cover
Contact Name
Heri Cahyono
Contact Email
omcahyo899@gmail.com
Phone
+6281231248214
Journal Mail Official
adminjournal@jendelaedukasi.id
Editorial Address
Hargomulyo, Ngrambe, Kab. Ngawi, Jawa Timur. 63263
Location
Kab. ngawi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Jendela Pendidikan
ISSN : 2776267X     EISSN : 27756181     DOI : 10.57008
Core Subject : Education,
Jurnal Jendela Pendidikan merupakan jurnal ilmiah yang dikelola oleh CV. Jendela Edukasi Indonesia dan merupakan jurnal yang menerbitkan artikel-artikel penelitian di bidang pendidikan. Jurnal Jendela Pendidikan terbit 4 kali dalam satu tahun yaitu bulan Februari, Mei, Agustus, November. Kami mengundang peneliti, praktisi, dosen, guru, serta mahasiswa untuk mempublikasikan hasil penelitian yang telah dilakukan sebagai upaya pengembangan pendidikan di Indonesia. Dalam upaya menjaga kualitas artikel di Jurnal Jendela Pendidikan, kami mengambil pakar-pakar peneliti bidang pendidikan serta menggunakan software plagiarisme artikel.
Articles 303 Documents
Analisis Tingkat Pengetahuan Guru PAUD Pada Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus Di Kabupaten Magetan Darmo, Santi Yudhawati
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 4 No. 04 (2024): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi November 2024
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v4i04.994

Abstract

Pendidik anak usia dini dituntut untuk mengelola dan membantu anak-anak dengan kebutuhan khusus. Faktanya, pendidik anak usia dini menghadapi tantangan dalam hal mengajar anak-anak dengan kebutuhan khusus karena mereka tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman yang diperlukan. Penelitian ini berusaha untuk memastikan apakah kemampuan pendidik anak usia dini sebelum dan sesudah pelatihan dalam bekerja dengan kebutuhan khusus berbeda. Guru-guru PAUD dari Kab. Magetan berpartisipasi dalam penelitian ini. Penelitian ini melibatkan tiga puluh lima instruktur prasekolah sebagai partisipan. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen satu kelompok pra-tes-pasca-tes. Kuesioner respons guru dan instrumen tes digunakan dalam alat penelitian ini. Tes yang diberikan sebelum dan sesudah dimulainya perawatan digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Temuan penelitian menunjukkan peningkatan yang cukup besar dalam kemampuan pendidik anak usia dini untuk mengajar anak-anak penyandang disabilitas. Ini menunjukkan bagaimana pelatihan meningkatkan kemampuan pendidik anak usia dini.
Kajian Perkembangan Kognitif Dan Psikologi Anak Pada Tingkat Sekolah Dasar Kelas Rendah Purwulan, Heni
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 4 No. 04 (2024): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi November 2024
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v4i04.995

Abstract

Proses perkembangan kognitif pada anak mencakup kemampuan berpikir, memproses informasi, dan menyelesaikan masalah yang berkembang seiring waktu. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan panduan dalam pengembangan kurikulum yang lebih baik dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak. Penelitian ini menggunakan metode penilaian kualitatif dipilih atas pertimbangan situasi yang kompleks sedemikian rupa dan data diperoleh berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi.. Berdasarkan teori-teori seperti Piaget dan konsep-konsep penting dalam psikologi perkembangan, penelitian menemukan tahap-tahap perkembangan kognitif dari kelas 1 hingga kelas 3. Penekanan pada pentingnya pemahaman yang dalam terhadap perkembangan anak dalam konteks pendidikan anak sekolah dasar kelas rendah. Guru dan pendidik perlu memahami perbedaan individual dalam perkembangan anak-anak mereka untuk merancang strategi pengajaran yang efektif. Adapun aspek sosial dan emosional, abstrak ini menyoroti bagaimana anak-anak pada usia ini mulai mengembangkan hubungan sosial dan kemampuan untuk mengatur ekspresi emosi mereka secara sosial diterima. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah meningkatkan pendidikan anak usia sekolah dasar dengan memperhatikan karakteristik individu mereka, memungkinkan pendidik untuk memberikan dukungan yang lebih baik dan efektif selama proses pembelajaran mereka.
Studi Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi Dalam Dunia Pendidikan Purnomo, Dian; Mansur, Amril
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 4 No. 04 (2024): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi November 2024
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v4i04.1028

Abstract

Dalam dunia pendidikan, aktivitas ilmu dipengaruhi oleh tiga masalah pokok. Pertama, apa yang ingin diketahui; kedua, bagaimana cara mendapatkan pengetahuan tersebut; dan ketiga, apa nilai dari pengetahuan yang diperoleh. Untuk menjawab pertanyaan- pertanyaan tersebut, diperlukan pendekatan berpikir yang radikal, sistematis, dan universal. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pustaka (library research), yakni penelitian yang obyek kajiannya menggunakan data pustaka berupa hasil penelitian dan buku-buku sebagai sumber datanya. Kesimpulan hasil penelitian bahwa Hubungan antara filsafat dan dunia pendidikan seperti halnya hubungan dua sisi mata uang, yaitu dua aspek dari hakikat yang satu, sebab pendidikan pada hakikatnya merupakan aplikasi praktis dari filsafat. Filsafat pendidikan mengkhususkan masalah pendidikan sebagai objek kajian yang terbagi dari ketiga persoalan, yaitu ontologis, epistemologi dan aksiologis.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VIII Pada Materi Teorema Pythagoras Berdasarkan Self-Efficacy Rumiati, Lina
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 4 No. 04 (2024): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi November 2024
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v4i04.1039

Abstract

Self-efficacy merupakan faktor penting dalam pencapaian tujuan pembelajaran, khususnya dalam pemecahan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII pada materi Teorema Pythagoras berdasarkan tingkat self-efficacy. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif di SMP Negeri 3 Paron dengan subjek 6 siswa, terdiri atas dua siswa dengan self-efficacy tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui angket, tes, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan NVIVO 12. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Siswa dengan self-efficacy tinggi memenuhi semua indikator pemecahan masalah secara sistematis; (2) Siswa dengan self-efficacy sedang memahami masalah tetapi kurang teliti dalam perencanaan, pelaksanaan, dan kesimpulan; (3) Siswa dengan self-efficacy rendah mengalami kesulitan di semua tahap pemecahan masalah. Guru disarankan menyesuaikan pembelajaran dengan tingkat self-efficacy siswa, memberikan bimbingan tambahan pada siswa dengan self-efficacy sedang dan rendah, serta mempertimbangkan karakteristik individu dalam penelitian lanjutan.
Analisis Kesalahan Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Sistem Persamaan Linier Dua Variabel Siswa Kelas VIII Di SMP Pesantren Temulus Ngawi Ditinjau Dari Gaya Belajar wijaya, Adnan Kevin; Mashuri, Anwas; Sasomo, Budi
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 4 No. 04 (2024): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi November 2024
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v4i04.1050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan siswa kelas VIII SMP Pesantren Temulus Ngawi dalam menyelesaikan soal cerita materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel ditinjau dari gaya belajar beserta faktor-faktor penyebab kesalahannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan meliputi angket gaya belajar, tes soal cerita matematika, dan pedoman wawancara. Penelitian ini dilakukan di kelas VIII D SMP Pesantren Temulus dengan 29 siswa. Dari 29 siswa diambil 6 siswa sebagai subjek penelitian diantaranya 2 siswa dari gaya belajar visual, 2 siswa dari gaya belajar auditorial dan 2 siswa dari gaya belajar kinestetik, masing-masing terdiri dari 1 siswa gaya belajar tinggi dan 1 siswa gaya belajar rendah. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa dengan gaya belajar visual cenderung melakukan kesalahan dalam transformasi masalah. Siswa dengan gaya belajar auditorial cenderung melakukan kesalahan dalam transformasi masalah, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir. Siswa dengan gaya belajar kinestetik cenderung melakukan kesalahan dalam memahami masalah, transformasi masalah, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir.
The The Effectiveness of IBL and PBL Models in Terms of Self-Confidence and Students’ Metacognitive Ability Anggraheni, Fani Yunida
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 4 No. 04 (2024): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi November 2024
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v4i04.1057

Abstract

This study aims to describe and compare the effectiveness of the IBL and PBL models in terms of students' self-confidence and metacognitive abilities. The research is carried out at SMA Negeri 1 Sewon class XI with the application material of algebraic function derivatives. The type of research used is an experiment with a quantitative approach, and the design used is quasi-experimental. The results showed that both IBL and PBL were effective the terms of self-confidence and metacognitive ability. Based on the comparison of learning models on self-confidence, there is no difference between the two models of the metacognitive ability of the PBL model is better than the IBL
Implementasi Pembelajaran Matematika Realistik Berbantuan Geogebra untuk Meningkatkan Kemampuan Numerasi Mahasiswa Pendidikan Matematika Rimbatmojo, Sigit
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 4 No. 04 (2024): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi November 2024
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v4i04.1058

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) proses dan pengembangan media pembelajaran yang dengan aplikasi Geogebra, 2) apakah kemampuan literasi numerasi mahasiswa yang menggunakan media pembelajaran dengan Geogebra lebih baik daripada keterampilan literasi numerasi mahasiswa yang menggunakan media pembelajaran yang ada (buku). Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D). Penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu tahap pendahuluan, tahap pengembangan dan tahap uji coba atau eksperimen. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan kualitas media pembelajaran berdasarkan kriteria validitas, praktikalitas dan efektivitas media pembelajaran. Penentuan produk akhir dilakukan dengan cara focus group discussion (FGD) antara peneliti dan praktisi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan sebagai berikut: 1) tahap pengembangan menyimpulkan diperoleh validitas dengan rata-rata 3,57 dari ahli media, 3,67 dari ahli materi; Kepraktisan telah melampaui kriteria di atas 75% dan keefektifan diperoleh rata-rata respon peserta didik sebesar 93,25%, 2) pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran Geogebra lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi mahasiswa dibandingkan dengan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran yang sudah ada (buku).
Terapi EFT (Emotional Freedom Technique) Dalam Mengatasi Kecemasan Peserta Didik Menghadapi Ujian Kurniawan, Zeka; Mahmud, Salami
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 4 No. 04 (2024): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi November 2024
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v4i04.1059

Abstract

Pada prinsipnya, ujian bertujuan untuk mengetahui perubahan tingkah laku, baik potensial maupun aktual dan kecakapan baru yang dicapai oleh siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Tetapi sering kali siswa menganggap ujian sebagai masalah besar sehingga timbul kecemasan ketika harus menghadapi ujian. Kecemasan tersebut disebabkan kurang rileksnya tubuh dan pikiran saat menghadapi suatu persoalan sehingga menjadi tegang seperti adanya persepsi yang kuat dalam diri siswa, di mana nilai ujian yang baik merupakan tanda kesuksesan belajar sedangkan nilai ujian yang rendah merupakan kegagalan dalam belajar. Adanya persepsi tersebut membuat siswa menganggap bahwa nilai satu-satunya indikator dalam melihat keberhasilan sehingga prestasi belajar siswa tidak sesuai dengan harapan. Oleh karena itu upaya mencegah atau meminimalisir kecemasan siswa tersebut melalui emotional freedom technique. Prinsip kerja Emotional freedom technique, adalah menyelaraskan dan memperbaiki kembali sistem energi dalam tubuh yang tergangu, lewat stimulasi pada titik-titik energi tubuh yang disebut sebagai meridian dengan menggunakan tapping (ketukan ringan). Prosedur emotional freedom technique yaitu the set up (the set up words), the tune-in, the tapping, the nine gamut prosedure dan the tapping again.
Penerapan Quantum Teaching dalam Pembelajaran Siswa MIN 13 Nagan Raya Zubaili, Zubaili; Mahmud, Salami
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 4 No. 04 (2024): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi November 2024
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v4i04.1062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan model pembelajaran Quantum Teaching dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 13 Nagan Raya. Quantum Teaching merupakan pendekatan inovatif yang dirancang untuk memaksimalkan keterlibatan siswa melalui integrasi teknik pembelajaran yang menyentuh berbagai dimensi pengalaman belajar, seperti motivasi, keterlibatan, dan penerapan konsep dalam konteks kehidupan nyata. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan hasil belajar siswa sebelum dan setelah intervensi. Data penelitian dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi kelas, wawancara dengan siswa dan guru, serta kuesioner tentang persepsi siswa terhadap pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Quantum Teaching secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu, model ini juga meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman siswa terhadap materi IPAS. Penelitian ini merekomendasikan penerapan lebih luas Quantum Teaching sebagai strategi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai jenjang sekolah.
Penerapan Teori Beban Kognitif dalam Pengajaran Matematika Dalam Mengurangi Beban Kognitif Tak Esensial Rahmawati, Arum Dwi; Ardianzah, Ferri; Novitasari, Pratiwi
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 4 No. 04 (2024): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi November 2024
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v4i04.1112

Abstract

Meminimalkan beban kognitif siswa, terutama beban kognitif ekstrinsik yang tidak perlu, merupakan hal yang sangat penting agar materi yang disampaikan oleh guru dapat dengan baik diolah oleh siswa menjadi pengetahuan yang bermakna. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi tentang cara mengembangkan dan merancang strategi pembelajaran yang dapat mengurangi beban kognitif siswa. Metode penelitian ini adalah studi kepustakaan, dan data diperoleh melalui pencarian online menggunakan sumber seperti Google Scholar, Science Direct, dan Education Resources Information Center (ERIC). Artikel-artikel yang ditemukan kemudian dianalisis dengan metode analisis isi. Hasil dari penelitian ini mengidentifikasi berbagai strategi yang dapat digunakan dalam merancang pembelajaran matematika berdasarkan prinsip Cognitive Load Theory, seperti efek tanpa tujuan (goal-free effect), efek contoh kerja (worked example effect), efek perhatian terpecah (split-attention effect), efek redundansi (redundancy effect), efek modalitas (modality effect), efek interaktivitas elemen (element interactivity effect), efek imajinasi (imagination effect), dan efek redupnya panduan (guidance fading effect).