cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 263 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP NEGERI 1 TUHEMBERUA ZEGA, RIDAWATI; LASE, NATALIA KRISTIANI; TELAUMBANUA, DESMAN; HAREFA, AGNES RENOSTINI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v4i4.4036

Abstract

This research is motivated by the low learning outcomes of students in science subjects and the implementation of learning process activities is still teacher-centered. This research aims to: (1) Describe the implementation of the learning process through the application of the Numbered Head Together type cooperative learning model. (2) Describe the learning outcomes of students in science subjects through the application of the Numbered Head Together type cooperative learning model. The research location is at SMP Negeri 1 Tuhemberua. The research subjects were 22 class VIII students consisting of 8 boys and 14 girls. The type of research used is Classroom Action Research which consists of 4 stages, namely: (1) Planning, (2) Action, (3) Observation, and (4) Reflection. The research instruments used were: (1) Observation sheet, (2) Test of student learning outcomes, (3) Interview guide sheet. Research results: (1) Implementation of science learning process activities through the implementation of the Numbered Head Together type cooperative learning model obtained an average reflection result in Cycle I namely 57,29% with poor criteria and in Cycle II namely 84,34% with good criteria. (2) The learning outcomes of students in science subjects through the application of the Numbered Head Together type cooperative learning model obtained an average value of learning outcomes in Cycle I namely 70,68 with sufficient criteria and in Cycle II namely 83,41 with good criteria. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA dan pelaksanaan kegiatan proses pembelajaran masih berpusat kepada guru. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan proses pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together.  (2) Mendeskripsikan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together. Lokasi penelitian di SMP Negeri 1 Tuhemberua. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII dengan jumlah 22 orang yang terdiri dari 8 orang laki-laki dan 14 orang perempuan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) Perencanaan, (2) Tindakan, (3) Observasi, dan (4) Refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu: (1) Lembaran observasi, (2) Tes hasil belajar peserta didik, (3) Lembaran panduan wawancara. Hasil penelitian: (1) Pelaksanaan kegiatan proses pembelajaran IPA melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together diperoleh rata-rata hasil refleksi Siklus I yaitu 57,29% dengan kriteria kurang dan di Siklus II yaitu 84,34% dengan kriteria baik. (2) Hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together diperoleh nilai rata-rata hasil belajar di Siklus I yaitu 70,68 dengan kriteria cukup dan di Siklus II yaitu 83,41 dengan kriteria baik.
MENGIMPLEMENTASIKAN KONSEP DASAR GERWANI DALAM MEWUJUDKAN GEDSI DI BIDANG PENDIDIKAN HIDAYAH, KAMILATUL; SYAFITRI, BELLA; WULANDARI, NURSINTA; NOFITA, DINA; AROFAH, ZAKIYATUL
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v4i4.4368

Abstract

This study is a literature study that aims to analyze women's empowerment strategies through a paradigm that focuses on vulnerable groups, such as women, children, and the elderly. This study uses the approach of the development of underdevelopment theory by Samir Amin and the concept of putting the last first by Robert Chambers to understand how women's empowerment can improve their social and political positions. The findings show that this paradigm provides a privileged position for women in various empowerment efforts aimed at achieving social justice. Through historical review, the Indonesian women's movement, especially Gerwani, is identified as one of the organizations that plays a significant role in educating, raising awareness, and fighting for women's rights. During the Old Order, Gerwani was considered a revolutionary organization that not only provided access for women to participate in certain professions but also contributed to socio-political transformation through affiliation with political parties. Thus, women's empowerment is not only relevant in fighting for individual rights but also becomes an important element in overcoming broader social inequality. This study emphasizes the importance of women's empowerment strategies based on collective support and strengthening individual capacity in society, in line with a paradigm that prioritizes vulnerable groups. This conclusion is expected to be the basis for women's empowerment policies and programs in the future. ABSTRAKPenelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan perempuan melalui paradigma yang berfokus pada kelompok rentan, seperti perempuan, anak-anak, dan lansia. Studi ini menggunakan pendekatan teori development of underdevelopment oleh Samir Amin dan konsep putting the last first oleh Robert Chambers untuk memahami bagaimana pemberdayaan perempuan dapat meningkatkan posisi sosial dan politik mereka. Temuan menunjukkan bahwa paradigma ini memberikan posisi istimewa bagi perempuan dalam berbagai upaya pemberdayaan yang bertujuan mencapai keadilan sosial. Melalui telaah sejarah, gerakan wanita Indonesia, khususnya Gerwani, diidentifikasi sebagai salah satu organisasi yang berperan signifikan dalam mendidik, meningkatkan kesadaran, dan memperjuangkan hak perempuan. Pada masa Orde Lama, Gerwani dianggap sebagai organisasi revolusioner yang tidak hanya memberikan akses bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam profesi tertentu, tetapi juga berkontribusi dalam transformasi sosial-politik melalui afiliasi dengan partai politik. Dengan demikian, pemberdayaan perempuan tidak hanya relevan dalam memperjuangkan hak-hak individu tetapi juga menjadi elemen penting dalam mengatasi ketimpangan sosial yang lebih luas. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi pemberdayaan perempuan yang berbasis pada dukungan kolektif dan penguatan kapasitas individu dalam masyarakat, sejalan dengan paradigma yang mengutamakan kelompok rentan. Kesimpulan ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi kebijakan dan program pemberdayaan perempuan di masa depan.
PEMANFAATAN CHROMEBOOK DALAM PROSES PEMBELAJARAN PAI BERBASIS KURIKULUM MERDEKA HASANAH, ZUNIATUL; MARYAM, QORRIE AINA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v4i4.4476

Abstract

ABSTRACT This study aims to explore the use of technology in learning, especially in the context of Islamic Religious Education (PAI) and Character Education in accordance with the Merdeka Curriculum. The purpose of this paper is to analyze the impact of Chromebook use on learning, including increasing collaboration, creativity, and student understanding of the material. This study uses a descriptive qualitative approach with a case study model. The results and discussion of this study found that the use of Chromebooks in learning Islamic Religious Education (PAI) and Character Education according to the Merdeka Curriculum showed a significant positive impact. Chromebooks facilitate access to digital learning resources such as the Qur'an and Google Workspace and Quizizz applications, which enhance student collaboration and creativity.The use of Google Docs and Slides supports group work, while applications like Quizizz reinforce students' understanding through interactive learning. Additionally, Chromebooks contribute to the development of Pancasila Student Profile values through research and collaboration related to religion and culture.Project-based learning and personalization of learning are increasingly facilitated by these devices, supporting students to learn at their own pace. Despite technical challenges, the right strategies can overcome these problems, making Chromebooks an effective tool for learning under the Merdeka Curriculum. The study concludes that the integration of Chromebooks in Islamic Religious Education (PAI) and Character Education learning supports the implementation of the Merdeka Curriculum by enriching teaching materials and enhancing student collaboration. Although challenges such as technical constraints and human resource readiness exist, Chromebook usage can increase students' active participation, deepen material comprehension, and develop digital skills and character traits relevant to modern demands. To maximize its benefits, improvements in infrastructure and further teacher training are necessary. Future research can explore the long-term impact of Chromebook usage on student competency development. ABSTRAK Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, khususnya dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisis dampak penggunaan Chromebook terhadap pembelajaran, termasuk peningkatan kolaborasi, kreativitas, dan pemahaman materi siswa. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model studi kasus. Hasil dan pembahasan kajian ini menemukan bahwa Pemanfaatan Chromebook dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti sesuai Kurikulum Merdeka menunjukkan dampak positif yang signifikan. Chromebook memfasilitasi akses ke sumber belajar digital seperti Al-Qur'an serta aplikasi Google Workspace dan Quizizz, yang meningkatkan kolaborasi dan kreativitas siswa. Penggunaan Google Docs dan Slides mendukung kerja kelompok, sementara aplikasi seperti Quizizz memperkuat pemahaman siswa melalui pembelajaran interaktif. Chromebook juga membantu pengembangan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila melalui riset dan kolaborasi terkait agama dan budaya. Pembelajaran berbasis proyek dan personalisasi pembelajaran semakin difasilitasi dengan perangkat ini, mendukung siswa untuk belajar sesuai kecepatan mereka. Meskipun ada tantangan teknis, strategi yang tepat dapat mengatasi masalah ini, menjadikan Chromebook alat efektif untuk pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan Chromebook dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti mendukung penerapan Kurikulum Merdeka dengan memperkaya materi ajar dan meningkatkan kolaborasi antar siswa. Meskipun menghadapi kendala teknis dan kesiapan sumber daya manusia, penggunaan Chromebook dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa, memperdalam pemahaman materi, dan mengembangkan keterampilan digital serta karakter yang relevan dengan tuntutan zaman. Untuk memaksimalkan manfaatnya, perlu perbaikan infrastruktur dan pelatihan lanjutan bagi guru. Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang penggunaan Chromebook terhadap perkembangan kompetensi siswa.
PERAN OBSERVASIONAL LEARNING TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK MELALUI PERMAINAN ESTAFET HOLA HOP DI ERA MERDEKA BERMAIN MADO, ARIFIN; PARYONTRI, RAMON ANANDA; WARDANA, MAHARDIKA DARMAWAN KUSUMA; SALSABILA, AURA RAFIQA; NISA`, GITSA ZAHROTUN
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v4i4.4533

Abstract

ABSTRACT Early childhood motor development is an important aspect of their growth and learning. However, in the modern era, children have fewer opportunities for free play due to various factors, such as increased use of technology and changes in parenting patterns. Therefore, effective strategies are needed to support children's motor development, one of which is through observational learning in the relay game “Hola Hop.” This study aims to examine the role of observational learning on children's motor development through the relay game “Hola Hop” in the context of the Era of Free Play. The research method used is a pre-test and post-test control group design. This study involved two groups of children aged between 4-6 years. The experimental group underwent the “Hola Hop” relay game with an observational learning approach, while the control group did not receive a similar intervention. Data was collected through motor tests before and after the treatment. The results showed that the experimental group that implemented observational learning experienced significant improvements in motor development compared to the control group. This finding confirms the importance of implementing Observational Learning in children's motor learning through play. The implications of this study indicate that an observation-based learning approach can be an effective strategy in improving children's motor skills, especially in the Era of Merdeka Bermain which emphasizes freedom and exploration in children's activities. ABSTRAK Perkembangan motorik anak usia dini merupakan aspek penting dalam pertumbuhan dan pembelajaran mereka. Namun, di era modern, kesempatan anak untuk bermain secara bebas semakin berkurang akibat berbagai faktor, seperti peningkatan penggunaan teknologi dan perubahan pola pengasuhan. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang efektif untuk mendukung perkembangan motorik anak, salah satunya melalui pembelajaran observasional dalam permainan estafet "Hola Hop." Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pembelajaran observasional terhadap perkembangan motorik anak-anak melalui permainan estafet "Hola Hop" dalam konteks Era Merdeka Bermain. Metode penelitian yang digunakan adalah desain pre-test dan post-test control group. Penelitian ini melibatkan dua kelompok anak berusia antara 4-6 tahun. Kelompok eksperimen menjalani permainan estafet "Hola Hop" dengan pendekatan pembelajaran observasional, sementara kelompok kontrol tidak menerima intervensi serupa. Data dikumpulkan melalui tes motorik sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen yang menerapkan pembelajaran observasional mengalami peningkatan yang signifikan dalam perkembangan motorik dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan Observasional Learning dalam pembelajaran motorik anak melalui permainan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis pengamatan dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik anak, terutama dalam Era Merdeka Bermain yang menekankan kebebasan dan eksplorasi dalam aktivitas anak.
EFEKTIVITAS METODE SHOW AND TELL TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA SISWA DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH KALIREJO Hanafi, Ilyas Rozak; Hidayah, Dedi Junaidi Al; Rofi'udin, Rofi'udin; Huda, M. Qomarudinul; Astuti, Sundari
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i1.4538

Abstract

ABSTRACT The speaking process allows children to express themselves, express ideas, and express thoughts verbally. However, at the Muhammadiyah Elementary School in Kalirejo, Central Lampung, it was found that there were still students whose participation was low in class discussions, they had difficulty expressing their opinions, and lacked confidence when speaking in public. This shows that there are problems in students' communication skills. This research aims to evaluate the effectiveness of the Show and Tell method in improving students' speaking abilities. The subjects of this research were Muhammadiyah Elementary School students in Kalirejo, Central Lampung. The data analysis technique uses qualitative methods with a descriptive approach. The methods used in this research include observation and documentation. The results of the research show that the Muhammadiyah Elementary School Kalirejo Central Lampung succeeded in implementing the Show and Tell method effectively in improving students' speaking skills. This can be seen from: 1) Increasing students' self-confidence, 2) Increasing students' speaking skills by conveying information more clearly, and 3) Encouraging more active interaction between students, both as speakers and as listeners. From the results of this research, it can be concluded that the Show and Tell method has positive effectiveness on students' speaking abilities at the Muhammadiyah Elementary School in Kalirejo, Central Lampung. This method is effective in increasing students' participation in class discussions and their confidence when speaking in public. ABSTRAK Proses berbicara memungkinkan anak mengekspresikan diri, mengungkapkan ide, dan menyatakan pemikiran secara lisan. Namun, di Sekolah Dasar Muhammadiyah Kalirejo Lampung Tengah ditemukan bahwa masih terdapat siswa yang partisipasinya rendah dalam diskusi kelas, mereka kesulitan mengutarakan pendapat, dan kurang percaya diri saat berbicara di depan umum. Hal ini menunjukkan adanya permasalahan dalam kemampuan komunikasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode Show and Tell dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Subyek penelitian ini yaitu Siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah Kalirejo Lampung Tengah. Teknik analisis datanya menggunkan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Dasar Muhammadiyah Kalirejo Lampung Tengah berhasil menerapkan metode Show and Tell secara efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Hal ini dapat dilihat dari: 1) Meningkatnya kepercayaan diri siswa, 2) Meningkatnya keterampilan berbicara siswa dengan penyampaian informasi yang lebih jelas, dan 3) Mendorong interaksi yang lebih aktif antara siswa, baik sebagai pembicara maupun sebagai pendengar. Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode Show and Tell memiliki efektivitas yang positif terhadap kemampuan berbicara siswa di Sekolah Dasar Muhammadiyah Kalirejo Lampung Tengah. Metode ini efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam diskusi kelas dan kepercayaan diri mereka saat berbicara di depan umum.
PERAN KURIKULUM PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN MAMBAUL ULUM BLITAR DALAM MEMBANGUN KARAKTER SISWA YANG BERAKHLAK MULIA Hindun, Hindun; Mufti, Dzikra Sifa; Amelia, Rosita
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i1.3867

Abstract

ABSTRACT Curriculum is a learning program that is designed and implemented to achieve the goal of success in certain learning. Therefore, in organizing education, a flexible concept is needed that can be adjusted to changes in the times. This study discusses the concept of curriculum that refers to the Islamic Education curriculum, with a focus on the definition, the role of the education curriculum on students' morals, and the characteristics it has. The curriculum at the Mambaul Ulum Islamic Boarding School in Blitar, East Java, which applies moral education to students at the Islamic boarding school, which makes students have noble morals. This study uses a qualitative research method that focuses on an in-depth understanding of social phenomena from the perspective of people involved in the situation of students who have good morals at the Mambaul Ulum Islamic Boarding School in Blitar, East Java. Data collection was carried out by means of in-depth interviews with teachers and instructors at the Mambaul Ulum Islamic Boarding School, Blitar. The results of this study indicate that the Mambaul Ulum Islamic Boarding School has two curriculum, namely the salaf curriculum and the kholaf curriculum. Teachers and lecturers at the Mambaul Ulum Islamic Boarding School, Blitar understand the concept of curriculum and the demands of their students to implement the values ??of the books they have studied, one of the Ta'lim Muta'alim books. In assessing the morals of students, the suri tauladan method is used, which emphasizes exemplary behavior in attitudes and behavior. Learning evaluations are carried out at the end of each academic year through teacher and lecturer meetings to assess the development of students and the effectiveness of teachers. The success of this Islamic boarding school is also reflected in the alumni who have succeeded in establishing a science council to channel their knowledge in the community. ABSTRAK Kurikulum adalah program pembelajaran yang dirancang dan diterapkan untuk mencapai tujuan keberhasilan dalam pembelajaran tertentu. Oleh karena itu, dalam penyelenggaraan pendidikan, diperlukan sebuah konsep yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan perubahan zaman. Penelitian ini membahas konsep kurikulum yang mengacu pada kurikulum Pendidikan Islam, dengan fokus pada definisi, peran kurikulum pendidikan pada akhlak siswa, serta karakteristik yang dimilikinya. Kurikulum yang terdapat pada pondok pesantren Mambaul Ulum Blitar, Jawa Timur yang menerapkan pendidikan akhlak kepada siswa di pesantren, yang menjadikan siswa berakhlak mulia. Penelitian ini menggunakan metode penelitan kualitatif yang berfokus pada pemahaman mendalam tentang fenomena sosial             dari perspektif orang-orang yang terlibat dalam situasi siswa yang mempunya akhlak yang baik                         pada pondok pesantren Mambaul Ulum Blitar, Jawa Timur. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara yang mendalam kepada guru dan pengajar di pondok pesantren Mambaul Ulum, Blitar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Mambaul Ulum memiliki dua kurikulum, yakni kurikulum salaf dan kurikulum kholaf. Guru dan pengajar di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Blitar memahami konsep kurikulum dan menuntut para santrinya untuk mengimplementasikan nilai-nilai dari kitab yang sudah dipelajari, salah satu kitab Ta’lim Muta’alim. Dalam penilaian akhlak santri, digunakan metode suri tauladan, yang menekankan keteladaan dalam sikap dan perilaku. Evaluasi pembelajaran dilakukan setiap akhir tahun ajaran melalui pertemuan guru dan pengajar guna menilai perkembangan santri dan efektivitas pengajar. Keberhasilan pesantren ini juga tercermin dari alumni yang berhasil mendirikan majlis ilmu untuk menyalurkan ilmu mereka di lingkungan masyarakat.
URGENSI RENCANA KERJA SEKOLAH SEBAGAI BAGIAN MUTU LULUSAN MASYARAKAT Munthe, M.Saddam Ariady; Ritonga, Syawaluddin; Sapriyani, Sapriyani; Nomy, Aldyani Remadhina
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i1.4640

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the urgency of the School Work Plan (RKS) as part of ensuring the quality of graduates in society. Quality education requires an effective quality assurance system to ensure that the learning process produces graduates who are ready to face the challenges of the workforce. The RKS serves as a guideline for planning, implementing, and evaluating policies and educational programs at the school level. However, despite the significant role of RKS, many schools still face various challenges in designing and implementing it effectively. Some of the main challenges include limited resources, both in terms of funding and the quality of teaching staff, as well as a lack of support from the government in the implementation of RKS. This study also found that, although RKS is ideally an instrument for quality assurance in education, there is often a gap between theory and practice, leading to a mismatch between the intended goals and the outcomes achieved in the field. Based on these findings, this study provides recommendations to enhance the effectiveness of RKS by involving all educational stakeholders, strengthening teacher training and professionalism, and conducting continuous evaluation and monitoring of the RKS implementation. Thus, RKS can function more effectively in ensuring the quality of education and producing graduates who are competent and ready to face the challenges of society. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi Rencana Kerja Sekolah (RKS) sebagai bagian dari penjaminan mutu lulusan di masyarakat. Pendidikan yang berkualitas memerlukan sistem penjaminan mutu yang efektif untuk memastikan bahwa proses pembelajaran menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan di dunia kerja. RKS berfungsi sebagai pedoman untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kebijakan serta program pendidikan di tingkat sekolah. Namun, meskipun RKS memiliki peran yang sangat penting, banyak sekolah yang masih menghadapi berbagai tantangan dalam merancang dan mengimplementasikan RKS secara efektif. Beberapa tantangan utama yang dihadapi antara lain keterbatasan sumber daya, baik dalam hal anggaran maupun kualitas tenaga pendidik, serta kurangnya dukungan dari pemerintah dalam implementasi RKS. Penelitian ini juga menemukan bahwa meskipun RKS idealnya harus menjadi instrumen penjaminan mutu pendidikan, seringkali terdapat kesenjangan antara teori dan praktik, yang menyebabkan ketidaksesuaian antara tujuan yang direncanakan dan hasil yang tercapai di lapangan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas RKS dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan, memperkuat pelatihan dan profesionalisme guru, serta melakukan evaluasi dan monitoring yang berkelanjutan terhadap implementasi RKS. Dengan demikian, RKS dapat berfungsi lebih maksimal dalam menjamin mutu pendidikan dan menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi dunia masyarakat.
ANALISIS PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA, UNI EMIRAT ARAB, DAN SINGAPURA DALAM INOVASI PEMBELAJARAN SAINS Marsila, Sinta; Sosri, Lexa; Rahayu, Putri Wiji; Vreticia, Enjel; Koto, Irwan
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i1.4650

Abstract

ABSTRACT Science education markedly improves a nation's competitiveness within the framework of globalization. This study seeks to analyze the differences in science education systems in Indonesia, the United Arab Emirates (UAE), and Singapore, focusing on policy, curriculum, pedagogical methods, and technological integration in education. The research is a descriptive qualitative applying comparative study method. Data was collected through literature review and document analysis from several relevant and reliable sources. The results demonstrate that the three nations utilize significantly different approaches to science education. Indonesia persists in facing challenges regarding the equitable distribution of science laboratory facilities, the training of science instructors, and the integration of technology in scientific education. The UAE has established an education system based on science, technology, and mathematics, employing artificial intelligence-enhanced educational technology and virtual laboratories. Singapore specializes in experiential learning, supported by sophisticated infrastructure and continuous professional development. The success factors for science education are the integration of technology, the improvement of science teacher skills, and the establishment of regulations that support project-based learning. Indonesia can improve the quality of science education by adopting successful strategies from the UAE and Singapore, such as strengthening the function of science laboratories, increasing technological access in schools, and establishing systematic and sustainable training for science instructors. This study's recommendations aim to assist policymakers in enhancing the quality of science education in Indonesia. ABSTRAK Pendidikan sains memainkan peran penting untuk meningkatkan daya saing suatu negara di era globalisasi. Karena pentingnya pendidikan sains, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan sistem pendidikan sains di Indonesia, Uni Emirat Arab (UEA), dan Singapura, yang difokuskan pada aspek kebijakan, kurikulum, metode pembelajaran, serta integrasi teknologi dalam pendidikan. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi komparatif. Data dikumpulkan melalui kajian literatur, dan analisis dokumen dari berbagai sumber yang valid dan terpercaya. Hasil penelitian menyatakan bahwa ketiga negara mengimplementasikan pendekatan yang relatip berbeda dalam pendidikan sains. Indonesia menghadapi tantangan dalam pemerataan infrastruktur laboratorium, pelatihan guru, dan integrasi teknologi dalam pembelajaran sain. UEA telah mengadopsi pendidikan berbasis STEM dan teknologi berbasis kecerdasan buatan dan laboratorium virtual. Sedangkan, Singapura unggul dalam pembelajaran berbasis eksperimen, didukung oleh infrastruktur yang lengkap dan pelatihan guru yang berkelanjutan. Faktor-faktor utama keberhasilan pendidikan sains meliputi integrasi teknologi dalam pendidikan, peningkatan kompetensi guru sains, serta kebijakan yang mendukung project-based learning. Indonesia dapat meningkatkan kualitas pendidikan sains dengan mengadopsi praktik baik dalam pembelajaran dari UEA dan Singapura, seperti penguatan fungsi laboratorium sains, peningkatan akses teknologi oleh sekolah-sekolah, dan pelatihan guru sains yang sistematis dan berkelanjutan. Rekomendasi dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengambil kebijakan dalam meningkatkan mutu pendidikan sains di Indonesia.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY TERINTEGRASI GOOGLE SITES DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS PADA TINGKAT SMP Sari, Jessika Nacha; Safitri, Desy; Sujarwo, Sujarwo
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i1.4838

Abstract

ABSTRACT The use of augmented reality (AR) in social studies learning integrated with Google Sites is a technological innovation that allows users to view the real world with additional digital elements such as images, text, or 3D objects. This research describes how the application of AR in social studies learning, through Google Sites, provides opportunities for students to access additional information virtually and interactively. This technology is expected to improve the quality of learning, student engagement, as well as learners' understanding of the material presented. The research objective is to analyze the effect of augmented reality integration with Google Sites on students' understanding in social studies learning. The research method used is a literature review (library research), by collecting data from secondary sources in the form of previous research articles. Based on the literature review, an overview of the influence and positive results of the application of this technology in improving the effectiveness of social studies learning is obtained. The integration of AR through Google Sites proved to be one of the innovative solutions to create a more interesting and immersive learning experience for students. ABSTRAK Penggunaan augmented reality (AR) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang terintegrasi dengan Google Sites merupakan inovasi teknologi yang memungkinkan pengguna untuk melihat dunia nyata dengan tambahan elemen digital seperti gambar, teks, atau objek 3D. Penelitian ini menggambarkan bagaimana penerapan AR dalam pembelajaran IPS, melalui Google Sites, memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengakses informasi tambahan secara virtual dan interaktif. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, keterlibatan siswa, serta pemahaman peserta didik terhadap materi yang disampaikan. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh integrasi augmented reality dengan Google Sites terhadap pemahaman siswa dalam pembelajaran IPS. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literature (library research), dengan mengumpulkan data dari sumber sekunder berupa artikel penelitian sebelumnya. Berdasarkan kajian literatur, diperoleh gambaran mengenai pengaruh dan hasil positif dari penerapan teknologi ini dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran IPS. Integrasi AR melalui Google Sites terbukti menjadi salah satu solusi inovatif untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan mendalam bagi siswa.
PRINSIP UMUM METODOLOGI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Hamilaturroyya, Hamilaturroyya; Hadi, Imam Anas
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i1.4925

Abstract

ABSTRACT The methodology of Islamic education has general principles that remain relevant in modern education systems. These principles are based on religious, biological, psychological, and sociological values that influence the effectiveness of learning. The Qur’an and hadith serve as the primary foundation in determining appropriate teaching methods, while students’ biological and psychological factors also affect learning outcomes. Additionally, the social interaction between educators and students plays a crucial role in the implementation of teaching methods. This study aims to analyze the general principles of Islamic education methodology within the modern education system. The research method used is qualitative with a descriptive-analytical approach, which involves literature review and analysis of the implementation of Islamic education methods in contemporary contexts. The findings indicate that Islamic education in modern systems emphasizes student-centered learning, the integration of theory and practice, and methodological flexibility. The teaching methods should align with students’ cognitive development and adapt to technological advancements and educational innovations to remain effective. In conclusion, selecting appropriate teaching methods in Islamic education depends on various factors, such as educational goals, student characteristics, and available facilities. Therefore, innovation in Islamic education methodology is essential by integrating technology-based and interactive learning approaches to enhance student engagement and learning effectiveness in the digital era.   ABSTRAK Metodologi pendidikan Islam memiliki prinsip-prinsip umum yang tetap relevan dalam sistem pendidikan modern. Prinsip-prinsip ini didasarkan pada nilai-nilai agamis, biologis, psikologis, dan sosiologis yang berperan dalam efektivitas pembelajaran. Al-Qur’an dan hadis menjadi dasar utama dalam menentukan metode pembelajaran yang sesuai, sementara faktor biologis dan psikologis peserta didik turut mempengaruhi efektivitas proses pendidikan. Selain itu, interaksi sosial antara pendidik dan peserta didik menjadi elemen penting yang harus dipertimbangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip umum metodologi pendidikan Islam dalam sistem pendidikan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, yang mengkaji literatur terkait dan melakukan analisis terhadap implementasi metode pendidikan Islam dalam konteks modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam dalam sistem modern menekankan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, integrasi teori dan praktik, serta fleksibilitas metode. Metode yang digunakan harus disesuaikan dengan perkembangan kognitif peserta didik serta beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan inovasi pembelajaran agar tetap relevan. Kesimpulannya, pemilihan metode pembelajaran dalam pendidikan Islam bergantung pada berbagai faktor, seperti tujuan pendidikan, karakteristik peserta didik, serta ketersediaan fasilitas. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam metodologi pendidikan Islam dengan mengintegrasikan pendekatan berbasis teknologi dan metode interaktif guna meningkatkan keterlibatan peserta didik serta efektivitas pembelajaran di era digital.