cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 281 Documents
ANALISIS TUTURAN SOSIAL MASYARAKAT DESA PANIMBANG CIMANGGU KABUPATEN CILACAP DENGAN TEORI SPEAKING DELL HYMES 2025 Mutmainah, Sevia; Muharudin, Eko; Suroso, Eko; Nurlina, Laily
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.5982

Abstract

The linguistic phenomenon in Panimbang Village, Cimanggu District, Cilacap Regency, shows the continuity of the Sundanese language in the dominant area of the Javanese language, making it a linguistic context that needs to be studied empirically. This study aims to analyze the social speech of the Sundanese community in Panimbang Village, Cimanggu District, Cilacap Regency, through a Sociolinguistic approach using the SPEAKING model developed by Dell Hymes. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques, namely observation and interviews, on various speech events in the social realm such as markets, religious activities, and community meetings. The analysis was carried out using an extralingual matching method to reveal the social and cultural elements behind the forms of social speech of the community in Panimbang village, Cimanggu district, Cilacap district. The results of the study showed that the eight components in the SPEAKING model including Setting and Scene, Participants, Ends, Act Sequence, Key, Instrumentalities, Norms of Interaction and Interpretation, and Genre were identified in the speech of the people of Panimbang Village, Cimanggu District, Cilacap Regency.The speech of the Sundanese people in Panimbang village functions not only as a means of communication, but also as a medium for the expression of values such as solidarity, familiarity, and cultural identity. The implications of this research can be used as material for Indonesian language learning and continuous research involving other language fields, namely ethnolinguistics, which connect language with cultural aspects. ABSTRAK Fenomena kebahasaan di Desa Panimbang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, menunjukkan keberlangsungan bahasa Sunda dalam wilayah dominan bahasa Jawa, menjadikannya konteks linguistik yang perlu dikaji secara empirik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tuturan sosial masyarakat Sunda di Desa Panimbang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, melalui pendekatan Sosiolinguitik dengan menggunakan model SPEAKING yang dikembangkan oleh Dell Hymes. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara, terhadap berbagai peristiwa tutur di ranah sosial seperti pasar, kegiatan keagamaan, dan rapat warga. Analisis dilakukan dengan metode padan ekstralingual untuk mengungkap unsur-unsur sosial dan budaya yang melatarbelakangi bentuk-bentuk tuturan sosial masyarakat di desa Panimbang, kecamatan Cimanggu, kabupaten Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa delapan komponen dalam model SPEAKING meliputi Setting and Scene, Participants, Ends, Act Sequence, Key, Instrumentalities, Norms of Interaction and Interpretation, dan Genre teridentifikasi dalam tuturan masyarakat Desa Panimbang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap. Tuturan masyarakat Sunda di desa Panimbang berfungsi tidak hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai media ekspresi nilai-nilai sosial seperti solidaritas, keakraban, dan identitas budaya. Implikasi penelitian ini bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran bahasa Indonesia dan penelitian berkelanjutan yang melibatkan bidang bahasa lain, yaitu etnolinguistik, yang menghubungkan bahasa dengan aspek budaya.
PERBANDINGAN SIKAP BAHASA ATLET BULUTANGKIS DALAM KOMPETISI PURWOKERTO DAN BANDUNG (OPEN TINGKAT NASIONAL 2024) Haryanto, Fahrani Almira Rizkya; Muharudin, Eko; Sukirno, Sukirno; Suroso, Eko
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.5987

Abstract

The phenomenon of language attitudes shown by Bandung athletes in badminton competitions is more positive than Purwokerto athletes. However, this statement is certainly still an assumption, which requires empirical study. Therefore, the study aims to elaborate on the comparison of the language attitudes of Purwokerto and Bandung athletes in Badminton competitions. The problem that arises is the comparison of what kind of language attitudes are contained in the speech of Purwokerto and Bandung athletes. This research was conducted using qualitative. The relevant theory to use is the theory of Garvin and Mathiot. The approach used is sociolinguistic. The data of this study is in the form of speech with the data source in the form of the results of recordings and observations. The data collection techniques used in this study are tapping techniques and recording techniques. Meanwhile, the data analysis technique used is an extralingual matching method including stages 1) reduced data collection in the context of data availability, 2) identification of data in accordance with the focus of the research. The results of the study showed that there was a difference in language attitudes between Purwokerto and Bandung athletes, (1) the language attitudes shown by Purwokerto athletes were more positive because they tended to speech that referred to loyalty and awareness of language norms, while the results of the data (2) Bandung athletes showed a positive attitude in the form of language pride. The implications of this research can be an opportunity for the study of language in the field of sociolinguistics by involving cultural and diverse backgrounds, as well as the defense of language attitudes as an appropriate alternative to improve communication varied with the characteristics of the region between coaches and athletes. ABSTRAK Fenomena sikap bahasa yang ditunjukkan oleh atlet Bandung dalam kompetisi Bulu tangkis, lebih positif daripada atlet Purwokerto. Namun, pernyataan ini tentu masih menjadi asumsi, yang memerlukan pengkajian empirik. Oleh karena itu, Penelitian bertujuan untuk menguraikan perbandingan sikap bahasa atlet Purwokerto dan Bandung dalam kompetisi Bulu tangkis. Permasalahan yang muncul adalah perbandingan sikap bahasa seperti apa yang terdapat dalam tuturan atlet Purwokerto dan Bandung. Penelitian ini dilakukan menggunakan kualitatif. Teori yang relevan untuk digunakan yaitu teori dari Garvin dan Mathiot. Pendekatan yang dipakai adalah sosiolinguistik. Data penelitian ini berupa tuturan dengan sumber datanya adalah berupa hasil dokumentasi rekaman dan observasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah teknik sadap dan teknik rekam. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan adalah metode padan ekstralingual meliputi tahapan 1) pengumpulan data yang direduksi dalam konteks ketersediaan data, 2) pengidentifikasian data sesuai dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sikap bahasa antara atlet Purwokerto dan Bandung, (1) sikap bahasa yang ditunjukkan oleh atlet Purwokerto lebih positif karena cenderung pada tuturan yang merujuk pada kesetiaan dan kesadaran adanya norma bahasa, sementara hasil data (2) atlet Bandung sikap bahasa yang ditunjukkan adalah sikap positif berupa kebanggaan bahasa. Implikasi penelitian ini dapat menjadi peluang untuk pengkajian bahasa dalam bidang sosiolinguistik dengan melibatkan latar budaya dan beragam, juga pemertahanan sikap bahasa sebagai alternatif yang tepat untuk meningkatkan komunikasi bervariasi dengan ciri khas daerahnya antara pelatih dan atlet.
KEMANDIRIAN DAN KETIDAKBERDAYAAN DUALITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL GADIS KRETEK KARYA RATIH KUMALA Anintias, Refdwika Firanti; Fauzan, Akhmad
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6000

Abstract

This study aims to examine the duality of women's independence and helplessness in the novel Gadis Kretek by Ratih Kumala using a feminist approach and a descriptive qualitative method. The research focuses on how female characters are portrayed as individuals capable of emotional, economic, intellectual, and social independence, while at the same time facing various forms of helplessness caused by patriarchal social and political structures. The analysis shows that characters such as Roemaisa and Dasiyah represent women's independence in various forms, including courage in decision-making, economic resilience, and active participation in social life. On the other hand, the character Jeng Yah becomes a symbol of powerlessness, as she experiences stereotyping, marginalization, and violence due to her personal relationship being linked to political conflict. This study reveals that women in the novel are not only presented as victims, but also as subjects with agency to resist and survive. The findings affirm that Gadis Kretek not only presents a historical and romantic narrative, but also voices a critique of gender inequality and serves as a reflective medium on the struggles of Indonesian women. This research is expected to enrich the discourse of feminist literary studies and serve as a reference for understanding the representation of women in modern. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dualitas kemandirian dan ketidakberdayaan perempuan dalam novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala dengan menggunakan pendekatan feminisme dan metode deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah bagaimana tokoh-tokoh perempuan digambarkan sebagai individu yang mampu mandiri secara emosi, ekonomi, intelektual, dan sosial, namun pada saat yang sama juga menghadapi berbagai bentuk ketidakberdayaan akibat struktur sosial dan politik yang patriarkal. Hasil analisis menunjukkan bahwa tokoh seperti Roemaisa dan Dasiyah merepresentasikan kemandirian perempuan dalam berbagai bentuk, seperti keberanian mengambil keputusan, kemampuan bertahan hidup secara ekonomi, dan partisipasi aktif dalam lingkungan sosial. Di sisi lain, tokoh Jeng Yah menjadi simbol perempuan yang tidak berdaya, karena mengalami tekanan stereotip, marginalisasi, dan kekerasan akibat relasi pribadinya yang dikaitkan dengan konflik politik. Penelitian ini mengungkapkan bahwa perempuan dalam novel tidak hanya tampil sebagai objek penderita, tetapi juga sebagai subjek yang memiliki daya untuk melawan dan bertahan. Temuan ini menegaskan bahwa Gadis Kretek tidak hanya menyajikan cerita historis dan romansa, tetapi juga menyuarakan kritik terhadap ketimpangan gender dan menjadi media reflektif atas perjuangan perempuan Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah kajian sastra feminis dan menjadi rujukan dalam memahami representasi perempuan dalam karya sastra modern.
MENGEMBANGKAN AKTIVITAS DAN MOTORIK HALUS MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING, DIRECT INSTRUCTION DAN MEDIA PLAYDOUGH Fitria, Nava Vathul; Maimunah, Maimunah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6250

Abstract

ABSTRACT The problem in this research focuses on the lack of learning activities and children's imitation skills, which are caused by the learning method which is still one-way (teacher-centered) and the lack of activities that can stimulate children's fine motor skills. This research takes a position as an alternative solution to this problem by implementing the Project Based Learning type and Direct Instruction as well as the use of playdough media to improve imitation skills. The research utilizes qualitative steps with the type of Classroom Action Research (CAR) which was carried out during 4 meetings in group B of Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Banjarmasin Kindergarten with a total of 11 students. Data collection techniques include observation of teacher activities, children's activities, and assessment of imitation skills, with analytical descriptive data analysis and cross tabulation through the presentation of tables, graphs, and percentage interpretation. Research findings show that teacher activities have increased from "Quite Good" to "Very Good", children's activities have increased from 9% to 90%, and imitation skills have increased from 18% to 90%. This research concludes that the application of the PjBL, Direct Instruction, and playdough media is effective in increasing teacher activity, child activity, and children's fine motor skills in imitation activities. ABSTRAK Permasalahan pada penelitian ini berfokus dengan minimnya aktivitas belajar serta keterampilan meniru bentuk anak, yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang masih bersifat satu arah (teacher-centered) serta kurangnya kegiatan yang mampu menstimulus keterampilan motorik halus anak. Penelitian ini mengambil posisi sebagai solusi alternatif terhadap permasalahan tersebut dengan menerapkan tipe Project Based Learning serta Direct Instruction juga penggunaan media playdough untuk meningkatkan keterampilan meniru bentuk. Riset pemanfaatan langkah kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan selama 4 kali pertemuan di kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Banjarmasin dengan total murid sejumlah 11 anak. Teknik pengumpulan data meliputi observasi aktivitas guru, aktivitas anak, dan penilaian keterampilan meniru bentuk, dengan analisis data deskriptif analitik dan cross tabulasi melalui penyajian tabel, grafik, serta interpretasi persentase. Temuan riset memperlihatkan aktivitas guru bertambah dari “Cukup Baik” ke “Sangat Baik”, kegiatan anak meningkat dari 9% ke 90%, serta keterampilan meniru bentuk bertambah dari 18% ke 90%. Penelitian ini menyimpulkan penerapan model PjBL, Direct Instruction, serta media playdough efektif dalam meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak, juga keterampilan motorik halus anak dalam aktifitas meniru bentuk.
REPRESENTASI NILAI-NILAI DIDAKTIS PADA CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL NADIRA KARYA LEILA S. CHUDORI Maharani, Ratri Dyah; Israhayu, Eko Sri
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6308

Abstract

This study aims to interpret the image of women using Sugihastuti's theory and didactical values in the novel Nadira by Leila S. Chudori. The image of women and didactic values are interesting to be the object of research because this novel raises women's issues that are realistic to social life. This research uses qualitative research method by finding and analyzing the text textually using four classifications of women's image according to Sugihastuti, namely (1) the image of women physically, (2) the image of women psychologically, (3) the image of women in the family, and (4) the image of women in society. The data source used in this research is the novel Nadira by Leila S. Chudori. Data analysis in this study was conducted in several stages, namely reading the text of Nadira's novel repeatedly, selecting the necessary data, and analyzing the data. The results of this study are four aspects of women's image in the novel Nadira by Leila S. Chudori, namely (1) the physical image of women, (2) the psychological image of women, (3) the image of women in the family, and (4) the image of women in society. Five aspects of didactical values were also found, namely (1) hard work, (2) independence, (3) love of peace, (4) religion, and (5) responsibility. Through the didactic value of women's image in the novel Nadira by Leila S. Chudori, readers not only get amuse but also benefits in the form of moral values that can be taken. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan citra perempuan dengan menggunakan teori Sugihastuti dan nilai-nilai didaktis dalam novel Nadira karya Leila S. Chudori. Citra perempuan dan nilai-nilai didaktis menarik dijadikan sebagai objek kajian karena novel ini mengangkat permasalahan perempuan yang realistis dengan kehidupan sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan cara menemukan dan menganalisis teks secara tekstual dengan menggunakan empat klasifikasi citra perempuan menurut Sugihastuti: (1) citra fisik perempuan; (2) citra psikis perempuan; (3) citra perempuan dalam keluarga; dan (4) citra perempuan dalam masyarakat. Sumber data yang digunakakn dalam penelitian ini yaitu novel Nadira karya Leila S. Chudori. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu membaca teks novel Nadira secara berulang-ulang, menyeleksi data yang diperlukan, dan menganalisis data tersebut. Hasil dari penelitian ini terdapat empat aspek citra perempuan dalam novel Nadira karya Leila S. Chudori, yaitu (1) citra fisik perempuan, (2) citra psikis perempuan, (3) citra perempuan dalam keluarga, dan (4) citra perempuan dalam masyarakat. Ditemukan juga lima aspek nilai-nilai didaktis, yaitu (1) kerja keras, (2) mandiri, (3) cinta damai, (4) religius, dan (5) tanggung jawab. Melalui nilai didaktis pada citra perempuan dalam novel Nadira karya Leila S. Chudori memungkinkan pembaca tidak hanya memperoleh hiburan tetapi juga manfaat berupa nilai moral yang dapat diambil.
REALISME MAGIS DALAM NOVEL KEMAH TERLARANG : INTERKONEKSI FAKTA DAN FIKSI Sukma, Firmansyah Jaya; Pamungkas, Onok Yayang
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6492

Abstract

This study examines magical realism in Wakhid Nurrokhim's novel Kemah Terlarang, focusing on the interconnection between fact and fiction, as well as the influence of local culture and Islamic views on the representation of supernatural phenomena. The purpose of this study is to reveal how magical narratives are constructed realistically and how they reflect the belief systems that exist within society. The method used is qualitative with descriptive analysis techniques. Primary data was obtained from the text of the novel, while secondary data came from theory, cultural studies, and Islamic literature. The results of the study show that magical elements in the novel are treated as part of the daily lives of the characters. The concept of wandering spirits that appears in the story refers to local myths, but contradicts Islamic teachings, which interpret such events as the deception of jinn. This research is beneficial for expanding the study of magical realism in contemporary Indonesian literature, particularly in relation to local culture and religious perspectives. In conclusion, this novel not only combines magical and realistic elements but also presents ideological tension between cultural traditions and religious beliefs, making it a literary work rich in social and spiritual meaning. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji realisme magis dalam novel Kemah Terlarang karya Wakhid Nurrokhim dengan fokus pada interkoneksi antara fakta dan fiksi, serta pengaruh budaya lokal dan pandangan Islam terhadap representasi fenomena gaib. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana narasi magis dibangun secara realistis dan bagaimana hal tersebut mencerminkan sistem kepercayaan yang hidup dalam masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Data primer diperoleh dari isi teks novel, sedangkan data sekunder berasal dari teori, kultur budaya dan literatur keislaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur magis dalam novel diperlakukan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari tokoh-tokohnya. Konsep ruh gentayangan yang muncul dalam cerita mengacu pada mitos lokal, namun bertentangan dengan ajaran Islam yang memaknai peristiwa tersebut sebagai tipu daya jin. Penelitian ini bermanfaat untuk memperluas kajian realisme magis dalam sastra Indonesia kontemporer, terutama yang berkaitan dengan budaya lokal dan perspektif keagamaan. Kesimpulannya, novel ini tidak hanya menggabungkan unsur magis dan realistis, tetapi juga menghadirkan ketegangan ideologis antara tradisi budaya dan keyakinan religius, menjadikannya sebagai karya sastra yang kaya akan makna sosial dan spiritual.
ANALISIS KETEPATAN PENGGUNAAN MORFEM PADA CERITA PENDEK KARYA SISWA KELAS IX MTS BAITUL MUSLIM KALIBAGOR Riswati, Rina; Suroso, Eko
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6509

Abstract

The objective of this study is to analyze the accuracy of morpheme usage in short story compositions written by Ninth Grade students at MTs (Islamic Junior High School) Baitul Muslim Kalibagor, Kalibagor Sub-district, Banyumas. A morpheme is the smallest unit of language that plays a role in the study of words, word formation, and word structure, and is examined through the field of morphology. This research employs a qualitative descriptive approach, as the data analyzed consists of sentences containing morphemes. The data were collected through observation techniques, specifically by reading students' short stories and identifying linguistic forms containing morphemes. Subsequently, the data were documented and classified based on the area of analysis, namely the accuracy of morpheme usage. The documentation and analysis process was carried out with reference to the classification of morpheme types, including free and bound morphemes, simplex and complex morphemes, segmental and suprasegmental morphemes, lexical and non-lexical morphemes, as well as root words, stems, and bases. This study is expected to contribute to the development of morphological studies in the Indonesian language and serve as a reference source for language learning, both in academic and practical contexts. ABSTRAK Tujuan penelitian ini  adalah untuk melakukan analisis ketepatan penggunaan morfem yang terdapat pada karya tulis cerita pendek siswa kelas IX (Sembilan) di MTS Baitul Muslim Kalibagor, Kalibagor, Banyumas. Morfem adalah unit terkecil dari satu bahasa tentang bagaimana menyelidiki kata, pembentukan kata, dan struktur kata yang dapat dipelajari melalui morfologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif karena data yang dikaji berupa kalimat-kalimat yang memiliki morfem. Data diperoleh melalui teknik simak dengan membaca cerpen karya siswa dan mengidentifikasi bentuk kebahasaan yang memuat morfem. Setelah itu, data dicatat dan diklasifikasikan berdasarkan bidang kajian, yaitu ketepatan penggunaan morfem. Proses dokumentasi dan analisis dilakukan dengan mengacu pada klasifikasi jenis morfem, meliputi morfem bebas dan morfem terikat, morfem utuh dan morfem terbagi, morfem segmental dan morfem suprasegmental, morfem bermakna leksikal dan tidak bermakna leksikal, serta morfem dasar, bentuk dasar, pangkal (stem), dan akar (root). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian morfologi bahasa Indonesia dan menjadi sumber referensi untuk pembelajaran bahasa, baik di lingkungan akademik maupun praktis.
KESALAHAN EJAAN DALAM PENULISAN SURAT RESMI DI KANTOR DESA KEBANGGAN KECAMATAN MOGA KABUPATEN PEMALANG Mugiarti, Rizka Fitriani; Muharudin, Eko; Suroso, Eko; Sukirno, Sukirno
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6539

Abstract

This study aims to describe the types of spelling errors that frequently occur in official letters written at the Kebanggan Village Office, Moga District, Pemalang Regency. This study uses a qualitative approach and descriptive methods. The data in this study are written data in the form of spelling errors, including capitalization errors, word misspellings, punctuation errors, and loanword errors. The data sources used in this study were official letter documents prepared by the Kebanggan Village officials, Moga District, Pemalang Regency. The technique used in this study was observation and note-taking. The data analysis techniques included data preparation, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that eleven types of spelling errors were found in official letters written at the Kebanggan Village Office, Moga District, Pemalang Regency. First, there were five capitalization errors. Second, there was one word misspelling. Third, there were four punctuation errors. Fourth, there was one loanword error. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan ejaan yang sering muncul dalam penulisan surat resmi di Kantor Desa Kebanggan, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang. Jenis penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini yaitu data tertulis yang berupa kesalahan ejaan yakni mencakup kesalahan penulisan huruf kapital, kesalahan penulisan kata, kesalahan penulisan tanda baca, dan kesalahan penulisan serapan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa dokumen surat resmi yang dibuat oleh perangkat Desa Kebanggan, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang. Teknik yang dilakukan dalam penelitian adalah teknik simak dan catat. Teknik analisis data yang dilakukan terdiri dari tahap penyediaan data, tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam penulisan surat resmi di Kantor Desa Kebanggan, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang terdapat sebelas bentuk kesalahan ejaan. Pertama, terdapat lima data kesalahan penulisan huruf kapital. Kedua, terdapat satu data kesalahan penulisan kata. Ketiga, terdapat empat data kesalahan penggunaan tanda baca. Keempat, terdapat satu data kesalahan penulisan serapan.
DEMOTIVATIONAL FACTORS IN EFL CLASSROOMS: TEACHERS’ STRATEGIES & STUDENTS’ PERCEPTIONS AMONG NON-ENGLISH MAJOR Kristiani, Isti; Haryanti, Ari Putri
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.6785

Abstract

Motivation is the internal or external drive that pushes individuals to take action toward a goal, whereas demotivation refers to the loss or lack of interest, energy, or willingness to continue an activity or pursue a goal. In Indonesia, English is considered a foreign language, and many students struggle with speaking fluently due to various factors, including a lack of interest. This study aims to explore the processes that cause demotivation in English classes, as well as how teachers implement their strategies during the learning process. This study employed a mixed-method approach with convergent parallel design, integrating quantitative and qualitative data. The researcher collected the data by using questionnaires and interviews. The questionnaire provided quantitative data, while the interviews offered deeper qualitative insights. This study involved students from first-semester non-English major at the Islamic University of KH. Ruhiat Cipasung. The results indicated that although many students initially lacked interest in learning English due to their limited proficiency, the majority agreed that the teacher’s methods and strategies positively influenced their understanding of the material. Several students experienced increased motivation but some still showed minimal engagement. ABSTRAK Motivasi adalah dorongan internal atau eksternal yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan menuju suatu tujuan, sedangkan motivasi merujuk pada hilangnya atau kurangnya minat, energi, atau kemauan untuk melanjutkan suatu aktifitas atau mencapai tujuan. Di Indonesia, bahasa Inggris dianggap sebagai bahasa asing, dan banyak siswa kesulitan berbicara dengan lancar karena berbagai faktor, termasuk kurangnya minat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses yang menyebabkan demotivasi dalam kelas bahasa Inggris, serta bagaimana guru menerapkan strategi mereka dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed-method) dengan desain konvergen paralel, menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara. Kuesioner memberikan data kuantitatif, sedangkan wawancara memberikan wawasan kualitatif yang lebih mendalam. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester satu jurusan non-bahasa Inggris di Universitas Islam KH.Ruhiat Cipasung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun banyak mahasiswa awalnya menunjukan sedikit minat dalam belajar bahasa Inggris karena kemampuan yang kurang, sebagian besar setuju bahwa metode dan strategi pengajaran guru berpengaruh positif terhadap pemahaman mereka terhadap materi. Beberapa siswa menunjukan peningkatan motivasi, meskipun sebagian dari mereka menunjukan keterlibatan yang kurang.
PENGEMBANGAN MOBILE LEARNING MODULE BERBASIS ANDROID PADA PEMBELAJARAN PPKN TINGKAT SMP Prasetyo, Gunawan Langgeng; Abduh, Mohamad; Rumiati, Sri
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.6849

Abstract

This study aims to produce an Android-based mobile learning module product that meets the feasibility and effectiveness tests in improving digital literacy skills and understanding of national diversity of junior high school students in the subject of Civics. The module was developed using the ADDIE model involving 2 material experts and 1 media expert as well as 60 eighth grade junior high school students divided into a control class and an experimental class. The validation results from material and media experts indicate that the product is classified as very feasible, with a final score exceeding 87% in all aspects, especially in digital literacy development, interactivity, and content effectiveness. Meanwhile, the results of the effectiveness test through a quasi-experimental design showed a significant increase in two main variables: digital literacy (N-Gain = 0.441) and understanding of national diversity (N-Gain = 0.555), both in the moderate category. The testpaired sample t-teststrengthens this finding with a significance value of 0.000 (<0.05). Thus,Mobile Learning Module This has proven to be suitable and effective for use as a digital learning medium that supports the implementation of the Independent Curriculum, strengthens 21st-century competencies, and encourages the internalization of the values of national diversity in students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk mobile learning module berbasis android yang memenuhi uji layakan serta efektivitas dalam meningkatkan kemampuan literasi digital dan pemahaman kebinekaan bangsa siswa SMP pada mata pelajaran PPKn. Modul dikembangkan menggunakan model ADDIE dengan melibatkan 2 pakar materi dan 1 pakar media serta 60 siswa kelas VIII SMP yang terbagi dalam kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil validasi dari pakar materi dan media menunjukkan bahwa produk tergolong sangat layak, dengan skor akhir melebihi 87% pada seluruh aspek, terutama pada pengembangan literasi digital, interaktivitas, dan efektivitas konten. Sementara itu, hasil uji efektivitas melalui desain eksperimen semu menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada dua variabel utama: literasi digital (N-Gain = 0,441) dan pemahaman kebinekaan bangsa (N-Gain = 0,555), keduanya dalam kategori sedang. Uji paired sample t-test memperkuat temuan ini dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Dengan demikian, Mobile Learning Module ini terbukti layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran digital yang mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, memperkuat kompetensi abad ke-21, serta mendorong internalisasi nilai-nilai kebinekaan bangsa dalam diri peserta didik.