cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 277 Documents
KONSELING KELOMPOK DENGAN SFBC (SOLUTION FOCUSED BRIEF COUNSELING) FORM SCALLING QUESTION UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN AS, Rahmawati Putri; Nurlela, Nurlela; Rahmawaty, Ika
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i1.4915

Abstract

This research is motivated by the low level of discipline in some students of class X.5 of SMA Negeri 1 Palembang, as identified from the results of the initial questionnaire. Therefore, the focus of this research is to improve this discipline through the implementation of group counseling services with the Solution Focused Brief Counseling (SFBC) approach using the Form Scaling Question technique. The research method used is Guidance and Counseling Action Research (PTBK) which is carried out in two cycles, where each cycle includes the stages of planning, action implementation, observation, and reflection. The subjects of the research were 8 students from class X.5 who were identified as having a low level of discipline out of a total of 36 students. Data collection was carried out through a discipline questionnaire, participant observation sheets, and documentation. The results of the study showed a significant increase in the level of student discipline. The average discipline score increased from 59% in pre-cycle conditions, to 62% in cycle I, and reached 72% in cycle II. These findings indicate that the Form Scaling Question technique in SFBC is effective in helping students recognize, evaluate, and improve discipline behavior independently. Thus, it is concluded that group counseling services using the SFBC approach with the Form Scaling Question technique can improve student discipline and is recommended as an intervention strategy in the school environment. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat kedisiplinan pada sebagian peserta didik kelas X.5 SMA Negeri 1 Palembang, sebagaimana teridentifikasi dari hasil angket awal. Oleh karena itu, fokus penelitian ini adalah untuk meningkatkan kedisiplinan tersebut melalui penerapan layanan konseling kelompok dengan pendekatan Solution Focused Brief Counseling (SFBC) yang menggunakan teknik Form Scaling Question. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 8 orang siswa dari kelas X.5 yang teridentifikasi memiliki tingkat kedisiplinan rendah dari total 36 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui angket kedisiplinan, lembar observasi partisipan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat kedisiplinan peserta didik. Rata-rata skor kedisiplinan meningkat dari 59% pada kondisi pra-siklus, menjadi 62% pada siklus I, dan mencapai 72% pada siklus II. Temuan ini mengindikasikan bahwa teknik Form Scaling Question dalam SFBC efektif membantu peserta didik mengenali, mengevaluasi, dan meningkatkan perilaku disiplin secara mandiri. Dengan demikian, disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok menggunakan pendekatan SFBC dengan teknik Form Scaling Question dapat meningkatkan kedisiplinan peserta didik dan direkomendasikan sebagai strategi intervensi di lingkungan sekolah.
UPAYA PENINGKATAN KONSEP DIRI MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK DISKUSI KELOMPOK PESERTA DIDIK Khoiroh, Miftahul; Nurlela, Nurlela; Rahmawaty, Ika
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i1.4916

Abstract

This research aims to improve students' self-concept through group guidance services with group discussion techniques at SMA Negeri 1 Palembang. The background of the study shows that many adolescents have difficulty understanding and accepting themselves, resulting in low self-concept. This study uses the Guidance and Counseling Action Research (PTBK) method which was carried out in two cycles involving 8 students in class X.4 who have low self-concept. Group discussion techniques are applied to facilitate interaction and self-reflection, with the hope that students will be able to better recognize their potentials, strengths, and weaknesses. The results of the study showed a significant increase in the self-concept of students; the average percentage increased from 59% in the pre-cycle, to 62% in the first cycle, and reached 71% in the second cycle. These findings indicate that group guidance with group discussion techniques is effective in helping students improve understanding and self-acceptance. This study suggests the sustainable implementation of similar services to support the development of students, as well as encourage collaboration between BK teachers and schools in creating an environment that supports the formation of positive self-concepts. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan konsep diri peserta didik melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok di SMA Negeri 1 Palembang. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa banyak remaja mengalami kesulitan dalam memahami dan menerima diri mereka, sehingga berdampak pada rendahnya konsep diri. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan melibatkan 8 peserta didik kelas X.4 yang memiliki konsep diri rendah. Teknik diskusi kelompok diterapkan untuk memfasilitasi interaksi dan refleksi diri, dengan harapan peserta didik mampu mengenali potensi, kekuatan, dan kelemahan diri secara lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam konsep diri peserta didik; rata-rata persentase meningkat dari 59% pada pra-siklus, menjadi 62% pada siklus I, dan mencapai 71% pada siklus II. Temuan ini mengindikasikan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok efektif dalam membantu peserta didik meningkatkan pemahaman dan penerimaan diri. Penelitian ini menyarankan penera pan layanan serupa secara berkelanjutan untuk mendukung perkembangan peserta didik, serta mendorong kolaborasi antara guru BK dan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan konsep diri positif.
PENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK PROBLEM BASED LEARNING Dila, Purnia; Nurlela, Nurlela; Rahmawaty, Ika
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i1.4917

Abstract

Students who have good social skills can play an important role in helping individuals communicate and interact so that they can build positive relationships in order to adjust in the community. This study aims to determine the level of students' social skills through group guidance services with Problem Based Learning (PBL) techniques at SMA Negeri 1 Palembang. This study uses the Guidance and Counseling Action Research (PTBK) method which is carried out in two cycles. The subject of the study was class X.1 SMA Negeri 1 Palembang which amounted to 12 students out of 36 students who were selected based on the results of the social skills questionnaire with the medium to low category. The data collection method used social skills questionnaires and observation sheets. The results showed that there was an increase in the average social skills from pre-cycle by 67%, to 69% after being given the first cycle of action, and a significant increase to 76% after being given the second cycle of action. From these results, it can be concluded that Problem Based Learning (PBL) technical group guidance services are effective in improving students' social skills. Problem Based Learning (PBL) facilitates students to collaborate, think critically, and develop empathy through group problem-solving, which supports the development of social skills optimally. ABSTRAKPeserta didik yang memiliki keterampilan sosial yang baik dapat berperan penting dalam membantu individu berkomunikasi dan berinteraksi sehingga dapat membangun hubungan positif agar dapat menyesuaikan diri di lingkungan Masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan sosial peserta didik melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik Problem Based Learning (PBL) di SMA Negeri 1 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah kelas X.1 SMA Negeri 1 Palembang yang berjumlah 12 peserta didik dari 36 peserta didik yang dipilih berdasarkan hasil angket keterampilan sosial dengan kategori sedang hingga rendah. Metode pengumpulan data menggunakan angket keterampilan sosial dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan rata-rata keterampilan sosial dari pra siklus sebesar 67%, menjadi 69% setelah diberikan tindakan siklus I, dan meningkat signifikan menjadi 76% setelah diberikan tindakan siklus II. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok teknik Problem Based Learning (PBL) efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial peserta didik. Problem Based Learning (PBL) memfasilitasi peserta didik dalam berkolaborasi, berpikir kritis, dan mengembangkan empati melalui pemecahan masalah secara berkelompok, hal ini mendukung pengembangan keterampilan sosial secara optimal.
IMPLEMENTASI KONSELING KELOMPOK BEHAVIORAL TEKNIK SELF MANAGEMENT UNTUK MEREDUKSI PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA Idayanti, Ni Luh; Nurlela, Nurlela; Rahmawaty, Ika
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i1.4918

Abstract

This study aims to determine the implementation of behavioral group counseling of self management techniques to reduce the academic procrastination behavior of students at SMA Negeri 1 Palembang. The method used in this study is Guidance and Counseling Action Research (PTBK) using two cycles. The subject of this study was kels X.3 of Palembang State High School which amounted to 8 students who were selected through purposive sampling techniques. Self-management techniques focus on three main aspects namely managing behaviors, thoughts, and emotions to help students identify, plan, and evaluate changes in academic procrastination habits. The results of the study show that there is a gradual and consistent decline in the level of academic procrastination of students. In the pre-cycle, the results of the majority of students were in the high category (77.8%), after the first cycle of action there was a decrease with an average percentage result of 61.9%, in the second cycle action there was a decrease to the low category with an average percentage score of 46.6%. From the results of the study, it can be concluded that the implementation of behavioral counseling of self management techniques can reduce the academic procrastination behavior of SMA Negeri 1 Palembang students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui impelementasi konseling kelompok behavioral teknik self management untuk mereduksi perilaku prokrastinasi akademik siswa di SMA Negeri 1 Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan menggunakan dua siklus. Subjek penelitian ini adalah kels X.3 SMA Negeri Palembang yang berjumlah 8 orang siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik self management difokuskan pada tiga aspek utama yaitu pengelolaan perilaku, pikiran, dan emosi untuk membantu siswa mengidentifikasi, merencanakan, dan mengevaluasi perubahan dalam kebiasaan penundaan tugas akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya penurunan tingkat prokrastinasi akademik siswa secara bertahap dan konsisten. Pada pra siklus didapatkan hasil mayoritas siswa berada pada kategori tinggi (77,8%), setelah diberikannya tindakan siklus I adanya penurunan dengan hasil rata-rata persentase 61,9%, pada tindakan siklus II mendapatkan penurunan menjadi kategori rendah dengan nilai rat-rata persentase 46,6%. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi konseling behavioral teknik self management dapat mereduksi perilaku prokrastinasi akademik siswa SMA Negeri 1 Palembang.
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN SFBC (SOLUTION-FOCUSED BRIEF COUNSELING) Duri, Rapika; Nurlela, Nurlela; Rahmawaty, Ika
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i1.4919

Abstract

This study aims to determine the implementation of group counseling using the SFBC (Solution-Focused Brief Counseling) technique to improve students' learning motivation at SMA Negeri 1 Palembang. This research is a Guidance and Counseling Action Research (PTBK) using two cycles. The subjects of this study were 8 students from class X.6 of SMA Negeri 1 Palembang, out of a total of 36 students. The results showed a significant increase in students' learning motivation after group counseling was conducted in both cycle I and cycle II. In the pre-cycle, the majority of students were in the moderate category with a percentage of 52.1%, while the remaining 8 students were in the very low category, with an average score between 25% and 40%. After the intervention in cycle I, there was an increase with a percentage of 53.75%. In cycle II, a more significant increase was observed, reaching 60.5%. Based on these findings, it can be concluded that the implementation of group counseling using the SFBC (Solution-Focused Brief Counseling) technique can improve low learning motivation among students at SMA Negeri 1 Palembang. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi konseling kelompok tekik SFBC (solution-focused brief counseling) untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Palembang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling (PTBK) dengan menggunakan dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X.6 SMA Negeri 1 Palembang yang berjumlah 8 orang siswa dari jumlah keseluruhan 36 orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa Setelah dilakukannya tindakan konseling kelompok pada siklus I dan siklus II. Dalam pra siklus didapatkan hasil mayoritas siswa berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 52,1%,  Sedangkan 8 orang siswa lainnya berada pada kategori sangat rendah dengan rata-rata 25% - 40%. Setelah diberikannya tindakan pada siklus I adanya peningkatan dengan persentase sebesar 53,75%, Sedangkan pada siklus II mendapatkan peningkatan yang lebih signifikan yaitu dengan persentase sebesar 60,5 %. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi konseling kelompok Teknik SFBC (solution-focused brief counseling) dapat meningkatkan motivasi belajar yang rendah pada siswa di SMA Negeri 1 Palembang.
VIRTUAL COACHING DALAM SUPERVISI MANAJERIAL: INOVASI EFISIEN UNTUK PENINGKATAN MUTU MADRASAH DI ERA 4.0 Sahudi, Sahudi
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i1.5091

Abstract

The advancement of technology in the Fourth Industrial Revolution era has brought significant changes to various aspects of education, including managerial supervision in madrasahs. Conventional supervisory methods, which are still widely used, face several challenges, such as time constraints, accessibility issues, and limited effectiveness in providing continuous guidance. Virtual Coaching emerges as an innovative solution in managerial supervision by utilizing digital technology to enhance supervision efficiency and improve learning quality. This study aims to analyze the effectiveness of Virtual Coaching in managerial supervision, identify challenges in its implementation, and formulate optimal strategies for its application in madrasahs. Using a qualitative approach with a case study method, this research was conducted in several madrasahs that have implemented technology-based supervision. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis. The findings indicate that Virtual Coaching accelerates the supervision process, enhances teachers' technological competencies, and expedites supervisory feedback. However, its implementation encounters several challenges, including limited infrastructure, varying levels of digital literacy, and supervision time management. Therefore, optimal strategies, such as improving technology access, providing digital training, and establishing policies that support technology-based supervision, are essential to ensure the effective implementation of Virtual Coaching in enhancing the quality of madrasahs in the digital era. ABSTRAKPerkembangan teknologi dalam era Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek pendidikan, termasuk dalam supervisi manajerial di madrasah. Metode supervisi konvensional yang masih banyak digunakan menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan waktu, akses, serta efektivitas dalam memberikan bimbingan yang berkelanjutan. Virtual Coaching hadir sebagai solusi inovatif dalam supervisi manajerial dengan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi supervisi dan mutu pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Virtual Coaching dalam supervisi manajerial, mengidentifikasi tantangan dalam implementasinya, serta merumuskan strategi optimal untuk penerapan di madrasah. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini dilakukan di beberapa madrasah yang telah menerapkan supervisi berbasis teknologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Virtual Coaching mempercepat proses supervisi, meningkatkan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi, serta mempercepat umpan balik supervisi. Namun, tantangan dalam penerapannya meliputi keterbatasan infrastruktur, literasi digital yang bervariasi, serta manajemen waktu supervisi. Oleh karena itu, diperlukan strategi optimal seperti peningkatan akses teknologi, pelatihan digital, serta kebijakan yang mendukung supervisi berbasis teknologi agar implementasi Virtual Coaching dapat berjalan secara efektif dalam meningkatkan mutu madrasah di era digital.
MANAJEMEN INOVASI KURIKULUM DALAM PEMBELAJARAN INTRAKURIKULER Rizki, Aprivias; Nurholis, Astuti
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i1.5102

Abstract

This research is motivated by the importance of curriculum innovation management to improve the quality of intracurricular learning. The focus of this research problem is to find out how and what the implementation of curriculum innovation management is like in the context of intracurricular learning. This research uses a qualitative method with descriptive analysis techniques and literature studies. The stages of the research include determining the topic, searching and collecting data from various sources such as books and journals, analyzing data sources, and compiling research results. The results of the study indicate that curriculum innovation management in intracurricular learning plays a crucial role in achieving learning objectives and overall educational goals. Management science serves as a framework for compiling and implementing curriculum innovation. All stages in the management function, from planning to evaluation, are directed so that existing ideas and innovations can be realized systematically and structured, thus supporting the effectiveness of achieving intracurricular learning objectives. The main conclusion is that the effective implementation of curriculum innovation management is a prerequisite for realizing quality and relevant intracurricular learning. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya manajemen inovasi kurikulum untuk meningkatkan kualitas pembelajaran intrakurikuler. Fokus masalah penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dan seperti apa implementasi manajemen inovasi kurikulum dalam konteks pembelajaran intrakurikuler. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis deskriptif dan studi kepustakaan. Tahapan penelitian meliputi penetapan topik, pencarian dan pengumpulan data dari berbagai sumber seperti buku dan jurnal, analisis sumber data, serta penyusunan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen inovasi kurikulum dalam pembelajaran intrakurikuler memegang peranan krusial dalam pencapaian tujuan pembelajaran dan tujuan pendidikan secara keseluruhan. Ilmu manajemen berfungsi sebagai kerangka kerja untuk menyusun dan mengimplementasikan inovasi kurikulum. Seluruh tahapan dalam fungsi manajemen, mulai dari perencanaan hingga evaluasi, diarahkan agar ide dan inovasi yang ada dapat terealisasi secara sistematis dan terstruktur, sehingga mendukung efektivitas pencapaian tujuan pembelajaran intrakurikuler. Kesimpulan utama adalah bahwa penerapan manajemen inovasi kurikulum secara efektif merupakan prasyarat untuk mewujudkan pembelajaran intrakurikuler yang berkualitas dan relevan.
ANALISIS TREND PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM KONTEKS PENDIDIKAN ISLAM DI SMA : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Faturrahman, Muhammad Aji; Afriyadi, Muhammad Muchsin; Romlah, Listiyani Siti; Baharudin, Baharudin; Sabira, Qonita
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.5348

Abstract

The diversity of cultures, religions, and ethnicities in Indonesia requires the education system to integrate multicultural values, especially in the context of Islamic Education at the Senior High School (SMA) level. This study aims to examine the trends and developments in the implementation of multicultural education in Islamic Religious Education (PAI) learning through the Systematic Literature Review (SLR) approach. Data were collected from scientific articles published in the period 2019–2024, which were indexed in international databases such as Scopus, Taylor & Francis, and Google Scholar using Publish or Perish. The selected articles were analyzed using the PRISMA protocol, including the processes of identification, screening, and thematic analysis. The results of the study indicate that multicultural education in the context of PAI in senior high schools tends to experience increased attention, with the main focus on strengthening the values ??of tolerance, respect for differences, and religious moderation. However, challenges were also found in its implementation, such as local cultural resistance and limited teacher understanding. The conclusion of this study emphasizes the need to strengthen the curriculum, teacher training, and education policies that support the mainstreaming of multicultural values ??in Islamic education at the senior high school level. ABSTRAKKeberagaman budaya, agama, dan etnis di Indonesia menuntut sistem pendidikan untuk mengintegrasikan nilai-nilai multikultural, khususnya dalam konteks Pendidikan Islam di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tren dan perkembangan implementasi pendidikan multikultural dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Data dikumpulkan dari artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2019–2024, yang terindeks di basis data internasional seperti Scopus, Taylor & Francis, dan Google Scholar menggunakan Publish or Perish. Artikel yang terpilih dianalisis menggunakan protokol PRISMA, mencakup proses identifikasi, penyaringan, dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural dalam konteks PAI di SMA cenderung mengalami peningkatan perhatian, dengan fokus utama pada penguatan nilai toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan moderasi beragama. Namun demikian, ditemukan pula tantangan dalam implementasinya, seperti resistensi budaya lokal dan keterbatasan pemahaman guru. Kesimpulan dari studi ini menegaskan perlunya penguatan kurikulum, pelatihan guru, dan kebijakan pendidikan yang mendukung pengarusutamaan nilai multikultural dalam pendidikan Islam di tingkat SMA.
ANALISIS PROBLEMATIKA GURU DALAM MENGHADAPI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) TERHADAP IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSI Ratnaningrum, Ika; Hidayat, Wahyu; Annisa, Tifany Rizqika
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.5379

Abstract

This study aims to comprehensively analyze the various problems faced by teachers in implementing inclusive education, especially in handling Children with Special Needs (ABK) in regular school environments. The method used in this study is a descriptive qualitative approach with data collection techniques including in-depth interviews, participatory observations, and documentation studies to support the validity of the data obtained. The results of the study revealed that teachers face significant challenges, such as limited knowledge and specific skills in handling ABK, lack of adequate training, minimal support for appropriate facilities and infrastructure, and high administrative burdens that hinder the focus of teaching. In addition, this study also found that the lack of understanding and support from parents and the surrounding environment also contributed to the obstacles that affected the effectiveness of inclusive education. This study concludes that to improve the effectiveness of the implementation of inclusive education, ongoing support from the government, intensive professional training, and close collaboration between teachers, parents, and related experts are needed. This joint effort is expected to create an inclusive learning environment and support the optimal development of ABK in regular schools, so that the goals of inclusive education can be achieved optimally. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif berbagai permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam mengimplementasikan pendidikan inklusi, khususnya dalam menangani Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di lingkungan sekolah reguler. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi guna mendukung validitas data yang diperoleh. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru menghadapi tantangan signifikan, seperti keterbatasan pengetahuan dan keterampilan khusus dalam menangani ABK, kurangnya pelatihan yang memadai, minimnya dukungan sarana dan prasarana yang sesuai, serta beban administrasi yang tinggi sehingga menghambat fokus pengajaran. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa kurangnya pemahaman dan dukungan dari orang tua serta lingkungan sekitar turut menjadi kendala yang mempengaruhi efektivitas pendidikan inklusi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk meningkatkan efektivitas implementasi pendidikan inklusi, diperlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, pelatihan profesional yang intensif, serta kolaborasi erat antara guru, orang tua, dan tenaga ahli terkait. Upaya bersama ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung perkembangan optimal ABK di sekolah reguler, sehingga tujuan pendidikan inklusi dapat tercapai secara maksimal.
TRANSFORMASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM CENGKERAMAN KEKUASAAN ORDE BARU Handayani, Desika; Khori, Qolbi
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.5380

Abstract

This study aims to examine the dynamics of changes in Islamic education in Indonesia during the New Order era, especially in the context of its position and recognition in the national education system. Before the New Order, Islamic educational institutions such as Islamic boarding schools and madrasahs were in a marginal position and had not been fully recognized, so that public interest in Islamic education was relatively low. Using a narrative descriptive approach, this study analyzes how the New Order government's policies influenced the growth and development of Islamic educational institutions. During that period, Islamic education developed under tight control and ideological pressure, so that it had to make various concessions to the secular and bureaucratic national education system. However, Islamic education gradually underwent a transformation, from an isolated condition to limited recognition, although it remained under political and ideological supervision. Islamic educational institutions began to show resilience and adaptability, and succeeded in laying the foundation for a greater transformation after the Reformation era. The results of this study indicate that despite facing challenges and limitations, Islamic madrasahs, Islamic boarding schools, and universities were able to survive, develop, and make significant contributions to national development. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika perubahan pendidikan Islam di Indonesia selama masa Orde Baru, khususnya dalam konteks posisi dan pengakuannya dalam sistem pendidikan nasional. Sebelum Orde Baru, lembaga pendidikan Islam seperti pesantren dan madrasah berada di posisi pinggiran dan belum diakui secara penuh, sehingga minat masyarakat terhadap pendidikan Islam relatif rendah. Dengan pendekatan deskriptif naratif, penelitian ini menganalisis bagaimana kebijakan pemerintah Orde Baru mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan institusi pendidikan Islam. Selama masa tersebut, pendidikan Islam berkembang di bawah kontrol ketat dan tekanan ideologis, sehingga harus melakukan berbagai konsesi terhadap sistem pendidikan nasional yang sekuler dan birokratis. Meski demikian, secara bertahap pendidikan Islam mengalami transformasi, dari kondisi terisolasi menuju pengakuan terbatas, walaupun tetap berada dalam pengawasan politik dan ideologis. Lembaga-lembaga pendidikan Islam mulai menunjukkan ketahanan dan kemampuan beradaptasi, serta berhasil meletakkan fondasi bagi transformasi yang lebih besar setelah era Reformasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun dihadapkan pada tantangan dan keterbatasan, madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi Islam mampu bertahan, berkembang, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan bangsa.