Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2798-2904 & e-ISSN: 2798-2798) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Plusminus terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Maret, Juli, dan November. Penerbit Plusminus adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Articles
328 Documents
Strategi Mathematical Habits of Mind Berbantuan Wolfram Alpha untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Menyelesaikan Bangun Datar
Diva, Sadana Aura;
Purwaningrum, Jayanti Putri
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/plusminus.v3i1.1219
Tidak sedikit siswa SD yang hanya bisa mengerjakan soal saja tanpa menjelaskan maksud, misalnya dalam menyelesaikan soal bangun datar. Kemampuan berpikir kritis siswa juga masih masuk ke dalam kategori rendah. Jalan keluar dari permasalahan adalah dengan menerapkan strategi Mathematical Habits of Mind berbantu Wolfram Alpha untuk penyelesaian soal bangun datar. Sehingga, tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana implementasi strategi Mathematical Habits of Mind berbantu Wolfram sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal bangun datar. Adapun metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan desain kajian literatur. There are not a few elementary school students who can only work on questions without explaining the meaning, for example in solving flat shape problems. Students' critical thinking skills are also still in the low category. The way out of the problem is to apply the Mathematical Habits of Mind strategy assisted by Wolfram Alpha to solve flat shape problems. Thus, the purpose of this study is to describe how the implementation of the Wolfram-assisted Mathematical Habits of Mind strategy is one of the efforts to improve student's critical thinking skills in solving flat shape problems. The method used is a qualitative method with a literature review design.
Motivasi Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Matematika
Nurrawi, Alma Ega Putri;
Zahra, Aulia Tu;
Aulia, Dewi;
Greis, Griet;
Mubarok, Sahrul
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/plusminus.v3i1.1220
Motivasi memiliki peran penting untuk mendorong semangat belajar siswa agar kegiatan belajar dapat dilaksanakan dengan baik sehingga terjadi peningkatan dalam hasil pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengobservasi pengaruh motivasi siswa terhadap hasil belajar matematika. Penelitian ini menggunakan metode observasi atau survey. Sampel penelitian yaitu siswa kelas XII IPA salah satu SMA Negeri di Serang. Instrumen penelitian adalah angket dan wawancara terhadap guru dan siswa terkait dengan pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi, regresi, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar yang siswa terima baik dari faktor eksternal maupun internal akan sangat berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar matematika. Motivasi perlu diperhatikan dengan baik untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Motivation has an important role to encourage student's enthusiasm for learning so that learning activities can be carried out properly so that there is an increase in learning outcomes. This study aims to observe the effect of students' motivation on mathematics learning outcomes. This study uses observation or survey methods. The research sample was students of class XII IPA at one of the State Senior High Schools in Serang. The research instruments were questionnaires and interviews with teachers and students related to the influence of learning motivation on mathematics learning outcomes. Data analysis was performed with correlation, regression, and t-tests. The results of the study show that the learning motivation that students receive from both external and internal factors will greatly influence the process and results of learning mathematics. Motivation needs to be considered properly to improve student learning outcomes.
Soal Matematika dalam Materi Statistika Berbasis Etnomatematika untuk Mengukur Literasi Matematis Siswa
Iqrima;
Zulkarnain, Iskandar;
Kamaliyah
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/plusminus.v3i1.1221
Soal yang digunakan di sekolah belum memfasilitasi siswa dengan literasi matematika. Tujuan dari penelitian ialah untuk mengembangkan soal matematika pada materi Statistika kelas VIII berbasis etnomatematika untuk mengukur literasi matematika siswa secara praktis serta valid. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian pengembangan (R&D) dengan model 4D. Uji coba dilakukan di kelas VIII H SMP Negeri 6 Banjarmasin dengan jumlah 31 siswa. Berdasarkan hasil yang didapat produk dikatakan valid oleh ahli dengan kategori Sangat Tinggi dan valid berdasarkan hasil uji coba. Reliabilitas produk mencapai kategori Sangat Tinggi, dan kepraktisan produk termasuk dalam kategori Praktis berdasarkan rata-rata angket respon positif siswa. The questions used in schools have not facilitated students with mathematical literacy. The aim of the research is to develop math problems in class VIII statistics based on ethnomathematics to measure students' mathematical literacy in a practical and valid way. The research method used is development research (R&D) with the 4D model. The trial was conducted in class VIII H of SMP Negeri 6 Banjarmasin with a total of 31 students. Based on the results obtained, the product is said to be valid by experts in the Very High category and valid based on the trial results. Product reliability reached the Very High category, and product practicality was included in the Practical category based on the average student positive response questionnaire.
Literasi Digital Peserta Didik Dalam Pembelajaran Geometri Terintegrasi Geogebra
Septia, Tika;
Wahyu, Rahma
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/plusminus.v3i1.1222
Rendahnya literasi digital dalam pendidikan perlu diperhatikan dengan serius. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan literasi digital mahasiswa dalam pembelajaran Geometri menggunakan aplikasi geogebra. Instrumen yang digunakan adalah angket dan pedoman wawancara. Wawancara dilakukan terhadap 3 orang mahasiswa MTs kelas VIII yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Teknik analisis data yaitu deskriptif kualitatif. Data tingkat kemampuan literasi digital mahasiswa menggunakan geogebra dikelompokkan menjadi empat indikator, yaitu kemampuan mengoperasikan, berpikir, bekerja sama, dan emosional. Dari hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh bahwa indikator kemampuan mengoperasikan memperoleh 90% dengan kriteria sangat tinggi. Kemampuan bekerja sama 80% dengan kriteria tinggi. Kemampuan emosional 77% dengan kriteria tinggi, dan kemampuan berpikir 70% dengan kriteria sedang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi agar bisa menggunakan geogebra dalam pembelajaran agar literasi digital peserta didik meningkat. The low digital literacy in education needs serious attention. This study aims to analyze students' digital literacy abilities in learning Geometry using the GeoGebra application. The instruments used were questionnaires and interview guidelines. Interviews conduct with three MTs students in VIII grade who had high, medium, and low abilities. Data analysis techniques using qualitative descriptive data analysis techniques. Data regarding the level of students' digital literacy skills using GeoGebra grouped into four indicators, namely operational ability, thinking ability, cooperative ability, and emotional ability. From the results of the analysis that has been carried out, it is find that the operational ability indicator obtains 90% with very high criteria. Ability to cooperate 80% with high criteria. Emotional ability is 77% with high criteria and 70% with thinking ability with moderate criteria. The results of this study expect to contribute to using GeoGebra in learning so that students' digital literacy increases.
Kemampuan Komunikasi Matematis Tertulis Peserta Didik dengan Model Problem Based Learning pada Materi SPLDV
Wijaya, Aldi Putra;
Yusup, Muhammad
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/plusminus.v3i1.1223
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis tertulis peserta didik kelas VIII dengan model Problem Based Learning pada materi SPLDV di SMPN 59 Palembang. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah dalam belajar matematika. Pada penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara tes tertulis. Secara umum hasil yang diperoleh dari penelitian ini kemampuan komunikasi matematis tertulis peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 59 Palembang masih didominasi oleh peserta didik yang berkategori sedang, hal tersebut berdasarkan hasil tes yang diikuti oleh 12 orang peserta didik yang menjadi subjek penelitian terdapat 2 orang peserta didik yang berkategori tinggi, 9 orang peserta didik berkategori sedang, dan 1 orang peserta didik berkategori rendah. Peserta didik yang berkategori tinggi sudah hampir memunculkan semua indikator, peserta didik yang berkategori sedang hanya sebagian indikator saja yang muncul, sedangkan peserta didik yang berkategori rendah belum bisa memunculkan indikator kemampuan komunikasi matematis tertulis. This study aims to analyze the written mathematical communication ability of grade eight students using the Problem-Based Learning model on SPLDV material at SMPN 59 Palembang. The subjects of this research were grade eight students who had high, medium, and low abilities in learning mathematics. In this study, the type of research used was descriptive qualitative research. Data collection techniques were carried out in written tests. In general, the results obtained from this research were that the written mathematical communication skills of grade eight students at SMP Negeri 59 Palembang were still dominated by students who were in the medium category. students in the high category, 9 students in the medium category, and 1 student in the low category. Students in the high category have brought up almost all the indicators, students in the medium category only some of the indicators appear, while students in the low category have not been able to come up with indicators of written mathematical communication ability.
Kompetensi Kepribadian Guru Matematika di Madrasah Tsanawiyah
Sari, Nia Monika;
Yulia, Putri
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/plusminus.v3i1.1224
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi kepribadian guru matematika di Madrasah Tsanawiyah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah guru dan siswa matematika di Madrasah Tsanawiyah Tanah Kampung. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara untuk memperoleh informasi. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa guru matematika di Madsarsah Tsanawiyah Tanah Kampung termasuk dalam kategori Terampil dengan rata-rata skor angket kompetensi kepribadian guru sebesar 51,2. Ada beberapa aspek yang termasuk dalam kategori Terampil antara lain: 1). Menampil sosok guru sebagai seseorang yang mantap dan stabil; 2). Menampilkan diri guru sebagai pribadi yang dewasa, bijaksana dan berwibawa; 3). bangga menjadi guru dan percaya diri; 4). bijaksana dan mulia. The purpose of this study was to determine the personality competencies of math teachers at Madrasah Tsanawiyah. This study uses a quantitative descriptive research method. The subjects of this study were mathematics teachers and students at Tanah Kampung Madrasah Tsanawiyah. Methods of data collection using questionnaires and interviews to obtain information. Based on the results of the analysis it is known that the mathematics teacher at Madsarsah Tsanawiyah Tanah Kampung is included in the Skilled category with an average teacher personality competency questionnaire score of 51.2. There are several aspects included in the Skilled category, including: 1). Showing the figure of the teacher as someone who is steady and stable; 2). Presenting the teacher as a mature, wise, and authoritative person; 3). proud to be a teacher and confident; 4). wise and noble.
Pembelajaran CORE Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Taruna Terpadu Bogor
Aprilia, Indah Silvana;
Diana, Hafsah Adha
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/plusminus.v3i1.1225
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran CORE terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Berdasarkan observasi siswa masih mengerjakan soal dengan bentuk soal rutin sehingga kemampuan berpikir kritis siswa masih belum terlihat dengan jelas. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran CORE untuk melihat pengaruh terhadap kemampuan beripikir kritis matematis siswa. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan uji Mann Whitney untuk melihat apakah ada pengaruh model pembelajaran CORE terhadap kemampuan berpikir matematis siswa. Populasi penelitian ini merupakan siswa SMP di Bogor dengan siswa kelas VII di SMP Taruna Tepadu dimana populasi tersebut tidak berdistribusi normal dan homogen. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah analisis regresi sederhana dengan menggunakan sampel 2 kelas. Instrumen tes penelitian ini adalah tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada materi perbandingan senilai dan berbalik nilai. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa tidak terdapat pengaruh model pembelajaran CORE terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. The purpose of this study was to determine the effect of the CORE learning model on students' mathematical critical thinking skills. Based on observations, students are still working on questions in the form of routine questions so that students' critical thinking skills are still not clearly visible. This study uses the CORE learning model to see the effect on students' mathematical critical thinking abilities. The method used in this study is an experimental method using the Mann Whitney test to see whether there is an effect of the CORE learning model on students' mathematical thinking abilities. The population of this study was junior high school students in Bogor with class VII students at Taruna Tepadu Middle School where the population was not normally distributed and homogeneous. The type of research to be carried out is simple regression analysis using 2 class VII samples. The test instrument for this research was a test of students' mathematical critical thinking skills in material comparisons of value and value turning. Based on the results of the study it was found that there was no influence of the CORE learning model on students' mathematical critical thinking abilities.
Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Garis Singgung Lingkaran
Elyana, Dian;
Astutiningtyas, Erika Laras;
Susanto, Herry Agus
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/plusminus.v3i1.1226
Garis singgung lingkaran merupakan salah satu materi dimana siswa banyak melakukan kesalahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan dalam menyelesaikan soal pada pokok bahasan garis singgung lingkaran dan faktor-faktor yang menyebabkannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subyek penelitian yaitu 29 siswa kelas VIII B pada salah satu SMP Negeri di Ngargoyoso. Teknik pengumpulan data diambil dari hasil tes dan wawancara terhadap siswa. Data dianalisis dengan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan tiga jenis kesalahan dalam menyelesaikan soal pada pokok bahasan garis singgung lingkaran yaitu kesalahan konsep, kesalahan prinsip, dan kesalahan operasi. Kesalahan-kesalahan tersebut diakibatkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal seperti rendahnya kemampuan pemahaman, dan faktor eksternal seperti kurangnya konsentrasi. Kesalahan yang terjadi beserta penyebabnya dapat lebih diperhatikan oleh guru untuk meningkatkan penguasaan materi garis singgung lingkaran. The tangent to the circle is one of the materials in which students make many mistakes. The purpose of this research is to find out the types of errors in solving problems on the subject of circle tangents and the factors that cause them. This research is a qualitative descriptive study with research subjects namely 29 students of class VIII B at one of the State Middle Schools in Ngargoyoso. Data collection techniques were taken from the results of tests and interviews with students. Data were analyzed by data triangulation. The results showed that there were three types of errors in solving questions on the topic of tangent lines, namely conceptual errors, principal errors, and operational errors. These errors are caused by two factors, namely internal factors such as low understanding ability, and external factors such as lack of concentration. Errors that occur and their causes can be paid more attention to by the teacher to improve mastery of the tangent to a circle material.
Kemampuan Penalaran Proporsional pada Materi Perbandingan
Puspita, Tita;
Muzdalipah, Ipah;
Nurhayati, Elis
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/plusminus.v3i1.1227
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran proporsional peserta didik serta kesulitan yang dihadapi peserta didik dalam menyelesaikan soal pada materi perbandingan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan metode eksplorasi dengan pengambilan data menggunakan think aloud. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes kemampuan penalaran proporsional dan wawancara tidak terstruktur. Subjek penelitian ini merupakan peserta didik kelas IX A SMP Negeri 2 Teluk Gelam Palembang. Penentuan subjek berdasarkan hasil pengerjaan soal tes peserta didik yang memenuhi 4 indikator kemampuan penalaran proporsional peserta didik terlepas dari jawaban benar atau salah, serta mampu memberikan informasi yang jelas sekaitan pengerjaan soal tes. Teknik analisis data yaitu meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian menggunakan think aloud disimpulkan bahwa terdapat dua peserta didik yang mampu mengerjakan soal tes dan mampu memenuhi empat indikator kemampuan penalaran proporsional terlepas dari jawaban benar atau salah. This study aims to analyze the proportional reasoning abilities of students and the difficulties faced by students in solving problems on comparative material. This research includes qualitative research with exploratory methods with data collection using think aloud. Data collection techniques used in the form of proportional reasoning ability tests and unstructured interviews. The subjects of this study were students of class IX A of SMP Negeri 2 Teluk Gelam Palembang. Subject determination is based on the results of students' test questions that meet 4 indicators of students' proportional reasoning abilities regardless of right or wrong answers, and are able to provide clear information regarding test questions. Data analysis techniques include data reduction, data presentation and conclusion drawing. From the results of the study using think aloud, it was concluded that there were two students who were able to work on the test questions and were able to meet the four indicators of proportional reasoning ability regardless of right or wrong answers.
Kemampuan Penalaran Proporsional menurut Langrall dan Swafford pada Siswa Sekolah Menengah Pertama
Mujib, Abdul;
Sulistiana, Eka
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/plusminus.v3i1.1228
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui level kemampuan penalaran proporsional siswa dalam menyelesaikan soal pecahan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII- Hasan di MTs Al-Ittihadiyah Medan yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data yaitu tes tertulis dan wawancara. Teknik analisis data yaitu tahapan reduksi, penyajian data, dan uji validitas data (triangulasi). Hasil analisis data menunjukkan siswa yang memiliki penalaran di level 0 belum mampu menggunakan penalaran proporsional, level 1 siswa hanya dapat menggunakan gambar atau membuat model yang sesuai dengan permasalahan yang diberikan, level 2 siswa dapat menarik kesimpulan dan memberikan alasan terhadap kebenaran solusi, dan level 3 siswa sudah mampu menyelesaikan permasalahan matematika dengan menggunakan indikator yang tepat. The purpose of this study was to determine the level of students' proportional reasoning ability in solving fraction problems. The research method used is descriptive qualitative. The subjects in this study were 30 students of class VII-Hasan at MTs Al-Ittihadiyah Medan. Data collection techniques are written tests and interviews. The data analysis technique is the reduction stage, data presentation, and data validity test (triangulation). The results of data analysis show that students who have reasoning at level 0 have not been able to use proportional reasoning, level 1 students can only use pictures or create models that are appropriate to the problems given, level 2 students can draw conclusions and provide reasons for the correctness of the solution, and level 3 students can solve math problems using appropriate indicators.