cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 378 Documents
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF IPA SISWA KELAS V SD Muslimah, Hanifah; Istiningsih, Siti; Saputra, Heri Hadi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5718

Abstract

This study aims to examine the impact of interactive multimedia-based instructional media on the cognitive science learning outcomes of fifth-grade students at SDN 39 Mataram. The research employed a quasi-experimental design with a Nonequivalent Control Group Design, involving two groups: the experimental group, which received treatment using interactive multimedia learning media, and the control group, which followed conventional teaching methods. The research instrument consisted of multiple-choice tests that had been validated and tested for reliability to measure student learning outcomes through pre-tests and post-tests. Data were analyzed using the Kolmogorov-Smirnov normality test, Levene’s homogeneity test, and paired sample t-test for hypothesis testing. The results showed that the average post-test score of the experimental group was 88.16, higher than the control group’s 76.91. The t-test yielded a significance value of 0.000 (<0.05), indicating a significant effect of interactive multimedia learning media on students’ cognitive learning outcomes in science. Thus, this learning media can be an effective alternative to improve the quality of science education in elementary schools. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif terhadap hasil belajar kognitif IPA siswa kelas V SDN 39 Mataram. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen tipe Nonequivalent Control Group Design dengan dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan media multimedia interaktif dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa melalui pre-test dan post-test. Data hasil belajar dianalisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji homogenitas Levene, dan uji hipotesis paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test pada kelas eksperimen sebesar 88,16 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang sebesar 76,91. Uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) yang mengindikasikan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar kognitif IPA siswa. Dengan demikian, media pembelajaran ini dapat menjadi alternatif efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di sekolah dasar.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA KINCIR AIR PADA MATERI PERUBAHAN BENTUK ENERGI KELAS IV DI SD Mangge, Moh. Rafly I.
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5719

Abstract

This research is motivated by the low learning outcomes of fourth grade students of SDN 3 Telaga Jaya on the material of changes in energy forms. Initial observation data showed that the level of student learning completion only reached 27%, which indicated the need for intervention to improve the learning process. The main focus of this study was to determine whether the application of the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by waterwheel media could improve student learning outcomes. The purpose of the study was to describe and prove the improvement in learning outcomes through the implementation of the model and media. This study used the Classroom Action Research (CAR) method which was carried out in two cycles, with 15 students as research subjects. Important stages in this study include initial observation, action planning, implementation, observation, and reflection in each cycle. The instruments used were learning outcome tests and observation sheets. The results of the study showed a significant increase in learning outcomes. In cycle I, the percentage of student learning completion increased to 47%. Because it had not reached the performance indicator, the action was continued to cycle II. In cycle II, the percentage of student learning completion reached 80%, indicating an increase of 33% from cycle I. Thus, it can be concluded that the application of the Problem-Based Learning model assisted by waterwheel media has proven effective in improving student learning outcomes. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas IV SDN 3 Telaga Jaya pada materi perubahan bentuk energi. Data observasi awal menunjukkan tingkat ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 27%, yang mengindikasikan perlunya intervensi untuk perbaikan proses pembelajaran. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan model Problem-Based Learning (PBL) berbantuan media kincir air dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan membuktikan peningkatan hasil belajar melalui implementasi model dan media tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek penelitian sebanyak 15 siswa. Tahapan penting dalam penelitian ini meliputi observasi awal, perencanaan tindakan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi pada setiap siklusnya. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan. Pada siklus I, persentase ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 47%. Karena belum mencapai indikator kinerja, tindakan dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II, persentase ketuntasan belajar siswa berhasil mencapai 80%, menunjukkan adanya peningkatan sebesar 33% dari siklus I. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem-Based Learning berbantuan media kincir air terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN CLEVER ZONE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS DI KELAS V SD Husain, Marzexy G; Abdullah, Gamar; Arif, Rifda Mardian; Isnanto, Isnanto; Arifin, Vicka Muniati
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5720

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis permainan edukatif bernama Clever Zone, serta menguji kelayakan, kepraktisan, dan keefektifannya dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS topik Sistem Pencernaan Pada Manusia di kelas V SDN 2 Bulango timur. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 2 Bulango Timur dengan jumlah siswa 14 orang yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 10 orang perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangam ADDIE yang terdiri dari tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Data dikumpulkan melalui angket validasi ahli media, ahli materi, ahli praktisi/pengguna, dan angket respon guru, serta tes hasil belajar berupa pre-test dan post-test.
PBL DENGAN DIFERENSIASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA DI KELAS XI SMA Adriana, Orin; Sari, Diah Kartika; Martusyilia, Revy
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5721

Abstract

This study aims to improve students' learning outcomes on the topic of salt hydrolysis through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model with a differentiated instruction approach. The focus of the study is to accommodate students' varying levels of learning readiness through process and content differentiation, designed based on initial assessment results. This classroom action research was conducted in two cycles in class XI.4 of SMAN 1 Palembang, involving 39 students during the 2024/2025 academic year. Each cycle consisted of four stages: planning, action implementation, observation, and reflection, following the Kemmis & McTaggart model. The instruments used included student worksheets (LKPD) as formative assessments and summative tests to evaluate learning outcomes. The results show that the application of PBL with a differentiated approach successfully enhanced students’ academic performance. In the pre-cycle stage, five students had not yet achieved the minimum mastery criteria (KKM). After implementing process differentiation in cycle I, student mastery improved significantly, although one student remained below the threshold. Subsequently, content differentiation was applied in cycle II, resulting in all students achieving mastery. The average score increased from 92.46 in cycle I to 96.75 in cycle II. Thus, a differentiated approach based on initial assessments proved effective in enhancing students’ learning outcomes more equitably and optimally. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi hidrolisis garam melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan diferensiasi. Fokus penelitian ini adalah mengakomodasi perbedaan kesiapan belajar peserta didik melalui diferensiasi proses dan konten, yang dirancang berdasarkan hasil asesmen awal. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus di kelas XI.4 SMAN 1 Palembang dengan jumlah peserta didik sebanyak 39 orang pada tahun ajaran 2024/2025. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi, mengacu pada model Kemmis & McTaggart. Instrumen yang digunakan mencakup Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai asesmen formatif dan tes sumatif untuk mengukur capaian hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL dengan pendekatan diferensiasi mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pada tahap prasiklus, sebanyak 5 peserta didik belum mencapai ketuntasan belajar sesuai KKM. Setelah diterapkan diferensiasi proses pada siklus I, ketuntasan belajar meningkat secara signifikan, meskipun masih terdapat satu peserta didik yang belum tuntas. Kemudian, setelah diterapkan diferensiasi konten pada siklus II, seluruh peserta didik mencapai ketuntasan belajar. Rata-rata nilai meningkat dari 92,46 pada siklus I menjadi 96,75 pada siklus II. Dengan demikian, pendekatan diferensiasi yang dirancang berdasarkan hasil asesmen awal terbukti efektif dalam meningkatkan pencapaian hasil belajar secara merata dan optimal.
KAJIAN ETNOSAINS TRADISI DOLE-DOLE MASYARAKAT BUTON SEBAGAI SUMBER BELAJAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL Ardyati, Dyah Pramesthi Isyana; Aba, La; Frida, Pratiwi Cahya; Yanti, Yanti
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5023

Abstract

The dole-dole tradition is a form of local wisdom of the Buton people that has been passed down from generation to generation and is full of cultural, spiritual and health values. The procession focuses on the ritual of child recovery and protection, with a series of stages such as massaging using coconut oil, rolling on banana leaves, and bathing with a mixture of sea water, fresh water, and medicinal plants. This study aims to assess the potential of dole-dole as a local wisdom-based learning resource in learning Natural Sciences (IPA) at the Junior High School (SMP) level. The type of research used is descriptive qualitative through literature review, participatory observation, and interviews with traditional leaders (bhisa) and local culturists. The results showed that elements in the dole-dole tradition reflect various science concepts, such as the human organ system, heat and heat transfer, force and motion, substances and their properties, mixtures and solutions, and biodiversity. Thus, the dole-dole tradition has the potential to be an alternative contextual learning resource that can integrate science and local culture. This integration not only improves students' understanding of science concepts in a more meaningful way, but also fosters a sense of love for local culture and the surrounding environment. ABSTRAKTradisi dole-dole merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Buton yang diwariskan secara turun-temurun dan sarat dengan nilai-nilai budaya, spiritual, dan kesehatan. Prosesi ini berfokus pada ritual pemulihan dan perlindungan anak, dengan serangkaian tahapan seperti pemijatan menggunakan minyak kelapa, penggulingan di atas daun pisang, serta mandi dengan campuran air laut, air tawar, dan tumbuhan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi dole-dole sebagai sumber belajar berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui kajian literatur, observasi partisipatif, dan wawancara dengan tokoh adat (bhisa) serta budayawan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa unsur-unsur dalam tradisi dole-dole mencerminkan berbagai konsep IPA, seperti sistem organ tubuh manusia, kalor dan perpindahan panas, gaya dan gerak, zat dan sifatnya, campuran dan larutan, serta keanekaragaman hayati. Dengan demikian, tradisi dole-dole sangat berpotensi menjadi alternatif sumber belajar kontekstual yang dapat mengintegrasikan sains dan budaya lokal. Integrasi ini tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap konsep-konsep IPA secara lebih bermakna, melainkan juga menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal dan lingkungan sekitarnya.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN MEDIA ASSEMBLR EDU TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI GEMPA BUMI DI KELAS V MIST AL-AZHFAR Hamzah, Nurlaila; Abdullah, Gamar; Kudus, Kudus; Arifin, Irvin Novita; Arif, Rifda Mardian
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.6443

Abstract

This study aims to describe whether there is an Influence of the Problem Based Learning (PBL) Learning Model Assisted by Assemblr Edu Media on Student Learning Outcomes in Earthquake Material in Class V MIST AL-AZHFAR, North Gorontalo Regency. The research method used is quasi-experimental with a Nonequivalent control group design. This study uses data collection techniques through observation, tests, interviews and documentation. The sample in this study were 34 students of class V MIST AL-AZHFAR. The difference in learning outcomes can be seen in the average pre-test and post-test scores of the experimental class and the control class. In the pre-test, the experimental class had an average score of 61.17 and the control class had an average score of 53.23 after being given treatment and continued with the post-test, resulting in an average score of the experimental class of 79.70 and the control class of 59.11. From the data above, it can be concluded that there is an influence of the Problem Based Learning (PBL) learning model assisted by Assemblr Edu Media on Student Learning Outcomes in Earthquake Material in Class V MIST AL-AZHFAR, North Gorontalo Regency. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apakah terdapat Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Assemblr Edu Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Gempa Bumi  Di Kelas V MIST AL-AZHFAR Kabupaten Gorontalo Utara. Metode penelitian yang digunakan yaitu quasi experimental dengan desain penelitian Nonequivalent control group design. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, tes, wawancara dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V MIST AL-AZHFAR sebanyak 34 peserta didik. Perbedaan hasil belajar terlihat pada nilai rata-rata skor pre-test dan post-test  kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada pre-test kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata 61,17 dan kelas kontrol memiliki nilai rata-rata 53,23 setelah diberi perlakuan dan dilanjutkan dengan post-test menghasilkan nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 79,70 dan kelas kontrol sebesar 59.11. Dari data diatas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Assemblr Edu Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Gempa Bumi  Di Kelas V MIST AL-AZHFAR Kabupaten Gorontalo Utara.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA FLIPBOOK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI IPAS DI KELAS III SDN 4 TOMILITO Djafar, Dita Pratiwi D.; Panai, Abdul Haris; Kudus, Kudus; Nurfadliah, Nurfadliah; Arif, Rifda Mardian
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.6444

Abstract

This study aims to describe the influence of the Problem Based Learning (PBL) Model Assisted by Flipbook Media on Student Learning Outcomes in Science Material in Class III SDN 4 Tomilito. The research method used is the pre-experimental design of One Group Pretest-Postest. This study uses data collection techniques through observation, testing, and documentation. The sample in this study was 20 students of class III SDN 4 Tomilito. The difference in learning outcomes can be seen in the average pre-test and post-test scores Based on the pretest score results of 60.2, the posttest score results were 82.2. Indicating that the use of the Problem Based Learning model assisted by Flipbook media on student learning outcomes in science material is very influential. The average N-Gain data or the difference between the pretest and posttest results of student learning outcomes in science material in class III SDN 4 Tomilito is included in the medium criteria, namely 0.54, the N-Gain function to measure the effectiveness of learning. From the data above, it can be concluded that there is an influence of the use of the Problem Based Learning model assisted by Flipbook media on student learning outcomes in the science material in class III of SDN 4 Tomilito. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan terdapat Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Flipbook Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi IPAS Di Kelas III SDN 4 Tomilito. Metode penelitian yang digunakan yaitu pre-eksperimental desain One Grup Pretest-Postest. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SDN 4 Tomilito sebanyak 20 siswa. Perbedaan hasil belajar terlihat pada nilai rata-rata skor pre-test dan post-test Berdasarkan hasil skor pretest 60,2 hasil skor postes 82,2. Menandakan penggunaan model Problem Based Learning berbantuan media Flipbook terhadapa hasil belajar siswa pada materi IPAS begitu berpengaruh. Data hasil rata- rata N-Gain atau selisih hasil pretes dan postes hasil belajar siswa pada materi IPAS di kelas III SDN 4 Tomilito termasuk kriteria sedang yaitu 0,54, fungsi N-Gain untuk mengukur efektivitas suatu pembelajaran. Dari data diatas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model Problem Based Learning berbantuan media Flipbook terhadap hasil belajar siswa  pada materi IPAS di kelas III SDN 4 Tomilito.
PENGEMBANGAN MEDIA PUPPIM PADA MATERI PERKALIAN BILANGAN CACAH DI KELAS III SDN NO. 75 KOTA TENGAH Sari, Rani Puspita; Abdullah, Gamar; Marshanawiah, Andi; Aries, Nur Sakinah; Assel, Hadi Yamin
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.6445

Abstract

This research was motivated by the low level of students' understanding of the basic concept of multiplication, particularly in the topic of whole number multiplication. The aim of this research was to develop PUPPIM learning media that meet the criteria of validity, practicality, and effectiveness for teaching whole number multiplication in Grade III at SDN No. 75 Kota Tengah, Gorontalo City. The research employed a development method using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The subjects were 21 Grade III students. In the feasibility test, PUPPIM was validated by experts. The combined validation results from media, content, and user experts reached 93,1%, categorized as "very feasible." For the practicality test, it used teacher observation sheets, which obtained a percentage of 97,5%, and student observation sheets, which obtained a score of 99,2%, both categorized as "very practical." Effectiveness was evaluated through pre-test and post-test assessments, with the average pre-test score being 49 and post-test 92,8. The difference between the pre-test and post-test scores was 43,8, indicating an improvement of 89,3%. The calculated effectiveness level of the PUPPIM media was 85,9%, categorized as "effective." Therefore, PUPPIM is proven to be effective and feasible for use in primary school learning. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya tingkat pemahaman siswa dalam konsep dasar perkalian, khususnya pada materi perkalian bilangan cacah. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran PUPPIM yang memenuhi kriteria kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan pada materi perkalian bilangan cacah di kelas III SDN No. 75 Kota Tengah Kota Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model penelitian ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas III SDN No. 75 Kota Tengah Kota Gorontalo yang berjumlah 21 orang. Pada uji kelayakan, media PUPPIM diuji melalui validasi oleh tim ahli. Rekapitulasi hasil validasi dari 3 ahli yaitu ahli media, ahli materi, dan ahli pengguna diperoleh persentase sebesar 93,1% dengan kategori “sangat layak”. Pada uji kepraktisan, peneliti menggunakan lembar observasi guru dengan persentase sebesar 97,5% dan lembar observasi siswa memperoleh persentase sebesar 99,2% dengan kategori “sangat praktis”. Pada uji keefektifan, peneliti menggunakan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil rata-rata nilai pre-test sebesar 49 dan post-test sebesar 92,8. Selisih nilai pre-test dan post-test sebesar 43,8. Hal ini berarti bahwa terdapat peningkatan dengan persentase sebesar 89,3%. Berdasarkan hasil tersebut, tingkat efektivitas media PUPPIM berdasarkan perhitungan mencapai 85,9% dengan kategori “efektif”. Dengan demikian media PUPPIM terbukti efektif dan layak digunakan dalam pembelajaran di Sekolah Dasar.
PENGEMBANGAN KIT PEMBUAT KERTAS DARI AMPAS TEBU DENGAN PENDEKATAN HANDS-ON LEARNING PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN Firdaus, Ratna Anisa; Martitik, Dwiyani Anjar
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.5467

Abstract

The development of a paper-making kit from sugarcane pulp is the development of learning media in the form of a kit with a hands-on learning approach. This study aims to develop learning media in the form of a Paper Making Kit from Sugarcane Bagasse with a Hands-on Learning approach on environmental pollution material for grade VII students of SMP/MTs. The background of this study is the low student activity and the minimal use of interesting and contextual learning media. The research method used is Research and Development (R&D) with the 4-D model (Define, Design, Development, and Disseminate), which in this study is limited to the Development stage. Validation was carried out by media experts and material experts with results of 97.33% and 88.6% respectively, indicating a very valid category. Product trials were conducted on 25 students of Class VII C MTs. An-Nur Daren and obtained student response results of 85.5% with a very feasible category. The results of the study indicate that the use of this Kit can increase student activity in learning, strengthen understanding of the concept of environmental pollution, and raise awareness of the importance of recycling and environmental preservation. This Kit also integrates simple practical activities that are easy to do and relevant to students' daily lives. Thus, this Sugarcane Bagasse Paper Making Kit is declared worthy as an innovative and educational learning medium that is able to foster student activeness. ABSTRAKPengembangan kit pembuat kertas dari ampas tebu merupakan pengembangan media pembelajaran berupa kit dengan pendekatan hands-on learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa Kit Pembuat Kertas dari Ampas Tebu dengan pendekatan Hands-on Learning pada materi pencemaran lingkungan untuk siswa kelas VII SMP/MTs. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keaktifan siswa dan minimnya penggunaan media pembelajaran yang menarik dan kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4-D (Define, Design, Development, dan Disseminate), yang pada penelitian ini direduksi sampai tahap Development. Validasi dilakukan oleh ahli media dan ahli materi dengan hasil masing-masing sebesar 97,33% dan 88,6%, menunjukkan kategori sangat valid. Uji coba produk dilakukan kepada 25 siswa Kelas VII C MTs. An-Nur Daren dan memperoleh hasil respon siswa sebesar 85,5% dengan kategori sangat layak digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Kit ini dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran, memperkuat pemahaman terhadap konsep pencemaran lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya daur ulang dan pelestarian lingkungan. Kit ini juga mengintegrasikan kegiatan praktikum sederhana yang mudah dilakukan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dengan demikian, Kit Pembuat Kertas dari Ampas Tebu ini dinyatakan layak sebagai media pembelajaran yang inovatif dan edukatif yang mampu menumbuhkan keaktifan siswa.
IMPLEMENTASI MODEL PBL DAN DIFERENSIASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KELAS X.I SMAN 1 PALEMBANG Kartika, Dian Larasati; Sari, Diah Kartika; Martusyilia, Revy
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.5623

Abstract

This study aims to improve students' learning outcomes in chemistry subjects through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model with a differentiated learning approach. This study focuses on accommodating differences in students' learning readiness with differentiation of content and process. This study is a Classroom Action Research (CAR) consisting of two cycles with 4 stages, namely planning, action, observation, and reflection in class X.1 SMAN 1 Palembang with 36 students. The research instruments are LKPD as a formative assessment and summative assessment tests as learning outcome achievements. The results of the study indicate that the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model with a differentiated learning approach is able to improve learning outcomes. The results of the study show that the average student score from cycle I increased from 76% to 83% in cycle II. In addition, the classical completeness rate of 86% from cycle I increased to 100% in cycle II. Therefore, the differentiation approach compiled based on the results of the cognitive diagnostic assessment has been proven to be able to improve student learning outcomes evenly and maximally. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran kimia melalui implementasi model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini mempunyai fokus untuk mengakomodasi perbedaan kesiapan belajar peserta didik dengan diferensiasi konten dan proses. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dengan 4 tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi di kelas X.1 SMAN 1 Palembang dengan jumlah siswa 36 orang. Instrumen penelitian ini adalah LKPD sebagai asesmen formatif dan tes asesmen sumatif sebagai capaian hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai peserta didik dari siklus I dari 76% menjadi 83% pada siklus II. Selain itu tingkat ketuntasan klasikal sebesar 86% dari siklus I naik menjadi 100% pada siklus II.  Oleh karena itu, pendekatan diferensiasi yang disusun berdasarkan hasil asesmen diagnostik kognitif terbukti mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik secara merata dan maksimal.