cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 68 Documents
Search results for , issue "vol. 6 no. 4 (2026)" : 68 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS V PADA MATERI RANTAI MAKANAN Amilah Uzlifatul Jannah; Novaria Lailatul Jannah; Arie Widya Murni; Hikmah Luqiyah Kartikasari
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.14212

Abstract

This research was motivated by the low creative thinking skills of fifth-grade B students at SDN Sidokepung 1 in Science learning, specifically regarding the food chain material, as evidenced by students' passive attitude during conventional learning. This study aimed to examine the effect of the inquiry learning model on students' creative thinking skills. Employing a quantitative approach with a pre-experimental method and a One Group Pretest-Posttest Design, this study involved a saturated sample of 34 students. The data collection instrument consisted of 10 essay test items that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using the non-parametric Wilcoxon Signed Rank Test and N-Gain Score analysis. The results demonstrated an increase in the mean score from 42.79 in the pretest to 77.94 in the posttest. The Wilcoxon test yielded a significance value of 0.000 (< 0.05), indicating a significant difference in competence before and after the treatment. Furthermore, the average N-Gain score reached 0.60 (medium category), and the N-Gain percentage was 60.60% (moderately effective). The main finding of this study indicates that the implementation of the inquiry learning model significantly improved students’ creative thinking skills, with the level of improvement falling within the medium category and demonstrating moderate effectiveness. In conclusion, the inquiry learning model exerts a positive and significant influence on enhancing elementary school students' creative thinking skills through active and independent learning experiences. ABSTRAK Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kreatif siswa kelas V B SDN Sidokepung 1 pada pembelajaran IPA materi rantai makanan, yang tercermin dari dominasi sikap pasif selama proses belajar konvensional. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengevaluasi dampak implementasi model pembelajaran inquiry terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa. Pendekatan kuantitatif melalui metode pre-experiment dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design diadopsi dalam studi ini, dengan melibatkan sampel jenuh yang terdiri atas 34 siswa. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes esai sebanyak 10 butir soal yang statusnya telah valid dan reliabel. Teknik analisis data yang diaplikasikan meliputi uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test serta analisis N-Gain Score. Temuan penelitian mengonfirmasi adanya kenaikan skor rata-rata dari 42,79 saat pretest menjadi 77,94 saat posttest. Selain itu, uji Wilcoxon menorehkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), yang membuktikan adanya perbedaan kompetensi yang nyata sebelum dan sesudah intervensi. Capaian ini didukung oleh rata-rata N-Gain score senilai 0,60 (kategori sedang) dan N-Gain persen sebesar 60,60% (kriteria cukup efektif). Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inquiry mampu meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa secara signifikan, dengan tingkat peningkatan berada pada kategori sedang dan efektivitas cukup. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inquiry memberikan pengaruh positif dan signifikan demi mendongkrak kreativitas berpikir siswa sekolah dasar melalui iklim belajar yang mandiri serta aktif.
PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA SMP BERKEMAMPUAN RENDAH PADA MASALAH KONTEKSTUAL SEGITIGA BERDASARKAN TEORI VAN HIELE Annissya Fitrotin Devi Auliah; Luluk Faridah; Abdur Rohim
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.14804

Abstract

ABSTRACT Mathematical conceptual understanding plays an important role in helping students connect mathematical knowledge with problem solving, including contextual problems involving triangles. This study aims to describe the mathematical conceptual understanding of low-ability junior high school students in solving contextual triangle problems based on Van Hiele Theory. This study employed a qualitative approach with a descriptive-exploratory design. Two subjects were selected through purposive sampling from Grade VIII B students at MTs Putra Putri Simo Karanggeneng based on the results of a pretest. Data were collected through a pretest, conceptual understanding tests, semi-structured interviews, and documentation, and were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification. The results showed that both subjects experienced difficulties particularly in transforming representations, recognizing the meaning and interpretation of concepts, and identifying the properties and conditions of triangle concepts. Based on the analysis results, one student (R1) was at Level 0 (visualization), while one student (R2) was at Level 1 (analysis). The study concludes that differences exist in the characteristics of conceptual understanding and geometric thinking development among low-ability students when solving contextual triangle problems. ABSTRAK Pemahaman konsep matematis berperan penting dalam membantu siswa menghubungkan pengetahuan matematika dengan penyelesaian masalah, termasuk masalah kontekstual pada materi segitiga. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman konsep matematis siswa SMP berkemampuan rendah dalam menyelesaikan masalah kontekstual segitiga berdasarkan Teori Van Hiele. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif. Dua subjek dipilih secara purposive sampling dari siswa kelas VIII B MTs Putra Putri Simo Karanggeneng berdasarkan hasil pretest. Data diperoleh melalui pretest, tes pemahaman konsep, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek mengalami kesulitan terutama dalam mengubah representasi, mengenali makna dan interpretasi konsep, serta mengidentifikasi sifat dan syarat konsep segitiga. Berdasarkan hasil analisis, sebanyak 1 siswa (R1) berada pada Level 0 (visualization), sedangkan 1 siswa (R2) berada pada Level 1 (analysis). Simpulan penelitian menunjukkan adanya perbedaan karakteristik pemahaman konsep dan perkembangan berpikir geometris antara siswa berkemampuan rendah dalam menyelesaikan masalah kontekstual segitiga.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL BILANGAN BERPANGKAT DAN BENTUK AKAR Septhiano Mario Imanuel Dwi Putera Demu; Agapitus Hendrikus Kaluge; Maria Gracia Manoe Gawa
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.15517

Abstract

This study aims to describe the types of students’ errors in solving problems involving exponents and radical expressions based on Newman’s Error Analysis stages, namely reading, comprehension, transformation, process skills, and encoding errors. Identifying students’ errors in these topics is important to determine their difficulties and provide a basis for improving mathematics instruction. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. The subjects were three eighth-grade students of SMP Nusa Cendana Internasional Plus School who were purposively selected based on high, medium, and low ability levels. Data were collected through written tests, observations, and interviews. Data analysis used the Miles and Huberman interactive model, consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that high-ability students only experienced encoding errors. Medium-ability students experienced comprehension and encoding errors, while low-ability students experienced transformation, process skills, and encoding errors. The most frequently identified errors were transformation and encoding errors. These errors occurred because students were unable to transform word problems into appropriate mathematical models and were not accustomed to writing final conclusions that addressed the questions. Therefore, Newman’s Error Analysis can help teachers identify students’ difficulties as a basis for improving mathematics instruction, particularly in learning exponents and radical expressions. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal bilangan berpangkat dan bentuk akar berdasarkan tahapan Newman, yaitu kesalahan membaca, memahami, transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban. Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal pada materi tersebut perlu diidentifikasi untuk mengetahui letak kesulitan siswa dan menjadi dasar perbaikan pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa kelas VIII SMP Nusa Cendana Internasional Plus School yang dipilih secara purposive berdasarkan tingkat kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes tertulis, observasi, dan wawancara. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi hanya mengalami kesalahan pada tahap penulisan jawaban (encoding error). Siswa berkemampuan sedang mengalami kesalahan memahami (comprehension error) dan penulisan jawaban, sedangkan siswa berkemampuan rendah mengalami kesalahan transformasi (transformation error), keterampilan proses (process skills error), dan penulisan jawaban. Kesalahan yang paling banyak ditemukan adalah kesalahan transformasi dan penulisan jawaban. Kesalahan tersebut terjadi karena siswa belum mampu mengubah soal cerita ke dalam model matematika yang tepat serta belum terbiasa menuliskan kesimpulan akhir sesuai dengan pertanyaan soal. Dengan demikian, analisis kesalahan Newman dapat membantu guru mengidentifikasi letak kesulitan siswa sebagai dasar dalam memperbaiki pembelajaran matematika, khususnya pada materi bilangan berpangkat dan bentuk akar.
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS MULTIMEDIA UNTUK SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR PADA OPERASI HITUNG PECAHAN Wahyu Munita Sari; Lusiana Lusiana; Aan Suriadi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.11598

Abstract

Fraction operation material in elementary schools is often considered difficult by students due to its abstract nature and the lack of interactive digital learning media. This condition has the potential to decrease students' interest and mathematics learning outcomes if not addressed with appropriate learning material innovations. Therefore, this study aimed to develop a multimedia-based e-module assisted by flipbook media on fraction operations material for fifth-grade elementary school students that is valid, practical, and has a potential effect. This study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of the analyze, design, development, implementation, and evaluation stages. The study was conducted in the second semester of the 2025/2026 academic year at SD Negeri 157 Palembang. The results showed that the validation assessment conducted by media experts, material experts, and language experts obtained an average percentage of 92.66%, categorized as very valid. The student response questionnaire results indicated that the multimedia-based e-module obtained a percentage of 86.92%, falling into the very practical category. In addition, the effectiveness test results showed that the developed e-module achieved a percentage of 88.20%, indicating a potential effect on improving student learning outcomes with a very effective category. Thus, the developed multimedia-based e-module assisted by flipbook media is feasible, practical, and effective for use as a digital mathematics learning material in elementary schools. ABSTRAK Materi operasi hitung pecahan di sekolah dasar sering dianggap sulit oleh siswa karena konsepnya yang bersifat abstrak dan minimnya ketersediaan media pembelajaran digital yang interaktif. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan minat serta hasil belajar matematika siswa jika tidak ditangani dengan inovasi bahan ajar yang tepat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul berbasis multimedia berbantuan flipbook pada materi operasi hitung pecahan untuk siswa kelas V sekolah dasar yang valid, praktis, dan memiliki efek potensial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis (analisis), design (perancangan), development (pengembangan), implementation (implementasi), dan evaluation (evaluasi). Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 di SD Negeri 157 Palembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian validasi dari ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa memperoleh rata-rata persentase sebesar 92,66% dengan kriteria sangat valid. Hasil angket respon siswa memperoleh persentase sebesar 86,92% yang termasuk dalam kriteria sangat practical (sangat praktis). Selain itu, hasil tes setelah implementasi menunjukkan persentase ketuntasan sebesar 88,20% yang mengindikasikan bahwa produk memiliki efek potensial yang sangat efektif terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Dengan demikian, e-modul berbasis multimedia berbantuan flipbook ini dinyatakan sangat layak, praktis, dan efektif digunakan sebagai bahan ajar digital matematika di sekolah dasar.    
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN QUIZIZZ MODE KERTAS TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF IPAS SISWA KELAS IV SD Rani Azizah Nikmatusshobrina; Yana Supriyatna; Erna Suhartini
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.12423

Abstract

The low mastery of science concepts in primary schools resulting from the dominance of one-way conventional instruction necessitates innovative learning models supported by adaptive evaluation media. This study aimed to analyze the effect of implementing the Student Teams Achievement Division (STAD) cooperative learning model assisted by Quizizz Paper Mode on the cognitive learning outcomes of fourth-grade students in IPAS on the topic of Gaya di Sekitar Kita at SDN 002 Samarinda Kota. The research was conducted in the second semester of the 2025/2026 academic year using a quantitative quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The research sample consisted of 57 fourth-grade students, divided into an experimental class (n=28) receiving STAD instruction assisted by Quizizz Paper Mode and a control class (n=29) receiving conventional lecture-based instruction and standard worksheets. Data were gathered through valid and reliable multiple-choice tests (pretest and posttest). Data were analyzed using normality and homogeneity prerequisite tests, Normalized Gain (N-Gain) calculations, and independent sample t-tests via IBM SPSS Statistics 25. The results demonstrated that the posttest mean score of the experimental class (83.57) significantly outperformed that of the control class (69.66). The experimental class achieved an N-Gain score of 0.61 (moderate category), surpassing the control class score of 0.24 (low category). Hypothesis testing yielded a significance value of p=0.001<0.05, confirming a statistically significant effect of STAD assisted by Quizizz Paper Mode on students' cognitive learning outcomes. The integration of heterogeneous cooperative discussions and paper-scanned digital gamification assessments successfully created an active, collaborative, and engaging learning environment. ABSTRAK Rendahnya penguasaan konsep sains di sekolah dasar akibat dominasi pembelajaran konvensional satu arah menuntut adanya pembaruan model pembelajaran yang interaktif dan didukung media evaluasi adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbantuan Quizizz Mode Kertas terhadap hasil belajar kognitif IPAS materi Gaya di Sekitar Kita pada siswa kelas IV SDN 002 Samarinda Kota. Penelitian dilaksanakan pada semester genap Tahun Ajaran 2025/2026 menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experiment) dan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 57 siswa yang terbagi menjadi kelas eksperimen (n=28) yang memperoleh perlakuan model kooperatif STAD berbantuan Quizizz Mode Kertas dan kelas kontrol (n=29) yang memperoleh pembelajaran konvensional metode ceramah dan penugasan lembar kerja kertas. Data dikumpulkan melalui instrumen tes objektif pilihan ganda (pretest dan posttest) yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis melalui uji prasyarat normalitas dan homogenitas, analisis Normalized Gain (N-Gain), serta uji hipotesis independent sample t-test berbantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (83,57) lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelas kontrol (69,66). Nilai N-Gain kelas eksperimen mencapai 0,61 (kategori sedang), melampaui kelas kontrol sebesar 0,24 (kategori rendah). Uji hipotesis memperoleh nilai signifikansi p=0,001<0,05, yang membuktikan adanya pengaruh signifikan dari penerapan model STAD berbantuan Quizizz Mode Kertas terhadap peningkatan hasil belajar kognitif IPAS siswa. Kombinasi diskusi kelompok heterogen dan asesmen game-based berbasis pemindaian kertas terbukti efektif menciptakan iklim belajar yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan.    
PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA BLOK PECAHAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS V SD NEGERI 137 PALEMBANG Maya Sakinah; Lusiana Lusiana; Tanzimah Tanzimah
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.13146

Abstract

  The abstract nature of fraction concepts often becomes a major obstacle for elementary school students when presented without concrete manipulative media. This low level of conceptual understanding directly leads to unsatisfactory mathematics learning outcomes. This study aims to determine the effect of fraction block teaching aids on students' learning outcomes in fifth-grade mathematics at SD Negeri 137 Palembang during the second semester of the 2025/2026 academic year. The method used was a True-Experimental design with a Posttest-Only Control Group Design. The research sample consisted of 23 students divided into two groups: Class V A (12 students) as the experimental group taught using fraction block manipulatives and Class V B (11 students) as the control group taught using conventional textbook-based instruction. Data were collected through a validated and reliable completion test measuring cognitive learning outcomes. The results showed that the mean posttest score for the experimental class was 70.83, whereas the control class obtained an average score of 57.27. Hypothesis testing using an Independent Sample t-Test via IBM SPSS Statistics Version 26 yielded t count = 2.444 > t table = 2.080 with a significance value of p = 0.023 < 0.05, confirming that H₀ was rejected and Hₐ was accepted. This improvement indicates that tactile and visual manipulation of circular fraction blocks effectively transforms abstract mathematical relations into concrete representations. Thus, the use of fraction block teaching aids has a significant and positive effect on students' mathematics learning outcomes in elementary schools. ABSTRAK Konsep pecahan yang bersifat abstrak sering kali menjadi kendala utama bagi siswa sekolah dasar apabila disajikan tanpa bantuan media manipulatif konkret. Rendahnya pemahaman ini berdampak langsung pada capaian hasil belajar matematika yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan alat peraga blok pecahan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi pecahan kelas V SD Negeri 137 Palembang yang dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Metode yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen murni (True-Experimental) dengan desain Posttest-Only Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 23 siswa yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelas V A (12 siswa) sebagai kelas eksperimen yang diajar menggunakan alat peraga blok pecahan dan kelas V B (11 siswa) sebagai kelas kontrol yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional berbasis buku teks. Teknik pengumpulan data menggunakan tes evaluasi hasil belajar kognitif berbentuk isian (completion test) yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen mencapai 70,83 dengan tingkat ketuntasan yang baik, sedangkan kelas kontrol hanya mencapai 57,27. Pengujian hipotesis menggunakan Independent Sample t-Test berbantuan IBM SPSS Statistics versi 26 menghasilkan nilai t hitung = 2,444 > t tabel = 2,080 dan nilai signifikansi p = 0,023 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Peningkatan pemahaman ini membuktikan bahwa manipulasi fisik bentuk lingkaran pecahan mampu mengubah konsep abstrak menjadi representasi visual konkret yang mudah dipahami siswa. Dengan demikian, penggunaan alat peraga blok pecahan berpengaruh signifikan dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V di sekolah dasar.    
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI WORDWALL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENYAJIAN DATA KELAS IV SD NEGERI 94 PALEMBANG Andri Mustaqim; Lusiana Lusiana; Imelda Ratih Ayu
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.13213

Abstract

Mathematics learning on data presentation material in elementary schools still faces several challenges, including low student learning outcomes and the limited use of technology-based learning media. These conditions cause students to be less engaged and experience difficulties in understanding data presentation concepts, particularly bar charts. This study aimed to determine the effect of using the Wordwall application on students’ learning outcomes in data presentation material for fourth-grade students at SD Negeri 94 Palembang. The research was conducted during the second semester of the 2025/2026 academic year using a quantitative approach with a quasi-experimental one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 29 fourth-grade students selected through a saturated sampling technique. Data were collected through pretest and posttest assessments comprising 12 valid and reliable multiple-choice questions. Data were analyzed using normality, homogeneity, and paired sample t-tests via SPSS 26. The findings revealed that the mean pretest score of 44.96 increased to 77.79 in the posttest, with learning mastery improving from 0.00% to 75.86%. Furthermore, the hypothesis test produced a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant improvement before and after the intervention. In conclusion, the utilization of the Wordwall-based interactive learning media is proven effective in enhancing elementary students' conceptual understanding and mathematics learning achievement. ABSTRAK Pembelajaran matematika pada materi penyajian data di sekolah dasar masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti rendahnya hasil belajar siswa dan kurang optimalnya pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi. Kondisi tersebut menyebabkan siswa kurang aktif dan mengalami kesulitan dalam memahami konsep penyajian data, khususnya diagram batang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi Wordwall terhadap hasil belajar siswa pada materi penyajian data kelas IV SD Negeri 94 Palembang. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap Tahun Ajaran 2025/2026 menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experiment) dan desain one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 29 siswa kelas IV yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui tes berupa pretest dan posttest yang terdiri atas 12 butir soal pilihan ganda yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis paired sample t-test dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 44,96 meningkat menjadi 77,79 pada posttest, dengan peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa dari 0,00% menjadi 75,86%. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai signifikansi 0,000<0,05, yang membuktikan adanya perbedaan capaian hasil belajar yang signifikan sebelum dan sesudah perlakuan. Dengan demikian, penerapan media pembelajaran berbasis aplikasi Wordwall terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar.    
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KERJA SAMA SISWA KELAS V MATA PELAJARAN IPAS MENGGUNAKAN MODEL PRIME + MEDIA KAHOOT DI SDN KELAYAN DALAM 4 BANJARMASIN Muhammad Naufal; Ahmad Suriansyah
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.13276

Abstract

The low level of critical thinking and collaboration skills among elementary students in Science and Social Studies (IPAS) directly leads to unsatisfactory learning mastery, necessitating interactive and digital-based collaborative learning innovations. This study aims to enhance students' critical thinking and collaboration skills in IPAS learning through the implementation of the PRIME model (Problem-Based Learning and Team Games Tournament) combined with Kahoot media in the fifth grade of SDN Kelayan Dalam 4 Banjarmasin. This study employed Classroom Action Research (CAR) conducted over four meetings during the second semester of the 2025/2026 academic year, involving 19 fifth-grade students as research subjects. Data were collected through observation of teacher and student activities, cognitive learning tests, and documentation, then analyzed using descriptive qualitative and quantitative techniques. The results indicated that the implementation of the PRIME model and Kahoot media successfully improved both the learning process and student outcomes across all cycles. Teacher activity reached 100% (very good), classical student activity increased to 89% (highly active), critical thinking skills achieved 84% (highly skilled), and collaboration skills reached 90% (highly skilled). These improvements significantly enhanced cognitive learning mastery from 53% in the first meeting to 95% (18 out of 19 students achieving mastery) in the fourth meeting. Thus, the PRIME model combined with Kahoot media is highly effective for improving 21st-century skills and learning outcomes in elementary school IPAS. ABSTRAK Rendahnya keterampilan berpikir kritis dan kerja sama siswa dalam pembelajaran IPAS berdampak langsung terhadap minimnya ketuntasan hasil belajar, sehingga diperlukan inovasi pembelajaran kolaboratif yang interaktif dan berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kerja sama siswa pada pembelajaran IPAS melalui penerapan model PRIME (Problem-Based Learning dan Team Games Tournament) berbantuan media Kahoot di kelas V SDN Kelayan Dalam 4 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan selama empat pertemuan pada semester genap Tahun Ajaran 2025/2026 dengan subjek penelitian sebanyak 19 siswa kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru, observasi aktivitas dan keterampilan siswa, tes evaluasi hasil belajar kognitif, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PRIME berbantuan media Kahoot terbukti efektif meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran secara konsisten. Aktivitas guru meningkat hingga mencapai kriteria sangat baik (100%), keaktifan klasikal siswa melonjak hingga 89% (sangat aktif), keterampilan berpikir kritis mencapai 84% (sangat terampil), dan keterampilan kerja sama mencapai 90% (sangat terampil). Dampak positif tersebut secara nyata meningkatkan ketuntasan hasil belajar kognitif siswa dari 53% pada pertemuan 1 menjadi 95% (18 dari 19 siswa tuntas) pada pertemuan 4. Dengan demikian, model PRIME berbantuan media Kahoot sangat efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan abad ke-21 serta hasil belajar IPAS di sekolah dasar.    
PENGEMBANGAN SMART UNO SAINS BERBASIS KOOPERATIF TIPE TGT PADA MATERI PERUBAHAN WUJUD ZAT KELAS IV Noor Rahmah; Ince Raudhiah Zahra; Taufik Hidayat; Muhammad Nur Mannan; Nur Annisa
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.13408

Abstract

The scarcity of engaging science learning media in primary schools often leads to low student enthusiasm and difficulties in grasping abstract concepts, making cooperative game-based media development an urgent instructional necessity. This study aimed to develop and determine the feasibility of Smart UNO Sains (SUS) integrated with the Teams Games Tournament (TGT) cooperative learning model for changes in the states of matter topic in fourth-grade elementary school. This study employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The study was conducted during the second semester of the 2025/2026 academic year at SD Negeri 019 Sungai Kunjang, Samarinda, involving 3 media experts, 3 subject matter experts, 2 fourth-grade teachers, and fourth-grade students (10 students for small-scale and 29 students for large-scale trials). Data were gathered via observations, interviews, and questionnaires, then analyzed using qualitative and quantitative descriptive techniques. The results indicated that Smart UNO Sains achieved an average material validity of 87.90% (very valid) and media validity of 87.25% (very valid). The practicality evaluation yielded 85.00% from teacher responses (very practical), 84.84% from the small-scale trial (very practical), and 92.24% from the large-scale trial (very practical). Thus, the TGT-based Smart UNO Sains is proven highly feasible and practical for primary science learning. ABSTRAK Keterbatasan variasi media pembelajaran sains di sekolah dasar memicu rendahnya antusiasme dan pemahaman siswa pada materi abstrak, sehingga inovasi media berbasis permainan kooperatif sangat mendesak untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan media Smart UNO Sains (SUS) berbasis model kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) pada materi perubahan wujud zat kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian dilaksanakan pada semester genap Tahun Ajaran 2025/2026 di SD Negeri 019 Sungai Kunjang, Samarinda, yang melibatkan 3 ahli media, 3 ahli materi, 2 guru kelas IV, serta siswa kelas IV (10 siswa uji coba skala kecil dan 29 siswa uji coba skala besar). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Smart UNO Sains memperoleh rata-rata skor validitas materi sebesar 87,90% (sangat valid) dan validitas media sebesar 87,25% (sangat valid). Uji kepraktisan memperoleh respons guru sebesar 85,00% (sangat praktis), uji coba skala kecil sebesar 84,84% (sangat praktis), dan uji coba skala besar mencapai 92,24% (sangat praktis). Dengan demikian, media Smart UNO Sains berbasis TGT dinyatakan sangat layak dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran IPA di sekolah dasar.    
PENGARUH MODEL TEAM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS V UPT SDN 060879 MEDAN TIMUR TAHUN AJARAN 2025/2026 Septilicia Angle Purba; Irmina Pinem; Patri Janson Silaban; Darinda Sofia Tanjung; Lasmaria Agnes Sinaga
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.13557

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the effect of the Team Based Learning (TBL) model on the mathematics learning outcomes of fifth-grade students on the topic of data collection and presentation at UPT SDN 060879 Medan Timur in the 2025/2026 academic year. The research was motivated by students' low active participation, limited peer interaction, and suboptimal mathematics learning outcomes under teacher-centered instruction. A quantitative approach with a One Group Pretest-Posttest experimental design was employed, involving 30 fifth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected through learning achievement tests and analyzed using the Liliefors normality test, product moment correlation, coefficient of determination, and t-test. The results showed that students’ average learning outcomes increased from 45.46 in the pretest to 85.73 in the posttest. Learning mastery also increased from 10% to 93%. The t-test results showed that the t-value (33.224) was higher than the t-table value (2.048), with a significance level of 0.000. Therefore, Team Based Learning had a significant effect on students’ mathematics learning outcomes. It is concluded that the Team Based Learning model has a significant effect on improving fifth-grade students' mathematics learning outcomes, and is recommended as an alternative instructional approach that fosters active engagement and student collaboration. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Team Based Learning (TBL) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V pada materi pengumpulan dan penyajian data di UPT SDN 060879 Medan Timur Tahun Ajaran 2025/2026. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya partisipasi aktif siswa, minimnya interaksi antarsiswa, serta hasil belajar matematika yang belum optimal akibat pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen desain One Group Pretest-Posttest, melibatkan 30 siswa kelas V yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan dianalisis menggunakan uji normalitas Liliefors, uji koefisien korelasi product moment, uji koefisien determinasi, dan uji hipotesis (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari 45,46 pada pretest menjadi 85,73 pada posttest. Ketuntasan belajar juga meningkat dari 10% menjadi 93%. Hasil uji-t menunjukkan bahwa nilai thitung 33,224 > ttabel 2,048 dengan signifikansi 0,000, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan model Team Based Learning terhadap hasil belajar matematika siswa. Disimpulkan bahwa model Team Based Learning berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas V, sehingga direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif dan kerja sama siswa.