cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 61 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 61 Documents clear
IMPLEMENTASI INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN LIVE WORKSHEET UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG Rahmawati, Annisa
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5713

Abstract

The Merdeka Curriculum emphasizes student-focused learning, where student involvement in every stage of learning is the main thing. This study aims to describe the development of science process skills and students' responses to the applied learning methods. The method used in this study is quantitative descriptive with a pre-experimental research design, especially one group pretest posttest design, which involves one class, namely class VIII-B consisting of 24 students. Data was collected through two techniques, namely tests and questionnaires. The results showed that the application of the guided inquiry learning model during the three meetings succeeded in improving science process skills. The average percentage of post-test scores reached 96.04%, while the N-Gain score obtained was 1, indicating a high category. This shows a significant improvement in students' science process skills. The students' response to learning with a guided inquiry model on vibration and wave materials in class VIII-B SMP Labschool Unesa 2 reached 97.74%, which was categorized as very good. Thus, it can be concluded that the inquiry learning model guided on vibration and wave materials is effective in improving students' science process skills. ABSTRAKKurikulum Merdeka menekankan pembelajaran yang berfokus pada siswa, di mana keterlibatan siswa dalam setiap tahap pembelajaran menjadi hal yang utama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan keterampilan proses sains serta respon peserta didik terhadap metode pembelajaran yang diterapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian pre-experimental, khususnya one group pretest posttest design, yang melibatkan satu kelas, yaitu kelas VIII-B yang terdiri dari 24 siswa. Data dikumpulkan melalui dua teknik, yaitu tes dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing selama tiga pertemuan berhasil meningkatkan keterampilan proses sains. Rata-rata persentase nilai post-test mencapai 96,04%, sementara N-Gain score yang diperoleh adalah 1, yang menunjukkan kategori tinggi. Ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan proses sains siswa. Respon siswa terhadap pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing pada materi getaran dan gelombang di kelas VIII-B SMP Labschool Unesa 2 mencapai 97,74%, yang dikategorikan sangat baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi getaran dan gelombang efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa.
ANALISIS KEBUTUHAN MODUL IPAS BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER RASA INGIN TAHU DAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV SD Azzahrah, Wiji Nur; Erwandi, Rudi; Supriyanto, Supriyanto
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5714

Abstract

This study aims to analyze the need for developing an IPAS module based on Contextual Teaching and Learning (CTL). The research method uses a quantitative descriptive research type with a focus on the needs analysis stage through interviews, observations, and documentation. The needs analysis stage aims to identify existing learning gaps, teacher needs, and student expectations of the teaching module. This study was conducted by involving grade IV teachers and 24 grade IV students of SDN 43 Lubuklinggau as research subjects. The results of the study indicate that teachers and students need more varied teaching materials, meaningful and enjoyable learning experiences, can increase students' curiosity and interest in learning to be used to complement IPAS learning resources as well as alternative sources for teaching the material My Indonesia is rich in culture. Students need interesting teaching materials, and activities that support enthusiasm in learning and student interest in learning. Thus, the IPAS module based on the Contextual Teaching and Learning (CTL) model can be an alternative to help the learning process in improving the character of curiosity and student interest in learning. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan modul IPAS berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL). Metode penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan fokus pada tahap analisis kebutuhan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tahap analisis kebutuhan bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan pembelajaran yang ada, kebutuhan guru, serta harapan peserta didik terhadap modul ajar. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan guru kelas IV dan 24 peserta didik kelas IV SDN 43 Lubuklinggau sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru  dan peserta didik membutuhkan bahan ajar yang lebih variatif, pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan, dapat meningkatkan rasa ingin tahu dan minat belajar peserta didik untuk digunakan untuk melengkapi sumber belajar IPAS juga sebagai sumber alternatif pengajaran materi Indonesiaku kaya budaya. Peserta didik membutuhkan bahan ajar yang menarik, dan aktivitas yang mendukung keantusisme dalam pembelajaran dan minat belajar peserta didik. Dengan demikian, modul IPAS berbasis model Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat menjadi alternatif untuk membantu proses pembelajaran dalam meningkatkan karakter rasa ingin tahu dan minat belajar peserta didik.
PENGARUH ROLE PLAYING TERHADAP LITERASI NUMERASI MATERI PERKALIAN PESERTA DIDIK KELAS III SD Ardiwanata, Moh.; Lestari, Wahyu Maulida
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5715

Abstract

This study aimed to investigate the effect of the Role Playing learning model on the numeracy literacy skills of third-grade students at SDN Karangtanjung in multiplication material. The background of this research lies in the low numeracy literacy skills of students, as indicated by the average scores falling below the Minimum Mastery Criteria (KKM). The research employed an experimental method with a One Group Pretest-Posttest design involving 30 students as the sample. The instrument consisted of a descriptive test comprising 10 items that had been validated for both validity and reliability, and was administered before and after the implementation of the learning model. Data were analyzed using a normality test and a Paired Sample t-Test. The results showed that the average pretest score of 26.23 increased to 64.07 on the posttest, with a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.000 < 0.05. Accordingly, the Role Playing learning model has been proven to have a significant impact on improving students' numeracy literacy skills in multiplication material. This learning model offers an active and contextual learning experience, enabling students to more easily understand multiplication concepts and apply them in real-life situations. In conclusion, the Role Playing model is effective in enhancing numeracy literacy skills in multiplication and can serve as an innovative alternative instructional strategy in elementary education. This study opens opportunities for further development, both in exploring other variables and in applying the model to other subjects, supported by adequate teacher training. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Role Playing terhadap kemampuan literasi numerasi peserta didik kelas III SDN Karangtanjung pada materi perkalian. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan literasi numerasi siswa yang terlihat dari nilai rata-rata di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest yang melibatkan 30 peserta didik sebagai sampel. Instrumen berupa tes uraian 10 butir soal yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian diberikan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran. Data dianalisis dengan uji normalitas dan Paired Sample t-Test. Hal ini ditunjukkan dari rata-rata skor pretest sebesar 26,23 yang meningkat menjadi 64,07 pada posttest, serta nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian, model Role Playing memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan literasi numerasi siswa pada materi perkalian. Model pembelajaran ini memberikan pengalaman belajar yang aktif dan kontekstual, sehingga siswa lebih mudah memahami konsep perkalian dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulannya, model Role Playing efektif meningkatkan kemampuan literasi numerasi pada materi perkalian dan dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang inovatif di sekolah dasar. Penelitian ini membuka peluang pengembangan lebih lanjut, baik pada variabel lain maupun penerapan di mata pelajaran lain, dengan dukungan pelatihan guru yang memadai.
E-LKPD CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING DENGAN LIVEWORKSHEETS DAN WAYGROUND PAPER MODE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TRIGONOMETRI Hermawan, Lendi Ike; Fatqurhohman, Fatqurhohman; Ismiyati, Eny
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5716

Abstract

This study was motivated by the low learning outcomes of students in understanding trigonometry concepts and the difficulties they encountered in connecting these concepts with real-life experiences. One contributing factor is that students struggle to comprehend the relationship between theory and its application in everyday life. In addition, the lack of varied teaching methods and limited use of innovative, interactive worksheets have also posed challenges in trigonometry learning. One potential solution is the use of Liveworksheets, a digital interactive worksheet platform that enables teachers to design worksheets based on the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach, making them more relevant to students’ cultural backgrounds. Furthermore, Wayground Paper Mode can serve as an alternative tool for conducting formative assessments flexibly, in both print and digital formats. This study aimed to examine the effectiveness of implementing CRT-based e-Worksheets using Liveworksheets and formative assessments with Wayground Paper Mode in improving students’ learning outcomes in trigonometry. The study was conducted with Class XI-1 students at SMAN Mumbulsari using a classroom action research (CAR) method consisting of two cycles. Each cycle included planning, implementation, observation, and reflection phases to identify improvements in students’ learning outcomes. The results showed that in Cycle I, the average student score was 83,74, while in Cycle II, the average increased to 91,35. This improvement indicates that the use of CRT-based e-Worksheets with Liveworksheets and formative assessments via Wayground Paper Mode effectively helped students gain a better understanding of trigonometry concepts. Moreover, this strategy also proved to enhance students’ motivation and critical thinking skills, as reflected in their increased engagement and academic performance. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik dalam memahami konsep trigonometri serta kesulitan yang mereka hadapi dalam menghubungkan konsep tersebut dengan pengalaman nyata. Salah satu faktor penyebabnya adalah peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami keterkaitan antara teori dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, metode pembelajaran yang kurang variatif serta terbatasnya penggunaan LKPD interaktif yang inovatif turut menjadi kendala dalam pembelajaran trigonometri. Salah satu LKPD interaktif digital yang dapat digunakan adalah Liveworksheets, yang memungkinkan guru merancang LKPD berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) agar lebih relevan dengan latar belakang budaya peserta didik. Selain itu, Wayground Paper Mode juga dapat menjadi alternatif dalam melakukan asesmen formatif secara fleksibel, baik dalam bentuk cetak maupun digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan e-LKPD berbasis Culturally Responsive Teaching dengan Liveworksheets dan Wayground Paper Mode dalam meningkatkan hasil belajar trigonometri. Penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas XI-1 SMAN Mumbulsari dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi guna mengidentifikasi peningkatan hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, rata-rata hasil belajar peserta didik sebesar 83,74, sedangkan pada siklus II, rata-rata nilai meningkat menjadi 91,35. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan e-LKPD berbasis Culturally Responsive Teaching dengan Liveworksheets dan Wayground Paper Mode dapat membantu peserta didik lebih memahami konsep trigonometri dengan lebih baik. Selain itu, strategi ini juga terbukti meningkatkan motivasi dan keterampilan berpikir kritis peserta didik, yang ditunjukkan melalui peningkatan keaktifan serta hasil belajar mereka.
EKSPLORASI KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMECAHKAN SOAL OPEN-ENDED MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SENSING DAN INTUITION KONTEN MASJID CHENGHO JEMBER Hikam, Fashia Ikhlasul; Susanto, Susanto; Suwito, Abi; Firmansyah, Frenza Fairuz
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5717

Abstract

This study aims to analyze students' ability in solving open-ended mathematical problems on the material of flat-sided solids using the architecture of the Cheng Ho Mosque in Jember as a learning context. The use of open-ended problems and local cultural contexts is expected to encourage in-depth mathematical thinking and increase student relevance and engagement. This study used a qualitative descriptive method with subjects of grade IX junior high school students in Jember Regency. Data were collected through open-ended problem tests integrated with the context of the mosque, in-depth interviews, and participatory observations. Data analysis focused on four stages of problem solving and students' thinking processes which were distinguished based on sensing and intuition learning styles. The results showed significant differences between the two learning styles. Students with a sensing learning style were able to go through all stages of problem solving systematically, but were identified as having weaknesses in the re-checking stage. They tend not to re-verify because of their high confidence in the accuracy of their structured calculations. In contrast, students with an intuition learning style showed a more creative approach, utilizing visualization and projection abilities without being fixated on formulas. They also managed to complete all stages well, although the calculation process was not systematic. These findings underscore the importance of encouraging accuracy through re-checking for sensing students and recognizing the effectiveness of non-formulaic approaches for intuition students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan siswa dalam memecahkan soal open-ended matematika pada materi bangun ruang sisi datar dengan menggunakan arsitektur Masjid Cheng Ho Jember sebagai konteks pembelajaran. Penggunaan soal open-ended dan konteks budaya lokal diharapkan dapat mendorong pemikiran matematis yang mendalam serta meningkatkan relevansi dan keterlibatan siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek siswa kelas IX SMP di Kabupaten Jember. Data dikumpulkan melalui tes soal open-ended yang terintegrasi konteks masjid, wawancara mendalam, dan observasi partisipatif. Analisis data difokuskan pada empat tahapan pemecahan masalah serta proses berpikir siswa yang dibedakan berdasarkan gaya belajar sensing dan intuition. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua gaya belajar. Siswa dengan gaya belajar sensing mampu melalui seluruh tahapan pemecahan masalah secara sistematis, namun teridentifikasi memiliki kelemahan pada tahap pemeriksaan kembali. Mereka cenderung tidak melakukan verifikasi ulang karena keyakinan tinggi pada akurasi perhitungannya yang terstruktur. Sebaliknya, siswa dengan gaya belajar intuition menunjukkan pendekatan yang lebih kreatif, memanfaatkan kemampuan visualisasi dan proyeksi tanpa terpaku pada rumus. Mereka juga berhasil memenuhi semua tahapan dengan baik, meskipun proses perhitungannya tidak sistematis. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya mendorong ketelitian melalui pengecekan ulang bagi siswa sensing dan mengakui efektivitas pendekatan non-formulaik pada siswa intuition.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF IPA SISWA KELAS V SD Muslimah, Hanifah; Istiningsih, Siti; Saputra, Heri Hadi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5718

Abstract

This study aims to examine the impact of interactive multimedia-based instructional media on the cognitive science learning outcomes of fifth-grade students at SDN 39 Mataram. The research employed a quasi-experimental design with a Nonequivalent Control Group Design, involving two groups: the experimental group, which received treatment using interactive multimedia learning media, and the control group, which followed conventional teaching methods. The research instrument consisted of multiple-choice tests that had been validated and tested for reliability to measure student learning outcomes through pre-tests and post-tests. Data were analyzed using the Kolmogorov-Smirnov normality test, Levene’s homogeneity test, and paired sample t-test for hypothesis testing. The results showed that the average post-test score of the experimental group was 88.16, higher than the control group’s 76.91. The t-test yielded a significance value of 0.000 (<0.05), indicating a significant effect of interactive multimedia learning media on students’ cognitive learning outcomes in science. Thus, this learning media can be an effective alternative to improve the quality of science education in elementary schools. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif terhadap hasil belajar kognitif IPA siswa kelas V SDN 39 Mataram. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen tipe Nonequivalent Control Group Design dengan dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan media multimedia interaktif dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa melalui pre-test dan post-test. Data hasil belajar dianalisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji homogenitas Levene, dan uji hipotesis paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test pada kelas eksperimen sebesar 88,16 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang sebesar 76,91. Uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) yang mengindikasikan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar kognitif IPA siswa. Dengan demikian, media pembelajaran ini dapat menjadi alternatif efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di sekolah dasar.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA KINCIR AIR PADA MATERI PERUBAHAN BENTUK ENERGI KELAS IV DI SD Mangge, Moh. Rafly I.
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5719

Abstract

This research is motivated by the low learning outcomes of fourth grade students of SDN 3 Telaga Jaya on the material of changes in energy forms. Initial observation data showed that the level of student learning completion only reached 27%, which indicated the need for intervention to improve the learning process. The main focus of this study was to determine whether the application of the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by waterwheel media could improve student learning outcomes. The purpose of the study was to describe and prove the improvement in learning outcomes through the implementation of the model and media. This study used the Classroom Action Research (CAR) method which was carried out in two cycles, with 15 students as research subjects. Important stages in this study include initial observation, action planning, implementation, observation, and reflection in each cycle. The instruments used were learning outcome tests and observation sheets. The results of the study showed a significant increase in learning outcomes. In cycle I, the percentage of student learning completion increased to 47%. Because it had not reached the performance indicator, the action was continued to cycle II. In cycle II, the percentage of student learning completion reached 80%, indicating an increase of 33% from cycle I. Thus, it can be concluded that the application of the Problem-Based Learning model assisted by waterwheel media has proven effective in improving student learning outcomes. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas IV SDN 3 Telaga Jaya pada materi perubahan bentuk energi. Data observasi awal menunjukkan tingkat ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 27%, yang mengindikasikan perlunya intervensi untuk perbaikan proses pembelajaran. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan model Problem-Based Learning (PBL) berbantuan media kincir air dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan membuktikan peningkatan hasil belajar melalui implementasi model dan media tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek penelitian sebanyak 15 siswa. Tahapan penting dalam penelitian ini meliputi observasi awal, perencanaan tindakan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi pada setiap siklusnya. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan. Pada siklus I, persentase ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 47%. Karena belum mencapai indikator kinerja, tindakan dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II, persentase ketuntasan belajar siswa berhasil mencapai 80%, menunjukkan adanya peningkatan sebesar 33% dari siklus I. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem-Based Learning berbantuan media kincir air terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN CLEVER ZONE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS DI KELAS V SD Husain, Marzexy G; Abdullah, Gamar; Arif, Rifda Mardian; Isnanto, Isnanto; Arifin, Vicka Muniati
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5720

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis permainan edukatif bernama Clever Zone, serta menguji kelayakan, kepraktisan, dan keefektifannya dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS topik Sistem Pencernaan Pada Manusia di kelas V SDN 2 Bulango timur. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 2 Bulango Timur dengan jumlah siswa 14 orang yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 10 orang perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangam ADDIE yang terdiri dari tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Data dikumpulkan melalui angket validasi ahli media, ahli materi, ahli praktisi/pengguna, dan angket respon guru, serta tes hasil belajar berupa pre-test dan post-test.
PBL DENGAN DIFERENSIASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA DI KELAS XI SMA Adriana, Orin; Sari, Diah Kartika; Martusyilia, Revy
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5721

Abstract

This study aims to improve students' learning outcomes on the topic of salt hydrolysis through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model with a differentiated instruction approach. The focus of the study is to accommodate students' varying levels of learning readiness through process and content differentiation, designed based on initial assessment results. This classroom action research was conducted in two cycles in class XI.4 of SMAN 1 Palembang, involving 39 students during the 2024/2025 academic year. Each cycle consisted of four stages: planning, action implementation, observation, and reflection, following the Kemmis & McTaggart model. The instruments used included student worksheets (LKPD) as formative assessments and summative tests to evaluate learning outcomes. The results show that the application of PBL with a differentiated approach successfully enhanced students’ academic performance. In the pre-cycle stage, five students had not yet achieved the minimum mastery criteria (KKM). After implementing process differentiation in cycle I, student mastery improved significantly, although one student remained below the threshold. Subsequently, content differentiation was applied in cycle II, resulting in all students achieving mastery. The average score increased from 92.46 in cycle I to 96.75 in cycle II. Thus, a differentiated approach based on initial assessments proved effective in enhancing students’ learning outcomes more equitably and optimally. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi hidrolisis garam melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan diferensiasi. Fokus penelitian ini adalah mengakomodasi perbedaan kesiapan belajar peserta didik melalui diferensiasi proses dan konten, yang dirancang berdasarkan hasil asesmen awal. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus di kelas XI.4 SMAN 1 Palembang dengan jumlah peserta didik sebanyak 39 orang pada tahun ajaran 2024/2025. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi, mengacu pada model Kemmis & McTaggart. Instrumen yang digunakan mencakup Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai asesmen formatif dan tes sumatif untuk mengukur capaian hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL dengan pendekatan diferensiasi mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pada tahap prasiklus, sebanyak 5 peserta didik belum mencapai ketuntasan belajar sesuai KKM. Setelah diterapkan diferensiasi proses pada siklus I, ketuntasan belajar meningkat secara signifikan, meskipun masih terdapat satu peserta didik yang belum tuntas. Kemudian, setelah diterapkan diferensiasi konten pada siklus II, seluruh peserta didik mencapai ketuntasan belajar. Rata-rata nilai meningkat dari 92,46 pada siklus I menjadi 96,75 pada siklus II. Dengan demikian, pendekatan diferensiasi yang dirancang berdasarkan hasil asesmen awal terbukti efektif dalam meningkatkan pencapaian hasil belajar secara merata dan optimal.
KAJIAN ETNOSAINS TRADISI DOLE-DOLE MASYARAKAT BUTON SEBAGAI SUMBER BELAJAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL Ardyati, Dyah Pramesthi Isyana; Aba, La; Frida, Pratiwi Cahya; Yanti, Yanti
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5023

Abstract

The dole-dole tradition is a form of local wisdom of the Buton people that has been passed down from generation to generation and is full of cultural, spiritual and health values. The procession focuses on the ritual of child recovery and protection, with a series of stages such as massaging using coconut oil, rolling on banana leaves, and bathing with a mixture of sea water, fresh water, and medicinal plants. This study aims to assess the potential of dole-dole as a local wisdom-based learning resource in learning Natural Sciences (IPA) at the Junior High School (SMP) level. The type of research used is descriptive qualitative through literature review, participatory observation, and interviews with traditional leaders (bhisa) and local culturists. The results showed that elements in the dole-dole tradition reflect various science concepts, such as the human organ system, heat and heat transfer, force and motion, substances and their properties, mixtures and solutions, and biodiversity. Thus, the dole-dole tradition has the potential to be an alternative contextual learning resource that can integrate science and local culture. This integration not only improves students' understanding of science concepts in a more meaningful way, but also fosters a sense of love for local culture and the surrounding environment. ABSTRAKTradisi dole-dole merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Buton yang diwariskan secara turun-temurun dan sarat dengan nilai-nilai budaya, spiritual, dan kesehatan. Prosesi ini berfokus pada ritual pemulihan dan perlindungan anak, dengan serangkaian tahapan seperti pemijatan menggunakan minyak kelapa, penggulingan di atas daun pisang, serta mandi dengan campuran air laut, air tawar, dan tumbuhan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi dole-dole sebagai sumber belajar berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui kajian literatur, observasi partisipatif, dan wawancara dengan tokoh adat (bhisa) serta budayawan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa unsur-unsur dalam tradisi dole-dole mencerminkan berbagai konsep IPA, seperti sistem organ tubuh manusia, kalor dan perpindahan panas, gaya dan gerak, zat dan sifatnya, campuran dan larutan, serta keanekaragaman hayati. Dengan demikian, tradisi dole-dole sangat berpotensi menjadi alternatif sumber belajar kontekstual yang dapat mengintegrasikan sains dan budaya lokal. Integrasi ini tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap konsep-konsep IPA secara lebih bermakna, melainkan juga menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal dan lingkungan sekitarnya.