cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 277 Documents
EVALUASI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN E-LEARNING DI SEKOLAH LUAR BIASA Susanti, Try; Tristianingrum, Indah; Permata, Aldes Cyntia; Naldianti, Dila
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.5820

Abstract

ABSTRACT The digital transformation in education demands adaptive and visionary school leadership, particularly in Special Needs Schools (SLB), which require specialized learning approaches. In this context, the transformational leadership of school principals plays a crucial role in promoting inclusive and sustainable e-learning development. This study aims to evaluate the transformational leadership of the principal in developing e-learning at SLB Prof. Dr. Sri Soedewi in Jambi City, specifically in relation to improving teacher performance and the effectiveness of digital learning implementation. The method used is a literature study by analyzing various relevant scientific references. The stages of analysis include collecting relevant sources based on specific keywords, categorizing literature according to the research questions, conducting content analysis on concepts and findings, and drawing conclusions through interpretation and synthesis of literature related to transformational leadership and e-learning development in SLB. The findings show that the transformational leadership of school principals significantly contributes to the development of e-learning in SLB, particularly through enhancing teacher motivation, articulating a clear vision for digitalization, and fostering a collaborative culture that supports innovation. The results also indicate that principals who apply the four dimensions of transformational leadership—idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration—are able to improve teachers' readiness to integrate technology and to build an inclusive and sustainable digital learning ecosystem. Transformational leadership thus plays a strategic role in developing e-learning in SLB by reinforcing teacher motivation, conveying a digital vision, and creating an inclusive and adaptive learning environment. ABSTRAK Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut kepemimpinan sekolah yang adaptif dan visioner, khususnya di Sekolah Luar Biasa (SLB) yang memiliki kebutuhan pembelajaran khusus. Dalam konteks ini, kepemimpinan transformasional kepala sekolah berperan penting dalam mendorong pengembangan e-learning yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam mengembangkan e-learning di Sekolah Luar Biasa (SLB) Prof. Dr. Sri Soedewi Kota Jambi, khususnya dalam kaitannya dengan peningkatan kinerja guru dan efektivitas implementasi pembelajaran digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai referensi ilmiah yang relevan. ahapan analisis meliputi pengumpulan referensi relevan berdasarkan kata kunci spesifik, pengelompokan literatur sesuai rumusan masalah, analisis isi terhadap konsep dan temuan, serta penarikan kesimpulan melalui interpretasi dan sintesis literatur terkait kepemimpinan transformasional dan pengembangan e-learning di SLB. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah berkontribusi signifikan terhadap pengembangan e-learning di SLB, terutama melalui penguatan motivasi guru, penyampaian visi digitalisasi, dan penciptaan budaya kolaboratif yang mendukung inovasi. Temuan juga mengindikasikan bahwa kepala sekolah yang menerapkan empat dimensi kepemimpinan transformasional—pengaruh ideal, motivasi inspiratif, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual—mampu meningkatkan kesiapan guru dalam mengintegrasikan teknologi serta membangun ekosistem pembelajaran digital yang inklusif dan berkelanjutan. Kepemimpinan transformasional kepala sekolah berperan strategis dalam mengembangkan e-learning di Sekolah Luar Biasa (SLB) melalui penguatan motivasi guru, penyampaian visi digital, dan penciptaan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan adaptif terhadap teknologi.
TEKNIK PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN BERBASIS INTERVENSI DAN KELOMPOK Rambe, Mahadi Kesuma; Rudianto, Rudianto; Gunawan, Gunawan; Harahap, Amin
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6147

Abstract

ABSTRACT The main focus lies on the effectiveness of individual approaches such as coaching, mentoring, and self-leadership training, as well as group approaches through team training, reflective discussions, and collaborative learning. Individual interventions help shape the personal dimensions of leadership, including self-awareness, value orientation, and reflective decision-making, while also strengthening character and internal motivation. Meanwhile, group interventions enhance the social aspects of leadership, such as communication, teamwork, and conflict resolution, consistently improving collective skills and interpersonal sensitivity. This study is a literature review aimed at analyzing leadership development techniques based on individual and group interventions using Indonesian journal and scholarly article sources. The method employed is a library study with a descriptive-qualitative approach. The stages include topic selection, identification and collection of literature from accredited sources, and thematic content analysis to categorize types of interventions and their impacts on leadership development. A total of 20 sources were examined in this study. The results indicate that a combination of individual and group interventions has the potential to develop leaders who are adaptive, reflective, and responsive to workplace dynamics. An integrated approach is recommended as a practical and sustainable leadership development strategy across sectors. These findings provide both theoretical and practical foundations for institutions in designing context-based and evidence-based leadership programs. The study also opens opportunities for further empirical research to evaluate the effectiveness of intervention models in real-world settings. ABSTRAK Fokus utama terletak pada efektivitas pendekatan individual seperti coaching, mentoring, dan pelatihan self-leadership, serta pendekatan kelompok melalui pelatihan tim, diskusi reflektif, dan pembelajaran kolaboratif. Intervensi individual membentuk aspek personal pemimpin, seperti kesadaran diri, orientasi nilai, dan pengambilan keputusan reflektif, serta memperkuat karakter dan motivasi internal. Sementara itu, intervensi kelompok mengembangkan aspek sosial kepemimpinan, termasuk komunikasi, kerja sama tim, dan resolusi konflik, dengan hasil yang konsisten dalam meningkatkan kemampuan kolektif dan sensitivitas interpersonal. Penelitian ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk menganalisis teknik pengembangan kepemimpinan berbasis intervensi individual dan kelompok dengan menggunakan sumber-sumber jurnal dan artikel ilmiah Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Tahapannya meliputi penentuan topik, identifikasi dan pengumpulan literatur dari sumber terakreditasi, serta analisis isi tematik untuk mengelompokkan jenis intervensi dan dampaknya terhadap pengembangan kepemimpinan. Sebanyak 20 sumber digunakan dalam kajian ini. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa kombinasi intervensi individual dan kelompok berpotensi membentuk pemimpin yang adaptif, reflektif, dan responsif terhadap dinamika kerja. Pendekatan terpadu direkomendasikan sebagai strategi pengembangan kepemimpinan yang aplikatif dan berkelanjutan di berbagai sektor. Temuan ini memberikan dasar teoretis dan praktis bagi institusi dalam merancang program kepemimpinan berbasis konteks dan bukti. Kajian ini juga mendorong penelitian lanjutan yang bersifat empiris untuk menguji efektivitas model intervensi di lapangan.
STRATEGI PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN PENDIDIKAN BERBASIS KINERJA: KAJIAN LITERATUR TENTANG EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PENGGUNAAN DANA PENDIDIKAN Aulia, Rosa Putri; Suhardi, Muhamad; Sulistiawati, Nonik; Angrani, Ji’sui; Aprilian, Indah Dwi; Solihin, Muhammad
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6394

Abstract

ABSTRACT This study aims to explore performance-based planning and budgeting strategies in education, as well as to review the effectiveness and efficiency of education funding. The main issue addressed is the need for a budgeting system that can promote accountability, transparency, and the achievement of optimal educational outcomes. The method used in this research is a literature study, by collecting data from various academic sources such as books, scientific journals, and articles discussing performance-based budgeting approaches in the education sector. The findings indicate that this approach has the potential to improve the accuracy of resource allocation and educational outcomes through measurable performance indicators. However, the implementation of performance-based budgeting still faces several challenges, including limited institutional capacity, low quality and availability of data, and weak policy commitment. To overcome these obstacles, it is necessary to strengthen the monitoring and evaluation system continuously, as well as to enhance human resource capacity through training and technical assistance for stakeholders. This study concludes that the success of performance-based budgeting largely depends on the synergy between strategic planning, consistent policy support, and a results-oriented work culture. Therefore, the development of a performance-based education budgeting system is a strategic step in promoting improved quality and accountability in the management of education funding in Indonesia. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi perencanaan dan penganggaran pendidikan berbasis kinerja, sekaligus meninjau efektivitas dan efisiensi penggunaan dana pendidikan. Permasalahan utama yang diangkat adalah kebutuhan akan sistem penganggaran yang mampu mendorong akuntabilitas, transparansi, serta pencapaian hasil pendidikan yang optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber akademik seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel yang membahas pendekatan penganggaran berbasis kinerja dalam sektor pendidikan. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan ini berpotensi meningkatkan ketepatan alokasi sumber daya dan hasil pendidikan melalui indikator kinerja yang terukur. Namun, implementasi penganggaran berbasis kinerja masih dihadapkan pada berbagai tantangan, antara lain keterbatasan kapasitas kelembagaan, rendahnya kualitas dan ketersediaan data, serta lemahnya komitmen kebijakan. Untuk mengatasi kendala tersebut, diperlukan penguatan sistem monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan teknis kepada para pemangku kepentingan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penganggaran berbasis kinerja sangat bergantung pada sinergi antara perencanaan yang strategis, dukungan kebijakan yang konsisten, dan budaya kerja yang berorientasi pada hasil. Dengan demikian, pengembangan sistem penganggaran pendidikan yang berbasis kinerja menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan mutu dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan di Indonesia.
PERAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM BUDAYA ORGANISASI DAN KOMITMEN PERANGKAT: STUDI PADA KANTOR DESA KABUPATEN TULUNGAGUNG Cahyoadi, Bayu; Amalia, Rika
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6449

Abstract

This study aims to analyze the role of transformational leadership of village heads in shaping organizational culture and enhancing staff commitment in Tulungagung Regency. The research employed a qualitative approach using Miles and Huberman’s interactive analysis model, with data collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation. The results indicate that transformational leadership has a positive influence on both organizational culture and staff commitment, particularly in the aspects of inspirational motivation and a collaborative work environment. However, the dimensions of high-performance expectations and result orientation have not yet been optimally developed. Organizational culture has a direct influence on commitment, although its role as a mediating variable is not yet fully realized or maximized. The commitment of village officials tends to be normative and is based on compliance with existing work structures. In conclusion, transformational leadership that is not only charismatic but also strategic in setting performance targets and fostering a result-oriented work culture is essential for improving the effectiveness of village governance, particularly in the Tulungagung Regency. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan transformasional kepala desa dalam membentuk budaya organisasi dan meningkatkan komitmen perangkat di Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model analisis interaktif Miles dan Huberman, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif terhadap budaya organisasi dan komitmen perangkat, khususnya dalam aspek motivasi inspirasional dan lingkungan kerja yang kolaboratif. Namun, dimensi harapan kinerja tinggi dan orientasi hasil masih belum berkembang secara optimal. Budaya organisasi memiliki pengaruh langsung terhadap komitmen, meskipun perannya sebagai variabel mediasi belum sepenuhnya terwujud atau maksimal. Komitmen perangkat desa cenderung bersifat normatif dan didasarkan pada kepatuhan terhadap struktur kerja yang ada. Kesimpulannya, kepemimpinan transformasional yang tidak hanya karismatik, tetapi juga strategis dalam menetapkan target kinerja dan membangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil sangat penting untuk meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan desa khususnya pada wilayah Kabupaten Tulungagung.
ANALISIS MANAJEMEN STRATEGIK DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM SEKOLAH CENDEKIA BAZNAS Purwakananta, Mohamad Arifin; Subagyo, Ahmad; Sofian, Muhammad
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6451

Abstract

This research is motivated by the importance of strategic management for Islamic educational institutions to be adaptable and competitive. The unique educational model is studied as a case study of Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB). The primary focus of this research is to analyze the implementation of strategic management at SCB, identifying the strengths, weaknesses, and challenges faced in implementing an educational strategy that integrates Islamic values, nationalism, and technology. Using a descriptive qualitative approach, this research collected data through interviews, observations, and document analysis, which were then analyzed using a SWOT framework to map the institution's strategic position. Key findings indicate that SCB's strengths lie in its clear vision, the integration of zakat and nationalism values into the curriculum, and IT-based learning innovations. However, the institution also faces significant weaknesses, such as limited qualified human resources (HR), inadequate technological infrastructure, minimal external collaboration, and suboptimal brand awareness. In conclusion, although SCB has successfully laid a strong foundation for strategic management, increasing its effectiveness and competitiveness requires serious attention to sustainable HR development, strengthening its infrastructure, expanding its collaborative network, and developing a more effective marketing strategy. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya manajemen strategik bagi lembaga pendidikan Islam untuk dapat beradaptasi dan berdaya saing, dengan studi kasus pada Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) sebagai model pendidikan yang unik. Fokus utama penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi manajemen strategik di SCB, mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, serta tantangan yang dihadapi dalam menjalankan strategi pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam, kebangsaan, dan teknologi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, langkah penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, yang kemudian dianalisis dengan kerangka SWOT untuk memetakan posisi strategis lembaga. Temuan utama menunjukkan bahwa kekuatan SCB terletak pada visi yang jelas, integrasi nilai zakat dan kebangsaan dalam kurikulum, serta inovasi pembelajaran berbasis IT. Namun, lembaga ini juga menghadapi kelemahan signifikan, seperti keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, infrastruktur teknologi yang belum memadai, minimnya kolaborasi eksternal, dan brand awareness yang kurang optimal. Kesimpulannya, meskipun SCB telah berhasil meletakkan fondasi manajemen strategik yang kuat, peningkatan efektivitas dan daya saingnya menuntut perhatian serius pada pengembangan SDM secara berkelanjutan, penguatan infrastruktur, perluasan jejaring kolaborasi, serta strategi pemasaran yang lebih efektif.
ANALISIS KEPUTUSAN KEPALA PKBM DALAM MENENTUKAN MODEL PEMBELAJARAN UNTUK MENGATASI LEARNING LOSS (STUDI DI PKBM QIYYA SENTOSA) Fitriani, Seni; Yuningsih, Yuyun; Wasliman, Eva Dianawati; Wasliman, Iim
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6452

Abstract

Learning loss is a major challenge for non-formal education in the post-pandemic era, especially in PKBM serving learners from low socioeconomic backgrounds with limited facilities and minimal family support. This study aims to analyze the decision-making process of the Head of PKBM Qiyya Sentosa in determining effective learning models to overcome learning loss. The research used a qualitative approach with a case study design, involving in-depth interviews, participatory observation, document studies, and FGD. The results show that the Head of PKBM identifies learning loss through achievement and attendance evaluation, then formulates alternative solutions such as blended and project-based learning. Decision-making is carried out in consultation with the team and stakeholders before implementation. The blended project-based learning model has proven to improve student motivation, engagement, and achievement, although challenges remain in digital access and student time constraints. The study concludes the importance of adaptive leadership, data-driven decisions, and community collaboration in developing effective learning models in PKBM. These findings can serve as a reference for other PKBM and policymakers in strategies to address learning loss. ABSTRAKLearning loss menjadi tantangan utama pendidikan non-formal pada masa pascapandemi COVID-19, terutama di PKBM yang melayani peserta didik dari latar belakang sosial ekonomi rendah dengan keterbatasan sarana dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengambilan keputusan Kepala PKBM Qiyya Sentosa dalam menentukan model pembelajaran yang efektif guna mengatasi learning loss. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, studi dokumentasi, dan FGD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala PKBM melakukan identifikasi learning loss melalui evaluasi capaian belajar dan absensi, kemudian merumuskan solusi alternatif seperti blended learning dan project-based learning. Pengambilan keputusan dilakukan secara musyawarah bersama tim dan stakeholder sebelum implementasi. Implementasi blended project-based learning terbukti meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan capaian belajar peserta didik, meskipun masih dihadapkan pada kendala keterbatasan perangkat digital dan waktu luang peserta didik. Simpulan menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif, pengambilan keputusan berbasis data, serta kolaborasi komunitas dalam mengembangkan model pembelajaran efektif di PKBM. Temuan ini dapat menjadi referensi bagi PKBM lain dan pemangku kebijakan dalam strategi penanggulangan learning loss.
PEMBELAJARAN DIFERENSIASI SEBAGAI PILAR IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Rosfiani, Okta; Saidah, Rafika Kauna; Itsnaini, Muhammad Fahmi; Rifaldi, Rafly Purnama; Firliansyah, Farhan
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6453

Abstract

This qualitative study aims to examine the function of differentiated learning as the basis for implementing The autonomous curriculum in relation to accommodating the diversity of student needs. This research is motivated by the urgency of implementing The Self-Sustained Curriculum which emphasizes flexibility and independence in learning, where differentiation is a key strategy to realize the principle of "teaching according to student abilities". Data was gathered using classroom observations, document analysis and in-depth interviews with principals and instructors (RPP, teaching modules, diagnostic assessments) at Madrasah As Sa'adah, PAI teachers and 4 students. Utilizing the Miles-Huberman method for data analysis interactive model with thematic coding. The research findings reveal: 1) differentiated learning is the main pillar in realizing the essence of the Independent Curriculum through adjusting learning environments, procedures, goods, and content according to student profiles; 2) differentiation increases active participation and intrinsic motivation of students with interest-based tasks and personal scaffolding; supporting factors include ongoing teacher training and collaboration of teaching teams, while the main challenges are administrative burdens and gaps in pedagogical understanding. The conclusion states that differentiated learning is not just an additional strategy, but the core of the operationalization of the Independent Curriculum to achieve holistic educational goals. The study recommends strengthening teachers' capacity in differentiation design and simplifying their support systems. ABSTRAKPenelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengkaji peran pembelajaran diferensiasi sebagai landasan implementasi Kurikulum Merdeka dalam konteks mengakomodasi keberagaman kebutuhan siswa. Kajian ini dilatarbelakangi oleh urgensi implementasi Kurikulum Merdeka yang menitikberatkan pada fleksibilitas dan kemandirian belajar, di mana diferensiasi menjadi strategi kunci untuk mewujudkan prinsip “mengajar sesuai kemampuan siswa”. Data dikumpulkan melalui observasi kelas dan wawancara menyeluruh dengan guru dan kepala sekolah. serta analisis dokumen (RPP, modul ajar, asesmen diagnostik) di Madrasah As Sa'adah, Guru PAI dan Siswa 4 orang. Model interaktif yang diciptakan oleh Miles-Huberman digunakan untuk melakukan analisis data dengan koding tematik. Temuan penelitian mengungkap: 1) pembelajaran diferensiasi menjadi pilar utama dalam mewujudkan hakikat Kurikulum Merdeka melalui modifikasi konten, prosedur, produk, dan lingkungan belajar berdasarkan profil siswa; 2) diferensiasi meningkatkan partisipasi aktif dan motivasi alami siswa untuk tugas berbasis minat dan perancah pribadi; faktor pendukung meliputi pelatihan guru yang berkelanjutan dan kolaborasi tim pengajar, sedangkan tantangan utamanya adalah beban administratif dan kesenjangan pemahaman pedagogis. Kesimpulannya menyatakan bahwa pembelajaran diferensiasi bukan hanya strategi tambahan, tetapi inti dari operasionalisasi Kurikulum Merdeka untuk mencapai tujuan pendidikan holistik. Penelitian merekomendasikan penguatan kapasitas guru dalam desain diferensiasi dan penyederhanaan sistem pendukung mereka.
ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI DALAM PENDIDIKAN ISLAM: MEMBENTUK KARAKTER YANG BERKUALITAS Oktarini, Dinda; Shera, Shera; Aliyah, Aliyah; Ayu, Citra
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6454

Abstract

The formation of quality character in Islamic education requires a solid philosophical foundation to align knowledge with values. This background emphasizes the importance of understanding the basic framework of the philosophy of science. Therefore, the focus of this research is to analyze the integral role of three main branches of philosophy—ontology, epistemology, and axiology—in shaping a comprehensive Islamic education system. As a research step, a library research method was used to collect and analyze data from various scientific literature to synthesize the contributions of each branch of philosophy. The main findings indicate that ontology defines the essence of Islamic education, which is centered on monotheism and the purpose of human creation as servants and caliphs. Epistemology regulates the acquisition of knowledge, which is not only sourced from reason and the senses but also guided by revelation (the Qur'an and Sunnah). Meanwhile, axiology provides a value and ethical dimension, directing the use of knowledge to develop noble character and achieve goodness in this world and the hereafter. In conclusion, the integration of these three branches of philosophy forms a holistic Islamic education system and is crucial for producing a generation that is not only intelligent but also possesses strong character and is able to apply their knowledge responsibly. AbstrakPembentukan karakter berkualitas dalam pendidikan Islam memerlukan landasan filosofis yang kokoh untuk menyelaraskan ilmu dengan nilai. Latar belakang masalah ini mendorong pentingnya pemahaman terhadap kerangka dasar filsafat ilmu. Oleh karena itu, fokus penelitian ini adalah menganalisis peran integral tiga cabang utama filsafat—ontologi, epistemologi, dan aksiologi—dalam membentuk sistem pendidikan Islam yang komprehensif. Sebagai langkah penelitian, metode studi kepustakaan (library research) digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai literatur ilmiah, guna mensintesiskan kontribusi masing-masing cabang filsafat tersebut. Temuan utama menunjukkan bahwa ontologi mendefinisikan hakikat pendidikan Islam yang berpusat pada tauhid dan tujuan penciptaan manusia sebagai hamba dan khalifah. Epistemologi mengatur cara perolehan ilmu yang tidak hanya bersumber dari akal dan indra, tetapi juga berpedoman pada wahyu (Al-Qur’an dan Sunnah). Sementara itu, aksiologi memberikan dimensi nilai dan etika, yang mengarahkan agar ilmu dimanfaatkan untuk membentuk akhlak mulia serta mencapai kebaikan di dunia dan akhirat. Kesimpulannya, integrasi ketiga cabang filsafat ini membentuk sistem pendidikan Islam yang holistik dan sangat penting untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat dan mampu mengamalkan ilmunya secara bertanggung jawab.
LITERATUR REVIEW : ANALISIS KEBUTUHAN DAN MANAJEMEN KELAS MELALUI PENDEKATAN KOLABORATIF Siregar, Julinda; Pramasti, Aliza; Nadirah, Nadirah; Naza, Kasyifatun
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6455

Abstract

Effective classroom management is the primary foundation for creating a conducive learning environment, but challenges such as diverse student characteristics often hinder the achievement of learning objectives. This background encourages the study of more adaptive strategies. This research focuses on needs analysis and classroom management through a collaborative approach as an innovative solution. As the primary research step, a Systematic Literature Review (SLR) method was used, examining 40 relevant scientific articles published between 2019 and 2025. Key findings indicate that a collaborative approach has proven highly effective in managing heterogeneous classes. This approach significantly encourages active student engagement, hones critical thinking skills, and develops social skills through group discussions and problem-solving. Teachers transform from learning centers into responsive facilitators, while students are empowered to construct knowledge independently and collaboratively. In conclusion, a collaborative approach is a superior classroom management strategy for addressing diverse student needs and enhancing learning effectiveness. Its success depends heavily on the teacher's role as a skilled guide to ensure equitable and productive participation from each student. ABSTRAKManajemen kelas yang efektif merupakan fondasi utama untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, namun tantangan berupa keragaman karakteristik siswa seringkali menghambat tercapainya tujuan pembelajaran. Latar belakang ini mendorong kajian terhadap strategi yang lebih adaptif. Penelitian ini berfokus pada analisis kebutuhan dan manajemen kelas melalui pendekatan kolaboratif sebagai salah satu solusi inovatif. Sebagai langkah penelitian utama, digunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah 40 artikel ilmiah relevan yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2025. Temuan utama menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif terbukti sangat efektif dalam mengelola kelas yang heterogen. Pendekatan ini secara signifikan mendorong keterlibatan aktif siswa, mengasah kemampuan berpikir kritis, dan mengembangkan keterampilan sosial melalui diskusi serta pemecahan masalah secara berkelompok. Guru bertransformasi dari pusat pembelajaran menjadi fasilitator yang responsif, sementara siswa diberdayakan untuk membangun pengetahuan secara mandiri dan bersama. Kesimpulannya, pendekatan kolaboratif merupakan strategi manajemen kelas yang unggul untuk menjawab kebutuhan siswa yang beragam dan meningkatkan efektivitas pembelajaran. Keberhasilannya sangat bergantung pada peran guru sebagai pembimbing yang terampil untuk memastikan partisipasi yang merata dan produktif dari setiap siswa.
ANALISIS KEBIJAKAN PENDIDIKAN FULL DAY SCHOOL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK Mustabsyirah, Mustabsyirah; Mardyawati, Mardyawati
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6456

Abstract

This article analyzes the Full Day School (FDS) policy in Indonesia, which is regulated by Permendikbud No. 23/2017, to evaluate its impact on character building in children. The purpose of this study is to identify the supporting and hindering factors in the implementation of FDS and to assess its effectiveness in holistic character development. The method used is a literature review (library research) by analyzing academic sources related to FDS policy, character education, and the Indonesian social context. The research findings reveal the positive impact of FDS in building discipline, responsibility, independence, cooperation, and tolerance through structured activities, collaborative projects, and extracurricular activities. The intensive school environment also minimizes exposure to negative external influences and strengthens the internalization of character values through the integration of religious education, local culture, and literacy. However, significant negative impacts were also identified: the risk of academic burnout due to excessive study time, which reduces children's motivation and creativity; reduced family involvement in instilling moral values; and inadequate infrastructure (insufficient facilities) and teacher competence (lack of training in character education methods). Although FDS has the potential to shape children's character, its success depends on strategic interventions: (1) context-based implementation reform (differentiated policies for urban/rural areas); (2) strengthening teacher capacity and integrated curriculum; (3) tripartite synergy between schools, families, and communities; and (4) ensuring children's psychological well-being. Without this multidimensional approach, FDS risks failing educational disparities and failing to achieve the goal of holistic character development. ABSTRAKKebijakan Full Day School (FDS) di Indonesia yang diatur melalui Permendikbud No. 23/2017 dianalisis dalam artikel ini untuk mengevaluasi dampaknya terhadap pembentukan karakter anak. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi FDS serta mengkaji efektivitasnya dalam pengembangan karakter holistik. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan menganalisis sumber-sumber akademis terkait kebijakan FDS, pendidikan karakter, dan konteks sosial Indonesia. Hasil penelitian mengungkap dampak positif FDS dalam membangun disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kerja sama, dan toleransi melalui kegiatan terstruktur, proyek kolaboratif, dan ekstrakurikuler. Lingkungan sekolah yang intensif juga meminimalkan paparan pengaruh negatif eksternal serta memperkuat internalisasi nilai-nilai karakter melalui integrasi pendidikan agama, budaya lokal, dan literasi. Namun, ditemukan pula dampak negatif signifikan, yaitu risiko burnout akademik akibat beban waktu belajar berlebihan yang menurunkan motivasi dan kreativitas anak, pengurangan peran keluarga dalam penanaman nilai moral, hingga ketidaksiapan infrastruktur dan fasilitas yang tidak memadai, dan kurangnya kompetensi guru dalam pendidikan karakter. Meskipun FDS berpotensi membentuk karakter anak, keberhasilannya bergantung pada: (1) reformasi implementasi berbasis konteks (diferensiasi kebijakan untuk daerah perkotaan/pedesaan); (2) penguatan kapasitas guru dan kurikulum terintegrasi; (3) sinergi tripartit sekolah-keluarga-komunitas; dan (4) penjaminan kesejahteraan psikologis anak. Tanpa penanganan multidimensi ini, FDS berisiko memperdalam ketimpangan pendidikan dan gagal mencapai tujuan pembentukan karakter utuh.