cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 277 Documents
PENERAPAN METODE CERITA BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA Fadiana, Afta; Puspitoningrum, Encil; Karimatussalamah, Siti
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i1.4896

Abstract

This research is motivated by the low understanding of students on the material "Different is Beautiful" in the Pancasila Education subject and the lack of interest in learning due to the use of lecture methods that tend to be monotonous. The main objective of the research is to improve students' learning outcomes on the material through the application of the illustrated story method. This research uses the Classroom Action Research (CAR) approach which is implemented in two cycles, where each cycle includes the stages of planning, implementing actions, observation, and reflection. The subjects of the research are students who have difficulty in understanding diversity. Data collection instruments include learning outcome tests and observation sheets. The results of the study showed a significant increase in student learning outcomes. The average learning outcome score increased from 74.77 in cycle I to 84.22 in cycle II. Furthermore, the percentage of student learning completion also experienced a substantial increase, from 29.63% in cycle I to 88.9% in cycle II. Based on these findings, it can be concluded that the implementation of the picture story method is effectively able to improve not only learning outcomes but also the enthusiasm of students in learning Pancasila Education regarding diversity. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman peserta didik terhadap materi "Berbeda Itu Indah" dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila serta kurangnya minat belajar akibat penggunaan metode ceramah yang cenderung monoton. Tujuan utama penelitian adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi tersebut melalui penerapan metode cerita bergambar. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami keberagaman. Instrumen pengumpulan data meliputi tes hasil belajar dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar peserta didik. Rata-rata nilai hasil belajar meningkat dari 74,77 pada siklus I menjadi 84,22 pada siklus II. Lebih lanjut, persentase ketuntasan belajar peserta didik juga mengalami peningkatan substansial, dari 29,63% pada siklus I melonjak menjadi 88,9% pada siklus II. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode cerita bergambar secara efektif mampu meningkatkan tidak hanya hasil belajar tetapi juga antusiasme peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila mengenai keberagaman.
PENINGKATAN KONSENTRASI DAN HASIL BELAJAR BANGUN DATAR BERBASIS ETNOMATEMATIKA Setiani, Rizka; Sumarah, Ignatia Esti
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i1.4897

Abstract

This research is motivated by initial findings in class III of SDK Sang Timur Yogyakarta which showed that there were students with low learning concentration and Mathematics learning outcomes of flat shape material that had not reached the Learning Objective Completion Criteria (KKTP) of 70. The focus of this research problem is how to improve students' concentration and Mathematics learning outcomes. To overcome this problem, Classroom Action Research (CAR) was conducted consisting of two cycles by implementing ethnomathematics-based learning media. The subjects of the study were 20 class III students, consisting of 10 males and 10 females. Data collection was carried out through interviews, observations of 6 concentration indicators, documentation studies, and learning outcome tests. The results of the study showed a significant increase. The percentage of "very concentrated" attitudes increased from 10% in cycle I to 30% in cycle II, and the "concentration" category increased from 35% to 40%. In addition, the percentage of Mathematics learning outcomes completion increased from 45% in the pre-cycle to 85% in cycle II. The main conclusion is that the application of ethnomathematics-based learning media is effective in improving students' concentration attitudes and Mathematics learning outcomes. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan awal di kelas III SDK Sang Timur Yogyakarta yang menunjukkan adanya peserta didik dengan konsentrasi belajar rendah serta hasil belajar Matematika materi bangun datar yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 70. Fokus masalah penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan konsentrasi dan hasil belajar Matematika siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dengan menerapkan media pembelajaran berbasis etnomatematika. Subjek penelitian adalah 20 peserta didik kelas III, terdiri dari 10 laki-laki dan 10 perempuan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi terhadap 6 indikator konsentrasi, studi dokumentasi, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan. Persentase sikap "sangat konsentrasi" meningkat dari 10% pada siklus I menjadi 30% pada siklus II, dan kategori "konsentrasi" meningkat dari 35% menjadi 40%. Selain itu, persentase ketuntasan hasil belajar Matematika meningkat dari 45% pada pra-siklus menjadi 85% pada siklus II. Simpulan utama adalah penerapan media pembelajaran berbasis etnomatematika efektif dalam meningkatkan sikap konsentrasi dan hasil belajar Matematika siswa.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA Sari, Serli Nofita; Handayani, Aprilia Dwi; Mujiono, Mohammad
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i1.4898

Abstract

This study aims to describe in depth how the implementation of the Team Games Tournament (TGT) cooperative learning model can contribute to improving students' mathematics learning outcomes. To achieve this goal, this study was designed as a Classroom Action Research (CAR) that follows a systematic and cyclical flow. The research process begins with a careful planning stage (plan), where learning strategies and instruments are prepared. Furthermore, the action implementation stage (act) is carried out by applying the TGT model in the teaching and learning process in the classroom. During the implementation of the action, comprehensive observations are made of student and teacher activities, as well as class dynamics. Data were collected through various methods, including tests to measure learning outcomes, interviews to obtain student and teacher perspectives, documentation in the form of photos or videos of activities, and field notes to record important events. After the data was collected, data analysis was carried out through three main stages: data reduction to sort out relevant information, presenting data in an easily understood form, and drawing conclusions. The last stage is reflection, where researchers analyze the findings to identify successes, obstacles, and areas of improvement that form the basis for planning the next cycle. The results of the study showed the effectiveness of the TGT model, as evidenced by a significant increase in student learning outcomes through two cycles of action. In the first cycle, the average student score reached 60 with a success rate of 18.52%. A substantial increase occurred in the second cycle, where the average student score jumped to 80.74 with a success rate of 85.18%, indicating that the TGT learning model was successfully implemented and had a positive impact. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam bagaimana implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) dapat berkontribusi pada peningkatan hasil belajar matematika siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini dirancang sebagai Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengikuti alur sistematis dan siklikal. Proses penelitian dimulai dengan tahap perencanaan (plan) yang cermat, di mana strategi dan instrumen pembelajaran disiapkan. Selanjutnya, tahap pelaksanaan tindakan (act) dilakukan dengan menerapkan model TGT dalam proses belajar mengajar di kelas. Selama pelaksanaan tindakan, dilakukan pengamatan (observe) secara komprehensif terhadap aktivitas siswa dan guru, serta dinamika kelas. Data dikumpulkan melalui berbagai metode, termasuk tes untuk mengukur hasil belajar, wawancara untuk mendapatkan perspektif siswa dan guru, dokumentasi berupa foto atau video kegiatan, serta catatan lapangan untuk merekam kejadian-kejadian penting. Setelah data terkumpul, dilakukan analisis data melalui tiga tahap utama: reduksi data untuk memilah informasi relevan, penyajian data dalam bentuk yang mudah dipahami, dan penarikan kesimpulan. Tahap terakhir adalah refleksi (reflection), di mana peneliti menganalisis temuan untuk mengidentifikasi keberhasilan, kendala, dan area perbaikan yang menjadi dasar untuk perencanaan siklus berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas model TGT, yang dibuktikan dengan peningkatan signifikan hasil belajar siswa melalui dua siklus tindakan. Pada siklus pertama, rata-rata nilai siswa mencapai 60 dengan persentase keberhasilan sebesar 18,52%. Peningkatan yang substansial terjadi pada siklus kedua, di mana rata-rata nilai siswa melonjak menjadi 80,74 dengan persentase keberhasilan mencapai 85,18%, mengindikasikan bahwa model pembelajaran TGT berhasil diimplementasikan dan memberikan dampak positif.
IMPLEMENTASI PERMAINAN ULAR TANGGA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA Agam, Muchammad Faiz; Handayani, Aprilia Dwi; Mujiono, Mohammad
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i1.4899

Abstract

This study examines the implementation of the snakes and ladders game to improve students' mathematics learning outcomes at SD Negeri Burengan 3. Using the Classroom Action Research (CAR) method, data were collected from learning outcomes during the pre-cycle and two learning cycles. The researcher employed a research design by Kemmis & McTaggart, which includes the steps of planning, acting, observing, and reflecting. The implementation of this CAR was conducted at SD Negeri Burengan 3, Kediri City. The research was carried out in Grade I for the Elementary School Mathematics subject, specifically on the topic of comparing integers. The class consisted of 26 students, comprising 15 boys and 11 girls. The results of this study showed that before the implementation of the snakes and ladders game, students' learning outcomes were relatively low, with an average score of 61 during the pre-cycle. This improved to 72 in Cycle I and further increased to 83 in Cycle II after improvements were made. Students' classical learning mastery also improved, rising from 31% in the pre-cycle to 62% in Cycle I, and reaching 73% in Cycle II. Thus, these results indicate that the use of the snakes and ladders game successfully helped students understand the concept of number comparison more easily and engagingly. Learning became more interactive, and students were more motivated and active during the learning process. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji implementasi permainan ular tangga untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa di SD Negeri Burengan 3. Melalui metode penelitian tindakan kelas (PTK), data dikumpulkan dari hasil belajar selama pra-siklus, dan 2 siklus pembelajaran. Peneliti mengguanakan desain penelitian dari Kemmis & Mc. Taggart dengan langkah-langkah meliputi Perencanaan (plan), Melaksanakan tindakan (act), Melaksanakan pengamatan (observe), dan Mengadakan refleksi / analisis (reflection). Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Negeri Burengan 3 Kota Kediri. Peneliti mengambil penelitian di kelas I pada mata pelajaran Matematika SD materi perbandingan bilangan cacah. Jumlah siswa kelas I sebanyak 26 anak terdiri dari 15 laki-laki dan 11 perempuan.  Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa sebelum menerapkan permainan ular tangga, hasil belajar siswa dapat dikatakan rendah yang semula pada pra-siklus 61 meningkat menjadi 72 di siklus I dan mengalami peningkatan menjadi 83 pada siklus II setelah dilakukan perbaikan. Ketuntasan belajar klasikal siswa mengalami peningkatan dari 31% pada pra-siklus menjadi 62% pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 73%. Dengan demikian, hasil ini menunjukkan bahwa permainan ular tangga berhasil membantu siswa dalam memahami materi perbandingan bilangan dengan lebih mudah dan menarik. Pembelajaran menjadi lebih interaktif, siswa lebih termotivasi, serta lebih aktif dalam proses pembelajaran.  
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS V Habibah, Shara; Handayani, Aprilia Dwi; Mujiono, Mohammad
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i1.4900

Abstract

This research is motivated by the low learning outcomes of Pancasila Education of grade V students of SD Negeri Burengan 3 on the material of the diversity of traditional Indonesian food, which is reflected in the average pre-cycle score of 53.92. The focus of this research is to improve these learning outcomes through the application of the Make A Match cooperative learning model. This research uses the Classroom Action Research (CAR) method which is implemented in two cycles, where each cycle includes the stages of planning, implementing actions, observation, and reflection. The subjects of the research were 28 grade V students. Data collection techniques used include learning outcome tests to measure understanding, observation sheets to observe student activities during the application of the model, and documentation of learning activities. The results of the study showed a significant increase in student learning outcomes. The average score increased from 53.92 in the pre-cycle conditions, to 70 in cycle I, and reached 85.71 in cycle II. This increase indicates that the Make A Match learning model is effective in helping students understand the material. Thus, this study concludes that the application of the Make A Match learning model can improve the learning outcomes of Pancasila Education of grade V students of SD Negeri Burengan 3 on the material on the diversity of traditional Indonesian food. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Pendidikan Pancasila peserta didik kelas V SD Negeri Burengan 3 pada materi keragaman makanan tradisional Indonesia, yang tercermin dari nilai rata-rata pra-siklus sebesar 53,92. Fokus penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar tersebut melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 28 peserta didik kelas V. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tes hasil belajar untuk mengukur pemahaman, lembar observasi untuk mengamati aktivitas peserta didik selama penerapan model, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar peserta didik. Rata-rata nilai meningkat dari 53,92 pada kondisi pra-siklus, menjadi 70 pada siklus I, dan mencapai 85,71 pada siklus II. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa model pembelajaran Make A Match efektif membantu peserta didik dalam memahami materi. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila peserta didik kelas V SD Negeri Burengan 3 pada materi keragaman makanan tradisional Indonesia.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PECAHAN DENGAN MEDIA BENDA KONGKRIT Hardiningtyas, Bintan Taskurina; Handayani, Aprilia Dwi; Mujiono, Mohammad
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i1.4901

Abstract

This study aims to determine and describe the implementation of concrete media of counting boards in an effort to improve mathematics learning outcomes, especially in fractions, for grade 2 students at SDN Burengan 3 who initially had difficulty understanding the abstract concept. This study was conducted using the Classroom Action Research (CAR) method which was implemented collaboratively and took place in two cycles, where each cycle included the stages of action planning, action implementation, observation, and reflection for continuous improvement. The subjects of the study were all 29 grade 2 students. Data collection was carried out comprehensively through learning outcome tests to measure quantitative improvements in student understanding, and supported by qualitative data from interviews with students and teachers, documentation of the learning process, and field notes to obtain a complete picture of student responses and media effectiveness. After the implementation of the counting board media, the results of the study showed a very significant increase in student understanding and learning outcomes. The average test score in cycle 1 was 79 with a classical completion percentage of 75.86%, then experienced a substantial increase in cycle 2 to an average score of 92 with a classical completion percentage reaching 96.55%. This concrete media has proven to be effective in helping students visualize and understand abstract fraction concepts through direct experience and manipulation of real objects, making the learning process more meaningful, interesting, and interactive. This study concludes that the implementation of concrete counting board media can effectively improve the mathematics learning outcomes of grade 2 students at SDN Burengan 3, especially in fraction material. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan implementasi media konkret papan berhitung dalam upaya meningkatkan hasil belajar matematika, khususnya pada materi pecahan, bagi peserta didik kelas 2 di SDN Burengan 3 yang awalnya mengalami kesulitan memahami konsep abstrak tersebut. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berlangsung dalam dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi untuk perbaikan berkelanjutan. Subjek penelitian adalah keseluruhan 29 peserta didik kelas 2. Pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui tes hasil belajar untuk mengukur peningkatan kuantitatif pemahaman siswa, serta didukung data kualitatif dari wawancara dengan siswa dan guru, dokumentasi proses pembelajaran, dan catatan lapangan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai respons siswa dan efektivitas media. Setelah implementasi media papan berhitung, hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikan dalam pemahaman dan hasil belajar peserta didik. Rata-rata nilai tes pada siklus 1 adalah 79 dengan persentase ketuntasan klasikal 75,86%, kemudian mengalami peningkatan substansial pada siklus 2 menjadi rata-rata nilai 92 dengan persentase ketuntasan klasikal mencapai 96,55%. Media konkret ini terbukti efektif membantu peserta didik dalam memvisualisasikan dan memahami konsep pecahan yang abstrak melalui pengalaman langsung dan manipulasi objek nyata, sehingga menjadikan proses pembelajaran lebih bermakna, menarik, dan interaktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi media konkret papan berhitung secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik kelas 2 SDN Burengan 3, khususnya pada materi pecahan.
APLIKASI GEOBOARD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA Lucyana, Bella Mei Gita; Handayani, Aprilia Dwi; Mudjion, Mohammad
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i1.4902

Abstract

This classroom action research was conducted in two cycles in the fourth grade of SDN Burengan 3 Kediri City, consisting of 27 students. This research was motivated by the low learning outcomes of students in Mathematics, particularly on the material about area of squares and rectangles, with a class average score of 50.37 that required improvement. The main objective of this research was to describe the improvement in learning outcomes of fourth-grade students at SDN Burengan 3 Kediri City on this material through the use of geoboard media. This research used the Kemmis & McTaggart Classroom Action Research (CAR) design, which includes the stages of planning, implementation, observation, and reflection carried out repeatedly in each cycle. The results showed an increase in student learning outcomes in each cycle. In the pre-cycle stage, the average student learning outcome was 50.37%. After implementing geoboard media in Cycle I, student learning mastery increased to 51.58% and was categorized as fairly good. A significant improvement occurred in Cycle II, with the percentage of learning mastery reaching 92.52%, which was included in the good category, and the class average score increased to 89.63. Based on these results, it can be concluded that the use of geoboard media proved effective in improving the learning outcomes of fourth-grade students at SDN Burengan 3 Kediri City on the material about area of squares and rectangles. ABSTRAKPenelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus di kelas IV SDN Burengan 3 Kota Kediri yang terdiri dari 27 siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika, khususnya materi luas persegi dan persegi panjang, dengan nilai rata-rata kelas sebesar 50,37 yang memerlukan perbaikan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SDN Burengan 3 Kota Kediri pada materi tersebut melalui penggunaan media geoboard. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & Mc. Taggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang dilakukan secara berulang dalam setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Pada tahap pra-siklus, rata-rata hasil belajar siswa adalah 50,37%. Setelah implementasi media geoboard pada Siklus I, ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 51,58% dan dikategorikan cukup baik. Peningkatan signifikan terjadi pada Siklus II, dengan persentase ketuntasan belajar mencapai 92,52% yang termasuk dalam kategori baik, serta nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 89,63. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media geoboard terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Burengan 3 Kota Kediri pada materi luas persegi dan persegi panjang.
IMPLEMENTASI PROGRAM TAHFIDZ AL-QUR’AN DENGAN METODE YADAIN Diyana, Nana; Hasanah, Ida Faridatul; Zulaikhah , Siti
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i1.4903

Abstract

The Al-Qur'an memorization program in the current era has many methods that can be used, so teachers are required to innovate by considering the memory conditions and the students' ability to memorize. The selection of appropriate methods, strategies, and concepts in the implementation of the program is crucial in determining optimal results. This research aims to identify the implementation of the Yadain method-based Al-Qur'an memorization program at MA Mathla’ul Anwar Gunung Baru, Way Kanan. With a qualitative research approach in the form of field studies, this research yielded several key findings: (1) The implementation of the Al-Qur'an tahfidz program based on the yadain method at MA Mathla’ul Anwar has been successful based on data triangulation from interviews, observations, and documentation; (2) Supporting factors include students' internal motivation such as personal commitment, disciplined attitude, and good mental state, while inhibiting factors include disturbances in the learning environment, lack of supervision, and negative peer influence. The implications of this research emphasize the importance of collaboration between tahfidz teachers and parents in forming consistent study habits, creating a supportive environment, and increasing student engagement in the program to ensure the sustainable success of Quran memorization. ABSTRAKProgram tahfidz Al-Qur’an di era saat ini memiliki banyak metode yang dapat digunakan, sehingga guru dituntut untuk berinovasi dalam mempertimbangkan kondisi daya ingat dan kemampuan siswa dalam menghafal. Pemilihan metode, strategi, dan konsep yang tepat dalam pelaksanaan program sangat menentukan hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi program tahfidz Al-Qur’an berbasis metode yadain di MA Mathla’ul Anwar Gunung Baru, Way Kanan. Dengan pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat studi lapangan, penelitian ini menghasilkan beberapa temuan utama: (1) Implementasi program tahfidz Al-Qur’an berbasis metode yadain di MA Mathla’ul Anwar telah berjalan dengan baik berdasarkan triangulasi data dari wawancara, observasi, dan dokumentasi; (2) Faktor pendukung meliputi motivasi internal siswa seperti komitmen pribadi, sikap disiplin, dan keadaan mental yang baik, sementara faktor penghambat mencakup gangguan lingkungan belajar, kurangnya pengawasan, serta pengaruh negatif dari teman sebaya. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara guru tahfidz dan orang tua dalam membentuk kebiasaan belajar yang konsisten, menciptakan lingkungan yang mendukung, serta meningkatkan keterlibatan siswa dalam program untuk memastikan keberhasilan hafalan Al-Qur'an secara berkelanjutan.
PERAN GURU PAI TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOLOGI PESERTA DIDIK Sutarno, Sutarno; Haryanto, Budi; Ulum, Miftahul; Jannah, Siti Roudhotul
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i1.4904

Abstract

This study aims to explore the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in supporting the psychological development of adolescents at SMPN 1 Gedung Aji Baru, Tulang Bawang Regency. Using a qualitative approach with a cross-sectional design, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation of students taking PAI subjects. The results of the study indicate that PAI teachers have a significant contribution in the formation of students' character through an approach that touches on emotional, social, and spiritual aspects. Teachers not only act as teachers, but also as counselors and role models who are able to create a learning environment that supports the psychological balance of adolescents. This role also strengthens students' self-confidence, resilience, and positive attitudes towards themselves and their social environment. However, challenges were also found such as the lack of teachers' ability to manage emotions, which has an impact on the effectiveness of interactions with students. Therefore, the development of teachers' emotional skills is important to improve the quality of character education holistically. These findings recommend the importance of professional training for PAI teachers so that they are able to become agents of student character transformation amidst the psychosocial challenges of the modern era. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mendukung perkembangan psikologis remaja di SMPN 1 Gedung Aji Baru, Kabupaten Tulang Bawang. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain cross-sectional, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap siswa yang mengikuti mata pelajaran PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki kontribusi signifikan dalam pembentukan karakter siswa melalui pendekatan yang menyentuh aspek emosional, sosial, dan spiritual. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai konselor dan teladan yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung keseimbangan psikologis remaja. Peran ini turut memperkuat kepercayaan diri, resiliensi, serta sikap positif siswa terhadap diri sendiri dan lingkungan sosialnya. Meskipun demikian, ditemukan pula tantangan seperti kurangnya kemampuan guru dalam mengelola emosi, yang berdampak pada efektivitas interaksi dengan siswa. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan emosional guru menjadi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan karakter secara holistik. Temuan ini merekomendasikan pentingnya pelatihan profesional bagi guru PAI agar mampu menjadi agen transformasi karakter siswa di tengah tantangan psikososial era modern.
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI INDONESIA: HAMBATAN DAN TANTANGAN DALAM PENGELOLAAN PAUD Nirwana, Evi Selva; Ramadhani, Ambar Putri; Silvia, Silvia
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i1.4906

Abstract

Early Childhood Education (PAUD) plays a crucial role in human resource development, but its implementation in Indonesia still faces significant challenges. This study aims to comprehensively identify the main problems that hinder the development of PAUD in Indonesia and to formulate a strategic solution framework to overcome them. The research method used is a literature study, by conducting in-depth analysis and synthesis of various literature sources relevant to PAUD issues in Indonesia. The results of the study indicate that PAUD in Indonesia faces complex and interrelated problems, including the low quality and quantity of educators influenced by minimal interest, inadequate welfare, and limited institutions that produce quality teachers. In addition, access to PAUD services is not evenly distributed, especially in rural areas, exacerbated by suboptimal community understanding and low parental awareness of the urgency of PAUD. The quality of learning is also not optimal due to a non-standard curriculum, less innovative learning methods, and minimal supporting facilities, as well as government policies that do not fully support it. Therefore, the recommended comprehensive solution includes improving the quality and welfare of educators, expanding access and equalizing infrastructure through increasing government budgets and active involvement of the private sector, increasing awareness and involvement of parents, developing relevant curricula and innovative learning methods, and strengthening more affirmative government regulations and policies as fundamental keys to improving the quality of PAUD services as a whole in Indonesia. ABSTRAKPendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memegang peran krusial dalam pembangunan sumber daya manusia, namun implementasinya di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara komprehensif problematika utama yang menghambat perkembangan PAUD di Indonesia serta merumuskan kerangka solusi strategis untuk mengatasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, dengan melakukan analisis dan sintesis mendalam terhadap berbagai sumber pustaka yang relevan dengan isu PAUD di Indonesia. Hasil studi menunjukkan bahwa PAUD di Indonesia menghadapi masalah kompleks dan saling terkait, meliputi rendahnya kualitas dan kuantitas pendidik yang dipengaruhi oleh minimnya minat, kesejahteraan yang belum memadai, dan terbatasnya lembaga pencetak guru berkualitas. Selain itu, akses terhadap layanan PAUD belum merata, khususnya di daerah pedesaan, diperparah oleh pemahaman masyarakat yang belum optimal dan rendahnya kesadaran orang tua akan urgensi PAUD. Mutu pembelajaran juga belum maksimal akibat kurikulum yang belum standar, metode pembelajaran yang kurang inovatif, dan fasilitas pendukung yang minim, serta kebijakan pemerintah yang belum sepenuhnya mendukung. Oleh karena itu, solusi komprehensif yang direkomendasikan mencakup peningkatan kualitas dan kesejahteraan pendidik, perluasan akses dan pemerataan infrastruktur melalui peningkatan anggaran pemerintah dan pelibatan aktif pihak swasta, peningkatan kesadaran serta keterlibatan orang tua, pengembangan kurikulum yang relevan dan metode pembelajaran inovatif, serta penguatan regulasi dan kebijakan pemerintah yang lebih afirmatif sebagai kunci fundamental untuk perbaikan mutu layanan PAUD secara menyeluruh di Indonesia.