cover
Contact Name
I KETUT MUDITE ADNYANE
Contact Email
adnyane@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
acta.vet.indones@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
ACTA VETERINARIA INDONESIANA
ISSN : 23373207     EISSN : 23374373     DOI : -
Core Subject : Health,
Acta Veterinaria Indonesiana (Indonesian Veterinary Journal) mempublikasikan artikel-artikel dalam bentuk: penelitian, ulasan, studi kasus, dan komunikasi singkat yang berkaitan dengan berbagai aspek ilmu dalam bidang kedokteran hewan, biomedis, peternakan dan bioteknologi. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Acta Veterinaria Indonesiana diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Hewan bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia. Terbit dua kali dalam satu tahun pada bulan Januari dan Juli. [ISSN 2337-3202, E-ISSN 2337-4373]
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2024): Juli 2024" : 12 Documents clear
Uji Resistansi Antibiotik Bakteri Vibrio Parahaemolyticus dari Udang Putih (Litopaneus Vannamei) Serta Identifikasi Gen Penyandi Resistan Ampisilin Ramadhaniah, Vetty; Agustin Indrawati; Bayu Febram Prasetyo
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.2.97-105

Abstract

Penyakit vibriosis pada udang putih (Litopaneus vannamei) sangat ditakuti oleh pembudidaya pada tahun 2009 karena diduga dapat menimbulkan early mortality syndrome (EMS). Penyakit ini menyebabkan kematian massal pada usia muda. Umumnya vibriosis pada udang dicegah dan diobati dengan menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistansi multi-antibiotik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat resistansi antibiotik terhadap bakteri Vibrio parahaemolyticus di udang putih dan mengidentifikasi keberadaan gen resistan terhadap ampisilin. Isolat bakteri V. parahaemolyticus diuji resistansi terhadap antibiotik ampisilin, oksitetrasiklin, kloramfenikol, enrofloksasin, dan eritromisin. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer dengan tabel Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI). Hasil uji resistansi menunjukkan bahwa 30 isolat V. parahemolyticus sensitif terhadap enrofloxacin (94%), dan kloramfenikol (97%). Adapun hasil uji terhadap ampisilin menunjukkan adanaya resistan (77%). Bakteri yang resistan terhadap ampisilin diuji terhadap keberadaan gen yang mengkode protein BlaTEM yaitu dengan hasil persentase 100% (dari 6 sampel) pada amplikon 516 bp. Dapat disimpulkan bahwa isolat V. parahaemolyticus resistan terhadap ampisilin terhadap gen BlaTEM.
Observasi Kesembuhan Auto Skin Graft Yang Diberi Platelet-Rich Plasma (PRP) dan Dirawat dengan Bio Dressing Kulit Ikan Mujair (Tilapia mozambique) Abellisa Abellisa; Siti Aisyah; Rusli Rusli; Amiruddin Amiruddin; Sugito Sugito; Erwin, Erwin; Etriwati Etriwati
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.2.141-147

Abstract

Skin graft merupakan tindakan pengambilan kulit dari tubuh donor yang telah dipisahkan dari lokasi suplai darah lokalnya ke area lain. Penelitian ini bertujuan mengamati kesembuhan auto skin graft (ASG) setelah pemberian platelet-rich plasma (PRP) dan dirawat dengan bio dressing dari kulit Tilapia mozambique (TM) melalui pengamatan subjektif dan objektif. Penelitian ini menggunakan 6 ekor kucing lokal jantan, berumur 1-2 tahun dengan berat badan 2-3 kg yang dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan. Semua kucing dibuat defek berukuran 2x2 cm pada area kaki depan, 4 hari kemudian luka ditutup dengan ASG bersumber dari area abdomen. Perawatan ASG menggunakan bio dressing kulit TM (K-1) dan penambahan PRP disertai bio dressing kulit TM (K-2). Pengamatan subjektif ASG hari ke-3, 6, 9 dan 12, sedangkan uji pendarahan dan pengamatan objektif pada hari ke-18 pasca bedah. Hasil pengamatan subjektif menunjukkan kesembuhan ASG yang diberi PRP beserta bio dressing kulit TM (K2) lebih baik dibandingkan bio dressing kulit TM (K1) (P<0,05). Hari ke-12 warna kulit graft kembali sama dengan kulit sekitar, respon nyeri berkurang, disertai pertumbuhan rambut lebih cepat pada K-2. Pengamatan objektif menunjukkan waktu absorbsi NaCl 0,9% dan efek obat lebih cepat pada K-2 dibandingkan K-1 (P<0,05). Penggunaan PRP beserta bio dressing kulit TM (K2) memiliki potensi untuk digunakan dalam perawatan ASG.
Palatabilitas Makanan Fungsional yang Mengandung Ekstrak Jintan Hitam (Nigella sativa) pada Kucing Domestik Bulu Pendek (Felis catus) Kusumawati, Nina Tri; Purwono, Rini Madyastuti; Kusumawati, Nina; Priosoeryanto, Bambang Pontjo; Esfandiari, Anita
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.2.133-140

Abstract

Plant extract is one of the functional ingredients to support health and immune system. Black cumin (Nigella sativa) is known to have a strong effect on immunomodulatory function. Its bitter taste and characteristic smell will affect the palatability of a final product. The palatability is important for product development in the pet food industry. The palatability defines cat’s preference and acceptance of a product. This research was aimed to determine the palatability of functional foods containing black cumin’s extract in domestic shorthair cats (Felis catus). The modified two bowl test was used in this study. Domestic shorthair cats aged 1-6 years, 7 spayed females and 2 neutered males, unvaccinated, and clinically healthy were participated in the study. Three bowls of food containing 89,1 mg; 222,75 mg; and 445,5 mg concentration of black cumin extract were offered to cats simultaneously. The first choice consumed, the duration of food consumed, and the amount of food intake were evaluated. A significant difference (p<0,05) was observed in the first choice consumed. The duration of food consumed, and the amount of food consumed were not found a significant difference. Based on all observations, this study indicates the food containing 222,75 mg concentration of black cumin is more palatable compared with other foods. The result of this study will be the foundation of the next research. Keywords: black cumin, cats, food, palatability
Prevalence of Endoparasite Infestation of Edible-Nest Swiftlet (Aerodramus fuciphagus) in Swiftlet Houses in Central Java, Indonesia Siti Gusti Ningrum
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.2.148-153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prevalensi infestasi endoparasit pada burung walet (Aerodramus fuciphagus) di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Sebanyak 76 sampel feses segar burung walet (A. fuciphagus) dikoleksi dari beberapa rumah burung walet di Jawa Tengah. Metode deteksi endoparasit dalam penelitian ini menggunakan kombinasi metode natif, metode sedimentasi, dan metode apung. Berdasarkan hasil penelitian ini, prevalensi infestasi endoparasit pada burung walet (A. fuciphagus) di Jawa Tengah adalah 28%. Endoparasit yang ditemukan dalam penelitian ini antara lain Tetrameres spp. (7%), Notocotylus sp. (11%), dan Raillietina sp. (11%). Penelitian ini berhasil memberikan data kejadian infestasi endoparasit di burung walet (A. fuciphagus).
Dinamika Bakteri Vibrio spp. pada Air Laut di Seputar Sentra Pembenihan Udang Vanamei (Litopenaeus vannamei) di Indonesia: Dinamika Bakteri Vibrio spp. pada Air Laut Rubiyanto Widodo Haliman; Edi Poncolaksito; Sujarwo Sujarwo; Ismawi Ismawi; Awan Kunadi; Nuzuliah Wahyu Berutu; Dwi Retno Untari; Sarayut Srisombat; Beni Halalludin; Rizkiantino, Rifky; Fivi Najmushabah; Hendri Laiman
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.2.112-118

Abstract

Bakteri Vibrio spp. adalah salah satu patogen yang umum menginfeksi pembenihan dan pembesaran udang, yang dapat menyebabkan kematian masal benur di panti benih udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika bakteri Vibrio spp. pada air laut di seputar tujuh area sentra pembenihan udang vanamei di Indonesia. Pengamatan dilakukan setiap bulan sejak Januari hingga Desember 2020, dengan menginokulasikan 100 µL sampel air laut ke media agar thiosulfate-citrate-bile-salt sucrose (TCBS), diinkubasikan pada suhu 30°C selama 18–24 jam, setelah itu dilakukan penghitungan koloni Green Vibrio Colony (GVC), Total Vibrio Count (TVC), dan persentase kejadian bakteri berpendar pada sampel air laut. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa angka GVC dan TVC tertinggi terjadi di perairan Takalar pada bulan Mei 2020, sedangkan persentase sampel air laut dengan bakteri yang berpendar paling tinggi terjadi pada sampel dari perairan Pantai Cermin-Serdang Bedagai. Nilai GVC berkisar antara 0,01–130,00 × 102 CFU/mL dengan angka tertinggi terjadi pada bulan Januari, Oktober, November, dan Desember 2020, sedangkan nilai TVC berkisar antara 0.20–520.00 × 102 CFU/mL sepanjang tahun 2020. Tidak ditemukan adanya bakteri berpendar pada sampel air laut dari daerah Anyer dan Pangandaran. Para operator panti benih udang vanamei perlu senantiasa waspada terhadap dinamika populasi bakteri Vibrio spp. pada air laut yang akan dipakai dalam kegiatan pembenihan udang vanamei.
Ekstrak Kecoak Periplaneta americana sebagai Antiinflamasi Sistemik pada Tikus Putih Model SIRS Aritonang, Erfan Andrianto
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.2.119-124

Abstract

Systemic inflammatory response syndrome (SIRS) merupakan fenomena hiperinflamsi sistemik yang diperantarai oleh respon imunitas bawaan akibat paparan infeksi ataupun non infeksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektifitas antiinflamasi ekstrak kecoak P. americana melalui tampilan klinis hewan model. Induksi SIRS melalui cecal ligation and puncture (CLP). Hewan model menggunakan tikus putih galur Sprague Dawley jantan umur 10 minggu sebanyak 20 ekor yang mendapatkan bedah CLP dan diterapi menggunakan NaCl 0,9% 0,2 ml/ekor, dexamethasone 0,75 mg/kg BB, ekstrak kecoak P. americana (EKP) 50 mg/kg BB, dan 100 mg/kg BB. Pemberian terapi dilakukan secara per oral pada 24 dan 48 jam setelah CLP. Hasil penelitian variabel suhu tubuh menunjukan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok yang diberi NaCl 0,9%, dexamethasone, dan EKP 50 mg/kg BB (P > 0.05), namun berbeda signifikan (suhu lebih rendah dibawah normal) dengan kelompok EKP 100 mg/kg BB (P < 0.05). Variabel jumlah napas, detak jantung, dan total leukosit tidak menujukan perbedaan signifikan antara setiap kelompok (P > 0.05). Presentase bertahan hidup hingga akhir penelitian kelompok yang diterapi menggunakan NaCl 0,9%, dexamethasone, EKP 50 mg, dan EKP 100 mg masing-masing sebesar 60%, 80%, 100%, dan 60%. EKP 50 mg/Kg BB memiliki potensi sebagai antiinflmasi sistemik pada tikus putih model SIRS
Evaluation of Cassava Leaf Paste on Egg Performance and Egg Quality of Quail Egg Laying Period La Jumadin; Aryani Sismin Satyaningtijas; Hera Maheshwari; Niken Ulupi; Dwi Nurhidayah Zubaidah; Maryce Agusthinus Walukou; Lili Darlian; Damhuri; Koekoeh Santoso
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.2.106-111

Abstract

Quail has a high egg production. On the other hand, quail has a weakness, which is prone to stress. This stress is caused by erratic weather conditions. This study examines and evaluates the role and function of cassava leaf paste on aspects of egg performance and egg quality of quail eggs in the laying period that are reared under natural conditions or normal conditions in tropical areas, such as in Indonesia. Observation of egg performance was detected by calculating egg length, egg width, and egg shape index. Observation of egg quality aspects was detected by calculating the quality of the shell, egg white, and egg yolk. The results showed that the shape index of quail eggs at various levels of cassava leaf paste administration showed results that were not significantly different. The egg shape index obtained at P2 and P3 tends to be more oval/semi-tapered, while at P0 and P1 it tends to be round. The value of the eggshell weight, egg white weight, and egg yolk weight that received cassava leaf paste were higher than the control treatment. The high eggshell weight, egg white weight, and egg yolk weight were suspected to be differences in nutritional content, mineral elements, and flavonoids between treatments. Giving cassava leaf paste can increase the index of egg shape in the quail laying period. The application of cassava leaf paste can also increase the weight of the shell, the weight of the egg white, and the weight of the yolk in the egg-laying period of quail.
Superficial necrolytic dermatitis: first case report in Indonesia and a literature review Putra, Andhika; Vimala Putri Lamsundy; Curtis Plowgian
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.2.125-132

Abstract

Superficial necrolytic dermatitis is a rare condition that affects older dogs. It is a fatal disease in which dermatologic signs stem from an abnormality of the liver and/or the pancreas. This paper aims to report a case workup and treatment protocol of superficial necrolytic dermatitis in a patient that presented with lameness. A skin biopsy was performed, and revealed a pathognomonic “red-white-blue” pattern. Abdominal ultrasonography revealed a severe irregular hypoechoic shape nodular pattern and coarse parenchyma with variable size from round and oval. The nodules were surrounded by network of thin hyperechoic strands, forming a “honeycomb/ Swiss cheese-like” pattern. From these findings, a diagnosis of superficial necrolytic dermatitis was made. The patient was treated with a combination of amino acid infusion, liver supplement, and a high-protein diet. However, the patient only lived for four months after diagnosis was made. Clinicians need to be aware that dermatologic lesions may be a manifestation of internal or systemic disease.
Studi Kasus Perbaikan Traumatic Diaphragmatic Hernia pada Kucing di Pet First Veterinary Centre, Kuala Lumpur, Malaysia Bintang Nurul Iman
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.2.160-167

Abstract

Hernia diafragma traumatis adalah cedera pada toraks akibat adanya gaya pada diafragma yang melebihi kekuatan diafragma untuk menahan tekanan. Penelitian bertujuan mengetahui cara pengobatan dan teknik pembedahan kasus hernia diafragma traumatis pada kucing. Pasien adalah kucing domestic short hair (DSH) betina berumur 1 tahun berbulu hitam putih dengan berat badan 2,8 kg di Pet First Veterinary Center. Studi kasus dimulai dengan pemeriksaan fisik untuk melihat gejala klinik dan melihat data diagnostik sebelum operasi. Hilangnya batas ventral diafragma dan bergesernya organ abdomen ke rongga toraks menjadi gambaran radiologis yang terlihat pada pasien penderita hernia diafragmatika. Pembedahan dilakukan di Pet First Veterinary Center untuk memulihkan tekanan negatif di rongga toraks dengan thoracocentesis. Diaphragmatic hernia repair merupakan teknik pembedahan untuk mengembalikan fungsi diafragma. Intermittent positive pressure ventilation (IPPV) merupakan teknik ventilasi yang membantu pasien agar dapat bernapas optimal selama proses bedah berlangsung. Perawatan post-operasi berlangsung dicatat dalam sistem rekam medik digital dan pemulihan pasien terjadi dalam waktu satu bulan. Penelitian menunjukkan bahwa diaphragmatic hernia repair adalah metode pengobatan yang efektif untuk kasus hernia diafragma traumatis sehingga dapat mempertahankan fungsi paru-paru.
Prevalensi Newcastle Disease dan Perkiraan Kerugian Ekonomi pada Unggas yang Dinekropsi di Laboratorium Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala Maulina, Siti Raudha; Etriwati, Etriwati; Teuku Reza Ferasyi
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.2.154-159

Abstract

Newcastle disease (ND) salah satu penyakit dengan laporan kerugian ekonomi yang tinggi karena penyebarannya sangat cepat, tingkat morbiditas dan mortalitasnya mencapai 100%. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan data ilmiah tentang prevalensi dan analisis kerugian ekonomi akibat kematian unggas disebabkan oleh penyakit ND. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional study dengan purposive sampling yaitu dilakukan dengan mengumpulkan sampel berupa kadaver ayam broiler, layer dan buras yang masuk ke Laboratorium Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) yang berasal dari empat pasar tradisional Aceh Besar dan Kota Banda Aceh yaitu Lambaro, Almahira, Setui dan Ulee Kareng selama 6 bulan penelitian. Sampel cadaver unggas dengan suspek ND yang dipilih adalah sampel yang diamati secara patologi anatomi ditandai dengan petechiae/hemorrhage pada trakea, duodenum, proventrikulus, seka tonsil dan otak dengan konfirmasi positif ND menggunakan organ otak, paru dan proventrikulus. Organ-organ tersebut dibuat sediaan imunohistokimia. Perkiraan kerugian ekonomi akibat penyakit ND dengan menjumlahkan kerugian langsung dan tidak langsung ditambah dengan biaya pengendalian. Hasil konfirmasi dengan pewarnaan imunohistokimia menunjukkan virus ND terekspresi positif sebanyak 120 ekor dari total 326 ekor kadaver. Hasil perhitungan prevalensi ND sebesar 36,80% signifikan dibandingkan hipotesis sebesar 15%. Hasil analisis kerugian ekonomi kejadian positif ND di pasar didapatkan Rp. 9.600.000,00 dan Rp.474.500.000,00 dalam suatu farm periode Juli 2022 sampai dengan Desember 2022

Page 1 of 2 | Total Record : 12