cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
esafarmasia@esaunggul.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul Jalan Arjuna Utara No 9 Kebon Jeruk Jakarta 11510 Telp : 021 5674223 ext 266
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Archives Pharmacia
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 26556073     EISSN : 27977145     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Archives Pharmacia mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu-ilmu farmasi mencakup Farmasetika dan Teknologi Formulasi, Farmakologi dan Toksikologi, Biologi Farmasi, Kimia Farmasi, Farmasi Fisika, Neutrasetikal, Manajemen Farmasi, dan Farmasi Klinis. Diterbitkan setiap 2 (dua) kali dalam satu tahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 80 Documents
Isolasi dan Uji Aktivitas Antimikroba Kapang Endofit dari Daun dan Batang Tanaman Jambu Bol (Syzygium malaccense) Terhadap Staphylococcus epidermidis, Escherichia coli dan Candida albicans Putri, Silpiyani; Abna, Inherni Marti; Utami, Tyas Putri
Archives Pharmacia Vol 6, No 1 (2024): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v6i1.7602

Abstract

Kapang endofit merupakan mikroba yang hidup pada jaringan tanaman dan tidak membahayakan inangnya. Kapang endofit dapat menghasilkan suatu senyawa bioaktif yang dapat digunakan sebagai senyawa antimikroba, antioksidan, antidiabetik dan antikanker. Tanaman Jambu Bol merupakan salah satu tanaman yang memiliki komponen bioaktif yang banyak digunakan sebagai obat tradisional untuk berbagai penyakit. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan isolat kapang endofit dari daun dan batang tanaman jambu bol dan mengetahui aktivitasnya sebagai antimikroba terhadap Staphylococcus epidermidis, Escherichia coli dan Candida albicans. Sebanyak 6 isolat yang menunjukkan potensi antimikroba difermentasi secara goyang pada suhu kamar selama 5 hari dengan kecepatan agitasi 150 rpm. Produk metabolit sekunder kemudian diuji aktivitas antimikrobanya dengan metoda difusi agar (Kirby-Bauer) cara sumuran. Hasil uji aktivitas antimikroba yang diperoleh yaitu Isolat Db2-Pt dapat menghambat Escherichia coli dan Candida albicans. Isolat Dc1-Pt dapat menghambat Staphylococcus epidermidis dan Escherichia coli. Isolat Dc2-Pt dapat menghambat Candida albicans. Isolat Bb1-Pt dapat menghambat Staphylococcus epidermidis. Isolat Bc1-Pt dapat menghambat Escherichia coli. Isolat Bb2P-Pt dapat menghambat Staphylococcus epidermidis dan Candida albicans. Kapang endofit yang dihasilkan dari tanaman jambu bol memiliki aktivitas antimikroba terhadap Staphylococcus epidermidis, Escherichia coli dan Candida albicans dengan kekuatan daya antimikroba sedang dengan diameter zona hambat antara 5 mm sampai 10 mm.
Formulasi Pasta Gigi Herbal Ekstrak Etanol Daun Rosemary (Rosmarinus officinalis Linn.) Yanti Eff, Aprilita Rina; Ramadhani, Rizki Dwi; Hurit, Hermanus Ehe
Archives Pharmacia Vol 6, No 1 (2024): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v6i1.7462

Abstract

Kesehatan mulut dan gigi tidak kalah pentingnya dengan kesehatan bagian tubuh yang lainnya karena mulut dan gigi merupakan bagian penting dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Salah satu bahan alam yang ada di sekitar yang memiliki manfaat dalam bidang kesehatan mulut adalah daun rosemary (Rosmarinus officinalis Linn.). Rosmarinus officinalis Linn. merupakan salah satu spesies dari famili Lamiaceae yang kaya akan senyawa fenolik. Daun rosemary dapat digunakan untuk mengobati gangguan pada gigi seperti plak pada gigi. Penelitian ini bertujuan mendapatkan formulasi pasta gigi herbal ekstrak etanol daun rosemary yang sesuai dengan persyaratan sediaan pasta gigi. Penelitian ini menggunakan 3 formula ekstrak dengan variasi konsentrasi,  yaitu formula I, II dan III masing-masing dengan konsentarsi 15%, 20%, dan 25%. Selanjutnya dilakukan uji sifat fisik sediaan pasta gigi hasil formulasi. Hasil uji sifat fisik  menunjukkan bahwa ketiga formula tersebut memenuhi persyaratan dan sesuai standar sediaan pasta gigi berdasarkan parameter organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, stabilitas dipercepat, dan daya busa.  Berdasarkan hasil uji sifat fisik sediaan pasta gigi herbal, ekstrak etanol 15%, 20%, dan 25% dapat diformulasikan menjadi pasta gigi herbal yang memenuhi persyaratan sediaan pasta gigi. 
Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Masker Clay Ekstrak Daun Kapuk Randu (Ceiba pentandra(l.)Gaertn) Pradana, Reinaldo; Mahfud, Ahmad; Pertiwi, Ratih Dyah; Ghozaly, Muchammad Reza
Archives Pharmacia Vol 7, No 1 (2025): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v7i1.9114

Abstract

Penggunaan kosmetik saat ini bukan hanya untuk meningkatkan estetika saja tetapi juga untuk menjaga kesehatan kulit. Masker clay adalah salah satu kosmetik yang memiliki sifat pembersihan dan pengontrol minyaknya serta dapat dikombinasikan dengan bahan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan masker clay yang mengandung ekstrak daun Kapuk Randu (Ceiba pentandra (L) Gaertn.) dan mengevaluasi stabilitas fisiknya. Masker clay diformulasikan dengan ekstrak etanol daun Kapuk Randu  pada konsentrasi yang berbeda mulai dari 3%, 6%, dan 9%, serta eksipien seperti bentonit, kaolin, xanthan gum, gliserin, titanium dioksida, nipagin, dan natrium lauril sulfat. Karakterisasi masker clay dinilai melalui pengujian organoleptik, pengukuran viskositas, pengujian pH, pengujian homogenitas, pengujian daya sebar, evaluasi waktu pengeringan, dan pengujian stabilitas (uji cycling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Kapuk Randu pada konsentrasi 3%, 6%, dan 9% dapat berhasil diformulasikan menjadi masker clay. Uji stabilitas fisik menunjukkan bahwa formulasi masker clay menunjukkan stabilitas yang baik. Tidak ada perubahan signifikan dalam hal sifat organoleptik, pH, homogenitas, waktu pengeringan, daya sebar, dan viskositas
Uji Disolusi Terbanding Tablet Pirazinamide Produk Generik Berlogo dan Produk Bermerek Fajriani, Nuzul; Asarini, Asarini
Archives Pharmacia Vol 7, No 1 (2025): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v7i1.9113

Abstract

Pirazinamide adalah obat suatu obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati tuberkulosis. Sediaan Pirazinamide dalam bentuk tablet termasuk ke dalam Biopharmaceuticals Classification System (BCS) kelas III. Obat yang tergolong ke dalam BCS kelas III memiliki kelarutan tinggi, namun memiliki permeabilitas yang rendah. Disolusi merupakan proses dimana zat kimia atau obat, larut dalam suatu pelarut. Faktor yang mempengaruhi disolusi diantaranya adalah sifat fisikokimia zat aktif, formulasi sediaan, bentuk sediaan, alat disolusi, dan parameter uji. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ekivalensi in vitro dan perbandingan mutu dari tablet produk obat generik berlogo dan produk bermerek menggunakan media disolusi berupa larutan dapar fosfat pH 6,8 dengan metode paddle (dayung) dengan kecepatan pengadukan 100 rpm, pada suhu 370C ± 0,50C. Sampel cuplikan diambil pada menit ke 5, 10, 15, 20, 30 dan 45. Parameter uji yang diamati adalah kadar obat terlarut pada saat t=45 menit (C45) dengan parameter standar baku C45 menunjukkan hasil tidak boleh kurang dari 75% kadar obat. Hasil penelitian didapatkan bahwa disolusi tablet pirazinamide masing-masing produk baik obat generik berlogo maupun produk bermerek menunjukkan gambaran profil disolusi yang berbeda. Dari 7 sampel diperoleh 3 produk paten dan 2 produk generik semuanya menunjukkan hasil disolusi dengan nilai C45 yang memenuhi syarat (³75)
PENGARUH PELARUT TERHADAP KADAR TOTAL FENOL DAN FLAVONOID DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK TANAMAN SARANG SEMUT (Myrmecodia erinaceae Becc.) Rahayu, M.Farm., Apt., Dr. Sri Teguh; Pratiwi, Anisa Aulia; Harizal, Harizal; Utami, Tyas Putri
Archives Pharmacia Vol 7, No 1 (2025): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v7i1.9110

Abstract

Tanaman sarang semut (Myrmecodia erinaceae Becc.) merupakan tanaman herbal asli Papua yang diketahui mengandung fenol, flavonoid dan tanin. Penelitian ini bertujuan menguji total fenol, total flavanoid dan aktivitas antioksidan senyawa ekstrak etanol 80%, fraksi air, fraksi etil asetat, fraksi n- butanol, fraksi n- heksana tanaman sarang semut yang berasal dari Wamena Timika Papua. Tanaman sarang semut (Myrmecodia erinaceae Becc.) diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 80% kemudian difraksi menggunakan etil asetat, n-heksan dan n-butanol. Hasil ekstrak dan fraksi kemudian diuji kandungan total fenol, kandungan total flavanoid dan aktivitas antioksidan. Hasil pengujian menunjukan hasil total fenol pada ekstrak etanol 80%, fraksi air, fraksi etil asetat, fraksi n-butanol, fraksi n-heksan yaitu berturut – turut sebesar 809,27 ± 17,52 mg GAE/g, 704,79 ± 8,07 mg GAE/g, 726,24 ± 35,76 mg GAE/g, 586,68 ± 33,70 mg GAE/g, 254,49 ± 36,97 mg GAE/g. Pengujian terhadap kandungan total flavanoid dengan menggunakan pereaksi AlCl3. Hasil pengujian menunjukan hasil total flavanoid pada ekstrak etanol 80%, fraksi air, fraksi etil asetat, fraksi n-butanol, fraksi n-heksan yaitu sebesar 109,28 ± 2,53 mg QE/g, 93,36 ± 6,81 mg QE/g, 68,22 ± 1,32 mg QE/g, 78,83 ± 4,16 mg QE/g, 16,04 ± 0,25 mg QE/g. Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dengan pembanding vitamin C. Aktivitas antioksidan diperoleh IC50 ekstrak etanol 80%, fraksi air, fraksi etil asetat, fraksi n- butanol, fraksi n- heksana dan vitamin C berturut-turut sebesar 6,589 ppm, 14,109 ppm, 14,947 ppm, 10,742 ppm, 66,412 ppm dan 14,932 ppm. Berdasarkan hasil IC50, ekstrak etanol 80% tanaman sarang semut menunjukkan aktivitas antioksidan sangat kuat
Pengaruh Penambahan Asam Kandis (Garcinia xanthochymus) terhadap Kadar Asam Oksalat pada Air Rebusan Daun Bayam (Amaranthus hybridus L.) Sarina, Gemmy; Chandra, Boy; Delvyani, Delvyani
Archives Pharmacia Vol 7, No 1 (2025): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v7i1.9109

Abstract

Bayam hijau (Amaranthus hybridus L.) merupakan sayuran yang mengandung asam oksalat, yaitu senyawa yang dapat berikatan dengan kalsium dalam tubuh dan membentuk kristal kalsium oksalat yang berpotensi mengganggu fungsi ginjal. Penelitian ini menganalisis perbedaan kadar asam oksalat dalam air rebusan daun bayam yang didiamkan pada suhu ruang dengan variasi durasi serta mengkaji pengaruh penambahan asam kandis (Garcinia xanthochymus) menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan kadar asam oksalat dalam air rebusan daun bayam tanpa asam kandis meningkat seiring waktu: 9,87 mg/kg (0 jam); 15,05 mg/kg (1 jam); 21,15 mg/kg (2 jam); 26,45 mg/kg (3 jam); dan 30,03 mg/kg (4 jam). Pada air rebusan dengan asam kandis, kadar asam oksalat juga meningkat, yaitu: 20,17 mg/kg (0 jam); 25,30 mg/kg (1 jam); 30,54 mg/kg (2 jam); 35,49 mg/kg (3 jam); dan 39,00 mg/kg (4 jam). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kadar asam oksalat pada air rebusan daun bayam meningkat seiring waktu pendiaman, baik pada sampel tanpa maupun dengan asam kandis. Selain itu, penambahan asam kandis justru menghasilkan kadar asam oksalat yang lebih tinggi dibandingkan dengan sampel tanpa asam kandis pada setiap variasi durasi pendiaman.
Pengaruh Penggerusan Tablet Amoksisilin: Pengujian Stabilitas Fisik dan Efektivitas terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Indrati, Oktavia
Archives Pharmacia Vol 7, No 1 (2025): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v7i1.9099

Abstract

Amoksisilin yang mengandung gugus fungsi betalaktam sering diberikan dalam bentuk serbuk/ puyer yang diperoleh dengan menggerus tablet agar mudah ditelan oleh anak-anak. Perubahan bentuk tablet amoksisilin menjadi serbuk dan penyimpanan selama 10 hari dapat berpengaruh terhadap stabilitas dan efektivitas obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui stabilitas fisik dan efektivitas amoksisilin terhadap bakteri S. aureus dan E. coli dalam bentuk tablet yang dihancurkan. Penelitian ini meliputi penilaian stabilitas fisik serbuk amoksisilin dengan mengamati karakteristik organoleptis dan menentukan kadar air selama 10 hari penyimpanan. Selain itu, efektivitas serbuk amoksisilin terhadap S. aureus dan E. coli diuji dengan menggunakan metode Kirby-Bauer pada hari ke-1, 3, 6, 8, dan 10. Setelah penyimpanan 10 hari, puyer tidak menunjukkan perubahan stabilitas fisik, berbentuk serbuk kristal putih dengan aroma khas amoksisilin, dengan rata-rata kadar air 11,27 ± 0,06%. Uji efektivitas menunjukkan efek penghambatan yang kuat terhadap S. aureus ATCC 6598, dengan sedikit penurunan diameter zona hambat dari 45 mm pada hari pertama menjadi 42,13 mm pada hari ke-10. Namun, puyer amoksisilin tidak menunjukkan efek penghambatan terhadap E. coli ATCC 35218 mulai dari awal penyimpanan. Penelitian ini menunjukkan bahwa serbuk dari tablet amoksisilin yang digerus menunjukkan stabilitas fisik yang baik dan masih efektif terhadap S. aureus setelah disimpan selama 10 hari.
Hubungan Antara Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Dengan Tekanan Darah Pasien Di Puskesmas Kota Semarang FATIHA, CHILMIA NURUL
Archives Pharmacia Vol 7, No 1 (2025): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v7i1.9046

Abstract

Evaluasi Peresepan Obat berdasarkan Metode WHO/INRUD: Studi Potong Lintang pada Klinik Pratama di Yogyakarta Prasetyo, Yacobus Christian; Lestari, Dewi; Ignatya, Ratma Inggrid; Panjaitan, Ambar Gita Soraya; Panjaitan, Elvira Ruth Mahardika
Archives Pharmacia Vol 7, No 1 (2025): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v7i1.9040

Abstract

Penggunaan obat yang rasional memungkinkan pasien mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan kebutuhannya seperti dosis dan waktu pengobatan yang tepat, serta biaya yang paling rendah. Indikator peresepan obat WHO/INRUD dan Index of Rational Drug Prescribing adalah metode yang bermanfaat untuk mengukur penggunaan obat berdasarkan beberapa komponen peresepan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi peresepan obat di sebuah klinik swasta non-profit di Yogyakarta berdasarkan indikator peresepan obat dan IRDP. Penelitian ini adalah observasional, potong lintang, retrospektif yang dilaksanakan di sebuah klinik pratama di Yogyakarta. Diteliti 355 resep obat yang sesuai kriteria inklusi dan tidak tereksklusi. Resep obat dianalisis secara deskriptif menggunakan indikator peresepan obat WHO/INRUD dan dilanjutkan dengan IRDP. Ditemukan rata-rata jumlah obat diresepkan per kunjungan adalah 3,1 ± 1. Persentase peresepan nama generik (74,7%) dan kunjungan dengan injeksi (0,3%). Persentase kunjungan dengan antibiotik adalah 35,2%. Persentase obat pada formularium setempat adalah 99,9%, mendekati nilai rujukan. Nilai indeks non-polifarmasi (0,58), antibiotik rasional (0,76), dan nama generik (0,75) lebih rendah dari nilai optimal. Indeks penggunaan sesuai formularium (0,99) mendekati nilai optimal, indeks penggunaan injeksi rasional optimal (>1). Peresepan obat perlu diteliti lebih lanjut terkait peresepan banyak obat, penggunaan antibiotik, maupun peresepan dengan nama generik.
Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia Calabura L.) dan Daun Sala (Cynometra Ramiflora L.) terhadap Escherichia Coli dengan Metode Difusi Cakram Kirby-Bauer Prabowo, Fatika Puteri Rosyid; Rahmatillah, Annie
Archives Pharmacia Vol 7, No 1 (2025): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v7i1.8970

Abstract

Daun kersen dan daun sala merupakan tumbuhan yang memiliki kemampuan untuk menghambat beberapa pertumbuhan bakteri karena beberapa senyawa yang terkandung seperti alkaloid, flavonoid, dan saponin. Escherichia coli (E. coli) merupakan salah bakteri penyebab beberapa infeksi seperti infeksi saluran kemih, pneumonia, bakteremia, dan peritonitis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi daun kersen dan daun sala terhadap pertumbuhan E.coli. Penelitian ini menggunakan metode disc diffusion. Perbandingan ekstrak daun kersen dan sala yang digunakan adalah 25:50, 50:50, dan 75:25. Kombinasi ini akan dibandingkan dengan aktivitas antibakteri masing-masing ekstrak. Kombinasi pada kedua ekstrak memiliki aktivitas antibakteri namun tidak lebih tinggi dari masing-masing ekstrak. Hal ini dapat dimungkinkan karena adanya efek antagonis pada kedua kombinasi ekstrak tersebut.