cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 61 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 61 Documents clear
NICOTIANA TABACUM L SEBAGAI SUMBER BELAJAR MORFOLOGI TUMBUHAN DAN ANATOMI TUMBUHAN GH, Muliana; A, Dewi Sartika; Musawira, Musawira; Khalidatunnisa, Besse; Sa’diyah, Jamilatus
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.4883

Abstract

Plant morphology learning is an essential aspect of biology education that enables students to recognize various plant forms and structures. However, many students find it challenging to grasp this concept due to teaching methods that are less contextual and engaging. Nicotiana tabacum L., or tobacco plant, offers potential as a learning resource for plant morphology to facilitate students’ understanding. This study aims to explore the use of Nicotiana tabacum L. as a learning resource in plant morphology education. The research employs a descriptive qualitative approach by analyzing the morphological characteristics of Nicotiana tabacum L. and their elaboration. The findings indicate that this plant possesses various easily identifiable morphological features, such as large lance-shaped leaves, an upright stem, and a taproot system. The study concludes that Nicotiana tabacum L. serves as a contextual learning resource to deepen students' understanding of plant morphology. The use of this plant in teaching is expected to enhance students’ interest and engagement in studying biology, particularly in understanding plant structures. ABSTRAKPembelajaran morfologi tumbuhan merupakan aspek penting dalam pendidikan biologi yang memungkinkan peserta didik untuk mengenal berbagai bentuk dan struktur tumbuhan. Namun, banyak peserta didik yang merasa kesulitan memahami konsep ini karena metode pengajaran yang kurang kontekstual dan menarik. Nicotiana tabacum L., atau tanaman tembakau, menawarkan potensi sebagai sumber belajar morfologi tumbuhan yang dapat memfasilitasi pemahaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan Nicotiana tabacum L. sebagai sumber belajar dalam pembelajaran morfologi tumbuhan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis terhadap karakter morfologi tanaman Nicotiana tabacum L. dan penjabarannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman ini memiliki berbagai ciri morfologi yang mudah diidentifikasi, seperti daun besar berbentuk lanset, batang yang tegak, dan sistem akar tunggang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Nicotiana tabacum L. merupakan sumber belajar yang kontekstual untuk membantu peserta didik memahami morfologi tumbuhan dengan lebih mendalam. Penggunaan tanaman ini dalam pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan minat dan keterlibatan peserta didik dalam mempelajari biologi, khususnya dalam mengenal struktur tumbuhan.
PENGARUH METODE PEMASAKAN TERHADAP KADAR PATI DAN TEKSTUR NASI BERAS MERAH Dhaifullah, Rifqi; Kisnawaty, Sudrajah Warajati
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.4939

Abstract

Red rice is known for its superior nutritional content and health benefits compared to white rice. However, its acceptance remains low due to its relatively hard texture, which is generally less preferred. This study aims to evaluate the effect of cooking methods (conventional boiling and rice cooker) on starch content (amylose) and the texture characteristics of red rice. The research used a laboratory experimental method with a randomized design and two types of treatment. Parameters measured included starch content using UV-Vis spectrophotometry, and hardness, cohesiveness, and adhesiveness using a texture analyzer. Data were analyzed using the Mann-Whitney test. The results showed no significant differences (p>0.05) in all texture parameters and starch content between red rice cooked using conventional boiling and rice cooker methods. This indicates that the cooking method does not significantly affect the physical and chemical quality of red rice. These findings suggest that consumers are free to choose the cooking method based on their preferences and convenience, without concern for a decline in texture quality or nutritional value of red rice. ABSTRAKBeras merah dikenal memiliki kandungan gizi dan manfaat kesehatan yang lebih unggul dibanding beras putih, namun tingkat penerimaannya masih rendah karena tekstur yang cenderung keras dan kurang disukai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh metode pemasakan (konvensional dan rice cooker) terhadap kadar pati (amilum) dan karakteristik tekstur nasi beras merah. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan desain acak dan dua jenis perlakuan. Parameter yang diukur meliputi kadar pati menggunakan spektrofotometri UV-Vis, serta kekerasan, kekenyalan, dan adhesivitas menggunakan texture analyzer. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05) pada semua parameter tekstur dan kadar pati antara nasi beras merah yang dimasak dengan metode konvensional maupun rice cooker. Hal ini menunjukkan bahwa metode pemasakan tidak secara signifikan memengaruhi mutu fisik dan kimia nasi beras merah. Temuan ini mengindikasikan bahwa konsumen bebas memilih metode pemasakan sesuai preferensi dan kenyamanan, tanpa khawatir akan penurunan kualitas tekstur maupun nilai gizi nasi beras merah.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS IV Noviantari, Harisya; Darmiany, Darmiany; Hidayati, Vivi Rachmatul
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.4984

Abstract

Critical thinking skills are skills that students must have in learning mathematics. Initial observations showed that students still had difficulty in understanding the concept of solving fraction problems. The cause was learning that was still conventional and did not involve students actively. This study aims to determine the effectiveness of the Problem Based Learning learning model on critical thinking skills in mathematics lessons. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental design (Nonequivalent Control Group Design). The sample consisted of 42 students, namely the experimental class and the control class. The research instrument was a critical thinking ability test in the form of essay questions, which were given before and after treatment. In addition, observations were made to measure the implementation of the PBL model during the learning process. The results showed that the PBL model was effective in students' critical thinking skills. The average pre-test score in the experimental class was 60, while the control class was 62.5. After being given treatment, the post-test score of the experimental class became 85.4, while the control class was 74.2. The results of the sample t-test showed a significance value of 0.001 (p <0.05), there was a significant difference between the two groups. The n-gain test value reached 59.70%, which means that the PBL model on students' critical thinking is quite effective compared to the conventional model which is only 45.55%, which means it is less effective to apply. This model can be an alternative to innovative learning that is interactive and student-centered, so it is recommended to be applied in mathematics learning in elementary schools. ABSTRAKKemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan harus dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika. Observasi awal menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep menyelesaikan soal pecahan. Penyebabnya adalah pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning pada kemampuan berpikir kritis pada pelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen (Nonequivalent Control Group Design). Sampel terdiri dari 42 siswa, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis dalam bentuk soal esai, yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Selain itu, observasi dilakukan untuk mengukur keterlaksanaan model PBL selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBL efektif dalam kemampuan berpikir kritis siswa. Rata-rata nilai pre-test pada kelas eksperimen 60, sedangkan kelas kontrol 62,5. Setelah diberikan perlakuan, nilai post-test kelas eksperimen menjadi 85,4, sementara kelas kontrol 74,2. Hasil uji-t sampel menunjukkan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05),  terdapat perbedaan signifikan kedua kelompok. Nilai Uji n-gain mencapai 59,70% yang artiya model PBL pada berpikir kritis siswa cukup efektif dibandingkan model konvensional yang hanya 45,55% yang artinya kurang efektif untuk diterapkan. Model ini dapat menjadi alternatif pembelajaran inovatif yang interaktif dan berpusat pada siswa, sehingga direkomendasikan untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika disekolah dasar.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS E-BOOKS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA MATERI PERUBAHAN WUJUD BENDA SISWA DI SEKOLAH DASAR Andrianti, Tetie; Widiyono, Aan
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5003

Abstract

The limited interactive teaching materials that are in accordance with the characteristics of grade 3 elementary school students are often an obstacle in science learning, especially in the material of changes in the state of objects. This study aims to develop and determine the feasibility of interactive e-book-based teaching materials on the material for grade 3 students of SDN 1 Guyangan. The research method used is Research and Development (R&D) by adapting the ADDIE model. The stages include analyzing the needs of students and teachers through interviews and questionnaires; designing e-books with attractive multimedia elements; developing products using appropriate software; limited implementation in the classroom to measure effectiveness, involvement, and ease of use through observation and questionnaires; and formative and summative evaluations based on expert validation results and user responses. The validation results show that the developed e-book is very feasible, with a score from material experts of 93.75% and from media experts of 95.3%. The responses of teachers and students during implementation also showed that this e-book is very practical, effective, and easy to use, thus increasing learning engagement. Thus, the interactive e-book developed is declared very feasible and practical to support and improve the quality of science learning on the material of changes in the state of objects in elementary schools. ABSTRAKKeterbatasan bahan ajar yang interaktif dan sesuai dengan karakteristik siswa kelas 3 SD seringkali menjadi kendala dalam pembelajaran IPA, khususnya pada materi perubahan wujud benda. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan bahan ajar berbasis e-book interaktif pada materi tersebut untuk siswa kelas 3 SDN 1 Guyangan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model ADDIE. Tahapannya meliputi analisis kebutuhan siswa dan guru melalui wawancara dan angket; perancangan e-book dengan elemen multimedia yang menarik; pengembangan produk menggunakan perangkat lunak yang sesuai; implementasi terbatas di kelas untuk mengukur efektivitas, keterlibatan, dan kemudahan penggunaan melalui observasi dan angket; serta evaluasi formatif dan sumatif berdasarkan hasil validasi ahli dan respon pengguna. Hasil validasi menunjukkan e-book yang dikembangkan sangat layak, dengan skor dari ahli materi sebesar 93,75% dan dari ahli media sebesar 95,3%. Respon guru dan siswa selama implementasi juga menunjukkan bahwa e-book ini sangat praktis, efektif, dan mudah digunakan sehingga meningkatkan keterlibatan belajar. Dengan demikian, e-book interaktif yang dikembangkan ini dinyatakan sangat layak dan praktis untuk mendukung serta meningkatkan kualitas pembelajaran IPA materi perubahan wujud benda di sekolah dasar.
PEMANFAATAN APLIKASI QUIZIZZ UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS 6 SDN 28 MELAYU KOTA BIMA PADA MATA PELAJARAN IPAS Muhamad, Muhamad; Aliyyah, Rusi Rusmiati
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5015

Abstract

Learning motivation is a crucial factor in achieving optimal learning outcomes, especially in Natural and Social Sciences (IPAS) subjects that require conceptual understanding and analysis. This study was motivated by the low interest in learning by 5th grade students of SDN 28 in IPAS lessons which is often caused by the delivery of material that is conventional and less interesting. Therefore, this study aims to analyze in depth the effectiveness of utilizing the Quizizz application as an interactive learning media in increasing student learning motivation in the subject. A descriptive qualitative approach was used to explore this phenomenon, with data collection techniques through participatory observation during learning, in-depth interviews with representative teachers and students, and analysis of learning outcome documentation. The subjects of the study were 25 5th grade students of SDN 28. The results of the study consistently showed that the implementation of the Quizizz application had a significant positive impact on increasing student learning motivation. Students' enthusiasm and active involvement in the IPAS learning process increased drastically. The gamification features offered by Quizizz, such as a point acquisition system, a real-time leaderboard display, and the presence of healthy competition elements between students, have proven effective in triggering interest and maintaining student focus. Teachers also reported an increase in two-way interactions in class and a better understanding of science concepts among students. These findings confirm that Quizizz is a gamification-based interactive learning media that has the potential to transform the learning atmosphere to be more fun and motivating, so that it can be an effective solution to overcome low student learning motivation. ABSTRAKMotivasi belajar merupakan faktor krusial dalam pencapaian hasil belajar yang optimal, terutama pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) yang menuntut pemahaman konsep dan analisis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa kelas 6 SDN 28 terhadap pelajaran IPAS yang seringkali disebabkan oleh penyampaian materi yang bersifat konvensional dan kurang menarik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam efektivitas pemanfaatan aplikasi Quizizz sebagai media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran tersebut. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk mengeksplorasi fenomena ini, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif selama pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru dan siswa representatif, serta analisis dokumentasi hasil belajar. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas 6 SDN 28. Hasil penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa penerapan aplikasi Quizizz memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar siswa. Antusiasme dan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran IPAS meningkat drastis. Fitur-fitur gamifikasi yang ditawarkan Quizizz, seperti sistem perolehan poin, tampilan leaderboard secara real-time, dan adanya elemen kompetisi sehat antarsiswa, terbukti efektif memicu ketertarikan dan mempertahankan fokus siswa. Guru juga melaporkan adanya peningkatan interaksi dua arah di kelas serta pemahaman konsep IPAS yang lebih baik di kalangan siswa. Temuan ini menegaskan bahwa Quizizz merupakan media pembelajaran interaktif berbasis gamifikasi yang potensial untuk mentransformasi suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan memotivasi, sehingga dapat menjadi solusi efektif mengatasi rendahnya motivasi belajar siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS V SD Latief, Muhammad Ade Rizki Abdul; Munir, Muhammad Misbahul
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5081

Abstract

Based on observations made at the research site, it was determined that pupils' mathematics communication abilities were still quite inadequate. This condition may be evident in the absence of active student participation in Mathematics learning, particularly in the area of Distance and Speed. To address these challenges, the Think Talk Write (TTW) learning approach was used as a novel solution. The purpose of this study is to increase the TTW model's efficacy in developing students' mathematical communication abilities. This study took an experimental approach with a pre-experimental design, specifically a one-group pretest-posttest design. The research sample consisted of 15 students picked at random. Data were gathered via pretest and posttest exams with descriptive questions, as well as oral interviews with Mathematics teachers. The results revealed that the pretest scores in the experimental group varied from 13 to 60, with an average of 29.33. Following the intervention, the posttest scores climbed dramatically, ranging from 60 to 100 with an average of 78.67. The hypothesis test yielded a significance value of 0.000, indicating a substantial change in students' mathematical communication abilities before to and following the introduction of the TTW paradigm. Thus, the use of the TTW learning approach has been shown to considerably improve the mathematical communication abilities of SD Negeri 5 Sinanggul Jepara students on the topic of Distance and Speed. ABSTRAKBerdasarkan pengamatan yang dilakukan di lokasi penelitian, ditentukan bahwa kemampuan komunikasi matematika siswa masih cukup tidak memadai. Kondisi ini mungkin terlihat dari kurangnya partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran Matematika, khususnya di bidang Jarak dan Kecepatan. Untuk mengatasi tantangan ini, pendekatan pembelajaran Think Talk Write (TTW) digunakan sebagai solusi baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan efektivitas model TTW dalam mengembangkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Studi ini mengambil pendekatan eksperimental dengan desain pra-eksperimental, khususnya desain pretest-posttest satu kelompok. Sampel penelitian terdiri dari 15 siswa yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui ujian pretest dan posttest dengan pertanyaan deskriptif, serta wawancara lisan dengan guru Matematika. Hasilnya mengungkapkan bahwa skor pretest pada kelompok eksperimen bervariasi dari 13 hingga 60, dengan rata-rata 29,33. Setelah intervensi, skor posttest meningkat secara dramatis, berkisar antara 60 hingga 100 dengan rata-rata 78,67. Uji hipotesis menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000, menunjukkan adanya perubahan substansial dalam kemampuan komunikasi matematis siswa sebelum dan setelah penerapan paradigma TTW. Dengan demikian, penggunaan pendekatan pembelajaran TTW telah terbukti secara signifikan meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa SD Negeri 5 Sinanggul Jepara pada topik Jarak dan Kecepatan.
ANALISIS MISKONSEPSI MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL SUPREMUM DAN INFIMUM BERDASARKAN TEORI NEWMAN Sihotang, Harry Marcel Wahyu; Sitindaon, David Micle; Saing, Nasib Maruli Tua; Silalahi, Lisbeth Grace Luciana; Sinaga, Debora; Simanullang, Michael Christian
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5090

Abstract

This study aims to analyze students' misconceptions in solving problems related to the concepts of supremum and infimum in Real Analysis courses. These concepts are fundamental in mathematics, yet many students struggle to understand and apply them correctly. Using a qualitative approach and Newman’s Error Analysis theory, this research identifies the stages of errors made by 8 Mathematics Education students at Universitas Negeri Medan through a written test consisting of three problems. Data were descriptively analyzed based on Newman’s five error stages: reading error, comprehension error, transformation error, process skill error, and encoding error. The results reveal that the most dominant errors occur at the comprehension stage, where students frequently confuse supremum/infimum with maximum/minimum values. Transformation and process skill errors were also significant, particularly in problem modeling and computational operations, while encoding errors reflected inaccuracies in presenting final answers. These findings highlight the need for teaching strategies that emphasize conceptual understanding, in-depth discussions, and visualization tools. Adaptive scaffolding and intensive practice are recommended to address student misconceptions. This study contributes to the development of more effective Real Analysis teaching methods and opens opportunities for further error-diagnosis-based research. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal terkait konsep supremum dan infimum pada mata kuliah Analisis Real. Konsep ini merupakan fondasi penting dalam matematika, namun banyak mahasiswa mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkannya secara tepat. Studi kualitatif ini menggunakan teori Analisis Kesalahan Newman untuk mengidentifikasi tahapan kesalahan yang dilakukan oleh 8 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Medan melalui tes tertulis yang mencakup tiga soal. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan lima tahapan kesalahan Newman, yaitu reading error, comprehension error, transformation error, process skill error, dan encoding error. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan paling dominan terjadi pada tahap pemahaman (comprehension error), di mana mahasiswa sering keliru membedakan supremum/infimum dengan nilai maksimum/minimum. Kesalahan transformasi (transformation error) dan proses penyelesaian (process skill error) juga signifikan, terutama dalam memodelkan soal dan melakukan operasi perhitungan, sementara kesalahan pengkodean (encoding error) mencerminkan ketidaktepatan dalam menyajikan jawaban akhir. Temuan ini mengindikasikan perlunya pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konseptual, diskusi mendalam, dan penggunaan alat visualisasi. Strategi seperti scaffolding adaptif dan latihan intensif direkomendasikan untuk memperbaiki miskonsepsi mahasiswa. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan metode pembelajaran Analisis Real yang lebih efektif serta membuka peluang penelitian lanjutan berbasis diagnosis kesalahan.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN MEDIA CANVA TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI BAGIAN TUBUH TUMBUHAN DI KELAS IV SD Lahay, Nurhayati; Abdullah, Gamar; Kudus, Kudus; Arif, Rifda Mardian; Arifin, Irvin Novita
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5093

Abstract

This study aims to describe the effect of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by Canva media on student learning outcomes on plant body parts material in class IV SDN 10 Kabila, Bone Bolango Regency, using a quasi-experimental method with a Nonequivalent control group design, where data collection is carried out through observation, interviews, tests, and documentation with a sample of 34 class IV students of SDN 10 Kabila in the 2024/2025 academic year. The difference in learning outcomes can be seen from the average pre-test and post-test scores in the experimental and control classes. In the pre-test of the control class, an average score of 42.3 was obtained. The average post-test score in the control class was 62.11. While the average pre-test score of the experimental class was 43.76 and the post-test score was 84. From the learning outcomes of students, there was a difference in learning outcomes in the most significant material on plant body parts through the PBL model assisted by Canva  media and conventional learning. So it can be concluded that the use of the PBL model assisted by Canva AI media has an effect on the learning outcomes of students in class IV SDN 10 Kabila, Bone Bolango Regency. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Canva terhadap hasil belajar peserta didik pada materi bagian tubuh tumbuhan di kelas IV SDN 10 Kabila Kabupaten Bone Bolango, menggunakan metode quasi experimental dengan desain Nonequivalent control group design, dimana pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi dengan sampel sebanyak 34 peserta didik kelas IV SDN 10 Kabila tahun ajaran 2024/2025. Perbedaan hasil belajar terlihat dari rata-rata skor pre-test dan post test di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada pre test kelas kontrol, diperoleh nilai rata-rata 42,3. Nilai rata-rata post test pada kelas kontrol yaitu 62,11. Sedangkan nilai rata-rata pre test kelas eksperimen yaitu 43,76 dan nilai posttest 84. Dari hasil belajar peserta didik, terdapat perbedaan hasil belajar pada materi bagian tubuh tumbuhan yang paling signifikan melalui model PBL Berbantuan media canva dan pembelajaran konvensional. Maka dapat dapat disimpulkan bahwa penggunaan model PBL berbantuan media Canva berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik di kelas IV SDN 10 Kabila, Kabupaten Bone Bolango.
MENINGKATKAN KOMUNIKASI MATEMATIS DENGAN PBL BERBANTUAN MATCHA MATH CARD PADA MATERI FUNGSI KUADRAT SISWA X SMA Pratama, Amalia Dita; Fatqurhohman, Fatqurhohman; Hasanah, Firda Dyah Alvin
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5094

Abstract

Mathematical communication skills are essential competencies in 21st-century learning that need to be developed through contextual, collaborative, and interactive methods. However, observations conducted in class X-5 of SMA Negeri Pakusari indicate that students still struggle to communicate mathematical concepts, particularly in the topic of quadratic functions. This study aims to improve students’ mathematical communication skills by implementing the Problem Based Learning (PBL) model supported by the Matcha Math Card media. The research method used is Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis & McTaggart model, consisting of two cycles with the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The research subjects were 37 students of class X-5 at SMA Negeri Pakusari, with instruments including essay tests, observation sheets, and field notes. The results showed a significant improvement in students’ mathematical communication skills. The average score increased from 58,92 in the pre-cycle to 69,7 in the first cycle, and reached 86,49 in the second cycle, with a classical completeness rate of 100%. This improvement was observed not only in cognitive aspects but also in the learning process, such as increased learning interest, active participation in discussions, and students’ ability to express ideas logically and systematically. Thus, the implementation of Problem Based Learning supported by the Matcha Math Card has proven effective in enhancing students’ mathematical communication skills. This model has the potential to be more widely applied across various mathematical topics and educational levels to improve critical thinking and communication skills in mathematics learning. ABSTRAKKemampuan komunikasi matematis merupakan keterampilan esensial dalam pembelajaran abad ke-21 yang perlu dikembangkan melalui metode yang kontekstual, kolaboratif, dan interaktif. Namun, observasi yang dilakukan di kelas X-5 SMA Negeri Pakusari menunjukkan bahwa peserta didik masih memiliki kesulitan dalam mengomunikasikan konsep matematika, terutama dalam materi fungsi kuadrat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis peserta didik dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) yang didukung oleh media Matcha Math Card. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan model Kemmis & McTaggart, yang terdiri dari dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 37 peserta didik kelas X-5 SMA Negeri Pakusari, dengan instrumen berupa tes uraian, lembar observasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Nilai rata-rata meningkat dari 58,92 pada pra-siklus, menjadi 69,7 di siklus I, dan mencapai 86,49 di siklus II, dengan ketuntasan klasikal sebesar 100%. Peningkatan ini tidak hanya terjadi pada aspek kognitif, tetapi juga tercermin dalam proses pembelajaran, seperti meningkatnya minat belajar, keterlibatan aktif dalam diskusi, serta kemampuan peserta didik dalam menyampaikan gagasan secara logis dan sistematis. Dengan demikian, penerapan Problem Based Learning yang didukung oleh Matcha Math Card terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Model ini berpotensi untuk diterapkan lebih luas dalam berbagai materi atau jenjang pendidikan guna meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan komunikasi dalam pembelajaran matematika.
KREATIVITAS GURU PENGGERAK DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SDN 25 SANTI KOTA BIMA Lusiana, Lusiana; Salam, Agus; Masitha , Dewi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5095

Abstract

This research aims to describe planning, implementation, supporting and inhibiting factors, as well as solutions in differentiated learning in the Merdeka curriculum in science and science subjects at SDN 25 Santi. This research uses qualitative research with a case study design. Data collection was carried out through interviews, observation and documentation. The informants in the research consisted of the school principal, class IV teacher, and three class IV students. Test the validity of the data using triangulation of techniques and sources. Then the data was analyzed using the Miles and Hubermen technique with three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results obtained were that teachers made learning plans by mapping learning needs through diagnostic assessments and then creating teaching modules based on the results of the mapping. It is known that class IV students consist of visual, auditory and kinesthetic learning styles. In its application, teachers carry out learning differentiation of content, processes and products. Supporting factors come from enthusiastic students, a pleasant learning atmosphere, students feeling safe and comfortable, and adequate infrastructure. Meanwhile, the main inhibiting factor is that learning takes longer. The solution taken by the principal and teachers is to reflect together every week. ABSTRAKTujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk mendeskripsikan perencanaan, penerapan, faktor pendukung dan penghambat, serta solusi dalam pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum Merdeka pada mata pelajaran IPA di SDN 25 Santi Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru kelas IV, dan tiga siswa kelas IV. Uji keabsahan data menggunakan trianggulasi teknik dan sumber. Kemudian data dianalisis menggunakan teknik Miles dan Hubermen dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh yaitu guru membuat perencanaan pembelajaran dengan melakukan pemetaan kebutuhan belajar melalui asesmen diagnostik kemudian membuat modul ajar berdasarkan hasil pemetaan tersebut. Diketahui bahwa siswa kelas IV terdiri dari gaya belajar visual, audiotori, dan kinestetik. Dalam penerapannya guru melakukan pembelajaran diferensiasi konten, proses, dan produk. Faktor pendukung berasal dari siswa yang antusias, suasana belajar yang menyenangkan, siswa merasa aman dan nyaman, dan sarana prasarana yang memadai. Sedangkan faktor penghambat utama dalam pembelajaran ini membutuhkan waktu lebih lama. Solusi yang dilakukan kepala sekolah dan guru yaitu melakukan refleksi bersama di setiap minggunya.