cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 48 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 48 Documents clear
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA DAN MOTIVASI BELAJAR PADA ANAK KELOMPOK A MENGGUNAKAN MODEL AKTIF Mahriani, Ariska; Jannah, Fathul
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6623

Abstract

The problem in this study is the low language skills and learning motivation of group A children at Mukhlisoh Barito Kuala Kindergarten. This is caused by the low language skills of children which are not yet optimal, the lack of active involvement of children in learning activities so that children's motivation to learn is low when children carry out learning activities, so that they are always not enthusiastic and do not complete their assignments. The purpose of this study was to describe teacher activities, analyze children's activities, analyze the increase in children's learning motivation, and analyze the results of children's language development. The research approach used qualitative and quantitative with the type of classroom action research (PTK) which was carried out in 4 meetings. The subjects of this study were group A children at Mukhlisoh Barito Kuala Kindergarten, totaling 26 children, including 15 boys and 11 girls. The results of this study indicate that the teacher's activity at meeting 1 obtained a score of 16 "Good" criteria increasing at each meeting until reaching a score of 20 with the"Very Good" criteria. Children's activity at meeting 1 reached 46% of the "Quite Active" criteria increasing at each meeting until at the last meeting it reached 88% of the "Very Active" criteria. The learning motivation of children in meeting 1 obtained 42% of the criteria "Less Motivated" increasing at each meeting until the last meeting reached 92% of the criteria "Very Motivated". The results of the language development of children in meeting 1 obtained 42% with the criteria "Not Developing (BB)" increasing at each meeting until the last meeting reached 88% with the criteria "Developing Very Well (BSB)". It is recommended for teachers to be used as one of the learning models to develop the quality of education, for other researchers it can be used as a reference for conducting research in expressing language. ABSTRAKPermasalahan pada penelitian adalah kurangnya kemampuan bahasa, serta motivasi belajar anak kelompok A di TK Mukhlisoh Barito Kuala. Hal ini disebabkan karena rendahnya kemampuan bahasa anak yang belum optimal, kurangnya keterlibatan anak secara aktif dalam kegiatan pembelajaran sehingga rendahnya motivasi belajar anak pada saat anak melaksanakan kegiatan pembelajaran anak, sehingga selalu tidak semangat dan tidak menyelesaikan dalam mengerjakan tugas. Objek dari penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, anak, menganalisis peningkatan motivasi belajar anak, dan menganalisis perkembangan bahasa anak. Pendekatan menggunakan kualitatif dan kuantitatif jenis penelitian  PTK dilaksanakan 4 siklus. Subjek penelitian  yaitu anak kelompok A TK Mukhlisoh Barito Kuala sebanyak 26 orang anak, 15 laki-laki, 11 anak perempuan. Hasil penelitian menunjukan apabila aktivitas guru pertemuan pertama mendapatkan skor 16 dengan kategori “Baik” disetiap pertemuan meningkat menjadi 20 kategori “Sangat Baik”. Aktivitas anak pertemuan pertama mecapai 46% kategori “Cukup Aktif” disetiap pertemuan meningkat pada pertemuan keempat persentase 88% kategori “Sangat Aktif”. Motivasi belajar anak pertemuan 1 memperoleh 42% kriteria “Kurang Termotivasi” disetiap pertemuan meningkat pada pertemuan ke 4 menjadi 92% kategori “Sangat Termotivasi”. Perkemangan bahasa anak pertemuan 1 memperoleh 42% dengan kriteria “Belum Berkembang (BB)” disetiap pertemuan meningkat menjadi 88% dengan kategori “Berkembang Sangat Baik (BSB)”. Disarankan bagi guru untuk dapat dijadikan salahsatu model dalam kegiatan belajar untuk menumbuhkan taraf pendidikan, untuk peneliti lain sebagai referensi dalam melaksanakan penelitian terutama pada perkembangan bahasa.  
META ANALISIS PENGARUH PENDEKATAN EDUPRENEURSHIP PADA PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN Harahap, Armina Sari; Siregar, Nanda Sari; Nasution, Fadhilla Risky Aisyah; Yulastri, Asmar; Ganefri, Ganefri; Aditya, Yudha
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6625

Abstract

This meta-analysis examines the impact of educational entrepreneurship approaches in vocational and technical education based on 35 selected publications (2017-2025). The research highlights that integrating entrepreneurship into vocational education and training has a significant positive impact, with a total effect size of 1.78, indicating significant improvements in student learning outcomes. Industry partnership models such as project-based learning (PjBL) and teaching factories have the largest impact (effect size: 2.43). Digital media platforms facilitated a 34% increase in business literacy, while AI-enabled e-learning solutions increased training efficiency by 37%. However, the research also identified some key barriers, including gaps in teacher capabilities (reported by 45% of the studies) and differences in rural and urban technological infrastructure (reported by 32% of the studies).. These findings underscore the relevance of edupreneurship in preparing adaptable graduates for Industry 4.0 economies and emphasize the need for adaptive educational strategies, cross-disciplinary collaboration, and equitable resource distribution. The study advocates for systemic reforms to address pedagogical and infrastructural challenges, ensuring scalable and inclusive implementation of entrepreneurial frameworks in vocational education. ABSTRAKMeta-analisis ini, berdasarkan 35 publikasi terpilih (2017-2025), meneliti dampak pendekatan kewirausahaan pendidikan dalam pendidikan dan pelatihan teknis dan kejuruan (TVET). Penelitian ini menyoroti bahwa mengintegrasikan kewirausahaan ke dalam TVET memiliki dampak positif yang signifikan, dengan total ukuran efek sebesar 1,78, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa. Model kemitraan industri seperti pembelajaran berbasis proyek (PBL) dan pabrik pendidikan memiliki dampak terbesar (ukuran efek: 2,43). Platform media digital mendorong peningkatan literasi bisnis sebesar 34%, sementara solusi e-learning yang digerakkan oleh kecerdasan buatan meningkatkan efisiensi pelatihan sebesar 37%. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa hambatan utama, termasuk kesenjangan keterampilan guru (dilaporkan dalam 45% penelitian) dan perbedaan infrastruktur teknologi antara daerah perkotaan dan pedesaan (dilaporkan dalam 32% penelitian). Temuan ini menyoroti pentingnya kewirausahaan pendidikan dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif untuk ekonomi Industri 4.0 dan menggarisbawahi perlunya strategi pendidikan yang adaptif, kolaborasi interdisipliner, dan alokasi sumber daya yang adil. Studi ini mendesak reformasi sistemik untuk mengatasi tantangan pedagogis dan infrastruktural serta memastikan penerapan kerangka kerja kewirausahaan yang dapat diskalakan dan inklusif dalam pendidikan dan pelatihan teknis dan kejuruan (TVET).
KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH PADA TAMAN KANAK-KANAK Fauziana, Aulia Oktavia; Yetri, Yetri; Fauzan, Ahmad; Dermawan, Oki
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6626

Abstract

This study aims to describe the managerial capabilities of kindergarten principals in improving the quality of early childhood education. The golden age of children, ranging from 0 to 6 years, is a critical period that shapes cognitive, socio-emotional, language, and motor skills development. Therefore, the success of early childhood education largely depends on the leadership quality of school principals as educational managers. This research used a library research method by analyzing relevant journals, scholarly articles, and books. The findings show that kindergarten principals with strong managerial skills effectively carry out management functions: planning, organizing, actuating, and controlling (POAC). Additionally, principals play multiple roles as educators, administrators, supervisors, leaders, innovators, and motivators. These roles significantly contribute to teacher performance and the overall quality of learning in the school. Previous studies confirm a positive and significant relationship between principals' managerial competencies and both teacher performance and student learning outcomes. Effective principals are able to create a positive school climate, implement participatory leadership strategies, and build synergy among teachers, parents, and external stakeholders. In conclusion, the improvement of early childhood education quality is strongly influenced by the managerial capacity of school principals, which includes a range of strategic roles in educational management. Therefore, ongoing training and capacity building for principals are essential efforts in developing the overall quality of early childhood education institutions. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Taman Kanak-Kanak. Masa emas anak usia 0–6 tahun merupakan periode krusial yang menentukan arah perkembangan kognitif, sosial emosional, bahasa, serta fisik motorik anak. Oleh karena itu, keberhasilan pendidikan anak usia dini sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan kepala sekolah sebagai manajer lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research), yang dilakukan dengan menelaah berbagai jurnal, artikel ilmiah, dan buku yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepala sekolah TK yang memiliki kemampuan manajerial tinggi cenderung berhasil menjalankan fungsi manajemen: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan (POAC). Selain itu, kepala sekolah juga berperan sebagai guru, administrator, pengawas, pemimpin, inovator, dan motivator. Peran-peran ini terbukti mendorong peningkatan kinerja guru dan mutu pembelajaran di sekolah. Studi-studi terdahulu mengonfirmasi adanya hubungan positif dan signifikan antara kompetensi manajerial kepala sekolah dengan kinerja guru serta capaian pembelajaran peserta didik. Kepala sekolah yang efektif mampu menciptakan iklim sekolah yang kondusif, menerapkan strategi kepemimpinan partisipatif, serta membangun sinergi antara guru, orang tua, dan pihak luar. Kesimpulannya, peningkatan mutu pendidikan anak usia dini sangat dipengaruhi oleh kemampuan manajerial kepala sekolah yang mencakup berbagai peran strategis dalam manajemen pendidikan. Oleh karena itu, pelatihan dan penguatan kapasitas kepala sekolah menjadi langkah penting dalam pengembangan kualitas PAUD secara menyeluruh.
KETERBACAAN KALIMAT DALAM BUKU TEKS CERDAS CERGAS BERBAHASA DAN BERSASTRA INDONESIA: KAJIAN SINTAKSIS Kusumaningtyas, Diny Fajariani; Amilia, Fitri; Anggraeni, Astri Widyaruli
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6627

Abstract

This research is motivated by the potential mismatch between the readability level of sentences in the Smart and Smart Indonesian Language and Literature textbook and the cognitive abilities of Grade X high school/vocational high school students. The focus of this research is to analyze the readability level through syntax learning, with an emphasis on calculating the structure of long and short sentences. As an important step, this research uses a qualitative descriptive method with syntactic analysis of the Uncertain Direct Division (BUL) technique to dissect the structure and complexity of sentences. The main findings show that long sentences with complex structures and dense information tend to reduce the readability level, making it difficult for students to understand. Conversely, short sentences with a simple structure and conveying one main idea are proven to be more effective and easier to understand. The analysis also shows that breaking long sentences into two more concise sentences can significantly improve the clarity of meaning. In conclusion, the syntactic structure of sentences plays an important role in determining the readability of textbook texts, where the use of short, straightforward sentences is recommended to support an effective learning process. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya potensi ketidaksesuaian tingkat keterbacaan kalimat dalam buku teks Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia dengan kemampuan kognitif siswa SMA/SMK Kelas X. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat keterbacaan tersebut melalui kajian sintaksis, dengan menitikberatkan pada perbandingan struktur kalimat panjang dan kalimat pendek. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis sintaksis Bagi Unsur Langsung (BUL) untuk membedah struktur dan kompleksitas kalimat. Temuan utama menunjukkan bahwa kalimat panjang yang memiliki struktur kompleks dan padat informasi cenderung menurunkan tingkat keterbacaan, sehingga menyulitkan pemahaman siswa. Sebaliknya, kalimat pendek yang berstruktur sederhana dan menyampaikan satu gagasan utama terbukti lebih efektif dan mudah dipahami. Analisis juga membuktikan bahwa memecah kalimat panjang menjadi dua kalimat yang lebih ringkas dapat meningkatkan kejelasan makna secara signifikan. Kesimpulannya, struktur sintaksis kalimat memegang peranan krusial dalam menentukan keterbacaan buku teks, di mana penggunaan kalimat pendek yang lugas lebih direkomendasikan untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif.
ANALISIS KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA SEBAGAI UPAYA DALAM PEMBINAAN SIKAP NASIONALISME PADA SISWA DI SMA NEGERI 21 MEDAN 2024/2025 Simanungkalit, Donita Br; Siagian, Liber
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6628

Abstract

This research is motivated by the erosion of nationalist attitudes among students at SMA Negeri 21 Medan due to the rapid flow of globalization and negative social environmental influences. The focus of this research is to analyze the role of Scouting extracurricular activities as an effort to foster nationalist attitudes, as well as to identify supporting and inhibiting factors through the framework of behaviorism theory. As a crucial step, this research uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through observation, interviews with instructors and students selected through purposive sampling, and documentation. The main findings indicate that various Scouting activities such as ceremonies, marches, and camping function as effective, repeated stimuli in shaping nationalist behavioral responses, such as discipline, love of the homeland, and responsibility. This process is supported by adequate school facilities, but is hampered by low student participation. In conclusion, Scouting extracurricular activities are strategically capable of fostering nationalist attitudes through behavioral habits. However, to achieve optimal results, innovation is needed from the school and instructors to increase student awareness and involvement, so that the potential of Scouting as a means of strengthening national character can be maximized. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh erosi sikap nasionalisme di kalangan siswa SMA Negeri 21 Medan akibat derasnya arus globalisasi dan pengaruh lingkungan sosial yang negatif. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis peran kegiatan ekstrakurikuler Pramuka sebagai upaya pembinaan sikap nasionalisme, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya melalui kerangka teori behaviorisme. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara terhadap pembina dan siswa yang dipilih secara purposive sampling, serta dokumentasi. Temuan utama menunjukkan bahwa berbagai kegiatan Pramuka seperti upacara, baris-berbaris, dan perkemahan berfungsi sebagai stimulus berulang yang efektif dalam membentuk respons perilaku nasionalis, seperti disiplin, cinta tanah air, dan tanggung jawab. Proses ini didukung oleh fasilitas sekolah yang memadai, namun terhambat oleh rendahnya partisipasi siswa. Kesimpulannya, ekstrakurikuler Pramuka secara strategis mampu membina sikap nasionalisme melalui pembiasaan perilaku. Namun, untuk mencapai hasil optimal, diperlukan inovasi dari pihak sekolah dan pembina untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan siswa, sehingga potensi Pramuka sebagai sarana penguatan karakter kebangsaan dapat dimaksimalkan.
SEMANTIK INKUISITIF ‘BAGAI MUSANG BERBULU DOMBA’ DALAM PERIBAHASA: STUDI PERBANDINGAN MAKNA DAN FUNGSI Megasari, Ferika; Otavian, Novriadi; Hermandra, Hermandra
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6629

Abstract

The proverb "like a weasel in sheep's clothing" is a linguistic expression rich in cultural values and often used to implicitly criticize hypocrisy. This background prompts the need for a more in-depth analysis of its meaning. The focus of this research is to explore the potential implicit meaning, communicative function, and cultural resonance of this proverb using an inquisitive semantic framework, which views meaning as a trigger for questioning and interpretation. As a crucial step, this study applies descriptive qualitative methods accompanied by comparative analysis across languages—including English, Arabic, Mandarin, and German—to test the universality of the concept. Key findings indicate that the semantic structure of "a predator in disguise" is a universal concept reflecting global ethical concerns about deception and betrayal. Pragmatically, this proverb functions as an effective indirect speech act to convey social criticism in a subtle yet incisive manner. In conclusion, this proverb is not simply an aesthetic form of language, but a dynamic rhetorical instrument and an important means of shaping social consciousness, whose meaning is not only propositional but also open to interpretation by its listeners. ABSTRAKPeribahasa "bagai musang berbulu domba" merupakan ekspresi linguistik yang kaya akan nilai budaya dan sering digunakan untuk mengkritik kemunafikan secara tersirat. Latar belakang ini mendorong perlunya analisis makna yang lebih mendalam. Fokus penelitian ini adalah untuk menggali potensi makna implisit, fungsi komunikatif, dan resonansi budaya dari peribahasa tersebut dengan menggunakan kerangka semantik inkuisitif, yang memandang makna sebagai pemicu pertanyaan dan interpretasi. Sebagai langkah penting, penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif yang disertai analisis komparatif lintas bahasa—mencakup Inggris, Arab, Mandarin, dan Jerman—untuk menguji universalitas konsepnya. Temuan utama menunjukkan bahwa struktur semantik "predator yang menyamar" merupakan konsep universal yang mencerminkan kekhawatiran etis global terhadap penipuan dan pengkhianatan. Secara pragmatis, peribahasa ini berfungsi sebagai tindak tutur tidak langsung yang efektif untuk menyampaikan kritik sosial secara halus namun tajam. Kesimpulannya, peribahasa ini bukan sekadar bentuk estetika bahasa, melainkan instrumen retoris yang dinamis dan sarana penting dalam membentuk kesadaran sosial, yang maknanya tidak hanya bersifat proposisional tetapi juga membuka ruang interpretasi bagi pendengarnya.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SMP KATOLIK: TINJAUAN TEORETIS DAN REFLEKTIF BERDASARKAN IMAN KATOLIK Wea, Fransiska; Toron, Vinsensius Bawa
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6630

Abstract

This study aims to examine the implementation of character education in the Independent Curriculum at Ratu Damai Catholic Junior High School Waibalun, with a focus on the formation of religious attitudes, cooperative skills, creativity, and independence of students. The formulation of the problem is: the extent to which character education has been internalized by students and how are the challenges faced in its application. This research uses a qualitative approach with a case study method, and data is collected through in-depth interviews with principals, teachers, homeroom teachers, and students. The findings show that the four aspects of character still face serious challenges, including the limitations of personal religious appreciation, low spirit of cooperation in groups, lack of courage to create, and students' dependence on completing tasks. The novelty of this research lies in the conceptual and practical integration of modern character theory with the teachings of the Catholic faith. Research recommends a more reflective and integral approach to character formation, involving principals, teachers, parents, and the Church, to create an ecosystem of Catholic education that truly educates students' hearts, minds, and faith as a whole. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pendidikan karakter dalam Kurikulum Merdeka di SMP Katolik Ratu Damai Waibalun, dengan fokus pada pembentukan sikap religius, kemampuan bekerja sama, kreativitas, dan kemandirian siswa. Rumusan masalahnya adalah: sejauh mana pendidikan karakter tersebut telah diinternalisasi siswa dan bagaimana tantangan yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, wali kelas, dan siswa. Temuan menunjukkan bahwa keempat aspek karakter masih menghadapi tantangan serius, antara lain keterbatasan penghayatan religius yang bersifat personal, rendahnya semangat kerja sama dalam kelompok, minimnya keberanian berkreasi, serta ketergantungan siswa dalam menyelesaikan tugas. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada integrasi teori karakter modern dengan ajaran iman Katolik secara konseptual dan praktis. Penelitian merekomendasikan pendekatan formasi karakter yang lebih reflektif dan integral, melibatkan kepala sekolah, guru, orang tua, dan Gereja, untuk menciptakan ekosistem pendidikan Katolik yang benar-benar mendidik hati, budi, dan iman siswa secara menyeluruh.
DINAMIKA PENGEMBANGAN KURIKULUM DI ERA DIGITAL DALAM MENJAWAB KESENJANGAN KONSEP DAN PRAKTIK Hamilaturroyya, Hamilaturroyya; Adibah, Ida Zahara
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6631

Abstract

The transformation of education toward digitalization has become an urgent necessity in the era of globalization and technological advancement. However, the implementation of the digital curriculum in Indonesia still faces various challenges, particularly regarding the readiness of urban and rural schools and the lack of systemic support from the government. This study focuses on disparities in infrastructure readiness, digital literacy, teacher training, and incomplete government policies. The method used is descriptive qualitative through literature review and relevant secondary data. The findings show a significant gap in technological access between urban and rural schools, unsustainable teacher training, and inconsistent policies that do not fully support digital curriculum integration. Low digital literacy among students in rural areas exacerbates implementation barriers, as limited access to devices and internet networks prevents meaningful participation in modern learning. Moreover, government policies are often partial and lack proper monitoring and evaluation. The study concludes that without equitable infrastructure and continuous training, the digital curriculum risks widening the educational gap. An integrated strategy involving government, schools, and communities is essential to establish a fair, inclusive, and sustainable digital education system. ABSTRAKTransformasi pendidikan ke arah digital menjadi kebutuhan mendesak di era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi. Namun, implementasi kurikulum digital di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait kesiapan sekolah di wilayah perkotaan dan pedesaan serta kurangnya dukungan sistemik dari pemerintah. Penelitian ini berfokus pada ketimpangan kesiapan infrastruktur, literasi digital, pelatihan guru, serta kebijakan pemerintah yang belum menyeluruh. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) disertai dengan data sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan akses teknologi antara sekolah perkotaan dan pedesaan, pelatihan guru yang tidak berkelanjutan, serta kebijakan yang belum konsisten dalam mendukung kurikulum digital. Rendahnya literasi digital siswa di daerah pedesaan memperparah hambatan implementasi, karena keterbatasan perangkat dan jaringan internet menghalangi mereka untuk terlibat dalam pembelajaran modern. Di sisi lain, kebijakan pemerintah sering bersifat parsial dan tidak disertai monitoring serta evaluasi yang memadai. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa tanpa pemerataan infrastruktur dan pelatihan berkelanjutan, kurikulum digital berisiko memperlebar ketimpangan pendidikan. Diperlukan strategi terpadu antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk menciptakan sistem pendidikan digital yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK: SEBUAH DESAIN KURIKULUM UNTUK MI Ilya, Ilya; Wahyuni, Sri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6633

Abstract

This research is motivated by the gap between the reality of multicultural Indonesian society and the Akidah Akhlak curriculum in Madrasah Ibtidaiyah (MI), which tends to focus on cognitive understanding and has not optimally instilled the values of tolerance. The focus of this research is to design a multicultural Akidah Akhlak curriculum development design for MI, which aims to shape characters who not only understand Islamic teachings but are also able to live harmoniously in diversity. As a crucial step, this research uses descriptive qualitative methods through literature studies and curriculum analysis to develop an integrated learning framework. The main finding of this research is a curriculum design that explicitly integrates multicultural values—such as tolerance and respect for differences—into each basic competency, by prioritizing a deep learning approach, a cooperative learning model, and a holistic evaluation system. In conclusion, this multicultural Akidah Akhlak curriculum design is a strategic step to shape a generation of faithful, noble, and inclusive Muslims from an early age, as an answer to the urgent need for Islamic education in the context of a pluralistic society. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara realitas masyarakat Indonesia yang multikultural dengan kurikulum Akidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang cenderung masih berfokus pada pemahaman kognitif dan belum optimal menanamkan nilai-nilai toleransi. Fokus penelitian ini adalah merancang desain pengembangan kurikulum Akidah Akhlak multikultural untuk siswa MI, yang bertujuan membentuk karakter yang tidak hanya memahami ajaran Islam, tetapi juga mampu hidup harmonis dalam keberagaman. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dan analisis kurikulum untuk menyusun sebuah kerangka pembelajaran yang terintegrasi. Temuan utama dari penelitian ini adalah sebuah rancangan kurikulum yang secara eksplisit mengintegrasikan nilai-nilai multikultural—seperti toleransi dan menghargai perbedaan—ke dalam setiap kompetensi dasar, dengan mengedepankan pendekatan deep learning, model pembelajaran kooperatif, serta sistem evaluasi holistik. Kesimpulannya, desain kurikulum Akidah Akhlak multikultural ini merupakan langkah strategis untuk membentuk generasi Muslim yang beriman, berakhlak mulia, dan inklusif sejak dini, sebagai jawaban atas kebutuhan mendesak pendidikan Islam dalam konteks masyarakat yang majemuk.
EFEKTIVITAS PSIKOEDUKASI ADOLESCENT SMARTPHONE ADDICTION PROGRAM TERHADAP PENURUNAN KECANDUAN SMARTPHONE PADA REMAJA SMP Melati, Inka Sukma; Farid, Muhammad; Noviekayati, IGAA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6637

Abstract

Smartphone addiction is a difficult thing in terms of physical, psychological, and social for the younger generation, especially teenagers. To reduce smartphone addiction, things are needed that can provide awareness and a deep understanding of smartphone addiction from aspects that are at risk of being affected by smartphone addiction. The Adolescents Smartphone Addiction Program is designed as an intervention effort through education and training to reduce smartphone addiction in adolescents. The technique of taking research subjects was purposive sampling. This study uses a pre-experimental design with one group pre and post-test design. The research subjects were 30 students of SMPN 19 Surabaya. The data obtained for this study used the Smartphone Addiction Scale- Short Version from Kwon. The hypothesis test used the Paired Sample T-test technique with a mean difference = 2.300 t calculated as 2.902 with a significance level of 0.007 (p < 0.05). This study shows that the psychoeducation of the Adolescents Smartphone Addiction Program can reduce smartphone addiction in junior high school adolescents. ABSTRAKKecanduan smartphone merupakan suatu hal yang sangat berbahaya dari segi fisik, psikis maupun sosial bagi generasi muda khususnya remaja. Guna menurunkan kecanduan smartphone dibutuhkan hal-hal yang mampu memberikan kesadaran serta pemahaman yang mendalam mengenai kecanduan smartphone dari segi-segi yang berisiko terkena dampak kecanduan smartphone. Psikoedukasi Adolescents Smartphone Addiction Program dirancang sebagai upaya intervensi melalui pendidikan dan pelatihan untuk menurunkan kecanduan smartphone pada remaja. Teknik pengambilan subyek penelitian dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan one group pre and post test design. Subyek penelitian adalah 30 siswa SMPN 19 Surabaya. Data yang diperoleh untuk penelitian ini mengguanakan Smartphone Addiction Scale- Short Version dari Kwon. Pengujian hipotesis menggunakan teknik Paired Sample T-test dengan perbedaan mean = 2,300 t hitung sebesar 2,902 dengan taraf signifikansi sebesar 0,007 (p < 0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa psikoedukasi Adolescents Smartphone Addiction Program dapat menurunkan kecanduan smartphone pada remaja SMP.