cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 378 Documents
ANALISIS KEBUTUHAN MODUL PEMBELAJARAN SISTEM REPRODUKSI TERINTEGRASI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MENINGKATKAN SELF EFFICACY DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK KELAS XI SMA Miftahusalimah, Pingkan Luthfiyyah; Pandra, Viktor; Rozi, Zico Fakhrur
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5361

Abstract

This study aims to analyze the needs of developing teaching modules for the reproductive system integrated with project-based learning. The research method uses the Research and Development (R&D) approach, focusing on the needs analysis stage through interviews, observations, and documentation. The needs analysis stage aims to identify existing learning gaps, teacher needs, and student expectations of teaching modules. This research was conducted in class XI B1 SMA Negeri 1 Lubuklinggau, involving teachers and students as research subjects. The results showed that teachers need teaching materials that are more varied, contextual, and able to improve students' thinking skills to be used as teaching alternatives on human reproductive system material. Learners need creative, interesting teaching materials and activities that support the development of personal and social skills. Thus, the teaching module of the reproductive system integrated with the project-based learning model can be an alternative to assist the learning process in improving students' creative thinking skills. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan modul ajar sistem reproduksi terintegrasi model project based learning. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D), dengan fokus pada tahap analisis kebutuhan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tahap analisis kebutuhan bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan pembelajaran yang ada, kebutuhan guru, serta harapan peserta didik terhadap modul ajar. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 2 guru Biologi dan 34 peserta didik kelas XI B1 SMA Negeri 1 Lubuklinggau sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membutuhkan bahan ajar yang lebih variatif, kontekstual, dan mampu meningkatkan keterampilan berpikir peserta didik untuk digunakan sebagai alternatif pengajaran pada materi sistem reproduksi manusia. Peserta didik membutuhkan bahan ajar yang kreatif, menarik, dan aktivitas yang mendukung pengembangan keterampilan personal dan sosialnya. Dengan demikian, modul ajar sistem reproduksi terintegrasi model project based learning dapat menjadi alternatif untuk membantu proses pembelajaran dalam meningkatkan efikasi diri dan keterampilan berpikir kreatif peserta didik.
PENGEMBANGAN MEDIA PENCERDAS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA DI KELAS V SD Maku, Siltiany; Abdulla, Gamar; Isnanto, Isnanto; Arif, Rifda Mardian; Arifin, Vicka Muniati
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5362

Abstract

This study aims to develop interactive learning media called. Pencerdas to improve the understanding of fifth grade elementary school students on the human digestive system material. This development research adopts the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) which involves five systematic stages: needs analysis, media concept design, prototype development, classroom implementation, and final evaluation. The subjects of the study were 24 fifth grade students of SDN 1 Tilango. At the analysis stage, the researcher identified learning gaps, such as the lack of visual and interactive media, which were then used as the basis for designing media based on images, animations, and interactive quizzes. The validation results by media experts, material experts, and teachers showed a media feasibility level of 93.71% (very feasible category), with the highest assessment in the aspects of novelty, ease of use, and content suitability. The practicality test by students obtained a score of 91.66%, while the teacher gave a score of 90%, indicating that the media is easy to integrate into daily learning. Furthermore, the effectiveness test through a comparison of the pretest (average 52.4) and posttest (average 89.6) produced an N-Gain of 0.75 (high category), proving a significant increase in student understanding. This finding shows that Pencerdas not only meets the theoretical feasibility criteria, but is also applicable and has a positive impact on learning outcomes. This media has the potential to be an innovative solution to overcome the challenges of learning complex material at the elementary level, while supporting the realization of fun and meaningful learning. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran interaktif bernama. Pencerdas untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas V SD pada materi sistem pencernaan manusia. Penelitian pengembangan ini mengadopsi model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) yang melibatkan lima tahap sistematis: analisis kebutuhan, perancangan konsep media, pengembangan prototipe, implementasi di kelas, dan evaluasi akhir. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas V SDN 1 Tilango. Pada tahap analisis, peneliti mengidentifikasi kesenjangan pembelajaran, seperti kurangnya media visual dan interaktif, yang kemudian dijadikan dasar perancangan media berbasis gambar, animasi, dan kuis interaktif. Hasil validasi oleh ahli media, ahli materi, dan guru menunjukkan tingkat kelayakan media sebesar 93,71% (kategori sangat layak), dengan penilaian tertinggi pada aspek kebaruan, kemudahan penggunaan, dan kesesuaian konten. Uji kepraktisan oleh siswa memperoleh skor 91,66%, sementara guru memberikan skor 90%, yang mengindikasikan media mudah diintegrasikan dalam pembelajaran sehari-hari. Selanjutnya, uji efektivitas melalui perbandingan pretest (rata-rata 52,4) dan posttest (rata-rata 89,6) menghasilkan N-Gain 0,75 (kategori tinggi), membuktikan peningkatan pemahaman siswa secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa Pencerdas tidak hanya memenuhi kriteria kelayakan teoritis, tetapi juga aplikatif dan berdampak positif pada hasil belajar. Media ini berpotensi menjadi solusi inovatif untuk mengatasi tantangan pembelajaran materi kompleks di tingkat dasar, sekaligus mendukung terwujudnya pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.
LOCAL WISDOM-BASED TEACHING MATERIALS TO SUPPORT THE INDEPENDENT CURRICULUM IN SCIENCE LEARNING: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR) Kusrianto, Wiwin; Sudatha, I Gde Wawan; Santosa, Made Hery; Suartama, I Kadek
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5363

Abstract

The addition of local wisdom to the curriculum is a very relevant issue, considering that Indonesia has a very diverse cultural wealth. Although various studies and publications have been conducted on various topics and levels of education, a comprehensive study of how local knowledge is used in the science curriculum at the senior high school (SMP) level is still relatively limited. This study aims to explore in depth the implementation of local wisdom in the science curriculum at junior high school. The approach used is a systematic literature review, by analysing 20 scientific articles published between 2015 and 2025 and indexed in the Scopus and Google Scholar databases. The integration of local knowledge in middle school science classes has great potential to improve the quality of education while supporting the preservation of local culture. This integration process can be applied through various forms of activities, including intracurricular, co-curricular and extracurricular. In intracurricular activities, local wisdom is adapted into teaching materials, learning methods, learning media, and evaluation systems. Co-curricular activities may include the Pancasila Student Profile Strengthening (P5) programme, environmental education, field studies, and educational visits. Meanwhile, in extracurricular activities, integration can be done through traditional arts such as puppet shows. It is expected that through this approach, there will be improvements in science literacy, ecoliteracy, science process skills, disaster knowledge, critical thinking skills, and overall student learning outcomes.
PENERAPAN METODE JARIMATIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERKALIAN DI KELAS II SD NEGERI 27 TALANG KELAPA Desanjaya, Jossy; Lusiana, Lusiana; Suriadi, Aan
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5437

Abstract

This research is motivated by the difficulty of elementary school students in understanding the concept of mathematical multiplication, which is often considered abstract and can cause learning boredom. The low initial learning outcomes indicate the need for a more concrete and interactive learning method. Therefore, this study focuses on testing and describing the improvement in student learning outcomes after the jarimatika method is applied. The main objective is to determine the effectiveness of this method on multiplication material in grade II of SD Negeri 27 Talang Kelapa. This study used a pre-experimental design with a one-group pre-test-post-test design on 25 students. The important stages of the study include giving a pre-test to measure initial abilities, applying the jarimatika method as a treatment, and giving a post-test to measure the final results. The collected learning outcome data were analyzed using descriptive statistics and the N-Gain test. The results showed a significant increase in student learning outcomes. The average score of students increased from 42.40 in the pre-test to 74.60 in the post-test. Further analysis using N-Gain resulted in an average score of 0.56, indicating a level of improvement in the "moderate" category. Thus, it is concluded that the jarimatika method has proven effective in improving multiplication learning outcomes. This method also has the potential to overcome boredom and increase students' enthusiasm and creativity in learning mathematics. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa sekolah dasar dalam memahami konsep perkalian matematika, yang seringkali dianggap abstrak dan dapat menimbulkan kejenuhan belajar. Rendahnya hasil belajar awal menunjukkan perlunya sebuah metode pembelajaran yang lebih konkret dan interaktif. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menguji dan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan metode jarimatika. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui efektivitas metode ini pada materi perkalian di kelas II SD Negeri 27 Talang Kelapa. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one-group pre-test-post-test pada subjek 25 siswa. Tahapan penting penelitian meliputi pemberian pre-test untuk mengukur kemampuan awal, penerapan metode jarimatika sebagai perlakuan, dan pemberian post-test untuk mengukur hasil akhir. Data hasil belajar yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa. Skor rata-rata siswa meningkat dari 42,40 pada saat pre-test menjadi 74,60 pada post-test. Analisis lebih lanjut menggunakan N-Gain menghasilkan skor rata-rata 0,56, yang mengindikasikan tingkat peningkatan dalam kategori "sedang". Dengan demikian, disimpulkan bahwa metode jarimatika terbukti efektif meningkatkan hasil belajar perkalian. Metode ini juga berpotensi mengatasi kejenuhan serta meningkatkan semangat dan kreativitas siswa dalam pembelajaran matematika.
VALIDITAS DAN PRAKTIKALITAS E-MODUL INTERAKTIF ASAM BASA BERBASIS GUIDED DISCOVERY LEARNING UNTUK FASE F SMA Fadhilah, Najwa; Yerimadesi, Yerimadesi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5712

Abstract

The purpose of this study is to develop an interactive e-module on acid-base based on guided discovery learning that meets valid and practical criteria. The research activity was motivated by the results of a needs analysis in two high schools in Pariaman City, which showed that 92.5% of students and 5 chemistry teachers had difficulty in learning the topic of acid-base. In addition, the use of interactive e-modules that integrate technology and multimedia is highly expected. This study uses the Research and Development (R&D) method by following the four-D model. Validation was carried out by three chemistry lecturers from FMIPA UNP and two chemistry teachers from one of the high schools in Pariaman City. The instrument used was a validity questionnaire, which was analyzed using the Aikens'V formula. The practicality test was carried out by two chemistry teachers and 30 phase F students in one of the high schools in Pariaman City. The results of the study showed that the average Aikens'V value of 0.902 was categorized as valid, while the level of practicality based on teacher and student assessments was 92.2% and 88%, which was classified as very practical. Therefore, the GDL-based interactive acid-base e-module for phase F students at the high school level is declared valid and practical. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini yakni mengembangkan e-modul interaktif asam basa berbasis guided discovery learning yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Kegiatan penelitian dilatarbelangi oleh hasil analisis kebutuhan di dua SMA di Kota Pariaman, yang menunjukkan bahwa 92,5% siswa dan 5 guru kimia mengalami kesulitan dalam pembelajaran topik asam basa. Selain itu, pemanfaatan e-modul interaktif yang mengintegrasikan teknologi dan multimedia sangat diharapkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan mengikuti model four-D. Validasi dilakukan oleh tiga dosen kimia FMIPA UNP dan dua guru kimia dari salah satu SMA di Kota Pariaman. Instrumen yang digunakan berupa angket validitas, yang dianalisis dengan rumus Aikens'V. Uji praktikalitas dilakukan oleh dua guru kimia dan 30 siswa fase F di salah satu SMA Kota Pariaman. Hasil penelitian memaparkan nilai rata-rata Aikens'V sebesar 0,902 dikategorikan valid, sedangkan tingkat kepraktisan berdasarkan penilaian guru dan siswa sebesar 92,2% dan 88%, yang tergolong sangat praktis. Oleh karena itu, e-modul interaktif asam basa berbasis GDL  untuk siswa fase F di tingkat SMA dinyatakan valid dan praktis.
IMPLEMENTASI INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN LIVE WORKSHEET UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG Rahmawati, Annisa
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5713

Abstract

The Merdeka Curriculum emphasizes student-focused learning, where student involvement in every stage of learning is the main thing. This study aims to describe the development of science process skills and students' responses to the applied learning methods. The method used in this study is quantitative descriptive with a pre-experimental research design, especially one group pretest posttest design, which involves one class, namely class VIII-B consisting of 24 students. Data was collected through two techniques, namely tests and questionnaires. The results showed that the application of the guided inquiry learning model during the three meetings succeeded in improving science process skills. The average percentage of post-test scores reached 96.04%, while the N-Gain score obtained was 1, indicating a high category. This shows a significant improvement in students' science process skills. The students' response to learning with a guided inquiry model on vibration and wave materials in class VIII-B SMP Labschool Unesa 2 reached 97.74%, which was categorized as very good. Thus, it can be concluded that the inquiry learning model guided on vibration and wave materials is effective in improving students' science process skills. ABSTRAKKurikulum Merdeka menekankan pembelajaran yang berfokus pada siswa, di mana keterlibatan siswa dalam setiap tahap pembelajaran menjadi hal yang utama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan keterampilan proses sains serta respon peserta didik terhadap metode pembelajaran yang diterapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian pre-experimental, khususnya one group pretest posttest design, yang melibatkan satu kelas, yaitu kelas VIII-B yang terdiri dari 24 siswa. Data dikumpulkan melalui dua teknik, yaitu tes dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing selama tiga pertemuan berhasil meningkatkan keterampilan proses sains. Rata-rata persentase nilai post-test mencapai 96,04%, sementara N-Gain score yang diperoleh adalah 1, yang menunjukkan kategori tinggi. Ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan proses sains siswa. Respon siswa terhadap pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing pada materi getaran dan gelombang di kelas VIII-B SMP Labschool Unesa 2 mencapai 97,74%, yang dikategorikan sangat baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi getaran dan gelombang efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa.
ANALISIS KEBUTUHAN MODUL IPAS BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER RASA INGIN TAHU DAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV SD Azzahrah, Wiji Nur; Erwandi, Rudi; Supriyanto, Supriyanto
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5714

Abstract

This study aims to analyze the need for developing an IPAS module based on Contextual Teaching and Learning (CTL). The research method uses a quantitative descriptive research type with a focus on the needs analysis stage through interviews, observations, and documentation. The needs analysis stage aims to identify existing learning gaps, teacher needs, and student expectations of the teaching module. This study was conducted by involving grade IV teachers and 24 grade IV students of SDN 43 Lubuklinggau as research subjects. The results of the study indicate that teachers and students need more varied teaching materials, meaningful and enjoyable learning experiences, can increase students' curiosity and interest in learning to be used to complement IPAS learning resources as well as alternative sources for teaching the material My Indonesia is rich in culture. Students need interesting teaching materials, and activities that support enthusiasm in learning and student interest in learning. Thus, the IPAS module based on the Contextual Teaching and Learning (CTL) model can be an alternative to help the learning process in improving the character of curiosity and student interest in learning. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan modul IPAS berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL). Metode penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan fokus pada tahap analisis kebutuhan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tahap analisis kebutuhan bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan pembelajaran yang ada, kebutuhan guru, serta harapan peserta didik terhadap modul ajar. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan guru kelas IV dan 24 peserta didik kelas IV SDN 43 Lubuklinggau sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru  dan peserta didik membutuhkan bahan ajar yang lebih variatif, pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan, dapat meningkatkan rasa ingin tahu dan minat belajar peserta didik untuk digunakan untuk melengkapi sumber belajar IPAS juga sebagai sumber alternatif pengajaran materi Indonesiaku kaya budaya. Peserta didik membutuhkan bahan ajar yang menarik, dan aktivitas yang mendukung keantusisme dalam pembelajaran dan minat belajar peserta didik. Dengan demikian, modul IPAS berbasis model Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat menjadi alternatif untuk membantu proses pembelajaran dalam meningkatkan karakter rasa ingin tahu dan minat belajar peserta didik.
PENGARUH ROLE PLAYING TERHADAP LITERASI NUMERASI MATERI PERKALIAN PESERTA DIDIK KELAS III SD Ardiwanata, Moh.; Lestari, Wahyu Maulida
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5715

Abstract

This study aimed to investigate the effect of the Role Playing learning model on the numeracy literacy skills of third-grade students at SDN Karangtanjung in multiplication material. The background of this research lies in the low numeracy literacy skills of students, as indicated by the average scores falling below the Minimum Mastery Criteria (KKM). The research employed an experimental method with a One Group Pretest-Posttest design involving 30 students as the sample. The instrument consisted of a descriptive test comprising 10 items that had been validated for both validity and reliability, and was administered before and after the implementation of the learning model. Data were analyzed using a normality test and a Paired Sample t-Test. The results showed that the average pretest score of 26.23 increased to 64.07 on the posttest, with a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.000 < 0.05. Accordingly, the Role Playing learning model has been proven to have a significant impact on improving students' numeracy literacy skills in multiplication material. This learning model offers an active and contextual learning experience, enabling students to more easily understand multiplication concepts and apply them in real-life situations. In conclusion, the Role Playing model is effective in enhancing numeracy literacy skills in multiplication and can serve as an innovative alternative instructional strategy in elementary education. This study opens opportunities for further development, both in exploring other variables and in applying the model to other subjects, supported by adequate teacher training. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Role Playing terhadap kemampuan literasi numerasi peserta didik kelas III SDN Karangtanjung pada materi perkalian. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan literasi numerasi siswa yang terlihat dari nilai rata-rata di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest yang melibatkan 30 peserta didik sebagai sampel. Instrumen berupa tes uraian 10 butir soal yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian diberikan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran. Data dianalisis dengan uji normalitas dan Paired Sample t-Test. Hal ini ditunjukkan dari rata-rata skor pretest sebesar 26,23 yang meningkat menjadi 64,07 pada posttest, serta nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian, model Role Playing memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan literasi numerasi siswa pada materi perkalian. Model pembelajaran ini memberikan pengalaman belajar yang aktif dan kontekstual, sehingga siswa lebih mudah memahami konsep perkalian dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulannya, model Role Playing efektif meningkatkan kemampuan literasi numerasi pada materi perkalian dan dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang inovatif di sekolah dasar. Penelitian ini membuka peluang pengembangan lebih lanjut, baik pada variabel lain maupun penerapan di mata pelajaran lain, dengan dukungan pelatihan guru yang memadai.
E-LKPD CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING DENGAN LIVEWORKSHEETS DAN WAYGROUND PAPER MODE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TRIGONOMETRI Hermawan, Lendi Ike; Fatqurhohman, Fatqurhohman; Ismiyati, Eny
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5716

Abstract

This study was motivated by the low learning outcomes of students in understanding trigonometry concepts and the difficulties they encountered in connecting these concepts with real-life experiences. One contributing factor is that students struggle to comprehend the relationship between theory and its application in everyday life. In addition, the lack of varied teaching methods and limited use of innovative, interactive worksheets have also posed challenges in trigonometry learning. One potential solution is the use of Liveworksheets, a digital interactive worksheet platform that enables teachers to design worksheets based on the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach, making them more relevant to students’ cultural backgrounds. Furthermore, Wayground Paper Mode can serve as an alternative tool for conducting formative assessments flexibly, in both print and digital formats. This study aimed to examine the effectiveness of implementing CRT-based e-Worksheets using Liveworksheets and formative assessments with Wayground Paper Mode in improving students’ learning outcomes in trigonometry. The study was conducted with Class XI-1 students at SMAN Mumbulsari using a classroom action research (CAR) method consisting of two cycles. Each cycle included planning, implementation, observation, and reflection phases to identify improvements in students’ learning outcomes. The results showed that in Cycle I, the average student score was 83,74, while in Cycle II, the average increased to 91,35. This improvement indicates that the use of CRT-based e-Worksheets with Liveworksheets and formative assessments via Wayground Paper Mode effectively helped students gain a better understanding of trigonometry concepts. Moreover, this strategy also proved to enhance students’ motivation and critical thinking skills, as reflected in their increased engagement and academic performance. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik dalam memahami konsep trigonometri serta kesulitan yang mereka hadapi dalam menghubungkan konsep tersebut dengan pengalaman nyata. Salah satu faktor penyebabnya adalah peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami keterkaitan antara teori dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, metode pembelajaran yang kurang variatif serta terbatasnya penggunaan LKPD interaktif yang inovatif turut menjadi kendala dalam pembelajaran trigonometri. Salah satu LKPD interaktif digital yang dapat digunakan adalah Liveworksheets, yang memungkinkan guru merancang LKPD berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) agar lebih relevan dengan latar belakang budaya peserta didik. Selain itu, Wayground Paper Mode juga dapat menjadi alternatif dalam melakukan asesmen formatif secara fleksibel, baik dalam bentuk cetak maupun digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan e-LKPD berbasis Culturally Responsive Teaching dengan Liveworksheets dan Wayground Paper Mode dalam meningkatkan hasil belajar trigonometri. Penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas XI-1 SMAN Mumbulsari dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi guna mengidentifikasi peningkatan hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, rata-rata hasil belajar peserta didik sebesar 83,74, sedangkan pada siklus II, rata-rata nilai meningkat menjadi 91,35. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan e-LKPD berbasis Culturally Responsive Teaching dengan Liveworksheets dan Wayground Paper Mode dapat membantu peserta didik lebih memahami konsep trigonometri dengan lebih baik. Selain itu, strategi ini juga terbukti meningkatkan motivasi dan keterampilan berpikir kritis peserta didik, yang ditunjukkan melalui peningkatan keaktifan serta hasil belajar mereka.
EKSPLORASI KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMECAHKAN SOAL OPEN-ENDED MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SENSING DAN INTUITION KONTEN MASJID CHENGHO JEMBER Hikam, Fashia Ikhlasul; Susanto, Susanto; Suwito, Abi; Firmansyah, Frenza Fairuz
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5717

Abstract

This study aims to analyze students' ability in solving open-ended mathematical problems on the material of flat-sided solids using the architecture of the Cheng Ho Mosque in Jember as a learning context. The use of open-ended problems and local cultural contexts is expected to encourage in-depth mathematical thinking and increase student relevance and engagement. This study used a qualitative descriptive method with subjects of grade IX junior high school students in Jember Regency. Data were collected through open-ended problem tests integrated with the context of the mosque, in-depth interviews, and participatory observations. Data analysis focused on four stages of problem solving and students' thinking processes which were distinguished based on sensing and intuition learning styles. The results showed significant differences between the two learning styles. Students with a sensing learning style were able to go through all stages of problem solving systematically, but were identified as having weaknesses in the re-checking stage. They tend not to re-verify because of their high confidence in the accuracy of their structured calculations. In contrast, students with an intuition learning style showed a more creative approach, utilizing visualization and projection abilities without being fixated on formulas. They also managed to complete all stages well, although the calculation process was not systematic. These findings underscore the importance of encouraging accuracy through re-checking for sensing students and recognizing the effectiveness of non-formulaic approaches for intuition students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan siswa dalam memecahkan soal open-ended matematika pada materi bangun ruang sisi datar dengan menggunakan arsitektur Masjid Cheng Ho Jember sebagai konteks pembelajaran. Penggunaan soal open-ended dan konteks budaya lokal diharapkan dapat mendorong pemikiran matematis yang mendalam serta meningkatkan relevansi dan keterlibatan siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek siswa kelas IX SMP di Kabupaten Jember. Data dikumpulkan melalui tes soal open-ended yang terintegrasi konteks masjid, wawancara mendalam, dan observasi partisipatif. Analisis data difokuskan pada empat tahapan pemecahan masalah serta proses berpikir siswa yang dibedakan berdasarkan gaya belajar sensing dan intuition. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua gaya belajar. Siswa dengan gaya belajar sensing mampu melalui seluruh tahapan pemecahan masalah secara sistematis, namun teridentifikasi memiliki kelemahan pada tahap pemeriksaan kembali. Mereka cenderung tidak melakukan verifikasi ulang karena keyakinan tinggi pada akurasi perhitungannya yang terstruktur. Sebaliknya, siswa dengan gaya belajar intuition menunjukkan pendekatan yang lebih kreatif, memanfaatkan kemampuan visualisasi dan proyeksi tanpa terpaku pada rumus. Mereka juga berhasil memenuhi semua tahapan dengan baik, meskipun proses perhitungannya tidak sistematis. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya mendorong ketelitian melalui pengecekan ulang bagi siswa sensing dan mengakui efektivitas pendekatan non-formulaik pada siswa intuition.