cover
Contact Name
Muhamad Suhard
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah
ISSN : 27985741     EISSN : 27985733     DOI : https://doi.org/10.51878/action.v1i2.639
Core Subject : Science, Education,
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Classroom and School Action Research.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 175 Documents
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA PEMBELAJARAN IPAS MATERI KERAGAMAN BUDAYA KELAS IV DI SDN MAYANGCINDE Yulyanti, Lia; Nugraha, Fajar; Mahendra, Hatma Heris
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6570

Abstract

The transformation of the Merdeka Curriculum requires the implementation of learning that maximizes student engagement, particularly in the subject of Natural and Social Sciences (IPAS). The low level of student engagement has become a fundamental issue that hinders the achievement of IPAS learning objectives in the topic of cultural diversity. This study aims to examine the improvement of student learning activities through the application of the Problem-Based Learning (PBL) model in Grade IV at SDN Mayangcinde. The research method used is Classroom Action Research based on the Kemmis and McTaggart model, with 12 fourth-grade students as the subjects. The implementation was carried out in two learning cycles consisting of the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data were collected using student learning activity observation sheets and analyzed using percentage achievement categories: very good (70–100%), good (55–69%), fair (40–54%), and poor (0–39%). The results showed a significant increase in student engagement, from 33.33% in the pre-action stage to 58.33% in cycle I and reaching 83.33% in cycle II. The PBL model proved effective in enhancing student participation through real problem-solving, collaborative learning, and independent knowledge construction. The implementation of the PBL model can improve student learning activities in the IPAS subject, specifically in the topic of cultural diversity, in Grade IV at SDN Mayangcinde. ABSTRAKTransformasi Kurikulum Merdeka menuntut penerapan pembelajaran yang memaksimalkan keterlibatan belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Rendahnya keterlibatan belajar siswa menjadi masalah mendasar yang menghambat tercapainya tujuan pembelajaran IPAS pada materi keragaman budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan aktivitas belajar siswa menggunakan model pembelajaran  Problem Based Learning (PBL) kelas IV SDN Mayangcinde. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart dengan subjek penelitian 12 siswa kelas IV. Penerapan dilakukan melalui dua siklus pembelajaran dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi aktivitas belajar siswa dengan analisis persentase capaian berkategori sangat baik (70-100%), baik (55-69%), cukup (40-54%), dan kurang (0-39%). Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan keterlibatan belajar yang signifikan dari pratindakan 33,33% menjadi 58,33% pada siklus I dan mencapai 83,33% pada siklus II. Model PBL terbukti efektif dalam mengaktifkan partisipasi siswa melalui pemecahan masalah nyata, pembelajaran kolaboratif, dan pembentukan pengetahuan mandiri. Penerapan model PBL dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam mata pelajaran IPAS, materi keragaman budaya kelas IV SDN Mayangcinde.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS KELAS 5 MATERI LISTRIK Hermawati, Nanda Aeni; Zulkarnaen, Rizki Hadiwijaya; Pratama, Febri Fajar
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6574

Abstract

The problem underlying the research is that science process skills in learning, especially the subject of science and science on electricity in grade 5 of SDN Sindangreret are still relatively low. The purpose of this study is to improve science process skills by implementing the Project Based Learning (PJBL) learning model. The research method used in this study is Classroom Action Research (CAR) model of Kemmis and McTaggart with research subjects of 26 grade 5 students. The implementation was carried out through two learning cycles with stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data were collected using observation sheets of students' science process skills with analysis of the percentage of achievement categorized as very good (86-100%), good (76-85%), moderate (60-75%), low (55-59%), very low (?-55%). The results showed an increase in science process skills from pre-action 38.46% to 69.23% in cycle I and reached 88.46% in cycle II. The PJBL model proved to be collaborative and independent knowledge formation. The implementation of the PJBL model has a positive impact on various aspects of learning, including students' cognitive, affective, and psychomotor skills. The PJBL model encourages meaningful learning because students play an active role in the process of discovering and constructing knowledge. Based on the test results, it shows that there is an increase in science process skills from the pre-action phase, to cycle I to cycle II. Therefore, it can be concluded that the implementation of the PJBL learning model can improve science process skills in grade 5 of SDN Sindangreret, Cipawitra District in the 2025/2026 academic year. ABSTRAKMasalah yang melatarbelakangi penelitian adalah keterampilan proses sains dalam pembelajaran khususnya mata pelajaran IPAS materi listrik di kelas 5 SDN Sindangreret yang masih tergolong rendah. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan proses sains dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart dengan subjek penelitian 26 siswa kelas 5. Penerapan dilakukan melalui dua siklus pembelajaran dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi keterampilan proses sains siswa dengan analisis persentase capaian berkategori sangat baik (86-100%), baik (76-85%), sedang (60-75%), rendah (55-59%), sangat rendah (?-55%). Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan keterampilan proses sains dari pratindakan 38,46% menjadi 69,23% pada siklus I dan mencapai 88,46% pada siklus II. Model PJBL terbukti kolaboratif dan pembentukan pengetahuan mandiri. Penerapan model PJBL memberikan dampak positif terhadap berbagai aspek pembelajaran, baik dari kognitif, afektif, maupun psikomotorik siswa. Model pjbl mendorong pembelajaran yang bermakna karena siswa berperan aktif dalam proses pencarian dan pembangunan pengetahuan. Berdasarkan hasil tes menunjukkan bahwa adanya peningkatan keterampilan proses sains dari mulai pratindakan, ke siklus I sampai siklus II. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PJBL dapat meningkatkan keterampilan proses sains di kelas 5 SDN Sindangreret Kecamatan Cipawitra Tahun Ajaran 2025/2026.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA CERITA PENDEK MELALUI METODE THINK PAIR SHARE SISWA KELAS VI SD NEGERI Ngabito, Siti Nur Rahayu K.; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Husain, Rusmin; Monoarfa, Fidyawati; Ardini, Pupung Puspa
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6726

Abstract

This study aimed to improve the short story reading skills of sixth-grade students at SDN 6 Tapa, Bone Bolango Regency, through the implementation of the Think Pair Share (TPS) method. The research employed a classroom action research design consisting of two cycles, with each cycle comprising two meetings. Data were collected through tests, observations, interviews, and documentation. The initial observation revealed that only 4 out of 24 students (33%) were able to read short stories fluently, while 20 students (67%) were unable to do so. In the first meeting of Cycle I, the number of students with proficient reading skills increased to 6 students (25%), and in the second meeting to 11 students (46%). A more significant improvement was observed in Cycle II, where the first meeting recorded 17 students (71%) with proficient reading skills, and the second meeting reached 20 students (83%). These findings demonstrate that the TPS method effectively enhances students’ short story reading abilities by fostering interaction, collaboration, and active participation, which in turn supports gradual and sustained improvement in their reading skills. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca cerita pendek siswa kelas VI SDN 6 Tapa Kabupaten Bone Bolango melalui penerapan metode Think Pair Share (TPS). Penelitian menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus, di mana setiap siklus terdiri atas dua pertemuan. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa dari 24 siswa, hanya 4 siswa (33%) yang mampu membaca cerita pendek dengan baik, sedangkan 20 siswa (67%) belum mampu. Pada siklus I pertemuan pertama, jumlah siswa yang mampu meningkat menjadi 6 siswa (25%), dan pada pertemuan kedua menjadi 11 siswa (46%). Peningkatan signifikan terlihat pada siklus II, di mana pertemuan pertama terdapat 17 siswa (71%) yang mampu membaca cerita pendek, dan pada pertemuan kedua meningkat menjadi 20 siswa (83%). Temuan ini menunjukkan bahwa metode TPS efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca cerita pendek siswa, karena mendorong interaksi, kerja sama, dan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran, sehingga keterampilan membaca mereka berkembang secara bertahap dan berkelanjutan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN “POP-UP BOOK” PADA SISWA KELAS III DI SD NEGERI Yusuf, Ismiawati U.; Husain, Rusmin; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Monoarfa, Fidyawati; Ardini, Pupung Puspa
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6749

Abstract

This study was motivated by the low reading ability of third-grade students at SDN 43 Hulontalangi, Gorontalo City. Efforts to improve reading skills require engaging learning media that can motivate students to actively participate in the learning process. One medium used in this research is the Pop-Up Book, which features three-dimensional and interactive elements expected to enhance students’ reading interest and comprehension. The purpose of this study was to improve the reading skills of third-grade students at SDN 43 Hulontalangi through the use of Pop-Up Book media. This research employed Classroom Action Research (CAR) with 21 students as subjects. Data were collected through observation, tests, and documentation. The results indicated an improvement in reading skills across each cycle. In Cycle I Meeting I, 6 students (28%) achieved mastery, increasing to 9 students (43%) in Meeting II. In Cycle II Meeting I, the number of students achieving mastery rose to 14 (67%), and in Meeting II, it reached 17 students (81%). Therefore, the use of Pop-Up Book media proved effective in enhancing the reading skills of third-grade students at SDN 43 Hulontalangi, Gorontalo City. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca siswa kelas III di SDN 43 Hulontalangi Kota Gorontalo. Upaya peningkatan keterampilan membaca memerlukan media pembelajaran yang menarik dan mampu memotivasi siswa untuk terlibat aktif. Salah satu media yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pop-Up Book, yang memiliki tampilan tiga dimensi dan interaktif sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat baca serta pemahaman siswa terhadap materi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III SDN 43 Hulontalangi Kota Gorontalo melalui penggunaan media Pop-Up Book. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek 21 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca pada setiap siklus. Pada siklus I pertemuan I, 6 siswa (28%) mencapai ketuntasan, meningkat menjadi 9 siswa (43%) pada pertemuan II. Pada siklus II pertemuan I jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 14 siswa (67%), dan pada pertemuan II menjadi 17 siswa (81%). Dengan demikian, penggunaan media Pop-Up Book terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III di SDN 43 Hulontalangi Kota Gorontalo.
MENGEMBANGKAN ASPEK KOGNITIF MENGENAL BENTUK GEOMETRI MENGGUNAKAN MODEL PBL, EXAMPLE NON EXAMPLE DAN MEDIA PAPINBAR Novianti, Novianti; Novitawati, Novitawati
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6752

Abstract

This research is motivated by the low cognitive ability in recognizing geometric shapes in group B children of Kenanga Kindergarten, Banjarmasin. To overcome this problem, a problem-based learning model, example non-example, and papinbar media can be used. The purpose of this study is to describe teacher activities, children's activities, and analyze the results of children's cognitive development achievements, especially in recognizing geometric shapes. This study uses a qualitative approach and Classroom Action Research (CAR) with 4 meetings. The results of the study show that teacher activities have implemented the steps of the learning model with a score of 31 with a percentage of 97% in the "Very Good" category, children's activities have increased up to meeting 4 with a percentage of 90% in the "Almost All Children Are Active" category and cognitive aspects have increased up to meeting 4 with a percentage of 90% of children successfully getting the "Very Well Developed (BSB)" category. Based on the results of the study, it was concluded that through the problem-based learning model, example non-example, papinbar media, cognitive development activities and results can be developed very well and almost all children are active. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan kognitif dalam mengenal bentuk geometri pada anak kelompok B TK Kenanga Banjarmasin. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat menggunakan model problem based learning, example non example, media papinbar. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, dan menganalisis hasil capaian perkembangan kognitif anak khususnya dalam mengenal bentuk geometri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 4 kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa aktivitas guru telah melaksanakan langkah-langkah model pembelajaran dengan skor 31 dengan persentase yaitu 97% dengan kategori “Sangat Baik”, aktivitas anak telah mencapai peningkatan hingga pertemuan 4 dengan persentase 90% dengan kategori “Hampir Seluruh Anak Aktif” dan aspek kognitif telah mencapai peningkatan hingga pertemuan 4 dengan persentase 90% anak berhasil mendapatkan kategori “Berkembang Sangat Baik (BSB)”. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa melalui model probem based learning, example non example, media papinbar dapat mengembangkan aktivitas dan hasil perkembangan kognitif dengan sangat baik dan hampir seluruh anak aktif.
MENGEMBANGKAN ASPEK KOGNITIF MENGENAL BILANGAN MENGGUNAKAN PROJECT BASED LEARNING DI PAUD ISLAM AL-ZAHRAH Auliana, Nina; Darmiyati, Darmiyati
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6819

Abstract

This research is motivated by children's low cognitive abilities in the concept of numbers. The purpose of this study is to describe teacher activities, analyze children's activities, and assess the results of children's cognitive development in recognizing numbers. This research method used a qualitative approach with Classroom Action Research (CAR) conducted over four meetings. The research setting was 13 children in Group B1 of Al-Zahrah Martapura Islamic Kindergarten. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using qualitative descriptive techniques, described through tabulation and graphs. The results showed that teacher activities in the first meeting achieved a score of 23 (fairly good), in the second meeting achieved a score of 29 (good), in the third meeting achieved a score of 30 (good), and in the fourth meeting achieved a score of 35 (very good). Children's activity in the first meeting achieved 38%, in the second meeting achieved 46%, in the third meeting achieved 69%, and in the fourth meeting achieved 84%. Children's cognitive development in the first meeting achieved 38%, in the second meeting achieved 46%, in the third meeting achieved 77%, and in the fourth meeting achieved 85%. Based on the research results, it can be concluded that the combination of Project Based Learning, Direct Instruction, and Make a Match models in recognizing numbers can increase children's activity and development outcomes. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan anak dalam aspek kognitif pada konsep bilangan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas anak dan hasil perkembangan anak aspek kognitif dalam mengenal bilangan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas(PTK) yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan, setting penelitian pada anak kelompok B1 TK Islam Al-Zahrah Martapura yang berjumlah 13 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif yang dijabarkan dengan tabulasi dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pertemuan I memperoleh skor 23 kriteria “cukup baik” pertemuan II memperoleh skor 29 mencapai kriteria “baik”, pertemuan III memperoleh skor 30 “baik”, pertemuan IV mencapai skor 35 kriteria “sangat baik”. Aktivitas Anak pada pertemuan I dengan 38%, pertemuan II dengan 46%, pertemuan III dengan 69%, pertemuan IV dengan nilai skor 84%. Hasil perkembangan kognitif anak pada pertemuan I 38%, pertemuan II mencapai 46%, pertemuan III 77%, pertemuan IV 85%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi model Project Based Learning, Direct Instruction, Make a Match dalam mengenal bilangan dapat meningkatkan aktivitas, dan hasil perkembangan anak.
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN MOTORIK HALUS MENGKOORDINASIKAN MATA DAN TANGAN MENGGUNAKAN MODEL EXPRO Rahmadani, Nur Indah Putri; Agusta, Akhmad Riandy
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6913

Abstract

This research is motivated by the low fine motor skills in coordinating the eyes and hands in children of group A1 of Adhyaksa XIV Kindergarten. To overcome this problem, the Expro model can be used. The purpose of this study is to describe teacher activities, children's activities, learning motivation and the results of children's fine motor development achievements, especially in coordinating the eyes and hands. This approach uses a qualitative approach and Classroom Action Research (CAR) with 4 meetings. The results of the study show that teacher activities have implemented the steps of the learning model with a score of 32 with a percentage of 100% with the Very Good category, children's activities have achieved an increase up to meeting 4 with a percentage of 97% with the Very Active category, children's learning motivation activities have achieved an increase up to meeting 4 with a percentage of 98% with the High category and children's fine motor aspects have achieved an increase up to meeting 4 with a percentage of 100% of children successfully getting the "Very Good" category. Based on the results of the study, it was concluded that through the Expro model, activities and results of fine motor development can develop very well and all children are active. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus dalam mengkoordinasikan mata dan tangan pada anak kelompok A1 TK Adhyaksa XIV. Untuk mengatasi permasalahan ini dapat menggunakan model Expro. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, motivasi belajar dan hasil capaian perkembangan motorik halus anak khususnya dalam mengkoordinasikan mata dan tangan. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dan Jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 4 kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru telah melaksanakan langkah-langkah model pembelajaran dengan skor 32 dengan persentase 100% dengan kategori Sangat Baik , aktivitas anak telah mencapai peningkatan hingga pertemuan 4 dengan persentase 97% dengan kategori Sangat Aktif, aktivitas motivasi belajar anak telah mencapai peningkatan hingga pertemuan 4 dengan persentase 98% dengan kategori Tinggi dan aspek motorik halus anak telah mencapai peningkatan hingga pertemuan 4 dengan persentase 100% anak berhasil mendapatkan kategori “Sangat Baik”. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa melalui model Expro dapat mengembangkan aktivtas dan hasil perkembangan motorik halus dengan sangat baik dan seluruh anak aktif.
PENERAPAN MODEL PIJAR UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS, KERJA SAMA, DAN BERPIKIR LOGIS SISWA KELAS V Riduan, Muhammad; Amelia, Rizky
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i4.7017

Abstract

The main problem in this study is the low level of student engagement, logical thinking skills, and collaboration in Indonesian language learning, particularly in the topic of affixes and conjunctions between sentences among fifth-grade students at SDN Sungai Miai 8. This condition was triggered by learning activities that remained monotonous, lacked variation, and provided limited opportunities for interaction. To address these issues, the PIJAR learning model (Active Learning, Collaborative Integration, Role Exploration, and Logical Rationalization) was implemented, combining elements of Problem-Based Learning (PBL), Jigsaw, and Role Playing. This Classroom Action Research (CAR) was conducted in four cycles involving 15 fifth-grade students, consisting of 8 boys and 7 girls. Data were collected through observations of teacher and student activities, assessments of logical thinking and collaboration skills, and learning achievement tests. The results showed a significant improvement in student activity from 46% to 98%, logical thinking skills from 41% to 89%, and group collaboration from 41% to 91% across the cycles. Furthermore, the average learning outcomes consistently increased from 43% to 81%. Therefore, the PIJAR model has proven to be effective in enhancing both the learning process and learning outcomes in Indonesian language instruction at the elementary school level. ABSTRAKPermasalahan utama dalam penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan siswa, kemampuan berpikir logis, serta kerja sama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya materi imbuhan dan kata hubung antar kalimat di kelas V SDN Sungai Miai 8. Kondisi tersebut dipicu oleh proses pembelajaran yang masih cenderung monoton, minim variasi, dan kurang memberikan ruang interaksi. Untuk menjawab permasalahan ini, digunakan model pembelajaran PIJAR (Pembelajaran Aktif, Integrasi Kolaboratif, Jelajah Peran, dan Rasionalisasi Logika) yang merupakan gabungan dari Problem Based Learning (PBL), Jigsaw, dan Role Playing. Penelitian berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam empat siklus dengan melibatkan 15 siswa kelas V, terdiri atas 8 laki-laki dan 7 perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, keterampilan berpikir logis, kerja sama, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aktivitas siswa dari 46% menjadi 98%, kemampuan berpikir logis dari 41% menjadi 89%, serta kerja sama kelompok dari 41% menjadi 91% dilihat dari siklus ke siklus. Selain itu, nilai rata-rata hasil belajar juga mengalami kenaikan yang konsisten setiap pertemuannya, dari 43% menjadi 81%. Dengan demikian, model PIJAR terbukti efektif meningkatkan kualitas proses maupun hasil pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
IMPLEMENTASI GAME BASED LEARNING DENGAN QUIZWHIZ CARDS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V Supu, Febriyanto H; PanaI, Abdul Haris; Kudus, Kudus; Arif, Rifda Mardian; Nurfadliah, Nurfadliah
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i4.7374

Abstract

This study focuses on whether the implementation of the Game-Based Learning (GBL) model assisted by Quizwhiz Cards can improve the learning motivation of fifth-grade students at SDN 67 Kota Timur. The research employed a Classroom Action Research (CAR) approach, with data collected through observation, interviews, documentation, and tests. The subjects of the study were fifth-grade students of SDN 67 Kota Timur, Gorontalo City. Preliminary observations indicated that students’ learning motivation was relatively low. This condition was caused by the limited use of instructional media and the lack of student attention during lessons. In Cycle I, 5 students (22.73%) were categorized as having “High Motivation,” 3 students (13.63%) as having “Moderate Motivation,” and 14 students (63.64%) as having “Low Motivation.” These results show that the overall motivation level in Cycle I remained below the expected standard. However, after the implementation of actions in Cycle II, there was a significant improvement—18 students (81.82%) were in the “High Motivation” category, 4 students (18.18%) in the “Moderate Motivation” category, and none in the “Low Motivation” category. Based on these findings, it can be concluded that the application of the Game-Based Learning (GBL) model assisted by Quizwhiz Cards effectively enhanced students’ learning motivation in the topic of the human respiratory system among fifth-grade students at SDN 67 Kota Timur, Gorontalo City. ABSTRAKPenelitian ini berfokus pada apakah penerapan model pembelajaran Game Based Learning berbantuan media Quizwhiz Cards dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V di SDN 67 Kota Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 67 Kota Timur, Kota Gorontalo. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa masih tergolong rendah. Kondisi ini disebabkan oleh keterbatasan media pembelajaran serta kurangnya perhatian siswa saat guru menyampaikan materi. Pada siklus I, tercatat sebanyak sebanyak 5 siswa (22,73%) masuk dalam kategori “Motivasi Tinggi”, sementara 3 siswa (13,63%) berada dalam kategori “Motivasi Sedang”, dan 14 siswa (63,64%) masuk dalam kategori “Motivasi Rendah” Hal ini menunjukkan bahwa tingkat motivasi pada siklus I masih tergolong rendah belum mencapai tingkat motivasi belajar yang diharapkan. Namun, setelah dilakukan tindakan pada siklus II, terjadi peningkatan yang signifikan, di mana sebanyak 18 siswa atau 81,82%, sementara yang termasuk dalam kategori “Motivasi Sedang” hanya 4 siswa atau 18,18%. Dan untuk kategori “Motivasi Rendah” adalah 0. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa kelas V telah mencapai standar indikator kinerja yang ditetapkan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Game Based Learning (GBL) dengan dukungan media Quizwhiz Cards efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi sistem organ pernapasan manusia di kelas V SDN 67 Kota Timur, Kota Gorontalo.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PPKN Nopa, Rapika A.; Ngiu, Zulaecha; Wantu, Asmun W.
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i2.6060

Abstract

This study aims to improve student learning activity and achievement through the implementation of the Role Playing learning method in the Civic Education (PPKn) subject for Class X.5 students at SMA Negeri 2 Gorontalo. The background of this study is the low level of student engagement, which is primarily caused by the dominance of teacher-centered lectures and the lack of interactive learning media. This research employed a Classroom Action Research (CAR) design, conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The research subjects were 33 students. Data were collected through observation sheets measuring student learning activity and formative tests to assess learning outcomes. The results indicated that the Role Playing method effectively enhanced student engagement, with activity levels increasing from 30% in Cycle I Meeting 1 to 82% in Cycle II Meeting 2. Likewise, student learning mastery improved significantly, from 25% to 85%. These findings suggest that the Role Playing method is effective in creating a more interactive and enjoyable learning atmosphere while also fostering student participation, confidence, and conceptual understanding in Civic Education. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui penerapan metode pembelajaran Role Playing pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di kelas X.5 SMA Negeri 2 Gorontalo. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran yang masih didominasi oleh metode ceramah satu arah dan minimnya variasi media pembelajaran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 33 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas belajar siswa dan evaluasi hasil belajar dengan menggunakan instrumen lembar observasi dan tes formatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Role Playing mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa dari 30% pada siklus I pertemuan I menjadi 82% pada siklus II pertemuan II. Ketuntasan hasil belajar siswa juga meningkat secara signifikan, dari 25% menjadi 85%. Temuan ini menunjukkan bahwa metode Role Playing efektif dalam menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, serta mendorong partisipasi aktif, kepercayaan diri, dan pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran PPKn.