cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 42 Documents clear
PENERAPAN MEDIA VISUAL DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS 8 DI SMPN 5 MATARAM Purnamawati, Purnamawati; Mustari, M.; Hadi, M. Samsul
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.7362

Abstract

Visual Learning Media is a teaching and educational tool that involves the senses of sight and hearing of students during the teaching and learning process. With the aim of reducing the passive attitude of students in the learning process. Overcoming the limitations of space, time, and senses, and helping teachers in delivering material more effectively through the use of appropriate and varied media The problem in this study is, some students do not follow the learning well. Such as talking with friends because they feel bored, do not pay attention to the teacher's explanation, and show a passive attitude during the learning process. Students rarely ask questions or are less brave to answer the teacher’s questions. Which ultimately affects their learning outcomes due to a lack of motivation in learning. The purpose of this study is to determine the effect of visual learning media on student learning motivation in learning Pancasila education in Grade 8 of SMP Negeri 5 Mataram. The method used in this study is qualitative with a case study approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving teachers and students as research subjects. The results of the study indicate that the use of visual media in the learning process has a positive impact on student learning motivation. Varied and engaging visual media can help students more easily understand the subject matter, fostering a higher interest in learning Furthermore, teachers are also more effective in delivering the material, making the learning process more enjoyable. These findings indicate that the application of visual media is an effective learning strategy for increasing student learning motivation at the junior high school level. This study recommends that teachers utilize visual media more frequently as a learning aid to improve the quality and outcomes of student learning ABSTRAKMedia Pembelajaran Visual merupakan alat pengajaran dan pendidikan yang melibatkan indera penglihatan dan pendengaran peserta didik selama proses belajar mengajar berlangsung. Dengan tujuan mengurangi sikap pasif peserta didik dalam proses belajar, mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan mdera serta membantu guru dalam menyampaikan materi dengan lebih efektif melalui penggunaan media yang tepat dan bervariasi. Permasalahan pada penelitian ini ialah, beberapa siswa tidak mengikuti pembelajaran dengan baik, seperti berbicara dengan teman karena merasa bosan, tidak memperhatikan penjelasan guru, serta menunjukkan sikap pasif selama proses belajar. Siswa jarang bertanya atau kurang berani menjawab pertanyaan guru, yang pada akhirnya memengaruhi hasil belajar mereka karena kurangnya motivasi dalam belajar. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui tentang pengaruh media pembelajaran visual terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran pendidikan Pancasila Kelas 8 SMP Negeri 5 Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang melibatkan guru dan siswa sebagai subjek penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media visual dalam proses pembelajaran memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Media visual yang variatif dan menarik mampu membantu siswa lebih mudah memahami materi pelajaran menumbuhkan minat belajar yang lebih tinggi. Selain itu, guru juga lebih efektif dalam menyampaikan materi sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan media visual merupakan salah satu strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di tingkat SMP. Penelitian ini menyarankan agar guru lebih sering memanfaatkan media visual sebagai alat bantu pembelajaran guna meningkatkan kualitas dan has?l belajar siswa.
INTERNALISASI PROGRAM JUMAT BERSIH DALAM PEMBINAAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DI SMA NEGERI 12 MEDAN Siantar, Riomas Meliana Lumban; Siagian, Liber
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.7404

Abstract

Concern for environmental cleanliness in schools is an essential aspect of character formation amid increasing environmental issues in modern education. This study aims to describe the process of internalizing the “Jumat Bersih” (Clean Friday) program in fostering students’ environmental care character and to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation at SMA Negeri 12 Medan. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the internalization process of the Clean Friday program takes place through three main stages: habituation, exemplary behavior, and the strengthening of school culture. The activity has become a routine that cultivates students’ awareness and responsibility for maintaining school cleanliness. The supporting factors include strong leadership and teacher involvement, cooperation among school members, availability of cleaning facilities, and an award system that motivates students. Meanwhile, the inhibiting factors consist of a lack of student awareness, limited family support, insufficient facilities and time, the school’s geographical condition which is prone to flooding, and inadequate supervision. Overall, the Clean Friday program at SMA Negeri 12 Medan has proven to be an effective medium for developing students’ environmental care character through continuous and school-integrated practices. ABSTRAKKepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah merupakan bagian penting dari pembentukan karakter siswa di era modern yang sarat dengan isu lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses internalisasi program Jumat Bersih dalam pembinaan karakter peduli lingkungan serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di SMA Negeri 12 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi program Jumat Bersih berlangsung melalui tiga tahap utama, yaitu pembiasaan, keteladanan, dan penguatan budaya sekolah. Kegiatan Jumat Bersih telah menjadi rutinitas yang membentuk kesadaran siswa untuk menjaga kebersihan dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekolah. Faktor pendukung yang berperan dalam keberhasilan program meliputi dukungan kepala sekolah dan guru, kerja sama antarwarga sekolah, ketersediaan sarana kebersihan, serta adanya sistem penghargaan yang memotivasi siswa. Adapun faktor penghambatnya antara lain kurangnya kesadaran sebagian siswa, pengaruh lingkungan keluarga, keterbatasan waktu dan sarana kebersihan, kondisi geografis sekolah yang rawan banjir, serta kurangnya pengawasan berkelanjutan. Secara keseluruhan, program Jumat Bersih di SMA Negeri 12 Medan terbukti efektif sebagai sarana pembinaan karakter peduli lingkungan melalui kegiatan nyata yang berkelanjutan dan terintegrasi dalam budaya sekolah.
PERAN GURU PENGGERAK DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN DI SD NEGERI SE-KECAMATAN MOYO UTARA KABUPATEN SUMBAWA NUSA TENGGARA BARAT Ramdani, Nadila; Hardiansyah, Hardiansyah; Najwa, Lu’luin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.7622

Abstract

The quality of learning in elementary schools located in remote areas such as North Moyo District still faces various challenges, particularly limited facilities, restricted access, and the insufficient capacity of teachers to manage effective instruction. These conditions require the presence of Driving Teachers (Guru penggerak) as learning leaders capable of initiating meaningful changes in school practices. This study aims to explain the role of Driving Teachers in improving reciprocal learning, the strategies they employ, as well as the supporting and inhibiting factors encountered during implementation. A qualitative descriptive method with a case study approach was used, involving five public elementary schools through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that Driving Teachers enhance learning quality through instructional leadership, the application of interactive and differentiated learning methods, and the development of a reflective culture among teachers. Key strategies include establishing learning communities, collaborating with stakeholders, and implementing contextual learning based on local potential. These findings highlight the need for a more systematic support system to replicate the innovative practices of Driving Teachers and strengthen the collaborative school ecosystem to improve learning quality sustainably. ABSTRAK Mutu pembelajaran di sekolah dasar di wilayah terpencil seperti Kecamatan Moyo Utara masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait keterbatasan sarana, akses, serta kapasitas guru dalam mengelola pembelajaran yang efektif. Kondisi tersebut menuntut hadirnya guru penggerak sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu menginisiasi perubahan praktik mengajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan menjelaskan peran guru penggerak dalam meningkatkan pembelajaran timbal balik, strategi yang digunakan, serta faktor pendukung dan penghambat yang ditemukan dalam proses pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada lima SD Negeri melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru penggerak memperkuat mutu pembelajaran melalui kepemimpinan instruksional, penerapan metode belajar interaktif, diferensiasi, serta pengembangan budaya reflektif di kalangan guru. Strategi utama meliputi pembentukan komunitas belajar, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, dan penerapan pembelajaran kontekstual berbasis potensi lokal. Temuan ini menegaskan perlunya dukungan sistem yang lebih sistematis agar praktik inovatif guru penggerak dapat direplikasi dan memperkuat ekosistem kolaboratif sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.  
STRATEGI GURU DALAM MENUMBUHKAN CIVIC RESPONSIBILITY SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SMA NEGERI 1 PEMATANGSIANTAR Simarmata, Anne Margareth; Habeahan, Sampitmo
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.7710

Abstract

This study aims to analyze teachers’ strategies in fostering students’ Civic Responsibility through Pancasila Education learning at SMA Negeri 1 Pematangsiantar. The research focuses on two main aspects: private character, which reflects students’ responsibility within the classroom, and public character, which is manifested through students’ behavior in the school environment. This study employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation studies, involving one Pancasila Education teacher and students of class XI-3. The data were analyzed using three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the teacher implemented six main strategies, including learning models, learning methods, learning media, learning approaches, assessment techniques, and teacher role modeling. These strategies effectively contributed to the development of students’ private character—such as discipline, responsibility, and rule compliance—and public character, reflected in students’ active participation, social awareness, and cooperation. However, the learning process was not fully effective due to challenges such as low student motivation and limited school environmental support. The teacher addressed these challenges through personal approaches, motivation, and consistent role modeling. The study concludes that Pancasila Education teachers’ strategies play a crucial role in fostering students’ Civic Responsibility, both in personal and social aspects, when implemented consistently and supported by a conducive school environment. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menumbuhkan Civic Responsibility siswa melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 1 Pematangsiantar. Fokus penelitian diarahkan pada dua aspek utama, yaitu karakter privat yang mencerminkan tanggung jawab siswa di dalam kelas dan karakter publik yang tercermin dari perilaku siswa di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, dengan subjek penelitian seorang guru Pendidikan Pancasila dan siswa kelas XI-3. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan enam strategi utama, meliputi penggunaan model pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, pendekatan pembelajaran, teknik penilaian, serta keteladanan guru. Penerapan strategi tersebut terbukti berpengaruh dalam membentuk karakter privat siswa, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan, serta karakter publik yang ditunjukkan melalui partisipasi aktif, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong. Meskipun demikian, pelaksanaan pembelajaran belum sepenuhnya efektif karena masih terdapat kendala seperti rendahnya motivasi belajar siswa dan kurangnya dukungan lingkungan sekolah. Guru berupaya mengatasi hal tersebut melalui pendekatan personal, pemberian motivasi, dan keteladanan dalam sikap sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi guru Pendidikan Pancasila memiliki peran penting dalam menumbuhkan Civic Responsibility siswa, baik pada aspek pribadi maupun sosial, apabila dilaksanakan secara konsisten dan didukung oleh lingkungan sekolah yang kondusif.
STUDI KASUS : PERAN PEMBELAJARAN IPAS DALAM MEMBANGUN KESADARAN SOSIAL DAN KEBANGSAAN PADA SISWA SD N 2 SUKOSONO KELAS VI Aulia, Zahwa Rizqi Noor; Attalina, Syailin Nichla Choirin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.7891

Abstract

Natural and Social Sciences (IPAS) learning is a curricular innovation that combines scientific and social perspectives to provide a more contextual learning experience. Through IPAS, students are taught how natural phenomena relate to social reality, thereby fostering social sensitivity, critical thinking skills, and national awareness. Social and national awareness is an individual's ability to understand, appreciate, and participate in social life and demonstrate a love of the homeland as a responsible citizen. This study aims to analyze the role of IPAS learning in increasing social and national awareness in sixth-grade students at SD Negeri 2 Sukosono. This study used interview, observation, and documentation methods. Based on the results of observations and interviews with 31 sixth-grade students at SDN 2 Sukosono, social studies learning plays an important role in shaping students' social and national awareness. This is reflected in honesty, responsibility, caring, tolerance, discipline, courtesy, and the ability to work together. This process uses the support of contextual learning methods, teacher creativity, and active student involvement. Thus, social studies learning contributes to shaping students' social and national awareness as a whole. ABSTRAKPembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) hadir sebagai inovasi kurikuler yang memadukan perspektif sains dan sosial untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Melalui IPAS, siswa diajarkan bagaimana fenomena alam berhubungan dengan realitas sosial sehingga dapat menumbuhkan kepekaan sosial, kemampuan berpikir kritis dan kesadaran kebangsaan. Kesadaran sosial dan kebangsaan merupakan kemampuan individu untuk memahami, menghargai dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial serta menunjukkan sikap cinta tanah air sebagai warga negara yang bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembelajaran IPAS dalam meningkatkan kesadaran sosial dan kebangsaan siswa di kelas VI SD Negeri 2 Sukosono. Penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap 31 siswa kelas VI SDN 2 Sukosono, bahwa pembelajaran IPS berperan penting dalam membentuk kesadaran sosial dan kebangsaan siswa. Hal ini tercermin dari sikap jujur, tanggung jawab, kepedulian, toleransi, disiplin, sopan santun serta kemampuan bekerja sama. Proses ini menggunakan dukungan metode pembelajaran kontekstual, kreativitas guru serta keterlibatan aktif siswa. Dengan demikian, pembelajaran IPS memberikan kontribusi dalam membentuk kesadaran sosial dan kebangsaan siswa secara menyeluruh.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PLICKERS TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN IPS DI SMPN 1 GARUT Fadhila, Shely; Mulyana, Eldi; Rohman, Slamet Nopharipaldi
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.7943

Abstract

This study is motivated by the low learning motivation of students in the Social Studies (IPS) subject at SMPN 1 Garut. This condition arises due to the use of conventional learning media that are monotonous, limited, and less supportive of active student engagement. The purpose of this research is to examine the effectiveness of Plickers-based learning media in enhancing students’ learning motivation. The study employed a quantitative approach with a quasi-experimental method using a Nonequivalent Control Group Design. The population consisted of all ninth-grade students, and purposive sampling was used to determine a total sample of 92 students, comprising 46 students in the experimental class and 46 students in the control class. The experimental class used Plickers, while the control class utilized fully non-digital conventional learning media, including textbooks, whiteboards, and verbal explanations as the primary sources of instruction. The research instrument was a Likert-scale learning motivation questionnaire that had been validated for reliability and validity. Data were analyzed using Analysis of Covariance (ANCOVA) to control for covariate variables. The results indicate a significant difference in learning motivation between students who used Plickers and those who used conventional learning media. A significance value of 0.002 (< 0.05) and a higher adjusted mean score in the experimental class (67.04) compared to the control class (64.22) support this finding. The study concludes that Plickers is significantly effective in improving students’ learning motivation in Social Studies learning, as it creates a more interactive, engaging learning environment and provides real-time feedback. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMPN 1 Garut. Kondisi tersebut muncul karena penggunaan media pembelajaran konvensional yang cenderung monoton, terbatas, dan kurang mendukung keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas media pembelajaran berbasis Plickers dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas IX, dengan teknik purposive sampling yang menetapkan sampel sebanyak 92 siswa, terdiri dari 46 siswa kelas eksperimen dan 46 siswa kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan media Plickers, sedangkan kelas kontrol menggunakan media pembelajaran konvensional yang sepenuhnya bersifat non-digital, meliputi buku ajar, papan tulis, dan penjelasan lisan sebagai sumber utama pembelajaran. Instrumen penelitian berupa angket motivasi belajar skala Likert yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Analysis of Covariance (ANCOVA) untuk mengontrol variabel kovariat. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada motivasi belajar antara siswa yang menggunakan Plickers dan siswa yang menggunakan media pembelajaran konvensional. Nilai signifikansi sebesar 0,002 (< 0,05) serta nilai adjusted mean kelas eksperimen sebesar 67,04 yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 64,22 memperkuat temuan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Plickers efektif secara signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran IPS karena mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menarik, dan menyediakan umpan balik secara real-time.
PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS POWERPOINT PADA MATA PELAJARAN IPS POKOK BAHASAN KERAJAAN ISLAM KELAS X Muliyani, Sri; Saputra, Hendra Nelva; Darman, Darman
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.7966

Abstract

The teaching of Social Studies (IPS) at the senior high school (SMA/MA) level plays an essential role in developing students’ critical thinking skills and historical understanding. However, classroom practices are still largely dominated by lecture methods and the use of conventional PowerPoint presentations that lack interactivity, resulting in passive learning and difficulty in comprehending historical material. This study focuses on designing an interactive PowerPoint-based learning media for the topic Islamic Kingdoms in Indonesia for tenth-grade students, aiming to provide an engaging, communicative, and student-centered alternative suited to the characteristics of 21st-century learners. The research employs a Research and Development (R&D) method with a descriptive quantitative approach, adapting the ADDIE model but limited to the design and development stages. The study involved three subject matter experts, three media experts, and ten tenth-grade students who were introduced to the developed media. Data were collected through expert validation sheets and structured questionare, then analyzed descriptively and quantitatively. The validation results indicated that the media achieved an average feasibility score of 89%, categorized as “highly feasible.” Student questionnaire responses also showed positive perceptions toward the media’s design, ease of navigation, and clarity of content. The interactive PowerPoint media effectively stimulated students’ interest and engagement in Social Studies learning. Therefore, this study concludes that the interactive PowerPoint-based learning media is suitable to be used as an initial innovation to enhance the quality and attractiveness of Social Studies learning on Islamic history topics in tenth grade. ABSTRAKPembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di jenjang SMA/MA memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan berpikir kritis dan pemahaman historis peserta didik. Namun, praktik pembelajaran di lapangan masih didominasi metode ceramah dan penggunaan media PowerPoint konvensional yang kurang interaktif, sehingga siswa cenderung pasif dan mengalami kesulitan memahami materi sejarah. Penelitian ini berfokus pada perancangan media pembelajaran berbasis PowerPoint interaktif pada materi Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia kelas X yang bertujuan untuk menghadirkan alternatif media yang menarik, komunikatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik abad ke-21. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang mengadaptasi model ADDIE, namun hanya dilaksanakan hingga tahap design dan development. Subjek penelitian meliputi tiga ahli materi, tiga ahli media, dan sepuluh siswa kelas X yang diperkenalkan dengan media hasil rancangan. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli dan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil validasi menunjukkan bahwa media memperoleh skor rata-rata kelayakan sebesar 89% dengan kategori “sangat layak”. Hasil kuesioner dengan siswa menunjukkan tanggapan positif terhadap aspek tampilan, kemudahan navigasi, dan kejelasan materi. Media PowerPoint interaktif ini terbukti mampu menstimulasi minat dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran IPS. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis PowerPoint interaktif layak digunakan sebagai inovasi awal dalam meningkatkan kualitas dan kemenarikan pembelajaran IPS pada materi sejarah Islam di kelas X.
KAJIAN EMPIRIS TENTANG KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, MOTIVASI KERJA, DAN KINERJA GURU DI SMK NEGERI 1 AMURANG Dolonseda, Herman Philips; Sendiang, Dhea Jessica
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.7969

Abstract

Improving the quality of vocational education in Indonesia depends heavily on the effectiveness of principal leadership and high teacher motivation, particularly in facing the challenges of industry competency standards. This study aims to analyze the influence of principal leadership on work motivation, the impact of motivation on performance, and the direct influence of leadership style on teacher performance at SMK Negeri 1 Amurang. Using a quantitative approach with an explanatory survey design, the study involved 82 teachers as a population, with a sample of 68 respondents selected through random sampling based on the Slovin formula. Data were collected using a structured Likert-scale questionnaire and analyzed through multiple linear regression. The study findings indicate that principal leadership has a positive and significant effect on teacher performance, as well as work motivation, which has proven to be a strong predictor of performance improvement. Further analysis revealed that work motivation has a more dominant impact than direct leadership, indicating the importance of internal motivation in vocational education environments. It is concluded that the synergy between supportive leadership and appropriate motivational strategies is crucial for optimizing teacher performance. Therefore, it is recommended that school management prioritize the development of a robust motivation system to achieve competitive vocational education standards. ABSTRAKPeningkatan mutu pendidikan vokasi di Indonesia sangat bergantung pada efektivitas kepemimpinan kepala sekolah dan tingginya motivasi kerja guru, terutama dalam menghadapi tantangan standar kompetensi industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap motivasi kerja, dampak motivasi terhadap kinerja, serta pengaruh langsung gaya kepemimpinan terhadap kinerja guru di SMK Negeri 1 Amurang. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori, penelitian melibatkan 82 guru sebagai populasi dengan sampel sebanyak 68 responden yang dipilih melalui teknik random sampling berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur berskala Likert dan dianalisis melalui regresi linier berganda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, begitu pula dengan motivasi kerja yang terbukti menjadi prediktor kuat bagi peningkatan kinerja. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa motivasi kerja memiliki dampak yang lebih dominan dibandingkan kepemimpinan langsung, mengindikasikan pentingnya dorongan internal dalam lingkungan pendidikan vokasi. Disimpulkan bahwa sinergi antara kepemimpinan yang suportif dan strategi motivasi yang tepat sangat krusial untuk mengoptimalkan kinerja guru, sehingga disarankan bagi manajemen sekolah untuk memprioritaskan pembangunan sistem motivasi yang solid guna mencapai standar pendidikan kejuruan yang kompetitif.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR INTRINSIK TERHADAP PARTISIPASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI KELAS VIII SMP NEGERI 29 PONTIANAK Saputra, Ali; Syamsuri, Syamsuri; Utami, Tri; Bistari, Bistari; Purnama, Shilmy
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.7978

Abstract

This study aims to analyze the influence of intrinsic learning motivation on students’ learning participation in Civics education (PPKn) among eighth-grade students at SMP Negeri 29 Pontianak. The research addresses the issue of students’ limited active engagement during classroom activities, emphasizing the importance of internal motivational factors in enhancing participation. A quantitative approach with a simple linear regression design was employed. Data were collected through a validated and reliable Likert-scale questionnaire, and analyzed descriptively and inferentially using a t-test, regression coefficient, and coefficient of determination. The findings reveal that students’ intrinsic learning motivation is categorized as high, while their learning participation is categorized as moderate. The hypothesis test shows a significance value of 0.001 < 0.05 and a positive regression coefficient of 0.925, indicating a significant and positive effect of intrinsic motivation on learning participation. The coefficient of determination (R² = 0.549) indicates that 54.9% of the variance in learning participation is explained by intrinsic motivation. Thus, the study concludes that strengthening students’ intrinsic motivation significantly contributes to improving their participation in PPKn learning. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi belajar intrinsik terhadap partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas VIII SMP Negeri 29 Pontianak. Permasalahan yang diangkat berkaitan dengan rendahnya keterlibatan aktif sebagian siswa dalam proses pembelajaran, sehingga diperlukan kajian mengenai faktor internal yang dapat meningkatkan partisipasi tersebut. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain regresi linear sederhana. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji inferensial melalui t-test, koefisien regresi, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar intrinsik siswa berada pada kategori tinggi, sedangkan partisipasi belajar berada pada kategori sedang. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 dan koefisien regresi positif sebesar 0,925, yang berarti terdapat pengaruh signifikan dan positif antara motivasi belajar intrinsik terhadap partisipasi belajar siswa. Nilai koefisien determinasi (R² = 0,549) menunjukkan bahwa 54,9% variasi partisipasi belajar dipengaruhi oleh motivasi intrinsik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan motivasi belajar intrinsik berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.
EVALUASI KEBIJAKAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN LITERASI DAN NUMERASI PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 1 ANGGANA Ratnawati, Eny; Masruhim, Muh. Amir; Abdunnur, Abdunnur; Komariyah, Laili
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.7994

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of data-driven school policies in improving student literacy and numeracy outcomes at SMP Negeri 1 Anggana through a targeted intervention program. The primary focus of this study was evaluating the impact of supplemental numeracy tutoring provided to 45 selected students in preparation for the Computer-Based National Assessment (ANBK). The results showed that the school's numeracy achievement increased significantly from 60% in 2023 to 84.44% in 2024, reaching the Good category (95.56%) in 2025. Furthermore, the Chromebook-based literacy program and the School Literacy Movement also boosted literacy achievement to 95.56% in 2025. These findings demonstrate that technology-based interventions and intensive tutoring are effective in strengthening students' basic competencies. However, the program's limited reach, which only covers a subset of students, still creates gaps in achievement. Therefore, expanding access and program equity are priorities to ensure equitable learning for all students. The research results show that data-driven interventions and intensive mentoring significantly improve students' basic competencies. However, the effectiveness of the policy still needs to be strengthened in terms of equity, as some programs still focus on specific student groups. Therefore, expanded access and program sustainability are needed to ensure that all students receive equal and sustainable learning opportunities. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kebijakan sekolah berbasis data dalam meningkatkan capaian literasi dan numerasi peserta didik di SMP Negeri 1 Anggana melalui program intervensi yang terarah. Fokus utama penelitian ini adalah evaluasi dampak bimbingan belajar tambahan numerasi yang diberikan kepada 45 siswa terpilih dalam menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Hasil menunjukkan bahwa capaian numerasi sekolah meningkat signifikan dari 60% pada tahun 2023 menjadi 84,44% pada tahun 2024, dan mencapai kategori Baik (95,56%) pada tahun 2025. Selain itu, program literasi berbasis Chromebook dan Gerakan Literasi Sekolah juga mendorong peningkatan capaian literasi menjadi 95,56% pada tahun 2025. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis teknologi dan bimbingan intensif mampu memperkuat kompetensi dasar siswa secara efektif. Namun, keterbatasan sasaran program yang hanya mencakup sebagian siswa masih menimbulkan kesenjangan capaian. Oleh karena itu, perluasan akses dan pemerataan program menjadi prioritas untuk menjamin keadilan pembelajaran bagi seluruh peserta didik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi berbasis data dan pendampingan intensif mampu meningkatkan kompetensi dasar siswa secara signifikan. Namun, efektivitas kebijakan masih perlu diperkuat dalam hal pemerataan, karena sebagian program masih berfokus pada kelompok siswa tertentu. Oleh karena itu, perlu perluasan akses dan keberlanjutan program agar seluruh peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang setara dan berkelanjutan.