cover
Contact Name
Aditiya Puspanegara
Contact Email
jurnal@univ-bhi.ac.id
Phone
+628112377758
Journal Mail Official
jurnal@univ-bhi.ac.id
Editorial Address
Jl. Lingkar Kadugede No.2 Kuningan, Jawa Barat 45566
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Nursing Practice and Education
ISSN : -     EISSN : 27750663     DOI : https://doi.org/10.34305/jnpe.v1i2
Core Subject : Health,
Medical Surgical Nursing Maternity Nursing Pediatric Nursing Psichiatric Nursing Comunity Nursing Nursing Management Emergency Nursing Gerontology Nursing Family Nursing
Articles 196 Documents
Pengaruh rendaman air garam hangat dan jahe terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi Nursakinah, Fina; Alamsyah, Azhar Zulkarnain; Mulyadi, Egi; Danismaya, Irawan
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/3vbv8d87

Abstract

Latar Belakang: Pengendalian hipertensi masih menjadi tantangan serius karena tingginya angka kejadian dan keterbatasan kepatuhan penderita terhadap terapi farmakologis jangka panjang. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan non-farmakologis yang sederhana, efektif, dan dapat diterapkan di masyarakat. Salah satu alternatif yang potensial adalah penggunaan rendaman air garam hangat dan jahe sebagai terapi komplementer untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rendaman air garam hangat dan jahe terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi.Metode: Penelitian menggunakan desain one group pretest-posttest dengan jumlah sampel 60 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan selama lima hari dengan perendaman kaki selama 15 menit per hari.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik dari rerata 158,08 mmHg menjadi 146,25 mmHg dan diastolik dari 89,42 mmHg menjadi 81,42 mmHg. Uji Wilcoxon menunjukkan hasil signifikan (p = 0,001) untuk tekanan darah sistolik dan diastolik.Kesimpulan: Simpulan penelitian ini adalah rendaman air garam hangat dan jahe efektif menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Disarankan terapi ini dapat dijadikan pilihan intervensi non-farmakologis yang sederhana, aman, dan dapat dilakukan secara mandiri di rumah.
Hubungan antara sikap dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi Handayani, Putri; Rastipiati, Rastipiati; Kholilah, Siti
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/670m5n08

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi menjadi kasus silent killer karena sering tanpa gejala. Ketidakpatuhan minum obat menjadi penyebab utama tingginya angka kematian. Faktor ketidakpatuhan adalah kurangnya sikap dan dukungan keluarga, sehingga penting dilakukan pencegahan dengan patuh minum obat antihipertensi. Tujuan penelitian menganalisis hubungan antara sikap pasien dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Desa Cipondok Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan.Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dan melibatkan 74 responden yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi (univariat) serta uji korelasi Rank Spearman (bivariat).Hasil: Analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki sikap kepatuhan minum obat yang cukup (44,6%, n=33) dan dukungan keluarga yang baik (59,5%, n=44). Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan signifikan antara sikap dengan kepatuhan minum obat (ρ=0,528; p<0,001) dan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat (ρ=0,357; p=0,002).Kesimpulan: Pengendalian tekanan darah membutuhkan kepatuhan pasien yang ketat terhadap regimen pengobatan, jadwal kontrol rutin, serta penatalaksanaan gaya hidup yang meliputi diet, aktivitas fisik, penghentian merokok.
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi beban kerja perawat Sigalingging, Hartati Riania; Medyati, Novita; Bouway, Dolfinus Yufu
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/pmrtkt96

Abstract

Latar Belakang: Beban kerja perawat di ruang rawat inap Interna RSUD Mimika meningkat akibat rasio perawat-pasien yang tidak seimbang, kompleksitas kasus, dan tugas administratif, sehingga menurunkan mutu pelayanan serta meningkatkan risiko kelelahan dan keselamatan pasien.Metode: Penelitian ini adalah studi deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 28 perawat (5 laki-laki, 23 perempuan) menggunakan kuesioner beban kerja teruji validitas dan reliabilitasnya (α = 0,877).Hasil: Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dan rasio prevalensi. Terdapat hubungan signifikan antara usia (p = 0,044), jumlah pasien (p = 0,000), tingkat ketergantungan (p = 0,000), jumlah perawat (p = 0,024), lama rawat (p = 0,000), dan tupoksi (p = 0,001) dengan beban kerja perawat. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara pendidikan terakhir (p = 0,229) dan masa kerja (p = 0,978). Analisis regresi logistik multivariat menunjukkan bahwa lama rawat (p = 0,039) merupakan satu-satunya faktor dominan. Lama rawat menjadi faktor paling berpengaruh terhadap beban kerja.Kesimpulan: Beban kerja perawat dipengaruhi oleh usia, jumlah pasien, tingkat ketergantungan, jumlah perawat, lama rawat, dan tupoksi. Faktor dominan yang paling berpengaruh adalah lama rawat pasien.
Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis multi-drug resistant Apriana, Dendi; Hediyanto, Hendri; Makiyah, Arfatul; Ramadhani, Anggun Fajar
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/5fd6s486

Abstract

Latar Belakang: Tuberculosis Multidrug-Resistant merupakan salah satu tantangan serius dalam dunia kesehatan yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan konsisten. Keberhasilan pengobatan sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga, karena terapi yang dijalani pasien bersifat kompleks dan sering menimbulkan efek samping. Kurangnya dukungan keluarga dapat menurunkan motivasi pasien dalam mengikuti pengobatan sehingga berdampak negatif terhadap kesembuhan.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 69 pasien Tuberculosis Multidrug-Resistant yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Cibeber, Kabupaten Lebak. Analisis hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat dilakukan dengan uji Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan dukungan keluarga tinggi memiliki tingkat kepatuhan minum obat yang lebih baik. Uji statistik menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05) dengan nilai Cramer’s V sebesar 0,707, yang menandakan hubungan kuat antara dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis Multi-Drug Resistant. Dukungan emosional, informatif, dan instrumental dari keluarga berperan penting dalam meningkatkan disiplin pasien terhadap regimen pengobatan.
Hubungan indeks massa tubuh dengan waktu pulih sadar pasca general anestesi di ruang recovery Mulyadi, Egi; Hamzah, Amir; Basri, Burhanudin; Yulya, Ayu
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/brwse991

Abstract

Latar Belakang: Waktu sadar kembali setelah anestesi umum merupakan indikator penting dalam pemulihan pasien pascaoperasi. Salah satu faktor yang memengaruhi proses ini adalah Indeks Massa Tubuh, yang berperan terhadap distribusi dan metabolisme obat anestesi. Pasien dengan Indeks Massa Tubuh tinggi berpotensi mengalami penumpukan obat dalam jaringan lemak sehingga memperlambat pemulihan kesadaran. Namun, hasil penelitian sebelumnya masih bervariasi, sehingga diperlukan analisis lebih lanjut mengenai hubungan keduanya.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan observasional analitik pada 87 pasien pasca anestesi umum di ruang pemulihan Rumah Sakit Islam Assyifa. Data Indeks Massa Tubuh dan skor Aldrete dikumpulkan melalui lembar observasi, lalu dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Sebagian besar partisipan memiliki Indeks Massa Tubuh normal (64,4%) dan pulih sadar cepat (58,6%). Pasien dengan Indeks Massa Tubuh tinggi cenderung mengalami pemulihan kesadaran lebih lambat. Analisis menunjukkan adanya hubungan antara Indeks Massa Tubuh dan durasi pulih sadar (p = 0,003).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara Indeks Massa Tubuh dan waktu pulih sadar pasca anestesi umum. Temuan ini dapat menjadi dasar pertimbangan dalam memantau pemulihan pasien berdasarkan status gizi.
Hubungan kepatuhan diet terhadap kualitas hidup pada pasien diabetes mellitus Abidinsah, Zainal; Alfiah, Siti Nurul
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/3146sg95

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus adalah penyakit tidak menular yang berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas. Kepatuhan terhadap diet mencerminkan perubahan perilaku positif yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepatuhan diet dan kualitas hidup pada penderita diabetes mellitus.Metode: Penelitian ini merupakan studi korelasional dengan desain cross-sectional. Populasi terdiri dari 246 responden, dengan jumlah sampel yang diteliti sebanyak 153 orang. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Hasil analisis uji Chi-Square menghasilkan nilai p sebesar 0,000 (< 0,05), yang mengindikasikan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet dan kualitas hidup pada pasien diabetes mellitus.Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kepatuhan terhadap diet dan kualitas hidup pada pasien diabetes mellitus. Oleh karena itu, pelaksanaan edukasi diharapkan terus berjalan secara optimal, guna meningkatkan pemahaman pasien mengenai pentingnya pola diet yang berperan dalam menunjang kualitas hidup.
Hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap rumah sakit Mutakin, Ilman Akbar; Makiyah, Arfatul; Basri, Burhanuddin
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/6cwys863

Abstract

Latar Belakang: Tingkat kepuasan pasien masih menjadi permasalahan global, termasuk di Indonesia, dengan data menunjukkan angka kepuasan yang relatif rendah di berbagai wilayah seperti Asia Tenggara (35%), Amerika Serikat (42%), Kenya (40,4%), India (34,4%). Sekitar 60% rumah sakit di Indonesia belum memenuhi standar pelayanan yang ideal, sehingga diperlukan evaluasi terhadap faktor yang memengaruhi kepuasan pasien, seperti perhatian terhadap keluhan, kenyamanan selama perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penerapan komunikasi terapeutik oleh perawat dengan tingkat kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap RS Al-Mulk.Metode: Rancangan penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Jumlah responden sebanyak 79 orang, teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner, analisis menggunakan uji Chi-square.Hasil: Uji statistik Chi-square menghasilkan nilai p = 0,000, yang berarti lebih kecil dari 0,05.  Kesimpulan: Terdapat hubungan antara komunikasi terapeutik yang dilakukan perawat dengan kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap RS Al-Mulk. Dapat berpartisipasi sebagai responden diharapkan terus memberikan umpan balik positif mengenai kualitas komunikasi dengan perawat, sehingga dapat mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Efektifitas terapi thought stopping terhadap nomophobia dan kualitas tidur pada usia remaja Mawaddah, Anggi Ulfah; Aini, Khusnul; Pratama, Azis Muhammad
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/6sbavf95

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan smartphone yang berlebihan dapat menyebabkan ketergantungan yang dikenal sebagai nomophobia, yang berdampak negatif pada kualitas tidur remaja. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah terapi thought stopping. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas terapi thought stopping terhadap penurunan tingkat nomophobia dan peningkatan kualitas tidur pada remaja di Desa Kertaungaran, Kecamatan Sindang Agung, Kabupaten Kuningan tahun 2025.Metode: Design quasi-experiment dengan one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian menggunakan purposive sampling sebanyak 30 remaja. Instrumen penelitian menggunakan Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) dan kuesioner Kualitas Tidur (KKT). Analisis data dilakukan dengan uji T-Test.Hasil Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada tingkat nomophobia dan kualitas tidur sebelum dan sesudah terapi thought stopping, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Rata-rata skor nomophobia menurun dari 54,27 menjadi 43,27, sedangkan skor kualitas tidur membaik dari 18,90 menjadi 11,50.Kesimpulan: Pemberian terapi thought stopping berpengaruh terhadap penurunan tingkat nomophobia dan peningkatan kualitas tidur pada remaja di Desa Kertaungaran. Diharapkan remaja dapat menggunakan terapi thought stopping sebagai strategi dalam mengatasi nomophobia dan meningkatkan kualitas tidur.
Pendidikan kesehatan meningkatkan pengetahuan tentang pelecehan seksual secara verbal (catcalling) Nur, Ayip Syarifudin; Rohim, Abdal; Rahayu, Ayu Sri
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/5874ng75

Abstract

Latar Belakang: Catcalling sering dialami remaja perempuan dan menjadi masalah serius di Indonesia, sebesar 59,2% masyarakat pernah mengalami pelecehan seksual. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang pelecehan seksual secara verbal (Catcalling).Metode: Pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Populasi berjumlah 300 siswa, dengan sampel 75 siswa menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan perhitungan Slovin. Pendidikan kesehatan melalui ceramah menggunakan media leaflet dan powerpoint. Instrumen penelitian berupa kuesioner, analisis dengan uji Wilcoxon.Hasil: Sebelum pendidikan kesehatan responden berpengetahuan cukup (60,0%) dan setelah pendidikan kesehatan berpengetahuan baik (85,3%). Hasil uji bivariat menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan p-value 0,000 (< 0,05).Kesimpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan siswa tentang pelecehan seksual verbal (Catcalling). Sekolah dapat merumuskan dan menerapkan kebijakan anti pelecehan seksual yang komprehensif, termasuk mekanisme pelaporan dan perlindungan korban.
Efektivitas pemberian makanan tambahan dalam meningkatkan berat dan tinggi badan pada balita dengan status gizi kurang Suyami, Suyami; Setianingsih , Setianingsih; Lestari, Puji; Nifanda, Elin Meisa; Enda, Muhammad Adimas
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/tnx4xy54

Abstract

Latar Belakang: Indonesa masih menghadapi berbagai masalah gizi seperti gizi kurang (stunting, wasting, underweight), gizi lebih (overweight) dan kekurangan zat gizi mikro seperti Anemia Gizi Besi (AGB), Kekurangan Vitamin A (KVA) dan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada balita yang berisiko stunting menjadi salah satu solusi penting dalam upaya memperbaiki status gizi mereka. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam meningkatan berat badan dan tinggi badan pada balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Jogonalan I.Metode: Penelitian ini menggunakan desain Cohort Prospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah balita gizi kurang yang mendapatkan PMT selama 56 hari sejumlah 87 balita. Tehnik sampling yang digunakan adalah total sampling. variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemberian makanan tambahan, sedangkan variabel terikat adalah peningkatan berat badan dan tinggi badan. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon Signed Ranks Test..Hasil: Hasil penelitian diperoleh karakteristik sebagian besar responden berumur 12-36 bulan sebanyak 58 balita (66,7 %), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 46 balita (52,9%) dan berat badan lahir ≥2500 gram sebanyak 73 balita (83,9%), umur ibu responden adalah < 35 tahun sebanyak 56 (64,4%) dan pendidikan ibu menengah sebanyak 74 (85,1%). Rata-rata berat badan balita gizi kurang sesudah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) naik 0,271 kg (2,71 ons). Rata-rata tinggi badan balita gizi kurang sesudah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah naik 1,283 cm.Kesimpulan: penelitian adalah tidak ada hubungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan peningkatan berat badan dan tinggi badan balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Jogonalan. I.