cover
Contact Name
Muhammad ikram
Contact Email
muhammad.ikram@uncp.ac.id
Phone
+6282140018810
Journal Mail Official
muhammad.ikram@uncp.ac.id
Editorial Address
Jalan Bumi 18 Blok A No. 1 Bumi Permata Hijau, Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika
ISSN : 27769984     EISSN : 27769704     DOI : 10.51574/kognitif
Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mempublikasikan penelitian berkualitas tinggi di bidang pendidikan matematika yang berkaitan dengan Higher Order Thinking Skills (HOTS) termasuk berpikir kritis, berpikir kreatif, penalaran matematis, pemahaman matematis, dll. Kami juga meneima riset tentang pembelajaran dan pengajaran matematika di semua level, baik dalam pembelajaran formal maupun informal.
Articles 512 Documents
Analisis Kemampuan Pemodelan Matematika Siswa pada Materi Aritmetika Sosial Riduan, Lindawaty; Hartono, Yusuf; Hiltrimartin, Cecil
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2367

Abstract

Pemodelan penting bagi siswa karena memungkinkan mereka untuk memecahkan masalah real melalui konsep matematis, misalkan pada konsep aritmetika sosial dalam pemodelan matematika. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan siswa SMP dalam menyelesaikan masalah matematika yang berhubungan dengan aritmetika sosial. Kami berfokus pada sejauhmana siswa memahami masalah, mengidentifikasi hal-hal yang relevan dengan konsep matematika, menerapkan konsep tersebut dan menjelaskan hasilnya. Kami menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan 32 siswa SMP yang diberi tugas pemodelan matematika yang nantinya dianalisa dengan langkah pemecahan masalah : understanding the task, searching mathematics, using mathematics dan explaning the result. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70,43% siswa mencapai ketuntasan belajar minimal. Siswa sangat baik dalam memahami masalah (95,07%) dan juga pada tahap mengidentifikasi hala-hal yang berkaitan dengan konsep matematika (88,26%) namun mengalami kesulitan dalam menerapkan konsep tersebut, terutama dalam perhitungannya (70,32%). Penelitian ini menyoroti manfaat penggunaan konteks dunia nyata untuk meningkatkan keterampilan pemodelan matematika siswa. Namun, studi ini juga menyarankan perlunya memperkuat pemahaman siswa tentang aljabar untuk membantu mereka menerapkan konsep matematika secara lebih efektif. Menerapkan lebih banyak pemodelan matematika ke dalam kurikulum dapat mempersiapkan siswa dengan lebih baik untuk memecahkan masalah dunia nyata yang kompleks
Analisis Kemampuan Number Sense Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal Numerasi AKM Ditinjau dari Kecerdasan Logis Matematis Rosidah, Santi; Hidayat, Edy; Patmawati, Hetty
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2431

Abstract

Minimnya penelitian yang meneliti kemampuan number sense menunjukkan perlunya kajian lebih mendalam di bidang ini dikarenakan number sense merupakan dasar numerasi yang esensial dalam kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan number sense peserta didik dalam menyelesaikan soal numerasi model asesmen kompetensi minimum ditinjau dari kecerdasan logis matematis. Kami menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan melibatkan peserta didik kelas VIII-D SMP Negeri 1 Ciawi yang berjumlah 29 peserta didik. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket kecerdasan logis matematis, tes kemampuan number sense, dan wawancara. Kami menggunakan kerangka analisis Miles & Huberman untuk menganalisis data penelitian yang mencakup: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa subjek dengan kecerdasan logis matematis tinggi mampu memenuhi semua indikator kemampuan number sense yaitu mengidentifikasi sifat berurutan dari bilangan-bilangan dan keteraturan pada sistem bilangan, memilih estimasi terdekat hasil operasi bilangan dan merepresentasikannya, mengidentifikasi karakteristik hasil operasi bilangan dan implikasinya pada berbagai jenis bilangan, dan menilai kewajaran hasil perhitungan. Subjek dengan kecerdasan logis matematis sedang mampu memenuhi tiga indikator kemampuan number sense yaitu mengidentifikasi sifat berurutan dari bilangan-bilangan dan keteraturan pada sistem bilangan, memilih estimasi terdekat hasil operasi bilangan dan merepresentasikannya, dan menilai kewajaran hasil perhitungan. Subjek dengan kecerdasan logis matematis rendah tidak mampu memenuhi semua indikator kemampuan number sense.
Analisis Kemampuan Siswa dalam Memahami Soal Literasi Matematika dengan Berbantu Game Berbasis Android Suryani, Eka; Susanti, Ely; Aisyah, Nyimas
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2501

Abstract

Keterampilan dalam perumusan, penerapan, dan interpretasi matematika sangat bergantung pada kemampuan literasi. Oleh karena itu, pemahaman siswa terhadap literasi matematika dapat ditingkatkan dengan menggunakan permainan sebagai alat pengajaran. Game berbasis Android tidak digunakan dalam eksperimen sebelumnya yang mencoba meningkatkan pemahaman matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif siswa memahami permasalahan literasi matematika dengan menggunakan media permainan berbasis Android. Dalam penelitian ini, metodologi deskriptif kualitatif digunakan dengan melibatkan 26 siswa kelas VII MTs GUPPI Sukamoro. Penelitian ini menggunakan soal deskripsi literasi matematika yang terdiri dari enam pernyataan yang disesuaikan dengan tahapan indikator literasi matematika. Penilaian tertulis dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data. Setelah dua kali tes, hasil tes menunjukkan peningkatan skor jawaban sebesar 96%, sehingga kemampuan pemahaman siswa terkait soal literasi matematika melalui game android dapat menjadi acuan dalam pembelajaran.
Studi Perbandingan Implementasi Kurikulum Indonesia dan Kanada pada Mata Pelajaran Matematika Wanabuliandari, Savitri; Junaedi, Iwan; Mulyono, Mulyono
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2516

Abstract

Penelitian ini mengkaji perbandingan implementasi kurikulum matematika di Indonesia dan Kanada. Kedua negara ini memiliki pendekatan yang berbeda terhadap pengembangan kurikulum matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kurikulum pendidikan matematika di Indonesia dan Kanada. Kami menggunakan pendekatan studi literatur review dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber data kurikulum Kanada dan Indonesia. Analisis data menggunakan kualitatif deskriptif. Peneliti mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber data dari kurikulum Kanada dan Kurikulum Indonesia. Dokumen yang dianalisis meliputi Kurikulum Merdeka dari Indonesia, Kurikulum Matematika Ontario dari Kanada, serta literatur pendukung seperti artikel jurnal dan laporan resmi terkait implementasi kurikulum matematika. Model analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi, yang berfokus pada perbandingan struktur, pendekatan pembelajaran, dan sistem penilaian dari kedua kurikulum. Analisis ini bertujuan mengidentifikasi persamaan, perbedaan, serta memberikan rekomendasi strategis untuk pengembangan kurikulum yang relevan dan efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam struktur dan pendekatan pembelajaran, kurikulum matematika di Indonesia dan Kanada (Ontario) sama-sama menekankan pengembangan kompetensi siswa dalam pemahaman konsep, penerapan praktis, serta keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Temuan ini diharapkan dapat memberikan pandangan bagi pengembangan kurikulum, agar pembelajaran matematika lebih efektif dan relevan di kedua negara, serta memperkuat praktik pengajaran matematika di seluruh dunia.
Lintasan Belajar pada Materi Lingkaran Berbasis STEAM dengan Konteks Gasing untuk Mendukung Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik Arin, Arin; Aisyah, Nyimas; Susanti, Ely; Susanti, Elsa
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2521

Abstract

Kreatifitas ditunjukkan sebagai kemampuan berpikir kreatif, yang sangat penting dimiliki dalam keterampilan 4C di abad 21. Namun belum ada penelitian yang mendesain pembelajaran lingkaran berbasis STEAM untuk mendukung kemampuan berpikir kreatif. Akibatnya, penelitian ini bertujuan untuk membuat lintasan belajar lingkaran berbasis STEAM yang memanfaatkan konteks gasing untuk meningkatkan kemampuan kreatif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teori pengajaran lokal (LIT) dengan bekerja sama dengan pendidik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode design research tipe validation study dengan subjek penelitiannya adalah siswa kelas IX SMP Negeri 13 Palembang yang dipilih secara purposive. Data dianalisis secara deskriptif setelah dikumpulkan melalui tes tertulis, wawancara, dan meninjau dokumen. Penelitian ini menghasilkan lintasan belajar dari aktivitas yang dilakukan siswa. Lintasan belajar lingkaran ini diharapkan dapat menjadi alat dan tanda bagi pendidik dalam melakukan proses pembelajaran untuk membantu peserta didik mengkonstruksi sendiri konsep lingkaran dengan menggunakan konteks gasing.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Scratch Elemen Bilangan Fase A pada Kurikulum Merdeka Indahwati, Rohmah; Basri, Hasan; Aini, Septi Dariyatul
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2632

Abstract

Pemanfaatan media pembelajaran seperti scratch, geogebra, maupun aplikasi lain sangat penting bagi siswa di sekolah dasar, namun demikian belum ditemukan pengembangan media scratch pada elemen bilangan pada fase A. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis scratch elemen bilangan pada fase A pada kurikulum merdeka. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Model pengembangan ini mempunyai 5 tahapan, yaitu: Analysis (Analisis), Design (Perancangan), Develompent (Pengembangan), Implementation (Implementasi), Evaluation (Evaluasi). Kami menggunakan lembar validasi, angket dan lembar observasi untuk mengumpulkan data penelitian. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah media scratch elemen bilangan fase A pada kurikulum merdeka dinyatakan valid berdasarkan hasil validasi ahli pembelajaran dan media yang diperoleh sebesar 0,83 dan 0,82 dalam kategori validitas tinggi. Sedangkan angket kepraktisan yang diberikan guru dan siswa diperoleh hasil 92% dan 90% dengan kategori sangat praktis
Enhancing Students’ Mathematics Learning Outcomes through Problem-Based Learning Pardede, Agnes Pesta Kristiani; Tuerah, Philotheus E.A.; Ermita, Ermita; Shidiq, Galih Albarra
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 4 (2025): October - December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i4.2975

Abstract

Low levels of student engagement and learning motivation have led to limited critical thinking skills, which in turn have affected students’ learning outcomes that remain below the Minimum Mastery Criteria (MMC). This study aims to determine whether students who received instruction through the Problem-Based Learning (PBL) model achieved higher mathematics learning outcomes than those taught using the conventional (lecture-based) model on the topic of Relations and Functions. This research employed a quasi-experimental method with a pretest–posttest control group design. Population consisted of eighth-grade students from SMP Negeri 3 Tondano, while the samples were class VIII-A (22 students) as the experimental group and class VIII-B (17 students) as the control group. The research instrument comprised written essay tests administered as pretests and posttests in both groups. Data were analyzed using inferential statistical procedures. Data were first tested for normality using the Liliefors test, followed by a homogeneity test (F-test). After both assumptions were met, an independent samples t-test (two-tailed) was performed to test the hypothesis. The results showed a statistically significant difference in mathematics learning outcomes between students who learned through the PBL model and those taught using the conventional lecture-based method. Therefore, it can be concluded that the implementation of the PBL model effectively enhances students’ mathematics learning outcomes on the topic of Relations and Functions, providing evidence that active, problem-oriented instruction can improve students’ conceptual understanding and achievement in mathematics.
Gender Differences in the Relationship Between Mathematical Disposition and Problem-Solving Skills Mubarokah, Hevi Haplatul; Dewi, Sinta Verawati; Depi Setialesmana
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 4 (2025): October - December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i4.3292

Abstract

Mathematical disposition, which encompasses students’ confidence, perseverance, curiosity, and appreciation toward mathematics, plays a significant role in shaping their approaches to problem-solving. This study aims to investigate gender-based differences in students’ mathematical disposition and problem-solving ability, and to analyze the overall relationship between these variables. A quantitative approach employing a comparative–correlational design was used. Following Yount’s sampling guideline, 10% of the population (comprising 39 seventh-grade students) was randomly selected through simple random sampling. Research instruments included a Likert-scale questionnaire to measure mathematical disposition and an essay-based test developed from the IDEAL problem-solving framework. Both instruments were previously validated and tested for reliability to ensure data accuracy. Data were analyzed using an independent-samples t-test and Spearman’s rank correlation. Results revealed no significant difference in mathematical disposition between male (M = 67.26) and female students (M = 65.65), t(37) = 0.553, p > 0.05. In contrast, a significant difference was found in problem-solving ability, with male students (M = 69.42) outperforming females (M = 56.70), t(37) = 2.77, p < 0.05. Moreover, a low positive correlation (ρ = 0.2172) was observed between mathematical disposition and problem-solving ability. These findings suggest that gender factors may influence students’ cognitive and affective engagement in mathematical problem-solving. The study contributes to the growing body of research on mathematics education by emphasizing the importance of integrating affective and cognitive dimensions in designing more personalized and effective teaching practices
Critical Thinking in Arithmetic: Insights from Qur’an-Memorizing Students Muhammad, Rosida Rakhmawati; Hanifah, Banar; Azzahra, Siti; Fahmoza, Siti Hanny; Anggoro , Bambang Sri
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 4 (2025): October - December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i4.2341

Abstract

This study aims to examine the categories of Qur’an-memorizing students in relation to their critical thinking ability when solving Higher-Order Thinking Skills (HOTS) problems, particularly in arithmetic. The significance of this research lies in understanding the relationship between Qur’an memorization—an activity that strengthens memory capacity—and students’ critical thinking skills, which are essential for solving complex mathematical problems. This study explores whether Qur’an memorization can support the development of higher-order skills such as analysis and evaluation, which are crucial in mathematics learning. A descriptive qualitative approach was employed using HOTS test items and semi-structured interviews as instruments for data collection. Thematic analysis was applied to identify possible relationships among students’ critical thinking ability, arithmetic problem-solving performance, and Qur’an memorization practices. The findings revealed that students in the high Qur’an memorization category exhibited less consistent performance in solving HOTS problems compared to those in the moderate and low categories. This suggests that while Qur’an memorization may enhance certain aspects of critical thinking, it does not necessarily guarantee proficiency in solving higher-order mathematical problems. The study provides new insights into how faith-based learning practices may influence students’ cognitive development in mathematics and contribute to a broader understanding of the interaction between religious education and higher-order cognitive skills.
Designing a Pre-Calculus Learning Module for Pre-Service Mathematics Teachers through the Hypothetical Learning Trajectory Approach Azizah, Ulfah Nur; Ulfa, Nadia; Putri, Nurmala Setianing
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 4 (2025): October - December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i4.3629

Abstract

The study identified several learning obstacles (LO) experienced by students in Calculus I, particularly misconceptions related to algebraic concepts, graphical representations of functions, absolute values, inequalities, exponents, logarithms, and trigonometry. These obstacles negatively affect students’ conceptual readiness for learning Calculus. This study aims to develop an HLT-based pre-calculus module for 41 prospective mathematics teachers at a state university in Indonesia. The instruments included a diagnostic test, interview guidelines, and expert validation forms for the module. Data were collected through literature review, analysis of learning obstacles based on diagnostic test and interview results, and expert validation of the module. The pre-calculus module was developed using the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate), and the data were analyzed using a descriptive qualitative approach. Expert validation results indicated that the module’s content, language, and presentation achieved validity scores above 80% across all aspects. Considering the effectiveness of the HLT framework, the module is expected to support scaffolding, reduce misconceptions, and map students’ conceptual thinking trajectories. Furthermore, it is expected to serve as an independent learning resource that supports a logical transition from algebraic prerequisites to Calculus I concepts.