cover
Contact Name
Fazli Rachman
Contact Email
fazli.rachman@unimed.ac.id
Phone
+6285261810714
Journal Mail Official
kewarganegaraan@unimed.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan Jln. Willem Iskandar, Pasar V, Medan, North Sumatra, Indonesia, Postcode 20221, Telp. (061) 6625973, 6613276, 6618754, 6613365, Fax. (061) 6614002 Email: kewarganegaraan@unimed.ac.id
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 16937287     EISSN : 27456919     DOI : https://doi.org/10.24114/jk
Jurnal Kewarganegaraan is Journal of Civics and Citizenship Education Research and Study that are scientific journals that publish articles from scientific research and study. This journal aims to publish the development of concepts, theories, perspectives, paradigms and methodologies of research in the science of citizenship and citizenship education. The focus and scope of Kewarganegaraan: Journal of Civics and Citizenship Education Research and Study include: Civics (Science of Citizenship); Citizenship Studies; Values and Moral Education; Legal and Human Rights Education; Political Education Classroom Action Research (Citizenship Education); Development of teaching and learning citizenship education (approaches, strategies, models, methods, media, sources, and evaluations); Development of Citizenship Education textbooks; Study of learning content on Citizenship Education; Study of Citizenship Education curriculum in school; and Study of Citizenship Education curriculum in Higher Education
Articles 161 Documents
Nilai Praksis Pancasila Sebagai Modal Pengembangan Sumber Daya Manusia Era Society 4.0 dalam Rangka Mendukung Pertahanan Negara Inthaly, Anouphone; Almubaroq, Hikmat Zakky
Jurnal Kewarganegaraan Vol 19, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v19i2.33872

Abstract

AbstractPancasila has the nature of basic values which are the essence of the five precepts. The five precepts include values regarding the One Godhead, humanity, unity, democracy, and justice. The nature of Pancasila is universal, in other words, ideals, goals, and good and true values are contained in Pancasila as a basic value. Pancasila is classified as a philosophy, a view of life, and in a practical sense. Philosophy of Pancasila has a function and role as a guide and guide in attitudes, behaviour and actions in everyday life, in the life order of the nation, society and state for the Indonesian people. The value of Pancasila praxis is used as the basic capital in the development of human resources in the era of society 4.0 which must have a view of life and behaviour that is strong and has character in facing increasingly complex challenges. This paper was written using a qualitative method with a literature study approach that looks at the practical value of Pancasila as the basic capital for developing human resources in the era of society 4.0 in supporting national defence by using the theory of Pancasila philosophy and human resource development.------------AbstrakPancasila memiliki sifat nilai dasar yang dimana hakikat dari kelima sila. Kelima sila tersebut antara lain nilai nilai mengenai Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Sifat dari Pancasila yaitu universal, dengan kata lain, cita-cita, tujuan, serta nilai-nilai yang baik dan bena terkandung dalam Pancasila sebagai nilai dasar. Pancasila digolongkan sebagai filsafat, pandangan hidup, dan dalam arti praktis. Filsafat Pancasila memiliki fungsi dan peranan sebagai pedoman dan pegangan dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari, dalam tatanan hidup berbangsa, bermasyarakat dan bernegara bagi bangsa Indonesia. Nilai praksis pancasila digunakan sebagai modal dasar dalam pembangunan sumber daya manusia di era society 4.0 dimana harus memiliki pandangan hidup dan perilaku yang kuat dan berkarakter dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Tulisan ini ditulis dengan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang melihat bagaimana nilai praksis pancasila sebagai modal dasar pengembangan sumber daya manusia di era society 4.0 dalam mendukung pertahanan Negara dengan menggunakan teori filsafat Pancasila dan pengembangan SDM. 
Studi Perbandingan Persepsi Stigma Teroris Antara Mahasiswa Laki-Laki Dan Mahasiswa Perempuan di Universitas Riau Permatasari, Dwi Puspa; Hambali, Hambali; Primahardani, Indra
Jurnal Kewarganegaraan Vol 19, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v19i2.35131

Abstract

AbstractThis study aims to describe a comparative study of perceptions of terrorist stigma between male and female students at the University of Riau. How the terrorism and bombing cases that occurred in Indonesia were masterminded by certain religious groups using certain symbols and attributes, giving rise to a negative stigma perspective between male and female students at the University of Riau. The method used in this study is a quantitative method with a descriptive approach. The data collection technique in this research is a questionnaire consisting of five indicators and 19 questions. The data analysis technique in this study was using the Independent Sample T-test with the SPSS version 25 program. After testing the normality of the data with normal data results and testing the homogeneity of variance with homogeneous data results, then hypothesis testing can then be carried out. The results of the hypothesis test are 1,000 and the value of 1,000 > 0.05 (2-tailed < 0.05), then Ha is rejected and Ho is accepted. Based on the results of the study, it can be concluded that there is no difference in perceptions of terrorist stigma between male and female students at the University of Riau.--------------------AbstrakPenelitian bertujuan untuk mendeskripsikan studi perbandingan persepsi stigma teroris antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan di Universitas Riau. Bagaimana kasus terorisme dan pengeboman yang terjadi di Indonesia didalangi oleh sekelompok oknum agama tertentu dengan menggunakan simbol serta atribut tertentu, sehingga menimbulkan perspektif stigma negatif antara mahasiswa laki-laki dan perempuan di Universitas Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kuantitatif dengan pendekatan Deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu kuesioner/angket yang terdiri dari lima indikator dan 19 pertanyaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan uji analisis Independent Sample T-test dengan program SPSS versi 25. Setelah melakukan uji normalitas data dengan hasil data normal dan uji homogenitas varian dengan hasil data homogen, maka selanjutnya dapat dilakukan pengujian hipotesis. Hasil uji hipotesis adalah 1,000 dan nilai 1,000 > 0.05 (2-tailed < 0.05), maka Ha ditolak dan Ho diterima. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan persepsi stigma teroris antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan di Universitas Riau.
Dinamika Kontemporer Kewarganegaraan Indonesia (Studi Etnisitas Dalam Pemilihan Bupati Pakpak Bharat) Boangmanalu, Samadam; Sembiring, Armisella Br
Jurnal Kewarganegaraan Vol 19, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v19i2.30402

Abstract

AbstractCitizenship is the relationship between the individual and the state. This citizenship shows that citizens have certain rights, duties and responsibilities.. In general, every citizen has full political rights in political activities. Indonesia is a democratic country so every citizen who has citizenship status has the right to participate in political activities. This study aims to analyze the contemporary dynamics of citizenship in Indonesia in the 2020 regional head elections in the Pakpak Bharat Regency. The analytical method used in this research is a descriptive qualitative method with a case study approach model. The results show that voting behavior in the Pakpak Bharat community often negates the sociological approach to choosing someone who can be a nurturing leader. In choosing to build on the element of "closeness", closeness can be seen from many sides, including geographical proximity, family closeness, emotional closeness through material gifts or promises, and closeness through information. In addition, the determination of people's choices in local elections is often influenced by factors of ethnicity, religion, clan, and family factors.------------AbstrakKewarganegaraan merupakan adanya hubungan individu dengan negara. Kewarganegaran menunjukan bahwa warga negara memiliki hak, tugas dan tanggung jawab tertentu warga negara. Secara umum bahwa setiap warga negara memiliki hak politik penuh dalam kegiatan politik. Indonesia merupakan negara demokrasi sehingga setiap warga negara yang memiliki status kewarganegaraan memiliki hak untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan politik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kontemporer kewarganegaraan di Indonesia dalam pemilihan kepala daerah tahun 2020 di Kabupaten Pakpak Bharat. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif dengan model pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku memilih dalam masyarakat Pakpak Bharat sering kali menafikan pendekatan sosiologisme untuk memilih seseorang yang bisa menjadi pemimpin yang mengayomi. Dalam memilih terbangun atas unsur “kedekatan”, kedekatan dapat dilihat dari banyak sisi, antara lain, kedekatan geografi, kedekatan kekeluargaan, kedekatan emosional melalui pemberiaan materi atau janji, kedekatan melalui informasi.Selain itu penentuan pilihan masyarakat dalam pilkada sering dipengaruhi oleh faktor kesamaan suku, agama, marga, faktor keluarga.
Peran Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di Sekolah Dasar Bhughe, Kristina Intani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 19, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v19i2.36954

Abstract

AbstractThis study aims to determine the role of Pancasila and Citizenship Education teachers in shaping the character of the Inpres Hale Elementary School students, as well as the challenges and obstacles faced by Pancasila and Citizenship Education teachers in shaping the character of the Hale Inpres Elementary School students. This study used qualitative research methods. The survey respondents were the Principal of Inpres Hale Elementary School, Pancasila and Citizenship Education Teachers, Class VI guardians, parents, students and the community. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. Data analysis through data collection, data reduction, conclusion or verification. The results showed Pancasila and Citizenship Education teachers’ role was to embody the value of positive attitudes towards students, such as being polite, and punctual, dressing according to school rules and providing guidance and advice. Non-compliance with school rules, tardiness and truancy, and the influence of school, family, and environmental factors. ---------------AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam membentuk karakter siswa di Sekolah Dasar Inpres Hale, serta tantangan dan hambatan yang dihadapi guru PPKn dalam membentuk karakter Siswa Sekolah Dasar Inpres Hale. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Responden survei adalah Kepala Sekolah Dasar Inpres Hale, Guru PPKn, wali kelas VI, orang tua, peserta didik dan masyarakat. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru PPKn adalah mewujudkan nilai sikap positif terhadap siswa, seperti bersikap sopan, tepat waktu, berpakaian sesuai aturan sekolah dan memberikan bimbingan dan nasehat.Tantangan dan hambatan yang dihadapi guru PPKn dalam membentuk karakter siswa sekolah dasar Inpres Hale adalah ketidakpatuhan terhadap peraturan sekolah, keterlambatan dan tindakan membolos, serta pengaruh faktor sekolah, keluarga, dan lingkungan.
Kompetensi Kepemimpinan Militer di Era Society 5.0 Rehardiningtyas, Dyah Anissa; Firdaus, Mochammad Ferdion; Sulistyanto, Sulistyanto
Jurnal Kewarganegaraan Vol 19, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v19i2.35229

Abstract

AbstractThe 21st-century environment is one of unprecedented complexity, ambiguity, speed and organizational change. Conceptual skills provide the capacity to perform effectively under these conditions. Leadership in military organizations in various countries has the same goal, namely to realize the vision and mission of the organization according to its duties, authorities and responsibilities based on the results of state political decisions. This article was compiled based on a literature study using a descriptive qualitative approach as the main writing approach. Leaders are faced with an environment that is constantly changing, complex, and challenging. To lead effectively in today's world, leaders need to improve their understanding and practice of leadership to meet the new challenges coming from all directions with rapid change. Military leaders from top to bottom must be able to deal with the increasing political and cultural complexities. In the era of society 5.0, supervision does not only belong to the Leader but is also carried out by all members of the organization. The ease of technology as well as the challenges of good governance make transparency and openness an instrument. The development of the industrial era is a challenge in itself, as such policymakers inevitably have to be able to prepare themselves to face increasingly complex challenges, internal security and disaster management.-----------AbstrakLingkungan abad ke-21 adalah salah satu dari kompleksitas, ambiguitas, kecepatan, dan perubahan organisasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Keterampilan konseptual memberikan kapasitas untuk tampil efektif dalam kondisi ini. Kepemimpinan di Organisasi militer di berbagai negara memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mewujudkan visi dan misi organisasi sesuai tugas, wewenang dan tanggung jawabnya berdasar hasil keputusan politik negara. Artikel ini disusun berdasarkan studi literatur dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif sebagai pendekatan penulisan utama. Para pemimpin dihadapkan pada lingkungan yang terus berubah, kompleks, dan menantang. Untuk dapat memimpin secara efektif di dunia saat ini, pemimpin perlu meningkatkan pemahaman dan praktek kepemimpinan mereka untuk memenuhi tantangan baru yang menghadang dari segala arah dengan perubahan yang sangat cepat. Pemimpin Militer dari atas ke bawah harus mampu menghadapi peningkatan kompleksitas politik dan budaya dari perang proxy, operasi perdamaian, kehadiran dan keterlibatan ke depan, keamanan internal dan manajemen bencana. Di era masyarakat 5.0, pengawasan bukan hanya menjadi milik Pemimpin namun juga dilakukan oleh seluruh anggota organisasi. Kemudahan teknologi dan juga tantangan good governance menjadikan transparansi dan keterbukaan menjadi instrumen. Perkembangan era industri menjadi tantangan tersendiri, sebagaimana hal tersebut para pengambil kebijakan mau tidak mau harus mampu menyiapkan diri dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik Melalui Teknik Divergent Thinking dan Mind Mapping Dalam Pembelajaran PPKn Khoerudin, Cep Miftah; Alawiyah, Titi; Sukarliana, Lili
Jurnal Kewarganegaraan Vol 20, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i1.43785

Abstract

AbstractThinking skills are necessary to face complex and dynamic challenges in daily life. This study aims to identify the improvement of creative thinking skills through divergent thinking and mind-mapping techniques. The research method used is quasi-experimental with a pre-test and post-test control group design. The research sample consisted of 60 eighth-grade students in Bandung. The results of the study show that there is a significant difference in creative thinking skills between the experimental group, who were given divergent thinking and mind mapping techniques, and the control group, who were only given conventional learning. The t-test results show that the average score of the experimental group significantly increased from the pre-test, with an average of 80.01. In addition, the effect size test results show an influence of 0.912. This suggests that divergent thinking and mind-mapping techniques can be effective strategies to improve the creative thinking skills of students, and educators should consider using these techniques in the learning process to enhance students' creative thinking abilities.------------AbstrakKemampuan berpikir diperlukan menghadapi tantangan yang kompleks dan dinamis dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi  peningkatan kemampuan berpikir kreatif melalui teknik divergent thinking dan mind mapping. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan desain pre-test dan post-test control group. Sampel penelitian terdiri dari 60 orang peserta didik kelas VIII SMP di Kota Bandung. Hasil penelitian mengungkap bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kualitas keterampilan berpikir kreatif pada kelompok eksperimen yang diberikan teknik divergent thinking dan mind mapping dengan kelompok kontrol yang hanya diberikan pembelajaran konvensional. Hasil uji t-test menunjukkan bahwa nilai rata-rata pada kelompok eksperimen meningkat secara signifikan dari pre-test dengan rata rata 80,01. Selain itu, hasil uji menggunakan effect size terdapat pengaruh sebesar 0,912. Hal tersebut menunjukkan bahwa teknik divergent thinking dan mind mapping dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif pada peserta didik yang berimplikasi adalah bahwa pendidik harus mempertimbangkan penggunaan teknik-teknik tersebut pada proses pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik.
Sekolah Ramah Anak Pada Peserta Didik Penyandang Disabilitas Tunagrahita (Studi Kasus Sekolah Luar Biasa Melati Aisyiah Kabupaten Deli Serdang) Arpani, Putri; El Muhtaj, Majda
Jurnal Kewarganegaraan Vol 20, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i1.43026

Abstract

AbstractChild-friendly school (CFS) is a concept, program, and model that places children as a key educational subject whose rights are protected and respected in the whole of the learning and policy-making process in schools. SRA aims to ensure children enjoy their rights at school safely and healthily. This paper examines the essence of SRA and its contribution to respecting and protecting the rights of children with mental disabilities, in particular, intellectual disability at the Melati Aisyiah Special School (SLB) in Deli Serdang Regency. This article uses a case study approach to explain the general and special conditions that occur. Data collection through interviews was carried out to support library data from various reading sources, such as books, journals and other relevant reading sources. This article also finds that SRA is the appropriate concept to be implemented because fulfilling children's rights, especially for vulnerable groups with intellectual disabilities as children with special needs, requires a commitment and good actualization space supported by stakeholders to ensure the availability of a healthy and safe school environment.------------AbstrakSekolah Ramah Anak (SRA) merupakan konsep dan model yang menempatkan anak sebagai subjek pendidikan yang dilindungi dan dihormati hak-haknya dalam setiap proses pembelajaran dan pengambilan kebijakan di sekolah. SRA bertujuan memastikan anak-anak menikmati hak-hak mereka di sekolah dengan aman dan sehat. Tulisan ini mengkaji esensi SRA dan kontribusinya dalam upaya menghormati dan melindungi hak-hak anak penyandang disabilitas grahita di Sekolah Luar Biasa (SLB) Melati Aisyah di Kabupaten Deli Serdang. Artikel ini menggunakan pendekatan studi kasus untuk menjelaskan kondisi umum dan khusus yang terjadi. Koleksi data melalui wawancara dilakukan untuk mendukung data kepustakaan dari berbagai sumber bacaan, seperti buku, jurnal dan sumber bacaan lain yang relevan. Artikel ini menemukan bahwa SRA adalah konsep yang tepat untuk dilaksanakan karena pemenuhan hak-hak anak, khususnya kelompok rentan penyandang disabilitas grahita sebagai anak berkebutuhan khusus membutuhkan ruang aktualisasi yang baik yang didukung ketersediaan lingkungan sekolah yang sehat dan aman.
Pembangunan Ekosistem Laut Berkelanjutan Melalui Keterlibatan Warga Dalam Pengelolaan Hutan Mangrove di Desa Tanjung Rejo Rachman, Fazli; Yunita, Sri; Manik, Maria Margaretha; Girsang, Okbertus Bilanta; Safitri, Eni; Sabri, Tengku Muhammad; Halizah, Nur; Yasmin, Putri; Juliandi, Juliandi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 20, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i1.43782

Abstract

AbstractMarine ecosystem development is a national agenda for implementing sustainable development goals. Utilization of mangrove forest areas into tourist areas. The use of mangrove forests as tourism in Tanjung Rejo Village reflects the development of sustainable marine ecosystems. This qualitative descriptive research aims to involve residents in managing mangrove forests in Tanjung Rejo Village. Research collection techniques used are observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using interactive qualitative data analysis techniques to then draw conclusions deductively. Since 2022 Tanjung Rejo Village has become a Mangrove Tourism Village. The potential of mangroves is utilized to become various mangrove tour packages. The potential of mangroves is utilized to become various mangrove tour packages. Mangrove tourism is able to support mangrove ecosystems by involving village communities through creative economic groups of residents who are regularly fostered by multi-stakeholder partners. Awareness of maintaining the quality of marine ecosystems through mangroves, along with increasing the added value of mangroves economically and socially for village communities. Achieving a balance of environmental, economic and social development is the main emphasis point in achieving sustainable mangrove ecosystem development. Mangrove forest management shows the participatory culture of the residents.------------AbstrakPembangunan ekosistem laut menjadi agenda nasional implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan. Pemanfaatan hutan mangrove menjadi wisata di Desa Tanjung Rejo mencerminkan pembangunan ekosistem laut berkelanjutan. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk pelibatan warga dalam pengelolaan hutan mangrove di Desa Tanjung Rejo. Teknik pengumpulan penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif interaktif untuk kemudian dilakukan penarikan simpulan secara deduktif. Sejak 2022 Desa Tanjung Rejo menjadi Desa Wisata Mangrove. Potensi mangrove dimanfaatkan menjadi berbagai paket wisata mangrove. Wisata Mangrove mampu ekosistem mangrove dengan pelibatan masyarakat desa melalui kelompok-kelompok ekonomi kreatif warga yang secara berkala dibina oleh mitra multipihak. Kesadaran menjaga kualitas ekosistem laut melalui mangrove, seiring dengan peningkatan nilai tambah mangrove secara ekonomi dan sosial bagi masyarakat desa. Pencapaian kesimbangan pembangunan lingkungan, ekonomi dan sosial menjadi titik tekan utama pencapaian pembangunan ekosistem mangrove yang berkelanjutan. Pengelolaan hutan mangrove menunjukan budaya partisipatif warga.
Implementasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Dimasa Pandemi Covid-19 Sukmawati, Sukmawati; Anita, Anita; Jamaluddin, Jamaluddin; Hanis, Hasdin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 20, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i1.43280

Abstract

AbstractThis study aims to describe the implementation of limited face-to-face learning during the Covid-19 pandemic, as well as describe how the solutions to stunned the Covid-19 Pandemic at One Roof 1 Ampibabo Public Middle School, using qualitative research methods with descriptive research types. The results of the study (1) the implementation of limited face-to-face learning in the learning process during the Covid-19 pandemic was shifts to school, besides studying at school the teacher also used WhatsApp social media, only 15 minutes of rest time, 20 students in class, the distance between students sitting with each other complies with health protocols. The lack of parental assistance during learning causes students to be less disciplined, and students complain about assignments that are piling up. (2) The solution to overcome the implementation of limited face-to-face learning is that the school implements class shifts so that students do not come to school too much because there are restrictions on students in class so as to reduce the risk of Covid-19 symptoms.------------AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran tatap muka terbatas dimasa pandemi Covid-19, serta mendeskripsikan bagaimana solusi dalam mengatasi dimasa Pandemi Covid-19 di SMP Negeri Satu Atap 1 Ampibabo, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Hasil penelitian (1) pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas dalam proses pembelajaran selama masa pandemi Covid-19 adalah sift masuk sekolah, selain belajar di sekolah guru juga memanfaatkan media sosial whatsapp, waktu istirahat hanya 15 menit, siswa yang berada di dalam kelas berjumlah 20 orang, Jarak duduk antara siswa satu dengan yang lain sudah mematuhi protokol kesehatan. Kurangnya dampingan orang tua pada saat pembelajaran menyebabkan siswa kurang disiplin, keluhan siswa mengenai tugas yang sangat menumpuk. (2) Solusi untuk mengatasi implementasi pembelajaran tatap muka terbatas yaitu pihak sekolah menerapkan sift kelas agar siswa tidak terlalu banyak datang kesekolah karena ada pembatasan siswa dalam kelas sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya gejala Covid-19.
Peran Penting Civics: Pendidikan Ilmu Kewarganegaraan di Era Masyarakat Digital Bila, Nisrina Salsa; Wahyuni, Febri Dwi; Nurgiansah, T Heru
Jurnal Kewarganegaraan Vol 20, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i1.39530

Abstract

AbstractThis research discusses the importance of civics education in the digital era to support character strengthening for society. The method used in this study is to use the literature review method, namely by collecting, analyzing, and reading from various reference sources. References come from books and journals. Journal source search using electronic media. The subject of this research is more focused on the community. The results of the study showed that the influence of digital development as a result of the industrial revolution 4.0 had a very significant impact on society. To support the increasingly vigorous development of technology in society, it is necessary to strengthen character through citizenship education. The important role of civics education is currently being focused on considering that there are many outstanding cases due to a decline in morale among the people. Strengthening character education in the digitalization era is very important for the community to foster a much better moral attitude and not be easily carried away by the negative currents of the digitalization era. Due to the influence of technological developments in the current era, it has had a significant impact on everyday life. And if it is not balanced with strengthening the character of each individual, they will be carried away by the free flow of digitalization without limits.------------AbstrakPenelitian ini membahas tentang pentingnya pendidikan kewarganegaraan di era digital untuk mendukung penguatan karakter bagi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode literatur review yaitu dengan mengumpulkan, menganalisis, membaca sumber referensi. Referensi bersumber dari buku, dan jurnal. Pencarian sumber jurnal menggunakan media elektronik. Subjek penelitian ini adalah lebih difokuskan kepada masyarakat. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengaruh perkembangan digital akibat dari revolusi industri 4.0 sangat signifikan pengaruhnya terhadap masyarakat. Untuk mendukung perkembangan teknologi yang semakin gencar di masyarakat maka diperlukan adanya penguatan karakter melalui pendidikan kewarganegaraan. Peran penting pendidikan kewarganegaraan menjadi hal yang difokuskan saat ini mengingat banyak kasus yang beredar akibat penurunan moral di kalangan masyarakat. Penguatan pendidikan karakter di era digitalisasi sangat penting bagi masyarakat untuk menumbuhkan sikap moral yang jauh lebih baik dan tidak mudah terbawa arus negatif era digitalisasi. Dikarenakan pengaruh dari perkembangan teknologi di era sekarang ini telah banyak memberikan dampak signifikan bagi kehidupan sehari-hari. Apabila tidak di imbangi dengan adanya penguatan karakter pada diri masing- masing individu akan terbawa arus digitalisasi yang bebas tanpa batas.

Page 3 of 17 | Total Record : 161