cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 278 Documents
IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN KONTINGENSI DAN MANAJEMEN KONFLIK KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SDIT DAARUT TAQWA KEC. RAJEG TANGERANG-BANTEN HARTATI, SRI; ZOHRIAH, ANIS; BACHTIAR, MACHDUM; GUNAWAN, AGUS; OKTAVIANA, FADILLA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4460

Abstract

This research discusses the Contingency Leadership Model and Conflict Management in managing Education Quality. The contingency leadership model is a theory that states that there is not one leadership style that is right for all situations, but rather depends on the context and situation faced. In educational management, the contingency leadership model can help educational leaders to identify and apply the most effective leadership style in a particular situation. This research aims to observe the implementation of contingency leadership and conflict management applied by school principals to improve the quality of education at SDIT Daarut Taqwa, Rajeg District, Tangerang-Banten. Contingency leadership, which emphasizes adapting leadership style according to the situation, and conflict management, which relates to how principals manage differences of opinion and challenges in the school environment, are considered important factors in achieving excellent educational quality. This research uses qualitative methods by collecting data through interviews, observation and documentation. The research results state that the effective application of these two concepts contributes to improving the quality of learning, teacher involvement, and overall school management. These findings can be a reference for developing leadership and management strategies in several other schools that will maximize educational value. ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang Model Kepemimpinan Kontigensi dan Manajemen konflik dalam pemgelolaan Mutu Pendidikan. Model kepemimpinan kontingensi adalah teori yang menyatakan bahwa tidak ada satu gaya kepemimpinan yang tepat untuk semua situasi, melainkan tergantung pada konteks dan situasi yang dihadapi. Dalam pengelolaan pendidikan, model kepemimpinan kontingensi dapat membantu pemimpin pendidikan untuk mengidentifikasi dan menerapkan gaya kepemimpinan yang paling efektif dalam situasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati implementasi kepemimpinan kontingensi dan manajemen konflik yang diterapkan oleh kepala sekolah terhadap peningkatan mutu pendidikan di SDIT Daarut Taqwa, Kecamatan Rajeg Tangerang-Banten. Kepemimpinan kontingensi, yang menekankan adaptasi gaya kepemimpinan sesuai dengan situasi, dan manajemen konflik, yang berkaitan dengan bagaimana kepala sekolah mengelola perbedaan pendapat dan tantangan di lingkungan sekolah, dianggap sebagai faktor penting dalam mencapai kualitas pendidikan yang sangat baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa penerapan kedua konsep tersebut secara efektif berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, keterlibatan guru, serta manajemen sekolah secara keseluruhan. Temuan ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan strategi kepemimpinan dan manajemen di beberapa sekolah lain yang akan memaksimalkan nilai pendidikan.
EKSPLORASI KENDALA GURU DALAM MENGINTEGRASIKAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL PADA PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR SUMARTINI, NI WAYAN; LASMAWAN, I WAYAN; KERTIH, I WAYAN
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4461

Abstract

This study aims to explore the challenges faced by teachers in integrating local wisdom values into social studies education in elementary schools. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and document studies involving 15 teachers from 5 elementary schools in Malang Regency. The findings reveal key challenges, including limited teacher understanding of local wisdom concepts, difficulty linking local values with curriculum competencies, lack of teaching materials and instructional media, and insufficient training. Recommended solutions include teacher training, curriculum development, and the provision of local wisdom-based teaching media. This research is expected to serve as a reference for enhancing teacher capacity and integrating cultural values into primary education. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal pada pembelajaran IPS di sekolah dasar. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap 15 guru dari 5 sekolah dasar di Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama meliputi keterbatasan pemahaman guru mengenai konsep kearifan lokal, kesulitan mengaitkan nilai-nilai lokal dengan kompetensi dasar kurikulum, keterbatasan bahan ajar dan media pembelajaran, serta kurangnya pelatihan terkait. Solusi yang direkomendasikan mencakup pelatihan guru, pengembangan kurikulum yang mendukung, dan penyediaan media pembelajaran berbasis kearifan lokal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kapasitas guru serta mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam pendidikan dasar.
TANTANGAN DAN STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN LITERASI SOSIAL SISWA MELALUI PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR RELA, NI LUH CINDY; LASMAWAN, I WAYAN; KERTIH, I WAYAN
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4462

Abstract

This study aims to identify the challenges and formulate strategies used by teachers to develop students' social literacy through social studies (IPS) learning in elementary schools. Social literacy is considered a crucial skill, encompassing the ability to understand, analyze, and participate in social interactions and understand diverse societal perspectives. This research employs a qualitative approach with a case study method. The findings reveal several key challenges, including time constraints, varying levels of social skills among students, limited facilities, and challenges in implementing digital technology. Identified strategies include project-based learning, integration of technology, and collaboration between schools, families, and the community. Conclusions indicate that a holistic approach is necessary for effective and comprehensive development of social literacy. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan merumuskan strategi yang digunakan oleh guru dalam mengembangkan literasi sosial siswa melalui pembelajaran IPS di sekolah dasar. Literasi sosial dianggap sebagai kemampuan penting yang mencakup pemahaman, analisis, dan partisipasi dalam interaksi sosial serta memahami perspektif masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan beberapa tantangan utama, termasuk keterbatasan waktu, perbedaan tingkat keterampilan sosial siswa, keterbatasan sarana prasarana, serta tantangan dalam penerapan teknologi digital. Strategi yang diidentifikasi meliputi pendekatan pembelajaran berbasis proyek, integrasi teknologi, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Kesimpulan menunjukkan bahwa pendekatan holistik diperlukan untuk mengembangkan literasi sosial secara efektif dan menyeluruh.
ANALISIS KESENJANGAN ANTARA EKSPEKTASI DAN REALITAS DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR: PENDEKATAN STUDI KASUS SUARDIANI, NI PUTU; LASMAWAN, I WAYAN; KERTIH, I WAYAN
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4463

Abstract

This study analyzes the gap between expectations and reality in Social Studies (IPS) learning at the elementary school level. Various gaps were identified in aspects of planning, teaching methods, and evaluation. The planning aspect revealed significant differences between lesson plan documents and actual classroom implementation. Teaching methods were predominantly teacher-centered, with limited use of technology. Evaluation focused mainly on cognitive aspects, neglecting character and skills assessment. Findings suggest a need for more adaptive approaches in Social Studies learning at the elementary level to achieve educational goals effectively. ABSTRAKPenelitian ini menganalisis kesenjangan antara ekspektasi dan realitas dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar. Berbagai kesenjangan ditemukan dalam aspek perencanaan, metode pembelajaran, serta evaluasi. Aspek perencanaan menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan implementasi di kelas. Metode pembelajaran didominasi oleh pendekatan konvensional berpusat pada guru, dengan keterbatasan penggunaan teknologi. Pada evaluasi, penilaian cenderung fokus pada aspek kognitif, mengabaikan evaluasi karakter dan keterampilan siswa. Hasil penelitian ini mengindikasikan perlunya pendekatan yang lebih adaptif dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan yang ideal.
EKSPLORASI FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PEMBELAJARAN IPS KONTEKSTUAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR: PERSPEKTIF GURU DAN SISWA DEWI, NI PUTU ELLYS SUCITHA; LASMAWAN, I WAYAN; KERTIH, I WAYAN
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4464

Abstract

This study explores the inhibiting factors in the implementation of contextual Social Studies (IPS) learning at elementary schools from the perspectives of teachers and students. Contextual learning aims to connect Social Studies content with students' daily lives to enhance understanding and learning motivation. However, various challenges, such as limited resources, administrative workload for teachers, differences in students' abilities, and lack of parental support, hinder the effectiveness of this approach. This research employs a qualitative method with a case study at several elementary schools in Malang City. Findings indicate that adequate facilities, continuous teacher training, and parental awareness of the importance of the contextual approach are necessary to optimize Social Studies learning. ABSTRAKPenelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor penghambat dalam penerapan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kontekstual di sekolah dasar dari sudut pandang guru dan siswa. Pendekatan pembelajaran kontekstual bertujuan untuk mengaitkan materi IPS dengan kehidupan sehari-hari siswa guna meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar. Namun, berbagai tantangan seperti keterbatasan sumber daya, beban administratif guru, perbedaan tingkat kemampuan siswa, dan kurangnya dukungan orang tua menghambat efektivitas pendekatan ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus di beberapa sekolah dasar di Kota Malang. Temuan menunjukkan bahwa dukungan sarana prasarana yang memadai, pelatihan guru berkelanjutan, serta kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendekatan kontekstual sangat diperlukan untuk mengoptimalkan pembelajaran IPS.
PENANGANAN KASUS KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK OLEH PEMERINTAH KABUPATEN BIMA Rodzi, Muhammad Fakhrur; Sugiyanto, Sugiyanto
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4487

Abstract

Children are a precious gift from the Creator, entrusted to families as the foundation of community life. However, cases of sexual violence against children have become alarmingly prevalent in Indonesia. This article highlights the situation in Bima Regency, where such cases have shown an upward trend: 40 cases were reported in 2022, increasing to 43 in 2023, and reaching 50 in 2024. Using a qualitative approach, this study gathered data through interviews and secondary sources. The findings reveal that efforts to address sexual violence against children in Bima Regency remain inadequate due to limited infrastructure, insufficient facilities, and constrained budgets. Preventive measures are neither effective nor appropriately targeted. Field investigations to identify and assist victims lack responsiveness and thoroughness, while social rehabilitation services are subpar. The absence of safe houses for victims, along with the lack of psychosocial support officers in the Office of Women Empowerment and Child Protection (DP3AP2KB), further hampers progress. Additionally, repatriation services are hindered by operational challenges, particularly in transportation, and the legal assistance sector within DP3AP2KB is constrained by the absence of qualified legal advisors or advocates. ABSTRAKAnak adalah anugerah dari sang pencipta yang diberikan pada sebuah keluarga atau unit terkecil dari kehidupan masyarakat yang terdiri dari suami dan istri.Kasus kekerasan seksual terhadap anak merupakan kasus yang sangat masif terjadi di Indonesia pada saat ini. Atikel ini di tulis karena Kabupaten Bima sendiri kasus kekerasan seksual terhadap anak meningkat setiap tahunnya, pada tahun 2022 sebanyak 40 kasus, tahun 2023 sebanyak 43 kasus serta tahun 2024 sebanyak 50 kasus . Penelitan ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data lewat wawancara dan data sekunder lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Bima belum optimal dan maksimal dikarenakan,kekurangan sumber daya infrastruktur sarana, prasarana dan anggaran. Pada penanganan pencegahan yang belum maksimal dan belum tepat sasaran, identifikasi kasus untuk melakukan pendalaman turun ke lapangan menemui korban masih kurang respon dan maksimal, layanan rehabilitasi sosial yang kurang optimal tidak adanya rumah aman untuk korban dan tidak ada petugas psikososial di (DP3AP2KB), pelayanan pemulangan yang belum optimal terutama dalam hal operasional transportasi serta dalam bantuan hukum instansi (DP3AP2KB) tidak memiliki petugas atau pendamping hukum/profesi advokat.
PENGASUHAN YANG DIBERIKAN OLEH IBU BEKERJA KEPADA ANAK TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA DINI: STUDI LITERATUR Aprianti, Neli; Khotimah, Husnul; Sudrajat, Husaen
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4492

Abstract

Early childhood or the golden age is the time when children begin to socialize, this calls for the involvement of parents in supporting, caring, educating and caring for children. Parents with jobs find they have diminished time to fulfill their responsibilities. This literature aims to find out how working mothers care about the social development of early childhood. The method used is searching for this research article online using keywords and inclusion criteria within the article period from 2018-2021. The result was that after filtering, 20 related journals were obtained and the results of the synthesis matrix were grouped into 3 categories, namely input, process and output. In this literature there are five studies on parental attachment, twelve studies on parenting patterns and three studies on socio-economic status. The conclusion of this research is that working mothers influence the social development of early childhood. The positive influence of working parents can improve socio-economic status, thereby encouraging children's social development. However, the negative impact is that parents are busy with work, resulting in an unsatisfactory attachment relationship between parents and children, namely building children's trust in the environment and affecting children's social development. ABSTRAKAnak usia dini atau usia emas adalah waktu anak untuk berinteraksi, disinilah peran orang tua untuk memberikan bimbingan, kasih sayang, mengajari dan menerapkan pengasuhan kepada anak. Orang tua terutama ibu yang memilih bekkerja akan mempunyai durasi waktu yang terbatas dalam menjalankan peran sebagai ibu. Literature ini memiliki tujuan bagaimana pengasuhan yang diberikan oleh ibu bekerja terhadap perkembangan sosial anak usia dini. Metode yang dipilih adalah melakukan penelusuran artikel penelitian dengan daring atau online dengan penggunaan kata kunci dan kriteria inklusi dengan rentang waktu jurnal pada tahun 2018-2021. Hasilnya adalah setelah dilakukan Penyaringan menemukan dua puluh jurnal yang relevan, dan hasil matriks sintesis dimasukkan ke dalam tiga kategori: input, proses, dan output. Pada literatur ini terdapat lima penelitian tentang status sosial ekonomi, tiga belas penelitian tentang pola asuh, dan tiga penelitian tentang kelekatan orang tua. Kesimpulan penelitian ini adalah ibu bekerja memiliki kelebihan dan kekurangan terhadap perkembangan sosial anak-anak yang masuk kategori dini. Adapun kelebihannya adalah dapat meningkatkan perekonomian keluarga sehingga kemampuan sosial anak cenderung tinggi karena lebih percaya diri dan mudahnya untuk beradaptasi dengan lingkungan. Selain itu, ada kekurangannya adalah anak yang memiliki ibu sibuk dengan pekerjaan akan mengalami sedikitnya waktu bersama ibu dan keterikatan antara ibu dan anak lemah sehingga kemampuan sosial anak tidak berkembang dengan baik. Namun, hal tersebut dapat diatasi jika ibu bekerja tetap berusaha meluangkan waktu untuk anak meskipun lelah bekerja seharian.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIVITAS PENGAWASAN INSPEKTORAT DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Prabowo, Irvan Dhani; Supardal, Supardal
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4514

Abstract

This study analyzes the factors that influence the effectiveness of supervision of the Inspectorate of the Special Region of Yogyakarta. Supervision plays an important role in ensuring efficient and effective governance and preventing deviations. This study uses a qualitative approach with interview methods and documentation analysis. The results of the study indicate that limited human resources, budget, and minimal adoption of information technology are the main obstacles. These limitations cause the supervision process to be often late and have an impact on the decline in the quality of audit results. This study concludes that to improve the effectiveness of supervision, strategic steps are needed, such as increasing the number of qualified supervisors, increasing budget allocations, and developing a technology-based supervision information system. ABSTRAKPenelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pengawasan Inspektorat Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengawasan berperan penting dalam memastikan tata kelola pemerintahan berjalan efisien dan efektif serta mencegah penyimpangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan sumber daya manusia, anggaran, dan adopsi teknologi informasi yang masih minim menjadi kendala utama. Keterbatasan ini menyebabkan proses pengawasan sering terlambat dan berdampak pada penurunan kualitas hasil audit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, diperlukan langkah-langkah strategis, seperti penambahan jumlah tenaga pengawas yang berkualitas, peningkatan alokasi anggaran, dan pengembangan sistem informasi pengawasan berbasis teknologi.
REFLEKSI GANDENG GENDONG MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KOTA YOGYAKARTA Muryani, Luluk; Sugiyanto, Sugiyanto
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4515

Abstract

Poverty and income inequality in the community are strategic issues for the Yogyakarta City Government. One of the reasons is the low competitiveness of small businesses and the lack of strong synergy between poverty alleviation programs and activities. This encouraged the initiation of the Gandeng Gendong program innovation, namely a collaboration program between development stakeholders. To realize Gandeng Gendong's innovation, it is necessary to strengthen the role of stakeholders, namely cities, corporations, campuses, communities and villages, which is acronymed with the term 5K. Strong stakeholders will have a positive impact on the success of the tandem carrying program. Qualitative descriptive research approach. Informants were selected according to purposive sampling technique. Data collection techniques using interview, observation and documentation methods. Primary and secondary data are integrated into content analysis and then tested using triangulation techniques.  The research results show that the collaboration program has had a positive impact in reducing poverty rates. From 2019 to 2023, the poverty rate experienced a downward trend, namely 0.86%. Apart from that, the level of participation of people who are members of the gangen gendong program, especially in the nlarisi application, is increasing. However, several obstacles were still found, namely that assistance from authorized Regional Apparatus Organizations was felt to be insufficient. ABSTRAKKemiskinan dan ketimpangan pendapatan masyarakat adalah isu strategis Pemerintah Kota Yogyakarta. Salah satu penyebabnya adalah masih rendahnya daya saing pelaku usaha kecil serta belum adanya sinergi yang kuat keterpaduan antar program dan kegiatan pengentasan kemiskinan. Hal ini mendorong dicetuskannya inovasi program Gandeng Gendong, yaitu program kerjasama antar stakeholder pembangunan. Untuk mewujudkan inovasi Gandeng Gendong, perlu penguatan peran stakeholder, yaitu  kota, korporasi, kampus, kamunitas dan kampung yang diakronim dengan istilah 5K. Stakeholder Peran dan kerjasama  yang kuat antar pemangku kepentingan pembangunan tersebut akan membawa dampak positif atas keberhasilan program gandeng gendong. Pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Informan dipilih sesuai teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data primer dan dan sekunder diintegrasikan dalam konten analisis kemudian diuji dengan teknik triangulasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa program gandeng memberikan dampak positif dalam penurunan angka kemiskinan. Sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023, jumlah angka kemiskinan mengalami tren penurunan, yaitu 0,86%. Selain itu, tingkat partisipasi masyarakat yang tergabung dalam program gandeng gendong, khususnya dalam aplikasi nglarisi semakin bertambah. Namun masih ditemukan beberapa kendala yaitu pendampingan dari Organisasi Perangkat Daerah yang berwenang dirasakan belum cukup.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN LABORATORIUM BERBASIS DIGITAL “TARS” PADA MATERI LITOSFER DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK SMA NEGERI 16 SURABAYA Lestary, Tika Chandrika; Rindawati, Rindawati; Widodo, Bambang Sigit
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4516

Abstract

This study aims to develop a digital laboratory-based learning media called “Terra Academy Rock and Soil” (TARS) and evaluate its effectiveness on student activeness and learning outcomes. The research used the ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) development model and was conducted at SMA Negeri 16 Surabaya involving 70 grade X students, divided into experimental and control classes. The use of the TARS digital laboratory in the experimental class resulted in an increase in the average learning outcomes from pretest (71) to posttest (76). Meanwhile, the control class only showed an increase from the average pretest (71) to posttest (72). Based on the results of the independent sample t test in the experimental class, the sig (2-tailed) value of 0.042 <0.05 was obtained, so it can be concluded that there is a significant difference between the average learning outcomes of students in the control and experimental groups, proving that TARS has a more positive impact on student learning outcomes. Although effective, this development has limitations, namely not supporting device types with the IOS operating system, so it needs to be developed further. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis laboratorium digital bernama "Terra Academy Rock and Soil" (TARS) dan mengevaluasi keefektifannya terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) dan dilaksanakan di SMA Negeri 16 Surabaya dengan melibatkan 70 siswa kelas X, yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kontrol. Penggunaan laboratorium digital TARS pada kelas eksperimen menghasilkan peningkatan rata-rata hasil belajar pretest (71) ke posttest (76). Sementara itu, kelas kontrol hanya menunjukkan peningkatan dari rata-rata pretest (71) ke posttest (72). Berdasarkan hasil uji independent sampel t Tes pada kelas eksperimen didapatkan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,042 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaaan yang  antara rata-rata hasil belajar peserta didik pada kelompok kontrol dan eksperimen, membuktikan bahwa TARS memberikan dampak positif yang lebih signifikan terhadap hasil belajar peserta didik. Meskipun efektif, pengembangan ini memiliki keterbatasan yakni belum mendukung jenis perangkat dengan sistem operasi IOS, sehingga perlu dikembangkan lebih lanjut.