cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 278 Documents
DESAIN SUPERVISI PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS PSIKOLOGI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Trisnantari, Hikmah Eva; Jabbar, Moch. Rikza Alkhubra Abdul
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4887

Abstract

This study examines the challenges in enhancing the quality of learning in Islamic educational institutions, attributed to the suboptimal supervision of education. Despite continuous updates to the curriculum and pedagogical innovations, the effectiveness of learning in many Islamic educational institutions has not yet reached its maximum potential. The focus of the research is to formulate a supervision design based on psychological principles to improve learning effectiveness. The method employed is a literature review, involving the collection and analysis of relevant literature. The findings indicate that the integration of psychological theories, such as behaviorism, humanism, cognitive theory, and social psychology in supervision can enhance teacher motivation and student engagement. The main conclusion emphasizes that a more humanistic and empowering supervision design can significantly contribute to improving learning quality and addressing the challenges faced by educational institutions. This research is expected to provide a practical framework for educational supervisors in Islamic education to implement more effective interventions that positively impact the overall quality of education ABSTRAKPenelitian ini mengkaji tantangan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di lembaga pendidikan Islam, yang disebabkan oleh kurang optimalnya supervisi pendidikan. Meskipun kurikulum dan inovasi pedagogis terus diperbarui, efektivitas pembelajaran di banyak lembaga pendidikan Islam belum mencapai potensi maksimal. Fokus penelitian adalah merumuskan desain supervisi berbasis prinsip psikologi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan, dengan langkah-langkah pengumpulan dan analisis literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teori psikologis, seperti behavioristik, humanistik, kognitif, dan psikologi sosial dalam supervisi dapat meningkatkan motivasi guru dan keterlibatan siswa. Simpulan utama menegaskan bahwa desain supervisi yang lebih humanis dan memberdayakan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan menjawab tantangan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kerangka kerja yang praktis bagi pengelola supervisi pendidikan Islam untuk melakukan intervensi yang lebih efektif dan berdampak positif pada mutu pendidikan secara keseluruhan.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBANTUAN CANVA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI STRUKTUR LAPISAN BUMI KELAS VIII Oktaria, Sely; Susanti, Rahmi; Suratmi, Suratmi
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4888

Abstract

The transformation of learning in the digital era requires the development of innovative, interactive, and contextual media to enhance student engagement and learning outcomes. This study aims to analyze the need for developing interactive multimedia based on Canva as an adaptive learning solution tailored to the characteristics of 21st-century students, particularly for the Earth's Layer Structure curriculum in eighth grade. The study employs a qualitative descriptive approach, with data collected through observation, questionnaires, interviews, and document analysis from teachers and students at SMP Negeri 4 Lalan, located in Desa Bumi Agung P18, Lalan District, Musi Banyuasin. The pilot class in this study was class VIII 2, consisting of 20 students. The results of the study indicate a significant need for learning media that can integrate visual elements, animations, and interactivity that are easily accessible and aligned with students' digital preferences. Most teachers face limitations in utilizing conventional media to explain abstract geoscience concepts. These findings serve as the foundation for the development of an interactive multimedia prototype based on Canva, which is expected to enhance students' learning motivation, conceptual understanding, and academic performance. This study provides an initial contribution to the design of responsive and needs-based educational media in the secondary education setting. ABSTRAKTransformasi pembelajaran di era digital menuntut pengembangan media yang inovatif, interaktif, dan kontekstual guna meningkatkan keterlibatan dan capaian belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan multimedia interaktif berbasis Canva sebagai solusi pembelajaran yang adaptif terhadap karakteristik peserta didik abad ke-21, khususnya pada materi Struktur Lapisan Bumi kelas VIII. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui observasi, angket, wawancara, dan studi dokumentasi dari guru dan siswa di SMP Negeri 4 Lalan yang beralamat di Desa Bumi Agung P18 Kec. Lalan Musi Banyuasin.  Kelas uji coba dalam penelitian ini yaitu kelas VIII 2 yang berjumlah 20 orang.  Hasil penelitian menunjukkan adanya kebutuhan signifikan terhadap media pembelajaran yang mampu mengintegrasikan elemen visual, animasi, dan interaktivitas yang mudah diakses serta sesuai dengan preferensi digital siswa. Sebagian besar guru mengalami keterbatasan dalam memanfaatkan media konvensional untuk menjelaskan konsep geosains yang abstrak. Temuan ini menjadi landasan pengembangan prototipe multimedia interaktif berbasis Canva yang diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar, pemahaman konseptual, serta hasil belajar siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi awal terhadap desain media pembelajaran yang responsif dan berbasis kebutuhan aktual di lingkungan pendidikan menengah.
STRATEGI IMPLEMENTASI PELATIHAN BERBASIS MANAJERIAL AGILITY DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN MAKASSAR Pelu, Hanafi; Imbaruddin, Amir; Rosmiati, Rosmiati; Pelu, Sipa
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4889

Abstract

This study aims to explain in depth the strategy for implementing innovative training based on managerial agility at the Religious Education and Training Center (BDA) Makassar, an approach that is considered crucial to improve the adaptability and performance of civil servants in today's dynamic era. This study adopts a qualitative method, in which researchers describe the collected data in the form of a series of narrative sentences to capture the nuances and processes of implementing the training strategy more comprehensively. The results of the study indicate that BDA Makassar has demonstrated extraordinary commitment and planned strategic steps in ensuring that training participants can effectively adopt and internalize the concept of managerial agility. Through a careful and in-depth needs analysis prior to the implementation of the training, the institution was able to identify the background and specific needs of the participants, so that the material presented was highly relevant and on target. Furthermore, the use of interactive learning methods, such as contextual case studies and challenging role simulations, provided valuable opportunities for participants to apply theory directly to various situations that reflected real conditions in the field, which significantly improved conceptual understanding and honed their practical skills. This holistic approach successfully creates a dynamic learning experience, where participants do not just passively receive the material but are also encouraged to interact, discuss, and practice actively, thus strengthening the overall internalization process of learning and building their self-confidence. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara mendalam strategi pelaksanaan pelatihan inovatif berbasis ketangkasan manajerial di Balai Diklat Agama (BDA) Makassar, sebuah pendekatan yang dinilai krusial untuk meningkatkan adaptabilitas dan kinerja aparatur di era dinamis saat ini. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif, di mana peneliti menguraikan data yang terkumpul dalam bentuk rangkaian kalimat naratif guna menangkap nuansa dan proses implementasi strategi pelatihan secara lebih komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BDA Makassar telah menunjukkan komitmen yang luar biasa serta langkah-langkah strategis yang terencana dalam memastikan peserta pelatihan dapat secara efektif mengadopsi dan menginternalisasi konsep ketangkasan manajerial. Melalui analisis kebutuhan yang cermat dan mendalam sebelum pelaksanaan pelatihan, lembaga mampu mengidentifikasi latar belakang serta kebutuhan spesifik peserta, sehingga materi yang disampaikan menjadi sangat relevan dan tepat sasaran. Selanjutnya, penggunaan metode pembelajaran interaktif, seperti studi kasus yang kontekstual dan simulasi peran yang menantang, memberikan kesempatan berharga kepada peserta untuk menerapkan teori langsung ke dalam beragam situasi yang mencerminkan kondisi nyata di lapangan, yang secara signifikan meningkatkan pemahaman konseptual dan mengasah keterampilan praktis mereka. Pendekatan holistik ini berhasil menciptakan pengalaman belajar yang dinamis, di mana peserta tidak hanya pasif menerima materi tetapi juga didorong untuk berinteraksi, berdiskusi, dan berlatih secara aktif, sehingga memperkuat proses internalisasi pembelajaran secara keseluruhan dan membangun kepercayaan diri mereka.
TRANSFORMASI PENDIDIKAN ERA GLOBALISASI: INOVASI KURIKULUM, TEKNOLOGI, PERAN GURU, DAN FOKUS PENGEMBANGAN POTENSI SISWA Supardi, Supardi; Idris, Ahmad; Nurhayati, Neng; Fauzi, Anis
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4890

Abstract

This study aims to examine aspects of curriculum change, learning methods, use of technology, and the roles of teachers and students. This study is a qualitative study that uses library research methods to examine in depth the concept of innovation and change in the education system. A qualitative approach is chosen to reveal certain social situations by describing reality correctly, formed by words based on relevant data collection and analysis techniques from natural situations. Data and information collection is carried out through a review of various library materials such as books, journals, reports, and documents, with an emphasis on the discovery of theories, laws, propositions, principles, and ideas to analyze and solve the problems studied. The main primary data source in this writing is a journal reference from Putri on the concept of educational innovation, supported by secondary data sources from various other journals and books that discuss the concept and models of educational innovation. Considering that education is the main foundation of the nation's progress, innovation in the era of globalization is crucial. The results show that effective educational innovation must be holistic, sustainable, involve all stakeholders, and be oriented towards improving the quality of learning and developing student potential optimally. Technology plays a crucial role, but its use must be wise, and the development of teacher competencies as agents of change is very important. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengkaji aspek perubahan kurikulum, metode pembelajaran, penggunaan teknologi, serta peran guru dan siswa. Penelitian ini merupakan studi kualitatif yang menggunakan metode studi kepustakaan (library research) untuk mengkaji secara mendalam konsep inovasi dan perubahan dalam sistem pendidikan. Pendekatan kualitatif dipilih untuk mengungkap situasi sosial tertentu dengan mendeskripsikan kenyataan secara benar, dibentuk oleh kata-kata berdasarkan teknik pengumpulan dan analisis data relevan dari situasi alamiah. Pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui telaah berbagai material perpustakaan seperti buku, jurnal, laporan, dan dokumen, dengan penekanan pada penemuan teori, hukum, dalil, prinsip, serta gagasan untuk menganalisis dan memecahkan masalah yang diteliti. Sumber data primer utama dalam penulisan ini adalah rujukan jurnal dari Putri tentang konsep inovasi pendidikan, didukung oleh sumber data sekunder dari berbagai jurnal dan buku lain yang membahas konsep dan model-model inovasi pendidikan. Mengingat pendidikan adalah fondasi utama kemajuan bangsa, inovasi di era globalisasi menjadi krusial. Hasilnya menunjukkan bahwa inovasi pendidikan yang efektif harus bersifat holistik, berkelanjutan, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran serta pengembangan potensi siswa secara optimal. Teknologi berperan krusial, namun penggunaannya harus bijak, dan pengembangan kompetensi guru sebagai agen perubahan menjadi sangat penting.
ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR SRAGEN: PERSPEKTIF GURU KELAS IV Isti, Lailia Arditya; Gumilar, Rena Prihatna
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.4953

Abstract

This study aims to determine the teacher's perspective on the implementation of social studies learning in the application of the science concept in the Merdeka curriculum. The research method used is qualitative according to the views of Miles and Huberman. This research technique uses data reduction flow, data presentation and conclusions from data analysis results. This study used 5 grade IV elementary school subjects in Sragen district. The quantitative results of teacher responses to the implementation of science learning in the Merdeka curriculum were 100% of teachers considered that this curriculum was very important to implement in elementary schools. However, teachers also gave a response of 72% regarding student focus on social studies learning in the science concept. This is due to the lack of student understanding of the differences between science and social studies concepts in one science learning forum. Meanwhile, the results of the interview showed that all teachers stated that there was a need for adaptation to the Merdeka curriculum, as well as supporting training so that learning could be easily accepted by students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui prespektif guru terhadap implementasi pembelajaran IPS pada penerapan konsep IPAS di kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan yakni kulitatif sesuai pandangan Miles and Huberman. Teknik penelitian ini menggunakan alur reduksi data, penyajian data dan kesimpulan hasil analisa data. Penelitian ini menggunakan subyek 5 guru kelas IV di Sekolah Dasar kabupaten Sragen. Hasil kuantitatif respon guru terhadap implementasi pembelajaran IPAS pada kurikulum Merdeka yakni sebesar 100% guru menganggap bahwa kurikulum ini sangat penting diterapkan di Sekolah Dasar. Namun guru juga memberikan respon sebesar 72% terkait kefokusan siswa pada pembelajaran IPS pada konsep IPAS. Hal ini disebabkan kurang adanya pemahaman siswa terhadap perbedaan konsep IPA dan IPS pada satu wadah pembelajaran IPAS. Sedangkan hasil wawancara menunjukkan bahwa semua guru menyatakan butuh adanya adaptasi pada kurikulum Merdeka, serta pelatihan yang mendukung agar pembelajaran dapat diterima dengan mudah oleh siswa.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK : STUDI KASUS DI SMP NEGERI 4 BANDAR LAMPUNG Maysaroh, Siti; Sada, Heru Juabdin; Susanti, Agus
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4964

Abstract

The Independent Curriculum is designed with a strong emphasis on empowering students, aiming primarily to foster their ability to learn independently. This curriculum introduces a novel perspective on the learning process, which is expected to enhance students’ autonomy in learning. Generally, school education is intended to nurture students’ skills so that all educational objectives can be achieved. Independent learning is considered a crucial factor influencing students’ academic success. This research seeks to explore how the implementation of the Independent Curriculum can improve students’ learning independence at SMP Negeri 4 Bandar Lampung. The research employs a descriptive qualitative approach. The participants in this study include the Deputy Head of Curriculum, Islamic Religious Education teachers, and ninth-grade students at SMP Negeri 4 Bandar Lampung. Preliminary findings from interviews with Islamic Religious Education teachers and classroom observations indicate that teachers seldom utilize diverse teaching strategies or models, resulting in students mostly receiving information passively from teachers. In light of this issue, the researcher intends to investigate the challenges encountered during the learning process and identify potential solutions to promote more effective learning and greater student independence. ABSTRAKKurikulum Mandiri dirancang dengan penekanan kuat pada pemberdayaan siswa, yang terutama bertujuan untuk menumbuhkan kemampuan mereka dalam belajar secara mandiri. Kurikulum ini memperkenalkan perspektif baru tentang proses pembelajaran, yang diharapkan dapat meningkatkan otonomi siswa dalam belajar. Secara umum, pendidikan sekolah dimaksudkan untuk memelihara keterampilan siswa sehingga semua tujuan pendidikan dapat tercapai. Pembelajaran mandiri dianggap sebagai faktor penting yang memengaruhi keberhasilan akademis siswa. Penelitian ini berupaya untuk mengeksplorasi bagaimana penerapan Kurikulum Mandiri dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa di SMP Negeri 4 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini meliputi Wakil Kepala Kurikulum, guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa kelas IX di SMP Negeri 4 Bandar Lampung. Temuan awal dari wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam dan observasi kelas menunjukkan bahwa guru jarang menggunakan strategi atau model pengajaran yang beragam, sehingga sebagian besar siswa menerima informasi secara pasif dari guru. Mengingat masalah ini, peneliti bermaksud untuk menyelidiki tantangan yang dihadapi selama proses pembelajaran dan mengidentifikasi solusi potensial untuk meningkatkan pembelajaran yang lebih efektif dan kemandirian siswa yang lebih besar.
PENERAPAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KOLABORASI SISWA PADA PEMBELAJARAN IPAS SD Afiyah, Anggi Nur; Zulkarnaen, Zulkarnaen
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5033

Abstract

Science learning at SDN 04 Nagur still faces various challenges, including the dominance of the teacher's role, low active student participation, and minimal integration of local values ??in the learning process. The impact is seen in the low development of students' skills in critical thinking and effective collaboration. As an effort to overcome these problems, a guided inquiry learning model is applied which is designed to develop 21st century skills through stages of scientific thinking and group cooperation. The purpose of this study is to analyze the effectiveness of the application of the guided inquiry learning model in improving critical thinking and collaboration skills of students in class VI B SDN 04 Nagur. This study relies on a qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation to explore the application of the guided inquiry model that is adjusted to student characteristics, such as interests, learning styles, levels of understanding and age of students at the concrete operational stage. Based on the results of the study, it is known that the guided inquiry model has proven effective in increasing student involvement during learning, developing their abilities in formulating problems, compiling data-based solutions, and instilling awareness of local cultural values. However, some obstacles faced such as low student confidence during presentations, and lack of initial understanding of local culture. The solutions implemented include the use of scaffolding, peer tutoring, think-pair-share strategies, and the integration of local values ??into learning materials. The conclusion of this study shows that the implementation of the guided inquiry learning model is effective in improving students' critical thinking and collaboration skills, and is relevant to be applied in contextual science learning based on local characters. ABSTRAKPembelajaran IPAS di SDN 04 Nagur masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain dominasi peran guru, rendahnya partisipasi aktif siswa, dan minimnya integrasi nilai-nilai lokal dalam proses pembelajaran. Dampaknya terlihat pada rendahnya perkembangan keterampilan siswa dalam berpikir kritis serta kolaboratif secara efektif. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 melalui tahapan berpikir ilmiah dan kerja sama kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi siswa di kelas VI B SDN 04 Nagur. Penelitian ini mengandalkan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengeksplorasi penerapan model inkuiri terbimbing yang disesuaikan dengan karakteristik siswa, seperti minat, gaya belajar, tingkat pemahaman serta usia siswa pada tahap operasional konkret. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa model inkuiri terbimbing terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa selama pembelajaran, mengembangkan kemampuan mereka dalam merumuskan masalah, menyusun solusi berbasis data, serta menanamkan kesadaran akan nilai budaya lokal. Meski demikian, beberapa hambatan yang dihadapi seperti rendahnya rasa percaya diri siswa saat presentasi, serta kurangnya pemahaman awal terhadap budaya lokal. Solusi yang diterapkan antara lain penggunaan scaffolding, peer tutoring, strategi think-pair-share, serta integrasi nilai-nilai lokal ke dalam materi pembelajaran. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi siswa, serta relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran IPAS kontekstual berbasis karakter lokal.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MEDIA GAME EDUKASI BERBANTUAN CANVA PADA MATA PELAJARAN IPAS UNTUK SEKOLAH DASAR Kusmirah; Siti Dewi Maraharani; L.R. Retno Susanti
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.5137

Abstract

This study aims to analyze the need for developing educational games supported by the Canva platform for IPAS (Natural and Social Sciences) subjects at the elementary school level. Amidst the dynamic development of educational technology, the integration of creative digital tools with contextual curriculum content has become an urgent need to improve student engagement and learning outcomes. Using a qualitative descriptive approach, this study employs a needs analysis framework through classroom observation, teacher interviews, and student questionnaires to identify gaps between current learning practices and ideal conditions. The results of the study indicate significant deficiencies in terms of student learning motivation, interactive learning experiences, and the availability of visually appealing learning media, particularly in thematic subjects that integrate science and social concepts. Additionally, it was found that teachers showed high interest in using Canva-based educational games due to their ease of access, attractive design, and potential in creating an active and participatory learning environment. These findings underscore the urgency of developing learning media designs that are not only responsive to pedagogical and local cultural aspects but also aligned with the demands of digital literacy and the developmental characteristics of elementary school students. This study provides a conceptual foundation for the development of educational, interactive, and adaptive game-based IPAS media tailored to the learning needs of the 21st century. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran berbentuk game edukasi yang didukung oleh platform Canva pada mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) di jenjang Sekolah Dasar. Di tengah dinamika perkembangan teknologi pendidikan, integrasi alat digital kreatif dengan konten kurikulum kontekstual menjadi kebutuhan mendesak guna meningkatkan keterlibatan siswa dan efektivitas hasil belajar. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan kerangka analisis kebutuhan melalui observasi kelas, wawancara guru, dan penyebaran angket kepada siswa untuk mengidentifikasi kesenjangan antara praktik pembelajaran saat ini dan kondisi ideal yang diharapkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kekurangan signifikan dalam hal motivasi belajar siswa, pengalaman pembelajaran interaktif, serta ketersediaan media pembelajaran yang menarik secara visual, khususnya pada mata pelajaran tematik yang memadukan konsep sains dan sosial. Selain itu, ditemukan bahwa guru menunjukkan minat tinggi terhadap penggunaan game edukatif berbasis Canva karena kemudahan akses, desain yang menarik, dan potensinya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aktif dan partisipatif. Temuan ini menegaskan urgensi pengembangan desain media pembelajaran yang tidak hanya responsif terhadap aspek pedagogis dan budaya lokal, tetapi juga selaras dengan tuntutan literasi digital dan karakteristik perkembangan peserta didik sekolah dasar. Penelitian ini memberikan dasar konseptual bagi pengembangan media IPAS berbasis game yang edukatif, interaktif, dan adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran abad ke-21.
PENERAPAN MODEL KOLABORASI SOSIAL UNTUK MEMBANGUN KARAKTER POSITIF SISWA DI SD MUHAMMADIYAH GILIPANDA KOTA BIMA Nabila, Nur; Kusumawati, Yayuk; Haris, Abdul
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.5148

Abstract

This study was motivated by the importance of positive character building in elementary school students for community development, but initial observations in grade 4 of Muhammadiyah Gilipanda Elementary School, Bima City showed that many students (8 out of 24) still showed negative characters such as lack of discipline and responsibility. This study aims to determine the effectiveness of implementing the social collaboration model in building positive character in students, as well as identifying obstacles faced by teachers. The focus of the problem is how the implementation of a social collaboration-based learning model can shape positive character and what obstacles are faced by teachers. This study used a descriptive qualitative approach for one month at Muhammadiyah Gilipanda Elementary School, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that before the implementation of the model, most students lacked a sense of responsibility. The implementation of the social collaboration model, which involves group learning, parental and community involvement, and discussion forums to train cooperation, has been proven to be used to build positive character. It was concluded that the social collaboration model is effective in improving social skills, fostering positive characters such as cooperation and respecting differences, and has the potential to improve students' academic achievement. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan karakter positif pada siswa sekolah dasar untuk pembangunan masyarakat, namun observasi awal di kelas 4 SD Muhammadiyah Gilipanda Kota Bima menunjukkan banyak siswa (8 dari 24) masih menunjukkan karakter negatif seperti kurang disiplin dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model kolaborasi sosial dalam membangun karakter positif siswa, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru. Fokus masalahnya adalah bagaimana penerapan model pembelajaran berbasis kolaborasi sosial dapat membentuk karakter positif dan apa saja kendala yang dihadapi guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif selama satu bulan di SD Muhammadiyah Gilipanda, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan model, sebagian besar siswa kurang memiliki rasa tanggung jawab. Penerapan model kolaborasi sosial, yang melibatkan belajar kelompok, keterlibatan orang tua dan komunitas, serta forum diskusi untuk melatih kerja sama, terbukti dapat digunakan untuk membangun karakter positif. Disimpulkan bahwa model kolaborasi sosial efektif meningkatkan kemampuan sosial, menumbuhkan karakter positif seperti kerja sama dan menghargai perbedaan, serta berpotensi meningkatkan prestasi akademik siswa.
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA BIMA NOMOR 1 TAHUN 2022 TENTANG PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN Irnawati, Irnawati; Rispawati, Rispawati; Alqadri, Bagdawansyah; Atsar, Abdul
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.5149

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Bima City Regional Regulation Number 1 of 2022 concerning Sustainable Food Crop Land Protection and to examine the efforts made by the Bima City Government in optimizing the policy. The background of this study is based on the phenomenon of widespread conversion of agricultural land, which threatens regional food security. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through interviews, observations, and documentation. The research informants consisted of farmers, officers from the Agriculture Service, the Public Works Service, and local communities in Bima City. The results of the study show that the implementation of this regulation goes through several important stages, namely land data inventory, cross-agency coordination, and technical guidance for farmers. The Agriculture Service actively conducts training in making organic fertilizers and counseling on environmentally friendly agricultural techniques. However, the study found several obstacles, such as limited budget allocation, low awareness of some people, and limited supervision in the field. The Bima City Government has made efforts to improve coordination, strengthen socialization to the community, and involve community leaders in maintaining the sustainability of agricultural land. This study recommends the need for increased policy support, both in terms of budget and institutions, so that sustainable food crop land protection in Bima City can run optimally and contribute to regional food security in a sustainable manner. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Peraturan Daerah Kota Bima Nomor 1 Tahun 2022 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan serta mengkaji upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bima dalam mengoptimalkan kebijakan tersebut. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena alih fungsi lahan pertanian yang marak terjadi, yang mengancam ketahanan pangan daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari petani, aparat Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum, dan masyarakat lokal di Kota Bima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi perda ini berjalan melalui beberapa tahapan penting, yakni inventarisasi data lahan, koordinasi lintas instansi, serta bimbingan teknis kepada petani. Dinas Pertanian aktif mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik serta penyuluhan teknik pertanian ramah lingkungan. Meskipun demikian, penelitian menemukan adanya beberapa kendala, seperti terbatasnya alokasi anggaran, rendahnya kesadaran sebagian masyarakat, serta keterbatasan pengawasan di lapangan. Pemerintah Kota Bima telah berupaya meningkatkan koordinasi, memperkuat sosialisasi kepada masyarakat, dan melibatkan tokoh masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan dukungan kebijakan, baik dari segi anggaran maupun kelembagaan, agar perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan di Kota Bima dapat berjalan optimal dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.