cover
Contact Name
Fazli Rachman
Contact Email
fazli.rachman@unimed.ac.id
Phone
+6285261810714
Journal Mail Official
kewarganegaraan@unimed.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan Jln. Willem Iskandar, Pasar V, Medan, North Sumatra, Indonesia, Postcode 20221, Telp. (061) 6625973, 6613276, 6618754, 6613365, Fax. (061) 6614002 Email: kewarganegaraan@unimed.ac.id
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 16937287     EISSN : 27456919     DOI : https://doi.org/10.24114/jk
Jurnal Kewarganegaraan is Journal of Civics and Citizenship Education Research and Study that are scientific journals that publish articles from scientific research and study. This journal aims to publish the development of concepts, theories, perspectives, paradigms and methodologies of research in the science of citizenship and citizenship education. The focus and scope of Kewarganegaraan: Journal of Civics and Citizenship Education Research and Study include: Civics (Science of Citizenship); Citizenship Studies; Values and Moral Education; Legal and Human Rights Education; Political Education Classroom Action Research (Citizenship Education); Development of teaching and learning citizenship education (approaches, strategies, models, methods, media, sources, and evaluations); Development of Citizenship Education textbooks; Study of learning content on Citizenship Education; Study of Citizenship Education curriculum in school; and Study of Citizenship Education curriculum in Higher Education
Articles 146 Documents
Strategi Literasi Budaya dan Kewargaan Melalui Peningkatan Variasi Sumber Belajar di Desa Budaya Bangunjiwo Setyawati, Adella Puspa; Aulia, Syifa Siti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 20, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i2.49790

Abstract

AbstractCultural and civic literacy is very important in the era of globalization to maintain the local culture that becomes the identity of the nation. However, cultural and civic literacy is considered less competitive and studies are still minimal in its development. Bangunjiwo Village as a cultural village status is one example of the implementation of cultural and civic literacy. The type of research used is qualitative which uses data as material for analysis and is the narrative and descriptive approach. Data collection of observations, interviews, and documentation then triangulate techniques. The results of research on cultural and civic literacy strategies through increasing the variety of quality learning resources are as follows: 1) Access to library reading with facilities. 2) Digital media as a learning resource using websites, youtube, and instagram, 3) Site visits and history with traditional ceremonial activities and new ways of conveying historical stories through dances such as Ambangunjiwo Goa Wurung historical traces from Prince Diponegoro, 4) Traditional games and art exercises by means of children's dolanan festivals become unique events in conveying the diversity of traditional games packaged into dances. 5) Translation of supporting materials through spatial naming using Javanese script.---------------------------AbstrakLiterasi budaya dan kewargaan sangat penting untuk menghadapi era globalisasi untuk menjaga budaya lokal yang menjadi identitas bangsa. Akan tetapi, literasi budaya dan kewargaan dianggap kurang kompetitif serta kajian yang masih minim dalam pengembangannya. Desa Bangunjiwo sebagai status desa budaya menjadi salah satu contoh dalam implementasi literasi budaya dan kewargaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang menggunakan data sebagai bahan analisis dan bersifat naratif dan pendekatan deskriptif.  Pengumpulan data cara observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian melakukan triangulasi teknik. Hasil penelitian strategi literasi budaya dan kewargaan melalui peningkatan variasi ragam sumber belajar bermutu, sebagai berikut: 1) Akses bacaan perpustakaan dengan fasilitas. 2) Media digital sebagai sumber belajar menggunakan website, youtube, dan instagram, 3) Kunjungan situs dan sejarah dengan kegiatan upacara adat dan cara baru menyampaikan kisah sejarah melalui tarian seperti Ambangunjiwo Goa Wurung jejak sejarah dari Pangeran Diponegoro, 4) Permainan tradisional dan latihan seni dengan cara festival dolanan anak menjadi acara yang unik dalam menyampaikan keberagaman permainan tradisional dikemas menjadi tarian. 5) Penerjemahan bahan penunjang melalui cara penamaan tata ruang menggunakan aksara jawa.
Penguatan Keterampilan Partisipasi sebagai Civic Skills Siswa Melalui Latihan Dasar Kepemimpinan di SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar Tavip, Herlan; Muthali’in, Achmad
Jurnal Kewarganegaraan Vol 20, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i2.44977

Abstract

AbstractThe Basic Leadership Training is an annual program implemented for the framework of new candidates for IPM, HW, and PMR High School Muhammadiyah 1 Karanganyar. The aim of this study is to know the strengthening of participation skills as civic skills students through LDK High School Muhammadiyah 1 Karanganyar activities. The method used in this study is qualitative descriptive. The results of this study showed that LDK High School Muhammadiyah 1 Karanganyar enhanced the participation skills of participants. It is demonstrated 1) activities that are compatible with four indicators of participatory skills: student participation in order, willingness to comply with the rules, courage to argue, and giving leadership material. 2) Differences occur among which participants are less interested in activities, some are less obedient, less confident, and have not understood the entire leadership material. (3) The implemented solutions include procuring rafting in the trade, granting sanctions, fishing to dare to argue, and providing tasks with leadership materials. Then from the above results, it can be concluded that there is an enhancement of student participation skills through LDK Muhammadiyah High School 1 Karanganyar.-------------------AbstrakLatihan Dasar Kepemimpinan adalah program tahunan yang dilaksanakan untuk pengkaderan calon pengurus baru IPM, HW dan PMR SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penguatan keterampilan partisipasi sebagai civic skills siswa melalui kegiatan LDK SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa LDK SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar menguatkan keterampilan partisipasi peserta. Hal ini ditunjukan 1) kegiatan yang berkesesuaian dengan empat indikator keterampilan partisipasi yaitu partisipasi siswa yang tertib, kemauan mematuhi peraturan, berani berpendapat dan pemberian materi kepemimpinan. 2) Kendala yang terjadi di antaranya peserta kurang tertarik dengan kegiatan, beberapa kurang patuh, kurang percaya diri dan belum memahami keseluruhan materi kepemimpinan. 3) Solusi yang diterapkan diantaranya pengadaan rafting di magelang, pemberian sanksi, memancing agar berani berpendapat dan pemberian tugas dengan materi kepemimpinan. Maka dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat penguatan keterampilan partisipasi siswa melalui LDK SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar. 
Pengembangan Digital Citizenship Melalui Pojok Baca Digital di Masyarakat Karang Bedil Kota Mataram Utomo, Muhamad Dwi; Ismail, M.; Sawaludin, Sawaludin; Sumardi, Lalu
Jurnal Kewarganegaraan Vol 20, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i2.48274

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to provide an understanding to the public to be smart in choosing positive news that does not contain fake news and increases literacy. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The results of this study use a qualitative approach with descriptive methods because this research describes objects, phenomena, and social conditions that occur in the Karang Bedil community through POCADI services. The development of digital citizenship through POCADI is therefore as follows: 1. Digital citizenship involves understanding the risks associated with technology and how to protect oneself online. This also includes respecting the rights of others and using technology responsibly. 2. Digital citizenship aims to enable people to utilize technology properly in accordance with applicable ethics and norms. The concept of this coaching is for the development of society to reduce the time to use technology to make the organization productive for both children and adults. Digital citizenship aims to ensure that everyone can use digital media, technology, and responsible Digital citizenship coaching.-----------------AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk cerdas dalam memilih berita yang sifatnya positif, tidak mengandung berita bohong dan meningkatkan literasi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumen. Hasil penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif karena dalam penelitian ini menggambarkan objek, fenomena atau kondisi sosial yang terjadi di masyarakat Karang Bedil melalui layanan POCADI. Maka pengembangan Kewarganegaraan digital melalui POCADI adalah sebagai berikut: 1. Kewarganegaraan digital melibatkan pemahaman risiko yang terkait dengan teknologi dan cara melindungi diri sendiri secara online. Ini juga termasuk menghormati hak orang lain dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. 2. Kewarganegaraan digital bertujuan agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi dengan baik sesuai etika dan norma yang berlaku. Konsep pembinaan ini adalah untuk pengembangan masyarakat untuk mengurangi waktu untuk menggunakan teknologi agar masyarakat produktif baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Tujuan kewarganegaraan digital adalah untuk memastikan bahwa setiap orang dapat menggunakan media digital, teknologi, dan bertanggung jawab Pembinaan kewarganegaraan digital.
The Dynamic of Citizenship Within K-Popers: An Ethnography Studies Prasetiyo, Wibowo Heru; Rizqiyah, Zulfa
Jurnal Kewarganegaraan Vol 21, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v21i1.55642

Abstract

AbstrakGlobalisasi telah mendorong masuknya Korean Wave ke Indonesia yang menantang kesadaran nasionalisme dan kecintaan terhadap budaya bangsa. K-pop telah menjadi ciri khas Korean Wave karena persaingan yang signifikan antara girl band dan boy band, khususnya boy band BTS. Penelitian ini mengidentifikasi dan mendeskripsikan pentingnya pendekatan kewarganegaraan dan kesadaran nasionalis di kalangan K-Popers. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan teknik pengumpulan data survei, observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap lima orang wanita fans BTS di Solo, Jawa Tengah yang disebut dengan komunitas Solo Army. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa pendekatan kewarganegaraan yang diterapkan oleh masyarakat Tentara Solo mendekati komunitarian. Namun para K-Popers menunjukkan fanatisme tanpa mengurangi rasa nasionalismenya dengan menyukai BTS sebagai hiburan sedangkan nasionalisme adalah sebuah kewajiban. K-Popers Army Solo juga membentuk nasionalisme dengan mengadakan kegiatan sosial yang ditujukan kepada sesama manusia yang harus saling membantu dan menghormati tanpa membeda-bedakan. Oleh karena itu, penting untuk memiliki pendekatan sipil dan kesadaran nasionalis di kalangan K-Popers agar budaya Korean Wave tidak mudah mempengaruhi mereka.--------AbstractGlobalization has encouraged the entry of the Korean Wave into Indonesia, which challenges the awareness of nationalism and love for the nation's culture. K-pop has become a hallmark of the Korean Wave due to the significant competition between girl and boy bands, especially the boy band BTS. This research identifies and describes the importance of a civic approach and nationalist awareness among K-Popers. This study used ethnographic methods with survey data collection techniques, observation, documentation, and interviews with five female BTS fans in Solo, Central Java, called the Solo Army community. The results of the study illustrate that the civic approach adopted by the Solo Army community is close to communitarian. However, K-Popers show fanaticism without reducing their sense of nationalism by liking BTS as entertainment while nationalism is an obligation. K-Popers Army Solo also forms nationalism by holding social activities aimed at fellow humans who must help and respect each other without discriminating. Therefore, it is essential to have a civic approach and nationalist awareness among K-Popers so that Korean Wave culture does not easily influence them.
Perlindungan HAM Korban Pelecehan Seksual Pada Wilayah Hukum Kepolisian Resor Kendal Septiawan, Ilham
Jurnal Kewarganegaraan Vol 21, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v21i1.53151

Abstract

AbstractHuman Rights (HAM) are the nature of every human being and must continue to be upheld. Protection and enforcement of human rights are also proof of justice, including for victims of sexual harassment. Criminal acts of sexual harassment have also occurred in the jurisdiction of the Kendal Police, where, in recent years, there have always been cases of sexual harassment. This research aims to provide an overview of the efforts made by the Kendal Police to provide human rights protection to victims of sexual harassment in the Kendal area. The results of this research conclude that the protection and enforcement of human rights for victims of sexual harassment in the jurisdiction of the Kendal Police is, of course, appropriate by imposing penalties on perpetrators of sexual harassment as stated in Articles 414 to Article 422 of Law Number 1 of 2023. However, apart from that, the Government is also responsible for providing protection and upholding human rights for women who are victims of sexual harassment. The Kendal government assists in medical services, legal assistance, and recovery efforts carried out by various parties.-------------------AbstrakHak Asasi Manusia (HAM) menjadi fitrah setiap manusia yang harus terus dipegang dan ditegakkan. Perlindungan dan penegakan HAM juga menjadi sebuah bukti keadilan termasuk di dalamnya bagi korban pelecehan seksual. Tindak kriminal pelecehan seksual turut terjadi di wilayah hukum Polres Kendal yang pada beberapa tahun terakhir selalu terjadi kasus pelecehan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai apa saja upaya yang dilakukan oleh Polres Kendal untuk memberikan perlindungan HAM pada korban pelecehan seksual di wilayah Kendal. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa perlindungan dan penegakan HAM bagi korban pelecehan seksual di wilayah hukum Polres Kendal tentu saja sudah tepat. Dengan adanya pemberlakuan hukuman kepada pelaku pelecehan seksual seperti telah tercantum dalam Pasal 414 sampai pasal 422 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Namun selain itu, Pemerintah juga bertanggung jawab memberikan perlindungan dan penegakan HAM terhadap Perempuan korban pelecehan seksual. Pemerintah Kendal memberikan pemberian bantuan seperti layanan medis, bantuan hukum, dan upaya pemulihan yang dilakukan oleh berbagai pihak.
Tentang Eksistensialitas: Perspektif Heideggerian Terhadap Program Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi di Indonesia Feriyansyah, Feriyansyah; Murtiningsih, RR Siti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 21, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v21i1.48037

Abstract

AbstractThis article discusses the application of Heideggerian perspectives on existentialism in civic education programs in Indonesia and their critique on the construction of knowledge and the implementation of citizenship values in the education system. The research findings indicate that the concepts of authenticity and ontological education in civic education complement each other in developing individuals as citizens who have a deep understanding of themselves, social responsibility, and the meaning of existence. This approach also prepares them to face the challenges of globalization and world changes, considering the social and historical contexts that influence individuals, thus fostering a caring, responsible, and knowledgeable society. However, the development of civic education programs at the tertiary level in Indonesia needs to consider the critique from Heideggerian perspectives to balance empowering individuals to seek personal life meaning and developing citizenship values inherent in individuals as citizens. Higher education civic education is expected to produce citizens with intellectual competence and strengthen their sense of social responsibility through civic engagement as young citizens in building an inclusive, just, and harmonious public sphere.--------------AbstrakArtikel ini membahas penerapan perspektif Heideggerian tentang eksistensialisme dalam program pendidikan kewarganegaraan di Indonesia serta kritiknya terhadap konstruksi pengetahuan dan implementasi nilai-nilai kewarganegaraan dalam sistem pendidikan. Penelitian ini menemukan bahwa konsep autentisitas dan pendidikan ontologis dalam pendidikan kewarganegaraan saling melengkapi untuk mengembangkan individu sebagai warga negara yang memiliki pemahaman mendalam tentang diri sendiri, tanggung jawab sosial, dan makna keberadaan. Pendekatan ini juga mempersiapkan mereka menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan dunia dengan memperhatikan konteks sosial dan sejarah yang mempengaruhi individu, sehingga membentuk masyarakat yang peduli, bertanggung jawab, dan berpengetahuan luas. Namun, pengembangan program pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi di Indonesia perlu mempertimbangkan kritik perspektif Heideggerian untuk mencapai keseimbangan antara pemberdayaan individu dalam mencari makna kehidupan pribadi dan pengembangan nilai-nilai kewarganegaraan yang melekat pada individu sebagai warga negara. Pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan warga negara yang memiliki kecerdasan intelektual dan memperkuat rasa tanggung jawab sosial melalui keterlibatan kewarganegaraan sebagai warga negara muda dalam membangun ruang publik yang inklusif, adil, dan harmonis.
Developing Citizenship Attitudes and Skills For Civil Engineering Graduates Through Problem-Based Learning Model Approach Frans, Pieter Lourens; Abdin, Maslan; Jakob, Juvrianto Chrissunday
Jurnal Kewarganegaraan Vol 21, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v21i1.56108

Abstract

AbstrakSikap dan keterampilan kewarganegaraan merupakan hal yang krusial dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Dengan pendekatan Model Problem-Based Learning lulusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Ambon dapat mengembangkan sikap dan keterampilan secara konkret melalui pengalaman praktis. Dengan demikian, penelitian ini memiliki relevansi yang signifikan untuk mempersiapkan lulusan dalam menghadapi perubahan zaman dan tuntutan dunia kerja yang semakin dinamis. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method yaitu penggabungan data penelitian kuantitatif dan kualitatif,  Hasil penelitian yang didapat yaitu dari 19 mahasiswa yang mengikuti pembelajaran nilai rata-rata (Mean) hasil belajar mahasiswa pada variabel sikap sebesar 3,47 selanjutnya variabel keterampilan sebesar 3,53. pembelajaran dengan pendekatan model project based learning menunjukkan dampak positif dengan penilaian baik dan baik sekali, pada sikap mahasiswa mampu menggagas alternatif solusi, kontribusi dan menunjukkan integritas. Pada keterampilan mahasiswa mampu membangun jejaring merefleksikan hal-hal selama proses, memiliki semangat untuk terus memperbaiki lebih baik, mengimplementasikan solusi dan memiliki inisiatif untuk perbaikan bersama.--------------------AbstractHaving the right attitudes and abilities related to citizenship is essential when it comes to dealing with the problems of the professional sphere. The Problem-Based Learning Model enables Civil Engineering graduates from Politeknik Negeri Ambon to cultivate tangible attitudes and abilities via hands-on experience. Therefore, this research holds great importance in equipping graduates to confront the evolving circumstances and the progressively dynamic requirements of the professional sphere. The study employed a hybrid methodological approach, specifically integrating both quantitative and qualitative research data. The research findings were derived from a sample of 19 participants who participated in the study. The mean value of student learning outcomes for the attitude variable was 3.47, while for the skill variable it was 3.53. Implementing a project-based learning paradigm has been found to have a favourable effect on students' attitudes, as evidenced by their ability to provide innovative ideas, actively contribute, and demonstrate integrity, leading to positive assessments. Regarding talents, students possess the ability to establish connections, engage in reflective thinking, have a persistent drive for self-improvement, effectively execute solutions, and exhibit proactive behaviour towards mutual enhancement.
Upaya Pemerintah Desa dalam Melestarikan Nilai Kearifan Lokal Tari Topeng Melalui Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan Kasih, Titis Fatmasari Kharisma; Wibowo, Arif Prasetyo; Widodo, Rohmad
Jurnal Kewarganegaraan Vol 21, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v21i1.51590

Abstract

AbstractJabung Mask Dance is a type of Jabung regional symbol dance that is very famous during the harvest month or month, according to the Javanese calendar, and is often performed in various local community events. The purpose of this study is to determine the efforts of the village government's efforts to preserve the local wisdom value of mask dance through a citizenship education perspective, as well as supporting and inhibiting factors in preserving the value of local wisdom of Jabung Mask Dance. The research method uses a qualitative approach, with observation data collection techniques, interviews with Mask dancer elders and Jabung Village heads, and document studies. The data analysis technique used is interactive analysis, namely data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. Data validity using Data triangulation. The results showed that the Village Government strives to perform this Mask Dance at various events and provides support for training. So, it can be concluded that village government's efforts to preserve the local wisdom value of mask dance through a citizenship education perspective are considered quite helpful and very effective as a basis to continue to support the preservation of the value of local wisdom of the Jabung Mask Dance art.------------AbstrakTari Topeng Jabung adalah jenis tarian simbol daerah Jabung yang sangat terkenal selama bulan panen atau bulan baik menurut penanggalan Jawa dan sering ditampilkan dalam berbagai acara masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya pemerintah desa dalam melestarikan nilai kearifan lokal tari topeng melalui perspektif pendidikan kewarganegaraan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam melestarikan nilai kearifan lokal kesenian Tari Topeng Jabung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dengan sesepuh penari Topeng dan kepala Desa Jabung, serta studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan Triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa berupaya untuk selalu menampilkan Tari Topeng ini di berbagai acara dan Pemerintah Desa memberikan dukungan untuk pelatihan. Jadi dapat disimpulkan bahwa upaya pemerintah desa dalam melestarikan nilai kearifan lokal tari topeng melalui perspektif pendidikan kewarganegaraan ini dianggap cukup membantu dan sangat efektif dilakukan sebagai dasar untuk tetap menunjang pelestarian nilai kearifan lokal kesenian Tari Topeng Jabung.
Transformasi Pendidikan Kewarganegaraan Global di Era Abad 21: Analisis Implementasi dan Tantangan Mulyani, Heny; Komalasari, Kokom; Permatasari, Mitra; Bribin, Maria Lufransiya; Suriaman, Suriaman
Jurnal Kewarganegaraan Vol 21, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v21i1.55115

Abstract

AbstractThis research discusses the implementation and challenges of Global Citizenship Education (GCED) in the 21st century. The purpose of this study is to explore the importance of GCED in preparing individuals to face global challenges, as well as to identify the main challenges faced in the implementation of GCED. The research method used includes a literature review of various articles and research papers related to GCED obtained through the Google Scholar database. The results showed that GCED is an important concept to equip individuals with the knowledge, skills, and values needed to face global challenges. The implementation of GCED in various countries has been widely done, but in practice there are still obstacles and challenges such as lack of understanding of the concept, curriculum limitations, cultural barriers, and lack of resources and funds. GCED is important to prepare learners to be active and responsible global citizens. To overcome the challenges of GCED implementation, strategies such as raising awareness and advocacy, providing training and capacity, curriculum reform, creating partnerships and networks, and utilizing technology are needed. Thus, GCED has a crucial role in fulfilling the needs of global citizenship education in the 21st century.----------------AbstrakPenelitian ini membahas implementasi dan tantangan Pendidikan Kewarganegaraan Global (GCED) di abad ke-21. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pentingnya GCED dalam mempersiapkan individu menghadapi tantangan global, serta untuk mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi dalam implementasi GCED. Metode penelitian yang digunakan meliputi tinjauan literatur dari berbagai artikel dan paper penelitian terkait dengan GCED yang diperoleh melalui database Google Scholar . Hasil penelitian menunjukkan bahwa GCED adalah konsep penting untuk membekali individu dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk menghadapi tantangan global. Implementasi GCED di berbagai negara telah banyak dilakukan, namun dalam praktiknya masih ditemukan hambatan dan tantangan seperti kurangnya pemahaman akan konsep tersebut, batasan kurikulum, hambatan budaya, dan kurangnya sumber daya dan dana. Mengingat GCED penting untuk mempersiapkan peserta didik menjadi warga global yang aktif dan bertanggung jawab. Untuk mengatasi tantangan implementasi GCED, diperlukan strategi seperti meningkatkan kesadaran dan advokasi, memberikan pelatihan dan kapasitas, reformasi kurikulum, membuat kemitraan dan jaringan, serta memanfaatkan teknologi. Dengan demikian, GCED memiliki peran yang krusial dalam memenuhi kebutuhan pendidikan kewarganegaraan global di abad ke-21.
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Sebuah Tinjauan Pustaka Sistematis Aryansyah, Ryan; Alfiandra, Alfiandra
Jurnal Kewarganegaraan Vol 21, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v21i1.52850

Abstract

AbstractThis research analyzes how differentiated learning is implemented in Pancasila and citizenship education subjects. Differentiated learning pays attention to the differences and uniqueness that each student presents. There are four aspects of differentiated learning: content, process, product, and learning environment. Each student also has different learning tendencies or styles, such as visual, auditory, and kinesthetic. The systematic literature review (SLR) research aims to describe the application of differentiation in Pancasila and Civic Education subjects. The method used in this research is a literature study that analyzes the application of differentiated learning in Pancasila and citizenship education subjects. Various literature was obtained from multiple scientific research from 2021-2023 with the help of Google Scholar with the keyword "differentiated learning." From the articles obtained, identification, data selection, feasibility testing, and data analysis were then carried out to receive 9 articles following the literature review's objectives. The results of this literature review revealed that there are factors in implementing differentiated learning, namely effective learning strategies, that make students appear more active. It can be concluded that the effective implementation of differentiated learning can increase students' interest in learning.-----------------AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata PPKn. Pembelajaran berdiferensiasi memperhatikan bagaimana perbedaan serta keunikan yang dimunculkan oleh setiap peserta didik. Terdapat empat aspek dalam pembelajaran berdiferensiasi yang terdiri dari konten atau isi, proses, produk, dan lingkungan belajar. Setiap peserta didik juga mempunyai kecenderungan atau gaya belajar yang berbeda-beda seperti, visual, auditori dan kinestetik. Penelitian kajian kepustakaan sistematis (systematic literature review) bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran PPKn. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah studi literatur yang digunakan untuk menganalisis penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran PPKn. Berbagai literatur diperoleh dari berbagai penelitian ilmiah dari tahun 2021-2023 dengan bantuan google scholar dengan kata kunci “pembelajaran berdiferensiasi”. Dari artikel yang didapatkan, kemudian dilakukan identifikasi, pemilihan data, uji kelayakan serta analisis data sehingga diperoleh 9 artikel yang sesuai dengan tujuan kajian literatur. Hasil literature review ini mengungkapkan bahwa terdapat faktor dari keterlaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, yaitu strategi pembelajarannya yang bersifat efektif dan membuat siswa menjadi semakin terlihat lebih aktif. Dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi secara efektif dapat meningkatkan minat belajar siswa.

Page 5 of 15 | Total Record : 146