cover
Contact Name
Imam Setyo Nugroho
Contact Email
imamsetyonugroho@lecture.utp.ac.id
Phone
+6282333848318
Journal Mail Official
proficio@utp.ac.id
Editorial Address
Jl. Walanda Maramis No.31, Nusukan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57135
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27753506     EISSN : 27753492     DOI : https://doi.org/10.36728/jpf.v2i2
Jurnal PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat dipublikasikan 2 kali dalam satu volume (tahun) yaitu pada bulan Januari dan Juli. Junal PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat berisi hasil pengabdian masyarakat sebagai implementasi pengembangan keilmuan kepada masyarakat dalam bidang: Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Dasar, Keolahragaan (prestasi, pendidikan, rekreasi),Teknologi Pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 766 Documents
PELATIHAN STRATEGI KONTEN PLAN KREATIF SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN BRANDING DIGITAL PENGUSAHA SALON WANITA DI KABUPATEN KEDIRI Biyan Yesi Wilujeng; Yuni Lestari; Heri Suryaman
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6895

Abstract

Perkembangan pemasaran digital menuntut pelaku usaha salon untuk mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana membangun branding dan memperluas jangkauan pasar. Sebagian besar pengusaha salon wanita di Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri masih mengalami keterbatasan dalam menyusun content plan, menghasilkan konten promosi yang menarik, serta memanfaatkan aplikasi digital sebagai pendukung pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi pengusaha salon wanita melalui pelatihan strategi content plan kreatif untuk mendukung branding digital usaha. Kegiatan diikuti oleh 10 pengusaha salon wanita dengan menggunakan metode ceramah, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta terhadap materi pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pretest dari 48,5 menjadi 93,3 pada posttest, dengan nilai N-Gain sebesar 0,87 yang termasuk dalam kategori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai penyusunan content plan, pemanfaatan Artificial Intelligence untuk pembuatan caption, penggunaan Canva dalam desain konten, serta teknik pengambilan foto dan video promosi. Dengan demikian, pelatihan strategi content plan kreatif mampu meningkatkan kompetensi pengusaha salon wanita dalam mengelola media sosial sebagai sarana branding digital sehingga berpotensi memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan daya saing usaha.
PELATIHAN FLAWLESS MAKEUP PADA GURU SMA DOUBLE TRACK DI JAWA TIMUR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN DAN KREATIFITAS Biyan Yesi Wilujeng; Octaverina Kecvara Pritasari; Novia Restu Windayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6897

Abstract

Peningkatan kompetensi guru pada Program Double Track bidang Tata Kecantikan merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran vokasional yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Namun, sebagian guru SMA Double Track di Provinsi Jawa Timur masih memerlukan penguatan keterampilan dalam menerapkan teknik flawless makeup sesuai standar profesional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas guru melalui pelatihan flawless makeup. Kegiatan diikuti oleh 15 guru SMA Double Track bidang Tata Kecantikan yang dilaksanakan secara hybrid dengan menggunakan metode ceramah, demonstrasi, praktik langsung, observasi, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest berbasis Google Form untuk mengukur peningkatan kompetensi peserta setelah mengikuti pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 74,00 meningkat menjadi 98,00 pada posttest, dengan rata-rata peningkatan (gain) sebesar 24,00 dan nilai N-Gain sebesar 0,93 yang termasuk kategori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan efektif meningkatkan pemahaman konseptual dan keterampilan aplikatif guru dalam menerapkan teknik flawless makeup, mulai dari skin preparation, pemilihan kosmetik, teknik blending, hingga finishing sesuai standar industri kecantikan. Dengan demikian, pelatihan yang dilaksanakan efektif dalam meningkatkan kompetensi profesional guru SMA Double Track bidang Tata Kecantikan serta berpotensi mendukung peningkatan kualitas pembelajaran vokasional yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
PELATIHAN PENYUSUNAN BAHAN AJAR DAN ASSESMEN LITERASI SECARA INKLUSIF BAGI GURU SD LABSCHOOL UNTUK DIAGNOSTIK AWAL SISWA Zaenal Abidin; Diah Anggraeny; Onny Fransinata Anggara; Novia Restu Windayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6904

Abstract

Guru memiliki peran penting dalam menyusun bahan ajar dan asesmen diagnostik sebagai dasar perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Hasil analisis kebutuhan di SD Labschool Universitas Negeri Surabaya menunjukkan bahwa guru masih mengalami kesulitan dalam menyusun bahan ajar dan instrumen asesmen literasi yang kontekstual, adaptif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di sekolah inklusif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun bahan ajar dan asesmen literasi secara inklusif untuk mendukung pelaksanaan diagnostik awal siswa. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, penyusunan materi, pelatihan selama 32 jam pelajaran, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Materi pelatihan mencakup konsep literasi, asesmen diagnostik, pembelajaran inklusif, penyusunan bahan ajar, dan pengembangan instrumen asesmen. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menyusun bahan ajar yang lebih kontekstual, adaptif, dan inklusif serta mengembangkan instrumen asesmen diagnostik untuk memetakan kemampuan awal literasi peserta didik. Luaran kegiatan meliputi modul pelatihan, contoh bahan ajar berbasis literasi, instrumen asesmen diagnostik, dokumentasi kegiatan, serta artikel ilmiah. Program ini juga memperkuat kemitraan antara Universitas Negeri Surabaya dan SD Labschool UNESA dalam mendukung implementasi pembelajaran inklusif berbasis asesmen diagnostik, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan dasar yang lebih berpusat pada kebutuhan peserta didik.
PELATIHAN PEMETAAN DENGAN PERANGKAT SMARTPHONE UNTUK PENGAMBILAN DATA BAGI GURU DAN SISWA PADA PELAJARAN GEOGRAFI DI LAB SCHOOL SURABAYA Aida Kurniawati; Muzayanah; Nugroho Hari Purnomo; Lidya Lestari Sitohang; Putu Wirabumi; Muhamad Damanhuri
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6908

Abstract

Perkembangan tehnologi Perkembangan tehnologi yang memasuki industri 4.0 menuntut para pendidik harus mempunyai ketrampilan yang berbasis tehnologi guna mengimbangi kebutuhan sekaligus pemanfaatan sarana yang saat ini sedang booming dimasyarakat. Smartphon yang setiap orang mempunyai saat ini dapat digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar, terutama untuk mata pelajaran yang sulit seperti SIG. Selama ini para guru geografi mengeluh kesulitan menyampaikan materi SIG. Materi SIG ini membutuhkan perangkat baik hardware maupun software untuk dapat dipahami bagi siswa. Oleh karena itu PKM yang kami lakukan akan memanfaatkan smartphon untuk pengambilan data guna mempermudah pemahaman para guru Lab School Surabaya. Pelaksanaan PKM di labschool UNESA dilakukan satu hari yaitu pada hari senin tgl 24 september 2024 pada jam pelajaran. Hal ini dilakukan karena pada minggu tersebut materi pemetaan dilaksanakan disekolah, sehingga kegiatan tersebut tidak membingungkan siswa terutama kelas 11. Saat pelaksanaan kegiatan siswa terlihat antusias dan bersemangat. Kegiatan yang beda dari biasanya akan menjadikan anak pengalaman baru bagi peserta didik sehingga mereka bersemangat dan senang. Kegiatan berlangsung kurang lebih 2 jam pelajaran dengan melibatkan guru mata pelajaran geografi. Kegiatan diawali dengan pretest dan diakhiri dengan post test.
PERAN BIDAN DALAM EDUKASI PERSONAL HYGIENE REMAJA PUTRI SAAT MENSTRUASI PERTAMA DI SDN PASIR GOMBONG 06 Rosi Kurnia Sugiharti; Jayanti; Siska Arianti; Sulastri; Tia Idmar Suhita; Wawang Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6910

Abstract

Menstruasi pertama (menarche) merupakan salah satu tahap perkembangan remaja putri yang memerlukan kesiapan fisik dan psikologis, termasuk kemampuan menjaga personal hygiene untuk mencegah gangguan kesehatan reproduksi. Kurangnya pengetahuan mengenai kebersihan diri saat menstruasi dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada organ reproduksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri kelas V tentang personal hygiene saat menstruasi pertama melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada 2 Juni 2026 di SD Negeri Pasir Gombong 06 Cikarang Utara dengan sasaran 29 siswi kelas V. Metode yang digunakan meliputi pemberian pre-test, penyuluhan menggunakan media leaflet, poster, dan audio visual, diskusi interaktif, serta post-test sebagai evaluasi peningkatan pengetahuan. Materi yang diberikan mencakup pengertian menarche, pentingnya personal hygiene, cara menjaga kebersihan organ genital, penggunaan pembalut yang benar, serta pemilihan pakaian dalam yang sesuai. Hasil kegiatan menunjukkan seluruh peserta mengalami peningkatan nilai post-test dibandingkan pre-test dengan kenaikan skor berkisar antara 10–30 poin. Tidak terdapat peserta yang mengalami penurunan nilai, bahkan beberapa peserta mencapai skor maksimal 100 pada post-test. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai personal hygiene saat menstruasi pertama. Program edukasi serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah, tenaga kesehatan, dan orang tua untuk mendukung kesehatan reproduksi remaja.
IMPROVING POSYANDU CADRE CAPABILITIES FOR STUNTING PREVENTION THROUGH PARENTING TRAINING AND MENTORING PROGRAMS Sri Usodoningtyas Arselan; Mamduh Winangun; Dindy Sinta Megasari; Mutimmatul Faidah; Novia Restu Windayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6912

Abstract

Stunting remains a chronic nutritional problem in Indonesia, influenced by inappropriate parenting practices, low nutritional literacy, and limited access to and utilization of health services. This community service program aims to improve the capabilities of integrated health post (Posyandu) cadres regarding parenting practices for toddlers in the context of stunting prevention, measured by training effectiveness through pre-test and post-test evaluations. This activity uses a descriptive and participatory approach, with systematic stages ranging from preparation, core implementation, and evaluation. The results show that most cadres are late adults and have more than five years of experience in Posyandu services, as well as a high school education, which are important assets in absorbing the training material. Pre-test and post-test evaluations showed an increase in comprehension scores from 83% to 100%. This indicates that the designed training is effective in strengthening the capabilities of Posyandu cadres as the frontline in stunting prevention. This program emphasizes the importance of ongoing training to equip cadres with knowledge and skills appropriate to the challenges in the field. Keywords: Stunting Prevention, Integrated Health Post Cadres, Toddler Parenting Patterns
SOSIALISASI PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK PENGUATAN KETAHANAN KELUARGA DI PEKON NUSAWUNGU KECAMATAN BANYUMAS KABUPATEN PRINGSEWU Fadlu Rachman; Chandra Richo Pratama; Ahmad Nuruhidin; Andri Prasetiyo; Felinda Sari; Jovana Renaldy Gumay
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6920

Abstract

Kebersamaan keluarga di perdesaan mulai menurun seiring meningkatnya penggunaan gawai oleh anak maupun orang tua, sehingga kualitas interaksi yang menjadi fondasi ketahanan keluarga berpotensi melemah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga di Pekon Nusawungu, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, dalam memanfaatkan permainan tradisional sebagai media interaksi yang memperkuat ketahanan keluarga. Sasarannya 21 keluarga dengan total 42 peserta yang melibatkan orang tua dan anak usia sekolah dasar. Kegiatan berlangsung satu hari melalui empat tahapan, yaitu sosialisasi materi, demonstrasi enam jenis permainan tradisional, praktik bermain berkelompok bersama keluarga, serta diskusi dan evaluasi. Evaluasi menggunakan angket pretest-posttest, lembar observasi, angket respons, dan wawancara singkat sebagai data pendukung. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 58,4 menjadi 81,7 dengan nilai N-gain 0,56 berkategori sedang. Peningkatan terbesar terjadi pada aspek pemahaman ragam permainan tradisional beserta aturan pelaksanaannya. Observasi mencatat antusiasme tinggi, meningkatnya komunikasi orang tua dan anak, serta keterlibatan aktif peserta. Sebanyak 18 dari 21 keluarga berkomitmen bermain bersama sedikitnya sekali setiap minggu. Kegiatan ini menunjukkan permainan tradisional merupakan alternatif sederhana, ekonomis, dan berbasis budaya lokal yang efektif memperkuat ketahanan keluarga. Pendampingan berkelanjutan bersama pemerintah pekon perlu dilakukan agar kebiasaan positif berkembang dalam masyarakat.
PELATIHAN PENYUSUNAN ASESMEN LITERASI MATEMATIS BAGI GURU UNTUK DIAGNOSTIK AWAL SISWA DI SEKOLAH DASAR TRENGGALEK Zaenal Abidin; Ika Rahmawati; Farida Istianah; Hendrik Pandu Paksi; Ricky Setiawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6927

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman guru sekolah dasar dalam menyusun asesmen literasi matematis yang dapat digunakan sebagai instrumen diagnostik awal untuk mengidentifikasi kemampuan peserta didik. Asesmen yang digunakan guru selama ini masih didominasi oleh soal yang mengukur penguasaan konsep, sehingga belum mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai kemampuan siswa dalam bernalar, memecahkan masalah, dan menerapkan konsep matematika dalam berbagai konteks kehidupan. Tujuan PKM ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun asesmen literasi matematis melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Metode PKM terdiri atas tahap perencanaan dan persiapan, pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi dan monitoring. Sasaran kegiatan adalah guru sekolah dasar di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur. Pelaksanaan PKM dilaksanakan selama dua bulan pada Juli–Agustus 2023. Instrumen yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan lembar angket, sedangkan hasil kegiatan dianalisis secara deskriptif. Hasil PKM menunjukkan bahwa guru mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam menyusun asesmen literasi matematis yang kontekstual, valid, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar sebagai dasar pelaksanaan diagnostik awal pembelajaran. Dengan demikian, pelaksanaan pelatihan dan pendampingan mampu meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun asesmen literasi matematis untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif dan berpusat pada kebutuhan belajar siswa.
PELATIHAN TANGRAM UNTUK GURU SEKOLAH DASAR DALAM MEMFASLITASI BERPIKIR KOMPUTASI Zaenal Abidin; Wiryanto Wiryanto; Ramadhan Kurnia Habibie
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6928

Abstract

Kemampuan berpikir komputasi (computational thinking) merupakan salah satu kompetensi esensial abad ke-21 yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar. Namun, masih banyak guru yang mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan berpikir komputasi ke dalam pembelajaran karena keterbatasan pemahaman terhadap strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Salah satu media yang dapat dimanfaatkan adalah tangram, yaitu permainan geometri yang mampu melatih kemampuan berpikir logis, pemecahan masalah, pengenalan pola, abstraksi, dan penyusunan algoritma. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam memfasilitasi berpikir komputasi melalui pemanfaatan media tangram. Kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Pacitan dengan melibatkan guru-guru sekolah dasar sebagai peserta. Metode pelaksanaan terdiri atas tahap analisis kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan pelatihan, praktik penyusunan aktivitas pembelajaran berbasis tangram, pendampingan, serta evaluasi. Materi pelatihan meliputi konsep berpikir komputasi, implementasi berpikir komputasi dalam pembelajaran sekolah dasar, penggunaan tangram sebagai media pembelajaran, dan penyusunan aktivitas pembelajaran yang mengintegrasikan elemen decomposition, pattern recognition, abstraction, dan algorithmic thinking. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis tangram untuk memfasilitasi berpikir komputasi peserta didik. Guru mampu merancang aktivitas pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik sesuai dengan karakteristik Kurikulum Merdeka. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama pelatihan serta mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang siap diimplementasikan di kelas. Dengan demikian, pelatihan tangram menjadi salah satu alternatif program pengembangan profesional guru yang efektif dalam mendukung pembelajaran inovatif sekaligus memperkuat kemampuan berpikir komputasi siswa sekolah dasar.
PELATIHAN PENGGUNAAN AUGMENTED REALITY DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN INKLUSIF UNTUK GURU SEKOLAH DASAR LABSCHOOL UNESA Wagino Wagino; Zaenal Abidin
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6929

Abstract

Pembelajaran inklusif menuntut guru mampu menciptakan proses pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan mampu mengakomodasi keberagaman karakteristik peserta didik. Salah satu tantangan yang dihadapi guru sekolah dasar adalah keterbatasan pemanfaatan teknologi digital yang mampu memvisualisasikan materi pembelajaran secara konkret, terutama bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Augmented Reality (AR) merupakan teknologi yang berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penyajian objek virtual tiga dimensi yang interaktif dan kontekstual. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru Sekolah Dasar Labschool Universitas Negeri Surabaya dalam memanfaatkan Augmented Reality untuk mendukung pembelajaran inklusif. Kegiatan dilaksanakan pada 11 September 2025 dengan melibatkan guru-guru SD Labschool UNESA sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, penyusunan materi, pelaksanaan pelatihan, praktik penggunaan aplikasi Augmented Reality, pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran, serta evaluasi. Materi yang diberikan meliputi konsep pembelajaran inklusif, prinsip penggunaan Augmented Reality dalam pendidikan, implementasi media AR pada pembelajaran sekolah dasar, serta pengembangan aktivitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengoperasikan aplikasi Augmented Reality serta mengintegrasikannya ke dalam perangkat pembelajaran. Guru mampu merancang aktivitas pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik yang beragam. Selain itu, peserta memberikan respons positif terhadap pelaksanaan pelatihan dan menyatakan kesiapan untuk mengimplementasikan media Augmented Reality dalam proses pembelajaran di kelas. Dengan demikian, pelatihan ini menjadi salah satu strategi yang efektif dalam meningkatkan kompetensi guru sekaligus mendukung implementasi pembelajaran inklusif berbasis teknologi di sekolah dasar.