cover
Contact Name
Muhamad Suhard
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah
ISSN : 27985741     EISSN : 27985733     DOI : https://doi.org/10.51878/action.v1i2.639
Core Subject : Science, Education,
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Classroom and School Action Research.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 175 Documents
PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA SD MENGENAI MATERI PREPOSITION OF PLACE MELALUI MEDIA KONVENSIONAL DAN WORDWALL Simamora, Najwa Fasya; Nafadilla, Nafadilla; Ginting, Sinthya Wardhani; Tamba, Sarah Artamevia; Ramadani, Nanda
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i2.5487

Abstract

ABSTRACT English proficiency as a global language is an important skill that must be instilled since the primary education level. However, English learning at the elementary school level experiences various obstacles, especially in terms of utilizing teaching media that can attract students' interest, such as in the Preposition of place material. This research was conducted for the purpose of comparing the effectiveness of using conventional media with Wordwall media in maximizing students' understanding of the material. This research was conducted in the form of Classroom Action Research at SDN 060843 Medan City for two cycles with a qualitative descriptive approach. In the first cycle, teaching was conducted using traditional methods such as lectures and the use of a blackboard. While in the second cycle, Wordwall media was used which was interactive and based on educational games. The results obtained showed that in the first cycle, students were less active and their understanding of the material was still low. In contrast, in the second cycle there was an increase in participation, enthusiasm for learning, and understanding of the material provided in learning. The following findings indicate that the use of Wordwall media provides more positive results than conventional methods in learning Preposition of place. Thus, it can be summarized that the integration of interactive digital media such as Wordwall greatly supports the development of the quality of English learning at the primary school level and is a solution to the challenges of education in the digital era. ABSTRAK Kemahiran Bahasa Inggris sebagai bahasa global menjadi beberapa keterampilan penting yang harus ditanamkan sejak jenjang pendidikan dasar. Meski demikian, pembelajaran Bahasa Inggris di jenjang sekolah dasar mengalami berbagai hambatan, terutama dalam hal pemanfaatan media pengajaran yang sanggup menarik ketertarikan siswa, seperti pada materi Preposition of place. Riset ini dilakukan untuk tujuan membandingkan efektivitas pemakaian media konvensional dengan media Wordwall dalam memaksimalkan pemahaman siswa terhadap materi tersebut. Riset ini dilakukan dengan bentuk Penelitian Tindakan Kelas di SDN 060843 Kota Medan selama dua siklus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pada siklus pertama, pengajaran dilakukan dengan metode tradisional seperti ceramah dan penggunaan papan tulis. Sedangkan pada siklus kedua, digunakan media Wordwall yang berbentuk interaktif dan berbasis permainan edukatif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pada siklus pertama, siswa terlihat kurang aktif dan pemahaman terhadap materi masih rendah. Sebaliknya, pada siklus kedua terjadi peningkatan partisipasi, semangat belajar, serta memahami materi yang diberikan dalam pembelajaran. Temuan berikut ini mengindikasikan bahwa penggunaan media Wordwall memberikan hasil yang lebih positif dibandingkan metode konvensional dalam pembelajaran Preposition of place. Dengan begitu, dapat dirangkum bahwa integrasi media digital interaktif seperti Wordwall sangat mendukung pengembangan mutu pembelajaran Bahasa Inggris di jenjang sekolah dasar dan menjadi solusi terhadap tantangan pendidikan di era digital.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS IV SDN 2 BULANGO TIMUR KABUPATEN BONE BOLANGO Darwis, Friskawaty; Husain, Rusmin; Triyanty Pulukadang, Wiwy; Monoarfa , Fidyawati; Husain, Rustam
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i2.5495

Abstract

The purpose of this study is the purpose of conducting this study is to improve speaking skills in grade IV students of SDN 2 Bulango Timur, Bone Bolango Regency. The techniques used in data collection are observation techniques, documentation and oral tests of speaking skills. This study uses the type of classroom action research (CAR). With the research subjects of grade IV SDN 2 Bulango Timur as many as 14 students. The results of the study showed that from the initial observation, out of 14 students who were able to speak, only 3 students or 21% were able to speak. In cycle I, the first meeting, there were 5 students with a percentage of 36% of students who were able to speak, and 9 students who were not able to speak with a percentage of 64%. In cycle I, the second meeting, there were 7 students with a percentage of 50% who were able to speak, and 7 students who were not able to speak with a percentage of 50%. In cycle II, the first meeting, there were 10 students with a percentage of 71% of students who were able to speak and 4 students who were not able to speak with a percentage of 29%. In cycle II, the second meeting, there were 12 with a percentage of 86% of students who were able to speak and 2 students who were less able with a percentage of 14%. Based on the results of the study, it can be concluded that through the use of learning videos, speaking skills can be improved in grade IV students of SDN 2 Bulango Timur, Bone Bolango Regency. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah tujuan dalam melakukan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan berbicara pada siswa kelas IV SDN 2 Bulango Timur Kabupaten Bone Bolango. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik observasi, dokumentasi dan tes lisan kemampuan berbicara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Dengan subyek penelitian kelas IV SDN 2 Bulango Timur sebanyak 14 siswa. Hasil penelitian menunjukan pada observasi awal bahwa dari 14 siswa mampu dalam berbicara hanya 3 orang siswa atau 21%. Pada siklus I pertemuan pertama berjumlah 5 siswa dengan persentase 36% siswa yang mampu dalam dalam berbicara, dan yang tidak mampu 9 siswa dengan persentase 64%. Pada siklus I pertemuan kedua berjumlah 7 siswa dengan persentase 50% yang mampu dalam berbicara, dan yang tidak mampu 7 siswa dengan persentase 50%. Pada siklus II pertemuan pertama berjumlah 10 siswa dengan persentase 71% siswa yang mampu berbicara dan siswa yang tidak mampu berjumlah 4 siswa dengan persentase 29%. Pada siklu II pertemuan kedua berjumlah 12 dengan persentase 86% siswa yang mampu berbicara dan siswa yang kurang mampu berjumlah 2 siswa dengan persentase 14%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa dengan melalui penggunaan video pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada siswa kelas IV SDN 2 Bulango Timur Kabupaten Bone Bolango
PENINGKATAN PEMAHAMAN BUDAYA JAWA PADA ANAK LOW AVERAGE DENGAN APLIKASI WORDWALL Malik, Daeng Meilani Ananda Putri; Dwijonagoro, Suwarna; Muhajirin, Muhajirin
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v4i4.5533

Abstract

ABSTRACT Javanese culture is an ancestral heritage that must be preserved in the era of the Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0. This study aims to enhance the understanding of Javanese culture among low-average students through the use of technology, specifically the Wordwall application. The method used in this study is classroom action research. The research subjects were low-average students at SMP Hamong Putera Yogyakarta, with a sample size of 16 students. Data were collected through IQ tests and students’ learning outcome assessments. The data were analyzed descriptively, covering four elements of traditional ceremonies: (1) the location where the ceremony takes place, (2) the time of the ceremony, (3) the objects or items needed for the ceremony, and (4) the figures involved in the ceremony. The results of the study indicate that efforts to improve cultural understanding using the Wordwall application led to a majority of correct responses among low-average students at SMP Hamong Putera. Therefore, the researcher’s efforts have proven effective in implementing a strategy to enhance understanding of Javanese culture through the topic of traditional ceremonies. ABSTRAK Budaya Jawa merupakan suatu warisan leluhur yang harus dilestarikan pada era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 ini. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan peningkatan pemahaman budaya Jawa terhadap peserta didik Low Average dengan pemanfaatan teknologi berupa aplikasi Wordwall. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian yakni peserta didik Low Average di SMP Hamong Putera Yogyakarta, dengan sampel sebanyak 16 anak. Pengumpulan data dilakukan dengan cara tes IQ dan tes hasil belajar peserta didik. Data dianalisis secara deskriptif yang mencakup empat unsur upacara tradisi, yaitu: (1) tempat pelaksanaan upacara, (2) waktu berlangsungnya upacara, (3) benda atau barang yang dibutuhkan dalam upacara, (4) tokoh yang terlibat di dalamnya. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa upaya peningkatan pemahaman budaya yang ditujukan pada peserta didik Low Average di SMP Hamong Putera menggunakan aplikasi wordwall didominasi oleh jawaban yang benar. Dengan demikian, upaya yang dilakukan oleh peneliti terbukti dapat mewujudkan strategi peningkatan pemahaman budaya Jawa melalui materi upacara tradisi.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI MODEL PELATIHAN BERBASIS LESSON STUDY: STUDI PADA GURU MI Yana, Hawwin Huda
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v4i4.5534

Abstract

ABSTRACT Teacher competence is a key element in determining the quality of learning, especially in Madrasah Ibtidaiyah (MI), which plays a strategic role in shaping students’ character and intelligence from an early age. However, there remains a gap between the ideal competencies of teachers and the realities in the field, particularly in lesson planning, classroom management, and reflective practice. This study aims to examine the effectiveness of a lesson study-based training model in improving the professional competence of MI teachers. The research employed a descriptive qualitative method with a case study approach. The subjects consisted of 10 MI teachers who participated in lesson study training over three cycles, each comprising the stages of planning (plan), implementation (do), and reflection (see). Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate a significant improvement in teacher competencies, particularly in lesson planning, the application of active learning methods, classroom management, and conducting reflective practices. Teachers also demonstrated increased participation and collaboration in the joint learning process. The study concludes that the lesson study-based training model can serve as a strategic and sustainable alternative for developing the professional competence of MI teachers. The implications of this research highlight the need for institutional and policy support to integrate lesson study as a systemic component of teacher professional development in madrasah environments. ABSTRAK Kompetensi guru merupakan elemen kunci dalam menentukan kualitas pembelajaran, terutama di Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kecerdasan siswa sejak dini. Namun, masih ditemukan kesenjangan antara kompetensi ideal guru dengan realitas di lapangan, terutama dalam aspek perencanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, serta kemampuan refleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model pelatihan berbasis lesson study dalam meningkatkan kompetensi profesional guru MI. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 10 guru MI yang mengikuti pelatihan lesson study selama tiga siklus, yang masing-masing meliputi tahap perencanaan (plan), pelaksanaan (do), dan refleksi (see). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kompetensi guru pada aspek perencanaan pembelajaran, penerapan metode aktif, pengelolaan kelas, serta pelaksanaan refleksi pembelajaran. Guru juga menunjukkan peningkatan partisipasi dan kolaborasi dalam proses belajar bersama. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa model pelatihan berbasis lesson study dapat menjadi alternatif strategis dan berkelanjutan dalam pengembangan profesionalisme guru MI. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya dukungan kelembagaan dan kebijakan untuk mengintegrasikan lesson study sebagai bagian dari pengembangan profesi guru secara sistemik di lingkungan madrasah.
MENGOPTIMALKAN PENGUASAAN AKSARA JAWA KELAS X DI SMA MELALUI BLENDED LEARNING Yunitasari, Mela
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v4i4.5535

Abstract

ABSTRACT This research aims to optimize the mastery of Javanese script for Class X at SMA Labschool UNESA through the implementation of the Blended Learning model as an innovative strategy in Javanese language learning. Javanese script is an important aspect of cultural preservation and local identity, but students' mastery of this script tends to be low due to the use of conventional and less engaging teaching methods. The classroom action research is conducted in two cycles, with each cycle including planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of the research are the Class X students of SMA LABSCHOOL UNESA 1. Data collection techniques include observation, tests, interviews, and documentation. The Blended Learning model applied combines face-to-face learning with online learning methods through interactive digital media, such as online quizzes, educational videos, and character practice using educational applications. The results of this study indicate a significant improvement in the mastery of Javanese Script among students from cycle I to cycle II, both in terms of reading and writing skills. Moreover, the enthusiasm and participation of students in the learning process also showed a remarkable increase. Thus, Blended Learning is effective in enhancing students' abilities to master Javanese Script and building motivation and positive attitudes towards the preservation of local culture. This study recommends the sustainable implementation of a similar model for Javanese language learning that is more relevant and contextual with the times. ABSTRAK Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengoptimalkan penguasaan Aksara Jawa kelas X di SMA Labschool UNESA melalui penerapan model pembelajaran Blended Learning sebagai strategi inovatif pada  pembelajaran Bahasa Jawa. Aksara Jawa ialah salah satu aspek penting dalam pelestarian budaya dan identitas lokal, namun penguasaan peserta didik terhadap aksara ini cenderung rendah karena penggunaan metode pembelajaran yang dipergunakan masih bersifat konvensional dan kurang menarik. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA LABSCHOOL UNESA 1. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Model Blended Learning yang diterapkan menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan menggunakan metode  pembelajaran daring melalui media interaktif berbasis digital, seperti kuis daring, video pembelajaran, serta latihan aksara menggunakan aplikasi edukatif. Hasil penelitian pada penelitian ini menunjukkan ada peningkatan signifikan dalam penguasaan Aksara Jawa peserta didik dari siklus I ke siklus II, baik dari segi kemampuan membaca ataupun menulis Aksara Jawa. Selain itu, antusiasme dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran juga mengalami peningkatan yang mencolok. Dengan demikian, Blended Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai Aksara Jawa serta membangun motivasi dan sikap positif terhadap pelestarian budaya lokal. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model serupa secara berkelanjutan untuk pembelajaran Bahasa Jawa yang lebih relevan dan kontekstual dengan perkembangan zaman.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV PADA MATERI PENGUKURAN LUAS MELALUI PENGGUNAAN WORDWALL Prahastantika, Shindu Aulia; Azmi, Shohifah Ulul; Bela, Silvina Salsa; Prihandono, Trapsilo; Ningtyas, Ika Fitria
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v4i4.5536

Abstract

ABSTRACT This study aims to improve fourth-grade students' mathematics learning outcomes on the topic of area measurement through the use of Wordwall media at SDN Tegal Besar 02. The research was motivated by the low conceptual understanding among students, attributed to the lack of engaging and concrete instructional media. A classroom action research (CAR) design was employed, conducted over two cycles with two learning sessions per cycle. The study involved 27 students as participants. Data were collected through classroom observation and achievement tests, utilizing observation sheets and evaluation instruments. The data were analyzed using descriptive quantitative methods, including the calculation of mean scores and learning mastery percentages. The findings reveal a significant improvement in students’ average scores, from 70 in the pre-cycle to 80 in the first cycle and 89 in the second cycle. The percentage of students achieving mastery also increased markedly from 44.4% in the pre-cycle to 70.3% in the first cycle and 88.8% in the second cycle. These results indicate that the use of Wordwall media effectively supports students’ conceptual understanding, enhances active engagement, and fosters a more interactive and enjoyable learning environment. Therefore, Wordwall is recommended as an effective instructional tool in teaching area measurement in elementary mathematics. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik kelas IV SDN Tegal Besar 02 pada materi pengukuran luas melalui pemanfaatan media Wordwall. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan peserta didik dalam memahami konsep luas akibat kurangnya media pembelajaran yang konkret dan menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian adalah 27 peserta didik. Teknik pengumpulan data mencakup observasi dan tes hasil belajar, dengan instrumen berupa lembar observasi aktivitas dan soal evaluasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung rata-rata dan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai peserta didik meningkat dari 70 pada pra-siklus menjadi 80 pada siklus I dan 89 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat secara signifikan dari 44,4% pada pra-siklus menjadi 70,3% pada siklus I dan 88,8% pada siklus II. Peningkatan ini menunjukkan bahwa media Wordwall mampu memfasilitasi pemahaman konsep secara visual, meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, serta menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan. Dengan demikian, Wordwall terbukti efektif sebagai media pembelajaran matematika pada materi pengukuran luas di sekolah dasar.
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN ASICC UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA Andrianto, Dedi
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i1.5537

Abstract

  ABSTRACT Critical thinking skills are one of the essential 21st-century competencies that students must possess in order to face complex life and learning challenges. However, preliminary findings at SMA Negeri 7 Bandar Lampung indicate that students’ critical thinking abilities are still low due to the dominant use of LOTS (Lower Order Thinking Skills) questions and the lack of learning strategies that support the development of higher-order thinking. This study aims to improve students’ critical thinking skills through the implementation of the ASICC (Adapting, Searching, Interpreting, Creating, Communicating) learning strategy. The method used is Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model, integrated with a Lesson Study approach and conducted over three cycles. The research instruments included HOTS-based essay tests analyzed using a critical thinking rubric and calculated with the N-Gain formula. The results showed a gradual improvement in average scores and N-Gain categories from cycle I (0.32), cycle II (0.43), to cycle III (0.55), all within the moderate category but with a consistently increasing trend. Furthermore, observations and reflections revealed that students became more active, open-minded, capable of presenting logical arguments, and engaged actively in discussions and the development of learning products. The conclusion of this study is that the ASICC strategy is effective in enhancing students’ critical thinking skills and holds promising potential for broader implementation in contextual science learning at the secondary school level. ABSTRAK Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi esensial abad ke-21 yang harus dimiliki oleh siswa agar mampu menghadapi tantangan kehidupan dan pembelajaran yang kompleks. Namun, berdasarkan temuan awal di SMA Negeri 7 Bandar Lampung, kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah karena dominannya penggunaan soal LOTS (Lower Order Thinking Skills) serta kurangnya penerapan strategi pembelajaran yang mendukung pengembangan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui penerapan strategi pembelajaran ASICC (Adapting, Searching, Interpreting, Creating, Communicating). Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dipadukan dengan pendekatan Lesson Study, dilaksanakan dalam tiga siklus. Instrumen penelitian berupa soal esai berbasis HOTS yang dianalisis menggunakan rubrik berpikir kritis dan dihitung menggunakan rumus N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dan kategori N-Gain secara bertahap dari siklus I (0,32), siklus II (0,43), hingga siklus III (0,55), yang seluruhnya berada dalam kategori sedang namun menunjukkan tren yang konsisten meningkat. Selain itu, observasi dan refleksi menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih aktif, berpikir terbuka, mampu menyampaikan argumen logis, dan terlibat aktif dalam diskusi serta penyusunan produk pembelajaran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa strategi ASICC efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dan memiliki prospek yang baik untuk diterapkan lebih luas dalam pembelajaran sains kontekstual di sekolah menengah.
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR AKIDAH AKHLAK MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI PADA SISWA Prayitno, Prayitno; Maulidin, Syarif; Yanti, Nurma
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i1.5538

Abstract

ABSTRACT Education plays a crucial role in the advancement of a nation, including Indonesia, which continuously updates its curriculum to align with the demands of the times and student needs. In the context of Akidah Akhlak learning at Madrasah Aliyah Bustanul Ulum Jayasakti, student learning motivation remains a significant challenge due to monotonous teaching methods and limited use of technology. This study aims to enhance students’ learning motivation by implementing technology-based learning media such as interactive PowerPoint, Wordwall, and game-based learning. The research employed a classroom action research method with a quantitative approach, involving 36 students of class X-1 as research subjects. The study was conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection stages. Data were collected through observation, tests, and interviews, then analyzed descriptively using statistical methods. The results showed an increase in students’ learning motivation exceeding 80%, evidenced by greater active participation and enthusiasm during the learning process. In conclusion, integrating technology in Akidah Akhlak learning effectively improves student motivation while positively impacting their engagement and understanding of the material. This study recommends further development of technology-based teaching methods to enhance the quality of religious education and overall learning motivation in the future. ABSTRAK Pendidikan yang maju menjadi kunci kemajuan sebuah negara, termasuk Indonesia yang terus melakukan pembaruan kurikulum untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan siswa. Dalam konteks pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Bustanul Ulum Jayasakti, motivasi belajar siswa masih menjadi tantangan utama akibat metode pembelajaran yang cenderung monoton dan minimnya pemanfaatan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penerapan media pembelajaran berbasis teknologi, seperti PowerPoint interaktif, Wordwall, dan game-based learning. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kuantitatif yang melibatkan siswa kelas X-1 sebanyak 36 orang sebagai subjek penelitian. Pelaksanaan penelitian terdiri dari dua siklus dengan tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa hingga mencapai lebih dari 80%, terbukti dari peningkatan partisipasi aktif dan antusiasme siswa selama proses pembelajaran. Kesimpulannya, integrasi teknologi dalam pembelajaran Akidah Akhlak efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, sekaligus memberikan dampak positif terhadap keterlibatan dan pemahaman materi. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan metode pembelajaran berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan dan motivasi belajar secara umum di masa depan.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW Komariah, Siti
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i1.5539

Abstract

ABSTRACT The low absorption capacity of students remains a major issue in the learning process, as reflected in their suboptimal academic performance. One contributing factor is the use of conventional, teacher-centered methods that provide minimal opportunities for active student participation. This research aims to determine whether the application of jigsaw-type cooperative learning models can improve the learning outcomes of Natural Science for 4th-grade students at Rumpin 02 Public Elementary School in Rumpin District, Bogor. The research subjects are 41 4th-grade students who had a tendency for low learning motivation at the beginning of the study. This study uses a classroom action research design conducted in two cycles, with each cycle including planning, action, observation, and reflection. The observation results show that the application of jigsaw-type cooperative learning models successfully increased students' learning motivation significantly. In the first cycle, although there was an increase in student activity, the results had not yet reached the success criteria. However, the improvements made in the second cycle led to a more optimal increase, with an average student activity reaching 85.36% in the second meeting of cycle II. The motivation scale results also show an increase, with 90% of students in cycle II categorized as having high motivation. This study concludes that the implementation of cooperative learning models of the jigsaw type is effective in increasing student motivation and learning activity, as demonstrated by significant improvements in each cycle. However, there are still challenges in ensuring that all students receive equal attention. ABSTRAK Rendahnya daya serap siswa masih menjadi permasalahan utama dalam pembelajaran, yang tercermin dari hasil belajar yang belum optimal. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan metode konvensional yang berpusat pada guru dan minim melibatkan keaktifan siswa dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam pada siswa kelas IV di Sekolah Dasar Negeri Rumpin 02 Kecamatan Rumpin Bogor. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV dengan jumlah 41 siswa yang memiliki motivasi belajar yang cenderung rendah pada awal penelitian. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, dengan setiap siklus meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil observasi menunjukkan bahwa penerapan model – model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan. Pada siklus pertama, meskipun terdapat peningkatan aktivitas siswa, hasilnya masih belum mencapai kriteria keberhasilan. Namun, perbaikan yang dilakukan pada siklus kedua mengarah pada peningkatan yang lebih optimal, dengan rata-rata aktivitas siswa mencapai 85,36% pada pertemuan kedua siklus II. Hasil skala motivasi juga menunjukkan peningkatan, dengan 90% siswa pada siklus II tergolong dalam kategori motivasi tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model – model kooperatif tipe jigsaw efektif dalam meningkatkan motivasi dan aktivitas belajar siswa, yang ditunjukkan dengan perbaikan yang signifikan pada setiap siklusnya. Namun, masih terdapat tantangan dalam memastikan seluruh siswa mendapatkan perhatian yang merata.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS IV SEKOLAH DASAR Sumiati, Sumiati
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i1.5540

Abstract

ABSTRACT The background of this research stems from the low science learning outcomes of fourth-grade students at SDN Leuwibatu 06, which is attributed to conventional teaching methods that do not actively engage students. To address this issue, it is necessary to implement an improved learning model, such as the cooperative Make A Match model. This study aims to determine the implementation of the Make A Match learning model to improve students' learning outcomes in science subjects in Grade IV at SDN Leuwibatu 06. The Make A Match cooperative learning model was applied through Classroom Action Research (CAR). The model used was that of Kemmis and McTaggart, which was carried out in two cycles, each consisting of the stages of planning, action, observation, and reflection. The results of the study showed an improvement in the science learning outcomes of fourth-grade students at SDN Leuwibatu 06 after applying the Make A Match cooperative learning model. This is evident from the results in the pre-cycle, where the average score was 59.08, then increased to 66.71 in the first cycle, and further improved to 73.03 in the second cycle, with the Minimum Mastery Criteria (KKM) set at 65. As for learning mastery, in the pre-cycle it was 29.0%, which increased to 55.3% in the first cycle and then to 86.8% in the second cycle. Student activity in the first cycle reached 74.34%, and in the second cycle increased to 87.99%. ABSTRAK Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya hasil belajar IPA siswa Kelas IV SDN Leuwibatu 06 akibat pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Untuk mengatasinya, diperlukan pembaruan model pembelajaran, salah satunya melalui penerapan model Make A Match (membuat pasangan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model pembelajaran make a match untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas IV SDN Leuwibatu 06. Model pembelajaran kooperatif tipe make a match menggunakan Penelitian Tindakan kelas (PTK). Model yang digunakan adalah dari Kemmis dan Mc Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Leuwibatu 06 setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Hal ini Nampak dari hasil pada prasiklus yaitu rata-rata sebesar 59,08 kemudian pada siklus I menjadi 66,71 dan pada siklus II meningkat menjadi 73,03 dengan Kriteria Kentuntasan Minimum (KKM) sebesar 65. Adapun ketuntasan belajar pada pra siklus sebesat 29,0%, pada siklus I meningkat menjadi 55,3% dan siklus II meningkat menjadi 86,8%. Aktivitas siswa pada siklus I mencapaai 74,34% dan pada siklus II meningkat menjadi 87,99%.