cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 39 Documents clear
INOVASI PEDAGOGI PAI MULTIKULTURAL: STRATEGI MENDIDIK GENERASI TOLERAN DAN HUMANIS Hadi, Imam Anas; Rohmah, Putri Ainur; Miftachurrohman, Muhammad; Rachmawati, Nuzulia; Chumairo, Luthfi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7523

Abstract

This study aims to examine innovative teaching methods in Islamic Religious Education (PAI) that emphasize cultural diversity as an effort to shape a more tolerant and humanitarian generation. The basis for this research is the gap between the expectations of PAI as a tool for developing good morals and the reality on the ground, where intolerance remains prevalent among students. The method used in this study is a qualitative library research approach, analyzing the latest academic literature from the past ten years related to multicultural pedagogy, Islamic education, and values teaching strategies. Data were obtained from relevant scientific journals, books, and research reports, and then analyzed thematically. The results of this study indicate that innovations in PAI teaching oriented toward multiculturalism can be realized through cooperative learning methods, reflective narratives, and social projects that emphasize humanitarian values and diversity. These methods have proven effective in developing inclusive attitudes, empathy, and students' ability to respond to diverse social conditions. These findings emphasize the need for reformulating PAI methods so that they focus not only on cognitive aspects but also on affective and social aspects. This innovation provides theoretical and practical contributions to the development of contextual Islamic education in Indonesia. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji inovasi metode pengajaran dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) yang bertumpu pada keberagaman budaya sebagai upaya untuk membentuk generasi yang lebih toleran dan berjiwa kemanusiaan. Dasar penelitian ini diambil dari adanya kesenjangan antara harapan PAI sebagai alat untuk mengembangkan akhlak yang baik dengan kenyataan yang terjadi di lapangan, di mana masih banyak ditemukan intoleransi di antara para pelajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif jenis studi pustaka (library research), yang menganalisis literatur akademis terbaru dalam sepuluh tahun terakhir yang berhubungan dengan pedagogi multikultural, pendidikan Islam, dan strategi pengajaran nilai. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian yang relevan, dan kemudian dianalisis secara tematik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi dalam pengajaran PAI yang berorientasi pada multikulturalisme dapat direalisasikan melalui metode pembelajaran kooperatif, naratif reflektif, dan proyek sosial yang menekankan nilai-nilai kemanusiaan dan keragaman. Metode ini terbukti efektif dalam membangun sikap inklusif, empati, serta kemampuan siswa untuk merespon kondisi sosial yang beragam. Temuan ini menegaskan perlunya reformulasi metode PAI agar tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada aspek afektif dan sosial. Inovasi ini menjadi sumbangan teoritis dan praktik dalam pengembangan pendidikan Islam yang kontekstual di Indonesia.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMAN 7 BONE MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STUDENT CENTERED LEARNING (SCL) PADA MATERI TEKS NEGOSIASI Syahrani, Audya; Sua, Andi Tenri; Suhardiman, Suhardiman
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7526

Abstract

This research is motivated by the low learning outcomes of tenth-grade students at SMAN 7 Bone on negotiation texts. Pre-cycle data showed an average score of only 58.96 (poor) and 42% of students failed to meet the Minimum Competency (KKM) due to passive teacher-centered learning. The focus of this research is to improve learning outcomes and student engagement through the implementation of the Student-Centered Learning (SCL) model. This study used the Classroom Action Research (CAR) method, conducted in two cycles with 27 students. The research stages included planning, SCL implementation with group discussions and negotiation practice, observation of engagement, and a learning outcome test at the end of each cycle, with a success indicator of 85% completion. The results showed progressive and significant improvement. In Cycle I, the average score increased to 70.92 (sufficient), but reflections showed that students remained passive during presentations. After strategy improvements and more intensive teacher guidance in Cycle II, the average score jumped to 91.33 (very good), with classical completion reaching 100%. The main finding is that actively facilitated SCL successfully increased students' enthusiasm and courage in arguing. It was concluded that the SCL model was highly effective in improving student learning outcomes in negotiation texts. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas X SMAN 7 Bone pada materi teks negosiasi, di mana data pra-siklus menunjukkan nilai rata-rata hanya 58,96 (kategori kurang) dan 42% siswa tidak tuntas KKM akibat pembelajaran teacher-centered yang pasif. Fokus penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa melalui penerapan model Student Centered Learning (SCL). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus terhadap 27 siswa. Tahapan penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan SCL dengan diskusi kelompok dan praktik negosiasi, observasi keaktifan, serta tes hasil belajar di akhir setiap siklus dengan indikator keberhasilan 85% tuntas. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang progresif dan signifikan. Pada Siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 70,92 (cukup), namun refleksi menunjukkan siswa masih pasif saat presentasi. Setelah perbaikan strategi dan bimbingan guru yang lebih intensif pada Siklus II, terjadi lonjakan nilai rata-rata menjadi 91,33 (sangat baik), dengan ketuntasan klasikal mencapai 100%. Temuan utama adalah SCL yang terfasilitasi aktif berhasil meningkatkan antusiasme dan keberanian siswa berargumentasi. Disimpulkan bahwa model SCL sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi teks negosiasi.
IMPLEMENTASI MODEL SANTUN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR Putri, Rahmah Eka; Prihandoko, Yogi; Noorhapizah, Noorhapizah; Darmiyati, Darmiyati
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7527

Abstract

This research is motivated by the suboptimal critical thinking skills of grade 6 students at SDN Kuin Selatan 1 due to the monotonous and minimally stimulating Pancasila Education learning process. The gap between the curriculum's demands for critical thinking and the reality of passive learning necessitates intervention. The focus of this research is to improve students' critical thinking skills on the topic "My Identity and My Ensvironment" through the application of the SANTUN model (a combination of Problem-Based Learning, Numbered Heads Together, and Word Square). This study used a qualitative Classroom Action Research (CAR) method implemented over four meetings. Data collection was conducted through a written essay test at the end of each meeting, which was analyzed based on five critical thinking indicators (interpretation, analysis, evaluation, inference, and explanation). The results showed progressive and significant progress in students' critical thinking skills, increasing from 43% (Fair) in the first meeting, to 62% (High), then 81% (Very High), and reaching a peak of 86% (Very High) in the fourth meeting. It was concluded that the implementation of the SANTUN model proved highly effective and successfully improved students' critical thinking skills beyond the established success indicators. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya keterampilan berpikir kritis siswa kelas VA SDN Kuin Selatan 1 akibat proses pembelajaran Pendidikan Pancasila yang monoton dan minim stimulasi. Adanya kesenjangan antara tuntutan kurikulum untuk berpikir kritis dengan realitas pembelajaran pasif mendorong perlunya intervensi. Fokus penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi "Jati Diri dan Lingkunganku" melalui penerapan model SANTUN (kombinasi Problem Based Learning, Numbered Heads Together, dan Word Square). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kualitatif yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Pengumpulan data dilakukan melalui tes esai tertulis di akhir setiap pertemuan, yang dianalisis berdasarkan lima indikator berpikir kritis (interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan eksplanasi). Hasil penelitian menunjukkan adanya kemajuan progresif dan signifikan pada keterampilan berpikir kritis siswa, meningkat dari 43% (Cukup) pada pertemuan pertama, menjadi 62% (Tinggi), lalu 81% (Sangat Tinggi), dan mencapai puncaknya pada 86% (Sangat Tinggi) di pertemuan keempat. Disimpulkan bahwa penerapan model SANTUN terbukti sangat efektif dan berhasil meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melampaui indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.
PENGARUH KETERLIBATAN ORANG TUA DAN ADIKSI MEDIA SOSIAL TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MEMBACA PESERTA DIDIK DI UPTD SMP NEGERI 37 SINJAI Mustabsyirah, Mustabsyirah; Hasan, Mardhiah; Nur, Fitriani
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7611

Abstract

This study aims to determine the effect of parental involvement and social media addiction on the reading literacy skills of students at UPTD SMP Negeri 37 Sinjai. This study uses a quantitative. The research sample consisted of 98 students selected through stratified random sampling. The research instruments were questionnaires on parental involvement and social media addiction as well as reading literacy tests. The data were analyzed using simple and multiple linear regression analysis. The results of the study show that: (1) parental involvement was in the moderate category with an average score of 57.11; (2) social media addiction was in the high category with an average score of 32.45; (3) students' reading literacy skills were in the low category with an average score of 8.42; (4) parental involvement affected reading literacy skills by 33.4%; (5) social media addiction affected reading literacy skills by27.3%; and (6) parental involvement and social media addiction simultaneously had a significant effect on reading literacy skills by 45.4%.Thus, active parental involvement and management of sosial media useplay an important role in improving students' reading literacy skills. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterlibatan orang tua dan adiksi media sosial terhadap kemampuan literasi membaca peserta didik di UPTD SMP Negeri 37 Sinjai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 98 peserta didik yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa angket keterlibatan orang tua dan adiksi media sosial serta tes kemampuan literasi membaca. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlibatan orang tua berada pada kategori sedang dengan rata-rata skor 57,11; (2) adiksi media sosial berada pada kategori tinggi dengan rata-rata skor 32,45; (3) kemampuan literasi membaca peserta didik berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor 8,42; (4) keterlibatan orang tua berpengaruh terhadap kemampuan literasi membaca sebesar 33,4%; (5) adiksi media sosial berpengaruh terhadap kemampuan literasi membaca sebesar 27,3%; dan (6) keterlibatan orang tua dan adiksi media sosial secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan literasi membaca sebesar 45,4%. Dengan demikian, keterlibatan aktif orang tua serta pengelolaan penggunaan media sosial berperan penting dalam meningkatkan kemampuan literasi membaca peserta didik.
REKONSTRUKSI PEMENUHAN HAK-HAK ANAK DALAM SYARIAT ISLAM: ANALISIS KRITIS TERHADAP IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER Amelia, A’vi; Fikri, A’la Nirotul; Erlina, Erlina; Ghazi, Fachrul; Kholid, Idham
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7498

Abstract

This article reconstructs the concept and practice of fulfillment of children's rights is a fundamental issue in social and educational development, encompassing not only legal and social aspects but also spiritual dimensions. From the perspective of Islamic Sharia, children are considered divine trusts endowed with inherent rights to life, growth, education, and protection from all forms of violence and injustice. However, the practical implementation of these rights within contemporary Islamic educational institutions still faces structural and cultural challenges. This study critically analyzes the reconstruction of children’s rights within Islamic law and their implementation in modern Islamic education. Using a Systematic Literature Review (SLR) method, the study synthesizes findings from 16 academic articles published between 2015 and 2025 in databases such as SINTA, DOAJ, and Google Scholar. The results indicate that (1) Islamic principles of child protection are rooted in the objectives of Sharia (maq??id al-syar?‘ah), particularly ?if? al-nafs, ?if? al-‘aql, and ?if? al-nasl; (2) a significant gap persists between normative Islamic values and actual implementation in educational institutions; and (3) reconstructing child rights fulfillment requires integrating values of compassion (rahmah) and maq??id-based frameworks into curricula, teacher training, and institutional policies. This study underscores the urgency of developing a child-friendly, justice-oriented Islamic education system grounded in holistic protection of children’s rights. ABSTRAKPenelitian ini merekonstruksi konsep dan praktik pemenuhan hak-hak anak merupakan isu fundamental dalam pembangunan sosial dan pendidikan yang tidak hanya berdimensi hukum dan sosial, tetapi juga spiritual. Dalam perspektif syariat Islam, anak dipandang sebagai amanah Allah yang memiliki hak-hak dasar untuk hidup, tumbuh, memperoleh pendidikan, serta dilindungi dari segala bentuk kekerasan dan ketidakadilan. Namun, praktik pemenuhan hak anak dalam lembaga pendidikan Islam kontemporer masih menghadapi beragam tantangan, baik secara struktural maupun kultural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis rekonstruksi pemenuhan hak-hak anak dalam syariat Islam serta implementasinya dalam pendidikan Islam masa kini. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 16 artikel ilmiah yang terbit antara tahun 2015–2025 dari basis data SINTA, DOAJ, dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) prinsip perlindungan anak dalam Islam berakar pada maq??id al-syar?‘ah, khususnya dalam aspek ?if? al-nafs, ?if? al-‘aql, dan ?if? al-nasl; (2) terdapat kesenjangan antara nilai-nilai normatif syariat dan realitas implementasi di lembaga pendidikan Islam; serta (3) rekonstruksi pemenuhan hak anak dapat dilakukan melalui integrasi nilai rahmah dan maq??id al-syar?‘ah dalam kurikulum, pelatihan guru, serta kebijakan kelembagaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya paradigma pendidikan Islam yang ramah anak, berkeadilan, dan berorientasi pada perlindungan hak anak secara holistik.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATERI BUDAYA DAERAHKU SISWA KELAS V SDN 2 RIAU SILIP Oktarina, Diyatri; Kurnia, Feni; Nabela, Silvio Juliana
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7683

Abstract

The impetus for this research was the suboptimal academic achievement among fifth-grade students at SDN 2 Riau Silip, particularly in the "Budaya Daerahku"  unit. This situation was identified as a consequence of the dominance of conventional pedagogy and minimal active student participation. Baseline data confirmed this issue, with a mean score of 47.6 indicating that the majority of students had not yet met the Minimum Mastery Criteria (KKTP).Grounded in this context, the study was focused on investigating the effectiveness of the Scramble learning model on student learning outcomes for the related material. This research adopted a quantitative approach utilizing a quasi-experimental, non-equivalent control group design. The population involved in this study included the total fifth-grade student body at SDN 2 Riau Silip.The sampling technique employed was saturated sampling, wherein the entire population served as the research sample. These subjects were subsequently divided into two cohorts: an experimental group, which received the pedagogical intervention of the Scramble model, and a control group, which continued to receive instruction via conventional methods.The primary data collection instrument was an essay test, administered in two phases (as a pre-test and a post-test). Analysis of the collected data involved a series of prerequisite tests, including normality and homogeneity tests, before proceeding to hypothesis testing using a t-test.Research findings indicated a statistically significant disparity in student learning outcomes post-intervention. Specifically, the experimental group demonstrated an increase in average scores, moving from 44.80 (on the pre-test) to 60.4 (on the post-test).Verification through hypothesis testing reinforced this finding, wherein the calculated t-value  of 2.346 was proven to exceed the critical t-value  of 2.059. This statistical comparison provided the basis for rejecting the null hypothesis (Ho) and accepting the alternative hypothesis (Ha). In conclusion, the Scramble learning model was demonstrated to have a significant effect on the learning outcomes of fifth-grade students at SDN 2 Riau Silip for the "Budaya Daerahku" material. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar siswa kelas V di SDN 2 Riau Silip yang kurang memuaskan pada materi "Budaya Daerahku", yang disebabkan oleh pendekatan pengajaran tradisional dan kurangnya partisipasi siswa. Nilai rata-rata awal sebesar 47,6 menunjukkan bahwa banyak siswa belum memenuhi standar yang dipersyaratkan untuk menyelesaikan Tujuan Pembelajaran. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengkaji bagaimana strategi pembelajaran Scramble memengaruhi hasil belajar siswa di bidang ini. Pendekatan kuantitatif digunakan, menggunakan desain kuasi eksperimental dengan kelompok kontrol non ekuivalen. Seluruh 50 siswa kelas V di SDN 2 Riau Silip merupakan populasi penelitian. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari siswa kelas V yang dibagi menjadi kelompok eksperimen, yang diajar menggunakan model Scramble, dan kelompok kontrol, yang diajar menggunakan metode standar. Strategi pengambilan sampel jenuh digunakan, yang berarti semua anggota populasi diikutsertakan dalam sampel. Ujian esai, yang diberikan sebagai pretestt dan posttest, digunakan untuk mengumpulkan data. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan homogenitas, serta uji hipotesis menggunakan Uji-T Sampel Independen. Hasilnya menunjukkan perubahan yang signifikan dalam prestasi akademik siswa setelah intervensi. Skor rata-rata kelompok eksperimen meningkat dari 44,80 pada pretest menjadi 60,4 pada posttest. Uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai t hitung (2,346) melebihi nilai t tabel (2,059). Akibatnya, hipotesis nol (Ho) ditolak, dan hipotesis alternatif (Ha) dikonfirmasi. Kesimpulannya adalah bahwa strategi pembelajaran Scramble memiliki dampak yang signifikan terhadap prestasi akademik siswa kelas V di SDN 2 Riau Silip dalam mempelajari budaya daerah mereka.
KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DITINJAU DARI KEYAKINAN DIRI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN POGIL Suri, Indah Resti Ayuni
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7820

Abstract

The abstract should reflect the overall substance of the article and be able to help the reader This study aims to determine the effect of the Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) model and the level of self-efficacy on students’ mathematical connection ability. The problem addressed in this research is the low level of students’ mathematical connection ability and the lack of optimal learning models that support its development. This research employed a quantitative method with a quasi-experimental design, specifically the posttest-only control group design. The sample consisted of two randomly selected eighth-grade classes at SMP Negeri 2 Bandar Lampung, designated as the experimental and control classes. The instruments used were a mathematical connection ability essay test and a self-efficacy questionnaire. Data analysis was carried out using two-way ANOVA at a 5% significance level. The results indicated that the POGIL learning model had a significant effect on students’ mathematical connection ability, with a significance value of 0.000 < 0.05. Similarly, the level of self-efficacy also significantly affected students’ mathematical connection ability, with a significance value of 0.000 < 0.05. However, there was no significant interaction between the POGIL model and the level of self-efficacy on students’ mathematical connection ability, as indicated by a significance value of 0.840 > 0.05. Therefore, it can be concluded that both the POGIL model and self-efficacy independently contribute to enhancing students’ mathematical connection ability. These findings are expected to serve as a reference for selecting effective and adaptive instructional strategies based on students’ affective characteristics. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dan tingkat keyakinan diri terhadap kemampuan koneksi matematis peserta didik. Permasalahan yang diangkat adalah rendahnya kemampuan koneksi matematis serta kurang optimalnya model pembelajaran yang mendukung pengembangan aspek tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) berupa posttest-only control group design. Sampel terdiri dari dua kelas yang dipilih secara acak dari kelas VIII di SMP Negeri 2 Bandar Lampung, masing-masing sebagai kelas eksperimen dan kontrol. Instrumen penelitian berupa tes uraian kemampuan koneksi matematis dan angket keyakinan diri. Analisis data dilakukan menggunakan uji ANOVA dua arah pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa model pembelajaran POGIL berpengaruh signifikan terhadap kemampuan koneksi matematis peserta didik dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Demikian pula, tingkat keyakinan diri berpengaruh signifikan terhadap kemampuan koneksi matematis dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Namun, tidak ditemukan interaksi yang signifikan antara model pembelajaran POGIL dan tingkat keyakinan diri terhadap kemampuan koneksi matematis karena nilai signifikansi sebesar 0,840 > 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model POGIL dan keyakinan diri masing-masing berkontribusi secara mandiri dalam meningkatkan kemampuan koneksi matematis peserta didik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam memilih strategi pembelajaran yang efektif dan adaptif terhadap karakteristik afektif siswa.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN SHOW AND TELL TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SDN 06728 SUNGGAL Lestari, Novi; Sutarini, Sutarini; Anshor, Arrini Shabrina; Hasanah, Hasanah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7821

Abstract

This study aims to determine the effect of the Show and Tell learning method on students’ speaking skills in the Indonesian language subject for fifth-grade students at SDN 06728 Sunggal. The background of the study stems from students’ low speaking skills, as indicated by a lack of confidence in expressing opinions and difficulty in orally conveying the content of texts. This research uses a quantitative approach with a quasi-experimental method and a non-equivalent control group design. The population consists of all fifth-grade students at SDN 06728 Sunggal, with two sample classes: class VA as the experimental group and class VB as the control group. The instruments used were observation sheets and oral tests to measure speaking skills. Data analysis techniques included normality test, homogeneity test, and t-test (hypothesis testing). The results showed a significant difference in speaking skills between students taught using the Show and Tell method and those who were not. This is evidenced by the t-test result where the t-count value is greater than the t-table at a significance level of 0.05. Furthermore, the average improvement in speaking skills after applying the Show and Tell method reached approximately 31.95%. Therefore, it can be concluded that the Show and Tell method has a significant effect on improving speaking skills in fifth-grade students for the Indonesian language subject. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran Show and Tell terhadap keterampilan berbicara siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V SDN 06728 Sunggal. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya keterampilan berbicara siswa, yang ditandai dengan kurangnya keberanian dalam mengungkapkan pendapat serta rendahnya kemampuan menyampaikan kembali isi teks secara lisan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment), desain penelitian non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 06728 Sunggal, dengan sampel sebanyak dua kelas yaitu kelas VA sebagai kelas eksperimen dan VB sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi dan tes lisan untuk mengukur keterampilan berbicara. Teknik analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, dan uji-t (uji hipotesis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan berbicara siswa yang diajar menggunakan metode Show and Tell dengan yang tidak. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji-t yang menunjukkan nilai thitung lebih besar dari ttabel dengan taraf signifikansi 0,05. Selain itu, peningkatan rata-rata keterampilan berbicara siswa setelah penerapan metode Show and Tell mencapai ±31,95%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode Show and Tell berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII H SMPN 4 WATAMPONE MELALUI METODE PEMBELAJARAN C3T (CERDAS, CERMAT, CEPAT DAN TEPAT) DALAM MENGULAS CERPEN Hikmayanti, Nurul; Fitriana, Irna; Asdar, Muhammad
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7865

Abstract

This classroom action research was motivated by the urgency of improving students' critical thinking skills in literature learning, particularly in short story analysis. The main focus of the research was to analyze the effectiveness of the C3T (Quick, Accurate, and Fast) learning method in the planning, implementation, and evaluation stages of learning in class VIII H of SMPN 4 Watampone. This research was conducted in two action cycles using data collection techniques that included a short story review learning outcome test and non-test techniques such as observation and documentation of student activities. The research findings showed a significant increase in students' critical thinking skills after the intervention. This was evidenced by an increase in the success rate from 54.67% in cycle I to 79.17% in cycle II, for a total increase of 24.5%. In addition to the increased scores, positive impacts were also seen in the affective and psychomotor aspects, where students demonstrated enthusiasm, activeness, courage, and improved teamwork, especially during the quiz session. Students were proven to be able to critically analyze the intrinsic elements of short stories, including theme, plot, characters, setting, and moral, according to the assessment indicators. Based on these results, it can be concluded that the implementation of the C3T learning method successfully improved students' critical thinking skills in effectively reviewing short stories. ABSTRAKPenelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh urgensi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran sastra, khususnya pada materi mengulas cerita pendek. Fokus utama penelitian adalah menganalisis efektivitas penerapan metode pembelajaran C3T (Cerdas Cermat Cepat Tepat) pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran di kelas VIII H SMPN 4 Watampone. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus tindakan dengan teknik pengumpulan data yang mencakup tes hasil belajar mengulas cerpen serta teknik non-tes berupa observasi dan dokumentasi aktivitas siswa. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan berpikir kritis siswa setelah intervensi dilakukan. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan persentase keberhasilan dari 54,67% pada siklus I menjadi 79,17% pada siklus II, dengan total peningkatan sebesar 24,5%. Selain peningkatan skor, dampak positif juga terlihat dari aspek afektif dan psikomotorik, di mana siswa menunjukkan antusiasme, keaktifan, keberanian, serta kerja sama tim yang lebih baik, terutama saat sesi cerdas cermat berlangsung. Siswa terbukti mampu mengulas unsur intrinsik cerpen meliputi tema, alur, tokoh, latar, dan amanat dengan kritis sesuai indikator penilaian. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran C3T berhasil meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam mengulas cerpen secara efektif.

Page 4 of 4 | Total Record : 39