cover
Contact Name
Indra Fauzi Sabban
Contact Email
indra.fauzi@iik.ac.id
Phone
+6282225094691
Journal Mail Official
indra.fauzi@iik.ac.id
Editorial Address
Jalan. KH. Wahid Hasyim 65 Kediri Jawa Timur Indonesia
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JOURNAL OF COMMUNITY ENGAGEMENT AND EMPOWERMENT
ISSN : -     EISSN : 27145735     DOI : -
JECC memiliki tujuan untuk dapat mendiseminasikan hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan oleh instansi pendidikan maupun organisasi lainnya agar dapat menjadi bahan rujukan serta menjadi inspirasi untuk meningkatkan kegiatan pengabdian masyarakat. JECC berfokus pada bidang sebagai berikut: Pemberdayaan dan peningkatan pengetahuan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Peningkatan nilai guna barang dan jasa.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 149 Documents
Edukasi Herbal dan Manajemen Gula Darah melalui Program HI DAUN & CERDIK GULA bagi Lansia: Edukasi Herbal dan Manajemen Gula Darah melalui Program HI DAUN & CERDIK GULA bagi Lansia Sabban, Indra Fauzi; rahmawati, Erna; Wahyuni, Ismiy Noer; Saputra, Sony Andika
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program HI DAUN (Herbal Inovatif untuk Diabetes pada Usia Lanjut) dan CERDIK GULA (Cerdas Kendalikan Gula Darah) dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai pemanfaatan herbal serta manajemen gula darah. Kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan simulasi pemantauan gula darah. Sasaran kegiatan adalah kelompok lansia dengan risiko diabetes mellitus tipe 2. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang jenis tanaman herbal yang bermanfaat, cara konsumsi yang aman, serta pentingnya pola hidup sehat dalam menjaga kadar gula darah. Lansia yang mengikuti program ini lebih memahami strategi pencegahan komplikasi diabetes dan menunjukkan antusiasme tinggi dalam berbagi pengalaman sehari-hari. Program ini membuktikan bahwa edukasi berbasis komunitas dapat meningkatkan kesadaran dan keterampilan lansia dalam mengelola kesehatan secara mandiri.
GERANTING (Gerakan Anti Stunting) : Strategi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Edukasi dan Kerajinan Tangan dalam Pencegahan Stunting Di Wilayah Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri Kirana, Gerardin Ranind; Fitria, Herdian; Wibawa, Bintang Fajar Prasidya; Adji, Krisnata Prambudi; Ramadhani, Camelia Sofi Nur; Ayuni
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih ditemukan di Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri dengan 3–6 kasus balita setiap bulan. Tujuan: Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil, ibu balita, dan anak usia sekolah melalui edukasi gizi dan kerajinan tangan. Metode: Metode meliputi ceramah interaktif, demonstrasi pembuatan PMT puding kacang hijau-jagung, serta meronce gelang bertema “Isi Piringku”. Sebanyak 20 responden dipilih dengan purposive sampling, data dianalisis menggunakan pre-test/post-test dan uji paired t-test. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan (p < 0,05), dengan 90% ibu memahami 1.000 HPK dan 90% anak memahami pola makan sehat. Program ini terbukti efektif meningkatkan kesadaran gizi dan direkomendasikan untuk berkelanjutan dalam pencegahan stunting.
Gambaran Aktivitas Sikat Gigi pada Siswa Kelas 1,2 dan 3 SDN Sidomulyo 2 Melalui Program Senyum Ceria: Jurnal Program Kerja "Senyum Ceria" KKN Kelompok 17 Prasetiya ningrum, Dhini; Rias, Yohanes Andy; Akasyah, Wildan
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebiasaan menyikat gigi yang kurang tepat masih menjadi masalah pada anak usia sekolah dasar dan berdampak pada kesehatan gigi dan mulut. Mengetahui gambaran aktivitas menyikat gigi siswa kelas 1–3 SDN Sidomulyo 2 Kabupaten Kediri. Penelitian deskriptif dengan total sampling melibatkan 39 siswa. Data diperoleh melalui kuesioner dan observasi aktivitas menyikat gigi selama 14 hari, kemudian dianalisis secara deskriptif. Sebanyak 87,18% siswa rutin menyikat gigi pada pagi hari, namun hanya 58,97% yang melakukannya secara konsisten pada malam hari. Aktivitas menyikat gigi siswa masih belum sesuai anjuran, terutama sebelum tidur. Edukasi berkelanjutan, peran orang tua, dan program monitoring sekolah diperlukan untuk meningkatkan perilaku menyikat gigi anak.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Tentang Stunting dengan Edukasi dan Intervensi Gizi Lokal “PUDITA” (Puding Susu Etawa) Dianawati, Nur; Wahyuni, Kumala Sari Poespita Dewi; Rohid Zanuar, Muhammad; Kalanjana, Chandraqila
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya jumlah stunting  di  kabupaten Kediri, telah menjadi prioritas utama pemerintah daerah untuk mengurangi   angka stunting. Salah satu edukasi dan intervensi yang dilakukan adalah dengan memperkenalkan sumber gizi lokal “PUDITA” (Puding Susu Etawa). Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan menambah pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang bagi pertumbuhan anak sehingga tercipta generasi anak-anak yang sehat dan tumbuh dengan optimal  serta terbebas dari stunting. kegiatan ini dilakukan melalui kelas ibu balita dan  ibu hamil  Desa Tempurejo, Kecamatan Wates,  Kabupaten Kediri selama 1 bulan.  Metode yang digunakan penulis dala kegiatan ini  adalah dengan  memberikan edukasi melalui presentasi materi, memberikan pretest, postest, serta diskusi dan konsultasi selama kegiatan berlangsung, sehingga masyarakat akan memahami  dalam teori maupun praktek. Hasil kegiatan ini didapatkan pengetahuan  tentang  stunting   dan keahlian dalam pembuatan  PUDITA meningkat sebesar  14,7%  . Hasil  peningkatan tersebut menjadi  indikasi bahwa edukasi  & kegiatan yang dilakukan memberikna manfaat dalam peningkatan  pengetahuan ibu balita dan ibu hamil  tentang  stunting dan pembuatan sumber gizi  lokal  PUDITA (Puding Susu Etawa).
Sosialisasi Pengolahan Rimpang Jahe Merah Sebagai Minuman Berkhasiat Menurunkan Hipertensi Irawan, Rudi; Seran, Krisogonus Ephrino; Prasetya, Arga Bayu; Putri, Deshinta Anggun Pebrilian; Arinanda, Nana; Putri, Nuril Amalia
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi sebagai salah satu penyakit tidak menular yang masih meningkat prevalensinya di masyarakat pedesaan. Pemanfaatan tanaman herbal sebagai alternatif pengobatan tradisional semakin diminati. Penyuluhan ini menggunakan formulasi minuman herbal berbahan dasar Jahe merah (Zingiber officinale var.rubrum), Gula Jawa, dan Kayu Manis (Cinnamomum Burmanni). Jahe merah berperan sebagai antioksidan dan antiinflamasi, gula jawa sebagai pemanis alami dengan indeks glikemik rendah, dan kayu manis sebagai membawa aroma yang khas dan juga bisa dimanfaatkan untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Kombinasi dari ketiganya dapat menghasilkan minuman herbal dengan rasa yang khas dan produk herbal yang digunakan untuk hipertensi.
Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Stunting dan Wasting Pada Anak Balita Jayanti, Krisnita Dwi; Purwandani, Septia; Nurrohima, Diana; Nahdiyin, Delva Grishela Layyinatul; Zurinah, Silva; Isfanah, Nelli Nafidatul; Rafa, Nafilatul; Mau’izhah, Walidatul; Pristina, Anggi Cahya Pristina; Fauzi, Agung Ahmad
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan masyarakat terkait stunting dan wasting pada balita di Kabupaten Kediri sangat penting mengingat prevalensi yang tinggi sebesar 21,6%. Kegiatan ini  bertujuan agar pengetahuan ibu meningkat tentang bagaimana tindakan pencegahan stunting dan wasting melalui konseling. Metode yang digunakan adalah cross-sectional dengan sampling acak terhadap 16 ibu balita dan ibu hamil. Konseling dilakukan dengan memberikan materi tentang gizi seimbang, diikuti melalui kegiatan pre-test serta post-test yang akan digunakan untuk melakukan pengukuran perubahan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat hasil meningkat pada rata-rata skor pra-tes dari 91,8% menjadi 98,6% pada pasca-tes, dengan perubahan sebesar 6,8%. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa konseling yang dilakukan berhasil dalam meningkatkan pemahaman responden tentang pencegahan stunting dan wasting, sehingga mendukung pertumbuhan serta perkembangan anak yang baik.
GENZI: Gerakan Edukasi Nutrisi dan Zat Gizi sebagai Upaya Meningkatkan Status Gizi Pada balita Stunting Melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Andini, Nurisya Fibi; Laksono, Adi; Ardila, Ninda Mulya Ike; Santoso, Ayu Putri; Udiani, Lily Fitrin; Ningtyas, Ni Luh Putu Metha Murti; Ariyanti, Novita Dwi
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting pada balita masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia karena berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, kognitif, dan kualitas hidup anak. Berdasarkan data di Desa Tawang, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, tercatat 20 kasus stunting pada Juli 2025 yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, lingkungan, dan rendahnya pengetahuan gizi ibu. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilaksanakan program GENZI (Gerakan Edukasi Nutrisi dan Zat Gizi) sebagai upaya promotif dan preventif melalui edukasi gizi serta demonstrasi pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan bahan pangan lokal bergizi dan terjangkau. Kegiatan ini menggunakan metode intervensi komunitas dengan melibatkan orang tua dan tenaga kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran ibu dalam mengolah makanan sehat, disertai perubahan sikap terhadap pemanfaatan bahan lokal sebagai alternatif pemenuhan gizi. Program ini terbukti efektif tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk perilaku baru dalam pemenuhan gizi anak, sehingga berpotensi menurunkan angka stunting secara berkelanjutan. Kata kunci: stunting, gizi balita, edukasi gizi, PMT, pengabdian masyarakat
CAK GIGI (Cerminan Aksi Keren Tentang Kesehatan Gigi): Edukasi Kesehatan Gigi untuk Meningkatkan Kesadaran Siswa SD dan MI pertami, sawitri dwi indah; Hariyani; Anggraini, Lusifa
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut masih kurang mendapat perhatian di Indonesia, meskipun rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat berkontribusi terhadap tingginya kejadian karies gigi pada anak. Melalui inovasi edukasi kesehatan gigi berupa program CAK GIGI (Cerminan Aksi Keren Tentang Kesehatan Gigi) melalui media poster, rapor gigi, dan praktek sikat gigi bersama diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang cara menjaga kesehatan gigi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa IIK Bhakti Wiyata Kediri yang berlokasi di SDN dan MI Desa Gadungan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri dengan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan. Metode pelaksanaan berupa ceramah interaktif dengan media poster, model gigi, dan sikat gigi bersama. Evaluasi dan pendampingan dilakukan melalui rapor gigi yang digunakan untuk memantau kebiasaan menyikat gigi pagi dan malam hari selama satu minggu. Hasil menunjukkan bahwa 75%–87,5% siswa telah rutin menyikat gigi pada pagi hari, namun kepatuhan menyikat gigi malam hari masih rendah, yaitu 45%–66,7%. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Untuk menjaga konsistensi kebiasaan menjaga kesehatan gigi diperlukan dukungan yang berkelanjutan dari guru dan orang tua membiasakan perilaku menyikat gigi pagi dan malam hari.
Pelatihan Budidaya, Pasca Panen dan Pengolahan Bunga Telang pada Lansia dengan Penyakit Hipertensi dan Diabetes Melitus Pujianto, Tutut; Ulilalbab, Arya
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea) merupakan tanaman herbal dengan potensi tinggi, baik untuk kesehatan maupun ekonomi. Kandungan bioaktifnya, seperti antosianin dan flavonoid, berperan sebagai antioksidan yang mampu membantu menurunkan tekanan darah serta mengontrol kadar gula darah. Namun, pemanfaatan pascapanen bunga telang di Desa Sumberagung Kecamatan Wates Kabupaten Kediri masih terbatas, karena masyarakat, khususnya kelompok lansia penderita hipertensi dan diabetes melitus umumnya hanya mengenalnya sebagai tanaman hias atau minuman sederhana tanpa pengolahan lebih lanjut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai budidaya serta pengolahan pascapanen bunga telang menjadi produk yang higienis dan bernilai tambah. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, praktik budidaya, pelatihan pascapanen, dan demonstrasi pengolahan hasil. Data diperoleh melalui observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan antusiasme warga. Lansia yang sebelumnya hanya mengenal bunga telang sebagai pewarna alami mulai memahami manfaatnya bagi kesehatan serta tertarik menanam dan mengolahnya. Selain itu, muncul gagasan pengembangan usaha kecil berbasis produk olahan bunga telang. Kegiatan pengabdian masyarakat tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi lokal. Untuk menjaga  keberlanjutan program ini diperlukan pendampingan melalui pengurus PKK, maupun kelompok tani, serta berkolaborasi dengan kader posyandu, agar pemanfaatan bunga telang dapat menjadi gerakan kolektif yang berkelanjutan.  
WIJALINGA: Wonorejo Inisiatif Jaga Lingkungan Aman (Sosialisasi Dampak Pembakaran Sampah dan Demonstrasi Teknologi Tepat Guna Biopori) Lukis, Prima Agusti; Sujatmiko
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri menghadapi masalah lingkungan, yaitu kasus perilaku pegolahan sampah dengan cara dibakar meskipun fasilitas pengelolaan samapah sudah tersedia. Hal ini menyebabkan pencemaran udara akibat emisi gas beracun hasil pembakaran sampah. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan keberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan melalui sosialisasi dampak pembakaran sampah, pengenalan teknologi tepat guna biopori, dan peningkatan pengetahuan dan kemampuan pemeliharaan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada 16 Agustus 2025 di Desa Wonorejo dengan 31 peserta menggunakan metode ceramah untuk sosialisasi dampak pembakaran sampah dan konsep biopori, serta demonstrasi melalui video praktik pembuatan lubang biopori. Evaluasi dilakukan dengan metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Program dilengkapi pembagian booklet dan penyerahan alat bor biopori untuk keberlanjutannya. Hasil dari kegiatan WIJALINGA ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat rata-rata 28,36% dengan peningkatan tertinggi pada pemahaman produksi kompos (38,7%), pengetahuan dasar biopori (35,4%), dan jenis sampah organik (29,0%). Implementasi praktis menunjukkan peningkatan terendah (12,9%). Namun demikian, masih perlu adanya pendampingan berkelanjutan, pelatihan praktis, serta monitoring jangka panjang untuk memfasilitasi transisi pengetahuan menjadi implementasi nyata.