cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 263 Documents
PENGEMBANGAN LANDING PAGE EDUKATIF BERBASIS PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) SUARA DEMOKRASI DI SMP BINA SEJAHTERA SUKMAJAYA DEPOK Romdoni, Aceng; Abduh, Mohamad; Rumiati, Sri
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.6882

Abstract

This study aims to develop an Educational Landing Page media based on the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) with the theme Voice of Democracy as a learning tool that can improve the leadership and justice character of junior high school students. This study uses the Research and Development (R&D) method with the Borg and Gall development model. The research subjects were eighth grade students of Bina Sejahtera Junior High School involving two classes, namely the experimental class and the control class. Data collection instruments included expert validation questionnaires, observations, reflective notes, and character tests before and after media use (pretest-posttest). The feasibility test was carried out by material, media, and communication experts, which showed that this media fell into the category of "Feasible" to "Very Feasible", especially in the interactivity aspect. The results of the effectiveness test using the independent sample t-test showed a significant difference between the experimental and control classes in improving leadership character (p = 0.006) and justice character (p = 0.008). The N-Gain value of 62.2% for leadership character and 84.5% for justice character indicates the effectiveness of the media in the medium to high category. Thus, this educational landing page media has proven to be feasible and effective as a contextual digital learning innovation that is able to support strengthening students' character in the context of the P5 Project. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Landing Page Edukatif Berbasis Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Suara Demokrasi sebagai sarana pembelajaran yang mampu meningkatkan karakter kepemimpinan dan keadilan siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg dan Gall. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Bina Sejahtera dengan melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen pengumpulan data meliputi angket validasi ahli, observasi, catatan reflektif, serta tes karakter sebelum dan sesudah penggunaan media (pretest-posttest). Uji kelayakan dilakukan oleh ahli materi, media, dan komunikasi, yang menunjukkan bahwa media ini masuk dalam kategori “Layak” hingga “Sangat Layak”, terutama pada aspek interaktivitas. Hasil uji efektivitas menggunakan independent sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol terhadap peningkatan karakter kepemimpinan (p = 0,006) dan karakter keadilan (p = 0,008). Nilai N-Gain sebesar 62,2% untuk karakter kepemimpinan dan 84,5% untuk karakter keadilan menunjukkan efektivitas media dalam kategori sedang hingga tinggi. Dengan demikian, media landing page edukatif ini terbukti layak dan efektif sebagai inovasi pembelajaran digital kontekstual yang mampu mendukung penguatan karakter siswa dalam konteks Projek P5
EFEKTIFITAS MODEL PjBL (PROJECT-BASED LEARNING) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA (EFFECTIVENESS OF PJBL (PROJECT-BASED LEARNING) FOR IMPROVING STUDENTS’ HIGH ORDER THINKING SKILL) Tassya, Thania Olang; Jufri, A. Wahap; Mahrus, Mahrus
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.6962

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the Project-Based Learning (PjBL) model in improving Higher Order Thinking Skills (HOTS) of grade XI students at MA Putri Hikmatussyarief NWDI Salut Narmada on the topic of the human digestive system. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental method using a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 30 students from 93 students class XI IPA selected using purposive sampling. Data were collected through pretest and posttest HOTS-based written tests and student activity observation sheets during the learning process. Data analysis was conducted using N-Gain calculations with Microsoft Excel. The results showed that the average posttest score was 86, with an N-Gain score of 0.704, categorized as high. A total of 63.3% of students showed high improvement in HOTS, 30% moderate, and 6.7% low. These findings result indicate that the PjBL model is effective in enhancing students’ higher order thinking skills in biology learning. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Project-based Learning (PjBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) siswa kelas XI MA Putri Hikmatussyarief NWDI Salut Narmada pada materi sistem pencernaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian melibatkan 30 siswa dari 93 siswa kelas XI IPA yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui tes pretest dan posttest berupa soal berbasis HOTS, serta lembar observasi aktivitas siswa selama pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan menghitung nilai N-Gain menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest siswa adalah 86 dengan nilai N-Gain sebesar 0,704 yang termasuk dalam kategori tinggi. Sebanyak 63,3% siswa mengalami peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam kategori tinggi, 30% sedang, dan 6,7% rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model PjBL efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada pembelajaran Biologi.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA SMP KELAS VIII SMP NEGERI 6 NGABANG DALAM MENYELESAIKAN SOAL FUNGSI Anna, Pelagia; Annur, Muhammad Firman
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.6963

Abstract

Mathematical literacy is a crucial competency for students in facing the challenges of the 21st century. However, various studies indicate that Indonesian students’ mathematical literacy remains low, particularly in understanding and solving problems based on real-life contexts. This study aims to analyze junior high school students’ mathematical literacy in solving function-based problems, focusing on identifying high, medium, and low ability categories and the influencing factors. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design, involving two eighth-grade classes at SMP Negeri 6 Ngabang as experimental and control groups. The main instruments were contextual function-based written tests and semi-structured interviews. Results showed that 82.9% of students were in the high category, 12.2% in the medium category, and 4.9% in the low category. Students in the high category solved problems using appropriate strategies and logical mathematical reasoning, while those in the low category struggled from the initial stage of understanding the problem context. Interviews revealed that the teacher’s firm and disciplined teaching style encouraged students to take notes and practice consistently, thereby improving their understanding of function material. The study concludes that consistent and adaptive instruction can enhance students’ mathematical literacy, though responsive approaches are still needed to address individual differences. ABSTRAKKemampuan literasi matematika merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa literasi matematika siswa di Indonesia masih tergolong rendah, terutama dalam memahami dan menyelesaikan soal berbasis konteks kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi matematika siswa SMP dalam menyelesaikan soal fungsi, dengan fokus pada identifikasi kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental) dan melibatkan dua kelas VIII di SMP Negeri 6 Ngabang sebagai kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen utama berupa tes tertulis berbasis soal fungsi kontekstual dan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 82,9% siswa berada pada kategori tinggi, 12,2% pada kategori sedang, dan 4,9% pada kategori rendah. Siswa dalam kategori tinggi mampu menyelesaikan soal dengan strategi yang tepat dan alasan matematis yang logis, sedangkan siswa dalam kategori rendah mengalami kesulitan sejak tahap memahami konteks soal. Wawancara mengungkapkan bahwa gaya mengajar guru yang tegas dan disiplin mendorong siswa untuk mencatat dan berlatih secara konsisten, sehingga meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi fungsi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang konsisten dan adaptif dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa, namun tetap diperlukan pendekatan yang responsif terhadap variasi kemampuan individu.
PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN ANAK MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK Maren, Karissa Tiara; Ardiana, Reni; Brantasari, Mahkamah; Aslindah, Andi; Syafrina, Rizqi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.6979

Abstract

ABSTRACT This study aims to find out how teachers play a role in supporting children to become more independent by implementing project-based learning, with the research conducted at PG-TK Fastabiqul Khairat. Children’s independence is an important aspect of early childhood development, as it helps them build self-confidence, responsibility, and the ability to solve problems independently. Project-based learning is applied as an approach that provides direct learning experiences through exploration and real problem-solving. This research uses a qualitative approach. Data were collected through several stages, including preparation by developing research instruments and obtaining permission, data collection through observation, interviews, and documentation, and then followed by data analysis through reduction, presentation, and drawing conclusions in line with the focus of the research. The results of the study show that teachers play roles as educators, facilitators, and motivators in the process of project-based learning. Teachers give children the freedom to explore their ideas, make their own decisions, and guide them in completing the projects given. In addition, teachers also build a supportive learning environment and appreciate every effort made by the children. Through project-based learning, children at PG-TK Fastabiqul Khairat were able to demonstrate independence by completing projects and working collaboratively with their peers. The findings of this study indicate that the role of teachers in implementing project-based learning has a significant influence on the development of children’s independence. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana guru berperan dalam mendukung anak agar lebih mandiri dengan cara menerapkan pembelajaran berbasis proyek, dan lokasi penelitian dilakukan di PG-TK Fastabiqul Khairat. Kemandirian anak merupakan aspek perkembangan yang penting bagi anak usia dini, karena membantu anak dalam mengembangkan rasa percaya diri, tanggung jawab, serta kemampuan dalam memecahkan masalah secara mandiri. Pembelajaran berbasis proyek diterapkan sebagai pendekatan yang memberikan pengalaman belajar langsung melalui eksplorasi dan pemecahan masalah nyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan tahapan penelitian meliputi persiapan dengan menyusun instrumen dan perizinan, pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dilanjutkan dengan analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan yang sesuai dengan fokus penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru memiliki peran sebagai pendidik, fasilitator, motivator dalam proses pembelajaran berbasis proyek. Guru memberikan kebebasan kepada anak untuk mengeksplorasi ide-ide anak, anak dapat mengambil keputusan sendiri, serta guru membimbing anak dalam menyelesaikan proyek yang di berikan. Selain itu, guru juga membangun lingkungan belajar yang mendukung serta mengapresiasi setiap usaha yang dilakukan anak. Dengan pembelajaran berbasis proyek, anak-anak di PG-TK Fastabiqul Khairat dalam aspek kemandirian mampu menyelesaikan proyek serta berkerja sama dengan teman sebaya dalam pembelajaran berbasis proyek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis proyek sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemandirian anak.
IDENTIFICATION OF PROSPECTIVE TEACHER'S SCIENTIFIC REASONING ABILITY USING THE LAWSON CLASSROOM TEST OF SCIENTIFIC REASONING (CTSR) Hidayah, Nurul; Arafah, Rezqy Ayu Devi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.6985

Abstract

The aim of study was conducted to determine the scientific reasoning ability of prospective elementary school teacher students. The type of research conducted was non-experimental quantitative research. The instrument used to identify students' scientific reasoning ability was the Lawson's Classroom Test of Scientific Reasoning (CTSR). The test sample was 28 fifth-semester PGSD students. These prospective elementary school teacher students were given scientific reasoning questions in the form of multiple-choice questions containing mass and volume conservation, proportional reasoning, controlling variables, probabilistic reasoning, correlation reasoning, and hypothesis-deductive reasoning. Furthermore, the students' answers will be categorized according to Piagetian which includes concrete reasoning, early transition reasoning, late transition, and formal reasoning. The results showed that the level of concrete reasoning was 18%, early transition was 68%, while the late transition was 14%, and formal reasoning was 0%. These results indicate that the reasoning ability for prospective elementary school teacher students is still relatively low, there needs to be an improvement in learning methods that pay more attention to scientific reasoning abilities so that they can improve their scientific reasoning abilities.. ABSTRAKPenelitian dilakukan untuk mengetahui kemampuan penalaran ilmiah mahasiswa calon guru SD. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif non eksperimen. Instrumen yang digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan penalaran ilmiah mahasiswa adalah Lawson’s Classroom Test of Scientific Reasoning (CTSR). Sampel uji sebanyak 28 mahasiswa PGSD semester lima. Para mahasiswa calon guru SD ini diberikan soal penalaran ilmiah berupa butir soal pilihan ganda beralasan yang memuat konservasi massa dan volume, penalaran proporsional, mengontrol variabel, penalaran probabilistik, penalaran korelasi, dan penalaran hipotesis-deduktif . Selanjutnya jawaban mahasiwa akan di kategorikan sesuai dengan piagetian yang mencakup penalaran konkret, penalaran transisi awal, transisi akhir, dan penalaran formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penalaran konkret sebesar 18%, transisi awal sebesar 68%, sedangkan transisi akhir 14%, dan penalaran formal sebesar 0%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan penalaran untuk mahasiswa calon guru SD masih tergolong rendah, perlu adanya perbaikan metode pembelajaran yang lebih memperhatikan pada kemampuan penalaran ilmiah sehingga dapat meningkatkan kemampuan penalaran ilmiahnya.  
EVALUASI PEMBELAJARAN AL-QUR’AN METODE UMMI DALAM KUALITAS MEMBACA AL-QUR’AN DI SEKOLAH DASAR ISLAM Ardiana, Galuh Dwi; Makruf, Imam
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.6993

Abstract

ABSTRACT This study aims to evaluate the Qur’an learning program using the Ummi Method at SD Islam Diponegoro Surakarta through the CIPP approach proposed by Stufflebeam. The CIPP approach is utilized to assess the program based on four aspects: context, input, process, and product or outcome. This research employs a qualitative method with a case study design. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation to support the research stages. The findings indicate that the evaluation of the context aspect is in line with the school’s vision of improving Qur’an reading skills. The input evaluation shows that SD Islam Diponegoro Surakarta is fully supported by teachers certified by the Ummi Foundation, although the learning facilities still need improvement. The process evaluation reveals that the learning process runs effectively, with students grouped according to their abilities and required to take a series of level progression tests. However, the learning duration of 100 minutes does not yet align with the Ummi Foundation’s standard of 60 minutes. Finally, the product evaluation demonstrates that the Qur’an learning process successfully produces a Qur’anic generation proficient in reading the Qur’an, with the majority of students showing significant improvement in their level progression. ABSTRAK Penelitian ini ditujukan untuk mengevaluasi program pembelajaran Al-Qur’an Metode Ummi di SD Islam Diponegoro Surakarta dengan pendekatan CIPP yang dikemukakan oleh Stufflebeam. Pendekatan CIPP dimanfaatkan untuk menilai program melalui empat aspek, yaitu konteks, input, proses, serta produk atau hasil akhir. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, serta dokumentasi sebagai pendukung proses tahapan penelitian. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa evaluasi terhadap aspek konteks selaras dengan visi sekolah dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Evaluasi masukan menunjukkan bahwa SD Islam Diponegoro Surakarta telah didukung sepenuhnya oleh tenaga pendidik yang memiliki sertifikasi resmi dari Ummi Foundation, meskipun fasilitas ruangan belajar perlu ditingkatkan. Evaluasi proses menunjukkan bahwa proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik, dimana peserta didik dikelompokkan berdasarkan kemampuan dan mengikuti serangkaian ujian kenaikan jilid. Namun, durasi pembelajaran selama 100 menit belum sesuai dengan standar Ummi Foundation yang membutuhkan waktu 60 menit. Kemudian evaluasi produk menunjukkan bahwa proses pembelajaran Al-Qur’an mampu melahirkan generasi Qur’ani yang mahir membaca Al-Qur’an, di mana mayoritas peserta didik menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kenaikan jilid.
PENGARUH PENDEKATAN CRT TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF SISWA PADA MATERI PENINGGALAN SEJARAH MASA ISLAM DI INDONESIA Saputri, Alinggi Nindi; Riyadi, Riyadi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.6994

Abstract

This study was motivated by the dominance of teacher-centered, one-way history learning patterns, which tend to make students passive and limit their ability to develop reflective thinking skills. To overcome this problem, the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach is seen as a relevant alternative because it emphasizes the connection between teaching materials and students' cultural backgrounds and experiences. This study aims to analyze the effect of CRT implementation on students' reflective thinking skills in learning about historical relics from the Islamic period in Indonesia. The research design used was a quasi-experiment with a non-equivalent control group design model. The research subjects consisted of two classes, namely the experimental class that received learning with the CRT approach and the control class that used the Teacher Centered Learning (TCL) approach. The research instruments included a reflective thinking ability test and a student response questionnaire. Data analysis was conducted through prerequisite tests, Independent Sample T-Tests, and Effect Size calculations using Cohen's D formula. The results showed that student responses to the application of CRT were positive. The t-test produced a significance value of 0.000 < 0.05, indicating a significant difference between the experimental class and the control class. The Effect Size value of 0.97 was in the moderate category. Thus, the application of the CRT approach was proven to have a real effect on improving students' reflective thinking skills, where students were better able to understand the material, evaluate it, and form new experiences in formulating solutions based on their own understanding. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya pola pembelajaran sejarah yang berpusat pada guru dan bersifat satu arah, sehingga siswa cenderung pasif serta memiliki keterbatasan dalam mengembangkan kemampuan berpikir reflektif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dipandang sebagai alternatif yang relevan karena menekankan keterkaitan materi ajar dengan latar belakang budaya dan pengalaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan CRT terhadap kemampuan berpikir reflektif siswa pada materi Peninggalan Sejarah Masa Islam di Indonesia. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan model non-equivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas, yakni kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan CRT dan kelas kontrol yang menggunakan pendekatan Teacher Centered Learning (TCL). Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan berpikir reflektif dan angket respons siswa. Analisis data dilakukan melalui uji prasyarat, uji Independent Sample t-test, serta perhitungan Effect Size dengan rumus Cohen’s D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons siswa terhadap penerapan CRT bersifat positif. Uji-t menghasilkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Nilai Effect Size sebesar 0,97 berada pada kategori sedang. Dengan demikian, penerapan pendekatan CRT terbukti memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan kemampuan berpikir reflektif siswa, di mana siswa lebih mampu memahami materi, melakukan evaluasi, serta membentuk pengalaman baru dalam merumuskan solusi berdasarkan pemahaman mereka sendiri.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI VIDEO ANIMASI BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA MATERI BANGUN DATAR KELAS IV Abdullah, Marhama A.; Abdulllah, Gamar; Marshanawiah, Andi; Arif, Rifda Mardian; Aries, Nur Sakinah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.7063

Abstract

This research is conducted based on the issue of low mathematics learning outcomes of grade IV students of SDN 2 Togid, especially on the plane figures topic. Data from pre-observations showed a very low level of learning complections, where only 27% of students achieved the LearningObjective Achievement Criteria (KKTP) at 70. Based on this issue, the study tests the effectiveness of animated video-based leaning media. The objective is to discover how animated video learning media based on discovery learning can improve student learning outcomes on plane figures. This stdy uses the Classroo Action Research (CAR) method, implemented in two cycles. Important stages in this study include planning, implementation of actios, observation, and reflection in each cycle. The research subject were grade IV students, and the data were collected through learning outcome test techniques, observation of the learning process, and documentation. The study results on cycle I show that student learning outcomes that reached the reached the criteria for achieving learning objectives were at least 7 out of students, with a percentage of 45%. This result did not meet the performance indicator criteria set at 80%, so it continued to the next cycle. In cycle II, students achived the learning objective achievement criteria were 14 students, with a percentage of 93% and hand achieved the performance indicators set. Based on the research result, animated videos based on discovery learning can improve learning outcomes of grade IV students at SDN 2 Togid, Bolaang Mongondow Timur Regency. ABSTRAKPenelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN 2 Togid, khususnya pada materi bangun datar. Data pada observasi awal menunjukkan tingkat ketuntasan belajar yang sangat rendah, di mana hanya 27% siswa yang mampu mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yaitu 70. Berangkat dari permasalahan tersebut, penelitian ini berfokus untuk menguji efektivitas media pembelajaran berbasis video animasi. Adapun tujuan utamanya adalah untuk mengetahui apakah dengan media pembelajaran video animasi berbasis discovery learning hasil belajar siswa pada materi bangun datar dapat meningkat . Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tahapan penting dalam penelitian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi pada setiap siklusnya. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV, dan data dikumpulkan melalui teknik tes hasil belajar, observasi proses pembelajaran, serta dokumentasi. Hasil penelitian dari 15 siswa menunjukan bahwa dari siklus I hasil belajar siswa yang mencapai kerinteria ketercapaian tujuan pembelajaran minimal sebanyak 7 siswa dengan presentase 47%. Hasil ini belum mencapai kriteria indekator kinerja yang ditetapkan yakni 80%, sehingga dilanjutkan pada siklus selanutnya yakni siklus II. Pada siklus II  siswa yang mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran sebanyak 14 orang sisw dengan presentase 93% dan telah mencapai indikator kinerja yang ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa melalui video animasi berbasis discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas IV SDN 2 Togid kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
PENERAPAN COOPERATIF THE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS IV PADA SUB TEMA KEADAAN CUACA Khusnaini, Mukh; Halirat, Karten
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.7064

Abstract

This research is motivated by the low learning outcomes of fourth-grade students of MI Rifa'iyah Limpung on the subtheme "Weather Conditions", which is caused by the dominance of conventional learning methods that do not actively involve students. To overcome this problem, this research focuses on the application of the Problem Based Learning (PBL) model as an innovative solution to improve learning outcomes and active student participation. This research uses the Classroom Action Research (CAR) method which is implemented in two cycles, with 25 students as subjects. Each cycle includes the stages of planning, implementation, observation, and reflection, where data is collected through learning outcome tests and observation sheets. The results of the study show a significant and progressive increase in each cycle. The average value of student learning outcomes increased from 65.2 in the initial conditions, to 74.8 in Cycle I, and reached 83.6 in Cycle II. In line with that, the classical learning completion rate also jumped from 36% in the pre-action to 88% at the end of the study. It was concluded that the PBL model proved to be very effective in improving students' understanding and learning outcomes on weather conditions through more active and contextual learning. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas IV MI Rifa’iyah Limpung pada subtema "Keadaan Cuaca", yang disebabkan oleh dominasi metode pembelajaran konvensional yang tidak melibatkan siswa secara aktif. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini berfokus pada penerapan model Problem Based Learning (PBL) sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan hasil belajar dan partisipasi aktif siswa. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek 25 siswa. Setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, di mana data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dan progresif di setiap siklusnya. Nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari 65,2 pada kondisi awal, menjadi 74,8 pada Siklus I, dan mencapai 83,6 pada Siklus II. Sejalan dengan itu, tingkat ketuntasan belajar klasikal juga melonjak dari 36% pada pra-tindakan hingga mencapai 88% pada akhir penelitian. Disimpulkan bahwa model PBL terbukti sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa pada materi keadaan cuaca melalui pembelajaran yang lebih aktif dan kontekstual.
DAMPAK PERNIKAHAN TERHADAP MOTIVASI PENYELESAIAN TUGAS AKHIR MAHASISWA Naqiyah, Jamilatun; Munifah, Munifah; Nurwahyuni, Nurwahyuni; Fitriani, Dian
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.7065

Abstract

This study aims to describe the impact of marriage on students’ motivation in completing their final project at the Education Sciences Department of Tadulako University. A descriptive qualitative method was employed, using observation, interviews, and documentation for data collection. The participants consisted of eight students from the Guidance and Counseling, Physical Education (PJKR), Elementary Teacher Education (PGSD), and Early Childhood Teacher Education (PG-PAUD) study programs. The findings indicate that marriage produces both positive and negative impacts on students’ academic motivation. On the positive side, marriage enhances motivation and responsibility to finish studies, supported by spouses, families, and peers. On the negative side, challenges such as time management difficulties, dual responsibilities, financial problems, and psychological stress may hinder final project completion. Key motivational factors include spousal support and a sense of responsibility, while obstacles involve household conflicts and economic burdens. The study concludes that marriage during the study period can serve as either a source of encouragement or a barrier, depending on the student’s circumstances and support system. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak pernikahan terhadap motivasi penyelesaian tugas akhir mahasiswa di Jurusan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri dari delapan mahasiswa dari Program Studi Bimbingan dan Konseling, PJKR, PGSD, dan PG-PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan memiliki dampak positif maupun negatif terhadap motivasi akademik. Dampak positif berupa meningkatnya motivasi untuk segera menyelesaikan studi, didukung oleh pasangan, keluarga, dan lingkungan sosial. Dampak negatif mencakup kesulitan manajemen waktu, beban tanggung jawab ganda, masalah ekonomi, serta tekanan psikologis yang dapat menghambat penyelesaian tugas akhir. Faktor utama yang mendorong motivasi adalah dukungan pasangan dan rasa tanggung jawab, sedangkan faktor penghambat meliputi konflik rumah tangga dan keterbatasan ekonomi. Penelitian ini menegaskan bahwa pernikahan pada masa studi dapat menjadi sumber motivasi maupun hambatan, tergantung pada kondisi dan dukungan yang diperoleh mahasiswa.