cover
Contact Name
Jufriadif Na`am
Contact Email
judikatif@upiyptk.ac.id
Phone
+6287895670026
Journal Mail Official
judikatif@upiyptk.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Putra Indonesia YPTK Padang Jl. Raya Lubuk Begalung Padang-25221
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif
ISSN : 27459454     EISSN : 27459454     DOI : 10.35134/judikatif
The Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif publishes papers on visual communication and image representation, with emphasis on novel technologies and theoretical work in this multidisciplinary area of pure and applied research. The field of visual communication and image representation is considered in its broadest sense and covers both digital and analog aspects as well as processing and communication in biological visual systems.
Articles 102 Documents
Perancangan Film Dokumenter Lapik Pandan gustiawan, anggi; Riki Iskandar
Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Vol. 6 No. 1 (2024): Vol. 6 (2024) No. 1
Publisher : fakultas Desain Koomunikasi visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/judikatif.v6i1.203

Abstract

Film dokumenter "Lapik Pandan" berfokus pada kehidupan dan budaya masyarakat Desa Koto Dian di Kota Sungai Penuh. Dokumenter ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendokumentasikan tradisi serta nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi di desa tersebut. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, film ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif dan wawancara mendalam. Observasi partisipatif memungkinkan pembuat film untuk terlibat langsung dalam aktivitas sehari-hari masyarakat, sehingga dapat menangkap nuansa dan detail budaya yang autentik. Sementara itu, wawancara mendalam dengan tokoh-tokoh masyarakat, seperti pemuka adat, seniman lokal, dan warga desa, memberikan perspektif yang kaya dan mendalam tentang pentingnya tradisi Lapik Pandan dalam kehidupan mereka. Metode perancangan film dokumenter ini dilaksanakan dalam tiga tahap utama, yakni tahap Pra Produksi, Produksi, dan Pasca Produksi. Tahap Pra Produksi mencakup penentuan tema musik, penulisan sinopsis, dan pengembangan naskah. Musik dipilih untuk mendukung narasi dan suasana dengan fokus pada instrumen tradisional yang mencerminkan budaya lokal. Sinopsis memberikan gambaran umum tentang alur cerita, sementara naskah berfungsi sebagai kerangka kerja dalam pengambilan gambar dan memastikan semua elemen penting tercakup. Pada tahap Produksi, tim merekam kegiatan sehari-hari masyarakat, upacara adat, dan wawancara dengan tokoh-tokoh penting di Desa Koto Dian, mempertimbangkan pencahayaan alami dan suara lingkungan untuk menjaga keaslian. Tahap Pasca Produksi melibatkan proses editing untuk menyusun gambar dan suara menjadi narasi yang kohesif, menambahkan musik, narasi suara, dan efek suara yang diperlukan. Film ditinjau ulang untuk memastikan kualitas akhir sesuai dengan visi kreatif. Hasil dari metode ini diharapkan menghasilkan dokumenter yang informatif dan inspiratif, memperlihatkan keunikan dan kekayaan budaya Desa Koto Dian kepada audiens yang lebih luas.
Analisis Desain Visual dalam Penerapan Gaya Hidup Frugal Living Pavita, Syandana; Elizabeth Susanti
Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Vol. 6 No. 2 (2024): Vol. 6 (2024) No. 2
Publisher : fakultas Desain Koomunikasi visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/judikatif.v6i2.166

Abstract

Frugal living adalah suatu gaya hidup bijak dalam mengatur keuangan, prioritas kebutuhan hidup. Frugal living membuat orang tidak tak terkendali dengan tawaran pusat perbelanjaan yang menawarkan gaya hidup fast fashion.  Saat ini gaya hidup frugal living atau biasa disebut sebagai gaya hidup hemat telah menjadi sebuah alternatif trend yang diperbincangkan di berbagai media online bagi sebagian besar masyarakat terutama bagi kalangan anak muda. Gaya hidup hemat tidak sama dengan pelit, sehingga untuk membentuk sebuah persepsi positif yang dapat menarik perhatikan masyarakat, diperlukan kesan dalam bentuk desain visual dengan elemen-elemen desain yang sesuai dengan gaya hidup frugal living. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tampilan desain visual pada sebuah konten YouTube yang membahas mengenai gaya hidup frugal living. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisis beberapa studi kasus mengenai penerapan desain visual pada gaya hidup frugal living, agar diperoleh suatu kerangka panduan desain dalam menciptakan kesan frugal living yang positif, sehingga tren frugal living menjadi suatu kesan yang menarik minat dan diikuti oleh masyarakat. Kebaruan dari artikel ini adalah mendapatkan sebuah pemahaman yang baru mengenai bagaimana cara menghasilkan sebuah desain visual yang sesuai dengan penerapan gaya hidup frugal living. Harapannya akan tercipta sebuah landasan yang kokoh untuk membantu para desainer merancang suatu desain visual dengan pesan yang efektif agar dapat membentuk persepsi dan perilaku positif masyarakat di era post-modern yang cukup rumit ini.
Mise En Scene Sinematografi dalam Film Horor Remake Berjudul Suzzanna: Malam Jumat Kliwon Eko Prasetyo, Martinus; Sanjaya, William
Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Vol. 6 No. 2 (2024): Vol. 6 (2024) No. 2
Publisher : fakultas Desain Koomunikasi visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/judikatif.v6i2.168

Abstract

Film ber-genre horor di Indonesia merupakan salah satu yang populer dan mendapatkan tempatnya dihati para penikmat film Indonesia, sayangnya belum banyak penelitian yang membahas tentang film horor secara Mise en Scène di Indonesia. Film berjudul Suzzanna: Malam Jumat Kliwon merupakan film horor Indonesia yang telah melegenda sejak 1986, dan diproduksi ulang di tahun 2023 disutradarai Guntur Soeharjanto merupakan film horor yang menarik secara pengambilan visual dan terlihat berbeda daripada film horor pada umumnya. Hal ini menjadi alasan peneliti untuk mengetahui tampilan visual apa saja yang berbeda didalamnya. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif, Mise en Scène digunakan dalam sinematografi remake film horor berjudul "Suzzanna: Night of Jumat Kliwon". Analisis konten dilakukan dengan melihat elemen Mise en Scène seperti pencahayaan, latar belakang, properti, kostum, gerakan kamera, dan komposisi visual dalam film. Perubahan dalam penyampaian atmosfer dan emosi, dan adaptasi terhadap kebutuhan dan keinginan penonton kontemporer adalah beberapa penemuan utama, penelitian ini menghasilkan bagaimana pergerakan kamera dapat dikombinasikan dengan komposisi the rule of thirds dalam mencapai sebuah dramatisasi cerita horor yang ingin disampaikan.
Practices and Strategies of a Food Photographer as The New Petite Bourgeoisie in Digital Era rihi, samuel
Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Vol. 6 No. 2 (2024): Vol. 6 (2024) No. 2
Publisher : fakultas Desain Koomunikasi visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/judikatif.v6i2.174

Abstract

The development of digital media helps in the learning process, starting from seeing various food photo references on digital media platforms. Digital media makes it easier to learn food photography by self-taught until finally being a food photographers who are then ready to fight in the arena of food photography. This research aims to explore the practices and strategies carried out by food photographers to continue to exist in the realm of food photography in the era of digital media. The research method used is virtual ethnography, helped to observed the space for food photographers on Instagram. This research borrows a set of Bourdieu's theories related to the existence of the petite bourgeoisie and its journey to become the new petite bourgeoisie The era of digital media helped the existence of petite bourgeoisie from self-taught learning as well as food photographers. Photographs in the digital age provide petite bourgeois character, from self-taught learning related to food photography by Pinterest, TikTok, Instagram and YouTube. Every food photographer accumulates their capital to continue to move up in these levels in the food photography arena, namely by following the workshop or certification, doing various collaborations with clients, and then posting on social media, becoming a symbolic sign of their capital ownership. Food photographer have a tendency to always look aesthetic in everyday life. Food photography as an industry in the era of digital media and have working logic for the existence of a large number of viewers and likes, don’t become unpaid workers.
Perancangan Desain Karakter untuk Animasi 2D “Galendo” sebagai Media Promosi Makanan Tradisional Kabupaten Ciamis Taufik Afif, Riky; Riza, M Wahyu; Maulana, Muhamad Difa
Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Vol. 6 No. 2 (2024): Vol. 6 (2024) No. 2
Publisher : fakultas Desain Koomunikasi visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/judikatif.v6i2.181

Abstract

Animasi 2D telah menjadi salah satu media promosi yang efektif dalam memperkenalkan dan mempromosikan produk atau layanan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang karakter desain untuk animasi 2D Galendo yang dapat digunakan sebagai media promosi Galendo makanan tradisional Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen berkaitan dengan Galendo Makanan Tradisional. Kemudian, data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter desain yang tepat dapat mempengaruhi tingkat daya tarik dan efektivitas promosi. Dalam hal ini, karakter desain harus memperhatikan beberapa aspek, termasuk konsistensi dengan merek, kesesuaian dengan target audiens, kreativitas, dan daya ingat yang kuat. Dalam kesimpulannya, perancangan karakter desain untuk animasi 2D sebagai media promosi Galendo Makanan Tradisional Kabupaten Ciamis harus memperhatikan konsistensi merek, kesesuaian target audiens, kreativitas, dan daya ingat yang kuat. Dengan merancang karakter desain yang tepat, Galendo Makanan Tradisional dapat meningkatkan efektivitas promosi dan mencapai tujuan pemasaran.
Perancangan Buku Ilustrasi Sejarah Delapan Belas Prasasti Adityawarman Januar; M. Sayuti; Robby Usman
Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Vol. 6 No. 2 (2024): Vol. 6 (2024) No. 2
Publisher : fakultas Desain Koomunikasi visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/judikatif.v6i2.238

Abstract

Prasasti Adityawarman merupakan peninggalan sejarah penting yang mencerminkan perjalanan pemerintahan Adityawarman di Sumatra Barat pada abad ke-14. Namun, informasi mengenai prasasti ini masih tersebar dalam berbagai sumber akademik dan kurang dikenal oleh masyarakat luas, terutama generasi muda. Fenomena ini menunjukkan bahwa diperlukan sebuah media yang dapat menyajikan sejarah prasasti secara lebih menarik dan mudah dipahami. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang buku ilustrasi yang mendokumentasikan sejarah delapan belas prasasti Adityawarman dengan pendekatan visual yang informatif dan edukatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Design Thinking, yang mencakup tahap eksplorasi untuk mengumpulkan data, konseptualisasi untuk mengembangkan sketsa awal dan konsep visual, eksekusi dalam pembuatan ilustrasi serta desain buku, dan evaluasi untuk menguji efektivitas buku ilustrasi terhadap audiens target. Hasil akhir dari penelitian ini adalah buku ilustrasi yang menggabungkan elemen visual dan naratif guna mempermudah pemahaman terhadap sejarah prasasti tersebut. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi media edukatif yang menarik dan efektif dalam memperkenalkan warisan budaya kepada masyarakat serta meningkatkan apresiasi terhadap sejarah lokal.
Design of Covid-19 Vaccination Education Social Campaign in Padang City in Motion Graphic M. Sayuti; SettingsSyafira Ayunda; Riki Iskandar; Robby Usman
Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 (2025) No. 1
Publisher : fakultas Desain Koomunikasi visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/judikatif.v7i1.108

Abstract

The current COVID-19 vaccination is needed which aims to increase thebody's resistance to avoid the dangers of COVID-19. Therefore, it is important to design social education campaigns to provide an overview to the public about COVID-19 and about COVID-19 vaccination. In this design there are five materials that will be conveyed to the public using interesting and easy-to- understand information. Researched using quantitative methods including conducting observations, interviews, literature studies and documentation as well as data analysis methods using SWOT. Among them Strength (strength), Weakness (Weakness), Opportunity (opportunity) and Threat (threat). Made in motion graphic videos that are interesting and provide clear information for the public to watch. And coupled with supporting media that can help get information from the main media such as posters, X-banners, billboards, brochures, t-shirts, handsanitizers, tumblers, mugs, paper bags, wall clocks, notebooks, stickers and also one of the social media such as YouTube.
Women's Career Jacket Design: Stylish and Practical Look for Motorcyclists in Bandung Muchlis; Dea Athiyyah Khalishah; Edwin Buyung
Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 (2025) No. 1
Publisher : fakultas Desain Koomunikasi visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/judikatif.v7i1.228

Abstract

This research aims to design a career women's jacket that supports motorbike riding activities in Bandung. Using the User-Centered Design (UCD) method, this research combines observation, in-depth interviews, and questionnaires to identify user needs. Observations show problems with the comfort, protection and appearance of the jackets currently used. Interviews with career women revealed a preference for weather-resistant and comfortable materials, sleek and fashionable designs, and additional features such as practical pockets and air space. The final design incorporates weather-resistant materials, stylish cuts, and additional features for comfort and safety. This jacket is expected to support the mobility and lifestyle of career women in Bandung, combining professionalism, comfort and protection.
Logo Redesign as an Effort to Strengthen the Identity of Sanggar X Talent Dance Official Surabaya Rahmawati, Deby; Sri Wulandari; Aditya Rahman Yani
Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 (2025) No. 1
Publisher : fakultas Desain Koomunikasi visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/judikatif.v7i1.246

Abstract

The widespread access to popular culture through digital media has an impact on increasing public taste for modern art. Changes in trends that dominate various social platforms are often considered more relevant or cool compared to traditional art which may be considered old-fashioned or outdated. Therefore, interaction with traditional art is needed to educate and inspire teenagers' interest in local cultural diversity. In overcoming this challenge, a studio is needed as a place for activities that support the development of art and culture. As with dance studios in Surabaya that create dances to be performed at festivals and competitions between regions to show how diverse and dynamic dance art is. Thus, the purpose of the logo redesign on the Sanggar XTD Official Surabaya is to build and develop the image of the studio which is more consistent and professional. This effort is made by adjusting the logo design to the tastes of today's teenagers so that they are willing to be involved in dance. The research method used is a mixed method (qualitative and quantitative) based on a descriptive analysis approach. Primary data collection techniques are carried out through interviews, observations and questionnaires, while secondary data collection is through literature studies. Formulating design concepts, such as keywords , verbal concepts, visual concepts and media concepts are some important aspects that also need to be considered in making a logo. Thus, it is hoped that the logo redesign strategy will play an effective role in creating a fresher visual identity and be able to present the studio by adopting a modern design without abandoning traditional values.
Designing Character Design in the Illustrated Story Book "The Mystery of Ilange Klambi Si Besut" Wibowo, Khalaya Azizah; Masnuna; Aninditya Daniar
Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 (2025) No. 1
Publisher : fakultas Desain Koomunikasi visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/judikatif.v7i1.247

Abstract

Indonesia is rich in cultural diversity, one of which includes local theatrical arts such as Besutan from Jombang Regency. Besutan is a form of traditional folk drama that became the forerunner of Ludruk, yet it now faces challenges due to the lack of younger generations to carry it on and limited educational media to promote it. Therefore, introducing this art form, especially to elementary school children, is essential through educational, engaging, and easy-to-understand media such as illustrated storybooks. To support this effort, the Besutan performing arts are introduced through an interactive picture book specifically designed for children. In Besutan performing arts, there are four main characters involved. These characters represent cultural values while also being visually appealing due to their distinctive costumes and behaviors. The portrayal of each character is adjusted to match their personality traits and the symbolic meanings embedded in their visual elements.This study aims to develop a visual character design that embodies the cultural traits of Besutan in a way that is attractive to children. The character design process includes observing local culture, conducting interviews with Besutan performers, and studying visual traits of stage characters. The outcome supports the development of an interactive and educational storybook that effectively introduces local performing arts to children.

Page 9 of 11 | Total Record : 102