cover
Contact Name
Muhamad Suhard
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah
ISSN : 27985741     EISSN : 27985733     DOI : https://doi.org/10.51878/action.v1i2.639
Core Subject : Science, Education,
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Classroom and School Action Research.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 175 Documents
MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS ANAK MENEMPEL SESUAI POLA MENGGUNAKAN PJBL, EXPLICIT INSTRUCTON DAN MEDIA BAHAN ALAM Marni, Marni; Purwanti, Ratna
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6132

Abstract

This study was motivated by the low level of children's fine motor skills in performing pattern-sticking activities in group B at Khadijah Plus Islamic Kindergarten, Banjarmasin. To overcome this problem, this study applied a combination of Project Based Learning (PjBL) learning models, Explicit Instruction, and the use of natural media as an effort to improve children's fine motor skills. The main objective of this study was to describe teacher and child activities during the learning process, and to analyze the results of children's fine motor development, especially in the skill of sticking according to the patterns taught. This study used a qualitative approach with the type of Classroom Action Research (CAR) which was carried out in four meetings. The results of the data analysis showed that teacher activity reached a percentage of 94% with the category of "Very Good," while children's activity showed a significant increase with a percentage of 95%, included in the category of "Very Active." In addition, the achievement of children's fine motor development also showed satisfactory results with a percentage of 91%, which was included in the category of "Developing Very Well (BSB)." Thus, it can be concluded that the application of the learning model and media used in this study is effective as an alternative in improving children's fine motor skills, especially in pattern-sticking activities. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan motorik halus anak dalam melakukan aktivitas menempel sesuai pola pada kelompok B di TK Islam Khadijah Plus Banjarmasin. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini menerapkan kombinasi model pembelajaran Project Based Learning (PjBL), Explicit Instruction, serta penggunaan media berbahan alam sebagai upaya peningkatan kemampuan motorik halus anak. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan aktivitas anak selama proses pembelajaran, serta menganalisis hasil perkembangan motorik halus anak khususnya dalam keterampilan menempel sesuai pola yang diajarkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa aktivitas guru mencapai persentase sebesar 94% dengan kategori “Sangat Baik,” sedangkan aktivitas anak menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan persentase sebesar 95%, termasuk dalam kategori “Sangat Aktif.” Selain itu, capaian perkembangan motorik halus anak juga menunjukkan hasil yang memuaskan dengan persentase 91%, yang tergolong dalam kategori “Berkembang Sangat Baik (BSB).” Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran dan media yang digunakan dalam penelitian ini efektif sebagai alternatif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak, khususnya dalam aktivitas menempel sesuai pola.
PENERAPAN MEDIA HAPPY NOTE UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 26 PAGARALAM Hartati, Hartati; Anggraini, Rita Yulia
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6236

Abstract

Low student learning motivation is often a major challenge in learning Natural Sciences (IPA) at the elementary school level, which can have an impact on conceptual understanding and learning outcomes. This study focuses on the application of Happy Note media as an innovative solution to overcome this problem. The main objective is to specifically determine how Happy Note media can improve students' learning motivation in the subject of Natural Sciences in grade V of Elementary School 26 Pagaralam. This study uses the classroom action research (CAR) method or experiments with 13 students as subjects. Important stages of the study include observing the initial conditions of student motivation, implementing Happy Note media in several learning cycles, and final evaluation to measure the changes that occur. The findings of the study showed a significant increase in learning motivation after the intervention. Students became more enthusiastic, actively involved, and excited in each learning session. In addition, the use of this media has also been shown to help students understand science concepts more deeply and meaningfully. It is concluded that Happy Note media is an effective and interesting tool to improve learning motivation, so it can be a recommendation for teachers to create a more dynamic and quality learning environment. ABSTRAKRendahnya motivasi belajar siswa seringkali menjadi tantangan utama dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat sekolah dasar, yang dapat berdampak pada pemahaman konsep dan hasil belajar. Penelitian ini berfokus pada penerapan media Happy Note sebagai solusi inovatif untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui secara spesifik bagaimana media Happy Note dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas V Sekolah Dasar Negeri 26 Pagaralam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) atau eksperimen dengan subjek sebanyak 13 siswa. Tahapan penting penelitian meliputi observasi kondisi awal motivasi siswa, penerapan media Happy Note dalam beberapa siklus pembelajaran, dan evaluasi akhir untuk mengukur perubahan yang terjadi. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar yang signifikan setelah intervensi. Siswa menjadi lebih antusias, terlibat aktif, dan bersemangat dalam setiap sesi pembelajaran. Selain itu, penggunaan media ini juga terbukti membantu siswa memahami konsep-konsep IPA secara lebih mendalam dan bermakna. Disimpulkan bahwa media Happy Note merupakan alat bantu yang efektif dan menarik untuk meningkatkan motivasi belajar, sehingga dapat menjadi rekomendasi bagi guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan berkualitas.
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MENGGUNAKAN MODEL DEMONSTRATION, METODE DRILL, DAN PERMAINAN TRADISIONAL EGRANG BATOK KELAPA Hapipah, Hapipah; Maimunah, Maimunah
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6248

Abstract

This research is motivated by the low activity and development of children's gross motor skills, especially in performing coordinated movements. The purpose of this study is to describe teacher activities, analyze children's activities, and the results of gross motor development. This research method uses a qualitative approach with the type of Classroom Action Research (CAR) which is carried out in 4 meetings, the research setting is in group B1 children of TK Islam Khadijah Plus Banjarmasin totaling 20 children. The data collection technique uses observation and descriptive data analysis using tables and graphs. The results of the study show that (1) teacher activity at meeting 1 gets the category "Good" and continues to increase until meeting 4 gets the category "Very Good". (2) child activity at meeting 1 gets the category "Quite Active" with a percentage of 47% and continues to increase until meeting 4 gets the category "Very Active" with a percentage of 82%. (3) the results of gross motor development at meeting 1 get the category "Starting to Develop" with a percentage of 48% and continues to increase until meeting 4 gets the category "Very Well Developed". Based on the research results, it can be concluded that the demonstration model, drill method, and traditional coconut shell stilt games can develop gross motor activity and development results very well and all children are active. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas dan perkembangan motorik kasar anak, khususnya dalam melakukan gerak terkoordinasi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas anak, dan hasil perkembangan motorik kasar. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan, setting penelitian pada anak kelompok B1 TK Islam Khadijah Plus Banjarmasin yang berjumlah 20 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan data analisis secara deskriptif menggunakan tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas guru pada pertemuan 1 mendapat kategori ”Baik” dan terus meningkat hingga pertemuan 4 mendapat kategori ”Sangat Baik”. (2) aktivitas anak pada pertemuan ke-1 mendapat kategori ”Cukup Aktif” dengan persentase 47% dan terus meningkat hingga pertemuan 4 mendapat kategori ”Sangat Aktif” dengan persentase 82%. (3) hasil perkembangan motorik kasar pada pertemuan 1 mendapat kategori ”Mulai Berkembang” dengan persentase 48% dan terus meningkat hingga pertemuan 4 mendapat kategori ”Berkembang Sangat Baik”. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model demonstration, metode drill, dan permainan tradisional egrang batok kelapa dapat mengembangkan aktivitas dan hasil perkembangan motorik kasar dengan sangat baik dan seluruh anak aktif.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MENGGUNAKAN MEDIA KONKRIT PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI Tolinggi, Yolanda; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Monoarfa, Fidyawati; Husain, Rusmin; Husain, Rustam I.
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6253

Abstract

The study aimed to improve speaking skills using concrete media in grade IV students of SDN 3 Tapa, Bone Bolango Regency. The techniques used in data collection included observation, testing, and documetation. This classroom action research (CAR) consisted of several stages: Preparation, Action implementation, Monitoring and evaluation, Analysis, and reflection. The subjects of this study were 14 students of grade IV of SDN 3 Tapa, Bone Bolango Regency. The study findings, in reference to initial observation data conducted on 14 students, found 2 students (14%) who could speak. Then, in cycle I, the first meeting, students’ speaking skills improved to 4 students or 28%, while 10 students, with a percentage of 72% showed their inabilities. In cycle I, the second meeting, those who showed their abilities improved to 7 people, or 50%, while 7 students, or 50% remained unable. In cycle II, the first meeting, 9 students, or 64% were recorded to be able to speak, while 5 students, or 36% , were still unable. Then, in the second meeting of cycle II, a significant improvement was identified, where 13 students, or 93% could speak, and only 1 student, or 7% was unable. Thus, the use of concrete media has proven to improve the speaking skills of grade IV students of SDN 3 Tapa, Bone Bolango Regency. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara menggunakan media konkrit pada siswa kelas IV SDN 3 Tapa Kabupaten Bone Bolango. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari beberapa tahap: Tahap persiapan, Tahap pelaksanaan tindakan, Tahap pemantauan dan evaluasi, Tahap analisis dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 3 Tapa Kabupaten Bone Bolango sebanyak 14 orang siswa. Hasil penelitian berdasarkan data observasi awal yang dilakukan pada 14 siswa, bahwa ditemukan 2 orang siswa atau (14%) yang mampu berbicara. Pada siklus I pertemuan pertama kemampuan berbicara siswa meningkat menjadi 4 orang dengan presentase yang mampu sebanyak (28%), sedangkan 10 orang siswa dengan presentase (72%) kurang mampu atau tidak mampu. Pada siklus I pertemuan kedua meningkat menjadi menjadi 7 orang dengan presentase yang mampu sebanyak (50%), sedangkan 7 orang siswa dengan presentase (50%) kurang mampu atau tidak mampu. Pada siklus II pertemuan pertama kemampuan berbicara mengalami perubahan menjadi 9 orang siswa dengan presentase yang mampu sebanyak (64%), sedangkan 5 orang siswa dengan presentase (36%) kurang mampu atau tidak mampu. Pada siklus II pertemuan kedua mengalami peningkatan yang signifikan yaitu menjadi 13 orang siswa dengan presentase yang mampu sebanyak (93%), sedangkan 1 orang siswa dengan presentase (7%) tidak mampu. Dengan demikian, penggunaan media konkrit dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas IV SDN 3 Tapa Kabupaten Bone Bolango.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA ANAK MELALUI VIDEO YOUTUBE PADA SISWA KELAS V SD NEGERI Abdullah, Fatra Yuliana; Pulukadang, Wiwy T.; Husain, Rusmin; Monoarfa, Fidyawati; Katili, Sukri
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6254

Abstract

This study aimed to improve the listening skills of children's stories using YouTube videos among Grade V students at SDN 5 Bulango Selatan, Bone Bolango Regency. This type of research was classroom action research (CAR). Data collection techniques in this study included observation, documentation, and tests. The results of the study show that in the initial observation, only 4 out of 18 students, or 22% were able to listen effectively. In Cycle 1, Meeting 1, 5 students or 28% were able to listen, while 13 students or 72% were still unable. In Cycle 1, Meeting 2, the number of students able to listen increased to 10 or 56%, while 8 students or 44% were still unable. In Cycle II, Meeting 1, the number rose again to 12 students, or 67% who were able to listen, and 6 students, or 33% who were not. In Cycle II, Meeting 2, there was a significant improvement, with 15 students, or 83% able to listen, and only 3 students, or 17% who still could not. Based on these results, it can be concluded that the use of YouTube videos can improve the listening skills of Grade V students in listening to children's stories at SDN 5 Bulango Selatan, Bone Bolango Regency. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyimak cerita menggunakan video YouTube pada siswa kelas V SDN 5 Bulango Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan pada observasi awal bahwa dari 18 siswa yang mampu menyimak hanya 4 siswa atau 22%. Pada siklus I pertemuan 1 berjumlah 5 siswa atau dengan persentase 28% siswa yang mampu menyimak dan terdapat 13 siswa atau 72% yang belum mampu menyimak. Pada siklus I pertemuan 2 siswa yang mampu menyimak berjumlah 10 atau 56% dan terdapat 8 siswa yang belum mampu menyimak dengan persentase 44%. Pada siklus II pertemuan 1 yang mampu menyimak meningkat menjadi 12 siswa dengan persentase 67% dan terdapat 6 siswa yang belum mampu menyimak dengan persentase 33%. Pada siklus II pertemuan 2 mengalami peningkatan secara signifikan yaitu siswa yang mampu menyimak berjumlah 15 siswa dengan persentase 83% dan terdapat 3 siswa dengan persentase 17% yang belum mampu menyimak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan video YouTube dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyimak cerita di kelas V SDN 5 Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango.
MENGEMBANGKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL PBL, METODE DEMONSTRASI DAN BERMAIN PERAN Humaira, Putri Aleyda; Rafianti, Wahdah Refia
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6294

Abstract

The problems encountered in the field are driven by children's low social-emotional skills in sharing, helping, and assisting friends. This is caused by environmental factors, a lack of variety in methods used, one-way learning, and a lack of teacher stimulation in developing social-emotional skills in sharing, helping, and assisting friends, resulting in children's social-emotional development not meeting expectations. The solution is to use the Problem-Based Learning model, demonstration methods, and role playing. This classroom action research used a qualitative approach with three meetings and 16 children in Group A at Bakti 1 Islamic Kindergarten, Banjarmasin. Data were collected through observation. The findings indicate that in the first meeting, teacher activity was rated "Very Good," while student activity fell within the "All Children Active" criteria, and children's social-emotional development was categorized as "Developing Very Well." Therefore, the research results can serve as a reference in selecting appropriate models or methods to support optimal social-emotional development in children. ABSTRAK Permasalahan yang terjadi dilapangan dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan sosial emosional anak dalam berbagi, menolong dan membantu teman. Hal ini disebabkan oleh faktor lingkungan, metode yang digunakan kurang bervariasi, pembelajaran bersifat satu arah serta kurangnya stimulus guru pada pengembangan kemampuan sosial emosional dalam berbagi, menolong dan membantu teman sehingga menyebabkan pengembangan kemampuan anak dalam sosial emosional belum sesuai harapan. Solusinya yaitu dengan penggunaan model Problem Based Learning, metode demonstrasi dan bermain peran. Penelitian tindakan kelas ini digunakan pendekatan kualitatif dengan 3 kali pertemuan dan 16 anak pada kelompok A TK Islam Bakti 1 Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui observasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada pertemuan pertama, aktivitas guru memperoleh penilaian dalam kategori “Sangat Baik”, sementara aktivitas siswa berada dikriteria “Seluruh Anak Aktif”, serta perkembangan aspek sosial emosional anak tergolong kategori “Berkembang Sangat Baik”. Sehingga, hasil penelitian mampu jadi acuan pada pemilihan model atau metode yang tepat untuk mendukung perkembangan sosial emosional anak secara optimal.
MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN PPKN DI SMP NEGERI Bumulo, Isra; Wantu, Asmun; Nggilu, Ariyanto
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6307

Abstract

This study aimed to improve student engagement through the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model in the Civics subject (PPKn) for Class IX-1 at SMP Negeri 1 Bulango Selatan. The background of this research stemmed from the teacher’s limited use of varied teaching strategies, which caused students to lose interest, become disengaged, and participate less during lessons. The research utilized Classroom Action Research (CAR), which was carried out in two cycles comprising the phases of planning, implementation, observation, and reflection. The study involved 20 students (11 male and 9 female). Each cycle consisted of two meetings. The findings revealed that the use of the PBL model significantly improved students’ learning activity, as reflected in the increase in evaluation scores from 60% in Cycle I to 80% in Cycle II. Therefore, it can be concluded that the Problem-Based Learning model is effective in enhancing student participation and creating a more dynamic and engaging learning environment. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran PPKn di kelas IX-1 SMP Negeri 1 Bulango Selatan. Permasalahan yang melatarbelakangi adalah kurangnya variasi dan kreativitas guru dalam menyampaikan materi, sehingga siswa menjadi kurang tertarik, tidak fokus, serta minim partisipasi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 20 siswa, terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Setiap siklus melibatkan dua kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran PPKn, yang ditandai dengan peningkatan nilai evaluasi dari 60% pada siklus I menjadi 80% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning efektif dalam mendorong keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran.
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA MELALUI MEDIA AUDIOVISUAL PADA PEMBELAJARAN PPKN DI KELAS VIIIB SMP NEGERI Huko, Lilis Sulastri; Yunus, Rasid; Adhani, Yuli
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6328

Abstract

Lilis Sulastri Huko, 221421045, 2025. “Improving Students” Learning Interest Through the use of Audiovisual Media in Pancasila and Civics Education Program of Pancasila and Civics Education, Departement of Law and Society, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Gorontalo. The principal supervisor is Dr. Rasid Yunus, S.Pd.,M.Pd., and the co-supervisor is Yuli Adhani, S.Pd., M.Pd. This study aims to enhance students’ learning interest through the use of audiovisual media in pancasila and civics education (PPKn) at the junior high school level. The research employed a classroom action research (CAR) Method, with Students of class VIII B as the research subjects. The findings reveal that the integration of audiovisual media, such as interactive educational videos, significantly increased students’ interest in learning. This improvement was evidenced by greater enthusiansm, attention, and active participation during the learning process, as well as a notable increase in the number of students demonstrating a high leve lof interest after the implementation of audiovisual tolos. Moreover, audiovisual media helped students better understand PPKn material and fostered a more engaging and enjoyable classroom environment. Therefore, incorporating audiovisual media in PPKn learning at SMP Negeri 3 Kabila is recommended as an effective strategy to enhance both students’ interest in learning and their academic achievement. ABSTRAK Lilis Sulastri Huko, 221421045, 2025. “Meningkatkan Minat Belajar Siswa Melalui Media Audio Visual Pada Pembelajaran PPkn Di Kelas VIII B SMP Negeri 3 Kabila” Skripsi : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Ilmu Hukum Kemasyarakatan, fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo. Pembimbing I Bapak Dr. Rasid Yunus, S.Pd,.M.Pd pembimbing II Ibu Yuli Adhani S.Pd,.M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa melalui penggunaan media audiovisual pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di tingkat SMP. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek siswa kelas VIII B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media audiovisual, seperti video pembelajaran interaktif secara signifikan dapat meningkatkan minat belajar siswa. Peningkatan ini terlihat dari antusiasme, perhatian, dan keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran, serta adanya peningkatan jumlah siswa yang memiliki minat belajar tinggi setelah penggunaan media audiovisual Selain itu, penggunaan media audiovisual juga membantu siswa memahami materi PKn dengan lebih baik dan menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan interaktif Dengan demikian, integrasi media audiovisual dalam pembelajaran PKn di SMP Negeri 3 Kabila direkomendasikan sebagai strategi efektif untuk meningkatkan minat belajar dan hasil belajar siswa.
MENGEMBANGKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK DALAM MENAATI PERATURAN MELALUI PBL, REWARD AND PUNISHMENT DENGAN PERMAINAN KREATIF Janah, Muna Raudatul; Novitawati, Novitawati
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6358

Abstract

The issue addressed in this study lies in the underdeveloped social-emotional aspects of children, particularly in understanding rules during play and maintaining discipline. This was primarily due to the initial teaching approach, where the teacher provided only brief explanations using limited learning media, specifically a single worksheet (LKPD) posted on the board. The lack of diverse instructional media hindered children's ability to think creatively and engage actively. To overcome this, the study implemented the Problem-Based Learning (PBL) model, the Reward and Punishment method, and creative play activities. The purpose of this study was to describe teacher activities, analyze children's participation, and evaluate improvelmelnts in childreln's social-elmotional delvellopmelnt. A qualitativel approach was elmployeld using Classroom Action Relselarch (CAR) conducteld ovelr four selssions. Thel study involveld 15 childreln from group A2 at PAUD Islam Telrpadu Al-Ihsan Banjarmasin. Data welrel analyzeld delscriptivelly using tablels and graphs. Succelss indicators welrel delfineld as achielving a "Velry Good" catelgory for telachelr activity, "Velry Activel" for childreln's activity, and "All Childreln Delvelloping Velry Welll" for social-elmotional delvellopmelnt at a group lelvell. Thel relsults showeld that in thel first selssion, thel telachelr's activity scoreld 16, catelgorizeld as "Fairly Good," and improveld to a scorel of 28 in thel fourth selssion, catelgorizeld as "Velry Good." Both childreln's activity and social-elmotional delvellopmelnt showeld consistelnt improvelmelnt from selssion onel to four and melt thel delfineld succelss indicators. Baseld on thelsel findings, it can bel concludeld that thel implelmelntation of thel Problelm-Baseld Lelarning modell, thel Relward and Punishmelnt melthod, and crelativel play elffelctivelly elnhanceld thel quality of telachelr activity, childreln's elngagelmelnt, and thelir social-elmotional delvellopmelnt. Thelrelforel, it is relcommelndeld that this approach bel useld as a relfelrelncel in telaching practicels to support optimal social-elmotional growth in elarly childhood elducation. ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini terletak pada aspek sosial emosional anak yang belum berkembang secara optimal, khususnya dalam hal memahami aturan bermain dan kedisiplinan. Hal ini disebabkan oleh pendekatan pembelajaran awal yang kurang efektif, di mana guru hanya memberikan penjelasan singkat dengan menggunakan media terbatas, yaitu lembar kerja peserta didik (LKPD) yang ditempel di papan tulis. Kurangnya variasi media pembelajaran juga menghambat kemampuan anak untuk berpikir kreatif dan aktif. Sebagai solusi, digunakan model Problem Based Learning (PBL), metode Reward and Punishment, serta permainan kreatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas anak, serta mengevaluasi peningkatan capaian perkembangan aspek sosial emosional anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan. Subjek penelitian adalah 15 anak kelompok A2 di PAUD Islam Terpadu Al-Ihsan Banjarmasin. Data dianalisis secara deskriptif melalui penyajian tabel dan grafik. Indikator keberhasilan ditentukan melalui pencapaian kategori “Sangat Baik” untuk aktivitas guru, “Sangat Aktif” untuk aktivitas anak, dan “Seluruh Anak Berkembang Sangat Baik” untuk aspek perkembangan sosial emosional secara klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pertemuan pertama, aktivitas guru memperoleh skor 16 dengan kategori “Cukup Baik”, dan meningkat menjadi skor 28 dengan kategori “Sangat Baik” pada pertemuan keempat. Aktivitas anak dan capaian perkembangan sosial emosional pun menunjukkan peningkatan secara bertahap dari pertemuan pertama hingga keempat, dan telah memenuhi indikator keberhasilan. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning, metode Reward and Punishment, serta permainan kreatif secara efektif dapat meningkatkan kualitas aktivitas guru, keaktifan anak, dan perkembangan sosial emosional anak. Oleh karena itu, disarankan agar pendekatan ini dijadikan referensi dalam pembelajaran sebagai upaya mewujudkan perkembangan sosial emosional anak yang lebih optimal.
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MENGGUNAKAN MODEL PJBL, DIRECT INSTRUCTION, DAN MEDIA MAGIC LEARN BOX Agustin, Nia Fransiska; Rini, Tika Puspita Widya
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6569

Abstract

The problem in this study was the low development of children's fine motor skills. This issue was due to the lack of variation in teaching models and learning media, as well as limited activities involving hand-eye coordination. Children experienced difficulties in activities such as cutting, threading, and holding writing tools correctly. To overcome these problems, the researcher applied the Project Based Learning model, Direct Instruction method, and Magic Learn Box media. The purpose of this study was to describe teacher activities, children’s learning activities, and the improvement in children's fine motor skills. This research used a qualitative approach with the Classroom Action Research (CAR) method, conducted over four sessions. The subjects were 11 children in Group A at TK Sun Shine Banjarmasin Utara. Instruments included observation sheets for teacher activities, student activities, and fine motor skill achievement. Data were collected through observation and documentation. The results showed a significant improvement. Teacher activity increased steadily, reaching the "Very Good" category in the final session. Children’s activity also improved to the “All Children Active” category. The development of children’s fine motor skills progressed from the “Starting to Develop” category in the initial session to “Developing Very Well” in the final session. This study proves that the use of Magic Learn Box through the Project Based Learning model and Direct Instruction method is effective in enhancing children's fine motor skills. Based on the research results, it can be concluded that using the Magic Learn Box media through the Project Based Learning model and Direct Instruction can improve teacher activities, children's learning activities, and the development of children's fine motor skills. It is recommended that school principals, teachers, and future researchers use this as valuable input to enhance the quality of learning for children. ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya perkembangan kemampuan motorik halus anak. Hal ini terjadi karena kurangnya variasi dalam model pembelajaran dan media yang digunakan, serta terbatasnya aktivitas yang melibatkan koordinasi tangan dan mata anak. Anak mengalami kesulitan dalam kegiatan seperti menggunting, meronce, dan memegang alat tulis dengan benar. Upaya yang dilakukan peneliti untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan menerapkan Model Project Based Learning, Direct Instruction, dan Media Magic Learn Box.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, dan peningkatan kemampuan motorik halus anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 pertemuan. Subjek penelitian adalah anak kelompok A TK Sun Shine Banjarmasin Utara berjumlah 11 anak. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi aktivitas guru, aktivitas anak, dan capaian perkembangan motorik halus anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Aktivitas guru terus meningkat hingga mencapai kategori “Sangat Baik” pada pertemuan terakhir. Aktivitas anak dalam kegiatan juga meningkat hingga mencapai kategori “Seluruh Anak Aktif”. Capaian perkembangan motorik halus anak menunjukkan hasil yang optimal, dari kategori “Mulai Berkembang” pada pertemuan awal menjadi “Berkembang Sangat Baik” pada pertemuan akhir. Penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan media Magic Learn Box dengan model Project Based Learning dan metode Direct Instruction efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media Magic Learn Box melalui model project based learning dan Direct Instruction dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak dan Perkembangan motorik halus anak. Disarankan bagi kepala sekolah, guru dan peneliti selanjutnya dapat menjadi bahan masukan informasi untuk memperbaiki pembelajaran pada anak.