cover
Contact Name
Rudi Salam Sinaga
Contact Email
redaksigovernance@gmail.com
Phone
+6281376883177
Journal Mail Official
redaksigovernance@gmail.com
Editorial Address
Jalan, Eka Prasetya No. 61 Desa Tanjung Gusta. Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Provinsi Sumatera Utara
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan
ISSN : 24068721     EISSN : 24068985     DOI : -
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan mempublikasi hasil penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat meliputi bidang 1. Politik Lokal (Perilaku dan partisipasi politik, Pemilihan kepala daerah, Pemilihan legislatif di tingkat daerah, dan lain sebagainya). 2. Kelembagaan Politik (Eksekutif dan Legislatif di Tingkat Daerah) 3. Kebijakan Daerah (Implementasi dan Evaluasi). 4. Kelompok Masyarakat di arena politik dan di arena kebijakan. 5. Pembangunan Daerah (multi aspek)
Articles 537 Documents
PERSPEKTIF SISWA GENERASI Z TERHADAP NILAI NILAI NASIONALISME DI TIKTOK : STUDI KASUS SMAN 5 PEKANBARU Arribe, Edo; Raifan, Farel Alif; Saidah Nur Aulia; Wibowo, Satria; Ridho, Arya
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 12 No. 2 (2025): 2025 Desember
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v12i2.509

Abstract

Dengan kemajuan teknologi dan media sosial, sikap dan perilaku generasi muda, terutama Generasi Z, sangat berpengaruh. Pengaruh media sosial terdiri dari efek negatif dan positif. Media sosial dapat meningkatkan patriotisme jika digunakan dengan benar. Meskipun demikian, jika disalahgunakan, dapat menjadi alat untuk menyebarkan kebencian dan menghilangkan rasa cinta tanah air. Studi ini menyelidiki bagaimana konten media sosial mempengaruhi sikap nasionalisme Generasi Z di Kota Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan pendekatan kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berpengaruh secara signifikan terhadap sikap nasionalisme generasi muda, baik dari sisi peningkatan kesadaran nasional maupun dari ancaman terhadap nilai-nilai kebangsaan. Diperlukan peran aktif dari pendidik, orang tua, dan pembuat kebijakan dalam mengarahkan pemanfaatan media sosial sebagai alat untuk memperkuat nasionalisme generasi muda
STRATEGI PEMASARAN POLITIK ONCE MEKEL MELALUI MEDIA SOSIAL PADA PEMILIHAN LEGISLATIF TAHUN 2024 (STUDI ANALISIS KONTEN KAMPANYE) Napitupulu, Rivaldi Marulitua
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 1 (2026): 2026 Januari
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i1.512

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran politik yang diterapkan oleh Once Mekel melalui media sosial, khususnya Instagram, dalam Pemilihan Legislatif 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Once Mekel menggunakan bauran pemasaran politik dengan pendekatan digital marketing melalui Instagram untuk membangun citra dan menarik simpati pemilih. Strategi ini efektif meningkatkan elektabilitas terutama di kalangan pemilih muda.
STRATEGI KOMUNIKASI GURU DALAM MEMBENTUK WAWASAN KEBANGSAAN SISWA DI SEKOLAH Sari, Diaz; Windari , Hanisa Tri; Winata, Gendis Aghisca; Farezy, Virgi; Suhendri, Arwin
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 12 No. 2 (2025): 2025 Desember
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v12i2.518

Abstract

Dalam konteks negara Indonesia yang multikultural, wawasan kebangsaan menjadi hal esensial yang harus ditanamkan sejak usia dini. Sekolah sebagai institusi pendidikan formal memegang peran penting dalam membentuk karakter dan semangat kebangsaan siswa. Guru, sebagai ujung tombak pendidikan, dituntut memiliki strategi komunikasi yang tepat untuk menyampaikan nilai-nilai kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi guru dalam membentuk wawasan kebangsaan siswa di MTs Hasanah, mengidentifikasi metode dan media yang digunakan, serta mengetahui respon siswa terhadap strategi tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan pendekatan komunikasi interpersonal dan kelompok, serta memanfaatkan media pembelajaran kontekstual dan religius. Respon siswa terhadap strategi yang diterapkan guru tergolong positif, ditandai dengan meningkatnya partisipasi siswa dalam kegiatan yang bersifat nasionalis dan religius. Kesimpulannya, strategi komunikasi guru di MTs Hasanah efektif dalam menanamkan wawasan kebangsaan kepada siswa.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN CALON PASANGAN PENGANTIN DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN BARANTI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Bahri, Hanifa; Uceng, Andi; Adnan, Andi Astinah
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 12 No. 2 (2025): 2025 Desember
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v12i2.530

Abstract

The Influence of Service Quality on the Satisfaction of Prospective Marriage Couples at the Office of Religious Affairs (KUA) in Baranti District, Sidenreng Rappang Regency. (Supervised by Mr. Andi Uceng andMrs.Hj.A.AstinahAdnan). The purpose of this research is to determine the influence of service quality on the satisfaction of prospective marriage couples at the Office of Religious Affairs (KUA) in Baranti District, Sidenreng Rappang Regency. This study uses a quantitative descriptive approach. The population in this research consisted of 197 prospective marriage couples who visited KUA Baranti. The sample size was 131 respondents, determined using the Slovin formula and random sampling technique. The data collection techniques used in this research were observation, interviews, literature review, and questionnaires. The collected data were processed and analyzed using quantitative descriptive analysis with the help of IBM SPSS Statistics25. Based on the data analysis, the research findings show that Variable X (Service Quality) obtained a total percentage of 84.44%, categorized as very satisfied; Variable Y (Couples’ Satisfaction) received a total percentage of 81.47%, also categorized as very satisfied; and the overall influencing factors achieved a percentage of 82%, falling into the very satisfied category.
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK WITA SUSILOWATY DALAM PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF DPRD DKI JAKARTA TAHUN 2024 Anindya Naylal Husna; Annisaa Dwi Astrid; Khilda Fatmawati; Nasywa Nurul Aini; Muhammad Prakoso Aji
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 12 No. 2 (2025): 2025 Desember
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v12i2.575

Abstract

Wita Susilowaty is a young political figure who has successfully implemented effective political communication strategies in Indonesia’s democratic arena. She was elected as a legislative member in the 2019 General Election and re-elected in 2024. Her educational background in Communication and Information Technology from the Swiss German University has been a crucial foundation in designing adaptive communication strategies for Jakarta’s 10th Electoral District. This study applies Albert Bandura’s Persuasive Effect Theory, as outlined in Social Learning Theory (1977) and Social Foundations of Thought and Action: A Social Cognitive Theory (1986), to analyze Wita’s communication strategies through the process of observational learning, which includes four stages: attention, retention, reproduction, and motivation. Using a qualitative descriptive case study approach, this research aims to explore Wita Susilowaty’s political communication strategies during the 2024 Jakarta Legislative Election campaign. Data were obtained from two sources: primary data through in-depth interviews with Wita Susilowaty and secondary data from campaign documentation. The findings indicate that Wita employed a hybrid communication strategy, combining 70% conventional methods such as canvassing and grassroots visits (blusukan) with 30% social media engagement. This approach allowed her to build emotional closeness with constituents while simultaneously expanding the reach of her political messages in the digital sphere. Through this hybrid strategy, Wita successfully maintained public trust and was re-elected as a member of the Jakarta Regional House of Representatives (DPRD) representing the 10th Electoral District in the 2024 General Election.
PEMBUATAN MEDIA DIGITAL PEMASARAN BERBASIS KECERDASAN BUATAN (AI) DAN MANAJEMEN PRODUKSI PADA UMKM PENGRAJIN MAKANAN DI KOTA BATAM Raymond; Indrawan, Mohamad Gita; Putri, Anggia Dasa
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 12 No. 2 (2025): 2025 Desember
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v12i2.579

Abstract

UMKM Cemiluch sebagai pengrajin makanan ringan di Kota Batam menghadapi berbagai permasalahan dalam manajemen produksinya, Salah satu permasalahan utama adalah keterbatasan dalam perencanaan dan pengendalian produksi dan permasalahan dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk pembuatan media digital pemasaran untuk itu kegiatan PKM akan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh mitra UMKM cemiluch berupa Penberian pelatihan dalam Perencanaan dalam pengendalian kegiatan produksi serta memberikan bantuan alat pendukung produsi berupa alat pemotong otomatis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam efisiensi proses produksi, yang berdampak pada kualitas dan kapasitas produk, serta peningkatan kemampuan mitra dalam memanfaatkan teknologi digital dan AI untuk pemasaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan kegiatan ini berhasil meningkatkan level keberdayaan mitra dari usaha yang masih manual dan tradisional menjadi usaha yang lebih modern, adaptif terhadap teknologi, serta memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar.
SOSIALISASI PERAN SERTA MASYARAKAT SEBAGAI MITRA PENGGERAK UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN PERENCANAAN WILAYAH DI KECAMATAN LUBUK BAJA Morwanto, Gatot; Sidabutar, Yuanita FD; Bintang, Malahayati Rusli; Raymond, Raymond; Basana, Basana
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 12 No. 2 (2025): 2025 Desember
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v12i2.580

Abstract

Kecamatan Lubuk Baja merupakan salah satu wilayah strategis di Kota Batam yang memiliki dinamika pembangunan tinggi sebagai pusat perdagangan, jasa, dan permukiman padat penduduk. Namun, tingkat partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan wilayah masih tergolong rendah, sehingga diperlukan upaya penguatan kapasitas masyarakat sebagai mitra penggerak pembangunan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, peran, dan keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan wilayah secara partisipatif. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, diskusi kelompok terarah (FGD), dan simulasi perencanaan partisipatif, yang diikuti oleh 60 peserta dari berbagai elemen masyarakat, perangkat kelurahan, karang taruna, dan tokoh masyarakat di Kecamatan Lubuk Baja. Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Batam dengan pemerintah kecamatan sebagai mitra pelaksana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta terhadap konsep perencanaan wilayah partisipatif—dari 40% sebelum kegiatan menjadi 85% setelah kegiatan. Peserta berhasil mengidentifikasi tiga isu utama pembangunan wilayah, yaitu kepadatan penduduk, masalah drainase, dan ketidakseimbangan tata ruang antara kawasan hunian dan komersial. Selain itu, muncul komitmen dari masyarakat dan pemerintah untuk membentuk Forum Masyarakat Peduli Pembangunan (FMPP) sebagai wadah kolaboratif lanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan komitmen masyarakat untuk berperan aktif dalam perencanaan wilayah. Hasil kegiatan diharapkan dapat menjadi dasar bagi pelaksanaan program pendampingan lanjutan dalam bentuk pemetaan potensi wilayah berbasis partisipatif di tingkat kelurahan, guna mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kecamatan Lubuk Baja. Kata kunci: perencanaan wilayah, partisipasi masyarakat, pengabdian masyarakat, pembangunan partisipatif, Kecamatan Lubuk Baja.
COLLABORATIVE GOVERNANCE MODEL: A STUDY OF VILLAGE FUND MANAGEMENT IN THE CONTEXT OF VILLAGE AUTONOMY Mustakim, Mustakim
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 12 No. 2 (2025): 2025 Desember
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v12i2.582

Abstract

Village funds are a fiscal policy specifically provided to village governments to support broad village autonomy. Demands for collaboration among stakeholders have emerged for implementation in various public organizations, one of which is village government. However, the implementation of collaboration has not been optimal, resulting in suboptimal management, low human resource capacity, and minimal transparency and oversight, resulting in misuse of village funds. This study was conducted to determine the collaboration process and the driving and inhibiting factors in village fund management. The study was qualitative and descriptive. Primary data were obtained through a series of observations and in-depth interviews with key stakeholders in village fund management. Secondary data were obtained through official documentation issued by relevant agencies. The research instrument used was theory collaborative governanceby Ansell and Gash (2008) which includes (1) Initial conditions, (2) Facilitative leadership, (3) Institutional design, (4) Collaborative process. The research results show that the collaborative process in the management of village funds that has been implemented has not run optimally. Therefore, improvements are needed from the village government as the implementer of village fund management to implement better collaborative governance so that village fund management can run effectively and efficiently.
PENGARUH HUMOR POLITIK TERHADAP REPUTASI KOMIKA MELALUI PERSEPSI GENERASI Z DALAM PENYAMPAIAN STAND-UP COMEDY Febry, Vanessa; Latupeirissa, Jonathan Jacob Paul; Permatasari, Ni Putu Intan; Pratiwi, Nuning Indah
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 12 No. 2 (2025): 2025 Desember
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v12i2.587

Abstract

The use of political humor has transformed the way political communication is conducted in Indonesia, particularly among Generation Z. Stand-up comedy performances by comedians have become an effective form of political communication, where humor is used to deliver social and political critism. The rapid development of information technology and social media also supports the dissemination of such content. This makes political information and political-themed content, such as stand-up comedy addressing political issues, easily accessible to the public. This study aims to examine the influence of political humor on the reputation of comedians, consediering Generation Z’s perception as a mediating variable in the delivery of stand-up comedy. This research uses a quantitative method involving 100 respondents selected through accidental sampling. Data was collected via questionnaires and analyzed using partial least squares. Result shows that political humor has a significant positive influence on the reputation of comedians through the perception of Generation Z. Generation Z’s perception acts as mediator that strenghthens the relationship berween political humor and a comedian’s reputation. These findings highlight the importance of understanding the audience when delivering political humor, as well as its impact on the public image of comedians. This study is expected to provide insights for comedians and entertainment industry players in crafting stand-up comedy material that not only entertains, but also builds a positive reputation among Generation Z.
REINTERPRETING NEW INSTITUTIONALISM THROUGH INSTITUTIONAL RESILIENCE Lu, Shanshan; Azis, Yudi; Kurniawan, Meinanda; Sari, Rora Puspita
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 12 No. 2 (2025): 2025 Desember
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v12i2.589

Abstract

New Institutionalism has long provided the core framework for understanding institutional formation and stability, emphasizing rules, norms, and legitimacy in shaping organizational behavior. However, traditional New Institutionalism focuses primarily on the logic of existence, explaining how institutions are created and maintained, while overlooking their logic of survival and logic of performance under dynamic change. This conceptual paper introduces Institutional Resilience Theory as a bridge linking New Institutionalism and Performance Regime Theory, revealing how institutions evolve from existence to performance. Institutional resilience—comprising learning, buffering, and adaptive capacities—enables institutions to sustain functionality under stress and transform stability into performance through feedback and interaction. The paper argues that performance represents a “resilient form of legitimacy,” thereby reinterpreting New Institutionalism from a dynamic perspective and extending its explanatory scope.