cover
Contact Name
Indra Fauzi Sabban
Contact Email
indra.fauzi@iik.ac.id
Phone
+6282225094691
Journal Mail Official
indra.fauzi@iik.ac.id
Editorial Address
Jalan. KH. Wahid Hasyim 65 Kediri Jawa Timur Indonesia
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JOURNAL OF COMMUNITY ENGAGEMENT AND EMPOWERMENT
ISSN : -     EISSN : 27145735     DOI : -
JECC memiliki tujuan untuk dapat mendiseminasikan hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan oleh instansi pendidikan maupun organisasi lainnya agar dapat menjadi bahan rujukan serta menjadi inspirasi untuk meningkatkan kegiatan pengabdian masyarakat. JECC berfokus pada bidang sebagai berikut: Pemberdayaan dan peningkatan pengetahuan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Peningkatan nilai guna barang dan jasa.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 149 Documents
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggolongan Obat Dan Beyond Use Date (BUD) Melalui Penyuluhan pada kader siaga Lestari, Tri Puji; Kurniawati, Evi; Widyaningrum, Esti Ambar; Pertiwi, Krisna Kharisma; Basuki, Dewy Resty
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menjaga mutu dan kualitas obat, maka pengelolaan terhadap obat itu sendiri sangat memberikan peran yang vital. Salah satunya adalah dengan mengetahui batas masa kadaluarsa dan penggolongan obat maka akan memudahkan masyarakat untuk menentukan waktu dan metode penyimpanan . Tanggal kadaluarsa obat yang sudah dibuka dapat berbeda dengan yang tertera pada kemasan yang berlaku untuk sediaan baik sediaan steril maupun non steril dimana ketika melewati batas tanggal tersebut maka sediaan yang dimaksud tidak boleh digunakan dan disimpan. Kegiatan pengabdian Masyarakat dilaksanakan di periode bulan desember 2022 pada kader siaga desa di kecamatan karangan, kabupaten trenggalek, Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pre dan post test juga diikuti dengan kegiatan konseling. Instrumen yang digunakan adalah dengan pemberian quesioner baik pada waktu pre test maupun post test , peserta juga diberi leaflet materi tentang penggolongan obat dan beyond use date (BUD). Konseling diberikan dalam waktu 3 hari setelah sosialisasi menggunakan media watshap. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan ada kenaikan prosentase pengetahuan yang cukup signifikan. Dimana datap dilihat pada tabel 1 bahwa rata-rata pengetahuan kader ada kenaikan dari 54,9% menjadi 92,5%.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Desa Sidomulyo Kecamatan Semen Kabupaten Kediri tentang Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa) sebagai Minuman Kesehatan: Sebuah Studi Intervensi Edukasi Shofi, Muh.; Munawaroh, Siti; Mu'arofah, Binti; Ponnaiah, Paulraj
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang cukup serius. Penyakit ini ditandai dengan adanya insulin yang tidak dapat diproduksi secara maksimal oleh pankreas yang mempu mengatur konsentrasi glukosa dalam darah. Tanda-tanda terjangkitnya penyakit diabetes mellitus yaitu sering mengeluarkan urine dalam jumlah banyak, sering merasa haus dan lapar, serta badan terasa lemas. Tingginya angka kejadian penyakit ini perlu adanya suatu tindakan untuk menanggulangi penyakit ini. Salah cara penanggulangan penyakit ini yaitu dengan cara pembuatan teh herbal kelopak bunga rosella. Sebab tanaman ini memiliki kandungan senyawa aktif yang dapat menanggulangi penyakit diabetes. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat Desa Desa Sidomulyo Kecamatan Semen Kabupaten Kediri sehingga dapat meningkatkan pengetahuan terhadap penanggulangan penyakit diabetes millitus dengan menggunakan minuman herbal teh bunga rosella. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat kali ini yaitu dengan membentuk forum group discussion (FGD), pemberian pretest dan postest tentang materi pemanfaatan kelopak bunga rosella yang akan diberikan serta monitoring setelah kegiatan pengabdian masyarakat. Berdasarkan hasil pretest dan postest yang dibagikan kepada para peserta diketahui bahwa tingkat pengetahuan mitra mengenai pemanfaatan kelopak bunga rosella mengalami peningkatan. Hal tersebut terbukti dari hasil pretest menunjukan nilai pengetahuan mitra hanya 46.7%. Adanya hal tersebut dapat dikatakan nilai pengetahuan peserta atau mitra pengabdian tergolong rendah. Setelah peserta mendapatkan materi dan pelatihan dari narasumber didapatkan berupa uji postest mengalami kenaikan pengetahuan tentang pemanfaatan kelopak bunga rosella sebesar 100%. Hal ini menunjukan bahwa tingkat pengetahuan dan upaya sikap positif peserta semakin meningkat.
COUNSELING ON THE USE OF FAMILY MEDICINAL PLANTS (TOGA) WERDININGSIH, WIWIK WERDININGSIH
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dadapan Village is an urban area but is categorized as a disadvantaged village because its location is quite far from the center of Kediri city, so this hamlet is a hamlet that can be categorized as a rural area. Most of the people in Dadapan hamlet are housewives. The area of Dadapan hamlet is quite large and not too dense, so there are still many large yards in the hamlet. Residents in Dadapan hamlet are used to using the yards around their houses to plant various types of plants. Of the various kinds of plants that live in people's yards, many of them are plants that can be used as traditional medicinal plants. Some residents sometimes use these plants to treat health complaints, but their use is not optimal because so far the use of traditional medicinal plants has only been based on the opinions of friends or neighbors. It is feared that the use of traditional medicines that do not comply with the rules could reduce the efficacy of the medicine itself. If it is used too much, it is feared that it will also have toxic effects that will harm society. By using the method of educating the public about the TOGA utilization program at the PKK meeting on Sunday 14 January 2024, it is hoped that it will provide the public with insight into the use of TOGA to be managed into medicinal preparations to improve family health. The results of the posttest showed that 100% of the community understood and could explain the use of TOGA for family health.
Edukasi dan Skrining Obesitas pada Masyarakat abbas, akhmadi
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat. Edukasi dan skrining perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan obesitas di masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifkasi masyarakat yang mengalami obesitas dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang obesitas. Metode kegiatan berupa pengukuran antropometrik dan penyuluhan tentang obesitas. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa 74% responden mengalami obesitas dan terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat setelah dilakukan edukasi. Simpulan dari program ini adalah bahwa edukasi dan skrining efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang obesitas. Saran yang diberikan meliputi perlunya edukasi berkelanjutan dan pemberdayaan komunitas yang melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan obesitas
Kepuasan Masyarakat Terkait Penanggulanag Bencana Gunung Meletus sumaningrum, ningsih dewi; Margareta, Sheylla Septiana; Santosa, Winanda Riski Bagus
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sugihwaras menjadi desa yang berdampak akibat bencana letusan gunung kelud. Gunung Kelud mengalami erupsi yang merupakan peristiwa berulang yang kesekian kalinya dapat terjadi kapan saja. Hal tersebut dapat ditelusuri dalam sejarah kegunungberapian yang ada di tanah Jawa. Tidak semua masyarakat memahami, bahkan bisa dikatakan merupakan pengalaman baru pada sebagian masyarakat dari generasi ke generasi sehingga akan mempengaruhi adanya peran dan keterlibatan pada respon dan kesiapsiagaan saat terjadi erupsi. Dalam proses evakuasi maupun di dalam pengungsian masih terjadi kegagapan dari berbagai pihak saat proses tanggap darurat. Serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk mengatasi dampak buruk yang dapat timbul, seperti kegiatan pemulihan darurat, penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, pengurusan pengungsi, perlindungan kelompok rentan seperti orang tua, ibu hamil, hal ini yang disebut dengan tanggap darurat bencana (BNPB, 2014). Kepuasan terhadap pelayanan Dinas BPBD terhadap mitigasi bencana gunung Meletus dapat diketahui rata – rata masyarakat merasa puas dengan layanan badan BPBD dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dimana hal ini dibuktikan dari angka puas dengan capaian scor diatas 45 suara dari 50 perwakilan masyarakat yang diminta melakukan penilaian. Kata kunci: Kepuasan, BNPB, Pengetahuan, Sikap
Membuka Jendela Dunia: Menuju Pegawai Publik Berbahasa Inggris Ulinuha, Atik; Hidayati, Yeni Nurmala
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris bagi pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri. Pelaksanaan program yang berlangsung selama satu bulan ini melibatkan berbagai kegiatan seperti pemberian materi, pelatihan, diskusi, dan tes kemahiran berbahasa Inggris TOEP. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan berbahasa Inggris peserta, sebagaimana tercermin dari hasil pretes dan posttest yang menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata sebesar 55,7% atau peningkatan skor sebanyak 19,15 poin. Dengan demikian, program ini tidak hanya berhasil meningkatkan kemampuan bahasa Inggris peserta, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menghadapi era globalisasi yang semakin kompetitif dan peluang studi lanjut. Keberhasilan program ini ditandai dengan diterbitkannya sertifikat TOEP yang diakui secara nasional oleh PLTI. Sebagai rekomendasi, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan metode pembelajaran yang efektif dan menarik, serta pelaksanaan program secara berkelanjutan agar peningkatan kompetensi berbahasa inggris bagi pegawai pemerintah dapat terus terjaga.
Asuhan Mandiri Ramuan Herbal sebagai Upaya Pemeliharaan Kesehatan melalui Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Badriyah, Lailatul
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan tanaman yang berkhasiat bagi kesehatan yang dapat ditanaman di perkarangan rumah. TOGa dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan kesehatan tertentu disesuaikan dengan khasiat masing-masing komponen. Kompilasi beberapa tanaman TOGA dapat dijadikan menjadi sebuah ramuan herbal yang berkhasiat bagi kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah ingin memberikan informasi manfaat dari TOGA serta bagaimana cara pembuatan ramuan herbal yang benar sesuai anjuran Kemenkes. Metode yang digunakan adalah sosialisasi kemudian praktek langsung membuat ramuan herbal. Hasil kegiatan diukur berdasarkan kuisioner pra dan pasca kegiatan pengabdian. Masyarakat belum mengetahui manfaat secara keseluruhan pada komponen tanaman herbal yang digunakan, yaitu jahe, kayu manis, dan jeruk nipis. Namun setelah kegiatan masyarakat memahami manfaat TOGA serta dapat membuat ramuan herbal yang benar. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa masyarakat Desa Sokaraja memahami manfaat TOGA bagi kesehatan dan mampu membuat ramuan herbal secara mandiri bagi keluarga.
CHIPS TEMPE KACANG HIJAU sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Balita di Posyandu Melati Ngadiluwih Kabupaten Kediri Putri, Mardiana Prasetyani; Syah, Okty Indrian; Sintianingtias, Tria; Elma, Nadya; Chrismarani, Estiella Jouvanove
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan kasus yang cukup tinggi di Indonesia yaitu sekitar 21,6% dan di Kabupaten Kediri terdapat sekitar 10,32% menurut data stunting pada tahun 2022 sedangkan di Posyandu Melati, tercatat sekitar 0,05% tingkat kasus stunting dari data bulan Februari 2023. Solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan stunting pada balita di Posyandu Melati yaitu dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat sebagai bentuk pencegahan stunting pada balita dengan mengenalkan produk Chips dari Tempe Kacang Hijau. Kacang hijau merupakan sumber nutrisi yang baik bagi perkembangan balita dalam mencegah stunting. Dengan mengolah kacang hijau menjadi bentuk chips diharapkan dapat menganekaragamkan produk olahan pangan yang dapat digemari oleh balita. Chips dari tempe kacang hijau ini kami perkenalkan kepada ibu-ibu yang ada di Posyandu Melati Ngadiluwih Kabupaten Kediri untuk menjadi salah satu olahan makanan kreatif yang dapat menjadi pencegah stunting. Banyaknya manfaat kandungan kacang hijau pada chips tempe kacang hijau ini dapat mencegah terjadinya stunting, beberapa manfaat diantaranya adalah sebagai sumber mineral penting (kalsium dan fosfor) untuk memperkuat tulang, kandungan asam lemak tak jenuh yang tinggi pada kacang hijau penting untuk menjaga kesehatan, selain itu terdapat kandungan multi protein yang berfungsi mengganti sel mati dan membantu pertumbuhan sel tubuh. Gambaran masyarakat yang rata-rata bermata pencaharian sebagai petani membuat kacang hijau menjadi solusi tepat, karena akan mempermudah masyarakat menjumpai kacang hijau di lingkungan. Tahapan pelaksanaan program ini meliputi survei, uji coba pembuatan produk, pemaparan, dan evaluasi. Hasil yang dicapai dari program ini adalah bertambahnya pengetahuan dari mitra dan sasaran program yakni ibu-ibu Posyandu Melati mengenai stunting, dan manfaat produk kami yaitu olahan kreatif chips tempe kacang hijau.
“GEMAYUR” (Gemar Makan Sayur) Pengembangan Permainan Edukatif Petualangan Sayur Dalam Upaya Peningkatan Konsumsi Sayur Pada Anak Di SDN Grogol 2. Margareta, Sheylla Septina; Astari, Kharintria Urfila; Puspita, Febrilia; W, Berlian Hesti; S, Alisya Putri
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SDN Grogol 2 adalah sekolah yang berlokasi di Jalan Gringging no 265, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Masalah yang terdapat pada mitra adalah kurangnya pengetahuan tentang sayur dan kurangnya konsumsi sayur karena anak-anak lebih tertarik untuk makan camilan yang tidak sehat, seperti makanan siap saji, makanan-makanan manis, makanan yang banyak mengandung minyak dan penyedap rasa. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak tentang sayur dan konsumsi sayur pada anak. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu pengetahuan anak tentang sayuran meningkat, dari sebelum diberikan edukasi dengan nilai rata-rata 71,42 dan sesudah diberikan edukasi nilai rata-rata 81,29. Selain data pengetahuan telah dinilai juga frekuensi konsumsi sayur pada anak meningkat, dari sebelum diberikan kartu pemantauan dengan nilai rata-rata 10,96 (45%) dan sesudah diberikan kartu pemantauan dengan nilai rata-rata 13,35 (55%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan gemayur ini dapat memberikan peningkatan pengetahuan anak terhadap sayur serta dapat meningkatkan konsumsi sayur pada anak. Kata kunci: Edukasi, Anak, Sayur
PERAN ORANG TUA MELALUI SOTH SEBAGAI UPAYA PENGENALAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA ANAK USIA DINI Badrus, Arkha Rosyaria; Ummah, Kholifatul; Khairoh, Miftahul; Purwitasari, Alief Ayu; Ganisia, Ainun; Imeldawati, Rakhmalia; Fathiyyah, Nurul
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini pendidikan kesehatan reproduksi pada anak usia dini dirasa diperlukan dikarenakan adanya perubahan kebutuhan yang terus berubah, selain itu dianggap akan berdampak positif pada saat kehidupan remaja (S. Handayani et al., 2019).  Anak usia dini perlu mengetahui tentang dirinya dan alat kelaminnya, apa saja yang perlu dilindungi, dan bagaimana mereka dapat memberikan perlindungan sejak dini dari pihak-pihak yang akan melakukan kekerasan seksual. Selain itu, anak harus memiliki karakter yang kuat agar terhindar dari penyimpangan seksual (Soesilo, 2021). SOTH adalah singkatan dari Sekolah Orang Tua Hebat, yaitu program pengasuhan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan orang tua dalam mengasuh anak.  hasil penelitian tersebut menunjukkan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan responden terhadap Peran Orang Tua dalam Upaya Pengenalan Kesehatan Reproduksi Pada Anak Usia Dini setelah dilakukan Sekolah Orang Tua Hebat yakni sebanyak 78,6% responden memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 22 orang, sedangkan responden yang memiliki pengetahuan cukup yakni sebanyak 6 orang 21,4%.  Adanya kegiatan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) ini dapat memberikan edukasi seks sejak dini bertujuan untuk memberikan informasi dan mengenalkan kepada anak bagaimana ia harus menjaga dan melindungi organ tubuhnya dari orang yang berniat jahat terhadap dirinya.

Page 10 of 15 | Total Record : 149