cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 277 Documents
SIKLUS TQM DALAM PENDIDIKAN: PLANNING, DO, CHECK, ACT DALAM DUNIA PENDIDIKAN, PRINSIP KAIZEN PADA TQM Dwisusanti, Rofiqoh; Mukhroji, Mukhroji
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.5381

Abstract

This study aims to analyse the implementation of the Total Quality Management (TQM) cycle in the context of education with a focus on the application of the PDCA (Plan, Do, Check, Act) cycle and the Kaizen principle. Through a descriptive qualitative approach with a literature study method, this study explores how educational institutions can adopt the philosophy of continuous improvement to improve the quality of educational services. The results of the study indicate that the application of the PDCA cycle as the foundation of TQM allows educational institutions to systematically plan, implement, evaluate, and improve the educational process. The Kaizen principle which emphasizes small but continuous improvements has proven effective in building a culture of quality in the educational environment. This study concludes that the integration of PDCA and Kaizen in educational management can improve quality sustainably, provided that there is commitment from all stakeholders, a good documentation system, and a supportive organizational culture. The practical implication of this study is the availability of a TQM implementation framework that can be adapted by various educational institutions according to their respective contexts and needs. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi siklus Total Quality Management (TQM) dalam konteks pendidikan dengan fokus pada penerapan siklus PDCA (Plan, Do, Check, Act) dan prinsip Kaizen. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur, penelitian ini menggali bagaimana lembaga pendidikan dapat mengadopsi filosofi perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan siklus PDCA sebagai fondasi TQM memungkinkan institusi pendidikan untuk secara sistematis merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan memperbaiki proses pendidikan. Prinsip Kaizen yang menekankan perbaikan kecil namun berkelanjutan terbukti efektif dalam membangun budaya mutu di lingkungan pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi PDCA dan Kaizen dalam manajemen pendidikan dapat meningkatkan kualitas secara berkelanjutan, dengan syarat adanya komitmen dari seluruh pemangku kepentingan, sistem dokumentasi yang baik, dan budaya organisasi yang mendukung. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah tersedianya kerangka implementasi TQM yang dapat diadaptasi oleh berbagai lembaga pendidikan sesuai dengan konteks dan kebutuhan masing-masing.
PENERAPAN TEKNOLOGI DALAM MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DIGITAL Ulum, Mambaul; Maunah, Binti; Junaris, Imam
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.5382

Abstract

Digital transformation has had a significant impact on various sectors, including Islamic education. This study is motivated by the urgent need for Islamic educational institutions to improve their quality through the integration of technology in human resource management (HRM). The main focus of this research is to examine how the application of technology can optimize HRM to support the improvement of Islamic education quality in the digital era. This study employs a qualitative approach with a literature review method, collecting and analyzing data from academic sources such as journals, books, and relevant policy documents. The research steps include identifying the problem, reviewing theories on technology-based HRM, analyzing the implementation of technology in Islamic educational institutions, and identifying challenges and opportunities. The findings indicate that the application of information technology—such as online HR management systems, digital training platforms, and data-driven evaluation tools—significantly enhances performance effectiveness, transparency, and professional development of educators. The main conclusion is that technology integration in HRM holds great potential to support the development of high-quality, adaptive, and sustainable Islamic education. This study recommends well-planned and collaborative technology integration as a strategic step to meet the challenges of education in the digital age. ABSTRAKTransformasi digital telah membawa dampak signifikan terhadap berbagai sektor, termasuk bidang pendidikan Islam. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan mendesak lembaga pendidikan Islam untuk meningkatkan kualitasnya melalui pemanfaatan teknologi dalam manajemen sumber daya manusia (SDM). Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji bagaimana penerapan teknologi dapat mengoptimalkan manajemen SDM guna mendukung peningkatan mutu pendidikan Islam di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber ilmiah, seperti jurnal, buku, dan dokumen kebijakan yang relevan. Tahapan penelitian meliputi identifikasi permasalahan, kajian teori tentang manajemen SDM berbasis teknologi, analisis praktik-praktik implementasi teknologi di lembaga pendidikan Islam, serta identifikasi tantangan dan peluang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi informasi, seperti sistem manajemen SDM berbasis daring, platform pelatihan digital, dan alat evaluasi berbasis data, secara signifikan meningkatkan efektivitas kinerja, transparansi, dan profesionalitas tenaga pendidik. Kesimpulan utama menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi dalam manajemen SDM berpotensi besar dalam mendukung terciptanya pendidikan Islam yang berkualitas, adaptif, dan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan integrasi teknologi yang terencana dan kolaboratif sebagai langkah strategis dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital..
PEMBELAJARAN MENULIS DAN EVALUASI DI SEKOLAH SMPN 7 TARAKAN Nursawaliza, Siti; Riyanti, Asih; Awaluddin, Ahmad Rahul; Syahirah, Arni; Wahid, Raka Zulkarnain
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.5383

Abstract

This research examines the implementation and effectiveness of writing learning activities as well as the evaluation system at junior high school 7 Tarakan. By using descriptive-qualitative approach, this study analyzes the methods of teaching writing skills, learning strategies applied by teachers, and evaluation techniques used to measure students' writing ability. Data were obtained through classroom observations, interviews with Indonesian language teachers, and analysis of learning documents. The results showed that collaborative and project-based approaches and writing learning were able to improve students' motivation and writing quality. Meanwhile, the evaluation system that combines formative and summative assessment provides a comprehensive picture of the development of students' writing skills. This study identifies some challenges such as time constraints and the heterogeneity of students' abilities, and provides recommendations for improvement in the form of developing more specific assessment rubrics and utilizing peer feedback to improve the writing learning process at  junior high school 7 Tarakan. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji pelaksanaan dan efektifivitas kegiatan pembelajaran menulis serta sistem evaluasinya di SMPN 7 Tarakan. Dengan menggunakan pendekatan deskritptif-kualitatif, penelitian ini menganalisis metode pengajaran keterampilan menulis, strategi pembelajaran yang di terapkan oleh guru, dan teknik evaluasi yang digunakan untuk mengukur kemampuan menulis siswa. Data diperoleh melalui observasi kelas, wawancara dengan guru Bahasa Indonesia, dan analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendekatan kolaboratif dan berbasis proyek dan pembelajaran menulis mampu meningkatkan motivasi dan kualitas tulisan siswa. Sementara itu, sistem evaluasi yang menggabungkan penilaian formatif dan sumantif memberikan gambaran komperhensif terhadap perkembangan kemampuan menulis siswa. Penelitian ini mengedintifikasikan beberapa tantangan seperti keterbatasan waktu dan hotergenitas kemampuan siswa, serta memberikan rekomendasi perbaikan berupa pengembangan rubrik penilaian yang lebih spesifik dan pemanfaatan umpan balik sejawat untuk meningkatkan proses pembelajaran  menulis di SMPN 7 Tarakan.
KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Nurfaizin, Fikrial; Firdaus, Arif Fakih
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.5384

Abstract

Educators and education personnel (PTK) play a crucial role in the implementation of quality education. To support this strategic role, the Indonesian Government has established various policies, such as Law Number 14 of 2005 concerning Teachers and Lecturers and Government Regulations concerning National Education Standards, which aim to strengthen the professionalism, welfare, and performance of PTK. This study aims to examine the form and substance of government policies regarding PTK, evaluate their implementation in the field, and analyze supporting and inhibiting factors in their implementation. Through a qualitative approach, this study found that although the policy has had a positive impact on improving the quality of education, various challenges such as uneven distribution of teachers, limited training, and resistance to change are still significant obstacles. Supporting factors such as routine training, utilization of technology, and principal supervision have proven to be able to strengthen the effectiveness of policy implementation. Therefore, continuous evaluation, cross-sector synergy, and policy adjustments are needed so that the goal of improving the quality of national education can be achieved evenly and sustainably. ABSTRAKPendidik dan tenaga kependidikan (PTK) memegang peranan krusial dalam penyelenggaraan pendidikan berkualitas. Untuk mendukung peran strategis ini, Pemerintah Indonesia telah menetapkan berbagai kebijakan, seperti Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Peraturan Pemerintah terkait Standar Nasional Pendidikan, yang bertujuan memperkuat profesionalisme, kesejahteraan, dan kinerja PTK. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan substansi kebijakan pemerintah mengenai PTK, mengevaluasi implementasinya di lapangan, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Melalui pendekatan kualitatif, studi ini menemukan bahwa meskipun kebijakan telah membawa dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan, berbagai tantangan seperti distribusi guru yang tidak merata, keterbatasan pelatihan, dan resistensi terhadap perubahan masih menjadi hambatan signifikan. Faktor-faktor pendukung seperti pelatihan rutin, pemanfaatan teknologi, dan supervisi kepala sekolah terbukti mampu memperkuat efektivitas implementasi kebijakan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi berkelanjutan, sinergi lintas sektor, serta penyesuaian kebijakan agar tujuan peningkatan mutu pendidikan nasional dapat tercapai secara merata dan berkelanjutan.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI SMA NEGERI 1 MENTAYA HILIR UTARA Sanjaya, Adi; Fahmi, Fahmi; Sapuadi, Sapuadi
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.5385

Abstract

The principal has a very important role in improving the professional competence of teachers. So the role of the principal is very much needed to help teachers become professional teachers in teaching to create superior schools and produce quality students in accordance with the school's vision and mission. This study aims to examine how the principal's planning and implementation in improving the professional competence of teachers at SMA Negeri 1 Mentaya Hilir Utara. This study uses descriptive qualitative research. The data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The informants in this study were the principal and vice principal of SMA Negeri 1 Mentaya Hilir Utara. The results of this study explain the role of the principal in improving the professional competence of teachers, especially in the planning and implementation of strategies carried out by the principal through the creation of work program plans, academic supervision and creating KOMBEL (study group) work programs for teachers so that they can improve the professional competence of teachers ABSTRAKKepala sekolah memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kompetensi professional guru. Sehingga peran kepala sekolah sanggat dibutuhkan untuk membantu para guru agar menjadi guru yang professional dalam mengajar untuk menciptakan sekolah yang unggul dan menghasilkan siswa yang berkualitas sesuai dengan visi misi sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk  mengkaji tentang bagaiamana perencanaan dan pelaksanaan  kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi professional guru di SMA Negeri  1 Mentaya Hilir Utara. Penelitan ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah  observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun yang menjai informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan wakil kepala sekolah  SMA Negeri  1 Mentaya Hilir Utara. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang pera kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi professional guru terkhusus pada perencanaan dan pelaksanaan strategi yang dilkukan oleh kepala sekolah melalui pembuatan perencanaan program kerja, suvervisi akademis dan membuat program kerja KOMBEL (kelompok belajar) untuk para guru sehingga dapat meningkatkan kompetensi professional guru.
MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN ISLAM DI MI BAITUR RAHIM BALIKPAPAN Sukron, Mahmad; Anam , Saeful
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.5573

Abstract

Madrasah Ibtidaiyah Plus Tahfidz Ma'arif Baitur Rahim is a tahfidz-based private school in Sepinggan Baru Village, South Balikpapan District, Balikpapan Regency, East Kalimantan Province, led by Mrs. Waqi'ah, S.Pd. Every day before the KBM starts, students perform Dhuha prayers together and continue Muroja'ah and add memorization in their respective classes. For the efforts and management carried out by Mrs. Waqi'ah, S.Pd as the head of the madrasa can make Madrasah Ibtidaiyah Plus Tahfidz Ma'arif Baitur Rahim a quality madrasah in Balikpapan. The problem in this research is how is the planning of Madrasah Principal to improve the quality of Islamic education in Madrasah Ibtidaiyah Plus Tahfidz Ma'arif Baitur Rahim, how is the implementation of Madrasah Principal to improve the quality of Islamic education in Madrasah Ibtidaiyah Plus Tahfidz Ma'arif Baitur Rahim, how is the implementation of evaluation of Madrasah Principal to improve the quality of Islamic education in Madrasah Ibtidaiyah Plus Tahfidz Ma'arif Baitur Rahim. The approach used in this research is a qualitative descriptive approach, by taking data in the field through observation, interviews, and documentation related to the research subject. This data is then analyzed by referring to the existing theory. Therefore, the research process is expected to produce descriptive data in the form of written or oral data from Madrasah Ibtidaiyah Plus Tahfidz Ma'arif Baitur Rahim. And the purpose of this research is to explain and analyze the management used by the head of Madrasaah to improve the quality of Islamic education in Madrasah Ibtidaiyah Plus Tahfidz Ma'arif Baitur Rahim. This management starts with planning, implementation, and evaluation. The results showed that there are several factors in the formation of the quality of Islamic education in Madrasah Ibtidaiyah Plus Tahfidz Ma'arif Baitur Rahim, namely: curriculum management, personnel management, student management, facilities and infrastructure management, financial management, and public relations management. At the implementation stage it has been carried out very well but there are various inhibiting factors and various supporting factors. However, with the managerial efforts of the head of Madrasah Ibtidaiyah Plus Tahfidz Ma'arif Baitur Rahim who has carried out the evaluation stages of both curriculum, infrastructure and personnel. The Head of Madrasah has done well because the evaluation is not only done alone, the Head of Madrasah also involves all educators and staff in Madrasah Ibtidaiyah Plus Tahfidz Ma'arif Baitur Rahim in the implementation of the evaluation. ABSTRAK Madrasah Ibtidaiyah Plus Tahfidz Ma'arif Baitur Rahim adalah sekolah swasta yang berbasis tahfidz yang ada di Desa Sepinggan Baru Kecamatan Balikpapan Selatan Kabupaten Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur, yang dipimpin oleh Ibu Waqi'ah, S.Pd. Atas usaha dan manajemen yang dilakukan oleh Ibu Waqi'ah, S.Pd selaku kepala madrasah bisa menjadikan Madrasah Ibtidaiyah Plus Tahfidz Ma'arif Baitur Rahim yang bermutu di Balikpapan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menganalisis manajemen yang digunakan oleh kepala Madrasah untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Madrasah Ibtidaiyah Plus Tahfidz Ma’arif Baitur Rahim. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan mengambil data di lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang berkaitan dengan subjek penelitian. Data ini kemudian dianalisis dengan mengacu pada teori yang ada. Manajemen ini dimulai dengan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor dalam pembentukan mutu pendidikan Islam di Madrasah Ibtidaiyah Plus Tahfidz Ma’arif Baitur Rahim yaitu: Manajemen kurikulum, Manajemen personalia, Manajemen kesiswaan, Manajemen sarana dan prasarana, Manajemen keuangan, dan Manajemen humas. Pada tahap pelaksanaannya sudah dilaksanakan dengan sangat baik akan tetapi ada berbagai faktor penghambat dan berbagai faktor pendukung. Namun, dengan usaha manajerial dari kepala Madrasah Ibtidaiyah Plus Tahfidz Ma’arif Baitur Rahim yang telah melakukan tahapan evaluasi baik kurikulum, sarana prasarana, dan personalia. Kepala Madrasah sudah melakukan dengan baik karena evaluasi tidak hanya dilakukan sendiri, Kepala Madrasah juga melibatkan semua tenaga pendidik dan staf yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Plus Tahfidz Ma’arif Baitur Rahim pada pelaksanaan evaluasi.
BUDAYA ORGANISASI YAYASAN PENDIDIKAN: KAJIAN DIAGNOSTIK DALAM KONTEKS ORGANISASI PENDIDIKAN Rafidatuddini, Ishmah; Izzati, Umi Anugerah
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.5744

Abstract

This study explores the organizational culture within an educational foundation through a preliminary diagnostic approach. Data were collected through semi-structured interviews with two key stakeholders: a teacher and a curriculum staff member. Thematic analysis revealed a strong internal culture characterized by openness to innovation, structured evaluations, collaborative decision-making, and a supportive environment that values both personal and professional well-being. The foundation also emphasizes process over mere results, fostering a culture of continuous learning and teamwork. However, the findings highlight a limitation in external adaptability, particularly in addressing the challenges posed by international education standards. This suggests a need for strategic development in aligning the organization’s mission with a more globally responsive outlook. Overall, the study concludes that while the foundation’s internal organizational culture is solid and cohesive, enhancing its adaptability and outward engagement is vital for sustained effectiveness and long-term growth in a competitive educational landscape. ABSTRAKPenelitian ini mengeksplorasi budaya organisasi dalam sebuah yayasan pendidikan melalui pendekatan diagnostik awal. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan dua pemangku kepentingan utama, yaitu seorang guru dan staf kurikulum. Analisis tematik menunjukkan adanya budaya internal yang kuat, ditandai dengan keterbukaan terhadap inovasi, evaluasi yang terstruktur, pengambilan keputusan secara kolaboratif, serta lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan pribadi dan profesional. Yayasan juga menekankan pentingnya proses daripada sekadar hasil akhir, mendorong terciptanya budaya pembelajaran berkelanjutan dan kerja sama tim. Namun, temuan juga mengungkapkan keterbatasan dalam hal adaptabilitas eksternal, khususnya dalam merespons tantangan dari standar pendidikan internasional. Hal ini menunjukkan perlunya pengembangan strategis dalam menyelaraskan misi organisasi dengan perspektif global yang lebih responsif. Secara keseluruhan, studi ini menyimpulkan bahwa meskipun budaya organisasi internal yayasan tergolong solid dan kohesif, peningkatan adaptabilitas dan keterlibatan eksternal sangat penting untuk menjaga efektivitas serta pertumbuhan jangka panjang dalam lanskap pendidikan yang kompetitif.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF KH. HASYIM ASY’ARI UNTUK MEMBANGUN GENERASI BERAKHLAK Jamil, Sukron; Dewi, Eva; Sutarmo, Sutarmo
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.5745

Abstract

This article aims to explore the educational thought of KH. Hasyim Asy’ari and its relevance in shaping a morally upright generation in the modern era. This study employs a descriptive qualitative method through a literature review of Adabul ‘Alim wal Muta’allim as the primary source, supplemented by relevant journals and books. The findings reveal that KH. Hasyim Asy’ari views education as a means of holistic human development encompassing intellect, heart, and action. He emphasizes the significance of manners (adab) and ethics (akhlaq) in the pursuit of knowledge, the integration of religious and secular sciences, and the role of teachers as spiritual educators rather than mere transmitters of knowledge. In the modern context, his educational thought remains highly relevant as a holistic educational model capable of addressing the challenges of globalization and moral decline. The values he promoted have been implemented in Islamic boarding schools (pesantren) and formal Islamic educational institutions, particularly through the integration of the national curriculum with pesantren-based character education. Therefore, his ideas serve as an inspiration for the development of an intellectually excellent and spiritually dignified Islamic education system in Indonesia.. ABSTRAKArtikel ini bertujuan untuk mengulas pemikiran pendidikan Islam perspektif KH. Hasyim Asy’ari dan relevansinya dalam membentuk generasi berakhlak di era modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan terhadap kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim sebagai sumber utama, serta literatur-literatur pendukung dari jurnal dan buku terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa KH. Hasyim Asy’ari memandang pendidikan sebagai sarana pembentukan manusia seutuhnya yang mencakup aspek akal, hati, dan amal. Ia menekankan pentingnya adab dan akhlak dalam proses menuntut ilmu, integrasi antara ilmu agama dan umum, serta peran guru sebagai pendidik spiritual, bukan sekadar pengajar. Dalam konteks modern, pemikiran KH. Hasyim Asy’ari tetap relevan sebagai model pendidikan holistik yang mampu menjawab tantangan globalisasi dan krisis moral. Nilai-nilai yang beliau gagas telah diimplementasikan dalam sistem pesantren dan lembaga pendidikan Islam formal, khususnya melalui integrasi kurikulum nasional dengan pendidikan karakter berbasis pesantren. Dengan demikian, pemikiran beliau dapat dijadikan inspirasi dalam pengembangan sistem pendidikan Islam Indonesia yang unggul secara intelektual dan bermartabat secara spiritual.
KARAKTER GURU DALAM IMPLEMENTASI MERDEKA BELAJAR DI MTS LABORATORIUM UIN SUMATERA UTARA Sayyidah, Nayyara Parsa; Azkiyah, Nurul; Khairani, Elma; Siregar, Hestiyani
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.5746

Abstract

This research investigates the implementation of teacher character within the Freedom to Learn (Independent Learning) concept, focusing on the perceptions of both teachers and students at MTs Laboratorium UIN Sumatera Utara. The teacher characteristics examined include responsibility, discipline, exemplary conduct, empathy, curriculum adaptability, and moral commitment, all deemed essential for successful teaching and learning processes. The Freedom to Learn concept aims to provide freedom in determining innovative and student-centered learning methods, yet its success fundamentally relies on the teacher's character and professionalism. This curriculum demands that teachers create a pleasant and participatory learning environment, with flexibility in assessment and the use of diverse learning resources. Challenges in implementing Freedom to Learn are identified, encompassing teacher human resource readiness, infrastructural limitations, and shifts in educational paradigms. Therefore, this study also identifies sustainable development strategies for teachers, with the aspiration that holistic teacher character development can optimize Freedom to Learn and foster students' full potential. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji implementasi karakter guru dalam konsep Merdeka Belajar yang berfokus pada persepsi guru dan siswa di MTs Laboratorium UIN Sumatera Utara. Karakter guru yang diteliti meliputi tanggung jawab, kedisiplinan, keteladanan, empati, kemampuan adaptasi kurikulum dan komitmen moral yang esensial untuk keberhasilan proses belajar mengajar. Konsep Merdeka Belajar bertujuan memberikan kebebasan dalam menentukan metode pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada peserta didik, namun keberhasilannya sangat bergantung pada karakter dan profesionalitas guru. Kurikulum ini menuntut guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, partisipatif, serta fleksibilitas dalam penilaian dan penggunaan sumber belajar. Tantangan dalam implementasi Merdeka Belajar diidentifikasi mencakup kesiapan sumber daya manusia, guru, keterbatasan infrastruktur, dan perubahan paradigma. Oleh karena itu, penelitian ini juga mengidentifikasi strategi pengembangan berkelanjutan bagi guru, dengan harapan pengembangan karakter guru yang holistik dapat mendukung optimalisasi Merdeka Belajar dan pengembangan potensi peserta didik.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI ERA DIGITAL Setyowati, Erni; Karomah, Uli; Hidayat, Rahmat; Jannah, Siti Roudhotul
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.5747

Abstract

The digital era presents both challenges and opportunities for Islamic Religious Education (PAI) as students easily access information that is not always positive, necessitating PAI teachers to guide them in self-directed learning and moral development. This research examines the role of PAI teachers in fostering self-directed learning and character in students during the digital age, focusing on the integration of Abuddin Nata's Theory of Educational Communication and Malcolm Knowles' Theory of Self-Directed Learning. The research method employed is a qualitative library study with descriptive analytical analysis, detailing and illustrating existing data from literature. The findings indicate that PAI teachers must act as facilitators, educators, mentors, instructors, and motivators, applying preventive, repressive, and curative approaches to moral development. The integration of these two theories enables PAI teachers to cultivate students who are not only intellectually bright but also possess strong character and noble morals amidst the influx of digital information. Thus, this study concludes that the holistic role of PAI teachers is crucial in producing a generation that is independent and grounded in Islamic values. ABSTRAKEra digital menghadirkan tantangan dan peluang bagi Pendidikan Agama Islam (PAI) karena siswa mudah mengakses informasi yang tidak selalu positif, sehingga guru PAI perlu membimbing mereka dalam belajar mandiri dan menjaga akhlak. Penelitian ini mengkaji peran guru PAI dalam membentuk kemandirian belajar dan akhlak siswa di era digital, dengan fokus pada integrasi Teori Komunikasi Edukatif Abuddin Nata dan Teori Kemandirian Belajar Malcolm Knowles. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) kualitatif dengan analisis deskriptif analitis, yang mendeskripsikan dan menggambarkan data secara rinci dari literatur yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI harus berperan sebagai fasilitator, pendidik, pembimbing, pengajar, dan motivator, serta menerapkan pendekatan preventif, represif, dan kuratif untuk membina akhlak. Integrasi kedua teori ini memungkinkan guru PAI untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan berakhlak mulia di tengah arus informasi digital. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa peran holistik guru PAI sangat krusial dalam mencetak generasi yang mandiri dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.