cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 55 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 55 Documents clear
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ARTICULATE STORYLINE INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN DI SDIT YAPIDH BEKASI Muhtarromah, Malichah; Arief, Zainal Abidin; Wibowo, Sigit
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.5347

Abstract

This study is development research aimed at creating interactive learning media in studying tajwid on the legal material of nun sukun and tanwin using articulate storyline software. The problem in this study is formulated as follows: how is the procedure for developing learning media, the level of feasibility and effectiveness of interactive Articulate storyline learning media at SDIT Yapidh Bekasi. The method used in this study uses the Research and Development (R&D) method with steps from the Borg and Gall and Lee and Owens models. The sample in this study consisted of 30 students of the Al-Qur'an class at SDIT Yapidh Bekasi. Data analysis in this study used the N-Gain calculation. The data in this study were taken through observation, interviews, and tests. Based on the results of data processing, it was obtained that the development of interactive articulate storyline learning media in learning the Qur'an is valid, very feasible and effective. with a validation score of material experts 97.33%, media experts 91% and learning design experts 96.92% all three are included in the very valid criteria. Based on the one to one test 97% (very feasible), small group test 100% (very feasible) and large group test 90.91% (very feasible). Based on the results of the effectiveness test, namely 0.73 (73%) high category. Thus, this learning media can be used as a learning media at SDIT Yapidh Bekasi to understand the material of tajwid nun sukun and tanwin with interactive and interesting learning. ABSTRAKPenelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan untuk menciptakan media pembelajaran interaktif dalam mempelajari tajwid materi hukum nun sukun dan tanwin dengan menggunakan software articulate storyline. Masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: bagaimana prosedur pengembangan media pembelajaran, tingkat kelayakan dan efektivitas media pembelajaran Articulate storyline interaktif di SDIT Yapidh Bekasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan Langkah-langkah dari model Borg and Gall dan Lee and Owens. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 30 siswa kelas Al-Qur’an di SDIT Yapidh Bekasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan perhitungan N-Gain. Data dalam penelitian ini diambil melalui observasi, wawancara, dan tes. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh bahwa pengembangan media pembelajaran articulate storyline interaktif pada pembelajaran Al-Qur’an adalah valid, sangat layak dan efektif dengan skor validasi ahli materi 97,33%, ahli media 91% dan ahli desain pembelajaran 96,92% ketiganya masuk kriteria sangat valid. Berdasarkan uji one to one 97% (sangat layak), uji kelompok kecil 100% (sangat layak) dan uji kelompok besar 90,91% (sangat layak). Berdasarkan hasil uji efektivitas yaitu 0,73 (73%) kategori tinggi. Dengan demikian, media pembelajaran ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran di SDIT Yapidh Bekasi untuk memahami materi tajwid nun sukun dan tanwin dengan pembelajaran yang interaktif dan menarik.
STRATEGI PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMANGKASAN RAMBUT DAN PENATAAN Rahayu, Gogik Budi; Maspiyah, Maspiyah; Pritasari, Octaverina Kecvara
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.5349

Abstract

This study aims to analyze in depth the discovery learning strategy in improving student learning outcomes, especially in hair cutting and styling materials. The method used is descriptive qualitative with a comprehensive literature study approach, collecting data from various reliable sources such as scientific journals, reference books, articles, and other related documents. Data analysis is carried out through the stages of data reduction, systematic presentation of information, and drawing in-depth qualitative conclusions. The results of the study indicate that the application of discovery learning, which places students as active subjects in the process of searching, investigating, and discovering new concepts, has proven effective in improving students' understanding and practical skills in hair cutting and styling. In the learning process, the teacher acts as a facilitator who guides and supports students through exploration and independent problem solving. The findings from the literature study confirm that this learning model is not only relevant and effective for hair beauty materials, but can also be applied to various other learning materials, with the note that it is adjusted to the characteristics and nature of the teaching materials used. Thus, discovery learning is highly recommended as a learning strategy that can significantly improve student activity and learning outcomes. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi pembelajaran discovery learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya pada materi pemangkasan rambut dan penataan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang komprehensif, mengumpulkan data dari berbagai sumber terpercaya seperti jurnal ilmiah, buku referensi, artikel, dan dokumen terkait lainnya. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian informasi secara sistematis, dan penarikan kesimpulan secara kualitatif yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan discovery learning, yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses pencarian, penyelidikan, dan penemuan konsep baru, terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman serta keterampilan praktis siswa dalam pemangkasan rambut dan penataan. Dalam proses pembelajaran, guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing dan mendukung siswa melalui eksplorasi dan pemecahan masalah secara mandiri. Temuan dari studi literatur menegaskan bahwa model pembelajaran ini tidak hanya relevan dan efektif untuk materi kecantikan rambut, tetapi juga dapat diaplikasikan pada berbagai materi pembelajaran lain, dengan catatan disesuaikan dengan karakteristik dan hakikat bahan ajar yang digunakan. Dengan demikian, discovery learning sangat direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan siswa serta hasil belajar secara signifikan.
EVALUASI PROGRAM LITERASI AL-QUR’AN UNTUK CALON PENGANTIN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL EVALUASI DISCREPANCY DI KANTOR KUA KEC. WATANG SAWITTO Sulaeman, Sulaeman; Mania, Sitti; Rasyid, Muhammad Nur Akbar
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.5350

Abstract

The Quran literacy program is one of the strategic efforts to improve understanding, reading skills, and practice of the values ??of the Quran in everyday life. This study aims to evaluate the effectiveness of the Quran literacy program implemented in formal and non-formal educational environments. The evaluation was conducted using a qualitative descriptive approach using the Discrepancy Evaluation Model evaluation model to measure the success of the program in terms of context, resources, implementation process, and results achieved. Data were collected through interviews, observations, and document analysis from students, educators, and program managers. The evaluation results showed that the Quran literacy program had a positive impact on improving the ability to read and understand the Quran, especially for early childhood and adolescent students. However, there were several obstacles, such as limited resources, lack of training for educators, and inadequate support facilities. The recommendations produced include strengthening the curriculum, ongoing training for educators, and improving supporting facilities. These findings are expected to be the basis for developing policies and improving the Quran literacy program in order to create a generation with Islamic character and noble morals. ABSTRAKProgram literasi al-Qur'an merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan membaca, dan pengamalan nilai-nilai al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program literasi al-Qur'an yang diterapkan di lingkungan pendidikan formal maupun nonformal. Evaluasi dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif menggunakan model evaluasi Model Evaluasi Discrepancy untuk mengukur keberhasilan program dari segi konteks, sumber daya, proses pelaksanaan, dan hasil yang dicapai. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen dari peserta didik, pendidik, serta pengelola program. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program literasi al-Qur'an memberikan dampak positif dalam meningkatkan kemampuan membaca dan memahami al-Qur'an, terutama pada peserta didik usia dini dan remaja. Namun, terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan bagi pendidik, serta dukungan sarana yang belum memadai. Rekomendasi yang dihasilkan mencakup penguatan kurikulum, pelatihan berkelanjutan untuk pendidik, dan peningkatan fasilitas penunjang. Temuan ini diharapkan menjadi dasar pengembangan kebijakan dan perbaikan program literasi al-Qur'an guna menciptakan generasi yang berkarakter islami dan berakhlak mulia.
PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VI Lisyalama, Amalia
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.5351

Abstract

This study aims to improve the quality of Indonesian language learning, especially in the material of listening, reading, and understanding the legend of the Komodo Princess. The Problem-Based Learning (PBL) model was chosen because it is considered capable of creating an innovative and interactive learning atmosphere, so that students can be more active in the learning process. The main focus of this study is how the application of PBL can facilitate the development of critical thinking skills, collaborative, and creativity of students in understanding the legend. The method used in this study is Classroom Action Research (CAR) which is carried out in several cycles until the success indicator is achieved. The study involved 9 sixth grade students of SD Negeri 002 Tanjung Perangat as research subjects. Each learning cycle applies PBL steps that are integrated with innovative and interactive elements, and are adjusted to class dynamics and student characteristics. All stages of learning are evaluated through formative and summative assessments to determine the development of students' understanding and analytical skills towards the legend of the Komodo Princess. Based on the results of the study, there was a significant increase in the category of learning outcomes and student activity from pre-cycle to cycle II, where the percentage of students in the "High" category increased from 22.22% to 83.33%, while the "Low" and "Very Low" categories decreased to 0%. This shows that the implementation of learning actions carried out is able to improve learning outcomes and student activity effectively. Students become more active in discussions, expressing opinions, and are able to provide creative interpretations of legendary stories. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi menyimak, membaca, dan memahami legenda Putri Komodo. Model Problem-Based Learning (PBL) dipilih karena dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang inovatif dan interaktif, sehingga siswa dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana penerapan PBL dapat memfasilitasi pengembangan kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, serta kreativitas siswa dalam memahami cerita legenda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR) yang dilaksanakan dalam beberapa siklus hingga indikator keberhasilan tercapai. Penelitian melibatkan 9 siswa kelas VI SD Negeri 002 Tanjung Perangat sebagai subjek penelitian. Setiap siklus pembelajaran menerapkan langkah-langkah PBL yang terintegrasi dengan unsur inovatif dan interaktif, serta disesuaikan dengan dinamika kelas dan karakteristik siswa. Seluruh tahapan pembelajaran dievaluasi melalui asesmen formatif dan sumatif untuk mengetahui perkembangan pemahaman dan kemampuan analisis siswa terhadap legenda Putri Komodo. Berdasarkan hasil penelitian terjadi peningkatan signifikan pada kategori hasil belajar dan keaktifan siswa dari pra siklus hingga siklus II, di mana persentase siswa pada kategori "Tinggi" meningkat dari 22,22% menjadi 83,33%, sementara kategori "Rendah" dan "Sangat Rendah" menurun hingga 0%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan tindakan pembelajaran yang dilakukan mampu meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa secara efektif.. Siswa menjadi lebih aktif dalam berdiskusi, mengemukakan pendapat, serta mampu memberikan interpretasi kreatif terhadap cerita legenda.
HUMAN-CHATGPT CO-CREATED SIMULATIONS: DROP-OFF ZONE KINEMATICS CASE STUDY Yusuf, Edeline Priscilla; Yusuf, Eddy
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.5352

Abstract

The paper reports a collaborative Human-ChatGPT project to build a drop-off simulation in Python. This project aligns with the concept of vibe coding, popularized by OpenAI co-founder Andrej Karpathy, which describes the iterative, conversational development of code between human reasoning and generative AI. The final code was produced through iterative development and refinement via prompting in ChatGPT. We consider a drop-off traffic simulation as the use case, demonstrating how the increasing complexity of human reasoning can be translated into Python through iterative process. We carefully documented each stage of the project with codes, prompts, ChatGPT’s responses, screenshots, and videos in GitHub (https://github.com/eddy-yusuf/dropoff). Each stage captures development milestones which evolve from a single car moving uniformly on a straight lane to 20 interacting cars with complex dynamics including deceleration, stopping, and accelerating at drop-off point. A key finding is that ChatGPT functions not only as a code generator but also as a cognitive partner capable of co-designing the simulation with systematic thinking and reasoning capability. This work can serve as a model for GenAI-enchanced programming education or design. It also poses a critical question for educators about coding pedagogy in the era of Generative AI. ABSTRAKTulisan ini menampilkan proyek kolaboratif antara manusia dan ChatGPT untuk menghasilkan  simulasi drop-off menggunakan Python. Proyek ini selaras dengan konsep vibe coding yang dipopulerkan oleh salah satu pendiri OpenAI, Andrej Karpathy, untuk menggambarkan pengembangan kode secara iteratif melalui percakapan manusia dan AI generatif. Kode akhir dihasilkan melalui proses iteratif dan penyempurnaan bertahap melalui prompting di ChatGPT. Simulasi lalu lintas drop-off dipilih sebagai studi kasus untuk menunjukkan bagaimana kompleksitas pemikiran manusia dapat diterjemahkan ke dalam Python melalui proses bertahap. Setiap tahap pengembangan didokumentasikan secara cermat dalam bentuk kode, prompt, respons ChatGPT, tangkapan layar, dan video yang tersedia di GitHub (https://github.com/eddy-yusuf/dropoff). Setiap tahap merekam tonggak perkembangan dari satu mobil yang bergerak secara uniform di jalur lurus menjadi 20 mobil yang saling berinteraksi dengan dinamika kompleks, termasuk perlambatan, berhenti, dan akselerasi di titik drop-off. Temuan penting dari proyek ini adalah bahwa ChatGPT tidak hanya berperan sebagai pembuat kode, tetapi juga sebagai mitra kognitif yang mampu ikut merancang simulasi dengan kemampuan bernalar dan berpikir sistematis. Karya ini dapat menjadi model bagi pendidikan atau desain pemrograman yang diperkuat oleh GenAI, sekaligus sebagai pertanyaan kritis bagi para pendidik terkait pedagogi pemrograman di era AI generatif.
MEMBENTUK GENERASI CINTA BUDAYA LEWAT MUSIK TRADISIONAL DI USIA EMAS Christina, Dina; Yetti, Elindra; Herdiati, Dian
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.5643

Abstract

Instilling a love for national culture from an early age is a strategic step in forming a generation that has a strong national identity. One effective method to instill a love for national culture is through traditional music. The purpose of this study was to determine the role of traditional music in instilling a love for local culture in golden age children, what are the effective ways to introduce traditional music to children at a golden age and to determine the supporting and inhibiting factors in forming a generation that loves culture through traditional music at a golden age. The method used in this study is qualitative with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation studies. The results of this study are that instilling a love for local culture through traditional music from a golden age is a strategic step to form a generation that has a strong national identity. The success of this effort is greatly influenced by various supporting factors, such as the active role of the family, support for formal education that integrates cultural elements in learning, the use of culturally friendly digital media, the existence of cultural communities, and support from the government and the social environment. On the other hand, limited access to cultural resources, lack of interest from the younger generation, and minimal innovation in delivering cultural materials are challenges that need to be overcome. The conclusion of this study is that traditional music has great potential as a medium for instilling a love of culture in children of golden age, with the note that cross-sector synergy is needed to support the sustainability of these efforts. ABSTRAKPenanaman kecintaan terhadap budaya bangsa sejak usia dini merupakan langkah strategis dalam membentuk generasi yang memiliki identitas kebangsaan yang kuat.  Salah satu metode efektif untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa adalah melalui musik tradisional. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peran musik tradisional dalam menanamkan kecintaan anak usia emas terhadap budaya lokal, apa saja yang efektif digunakan untuk mengenalkan musik tradisional kepada anak-anak pada usia emas dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam membentuk generasi cinta budaya melalui musik tradisional di usia emas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini adalah menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal melalui musik tradisional sejak usia emas merupakan langkah strategis untuk membentuk generasi yang memiliki identitas kebangsaan yang kuat. Keberhasilan upaya ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor pendukung, seperti peran aktif keluarga, dukungan pendidikan formal yang mengintegrasikan unsur budaya dalam pembelajaran, pemanfaatan media digital yang ramah budaya, keberadaan komunitas budaya, serta dukungan dari pemerintah dan lingkungan sosial. Di sisi lain, keterbatasan akses terhadap sumber daya budaya, kurangnya minat dari generasi muda, dan minimnya inovasi dalam penyampaian materi budaya menjadi tantangan yang perlu diatasi. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa musik tradisional memiliki potensi besar sebagai media penanaman cinta budaya pada anak usia emas dengan catatan diperlukan sinergi lintas sektor untuk mendukung keberlanjutan upaya tersebut.
ANALISA KURIKULUM BAHASA ARAB KELAS VIII DI PONDOK PESANTREN DARUL QURAN AL-ANWARIAH TULEHU Kabalmay, Taqiyuddin; Azzahro, Vivia Salma; Habib, Ikhwanul; Rahmanudin, Ii
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.5828

Abstract

The curriculum is the result of a planning and organizational process in education that continues to develop significantly, both in theoretical and practical aspects. These developments are aimed at achieving educational objectives, particularly in shaping learners to become adaptive and actively engaged members of society. This study aims to explore and analyze the key components involved in curriculum design, with a specific focus on the curriculum implemented in Arabic language instruction at Pondok Pesantren Darul Qur’an Al-Anwariyah Tulehu. A qualitative research method was employed, utilizing a descriptive-analytical approach through curriculum document analysis, educator interviews, and classroom observations. The findings reveal that all components of the Arabic language curriculum are arranged systematically and structurally, with varied approaches and strong interconnections between elements. This coherence contributes to a more directed and effective learning process, making the Arabic language more accessible and comprehensible to students. Thus, the implemented curriculum not only facilitates content delivery but also supports the comprehensive development of students' language competencies. ABSTRAKKurikulum merupakan hasil dari proses perencanaan dan pengorganisasian pendidikan yang terus mengalami perkembangan secara signifikan, baik dari segi teori maupun praktik di lapangan. Perubahan ini dilakukan sebagai upaya untuk mencapai tujuan pendidikan, yaitu membentuk peserta didik yang mampu beradaptasi dan berkontribusi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis komponen-komponen utama dalam penyusunan kurikulum, khususnya yang diterapkan dalam proses pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren Darul Qur’an Al-Anwariyah Tulehu. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, yang dilaksanakan melalui studi dokumen kurikulum, wawancara dengan guru, serta observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa seluruh komponen dalam kurikulum Bahasa Arab telah disusun secara sistematis dan terstruktur, dengan pendekatan yang bervariasi serta saling berkaitan antarunsurnya. Keterpaduan ini menjadikan proses pembelajaran Bahasa Arab lebih terarah, efektif, dan mudah dipahami oleh peserta didik. Dengan demikian, kurikulum yang diterapkan tidak hanya mampu menyampaikan materi, tetapi juga mendukung pencapaian kompetensi bahasa secara menyeluruh.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR BAHASA ARAB PADA SISWA KELAS VII DI SMP MUHAMMADIYAH 1 PALEMBANG Ramadhan, Haikhal; Syarifudin, Achmad; Nazarmanto, Nazarmanto
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.5258

Abstract

This research is motivated by the low basic Arabic language skills of seventh-grade students at SMP Muhammadiyah 1 Palembang, which encompass reading, writing, speaking, and listening. The main focus of this study is to analyze in depth the factors causing these learning difficulties, the efforts made by teachers to overcome them, and the learning approaches and methods applied in the classroom. Using a qualitative approach with research steps such as observation, interviews, and documentation, data were analyzed to gain a comprehensive understanding of the phenomenon. Key findings indicate that students' difficulties are rooted in several fundamental aspects: pronunciation of unfamiliar pronunciations, letter recognition and connection, simple sentence construction, and minimal vocabulary mastery due to a lack of regular practice. Although teachers have implemented a humanistic approach with lecture and practice methods, the lack of varied teaching strategies remains a barrier, even though learning facilities are considered adequate. In conclusion, these difficulties in learning Arabic are not insurmountable. The main solutions lie in increasing the frequency of practice, adapting learning methods to be more interactive and appropriate to student characteristics, and systematically strengthening the habit of reading and writing Arabic to build vocabulary and sentence structure mastery gradually. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan dasar bahasa Arab siswa kelas VII di SMP Muhammadiyah 1 Palembang, yang mencakup aspek membaca, menulis, berbicara, dan menyimak. Fokus utama penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam faktor-faktor penyebab kesulitan belajar tersebut, upaya yang dilakukan guru untuk mengatasinya, serta pendekatan dan metode pembelajaran yang diterapkan di kelas. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah penelitian berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, data dianalisis untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai fenomena tersebut. Temuan utama menunjukkan bahwa kesulitan siswa berakar pada beberapa aspek fundamental: pengucapan lafal yang asing, pengenalan dan penyambungan huruf, penyusunan kalimat sederhana, serta minimnya penguasaan kosakata akibat kurangnya latihan rutin. Meskipun guru telah menerapkan pendekatan humanis dengan metode ceramah dan praktik, strategi pengajaran yang kurang variatif masih menjadi kendala, sekalipun fasilitas belajar dinilai memadai. Kesimpulannya, kesulitan belajar bahasa Arab ini bukanlah hal yang tidak teratasi. Solusi utamanya terletak pada peningkatan frekuensi latihan, penyesuaian metode pembelajaran yang lebih interaktif dan sesuai dengan karakteristik siswa, serta penguatan pembiasaan membaca dan menulis bahasa Arab secara sistematis untuk membangun penguasaan kosakata dan struktur kalimat secara bertahap.
UTILIZING RAMADAN TRADITIONS TO ENHANCE ENGLISH SPEAKING SKILLS IN AN ENGLISH COURSE Nadia, Hikmatun; Amalia, Taranindya Zulhi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.5564

Abstract

Speaking skills are one of the important competencies in mastering English, but many students still have difficulty expressing ideas orally, especially in the context of relevant daily life, such as Ramadan traditions. Lack of motivation and student involvement in the learning process also worsens their speaking skills. This study aims to determine how Ramadan traditions can be used as a contextual approach to improve English speaking skills at Rumah Kita English Course. The focus of the study was directed at integrating activities related to Ramadan traditions into the language learning process. This study used a qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation of Ramadan activities such as discussions on sahur and breaking fast menus, as well as sharing fasting experiences in English. The results showed that the implementation of Ramadan tradition-based activities was able to increase students' self-confidence, enrich vocabulary, and encourage more active verbal interaction in English. In addition, students showed higher interest and involvement during the learning process. The conclusion of this study is that the integration of local cultural values, especially Ramadan traditions, in foreign language learning can create a more relevant, enjoyable, and meaningful learning atmosphere. This approach not only strengthens students' speaking skills but also fosters an appreciation of culture in the language learning process. ABSTRAKKeterampilan berbicara merupakan salah satu kompetensi penting dalam penguasaan bahasa Inggris, namun masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mengungkapkan ide secara lisan, terutama dalam konteks kehidupan sehari-hari yang relevan, seperti tradisi Ramadan. Kurangnya motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran turut memperburuk kemampuan berbicara mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tradisi Ramadan dapat digunakan sebagai pendekatan kontekstual untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris di Rumah Kita English Course. Fokus penelitian diarahkan pada integrasi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan tradisi Ramadan ke dalam proses pembelajaran bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan Ramadan seperti diskusi menu sahur dan buka puasa, serta berbagi pengalaman puasa dalam bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kegiatan berbasis tradisi Ramadan mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa, memperkaya kosakata, serta mendorong interaksi verbal yang lebih aktif dalam bahasa Inggris. Selain itu, siswa menunjukkan minat dan keterlibatan yang lebih tinggi selama proses pembelajaran berlangsung. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa integrasi nilai-nilai budaya lokal, khususnya tradisi Ramadan, dalam pembelajaran bahasa asing dapat menciptakan suasana belajar yang lebih relevan, menyenangkan, dan bermakna. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat keterampilan berbicara siswa, tetapi juga menumbuhkan apresiasi terhadap budaya dalam proses pembelajaran bahasa.
IMPLEMENTASI METODE NAZAM ACEH DALAM PEMBELAJARAN PAI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI MIN 1 ACEH UTARA Marzuki, Said; Nurhayati, Nurhayati; Zurriyati, Zurriyati
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.6098

Abstract

Efforts to improve the quality of Islamic Religious Education (PAI) learning require innovative methods that are able to explore students' potential to the maximum. One approach based on local wisdom is the Nazam Aceh method, which is applied at MIN 1 North Aceh to develop students' abilities. This background is what drives the research to answer the main question: how is the implementation of the Nazam Aceh method in PAI learning to improve student learning outcomes at MIN 1 North Aceh? This study uses a qualitative approach, with a data collection and analysis process that is validated through triangulation techniques to obtain comprehensive findings. The results of the study show that the implementation of the Nazam Aceh method has been effectively integrated into various school activities, ranging from daily activities, classroom learning processes, to ceremonial celebrations. This consistent application has proven to be successful in significantly improving student learning outcomes in three competency domains, namely affective, cognitive, and psychomotor. This success is reinforced by quantitative data that records student learning completion rates reaching 84.21%. Thus, it can be concluded that the Nazam Aceh method is an effective and successful learning strategy in improving the quality and learning outcomes of PAI at MIN 1 North Aceh. ABSTRAKUpaya peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menuntut adanya metode yang inovatif dan mampu menggali potensi siswa secara maksimal. Salah satu pendekatan berbasis kearifan lokal adalah metode Nazam Aceh, yang diterapkan di MIN 1 Aceh Utara untuk mengembangkan kemampuan siswa. Latar belakang inilah yang mendorong penelitian untuk menjawab pertanyaan utama: bagaimana implementasi metode Nazam Aceh dalam pembelajaran PAI untuk meningkatkan hasil belajar siswa di MIN 1 Aceh Utara? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan proses pengumpulan dan analisis data yang divalidasi melalui teknik triangulasi untuk mendapatkan temuan yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode Nazam Aceh telah terintegrasi secara efektif dalam berbagai aktivitas sekolah, mulai dari kegiatan harian, proses pembelajaran di kelas, hingga perayaan seremonial. Penerapan yang konsisten ini terbukti berhasil meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan di tiga ranah kompetensi, yakni afektif, kognitif, dan psikomotorik. Keberhasilan tersebut diperkuat oleh data kuantitatif yang mencatat angka ketuntasan belajar siswa mencapai 84,21%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode Nazam Aceh merupakan strategi pembelajaran yang efektif dan berhasil dalam meningkatkan kualitas serta hasil belajar PAI di MIN 1 Aceh Utara.