cover
Contact Name
Muhammad ikram
Contact Email
muhammad.ikram@uncp.ac.id
Phone
+6282140018810
Journal Mail Official
muhammad.ikram@uncp.ac.id
Editorial Address
Jalan Bumi 18 Blok A No. 1 Bumi Permata Hijau, Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika
ISSN : 27769984     EISSN : 27769704     DOI : 10.51574/kognitif
Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mempublikasikan penelitian berkualitas tinggi di bidang pendidikan matematika yang berkaitan dengan Higher Order Thinking Skills (HOTS) termasuk berpikir kritis, berpikir kreatif, penalaran matematis, pemahaman matematis, dll. Kami juga meneima riset tentang pembelajaran dan pengajaran matematika di semua level, baik dalam pembelajaran formal maupun informal.
Articles 512 Documents
Pengembangan E-Modul Berbasis Understanding by Design (UbD) Untuk Meningkatkan Kemampuan Spasial Siswa Materi Bangun Ruang Sisi Datar Hidayat, Ayu Wahyuni; Sabil, Husni; Junita, Ranisa
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2182

Abstract

UbD menganut prinsip backward design yang berfokus pada tujuan yang ingin dicapai dan pemahaman siswa. Tujuan yang ingin dicapai dan bukti ketercapaiannya disajikan pada setiap aktifitas pembelajaran sehingga pembelajaran berfokus pada siswa untuk membuktikan ketercapaian tujuannya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kualitas e-modul berbasis UbD dalam peningkatan kemampuan spasial siswa yang dilihat dari kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Kami menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Muaro JAMBI. Data diperoleh dari instrumen angket, tes kemampuan spasial, dan observasi. Penskoran data angket menggunakan skala Likert. E-modul berbasis UbD adalah hasil penelitian ini yang dapat meningkatkan kemampuan spasial siswa. Hasil persentase rata-rata dari kualitas produk: (a) kevalidan materi sebesar 92,5% dan desain sebesar 90,83% pada kategori sangat valid, (b) kepraktisan guru sebesar 95% dan siswa sebesar 86,815% pada kategori sangat praktis, (c) angket keefektifan sebesar 81,01% pada kategori sangat efektif dan skor N-gain sebesar 0,7411 berada pada kategori tinggi. Hasil observasi menunjukkan persentase rata-rata sebesar 92,06%. Hal ini menunjukkan bahwa e-modul berbasis UbD dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kemampuan spasial siswa. Kami merekomendasikan pendidik untuk penggunakan e-modul berbasis UbD yang memfokuskan ketercapaian tujuan pemebelajaran dan pemahaman siswa.
Analisis Berpikir Kritis Siswa Berdasarkan Gaya Kognitif dalam Menyelesaikan Masalah Aryani, Eva; Huda, Nizlel; Anwar, Khairul
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2195

Abstract

Kemampuan berpikir terutama berpikir kritis yang melibatkan kognitif seseorang sangat berpengaruh dalam menyelesaikan masalah pada abad 21. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki tujuan mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa gaya kognitif reflektif dan impulsif dalam pemecahan masalah. Fokus penelitian ini adalah pada materi aljabar. Kami menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan 4 siswa sebagai subjek yaitu siswa di kelas VIIA SMPN 1 Muaro Jambi yang gaya kognitif reflektif sebanyak 2 dan gaya kognitif impulsif sebanyak 2. Teknik penentuan subjek yaitu teknik purposive sampling. Kami menggunakan instrumen Matching Familiar Figures Test (MFFT) dan lembar tes soal pemecahan masalah. Analisis yang dilakukan meliputi reduksi dan penyajian data serta menarik kesimpulan. Penelitian ini diperoleh bahwa siswa bergaya kognitif reflektif memenuhi 5 dari 6 indikator berpikir kritis dalam pemecahan masalah matematis yaitu focus, reason, inference, situation, dan clarity, namun overview tidak dipenuhi. Proses peyelesaian soal siswa yang menggunakan gaya kognitif reflektif cenderung benar dan membutuhkan waktu relatif lebih lama. Siswa yang kognitif impulsif, indikator yang dipenuhi hanya sedikit yaitu focus dan reason. Penyelesaian soal dari siswa bergaya kognitif impulsif cenderung kurang tepat dan hanya membutuhkan waktu yang relatif cepat.
Pengembangan Pola Motif Batik Mekar Merah Menggunakan Aplikasi Fraktal Susanti, Elly; Turmudi, Turmudi; Utami, Mutiara Arlisyah Putri; Alfaridzi, Tegar
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2263

Abstract

Fraktal merupakan sebuah konsep dalam matematika yang menggambarkan struktur geometri atau pola yang memiliki sifat self-similarity di mana motif-motif kecil diulang terus menerus sehingga membentuk pola yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan konsep fraktal pada pembentukan dan pengembangan pola motif batik Mekar Merah yang dapat meningkatkan pemahaman, pengetahuan, dan gambaran tentang konsep fraktal. Tahapan pertama pada penelitian ini ialah menganalisis pola motif batik Mekar Merah dengan membagi pola motif batik Mekar Merah menjadi beberapa bagian untuk menentukan jenis fraktal yang nantinya dapat digunakan dalam membentuk suatu pola motif batik, seperti Fraktal Bunga, Fraktal Pohon dan Kurva Mawar. Setelah menentukan beberapa jenis fraktal yang digunakan kemudian didapatkan persamaan fraktal yang nantinya dikembangkan untuk menghasilkan pola motif batik yang sesuai dengan motif batik Mekar Merah. Pembentukan pola motif fraktal tersebut dilakukan dengan bantuan Visual Studio Code dengan bahasa pemrograman Python. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan konsep fraktal dapat menghasilkan pola motif batik yang sesuai dengan pola motif aslinya. Selain itu, dengan menggunakan konsep fraktal juga dapat mengembangkan pola motif yang sudah dibentuk ulang tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisionalnya. Penggunaan Visual Studio Code memberikan kemudahan dan fleksibilitas dalam proses pembentukan, sehingga membuka peluang untuk menciptakan karya-karya yang lebih inovatif dan menarik
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif dan Self Efficacy pada Model RICOSRE Berbantuan Media Question Card Khoiriyah, Sa'yatul; Anggoro, Bambang Sri; Nasution, Sri Purwanti
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2267

Abstract

Kemampuan berpikir secara kreatif dan self efficacy merupakan keterampilan yang harus dikuasai siswa untuk membantu memecahkan masalah matematika. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa siswa masih membutuhkan peningkatan dalam dalam kedua kemampuan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh model pembelajaran RICOSRE yang didukung media question card terhadap kemampuan berpikir kreatif dan self efficacy siswa. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII SMP Negeri 23 Bandar Lampung dengan menggunakan pendekatan Quasy-ekperimen desain dan post-test only group design. Analisis data melibatkan uji normalitas, homogenitas, dan hipotesis menggunakan MANOVA. Hasil uji MANOVA menunjukkan nilai signifikansi 0,002 0,05 , hal ini menunjukkan model pembelajaran RICOSRE dengan media question card berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan berpikir secara kreatif dan self efficacy.
Profil Pemecahan Masalah Etnomatematika pada Masalah Geometri Ditinjau dari Keceerdasan Visual Spasial Prasetyowati, Dina; kartinah, kartinah; Damayani, Aries Tika; Wakhyudin , Husni
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendekatan etnomatematika membantu peserta didik menyelesaikan masalah geometri berdasarkan kecerdasan visual spasial. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kecerdasan visual spasial pada siswa tingkat rendah. Ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subyek yang dipilih dalam penelitian ini adalah satu subyek memiliki kecerdasan visual spasial rendah berdasarkan hasil tes yang dilakukan. Kami menggunakan tes kecerdasan spasial, tes pemecahan masalah etnomatematika, dan wawancara. Keabsahan data diperiksa dengan cara menggunakan triangulasi teknik, yaitu dengan memeriksa data dari sumber yang sama namun dengan teknik yang berbeda. Analisis dibuat berdasarkan faktor-faktor kemampuan menyelesaikan masalah dengan mempertimbangkan kecerdasan visual spasial. Penelitian menunjukkan bahwa subyek dengan kecerdasan visual spasial rendah dapat memahami masalah, membuat rencana solusi, dan mencoba memecahkan masalah tetapi tidak sepenuhnya berhasil dan mengalami kesulitan
Profil Kemampuan Numerasi Siswa Sekolah Dasar dalam Pembelajaran Abad 21 Supriyanto, Agus; Mariana, Neni; Wiryanto, Wiryanto; Hendratno, Hendratno
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2303

Abstract

Rendahnya kemampuan numerasi siswa merupakan salah satu masalah yang perlu diselesaikan dengan memberikan pembelajaran yang dapat melatih kemampuan numerasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa berdasarkan rata-rata hasil tes siswa, domain konten yang diujikan, level berpikir siswa, dan indikator kemampuan numerasi. Kami menerapkan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 25 siswa. Data dikumpulkan melalui tes numerasi yang terdiri dari 20 soal yang diadaptasi dari soal tes numerasi pada Asesmen Kompetensi Minimum. Selanjutnya, kami menggunakan analisis kuantitatif deskriptif untuk menjawab rumusan permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase jumlah siswa yang mendapat nilai tes numeras kategori sedang, rendah dan sangat rendah sebesar 76%. Rata-rata nilai tes numerasi siswa berdasarkan konten Bilangan (D1), Aljabar (D2), Geometri dan Pengukuran (D3), Data dan Ketidakpastian (D4) adalah 39,4. Rata-rata persentase siswa yang berhasil menjawab soal level Pemahaman (L1), Penerapan (L2), Penalaran (L3) dalam kategori sedang, rendah, dan sangat rendah sebesar 73%. Dan rata-rata persentase kemampuan numerasi siswa berdasarkan indikator siswa (I1), (I2), dan (I3) dalam kategori sedang, rendah, dan sangat rendah sebesar 73%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa masih rendah. Oleh karena itu, kami merekomendasikan untuk perencanaan dan pengimplementasian pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan numerasi siswa.
Analisis Pemahaman Siswa terhadap Konsep Vektor Bidang dalam Pembelajaran Matematika Sari, Dwi Novita; Dalimunthe, Nazwa Suhaila; Anggraini, Siti; Husnayani, Husnayani
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2313

Abstract

Berbagai masalah yang dirasakan bagi siswa ketika menyelesaikan masalah vektor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pemahaman siswa terhadap konsep vektor dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui tes tertulis, wawancara, dan observasi di kelas. Siswa MA Al Washliyah 22 Tembung yang berada di kelas XII adalah subjek penelitian. Tes kemampuan untuk memahami sistem matematis dan lembar soal terdiri dari tiga soal tentang vekor posisi, vektor kolom dan titik koordinat didalam bidang yang digunakan. Siswa bertanggung jawab atas hasil jawaban mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dalam konteks soal-soal yang lebih kompleks, sebagian besar siswa memiliki pemahaman yang cukup baik tentang konsep vektor di dalam bidang dan di dalam ruang. Berdasarkan hasil ini, guru harus menggunakan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan kontesktual dengan melibatkan siswa mereka. Mereka juga harus memberikan latihan yang menekankan kemampuan siswa untuk memahami konsep vektor di dalam bidang dan di dalam ruang.
Analisis Pemahaman dan Folding Back Siswa Menurut Teori Pirie Kieren pada Konsep Deret Aritmetika Nurussofa, Reza; Santosa , Cecep Anwar Hadi Firdos
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2323

Abstract

Masalah aritmetika merupakan salah satu permasalahan yang sulit bagi siswa, sehingga perlu kemampuan pehamanan matematis yang memadai untuk menyelesaikan masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman dan folding back siswa menurut teori Pirie Kieren pada konsep deret aritmetika. Kami menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 12 siswa kelas X B MAN 1 Kota Cilegon. data dikumpulkan melalui instrumen tes dan wawancara. Selanjutnya kami menganalisis data dengan menggunakan kerangka kerja model Miles & Huberman yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan pemahaman matematis tinggi memiliki pemahaman yang baik dan mampu memenuhi semua lapisan pemahaman menurut teori Pirie Kieren yaitu primitive knowing, image making, image having, property noticing, formalising, observing, structuring, dan inventising dan mengalami dua bentuk folding back yaitu bekerja pada lapisan lebih dalam dan mengumpulkan lapisan lebih dalam. Siswa dengan kemampuan pemahaman matematis sedang memiliki pemahaman yang cukup baik dan mampu memenuhi tiga sampai tujuh lapisan pemahaman menurut teori Pirie Kieren.yaitu primitive knowing, image making, image having, property noticing, formalising, dan observing. dan structuring dan mengalami dua bentuk folding back yaitu bekerja pada lapisan lebih dalam dan mengumpulkan lapisan lebih dalam. Siswa dengan kemampuan pemahaman matematis rendah memiliki pemahaman yang kurang baik dan hanya memenuhi satu sampai tiga lapisan pemahaman menurut teori Pirie Kieren yaitu primitive knowing, image making, dan image having dan hanya mengalami satu bentuk folding back yaitu bekerja pada lapisan lebih dalam
Analisis Kemampuan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Vektor Bidang Shaputra, Ramadan; Sari , Dwi Novita; Febrian, Feri Dwi; Nasution, Cindy Fadilah
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejauh mana siswa memahami konsep pada vektor. Kami menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan 32 siswa kelas XII MIA 3 SMA Negeri 13 Medan, yang mana terdiri dari 18 siswa perempuan, 14 siswa laki-laki. Subjek penelitian di berikan dua jenis soal yang konseptual dan procedural. Dari subjek soal yang diberikan oleh peneliti akan mendapatkan hasil dari penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa yang memiliki pengetahuan rendah sebesar 25% dimn siswa tersebut masih bingun dalam mengerjakan soal yang diberikan. Siswa yang memiliki pengetahuan sedang sebesar 50%, dimana siswa tersebut dapat memahami soal nomor 1 tapi tidak memhami soal nomor 2. Siswa yang memiliki pengetahuan tinggi 25%dimana siswa tersebut sangat baik dalam mengerjakan soal nomor 1 dan 2 serta dapat memahami konsep-konsep dalam menjawab soal tersebut.
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa pada Materi Deret Aritmatika Parinduri, Siti Nurhidayati; Dalimunthe, Nazwa Suhaila; Zakiah, Putri; Hati, Suci; Nurdalilah, Nurdalilah
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2354

Abstract

Temuan awal peneliti menemukan bahwa beberapa siswa mengalami kegagalan dalam memahami konsep pada materi deret aritmatika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada materi deret aritmatika. Kami menggunakan pendekatan studi kasus dengan melibatkan siswa kelas IX SMP Swasta Al Manar, Medan Johor dengan subjek penelitian yang terdiri dari 20 peserta didik. Instrumen yang dikumpulkan berupa hasil tes kemampuan pemahaman konsep matematis dan hasil wawancara. Tes digunakan untuk memberikan penjelasan lebih dalam mengenai pemahaman konsep matematis siswa, dan wawancara dilakukan untuk mengevaluasi tanggapan yang diberikan oleh siswa dalam menanggapi soal essay yang telah dikerjakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% siswa sudah memiliki pemahaman konsep yang baik dalam menyelesaikan masalah matematis.