cover
Contact Name
Muhamad Suhard
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah
ISSN : 27985741     EISSN : 27985733     DOI : https://doi.org/10.51878/action.v1i2.639
Core Subject : Science, Education,
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Classroom and School Action Research.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 175 Documents
MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS V SDN 07 SEBALO MENGGUNAKAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA PEMBELAJARAN IPA Darma, Aleng; Torimtubun, Hendrikus
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i2.5773

Abstract

Education is an important foundation in the development of an individual's personality, encompassing knowledge, values, attitudes, and skills. The goal of education is to produce quality students in both academic and non-academic aspects. However, many students face difficulties in understanding the material, especially in the subject of Natural Sciences (IPA), due to ineffective teaching methods and a lack of relevance of the material to everyday life. This study aims to improve students' understanding at SDN 07 Sebalo through the implementation of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model. This model connects the subject matter with real-life situations, encouraging students to understand and apply knowledge in their daily lives. CTL involves seven main components, including constructivism, inquiry, and reflection, which focus on meaningful learning experiences. Observational results indicate that the application of CTL can enhance students' understanding of IPA learning, allowing them to be more active and critical in their studies. This research concludes that CTL is effective in addressing students' understanding issues and is relevant for application in the context of IPA learning. ABSTRAKPendidikan merupakan fondasi penting dalam pengembangan kepribadian individu, mencakup pengetahuan, nilai, sikap, dan keterampilan. Tujuan pendidikan adalah menghasilkan siswa berkualitas dalam aspek akademik dan non-akademik. Namun, banyaknya siswa menghadapi tantangan dalam memahami pelajaran, khususnya dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), yang disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang kurang efisien serta ketidakcocokan materi dengan pengalaman sehari-harinya. Adapun tujuannya dilakukan penelitian ini guna memperbaiki pemahaman siswa di SDN 07 Sebalo dengan mengimplementasikan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Model ini menghubungkan materi pembelajaran dengan konteks dunia nyata, sehingga mendorong siswa untuk lebih memahami dan mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan mereka. CTL mencakup tujuh elemen penting, seperti konstruktivisme, inkuiri, maupun refleksi, yang berfokus pada pengalaman belajar yang bermakna. Hasil observasi menunjukkan bahwasanya penerapan CTL dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap pembelajaran IPA, sehingga siswa dapat lebih aktif dan kritis dalam belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwasanya CTL efektif dalam mengatasi masalah pemahaman siswa dan relevan untuk diterapkan dalam konteks pembelajaran IPA.
PENERAPAN ASESMEN AUTENTIK BERBASIS TERTULIS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF IPAS SISWA SDN TAGUNGGUH 2 Aulia, Marsha; A, Jennie Salsabila; Helmia, Indi; Siswoyo, Andika Adinanda
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i2.5774

Abstract

This study addresses the issue of low cognitive learning outcomes in IPAS (Science, Social Studies, and Arts) among fourth-grade students at SDN Tagungguh 2, where initial scores averaged only 64%. The research specifically focuses on improving these learning outcomes through the implementation of authentic written assessment integrated with the Discovery Learning model. Conducted as a three-cycle classroom action research (CAR), each stage meticulously involved planning, adaptive action implementation, detailed observation, and in-depth reflection. Data were collected using cognitive learning outcome tests (multiple-choice and essay) and observation sheets for teacher and student activities. In Cycle I, the average cognitive learning outcome was 64% with 42% mastery. Entering Cycle II, the addition of video media prompted an increase in the average to 75.8% and mastery to 61%. The peak improvement was achieved in Cycle III, where the use of information board media significantly boosted the average to 83% with 94% classical mastery. These findings unequivocally demonstrate the effectiveness of authentic written assessment synergized with Discovery Learning and educational media in developing students' conceptual understanding and critical thinking skills. This research recommends adapting similar approaches for future IPAS learning innovations. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji permasalahan rendahnya hasil belajar kognitif IPAS dilakukan di kelas IV SDN Tagungguh 2 yang pada kondisi awal menunjukkan rata-rata hanya 64%. Penelitian ini secara spesifik berfokus pada peningkatan hasil belajar tersebut melalui implementasi asesmen autentik berbasis tertulis yang terintegrasi dengan model Discovery Learning. Sebagai penelitian tindakan kelas (PTK) tiga siklus, setiap tahapannya mencakup perencanaan yang cermat, pelaksanaan tindakan yang adaptif, observasi yang detail, dan refleksi mendalam. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar kognitif (pilihan ganda dan uraian) serta observasi aktivitas guru dan siswa. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar kognitif tercatat 64% dengan ketuntasan 42%. Memasuki siklus II, penambahan media video mendorong peningkatan rata-rata menjadi 75,8% dan ketuntasan 61%. Puncak peningkatan dicapai pada siklus III, di mana penggunaan media papan informasi secara signifikan mendongkrak rata-rata hingga 83% dengan ketuntasan klasikal 94%. Temuan ini secara tegas membuktikan efektivitas asesmen autentik berbasis tertulis yang disinergikan dengan Discovery Learning serta media edukatif dalam mengembangkan pemahaman konseptual dan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merekomendasikan adaptasi pendekatan serupa untuk inovasi pembelajaran IPAS di masa mendatang.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK MELALUI VIDEO BASED LEARNING PADA SISWA KELAS IV DI SEKOLAH DASAR Podungge, Pratiwi; Husain, Rusmin; Monoarfa, Fidyawati; Pulukadang, Wiwy T.; Husain, Rustam I.
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i2.5793

Abstract

The purpose of this research is to improve listening skills among fourth-grade students at SDN 3 Bulango Timur, Bone Bolango Regency. This research uses classroom action research (CAR) methods. The data collection techniques are observation, tests, and documentation with the subject of research being the fourth grade at SDN 3 Bulango Timur. The results of the research show an improvement in listening skills through video-based learning. In the initial observation of 14 students, it showed that 4 students or 29% had good listening skills. After conducting classroom actions for two cycles, there was an improvement in listening skills through video-based learning. In cycle I, the listening skills during the first meeting remained the same as the initial observation, with 4 students or 29%. In the second meeting, it increased to 7 students with a percentage of 50%, which is not yet in accordance with the established indicator of 75%, so it continued to cycle II. In meeting 1, students' listening skills increased to 10 students or 71%, and in meeting 2, they increased significantly with a percentage of 86% or 12 students. Therefore, the conclusion of this study is that through video-based learning, the listening skills of fourth-grade students at SDN 3 Bulango Timur, Bone Bolango Regency, have improved. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menyimak pada siswa kelas IV SDN 3 Bulango Timur Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Dengan teknik pengumpulan data observasi, tes dan dokumentasi dengan subjek penelitian yaitu kelas IV di SDN 3 Bulango Timur. Hasil penelitian menunjukan adannya peningkatan kemampuan menyimak melalui video based learning. Pada observasi awal dari 14 siswa menunjukan bahwa 4 orang siswa atau 29% siswa yang memiliki kemampuan menyimak yang baik. Setelah dilakukan tindakan kelas selama II siklus, terjadi peningkatan dalam kemampuan menyimak melalui video based learning. Pada siklus I, Kemampuan menyimak pada pertemuan pertam kemampuan menyimak masih sama seperti observasi awal yaitu 4 orang siswa atau 29%, pada pertemuan kedua meningkat menjadi 7 orang siswa dengan presentase 50%, hal ini belum sesuai dengan indikator yang di tetapkan yakni 75% sehingga dilanjutkan pada siklus II pertemuan 1 kemampuan menyimak siswa meningkat menjadi 10 orang siswa atau 71% dan pada pertemuan 2 meningkat sangat signifikan dengan presentase 86% atau 12 orang siswa. Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian ini adalah melalui video based learning kemampuan menyimak pada siswa kelas IV SDN 3 Bulango Timur Kabupaten Bone Bolango meningkat.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Suryati, Yayat
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i2.5819

Abstract

Most students perceive mathematics as a subject that is quite difficult to understand, resulting in a lack of interest in learning mathematics, which in turn affects their low academic performance in the subject. The low achievement in mathematics can be seen from the results of daily quizzes. The implementation of the cooperative learning model of the Make a Match type is very suitable for improving students’ understanding of mathematical concepts, as this model includes game-like elements that can positively impact students’ learning outcomes. The aim of this research is to determine whether the application of the cooperative learning model of the Make a Match type can improve the mathematics learning outcomes of Grade VII A students at SMP Negeri 2 Pandeglang. This research is a Classroom Action Research conducted in two cycles. The subjects of this study are the Grade VII A students of SMP Negeri 2 Pandeglang. The data sources were obtained through tests, observation sheets, and documentation, with data analysis comprising both quantitative and qualitative data. The research results showed that the average mathematics score of the students increased from a pre-cycle average of 60 with a mastery level of 26%, to an average of 72 in Cycle I with a mastery level of 68%, and an average of 81 in Cycle II with a mastery level of 86%. The N-Gain score improvement was 0.30 in Cycle I and 0.53 in Cycle II, which falls into the medium category. Therefore, the conclusion of this study is that the application of the Make a Match type cooperative learning model can improve the mathematics learning outcomes of Grade VII A students at SMP Negeri 2 Pandeglang. ABSTRAKSebagian besar siswa merasa pelajaran matematika adalah pelajaran yang cukup sulit dipahami, sehingga siswa kurang tertarik belajar matematika dan berimbas terhadap hasil belajar matematika siswa rendah. Data  hasil belajar matematika siswa yang rendah dapat dilihat dari hasil ulangan harian. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a match ini sangat cocok digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa, karena model pembelajaran ini ada unsur permainannya dan akan berimbas pada hasil belajarnya yang dapat meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan model pembelajaran koperatif tipe make a match dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Pandeglang. Penelitian ini Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Pandeglang. Sumber data hasil penelitian diperoleh dari hasil tes, lembar observasi dan dokumentasi dengan analisis data berupa data kuantitatif dan kualitataif. Dari hasil penelitian didapat nilai rata – rata hasil belajar matematika siswa dari pra siklus 60 dengan persentase ketuntasan 26 %, siklus I rata – rata 72 dengan tingkat ketuntasan 68% dan siklus II rata – rata 81 dengan tingkat ketuntasan 86%,  sedangkan nilai peningkatan N-Gain pada siklus I sebesar 0,30 dan siklus II sebesar 0,53 dengan kategori sedang. Maka kesimpulan dari penelitian ini yaitu penerapan model pembelajaran koperatif tipe make a match dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Pandeglang.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GAME BASED LEARNING PADA MATA PELAJARAN PPKN Mamonto, Dewi Fransiska; Yunus, Rasid; Nggilu, Ariyanto
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i2.5861

Abstract

This study aims to improve and reflect upon teaching practices to improve student learning outcomes in the PPKn subject for Class VIII by employing a game-based learning model. The background of this study stems from the mismatch between teaching models used in the classroom and the characteristics of the students. Traditional lecture methods often lead to student disengagement, boredom, or even drowsiness during lessons. This study adopts a Classroom Action Research (CAR) methodology, conducted in a single cycle consisting of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The study involved 20 students from Class VIII at SMP Negeri 1 Tilango, comprising 7 male and 13 female students. The first cycle consisted of three learning sessions, and student learning outcomes were evaluated after each session.The findings indicate that the use of the game-based learning model in the PPKn subject significantly improves the teaching and learning process, facilitating more effective evaluation by teachers. The model's advantages lie in fostering student engagement and enabling real-time responses. Student learning outcomes improved throughout the three sessions of Cycle 1, with evaluation scores increasing from 45% in the first session to 65% in the second and reaching 90% in the third session. In conclusion, implementing the game-based learning model in the PPKn subject for Class VIII at SMP Negeri effective in improving student learning outcomes has been proven. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan tindakan dan merefleksi tindakan mengajar dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKN di kelas VIII dengan menggunakan model pembelajaran Game Based Learning. Latar belakang penelitian ini adalah kurang cocoknya model pembelajaran di dalam kelas, hal itu juga menyangkut dengan karakteristik siswa yang ada di dalam kelas, apalagi hanya memakai metode ceramah siswa sering kali bosan atau malah tertidur di dalam kelas. Penelitian ini Menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Dengan 1 Siklus dengan masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek dari penelitian ini adalah 20 siswa dengan jumlah siswa laki-laki yaitu 7 orang dan siswa perempuan berjumlah 13 orang di kelas VIII SMP Negeri 1 Tilango kabupaten Gorontalo. Pada siklus 1 di lakukan 3 kali pertemuan, Selanjutnya evaluasi hasil belajar siswa di lakukan setiap pertemuan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Game Based Learning pada mata pelajaran PPKn dapat meningkat dalam pembelajaran dan mempermudah guru dalam proses hasil evaluasi belajar siswa, keunggulan model pembelajaran Game Based Learning terletak pada keaktifan siswa dalam kelas serta respons siswa real time. Peningkatan hasil belajar siswa di lihat dari tes evaluasi siklus 1 pertemuan 1 dengan persentase 45%, siklus 1 pertemuan 2 dengan persentase 65% dan pada siklus 1 pertemuan 3 menjadi 90%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Game Based Learning pada mata pelajaran PPKn di kelas VIII di SMP Negeri 1 Tilango kabupaten Gorontalo terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KALIMAT MAJEMUK MELALUI MODEL PROJECT-BASED LEARNING DI KELAS V SEKOLAH DASAR Mohamad, Natalia; Pulukadang, Wiwy T.; Monoarfa, Fidyawati; Husain, Rusmin; Katili, Sukri
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.5846

Abstract

This study aims to improve the ability to write compound sentences through the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) model among fifth-grade students at SDN 3 Bulango Ulu, Bone Bolango Regency, consisting of 10 students. The research employed a classroom action research design. Data collection techniques included observation, testing, and documentation. Initial observations showed that only 1 student (10%) was able to write compound sentences, while 9 students (90%) were not. In Cycle I, Meeting I, 2 students (20%) demonstrated the ability to write compound sentences, while 8 students (80%) had not met the competency criteria. As this did not meet the targeted indicator of 75% of students scoring 75 or above, the intervention continued to Cycle I, Meeting II. In this phase, 5 students (50%) were able to write compound sentences, whereas 5 students (50%) still struggled. The target was again unmet, leading to Cycle II, Meeting I. At this stage, 9 students (90%) succeeded, and only 1 student (10%) required additional support tailored to their challenges. Based on the findings, it can be concluded that the use of the Project-Based Learning model effectively enhances students’ ability to write compound sentences in Class V at SDN 3 Bulango Ulu, Bone Bolango Regency. ABSTRAKTujuan penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis kalimat majemuk melalui model pembelajaran project based laerning (PjBL) pada siswa kelas V SDN 3 Bulango Ulu Kabupaten Bone Bolango dengan jumlah siswa 10 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil dari observasi awal yang mampu menulis kalimat majemuk 1 siswa atau 10%, tidak mampu 9 siswa atau 90%. Pada siklus I pertemuan I yang mampu menulis kalimat majemuk 2 siswa atau 20%, yang tidak mampu 8 siswa atau 80%, hal ini belum sesuai dengan indikator yang ditetapkan yakni 75% siswa yang dikenai tindakan memperoleh nilai 75 keatas sehingga dilanjutkan pada siklus I pertemuan II. Pada siklus I pertemuan II siswa yang mampu menulis kalimat majemuk 5 siswa atau 50%, yang tidak mampu 5 siswa atau 50%, hal ini belum sesuai dengan indikator yang ditetapkan yakni 75% siswa yang dikenai tindakan memperoleh nilai 75 keatas sehingga dilanjutkan pada siklus II pertemuan I. Pada siklus II pertemuan I siswa yang mampu menulis kalimat majemuk 9 siswa atau 90%, yang tidak mampu 1 siswa atau 10%, siswa yang belum mampu diberikan bimbingan sesuai dengan masalah yang dihadapi. Berdasarkan penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa dengan mneggunakan model pembelajaran project based learning kemampuan siswa menulis kalimat majemuk di kelas V SDN 3 Bulango Ulu Kabupaten Bone Bolanggo meningkat.
MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN DAN MOTIVASI SISWA PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SDN TANGUNGGUH 2 Mauliddiyah, Luluk; Kristianingsih, Serafim; Fadila, Anisa Nur; Siswoyo, Andika Adinanda
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.5937

Abstract

This study aims to determine the extent to which the implementation of the Active Learning model can improve student engagement and motivation in IPAS learning among fourth-grade students at SDN Tangungguh 2. This research is a Classroom Action Research (CAR) conducted over three cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects were 25 fourth-grade students, including 11 boys and 14 girls. Data were collected through observations, motivation questionnaires, and student engagement observation sheets. The results showed that the implementation of the Active Learning model significantly improved student motivation and engagement. This was evidenced by an increase in motivation scores from an average of 70.10 in cycle I to 88.25 in cycle II, and 89.05 in cycle III. Student engagement also improved in indicators such as discussion participation, activity involvement, and attendance and discipline, all of which showed upward trends across the cycles. Thus, the Active Learning model proved effective in creating more active, enjoyable, and meaningful learning experiences for students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan model pembelajaran Active Learning dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPAS di kelas IV SDN Tangungguh 2. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam tiga siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas IV yang terdiri dari 11 laki-laki dan 14 perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, angket motivasi, dan lembar pengamatan keterlibatan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Active Learning secara signifikan meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan skor motivasi dari rata-rata 70,10 pada siklus I menjadi 88,25 pada siklus II, dan mencapai 89,05 pada siklus III. Peningkatan keterlibatan siswa juga terlihat dari indikator keaktifan diskusi, partisipasi aktivitas, serta kedisiplinan dan kehadiran yang menunjukkan tren naik di setiap siklus. Dengan demikian, model Active Learning terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MURDER (MOOD, UNDERSTAND, RECALL, DIGEST, EXPAND, RIVIEW) TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA Dewi, Chika Rahmahayu; Karim, Aim Abdul; Fitriasari, Susan
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6013

Abstract

The low level of activity and learning outcomes of class VIII B MTs Yamuallim students emphasizes the importance of choosing the right learning model in the teaching and learning process, because this greatly affects the achievement of student learning outcomes, especially in the Pancasila Education subject. Low learning outcomes and lack of student activity are generally caused by the less than optimal use of ineffective learning models by teachers. To overcome these learning problems in class VIII B MTs Yamuallim, the researcher chose to apply the MURDER (Mood, Understand, Recall, Digest, Expand, Review) cooperative learning model. This study aims to improve the learning outcomes of class VIII B MTs Yamuallim students in the Pancasila Education subject in the 2024/2025 Academic Year, even semester. The method used is Classroom Action Research (CAR) which is carried out in two cycles. Based on the data obtained, the average value of student learning activities in cycle I was 71.49% with classical completeness of 68.52%, while in cycle II the average value was 76.08% with learning completeness reaching 87.04%. This shows an increase in learning outcomes of class VIII B MTs Yamuallim students after the implementation of the MURDER cooperative learning model. Thus, the MURDER cooperative learning model has been proven to have a positive impact on student learning outcomes in the Pancasila Education subject in class VIII B MTs Yamuallim in the 2024/2025 academic year. ABSTRAKRendahnya tingkat aktivitas dan hasil belajar peserta didik kelas VIII B MTs Yamuallim menekankan pentingnya pemilihan model pembelajaran yang tepat dalam proses belajar mengajar, karena hal ini sangat mempengaruhi pencapaian hasil belajar peserta didik, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Hasil belajar yang rendah serta kurangnya keaktifan peserta didik umumnya disebabkan kurang optimalnya penggunaan model pembelajaran yang kurang efektif oleh guru. Mengatasi permasalahan pembelajaran tersebut di kelas VIII B MTs Yamuallim, peneliti memilih untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif MURDER (Mood, Understand, Recall, Digest, Expand, Review). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII B MTs Yamuallim pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila Tahun Ajaran 2024/2025 semester genap. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Berdasarkan data yang diperoleh, nilai rata-rata aktivitas belajar peserta didik pada siklus I 71,49% dengan ketuntasan klasikal 68,52%, sedangkan pada siklus ke II nilai rata-rata yaitu 76,08% dengan ketuntasan belajar mencapai 87,04%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik kelas VIII B MTs Yamuallim setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif MURDER. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif MURDER ini terbukti memberikan dampak positif terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas VIII B MTs Yamuallim pada tahun ajaran 2024/2025
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA ASPEK KOGNITIF ANAK MELALUI MODEL MERAK Rahmah, Mutia; Amelia, Rizky
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6041

Abstract

This research is based on the low activity of children and critical thinking skills in the cognitive aspect of knowing the concepts of many and little. The solution to solve this problem is to use the MERAK model which is a combination of the problem based learning, make a match, and badaku media model. The purpose of this study is to analyze teacher activities, children's activities, children's critical thinking skills, and the results of cognitive development in knowing the concepts of many and little. The approach used is a qualitative approach and a type of Class Action Research (CAR) with 4 meetings. Data analysis showed that teachers' activities reached a percentage of 97% with the criterion of "Excellent". Children's activities reached a percentage of 97% with the criterion of "All Active Children". In critical thinking skills, the percentage reached 90% with the criterion of "Almost All Skilled Children". And the results of the achievement of cognitive development reached a percentage of 91% of children who managed to develop with the category "Almost All Children Develop". Based on the results of the research, it can be concluded that the MERAK Model can improve teacher activities, children's activities, critical thinking skills and children's cognitive development outcomes. So this research can be a learning innovation in the selection of the right model and media to improve the ability to know the concepts of many and little. ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya aktivitas anak dan keterampilan berpikir kritis pada aspek kognitif dalam mengetahui konsep banyak dan sedikit. Solusi pemecahan masalah ini yaitu dengan menggunakan model MERAK yang merupakan kombinasi dari model problem based learning, make a match, dan media badaku. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis aktivitas guru, aktivitas anak, keterampilan berpikir kritis anak, serta hasil perkembangan kognitif dalam mengetahui konsep banyak dan sedikit. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 4 kali pertemuan. Analisis data menunjukkan bahwa aktivitas guru mencapai persentase 97% dengan kriteria “Sangat Baik”. Aktivitas anak mencapai persentase 97% dengan kriteria “Seluruh Anak Aktif”. Pada keterampilan berpikir kritis  mencapai persentase 90% dengan kriteria “Hampir Seluruh Anak Terampil”. Dan hasil capaian perkembangan aspek kognitif mencapai persentase 91% anak berhasil berkembang dengan kategori “Hampir Seluruh Anak Berkembang”. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Model MERAK dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak, keterampilan berpikir kritis dan hasil perkembangan kognitif anak. Maka penelitian ini dapat menjadi inovasi pembelajaran dalam pemilihan model serta media yang tepat untuk meningkatkan kemampuan mengetahui konsep banyak dan sedikit.
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PERKEMBANGAN BAHASA DALAM MENGULANG KALIMAT YANG LEBIH KOMPLEKS MENGGUNAKAN MODEL BENGKENG Shalihah, Naufi; Amelia, Rizky
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6057

Abstract

This research raises the problem motivated by low child activity and children's language development in repeating more complex sentences. This happens because the media used by teachers is less varied, learning is less meaningful and learning is one-way. This study aims to describe teacher activities, children's activities and the results of children's language development in repeating more complex sentences. The approach used is a qualitative approach with a type of classroom action research (CAR) with 4 meetings. The research setting was in group B children of Islamic Bakti 1 Kindergarten Banjarmasin, which amounted to 18 children. This study collected data through interviews, observation and documentation, data analysis using qualitative descriptive techniques and descriptive tables and graphs. The results showed that teachers' activities obtained the category of "Very Good", children's activities obtained the category "Almost all children are active" and the results of children's language development in repeating more complex sentences obtained the category "Almost all children are developing". Based on these findings, it can be concluded that the BENGKENG model can improve teacher activities, children's activities and children's language development outcomes. It is hoped that teachers, school principals and future researchers can be input and information material to choose learning models, methods and media. ABSTRAK Penelitian ini mengangkat permasalahan yang dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas anak dan perkembangan bahasa anak dalam mengulang kalimat yang lebih kompleks. Hal ini terjadi karena media yang digunakan oleh guru kurang bervariasi, pembelajaran kurang bermakna dan pembelajaran yang bersifat satu arah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak dan hasil perkembangan bahasa anak dalam mengulang kalimat yang lebih kompleks. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 4 kali pertemuan. Setting penelitian pada anak kelompok B TK Islam Bakti 1 Banjarmasin yang berjumlah 18 orang anak. Penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan deskriptif tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru memperoleh kategori “Sangat baik”, aktivitas anak memperoleh kategori “Hampir seluruh anak aktif” dan hasil perkembangan bahasa anak dalam mengulang kalimat yang lebih kompleks memperoleh kategori “Hampir seluruh anak berkembang”. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa model BENGKENG dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak dan hasil perkembangan bahasa anak. Diharapkan bagi guru, kepala sekolah dan bagi peneliti selanjutnya dapat menjadi bahan masukan dan informasi untuk memilih model, metode dan media pembelajaran.