI) dan pengukuran tekanan panas menggunakan Questtemp Heat Stress Monitor. Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square untuk menentukan hubungan antara variabel independen (tekanan panas, usia, obesitas, penyakit kronis, dan status hidrasi) dengan heat strain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50,5% pekerja mengalami heat strain. Variabel tekanan panas, usia, obesitas, dan status hidrasi memiliki hubungan signifikan dengan kejadian heat strain (p value < 0,05), sedangkan riwayat penyakit kronis tidak memiliki hubungan signifikan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya strategi pengendalian lingkungan kerja dan kesehatan pekerja, seperti peningkatan ventilasi, penyediaan cairan, serta pengelolaan waktu kerja untuk mencegah dampak negatif heat strain.