cover
Contact Name
Indra Fauzi Sabban
Contact Email
indra.fauzi@iik.ac.id
Phone
+6282225094691
Journal Mail Official
indra.fauzi@iik.ac.id
Editorial Address
Jalan. KH. Wahid Hasyim 65 Kediri Jawa Timur Indonesia
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JOURNAL OF COMMUNITY ENGAGEMENT AND EMPOWERMENT
ISSN : -     EISSN : 27145735     DOI : -
JECC memiliki tujuan untuk dapat mendiseminasikan hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan oleh instansi pendidikan maupun organisasi lainnya agar dapat menjadi bahan rujukan serta menjadi inspirasi untuk meningkatkan kegiatan pengabdian masyarakat. JECC berfokus pada bidang sebagai berikut: Pemberdayaan dan peningkatan pengetahuan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Peningkatan nilai guna barang dan jasa.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 149 Documents
Penyuluhan Kosmetik yang Aman dan Notifikasi Kosmetik Agustina, Lia; Shoviantari, Fenita; Yuliati, Ninis
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kosmetik merupakan sediaan topikal yang ditujukan untuk memelihara atau memperbaiki penampilan, salah satunya adalah lipstik. Tujuan: Memberikan pengetahuan tentang notifikasi kosmetik, cara penyimpanan yang baik dan usia guna kosmetik. Metode : Pendekatan personal melalui kegiatan penyuluhan dan pengukuran kefahaman peserta melalui pemberian kuisioner. Hasil : 71% peserta tidak mengetahui bahwa dalam kosmetik (khususnya lipstik) dapat mengandung bahan yang berbahaya, sebanyak 86% peserta tidak mengetahui tentang notifikasi kosmetik dan 86% tidak mengetahui usia guna dari lipstik. Setelah diberikan penyuluhan, terjadi peningkatan pemahaman dari peserta penyuluhan yaitu pemahaman akan bahan-bahan berbahaya dalam kosmetik meningkat sebesar 81%, pemahaman akan notifikasi kosmetik yaitu 86% dan pemahaman terhadap usia guna kosmetik sebesar 86%. Kesimpulan : Pemberian penyuluhan meningkatkan pengetahuan peserta akan bahan berbahaya, notifikasi dan usia guna kosmetik (lipstick).
Edukasi Penggunaan Monosodium Glutamat (MSG) dalam Makanan Serta Efeknya Bagi Kesehatan Badriyah, Lailatul
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Munculnya berbagai macam penyakit yang diakibatkan oleh gaya hidup dan pola hidup yang kurang benar, dan banyaknya jajanan siap saji di kalangan masyarakat yang tentunya menggunakan MSG (Monosodium Glutamat) adalah salah satu yang menjadi latar belakang dalam pelaksanaan edukasi tentang MSG agar tidak menjadikan hal yang tumpang tindih dalam pemahaman informasi. Tujuan: Program pengabdian ini bertujuan untuk menginformasikan tentang konsumsi dan pemakaian MSG dalam makanan yang ditargetkan pada ibu-ibu di desa Sidomukti Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati. Metode: Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah sosialisasi dan pendidikan dengan menggunakan bahasa lokal disertai dengan pembagian leaflet MSG. Dampak program dinilai menggunakan pra-penyuluhan dan pasca-penyuluhan sebagai pengukuran berhasilnya penyuluhan. Hasil: Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa analisis respon pra-penyuluhan sebesar 76,67% peserta tidak mengetahui efek samping dari MSG bagi kesehatan. Namun, hasil kuisioner pascapeyuluhan menunjukkan bahwa terjadi perubahan respon peserta, yaitu sebesar 100% mengetahui efek penyakit akibat konsumsi MSG berlebih. Berdasarkan program penyuluhan ini dapat disimpulkan bahwa program penyuluhan ini efektif memberi informasi dan motivasi kepada peserta untuk berhati-hati dalam menggunakan MSG dalam makanan.
STRATEGI TINGKATKAN KEWASPADAAN MASYARAKAT TERHADAP PANDEMI COVID-19 DI LEVEL RUKUN TETANGGA (RT) Ningtyias, Farida Wahyu; Noveyani, Adistha; Ramani, Andre; Huda, Afton Ilman
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Tahun 2020 Indonesia dihadapkan pada pandemi COVID-19. Untuk mensiasati kemungkinan dampak negatif yang ditimbulkan oleh COVID-19, maka dibutuhkan kemandirian masyarakat dalam menghadapi masa pandemi. Oleh karena itu, perlu diadakan suatu kegiatan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID-19. Tujuan: memberikan pengetahuan terkait persebaran dan pencegahan Covid-19 di tingkat RT dan pelatihan cara pembuatan ekstrak jamu dari tanaman toga. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan training. Penyuluhan secara bertahap, yakni 2 kegiatan dihari yang berbeda, kegiatan pertama memberikan pengetahuan kepada warga seputar penyakit COVID-19 dan di hari berikutnya dilakukan penyuluhan tentang cara menjaga imunitas tubuh dan mempraktikan cara pembuatan ekstrak jamu dari tanaman toga. Juga dilakukan pre dan posttest. Hasil: Pada kriteria kehadiran peserta, 10 dari 12 peserta (83,3%) hadir dalam penyuluhan secara tatap muka di rumah pelaksana kegiatan. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan sudah mencukupi dan sukses dari segi peserta (kehadiran peserta > 75%). Kemudian jika dilihat dari segi peningkatan pengetahuan, terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 51% dengan keefektivan berada pada kategori sangat efektif (keefektivan > 1). Untuk praktik pembuatan jamu, sebanyak 6 peserta dari 12 peserta penyuluhan bisa mempraktikan membuat ekstrak jamu di rumah masing-masing (efektif meningkatkan pemahaman peserta bila dapat mempraktikan mandiri ≥50%).Kesimpulan: kegiatan penyuluhan tentang cara meningkatkan imunitas tubuh saat pandemi Covid-19 berhasil, baik dari segi peserta (adequancy of performance) maupun peningkatan pengetahuan (effectiveness).
Sosialisasi Pengolahan Sampah Rumah Tangga Menggunakan D-Trash Pujiono, Fery Eko; Restuaji, Ibnu Muhariawan; Mulyati, Tri Ana; Lukis, Prima Agusti
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dusun Krampyang, desa Kalipang merupakan salah satu daerah paling barat di kecamatan Grogol, kabupaten Kediri. Warga desa ini berjumlah 639 orang, yang rata-rata berpendidikan hanya SD (53,57%) dan SMP (26,04%), masih belum memiliki kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya pengolahan dan pengelolaan sampah rumah tangga organik. Hal ini menjadi problem warga ketika musim hujan tiba.Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mengenalkan teknik D-Trash sebagai cara alternatif dalam pengelolaan sampah rumah tangga organik dan pemanfaatannya sebagai pupuk cair serta memberikan kesadaran warga akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Metode: Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan disertai diskusi, tanya jawab, pre-test dan post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman warga terhadap presentasi yang disampaikan. Hasil: Dari penyuluhan yang dilakukan, diketahui sebanyak 53,33% warga kurang memahami pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan 13,33% warga tidak paham bagaimana mengolah sampah rumah tangga. Warga desa Kalipang sangat antusias dengan adanya kegiatan penyuluhan ini. Kesimpulan: Seluruh warga telah memahami pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan bagaimana cara mengolah serta memanfaatkan sampah rumah tangga.
PEMBERDAYAAN DAN PENGEMBANGAN POTENSI PENINGGALAN SEJARAH MONUMEN dr SOETOMO SEBAGAI DESTINASI WISATA EDUKASI DAN SEJARAH NASIONAL tripariyanto, afiff yudha; Indrasari, lolyka Dewi; Komari, Ana; Rahayuningsih, Sri
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Nganjuk dahulunya bernama Anjuk Ladang yang dalam bahasa Jawa Kuno berarti Tanah Kemenangan. Dibangun pada tahun 859 Caka atau 937 Masehi. Kabupaten Nganjuk memiliki kondisi dan struktur tanah yang cukup produktif untuk berbagai jenis tanaman, baik tanaman pangan maupun tanaman perkebunan sehingga sangat menunjang pertumbuhan ekonomi dibidang pertanian.Selain itu nganjuk juga mempuyai banyak destinasi wisata yang sudah dikenal oleh masyarakat luas seperti air terjun sedudo,air merambat roro kuning,Gua Margotresno dan wisata sejarah yaitu Monumen dr Soetomo. Salah satu bentuk monumen yang ada di Nganjuk adalah monumen dr.Soetomo. dr.Soetomo merupakan salah satu pahlawan Pergerakan Nasional pendiri organisasi Boedi Oetomo yang asli berasal dari Nganjuk. Untuk menghormati beliau dibangunlah sebuah monumen sebagai saksi sejarah tentang keberadaan dan kepahlawanannya dalam membela Nusa dan Bangsa. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengembangkan dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga peninggalan sejarah nasional sebagai salah satu upaya menghormati jasa-jasa para pahlawan pergerakan nasional. Metode yang digunakan dalam Pengabdian Masyarakat adalah Metode Partisipatif, yaitu Pendekatan yang berorientasi kepada upaya peningkatan peran serta masyarakat dan seluruh elemen secara langsung dalam berbagai proses dan pelaksanaan pengabdian. Dari uraian latar belakang diatas maka hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu masyarakat sudah mulai memahami dan merasa memilki atas keberadaan monument dr.Soetomo sehingga rasa untuk menjaga dan membersihkan peninggalan sejarah tersebut semakin tinggi dengan dibuktikan semakin indah dan bersih monument dr.Soetomo. Dari uraian diatas bisa diambil kesimpulan bahwa menjaga dan memelihara peninggalan sejarah merupakan salah satu upaya dalam menghormati jasa-jasa para pahlawan yang sudah memberikan semuanya mulai dari tenaga,pemikiran materi demi masyarakat Indonesia seluruhnya.
Aplikasi SEDEKA ( Sistem Dokumentasi Kesehatan Masyarakat ) Dalam Rangka Mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Sunnah, Istianatus; Oktianti, Dian; Dianingati, Ragil Setia
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Upaya peningkatan  kesehatan dapat dilaksanakan melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dengan pemeriksaan kesehatan secara berkala terutama pada usia lanjut yang rentan terhadap penyakit menular maupun tidak menular. Tujuan : Untuk meningkatkan upaya promotif dan preventif  serta pemantauan kesehatan  pada lansia di Desa Lerep, Ungaran Kabupaten Semarang dengan melaksanakan pemeriksaan rutin serta monitoring kesehatan sehingga tercipta peningkatan  kualitas hidup sehat lansia menggunakan aplikasi SEDEKA. Metode :  Sosialisasi materi tentang penyakit degeneratif dan aplikasi SEDEKA serta pretes postes pada  44 peserta posyandu lansia. Selain itu juga dilaksanakan pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah peserta. Nilai pretes dan postes dianalisis untuk mengevaluasi prosentase  tingkat pemahaman lansia terhadap materi. Hasil:  Pengamatan  yang dilakukan  sebelum kegiatan,  monitoring dan dokumentasi kesehatan oleh penderita  belum dilakukan secara baik, sehingga perlu adanya sistem dokumentasi yang dapat membantu lansia untuk memonitor kesehatannya.  Berdasarkan hasil evaluasi pretes dan postes,  peserta posyandu lansia memiliki peningkatan pemahaman menjadi “BAIK bahkan “SANGAT BAIK” diikuti peningkatan prosentase nilai pemahaman materi pada materi hipertensi sebanyak 100%, materi diabetes mellitus 27,88%  dan hiperkolesterolemia 80,60%. Kesimpulan : Kegiatan sosialisasi ini mampu memberikan efek positif terhadap pemahaman penyakit degeneratif peserta posyandu lansia.
Pendidikan Kesehatan tentang Penggunaan Antibiotik secara Tepat dan Efektif sebagai Upaya Mengatasi Resistensi Obat Andiarna, Funsu; Hidayati, Irul; Agustina, Eva
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat, bahkan berlebihan dan dalam jangka waktu panjang menyebabkan terjadinya resistensi antibiotik. Dimana resistensi ini akan menyebabkan tidak terhambatnya pertumbuhan bakteri dengan pemberian antibiotik secara sistemik dengan dosis normal. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pendidikan kesehatan tentang pengertian, penggunaan, dan akibat dari pemakaian antibiotik yang tidak bijak. Sasaran kegiatan ini adalah mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya, dimana mahasiswa sering mengeluh beberapa penyakit ringan akibat dari bakteri seperti diare, sakit gigi, wajah berjerawat dan lain-lain. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah dengan dilakukan pretest, sosialisasi dan posttest. Pretest dengan cara mahasiswa target menjawab pertanyaan di google form tentang pengetahuan awal terkait antibiotik; sosialisasi dengan metode pemberian pendidikan kesehatan (penyuluhan), diskusi dan tanya jawab. Selanjutnya dilakukan posttest dengan menjawab pertanyaan di google form sebagai evaluasi keberhasilan kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa hasil pretest pada tingkat pengetahuan rendah sebesar 60,8%, tingkat pengetahuan sedang sebesar 34,2% dan tingkat pengetahuan tinggi sebesar 6%.  Sedangkan pada hasil posttest didapatkan bahwa tingkat pengetahuan rendah sebesar 6,7%, tingkat pengetahuan sedang sebesar 36,6% dan tingkat pengetahuan tinggi sebesar 56,7%. Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat bahwa terdapat perubahan yang signifikan tingkat pengetahuan yang rendah dan tinggi, baik sebelum dan sesudah pendidikan Kesehatan. Hal ini menunjukkan mahasiswa telah memahami penggunaan antibiotik dengan tepat dan efektif.
Penyuluhan Hipertensi, Pengecekan Tekanan Darah, Kadar Gula Dalam Darah, Kolesterol Serta Asam Urat Rahmawati, Erna; Rimasari, Asriya Naro; R. M. Monita, Elvira
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Semakin bertambahnya usia seseorang diikuti semakin banyak penyakit yang diderita lansia salah satunya adalah Hipertensi yang sering disebut dengan tekanan darah tinggi. Dapat dikatakan hipertensi jika tekanan darah sistole seseorang menetap pada 140 mmHg atau lebih,nilai tekanan darah yang dianggap ideal berkisar 115/5 mmHg. Hipertensi akan menjadi masalah yang serius bila tidak ditangani sedini mungkin,bahaya hipertensi bila tidak segera ditangani dengan baik akan menimbulkan penyakit jantung,stroke,gangguan ginjal dan gangguan penglihatan. Penyakit hipertensi sendiri bisa dicegah dengan mengatur pola makan, gaya hidup yang benar, hindari kopi, hindari merokok, hindari minum beralkohol, mengurangi konsumsi garam yang berlebihan olah raga teratur Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada lansia tentang proses hipertensi pada lansia yang ada di desa Wonosari Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan hipertensi dan pengecekan tekanan darah, kadar gula dalam darah, kolesterol serta asam urat. Narasumber dalam kegiatan ini adalah tim dosen Prodi SI Keperawatan dan DIII Kebidanan Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan lansia di desa wonosari kecamatan grogol kabupaten kediri sudah sadar akan pemeriksaan pemeriksaan yang berkaitan dengan hipertensi hal ini terlihat dari skor pre test menunjukan angka 65% dan setelah dilakukan penyuluhan meningkat sebanyak 98%. Kesimpulan: Dari hasil penilaian dapat disimpulkan bahwa penegetahuan lansia di desa wonoasri tentang hipertensi mengalami peningkatan setelah dilakukan penyuluhan.
Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif dan MP-ASI Dalam Upaya Mendukung Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) Oktaviasari, Dianti Ias; Nugraheni, Reny
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka percepatan perbaikan gizi telah diterbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 42 tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi yang diprioritaskan pada Seribu Hari Pertama Kehidupan (Gerakan 1000 HPK). Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi secara Eksklusif yaitu pemberian ASI saja kepada bayi sejak lahir sampai berusia 6 bulan tanpa diberi makanan lain selain ASI dan dilanjutkan menyusui sampai usia 2 (dua) tahun dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sesuai dengan tahapan umur anak. Data di Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Kediri menunjukkan masih rendahnya cakupan ASI Eksklusif dan masih kurangnya kesadaran ibu dalam memberikan tambahan prelactal feeding sebelum usia bayi mencapai 6 bulan dan ketidaktahuan ibu mengenai pemberian MP-ASI. Oleh sebab itu, perlu diberikan informasi mengenai pentingnya ASI Eksklusif dan pemberian MP-ASI. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pentingnya pemberian ASI Eksklusif dan MP ASI. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan metode penyuluhan dan media leaflet dan sticker. Keberhasilan kegiatan ditandai dengan indikator peningkatan pengetahuan yang diukur dari hasil pre test dan post test. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita menjadi menjadi 86%, dan analisis dengan Paired Sample T-Test dengan α = 0,05 menunjukkan p=0,000 yaitu adanya perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu balita sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan. Kesimpulan dari kegiatan Pengabdian Masyarakat menunjukan bahwa kegiatan dapat secara efektif meningkatkan pengetahuan sasaran ibu balita yang datang ke posyandu mengenai pentingnya pemberian ASI Eksklusif, manajemen pemberian ASI pada ibu bekerja dan pemberian MP-ASI pada balita usia diatas 6 bulan. Diharapkan tindak lanjut dari kegiatan ini adalah adanya pendampingan terhadap ibu balita mengenai cara membuat MP-ASI dan pelatihan kader posyandu mengenai ASI Eksklusif dan MP-ASI
Penyuluhan Pengaruh Buruk Penggunaan Gadget pada Anak Setiyarini, Anggraini Dyah; Andarini, Anna Septina
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Masa kanak-kanak adalah masa emas yang tidak dapat terulang kembali, masa sensitif dan berkembangnya seluruh aspek perkembangan anak. Pada proses tersebut, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui, yang didalamnya diperlukan stimulus-stimulus dari lingkungannya untuk mendukung perkembangan secara optimal.  Proses – proses tersebut mulai tergeser ke arah yang berbeda dari sebelumnya, seiringnya dengan berkembangnya zaman yang menyediakan segala bentuk peralatan yang memudahkan anak dalam belajar dan bermain. Salah satu teknologi yang memudahkan anak untuk belajar sekaligus bermain adalah gadget. Dari segi psikologis, masa kanak-kanak adalah masa keemasan dimana anak-anak belajar mengetahui apa yang belum diketahui. Jika masa kanak-kanak sudah tercandu dan terkena dampak negatif oleh gadget, maka perkembangan anakpun akan terhambat khususnya pada segi prestasi. Gadget dapat mengaganggu kesehatan karena efek radiasi dari teknologi sangat berbahaya bagi kesehatan terutama pada anak-anak yang berusia 12 tahun kebawah. Tujuan: untuk memberikan pengetahuan mengenai pengaruh buruk gadget bagi anak. Metode: wawancara, penyuluhan dan Tanya jawab. Hasil: Hasil wawancara dari 38 siswa menyatakan bahwa keseluruhan siswa selama di rumah menggunakan gadget. Sebanyak 52,6 % untuk bermain game, 26,3 % melihat video dan 21 % melihat film kartun yang disukai. Dan lama penggunaan gadget selama 2 jam sebanyak 78,9 % dan tidak lebih dari 1 jam sebanyak 26,6%. Setelah dilakukan tes wawancara, 38 anak mendapakan penyuluhan pengaruh buruk pemberian gadget pada anak. Pemberian penyuluhan ini menyesuaikan dengan pola bahasa yang mudah dipahami anak sesuai dengan usianya. Kesimpulan: Pada tahap akhir dilakukan sesi tanya jawab untuk mengetahui apakah yang disampaikan dipenyuluhan tersebut dapat dipahami anak. Dan didapatkan kesimpulan bahwa materi yang disampaikan terserap dengan baik.

Page 2 of 15 | Total Record : 149