cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 278 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BELAJAR SISWA DI ERA DIGITAL : STUDI KASUS DI SMA NEGERI 1 WORI MINAHASA UTARA Tamboto, Henry Jeheskiel Daniel; Dolonseda , Herman Philips
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4586

Abstract

This study aims to analyze in depth the factors that influence students' learning motivation in the digital era, with a special emphasis on the crucial role of technology access and self-efficacy. Using a quantitative method with a correlational approach, this study involved 95 grade XI students at SMA N 1 Wori as a representative sample. Data were obtained through a questionnaire instrument that had been tested for validity and reliability, then analyzed using multiple regression techniques. The results of the analysis showed that both technology access and self-efficacy had a significant influence on students' learning motivation, both partially and simultaneously. The resulting regression model indicated that 69.1% of the variability in students' learning motivation could be explained by the combination of these two factors. The implications of these findings underscore the importance of comprehensive efforts in increasing students' access to quality learning technology resources, as well as the development of pedagogical strategies that focus on strengthening students' self-confidence in their learning abilities. Thus, it is hoped that a conducive learning environment will be created to improve students' motivation and learning achievement in this digital era. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam faktor-faktor yang memengaruhi motivasi belajar siswa di era digital, dengan penekanan khusus pada peran krusial akses teknologi dan self-efficacy. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional, penelitian ini melibatkan 95 siswa kelas XI di SMA N 1 Wori sebagai sampel yang representatif. Data diperoleh melalui instrumen angket yang teruji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan teknik regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa baik akses teknologi maupun self-efficacy memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa, baik secara parsial maupun simultan. Model regresi yang dihasilkan mengindikasikan bahwa 69,1% variabilitas dalam motivasi belajar siswa dapat dijelaskan oleh kombinasi kedua faktor ini. Implikasi dari temuan ini menggarisbawahi pentingnya upaya komprehensif dalam meningkatkan akses siswa terhadap sumber daya teknologi pembelajaran yang berkualitas, serta pengembangan strategi pedagogis yang berfokus pada penguatan keyakinan diri siswa dalam kemampuan belajar mereka. Dengan demikian, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang kondusif untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa di era digital ini.
MANAJEMEN KURIKULUM PENDIDIKAN INKLUSI PADA SEKOLAH DASAR DI KOTA BANDAR LAMPUNG Putri, Dini Prima Putri; Pahrudin, Agus; Dermawan, Oki
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4589

Abstract

Inclusive education is a solution for equal learning rights for children with special needs (ABK), 36% of whom do not attend school in Indonesia. This qualitative descriptive study aims to analyze the management of inclusive education curriculum in elementary schools (SDS DCC Global and SD Insan Mandiri, Bandar Lampung), including planning, organizing, implementing, and evaluating. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model, and tested for validity with source triangulation. The results of the study indicate that: (1) Inclusive curriculum planning emphasizes equality, justice, and potential development. (2) Curriculum organization involves various parties. (3) Curriculum implementation is reflected in the Learning Implementation Plan (RPP) and Individual Learning Program (PPI), involving regular students. (4) Curriculum evaluation not only assesses academic aspects, but also social-emotional, physical-motor, and independence aspects of students with special needs. Effective curriculum management is essential in the successful implementation of inclusive education. ABSTRAKPendidikan inklusif adalah solusi untuk kesetaraan hak belajar bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), di mana 36% di antaranya tidak bersekolah di Indonesia. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kurikulum pendidikan inklusi di sekolah dasar (SDS DCC Global dan SD Insan Mandiri, Bandar Lampung), meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan kurikulum inklusi menekankan kesetaraan, keadilan, dan pengembangan potensi. (2) Pengorganisasian kurikulum melibatkan berbagai pihak. (3) Pelaksanaan kurikulum tercermin dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Program Pembelajaran Individual (PPI), dengan melibatkan peserta didik reguler. (4) Evaluasi kurikulum tidak hanya menilai aspek akademik, tetapi juga aspek sosial-emosional, fisik-motorik, dan kemandirian peserta didik berkebutuhan khusus. Manajemen kurikulum yang efektif sangat penting dalam implementasi pendidikan inklusif yang sukses.
MANAJEMEN SUMBER DAYA PENDIDIK DALAM PENINGKATAN KINERJA GURU PADA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI DI KOTA BANDAR LAMPUNG Santika, Desi; Hadiati, Eti; Septuri , Septuri
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4618

Abstract

Educator resource management has a direct impact on teacher performance, which in turn affects the quality of education in the madrasah environment. The purpose of this study is to analyze how human resource management, especially through the stages of recruitment and selection, training and development, performance assessment, and awarding, contributes to improving teacher performance at Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) in Bandar Lampung City. This study uses a qualitative descriptive type of research. Data from primary and secondary data. The data collection technique was through in-depth interviews with the head of the madrasah, Administrative Staff, Teachers, as well as observation and documentation. Data analysis techniques use data reduction, data presentation, and data verification. As well as in checking the validity of the data using source triangulation.  Based on the results of the study, it is shown that: (1) The recruitment and selection process of educators is carried out by optimizing bezetting data, relational approaches, and strict administrative filing, demonstrating the effective implementation of recruitment principles; (2) Teacher development and training involves various programs, including the PINTAR program from the Ministry of Religious Affairs, with a sustainable approach and strategic partnerships; (3) Teacher assessment and appreciation emphasizes on achieving performance targets and contributing to improving student achievement. ABSTRAKManajemen sumber daya pendidik (SDM) memiliki dampak langsung pada kinerja guru, yang pada gilirannya memengaruhi kualitas pendidikan di lingkungan madrasah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana manajemen SDM, khususnya melalui tahapan rekrutmen dan seleksi, pelatihan dan pengembangan, penilaian kinerja, serta pemberian penghargaan, berkontribusi pada peningkatan kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kota Bandar Lampung.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian  deskriptif kualitatif. Sember data dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada kepala madrasah, Staff Administrasi, Guru, juga observasi serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data,  dan verifikasi data. Serta dalam memeriksa keabsahan data menggunakan triangulasi sumber.  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses rekrutmen dan seleksi tenaga pendidik dilakukan dengan optimalisasi data bezetting, pendekatan relasional, dan pemberkasan administrasi yang ketat, menunjukkan implementasi prinsip-prinsip rekrutmen yang efektif; (2) Pengembangan dan pelatihan guru melibatkan berbagai program, termasuk program PINTAR dari Kementerian Agama, dengan pendekatan berkelanjutan dan kemitraan strategis; (3) Penilaian dan penghargaan guru menekankan pada pencapaian target kinerja dan kontribusi terhadap peningkatan prestasi siswa.
MEMBANGUN IDENTITAS NASIONAL MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SMP KRISTEN REHOBOT PALANGKA RAYA Yulianie, Putri; Anjani, Mutia; Dotrimensi , Dotrimensi; Triyani , Triyani
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4626

Abstract

This study aims to understand students' understanding of national identity, the role of teachers, and challenges in building national identity at Rehobot Christian Junior High School, Palangka Raya. Using a descriptive qualitative approach, this study collected data through observation and interviews with students and teachers. Observations were conducted to observe student behavior, while in-depth interviews explored information related to national identity. The results of the study indicate that globalization is a major challenge, causing a decrease in interest in local culture and national values. Schools attempt to address this through integrated civic education, teaching the values ??of Pancasila, history, tolerance, and cooperation. Active learning methods, cultural activities, ceremonies, and discussions are applied to foster positive character and national pride. In conclusion, building national identity requires a comprehensive and collaborative approach between schools, parents, and the community. Support from all parties is important so that students grow into a generation that is intelligent and loves their country. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memahami pemahaman siswa tentang identitas nasional, peran guru, dan tantangan dalam membangun identitas nasional di SMP Kristen Rehobot Palangka Raya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara dengan siswa dan guru. Observasi dilakukan untuk mengamati perilaku siswa, sementara wawancara mendalam menggali informasi terkait identitas nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi menjadi tantangan utama, menyebabkan berkurangnya minat terhadap budaya lokal dan nilai-nilai kebangsaan. Sekolah berupaya mengatasi ini melalui pendidikan kewarganegaraan yang terintegrasi, mengajarkan nilai-nilai Pancasila, sejarah, toleransi, dan kerjasama. Metode pembelajaran aktif, kegiatan budaya, upacara, dan diskusi diterapkan untuk menumbuhkan karakter positif dan kebanggaan nasional. Kesimpulannya, membangun identitas nasional memerlukan pendekatan komprehensif dan kolaboratif antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Dukungan semua pihak penting agar siswa tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan cinta tanah air.
FAKTOR PENYEBAB DAN DAMPAK TERJADINYA PERNIKAHAN USIA ANAK DI DUSUN EKAS DESA EKAS BUANA KECAMATAN JEROWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR Indriani, Desmi Agustira; Yuliatin , Yuliatin; Alqadri, Bagdawansyah; Atsar, Abdul
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4655

Abstract

This study aims to identify the causal factors and impacts of child marriage in Ekas Hamlet, Ekas Buana Village, Jerowaru District, East Lombok Regency. The method used is a qualitative approach with a case study research type. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that the causal factors of child marriage in Ekas Hamlet, Ekas Buana Village, Jerowaru District, consist of internal and external factors. Internal factors include emotions/feelings and low levels of education, while external factors include lack of parental supervision/guidance and the influence of the surrounding environment. The impacts of child marriage in Ekas Hamlet, Ekas Buana Village, Jerowaru District, East Lombok Regency, include positive and negative impacts. Positive impacts include avoiding adultery, maturing oneself, and learning to be responsible, while negative impacts include impacts on the economy and health. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab dan dampak pernikahan usia anak di Dusun Ekas, Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab pernikahan usia anak di Dusun Ekas, Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi emosi/perasaan dan rendahnya tingkat pendidikan, sedangkan faktor eksternal meliputi kurangnya pengawasan/bimbingan orang tua dan pengaruh lingkungan sekitar. Dampak pernikahan usia anak di Dusun Ekas, Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, mencakup dampak positif dan negatif. Dampak positif meliputi menghindari zina, mendewasakan diri, dan belajar bertanggung jawab, sedangkan dampak negatif meliputi dampak terhadap ekonomi dan kesehatan.
PENGARUH KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL, PRESTASI KERJA, DAN KOMPENSASI TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU SEKOLAH DASAR Kumbaraningtyas, Agnes; Haryati, Titik; Kusumaningsih, Widya
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4687

Abstract

The purpose of this study was to analyze the influence of instructional leadership, work performance, and compensation on the work motivation of public elementary school teachers in Temanggung District. This study used a quantitative approach with a survey method. The research sample consisted of 148 teachers selected using proportional random sampling techniques. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression after going through the classical assumption test. The results of the study showed that instructional leadership had a positive and significant influence on teacher work motivation with a t value of 5.353 and an effective contribution of 16.4%. Work performance also had a positive effect on teacher work motivation with a t value of 8.076 and an effective contribution of 30.9%. Compensation was the most dominant factor in increasing teacher work motivation with a t value of 14.711 and an effective contribution of 59.7%. Simultaneously, the three variables contributed 66.7% to teacher work motivation, while 33.3% was influenced by other factors. This study emphasizes the importance of effective instructional leadership, high work performance, and fair compensation in increasing teacher work motivation. Therefore, recommendations are given to education policy makers to pay attention to these three factors in order to improve teacher performance. ABSTRAKTujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan instruksional, prestasi kerja, dan kompensasi terhadap motivasi kerja guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Temanggung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian terdiri dari 148 guru yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah melalui uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan instruksional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja guru dengan nilai t sebesar 5,353 dan kontribusi efektif 16,4%. Prestasi kerja juga berpengaruh positif terhadap motivasi kerja guru dengan nilai t sebesar 8,076 dan kontribusi efektif 30,9%. Kompensasi menjadi faktor yang paling dominan dalam meningkatkan motivasi kerja guru dengan nilai t sebesar 14,711 dan kontribusi efektif 59,7%. Secara simultan, ketiga variabel tersebut memberikan kontribusi sebesar 66,7% terhadap motivasi kerja guru, sementara 33,3% dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini menegaskan pentingnya kepemimpinan instruksional yang efektif, prestasi kerja yang tinggi, serta pemberian kompensasi yang adil dalam meningkatkan motivasi kerja guru. Oleh karena itu, rekomendasi diberikan kepada pemangku kebijakan pendidikan untuk memperhatikan ketiga faktor tersebut guna meningkatkan kinerja guru.
PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MANAJER DALAM DIGITALISASI KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR (KBM) DI SEKOLAH DASAR Primansyah, Anas; Bunyamin, Bunyamin; Nugrahani, Dyah
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4688

Abstract

The digitalization of the Teaching and Learning Process (KBM) is an instructional approach that integrates various methods, models, and technology-based media to enhance learning effectiveness. This study focuses on the role of the school principal as a manager in the digitalization of KBM at SD Negeri Randugunting 6, South Tegal District, Tegal City. The purpose of this research is to describe and analyze the planning, organization, implementation, and evaluation of KBM digitalization in the school. This study employs a qualitative phenomenological method with data collection techniques including interviews, observations, and document analysis. Data validity is ensured through triangulation, while data analysis consists of data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the school principal plays a crucial role in: (1) planning KBM digitalization, (2) organizing resources and teaching staff, (3) implementing digitalization through digital platforms, and (4) evaluating the process to ensure the sustainability and effectiveness of technology integration in learning. The digitalization of KBM at SDN Randugunting 6 utilizes an integrated system based on Google Sites, enabling a more efficient digital learning experience. This study suggests that school principals and teachers should collaborate optimally in all stages of KBM digitalization to improve the quality of learning. ABSTRAKDigitalisasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) merupakan proses pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai metode, model, dan media berbasis teknologi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini berfokus pada peran kepala sekolah sebagai manajer dalam digitalisasi KBM di SD Negeri Randugunting 6 Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta evaluasi digitalisasi KBM di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik, sedangkan analisis data mencakup tahap pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan penting dalam: (1) perencanaan digitalisasi KBM, (2) pengorganisasian sumber daya dan tenaga pendidik, (3) pelaksanaan digitalisasi melalui penggunaan platform digital, serta (4) evaluasi untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas penerapan teknologi dalam pembelajaran. Digitalisasi di SDN Randugunting 6 menggunakan sistem terintegrasi berbasis Google Sites, sehingga pembelajaran berbasis digital dapat berjalan lebih efisien. Penelitian ini menyarankan kepala sekolah dan guru untuk berkolaborasi secara optimal dalam seluruh tahapan digitalisasi KBM guna meningkatkan kualitas pembelajaran.
PENGARUH TRANSPARANSI, AKUNTABILITAS, DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DANA BOS TERHADAP MUTU PENDIDIKAN Nuriyawati, Nuriyawati; Maryanto, Maryanto; Abdullah, Ghufron
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4689

Abstract

This study aims to analyze the influence of transparency, accountability, and community participation in the management of School Operational Assistance (BOS) funds on the quality of education in public junior high schools in Cepu District. This research employs a quantitative approach with a correlational method. The study population consists of 191 teachers, with a sample of 129 teachers selected using sampling techniques. Data were collected through questionnaires and analyzed using descriptive analysis, prerequisite tests (normality, multicollinearity, heteroscedasticity, and linearity), and hypothesis testing with simple and multiple linear regression. The results show that transparency has a correlation of 0.715 and contributes 51.2% to education quality. Accountability has a correlation of 0.726 with a 52.7% contribution, while community participation has a correlation of 0.679 with a 53.9% contribution. Simultaneously, transparency, accountability, and community participation influence education quality by 62.9%. This study concludes that enhancing transparency, accountability, and community participation in BOS fund management can improve education quality. The study recommends strengthening information disclosure, improving accountability mechanisms, and encouraging active roles for the community and school committees in monitoring and evaluating BOS fund usage. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) terhadap kualitas pendidikan di sekolah menengah pertama negeri di Kecamatan Cepu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian terdiri dari 191 guru, dengan sampel sebanyak 129 guru yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji prasyarat (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan linearitas), serta uji hipotesis dengan regresi linear sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi memiliki korelasi sebesar 0,715 dan berkontribusi sebesar 51,2% terhadap kualitas pendidikan. Akuntabilitas memiliki korelasi sebesar 0,726 dengan kontribusi sebesar 52,7%, sedangkan partisipasi masyarakat memiliki korelasi sebesar 0,679 dengan kontribusi sebesar 53,9%. Secara simultan, transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan sebesar 62,9%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dana BOS dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH, BUDAYA ORGANISASI, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP DISIPLIN KERJA GURU Hikmaya, Nafisa Dian; Haryati, Titik; Kusumaningsih, Widya
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4690

Abstract

Teacher work discipline plays a crucial role in education; however, issues such as tardiness in teaching still persist. This study analyzes the influence of principal supervision, organizational culture, and work motivation on the work discipline of elementary school teachers in Kranggan District. The study involved a sample of 133 teachers from a population of 200, with data analysis using regression tests, correlation tests, and determination tests. The results indicate that principal supervision significantly affects teacher work discipline by 62.1%, with the highest contribution in the dimension of interpersonal relationship building and the lowest in problem-solving support. Organizational culture influences teacher work discipline by 60.3%, with the highest contribution from the innovation dimension and the lowest from attention to detail. Work motivation has the strongest influence at 65.2%, with the highest contribution from recognition and appreciation and the lowest from the work environment. Simultaneously, principal supervision, organizational culture, and work motivation collectively influence teacher work discipline by 62.9%. ABSTRAKDisiplin kerja guru berperan penting dalam pendidikan, namun masih ditemukan berbagai permasalahan seperti ketidaktepatan waktu mengajar. Penelitian ini menganalisis pengaruh supervisi kepala sekolah, budaya organisasi, dan motivasi kerja terhadap disiplin kerja guru SD Negeri di Kecamatan Kranggan. Sampel penelitian sebanyak 133 guru dari populasi 200 guru, dengan analisis data menggunakan uji regresi, korelasi, dan uji determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja guru sebesar 62,1%, dengan kontribusi tertinggi pada dimensi menciptakan hubungan antarpribadi dan terendah pada membantu memecahkan masalah. Budaya organisasi berpengaruh 60,3%, dengan dimensi inovatif memberikan kontribusi tertinggi dan berorientasi detail terendah. Motivasi kerja memiliki pengaruh 65,2%, dengan kontribusi tertinggi pada pengakuan dan penghargaan serta terendah pada lingkungan kerja. Secara simultan, supervisi kepala sekolah, budaya organisasi, dan motivasi kerja memberikan pengaruh 62,9% terhadap disiplin kerja guru.
HUBUNGAN SELF EFFICACY IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Meyda, Ranita; Wijayanti, Lumastari Ajeng
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4691

Abstract

The success of exclusive breastfeeding is an important goal that is influenced by various factors, one of which is the psychological condition of the mother. A crucial factor in this case is the level of self-confidence of the mother in her ability to provide exclusive breastfeeding, which is scientifically known as Breastfeeding Self-Efficacy (BSE). A high level of BSE reflects the mother's confidence to overcome the challenges of breastfeeding and successfully provide only breast milk for the first six months of the baby's life. To examine the relationship between this self-confidence and breastfeeding practices, an observational analytical study with a cross-sectional approach was conducted. This study involved 30 breastfeeding mothers who were selected through a purposive sampling technique. Data collection used the Breastfeeding Self Efficacy Scale Short Form (BSES-SF) instrument and supporting questionnaires. The results of statistical analysis using the Spearman rank test showed a statistically significant relationship (p = 0.048). These findings confirm that the higher the level of breastfeeding self-efficacy of a mother, the greater the probability of her success in providing exclusive breastfeeding. Thus, BSE has been shown to play a fundamental role and is an important predictor of the actions and success of mothers in breastfeeding exclusively. ABSTRAKKeberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan tujuan penting yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kondisi psikologis ibu. Faktor krusial dalam hal ini adalah tingkat keyakinan diri ibu dalam kemampuannya memberikan ASI secara eksklusif, yang secara ilmiah dikenal sebagai Breastfeeding Self-Efficacy (BSE). Tingkat BSE yang tinggi mencerminkan keyakinan ibu untuk mengatasi tantangan menyusui dan berhasil memberikan hanya ASI selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Untuk mengkaji hubungan antara keyakinan diri ini dengan praktik pemberian ASI, sebuah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional telah dilaksanakan. Penelitian ini melibatkan 30 responden ibu menyusui yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen Breastfeeding Self Efficacy Scale Short Form (BSES-SF) dan kuesioner pendukung. Hasil analisis statistik menggunakan uji Spearman rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik (p=0,048). Temuan ini mengkonfirmasi bahwa semakin tinggi tingkat breastfeeding self efficacy seorang ibu, semakin besar pula probabilitas keberhasilannya dalam memberikan ASI eksklusif. Dengan demikian, BSE terbukti memainkan peran fundamental dan menjadi prediktor penting bagi tindakan serta keberhasilan ibu dalam menyusui secara eksklusif.