cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi
ISSN : 27970590     EISSN : 27970140     DOI : https://doi.org/10.51878/edutech.v1i2.431
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan berbantuan teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 24 Documents clear
PERBANDINGAN PERFORMA FRAMEWORK MVC DALAM SISTEM KEHADIRAN BERBASIS PENGENALAN WAJAH SISMADI, WAWAN; MARTONO, BESAR AGUNG; SUSANTO, YODI; MUZAENI, AMIN
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i1.4405

Abstract

This study aims to provide a comprehensive guide for developers in selecting the most suitable MVC framework for the specific needs of a facial recognition-based attendance application. The objective of this research is to identify, analyze in-depth, and compare the advantages, disadvantages, and implementation challenges of three popular frameworks: DonatJS, Laravel, and CodeIgniter, in the context of developing an attendance system utilizing facial recognition technology. The study evaluates the performance of each framework in a standardized environment using hardware (Intel Core i5 CPU, 8GB RAM) and the latest software. Each framework was tested three times using Google Lighthouse, ensuring the validity of measurable data through standardized methodology. The results reveal that DonatJS demonstrates superior performance in initial load time, with a First Contentful Paint (FCP) value of 1200 ms, but faces significant challenges in integrating facial recognition algorithms that require high processing resources. Meanwhile, CodeIgniter exhibits better stability when handling heavy application loads, with a recorded Total Blocking Time (TBT) of 490 ms. Laravel, on the other hand, offers a balanced performance between initial load speed and long-term stability, making it a compromise choice for implementation. The conclusion of this study suggests that the ideal framework selection should be based on the specific priorities of the application being developed, taking into account the purpose of development and different performance requirements. These priorities include efficiency in rendering or prioritizing system scalability and stability. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memberikan panduan komprehensif kepada pengembang dalam memilih framework MVC yang paling sesuai dengan kebutuhan spesifik aplikasi absensi berbasis pengenalan wajah. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi, menganalisis secara mendalam, dan membandingkan keunggulan, kelemahan, serta tantangan implementasi dari tiga framework populer: DonatJS, Laravel, dan CodeIgniter, dalam konteks pembangunan sistem absensi berbasis teknologi pengenalan wajah. Penelitian ini mengevaluasi performa tiap-tiap framework dalam lingkungan standar menggunakan perangkat keras (CPU Intel Core i5, RAM 8GB) dan perangkat lunak terkini. Setiap framework diuji sebanyak tiga kali menggunakan alat Google Lighthouse, yang memastikan validitas data terukur melalui metodologi standar. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa DonatJS menunjukkan performa unggul dalam waktu muat awal, ditandai dengan nilai First Contentful Paint (FCP) sebesar 1200 ms, tetapi menghadapi tantangan signifikan dalam integrasi algoritma pengenalan wajah yang membutuhkan sumber daya pemrosesan tinggi. Sementara itu, CodeIgniter memperlihatkan stabilitas yang lebih baik dalam menghadapi beban aplikasi berat, dengan Total Blocking Time (TBT) tercatat sebesar 490 ms. Laravel, di sisi lain, menawarkan performa yang seimbang antara kecepatan muat awal dan stabilitas jangka panjang, yang membuatnya menjadi pilihan yang kompromistis dalam implementasi. Kesimpulan penelitian ini adalah, pemilihan framework yang ideal seharusnya didasarkan pada prioritas spesifik dari aplikasi yang hendak dibangun, dan dipertimbangkan dari tujuan pembuatan, serta kebutuhan performa yang berbeda. Prioritas tersebut meliputi efisiensi dalam tampilan atau mengutamakan skalabilitas dan stabilitas sistem.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MELALUI VIDEO ANIMASI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS ANAK USIA 5-6 TAHUN SYACHRANI, ALDILA; SYAMSUARDI, SYAMSUARDI; PARWOTO, PARWOTO
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i1.4447

Abstract

This study aims to determine the impact of animated movies' problem-based learning (PBL) on kids' critical thinking abilities between the ages of five and six. A quantitative strategy based on a quasi-experimental design is the methodology employed. using a purposive sample method with kids between the ages of five and six. 36 children were employed in this study; 18 from Bidarayya Kindergarten served as the experimental group, while 18 from Asdani Kindergarten served as the control group. Tests, observations, and documentation are used to collect data. In order to characterize the data in this investigation, two sample independent t-tests and a precondition test were utilized. According to the results of the sample independent t-test, there is a difference between the average critical thinking abilities of children aged 5 to 6 in Bidarayya Kindergarten and Asdani Kindergarten. The Equal Variances Assumed Sig. (2-tailed) is 0.002, which is less than the alpha value of 0.05, meaning that h0 is rejected and ha is accepted. The hypothesis can thus be supported by the independent sample t-test analysis findings. ABSTRAKPenelitian kali ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana model pembelajaran berbasis masalah (pbl) yang digunakan dalam video animasi mempengaruhi kemampuan berpikir kritis anak-anak berusia lima hingga enam tahun. Dengan metode yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif berbasis desain quasi eksperimen. Menggunakan teknik pengambilan sampel purposif sampling dengan melibatkan anak-anak dari usia lima hingga enam tahun. Studi ini mengumpulkan 36 anak; 18 anak TK Bidarayya digunakan (kelompok eksperimen), dan 18 anak TK Asdani (kelompok kontrol). Adapun metode pengumpulan datanya melalui tes, observasi dan dokumentasi. Studi ini menggunakan dua uji t-test independen sampel dan uji prasyarat untuk menguraikan data. Hasil uji independen sampel t-test menunjukkan bahwa nilai Equal Variances Assumed Sig. (2-tailed) adalah 0,002, yang kurang dari nilai alpa 0,05 berarti h0 ditolak dan ha diterima yaitu ada perbedaan rata-rata kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun di TK Bidarayya dan TK Asdani. Sehingga hasil yang diperoleh dari analisis independent sample t-test maka hipotesis dapat dibuktikan.
PENERAPAN MODEL MIND MAPPING MELALUI MEDIA YOUTUBE DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPLANASI SISWA KELAS VIII KURNIATI, KURNIATI; HANAFI, MUHAMMAD; RASYID, RUSTAM EFENDY
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i1.4448

Abstract

This research aims to describe the form of planning, implementation and influence of applying the mind mapping model via Youtube media in learning to write explanatory texts for class VIII MTsS PP DDI As-Salman Allakuang students. The method used was mix methods, with a sample size of 31 people. Data collection techniques used in this research include observation, documentation and tests. The use of the mind mapping model via Youtube media is effective in improving students' ability to write explanatory text, the research results show: 1. Learning planning is proven by the Learning Implementation Plan (RPP), 2. Learning implementation is in accordance with the system of initial activities, core activities and final activities, 3. Influence the application of the mind mapping model via Youtube media according to statistical calculations shows an average value of Mx = 80.16 and an average value of My = 64.19. This means that Mx > My. Based on the SPSS output of tha regressive analysis, it can be seen that Tcount > Ttable or 5.115 > 2.04523, so hypothesis Ha is accepted and Ho is rejected. It was concluded that the application of the mind mapping model through YouTube media had an effect on the learning to write explanatory texts for class VIII MTsS PP DDI As-Salman Allakuang students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk perencanaan, penerapan dan pengaruh penerapan model mind mapping melalui media youtube dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII MTsS PP DDI As-Salman Allakuang. Metode yang digunakan adalah mixed methods, dengan jumlah sampel 31 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain observasi, dokumentasi, wawancara dan tes. Penggunaan model mind mapping melalui media youtube efektif  meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi siswa, hasil penelitian menunjukkan: 1. Perencanaan pembelajaran dibuktikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), 2. Pelaksanaan Pembelajaran sesuai dengan sistem kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir, 3. Pengaruh penerapan model mind mapping melalui media youtube sesuai dengan perhitungan statistik menunjukkan nilai rata-rata Mx= 80,16 dan nilai rata-rata My = 64,19. Hal ini berarti bahwa Mx > My. Berdasrkan outpus SPSS analisis regresi dapat diketahui bahwa T Hitung > T tabel atau 5.115 > 2,04523 maka hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak. Disimpulkan bahwa penerapan model mind mapping melalui media youtube  berpengaruh terhadap pembelajaran menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII MTsS PP DDI As-Salman Allakuang. Dari penelitian ini menjadikan suasana belajar yang menyenangkan, meningkatkan kemampuan menulis dan siswa memahami materi secara menyeluruh.
SECONDARY SCHOOL STUDENTS' PERCEPTION OF LEARNING SPEAKING THROUGH VIDEO DIGITAL STORYTELLING SARI, SHELVY CAROLINA; SETYAWAN, MOCHAMAD ARDI
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i1.4449

Abstract

This study aims to explore students' perceptions of the application of the digital storytelling method in learning speaking skills. Digital storytelling is a method that combines digital technology with narration to convey information or stories interactively and engagingly. This study employs a qualitative approach with data obtained through questionnaires, and interviews. The findings indicate that most students have a positive perception of this method. They believe that digital storytelling can enhance learning motivation, creativity, and understanding of the learning material. Moreover, students find this method more engaging compared to conventional teaching methods due to its use of visual, audio, and interactive elements that support the learning process. However, some challenges were identified, such as limited access to technology and students' technical skills in using digital tools. In conclusion, digital storytelling has significant potential to improve the quality of learning if supported by adequate facilities and training. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi siswa terhadap penerapan metode bercerita digital dalam pembelajaran keterampilan berbicara. Bercerita digital merupakan metode yang menggabungkan teknologi digital dengan narasi untuk menyampaikan informasi atau cerita secara interaktif dan menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data yang diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki persepsi positif terhadap metode ini. Mereka percaya bahwa bercerita digital dapat meningkatkan motivasi belajar, kreativitas, dan pemahaman materi pembelajaran. Selain itu, siswa menganggap metode ini lebih menarik dibandingkan dengan metode pengajaran konvensional karena penggunaan elemen visual, audio, dan interaktif yang mendukung proses pembelajaran. Namun, beberapa tantangan diidentifikasi, seperti keterbatasan akses terhadap teknologi dan keterampilan teknis siswa dalam menggunakan perangkat digital. Sebagai kesimpulan, bercerita digital memiliki potensi yang signifikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran jika didukung oleh fasilitas dan pelatihan yang memadai.
PROFIL LITERASI EKOLOGI PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SMPN 1 WIDIYAWATI, EKA; SUPRAPTO, PURWATI KUSWARINI; NANA, NANA; HERNAWATI, DIANA; BADRIAH, LIAH
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i1.4490

Abstract

A healthy ecosystem depends on good ecological literacy, but students' environmental awareness is still low. This study aims to analyze the ecological literacy profile of students in science learning at SMPN 1 Parigi. The method used is descriptive quantitative with an instrument in the form of a questionnaire that measures three indicators of ecological literacy, namely ecological participation, ecological awareness, and ecological skills. This study involved 32 class VIII students as a sample and was carried out in the odd semester of the 2024/2025 academic year. The results showed that the ecological literacy of students was in a poor category with an average score of 38.23. In more detail, the ecological participation indicator obtained the highest score of 38.75, while the ecological skills indicator was the lowest with a score of 37.81. This low score is due to the lack of direct experience-based learning, lack of relevant learning resources, and the suboptimal integration of ecological issues in the science curriculum. The research results recommend the application of Problem-Based Learning based on local wisdom to link learning with surrounding environmental issues. In addition, the use of technology in ecological learning, such as interactive digital platforms, the use of IoT-based environmental sensors, and artificial intelligence (AI)-based simulations, can be an innovative strategy in increasing students' understanding. Technology enables real-time environmental data analysis and provides a deeper and evidence-based learning experience. Thus, the integration of technology in ecological education is expected to increase students' awareness and skills in facing environmental challenges more effectively. This effort is important to form a more environmentally conscious generation and contribute to sustainable ecological preservation. ABSTRAKEkosistem yang sehat bergantung pada literasi ekologi yang baik, namun kesadaran lingkungan peserta didik masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil literasi ekologi peserta didik dalam pembelajaran IPA di SMPN 1 Parigi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa kuesioner yang mengukur tiga indikator literasi ekologi, yaitu partisipasi ekologi, kesadaran ekologi, dan keterampilan ekologi. Penelitian ini melibatkan 32 peserta didik kelas VIII sebagai sampel dan dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi ekologi peserta didik berada pada kategori kurang baik dengan rata-rata skor 38,23. Secara lebih rinci, indikator partisipasi ekologi memperoleh skor tertinggi sebesar 38,75, sedangkan indikator keterampilan ekologi menjadi yang terendah dengan skor 37,81. Rendahnya skor ini disebabkan oleh minimnya pembelajaran berbasis pengalaman langsung, kurangnya sumber belajar yang relevan, serta belum optimalnya integrasi isu ekologi dalam kurikulum IPA. Hasil penelitian merekomendasikan penerapan Problem-Based Learning berbasis kearifan lokal untuk mengaitkan pembelajaran dengan isu lingkungan sekitar. Selain itu, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran ekologi, seperti platform digital interaktif, penggunaan sensor lingkungan berbasis IoT, dan simulasi berbasis kecerdasan buatan (AI), dapat menjadi strategi inovatif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik. Teknologi memungkinkan analisis data lingkungan secara real-time dan memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam serta berbasis bukti. Dengan demikian, integrasi teknologi dalam pendidikan ekologi diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan keterampilan peserta didik dalam menghadapi tantangan lingkungan secara lebih efektif. Upaya ini penting untuk membentuk generasi yang lebih sadar lingkungan dan berkontribusi pada pelestarian ekologi secara berkelanjutan.
PROFIL KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN FISIKA WAFA, ASRI SOFIA; ABDURRAHMAT, ASEP SURYANA; NANA, NANA; HERNAWATI, DIANA; BADRIAH, LIAH
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i1.4522

Abstract

Creative thinking skills are one of the essential 21st-century skills that need to be developed in physics learning. This study aims to describe the profile of students' creative thinking skills in grade X at SMA YAB Sukaratu Tasikmalaya school year 2024/2025 during physics learning. The research method used is descriptive quantitative, with an essay test instrument based on four indicators of creative thinking skills: fluency, flexibility, originality, and elaboration. The study involved 23 students out of a total population of 46. The results show that the average creative thinking skills of students are in the moderate category, with an average score of 42.81%. The fluency indicator achieved the highest score of 55%, while the elaboration indicator obtained the lowest score of 24.37%. The low level of students' creative thinking skills is influenced by teacher-centered learning approaches, limited integration of contextual phenomena, and insufficient opportunities for students to experiment and develop ideas in depth. This study recommends implementing a technology-based Project-Based Learning model to enhance students' creative thinking skills. This model enables students to identify real-world problems, design innovative solutions, and develop creative ideas in contexts relevant to everyday life. This effort is expected to encourage students to think more critically, flexibly, and originally in physics learning. ABSTRAKKeterampilan berpikir kreatif merupakan salah satu tuntutan keterampilan abad 21 yang penting dikembangkan dalam pembelajaran fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil keterampilan berpikir kreatif peserta didik kelas X SMA YAB Sukaratu Tasikmalaya tahun ajaran 2024/2025 pada pembelajaran fisika. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa tes uraian berdasarkan empat indikator keterampilan berpikir kreatif, yaitu fluency, flexibility, originality, dan elaboration. Penelitian ini melibatkan 23 peserta didik dari total populasi 46 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan berpikir kreatif peserta didik berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata 42,81%. Indikator fluency memiliki skor tertinggi sebesar 55%, sedangkan indikator elaboration memperoleh skor terendah sebesar 24,37%. Rendahnya keterampilan berpikir kreatif peserta didik disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru, kurangnya integrasi fenomena kontekstual, serta terbatasnya ruang bagi peserta didik untuk bereksperimen dan mengembangkan ide secara mendalam. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model Project-Based Learning berbasis teknologi untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik. Model ini memungkinkan peserta didik untuk mengidentifikasi masalah nyata, merancang solusi inovatif, serta mengembangkan ide kreatif dalam konteks yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Upaya ini diharapkan mampu mendorong peserta didik untuk berpikir lebih kritis, fleksibel, dan orisinal dalam pembelajaran fisika.
PROFIL PEMBELAJARAN BERBASIS ETNOSAINS DALAM PEWARNAAN ECOPRINT UNTUK MENINGKATKAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN DEWI, YULIA ROSMALA; WAHIDIN, WAHIDIN; BADRIAH, LIAH; HERNAWATI, DIANA
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i1.4535

Abstract

Environmental awareness is a crucial competency that needs to be developed in the modern era, particularly in ethnoscience-based learning. This research aims to describe the environmental awareness profile of Biology Education students at Siliwangi University, Tasikmalaya, through the application of ecoprint coloring techniques. The research method used is descriptive quantitative with an instrument in the form of a Likert scale questionnaire designed based on five indicators of environmental awareness, namely trust in natural materials, interest in environmentally friendly techniques, understanding of environmental impacts, the view of ecoprint as a solution, and commitment to environmental sustainability. This study involved 50 students from a total population of 74 students. The research results show that the average environmental awareness of students is in the fairly good category with an average score of 57.4%. The indicator of trust in natural materials has the highest score, while commitment to environmental sustainability gets the lowest score. The low environmental awareness of students is influenced by less contextual learning approaches, a lack of community-based activities, and limited exploration in developing practical solutions. Therefore, this study recommends the application of project-based learning models supported by digital technology, such as virtual simulations, interactive e-learning platforms, and environment-based digital media. The integration of technology in ethnoscience learning is expected to increase student involvement in exploring environmentally friendly innovations and strengthen their awareness and commitment to environmental sustainability. ABSTRAKSikap peduli lingkungan merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan di era modern, khususnya dalam pembelajaran berbasis etnosains. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil sikap peduli lingkungan mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Siliwangi Tasikmalaya melalui penerapan teknik pewarnaan ecoprint. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa angket skala Likert yang dirancang berdasarkan lima indikator sikap peduli lingkungan, yaitu kepercayaan terhadap bahan alami, ketertarikan pada teknik ramah lingkungan, pemahaman dampak lingkungan, pandangan ecoprint sebagai solusi, dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini melibatkan 50 mahasiswa dari total populasi 74 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata sikap peduli lingkungan mahasiswa berada pada kategori cukup baik dengan skor rata-rata 57,4%. Indikator kepercayaan terhadap bahan alami memiliki skor tertinggi, sedangkan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan memperoleh skor terendah. Rendahnya sikap peduli lingkungan mahasiswa dipengaruhi oleh pendekatan pembelajaran yang kurang kontekstual, minimnya kegiatan berbasis komunitas, serta keterbatasan eksplorasi dalam mengembangkan solusi praktis. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penerapan model pembelajaran berbasis proyek yang didukung oleh teknologi digital, seperti simulasi virtual, platform e-learning interaktif, dan media digital berbasis lingkungan. Integrasi teknologi dalam pembelajaran etnosains ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam eksplorasi inovasi ramah lingkungan serta memperkuat kesadaran dan komitmen mereka terhadap keberlanjutan lingkungan.
KEMAMPUAN MENYIMAK BERITA MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS IV DI SEKOLAH DASAR Kadu, Dwi Novita; Husain, Rusmin; Pulukadang, Wiwy T.; Husain, Rustam I.; Monoarfa, Fidyawati
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i1.4579

Abstract

This study aims to improve the news listening skills of fourth-grade students at SDN 16 Limboto Barat, Gorontalo Regency, through the use of audio-visual media. The method used is classroom action research (CAR) with a quantitative approach. The research subjects consisted of 22 fourth-grade students. Data were collected through listening skills tests and analyzed quantitatively descriptively. The research results showed a significant improvement from cycle I to cycle II. In cycle I, 14 students (64%) had not reached the action success criteria of 75%. However, after actions were taken in cycle II, the number of students who reached the success indicators increased to 20 students (91%). Thus, this study concludes that the use of audio-visual media is effective in improving the news listening skills of fourth-grade students at SDN 16 Limboto Barat, Gorontalo Regency. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyimak berita siswa kelas IV SDN 16 Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, melalui penggunaan media audio visual. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari 22 siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan menyimak dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, sebanyak 14 siswa (64%) belum mencapai kriteria keberhasilan tindakan sebesar 75%. Namun, setelah dilakukan tindakan pada siklus II, jumlah siswa yang mencapai indikator keberhasilan meningkat menjadi 20 siswa (91%). Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media audio visual efektif dalam meningkatkan kemampuan menyimak berita siswa kelas IV SDN 16 Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.
MENINGKATKAN LITERASI MATEMATIS MELALUI PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK PADA SISWA KELAS 11 SMA YPK Gultom, Glori Cahaya; Hafiza, Mutia; Rehana, Rehana; Kaban, Rifka Elianti br; Ambarita, Samuel Yordan; Siregar, Budi Halomoan; Saragih, Saripah Erguna br
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i1.4610

Abstract

The purpose of this study was to improve students' mathematical literacy competence in class XI at SMA YPK Medan by implementing the Realistic Mathematics Education (RME) approach supported by educational technology. Mathematical literacy includes students' ability to understand, interpret, and apply mathematical concepts in real-world contexts. In this study, an experimental approach with pre-tests and post-tests was used to compare the results of the control and experimental classes. The experimental class was taught using the RME approach supported by technology such as mathematics learning applications and interactive media, while the control class used traditional teaching methods without technological support. Data were analyzed using a t-test to analyze differences in mathematical competence between the two classes. The results of this study indicate that the RME approach supported by technology is significantly more effective in improving students' mathematical literacy compared to traditional methods, especially in terms of formulating, interpreting, and applying mathematics to solve real-world problems. This research also shows that the integration of technology in mathematics learning can enrich students' learning experiences, increase engagement, and support the development of better mathematical skills. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi literasi matematika siswa pada kelas XI di SMA YPK Medan dengan menerapkan Pendekatan Matematika Realistik (PMR) yang didukung oleh teknologi pendidikan. Literasi matematika mencakup kemampuan siswa dalam memahami, menginterpretasikan, dan mengaplikasikan konsep-konsep matematika dalam konteks dunia nyata. Dalam penelitian ini, pendekatan eksperimental dengan pre-test dan post-test digunakan untuk membandingkan hasil dari kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kelas eksperimen diajar menggunakan pendekatan PMR yang didukung oleh teknologi seperti aplikasi pembelajaran matematika dan media interaktif, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode pengajaran tradisional tanpa dukungan teknologi. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t untuk menganalisis perbedaan kompetensi matematika antara kedua kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan PMR yang didukung oleh teknologi secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan literasi matematika siswa dibandingkan dengan metode tradisional, terutama dalam hal merumuskan, menafsirkan, dan mengaplikasikan matematika untuk memecahkan masalah dunia nyata. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran matematika dapat memperkaya pengalaman belajar siswa, meningkatkan keterlibatan, dan mendukung pengembangan keterampilan matematika yang lebih baik.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA TEKS MELALU MEDIA WORDWALL PADA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR Hakim, Inda Rahmawati; Husain, Rusmin; Pulukadang, Wiwy T.; Monoarfa, Fidyawati; Katili, Sukri
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i1.4623

Abstract

The problem studied in this study, "Can Wordwall Media improve the ability to read texts in grade III students of SDN No. 10 Kota Barat?". This study was conducted with the aim of improving the ability to read texts through Wordwall media in grade III students of SDN No. 10 Kota Barat. The research method used is Classroom Action Research (CAR) using observation, interview, test and documentation data collection techniques with research subjects, namely 32 grade III students at SDN No. 10 Kota Barat, Gorontalo City. In the initial observation of 32 students, only 4 students (12%) had the ability to read texts. Improvement was carried out by implementing class actions in cycle I as many as two meetings and cycle II as many as two meetings. In cycle I, meeting II, only 4 students (12%) improved. In cycle I, meeting II, there were (25%) or 8 students who improved. Continued in cycle II, meeting I, reading ability increased to 18 students or as many as (56%). Finally, in cycle II, meeting II, there was a significant increase to 27 students or as many as (84%) in the ability to read texts. The results of this study indicate that the use of Wordwall media can improve the ability to read texts of grade III students of SDN No. 10 Kota Barat. ABSTRAKMasalah yang dikaji dalam penelitian ini, “Apakah melalui Media Wordwall dapat meningkatkan kemampuan membaca teks pada siswa kelas III SDN No. 10 Kota Barat?”. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca teks melalui media Wordwall pada siswa kelas III SDN No. 10 Kota Barat. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, tes dan dokumentasi dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas III sebanyak 32 orang di SDN No. 10 Kota Barat Kota Gorontalo. Pada observasi awal dari 32 siswa hanya sebanyak 4 siswa (12%) yang memiliki kemampuan dalam membaca teks. Peningkatan dilakukan dengan pelaksanaan tindakan kelas siklus I sebanyak dua kali pertemuan dan siklus II sebanyak dua kali pertemuan. Pertemuan I siklus I dari 32 orang siswa hanya sebanyak 4 orang (12%) yang meningkat. Pada siklus I Pertemuan II sudah (25%) atau 8 orang siswa yang mengalami peningkatan. Dilanjutkan pada siklus II Pertemuan I kemampuan membaca meningkat menjadi 18 siswa atau sebanyak (56%). Terakhir pada siklus II Pertemuan II mengalami peningkatan yang signifikan menjadi 27 orang siswa atau sebanyak (84%) dalam kemampuan membaca teks. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media Wordwall dapat meningkatkan kemampuan membaca teks siswa kelas III SDN No. 10 Kota Barat.

Page 1 of 3 | Total Record : 24