cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 139 Documents
ANALISIS IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH Maulida, Ikrima; Lestari, Eci Anita; Sari, Cut Kumala
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.5614

Abstract

In this modern era, literacy mastery is very crucial for students. To develop literacy competencies in learning, a fundamental step is to cultivate the habit of reading. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) program was formed in 2015 and began to be implemented nationally in all educational institutions in Indonesia since 2016, as a response to the low level of literacy in the Indonesian people. Therefore, this article discusses the analysis of the implementation of the school literacy movement. This study uses a qualitative approach and a descriptive narrative research type. This research was conducted at SD Negeri 2 Percontohan Blangkejeren, Blangkejeren District, Gayo Lues Regency. The data sources came from informants consisting of grade I to VI teachers. The data collection methods used were semi-structured interviews, observation and documentation. The data analysis method used the Milles and Huberman Model data analysis technique consisting of data condensation, data presentation, and conclusions. While the data validity test used data triangulation techniques, namely triangulation of sources and techniques. Based on the results of the data analysis, it can be concluded that the implementation of the GLS program has brought great benefits to all school residents. Students are not only trained to read, but also developed in terms of self-confidence, insight, and creativity, including in utilizing used goods into works. Thus, GLS is able to create an active, creative, and literate learning environment. ABSTRAK Di era modern ini, penguasaan literasi sangat krusial bagi siswa. Untuk mengembangkan kompetensi literasi dalam pembelajaran, langkah fundamental adalah membudayakan kebiasaan membaca. Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dibentuk pada tahun 2015 dan mulai diterapkan secara nasional di seluruh lembaga pendidikan di Indonesia sejak tahun 2016, sebagai respons terhadap rendahnya tingkat literasi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, artikel ini membahas mengenai analisis implementasi gerakan literasi sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif naratif. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Percontohan Blangkejeren Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues. Sumber data berasal dari informan yang terdiri dari guru kelas I sampai VI. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan teknik analisis data Model Milles dan Huberman yang terdiri atas, Kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data yaitu triangulasi sumber dan teknik. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa , implementasi program GLS telah membawa manfaat besar bagi seluruh warga sekolah. Siswa tidak hanya dilatih untuk membaca, tetapi juga dikembangkan dari segi kepercayaan diri, wawasan, dan kreativitas, termasuk dalam memanfaatkan barang bekas menjadi karya. Dengan demikian, GLS mampu menciptakan lingkungan belajar yang aktif, kreatif, dan literatif.
PENGEMBANGAN MEDIA AUGMENTED REALITY BERBASIS PMR UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMA NEGERI Putri, Aisya Nabila; Hafiza, Mutia; Ambarita, Samuel Yordan; Nabilah, Wildani Nisrina; Suwanto, Fevi Rahmawati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.5635

Abstract

This study aims to develop a learning medium based on Augmented Reality (AR) integrated with the Realistic Mathematics Education (RME) approach to enhance students’ conceptual understanding in mathematics. The use of less interactive learning methods often leads to students having difficulty grasping abstract concepts. By combining AR technology with the RME approach, learning is expected to become more visual, contextual, and meaningful. The study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The media was developed using the Assembler Edu application, validated by experts, and implemented among tenth-grade students at SMA Negeri 3 Medan. Data were collected through pre-tests, post-tests, observations, and questionnaires. The results showed an average post-test score increase of 27% compared to the pre-test, indicating a significant improvement in students’ conceptual understanding. In addition, most students responded positively to the media, stating that it was engaging, easy to use, and helped them understand the material more clearly. The media also supports key principles of RME, such as guided reinvention and the use of real-world contexts in the learning process. Based on these findings, the AR-based learning media integrated with RME is considered effective in improving the quality of mathematics instruction and is recommended as an innovative alternative to create more interactive and enjoyable learning experiences. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) yang terintegrasi dengan Pendekatan Matematika Realistik (PMR) guna meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa. Penggunaan metode pembelajaran yang kurang interaktif sering kali membuat siswa kesulitan memahami konsep yang bersifat abstrak. Dengan menggabungkan teknologi AR dan pendekatan PMR, pembelajaran diharapkan menjadi lebih visual, kontekstual, dan bermakna. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri atas lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Media dikembangkan menggunakan aplikasi Assembler Edu, divalidasi oleh para ahli, dan diterapkan pada siswa kelas X SMA Negeri 3 Medan. Data dikumpulkan melalui pre-test, post-test, observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai post-test sebesar 27% dibandingkan pre-test, yang mengindikasikan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep siswa. Selain itu, mayoritas siswa memberikan tanggapan positif terhadap media, menyatakan bahwa tampilannya menarik, mudah digunakan, dan membantu dalam memahami materi secara lebih jelas. Media ini juga mendukung prinsip-prinsip PMR, seperti guided reinvention dan penggunaan konteks nyata dalam proses pembelajaran. Berdasarkan temuan tersebut, media AR berbasis PMR dinyatakan efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan direkomendasikan sebagai alternatif inovatif untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.
PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA PADA MASA AWAL: SEBUAH PERJALANAN SEJARAH Niswah, Choirun; Maharani, Fitria; Amallia, Nuria; Adison, Fahima Ad Dini; Andini, Try
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.5684

Abstract

ABSTRACT This article explores the historical development of Islamic education in Indonesia during the early stages of Islam's arrival in the archipelago. The Islamization process occurred peacefully through trade, preaching, politics, marriage, and education. Institutions such as mosques, suraus, prayer houses, and pesantren served as key centers of Islamic learning that blended with local culture. Using a qualitative approach and library research method, this study traces the dynamics of pre-colonial Islamic educational systems and institutions. The researcher began by searching for primary and secondary sources through databases such as Google Scholar, Garuda, DOAJ, and SINTA using specific keywords. Next, 20 of the most relevant sources were selected. The collected data were then analyzed using a descriptive-analytical approach to examine the development of Islamic education in its social and historical context. The findings indicate that Islamic education played a central role in shaping religious and social identity. Despite challenges such as limited infrastructure and colonial pressure, early Islamic education systems endured and adapted, ultimately becoming a foundational pillar of Indonesia’s national education system today. ABSTRAK Artikel ini mengkaji sejarah perkembangan pendidikan Islam di Indonesia pada masa awal masuknya Islam ke Nusantara. Proses Islamisasi berlangsung secara damai melalui jalur perdagangan, dakwah, politik, pernikahan, dan pendidikan. Lembaga-lembaga seperti masjid, surau, langgar, dan pesantren menjadi pusat utama pendidikan Islam yang menyatu dengan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk menelusuri dinamika lembaga dan sistem pendidikan Islam pra-kolonial. Penelitian dimulai dengan menelusuri sumber-sumber primer dan sekunder melalui database seperti Google Scholar, Garuda, DOAJ, dan SINTA menggunakan kata kunci tertentu. Selanjutnya, dipilih 20 sumber yang paling relevan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mengkaji perkembangan pendidikan Islam dalam konteks sosial dan historis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki peran sentral dalam pembentukan identitas keagamaan dan sosial masyarakat. Meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan tekanan kolonial, sistem pendidikan Islam awal mampu bertahan dan beradaptasi hingga menjadi fondasi penting dalam sistem pendidikan nasional saat ini.
POLITIK BAHASA: DINAMIKA KEKUASAAN, IDENTITAS, DAN PERENCANAAN BAHASA Mashudi, Mashudi; Kuntoro, Kuntoro
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.6298

Abstract

ABSTRACT This study aims to comprehensively analyze the dynamics of language politics in Indonesia, particularly in the post-reform era. The main focus is to identify how political power, identity construction, and national language planning interact and influence the linguistic landscape in Indonesia. Using a qualitative approach through case studies and discourse analysis, this research explores the role of language in the political arena, including the mobilization of support, the formation of public opinion, and the representation of social groups. Additionally, the study examines the implementation of national language policies, the challenges encountered, and their impact on the maintenance of regional languages and the development of Indonesian as both a unifying and global language. The findings indicate that post-reform language politics in Indonesia are marked by a tension between strengthening the national language and preserving regional languages. Language functions as both an instrument of power and a marker of identity in various political and social arenas. Although linguistic diversity is formally recognized, policy implementation still faces significant challenges, such as weak inter-agency coordination, limited resources, and low public participation. These findings highlight the need for inclusive, contextual, and sustainable language policies to manage linguistic diversity as a national asset that reinforces identity, social cohesion, and supports social and cultural development in a multicultural and multilingual Indonesia. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif dinamika politik bahasa di Indonesia khususnya pasca-reformasi. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana kekuasaan politik, konstruksi identitas, dan perencanaan bahasa nasional saling berinteraksi dan memengaruhi lanskap kebahasaan di Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi kasus dan analisis wacana, penelitian ini mengeksplorasi peran bahasa dalam arena politik, termasuk mobilisasi dukungan, pembentukan opini publik, dan representasi kelompok sosial. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji implementasi kebijakan bahasa nasional, tantangan yang dihadapi, serta dampaknya terhadap pemertahanan bahasa daerah dan pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik bahasa pasca-reformasi di Indonesia ditandai oleh tarik-menarik antara penguatan bahasa nasional dan pelestarian bahasa daerah. Bahasa berfungsi sebagai instrumen kekuasaan sekaligus penanda identitas dalam berbagai arena politik dan sosial. Meski keberagaman bahasa diakui secara formal, implementasi kebijakan masih menghadapi tantangan, seperti lemahnya koordinasi, keterbatasan sumber daya, dan rendahnya partisipasi publik. Temuan ini menekankan perlunya kebijakan yang inklusif, kontekstual, dan berkelanjutan agar keberagaman bahasa dapat dikelola sebagai aset nasional yang memperkuat identitas, kohesi sosial, serta mendukung pembangunan sosial dan budaya di Indonesia yang multikultural dan multilingual.
REKRUTMEN PERANGKAT DESA DI DESA TULO’A Sugeha, Muhamad Ridho; Kamuli, Sukarman; Lukum, Roni
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.6329

Abstract

This study aims to describe the recruitment process of village officials in Tulo’a Village, Bulango Utara District, Bone Bolango Regency, and to identify the role and actions of the village head in the process, especially regarding indications of nepotism. The background of the study is based on the importance of transparency and professionalism in the appointment of village officials to achieve good village governance and quality public services. The main issue raised is the alleged nepotism, where most village officials are related to the village head, as well as the supporting and inhibiting factors in the recruitment process. The results show that the recruitment process of village officials in Tulo’a Village does not involve nepotism practices. However, the challenge lies in the low quality of the local human resources. Many village residents do not meet the minimum education level as required by regulations. This results in a limited number of eligible applicants. Supporting factors in the recruitment process include the existence of clear regulations and the need for competent village officials, while the main inhibiting factors are the culture of patronage, lack of supervision, and minimal community involvement in the selection process.  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses rekrutmen perangkat desa di Desa Tulo’a, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, serta mengidentifikasi peran dan tindakan kepala desa dalam proses tersebut, khususnya terkait indikasi nepotisme kekuasaan. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya transparansi dan profesionalisme dalam pengangkatan perangkat desa untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang baik dan pelayanan publik yang berkualitas. Permasalahan utama yang diangkat adalah adanya dugaan nepotisme, di mana sebagian besar perangkat desa merupakan kerabat kepala desa, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan rekrutmen perangkat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses rekrutmen perangkat desa di Desa Tulo’a tidak adanya praktir nepotisme namun,dalam rekrutmen perangkat desa rendahnya kualitas sumber daya manusia lokal. Banyak warga desa yang belum memiliki tingkat pendidikan minimal sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan. Ini menyebabkan keterbatasan jumlah pelamar yang layak.Faktor pendukung dalam pelaksanaan rekrutmen meliputi adanya regulasi yang jelas dan kebutuhan akan perangkat desa yang kompeten, sedangkan faktor penghambat utamanya adalah budaya patronase, kurangnya pengawasan, serta minimnya keterlibatan masyarakat dalam proses seleksi. 
PERAN KEPALA DESA DALAM PENGELOLAAN ANGGARAN DANA DESA DI DESA TOLOTIO Mohi, Nadila; Kamuli, Sukarman; Alhamid, Saleh
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.6330

Abstract

This research aims to analyze the role of the village head in managing village fund budgets in Tolotio Village, Bonepantai Sub-District, Bonebolango Regency, and to identify the supporting and inhibiting factors encountered in the process. The research is motivated by the importance of transparent, accountable, and participatory village fund governance as an effort to achieve effective and sustainable village development A qualitative descriptive method was employed, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The findings indicate that the village head plays a central role in all stages of village fund management, from planning and implementation to accountability. The village head is required not only to possess administrative skills but also leadership and managerial abilities to foster synergy with village officials and the community. However, village fund management in Tolotio still faces challenges, particularly related to low human resource capacity and weak internal coordination within the village government. The main supporting factors are regulatory support and community participation, while inhibiting factors inelude limited human resources and misdirected aid. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala desa dalam pengelolaan anggaran dana desa di Desa Tolotio, Kecamatan Bonepantai, Kabupaten Bonebolango, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi dalam proses tersebut. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya tata kelola dana desa yang transparan, akuntabel, dan partisipatif sebagai upaya mewujudkan pembangunan desa yang efektif dan berkelanjutan.  Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala desa memegang peranan sentral dalam seluruh tahapan pengelolaan dana desa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban. Kepala desa dituntut tidak hanya memiliki kemampuan administratif, tetapi juga kepemimpinan dan manajerial untuk membangun sinergi dengan perangkat desa dan masyarakat. Namun, pengelolaan dana desa di Desa Tolotio masih menghadapi kendala, terutama terkait rendahnya kapasitas sumber daya manusia,dan lemahnya koordinasi internal pemerintah desa. Faktor pendukung utama adalah adanya dukungan regulasi dan partisipasi masyarakat, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan SDM dan bantuan yang tidak tepat sasaran
PEMANFAATAN GELAS PLASTIK BEKAS DAN ECO-ENZYME LIMBAH DAPUR UNTUK BUDIDAYA KANGKUNG DARAT (IPOMOEA REPTANS POIR) Gapu, Desi Miranoya; Sudaryanitingsih, Cicik; Pambudi, Yonathan Suryo
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i3.6636

Abstract

The purpose of this study is to examine the use of used plastic cups to cultivate land water spinach as a way to manage household waste, analyzing the appropriate dose of eco-enzyme to accelerate the germination of land water spinach seeds (Ipomoea reptans poir), and determining the optimal dose of eco-enzyme for the growth of land water spinach (Ipomoea reptans poir) until harvest using used plastic cups. The method used in this study was a quantitative method with a complete randomized experimental design. This study used two planting methods and five treatments, namely plastic cups and polybags. The treatments determined were A1 (control), E1 (40 ml eco-enzyme/1 liter of water), E2 (60 ml eco-enzyme/1 liter of water), E3 (80 ml eco-enzyme/1 liter of water), and E4 (100 ml eco-enzyme/1 liter of water). The results of the study showed that the use of eco-enzyme had a positive effect on plant growth, but the use of planting media between polybags and used plastic cups yielded results that were not significantly different. However, used plastic cups with an eco-enzyme dose of 80ml per liter of water showed more optimal growth compared to polybags using a dose of 60ml per liter of water. Both are effective, but used plastic cups can be a more environmentally friendly alternative. This study demonstrates that the utilization of plastic and organic waste can support sustainable agriculture and reduce negative impacts on the environment. ABSTRAK Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk Mengkaji pemanfaatan gelas plastik bekas untuk membudidayakan tanaman kangkung darat sebagai cara mengelola limbah rumah tangga, Menganalisis dosis eco-enzyme yang tepat untuk mempercepat penumbuhan biji tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans poir) dan Menentukan dosis eco-enzym yang optimal untuk pertumbuhan kangkung darat (Ipomoea reptans poir) hingga panen dengan gelas plastik bekas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan penelitian eksperimen Rancangan acak lengkap. penelitian ini menggunakan 2 metode cara tanam dan 5 perlakuan yaitu dengan gelas plastik dan polybag. Adapun perlakuan yang ditentukan adalah A1(kontrol),E1(40ml eco-enzyme/ 1 liter air), E2( 60ml eco-enzyme/1 liter air), E3(80ml eco-enzyme/1 liter air) dan E4(100ml eco-enzyme/1 liter air). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan eco-enzyme berpengaruh positif terhadap pertumbuhan tanaman, tetapi untuk penggunaan media tanam antara polybag dan gelas plastik bekas memberikan hasil yang tidak jauh berbeda. Namun, gelas plastik bekas dengan dosis eco-enzyme 80ml perliter air menunjukkan pertumbuhan yang lebih optimal dibandingkan dengan polybag yang menggunakan dosis 60ml per liter air. Keduanya efektif, tetapi gelas plastik bekas dapat menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah plastik dan organik dapat mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
ZAKAT PRODUKTIF SEBAGAI PILAR PENGUATAN EKONOMI UMAT DALAM UPAYA MENDORONG SUSTINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) DI KOTA TERNATE Wongsokarto, Jenjang Waldiono; Ilyas, Fauji; Wongsokarto, Misdiarso
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.6965

Abstract

Ternate City, as one of the regions with a majority Muslim population, has a great potential for zakat which can be utilized as a pillar for strengthening the people’s economy in an effort to encourage sustainable development. Therefore, this study specifically examines the practice of zakat management, the challenges of utilizing productive zakat for empowering the people’s economy, as well as its impact on community economic empowerment as an effort to promote sustainable development in Ternate City. This research employs a descriptive qualitative approach through problem-solving. The results show that zakat management in Ternate City is carried out with full trustworthiness and professionalism. The utilization of productive zakat in Ternate City faces several challenges, including the lack of specific regulations, limited incentives for zakat management institutions, and the low public understanding of productive zakat. Furthermore, productive zakat in Ternate City can provide an impact on economic empowerment to encourage sustainable development in Ternate City. ABSTRAKKota Ternate sebagai salah satu daerah dengan mayoritas penduduk beragama Islam memiliki potensi zakat yang sangat besar yang dapat digunakan sebagai pilar penguatan ekonomi umat dalam upaya mendorong pembangunan berkelanjutan. Maka dari itu, penelitian ini secara khusus mengkaji praktik pengelolaan zakat, tantangan pendayagunaan zakat produktif terhadap permberdayaan ekonomi umat, serta dampanya terhadap pemberdayaan ekonomi umat sebagai upaya mendorong pembangunan berkelanjutan di Kota Ternate. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengelolaan zakat di Kota Ternate dilakukan secara penuh Amanah dan professional. Pendayagunaan zakat produktif di Kota Ternate menghadapi tantangan di antaranya kurangnya regulasi yang spesifik, minimya insentif lembaga pengelola zakat serta rendahnya pemahaman masyarakat tentang zakat produktif. Selanjutnya, zakat produktif di Kota Ternate mampu memberikan dampak terhadap pemberdayaan ekonomi dalam upaya mendorong pembangunan berkelanjutan di Kota Ternate.
NILAI KEARIFAN LOKAL TRADISI NGASA GUNUNG SAGARA KABUPATEN BREBES DALAM MENUMBUHKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA MUNGGARA, DUDI RAMDHANI
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v3i4.2668

Abstract

The research aimed to: (1) describe and explain the history and process of implementing the ngasa tradition in the Sagara mountain cultural reserve, Gandoang village, Salem district, Brebes regency, (2) describe and explain the values of local wisdom contained in the ngasa tradition ceremony in the Sagara mountain cultural reserve, Gandoang village, Salem district, Brebes regency (3) describe and explain the value of local wisdom contained in the Mountain ngasa tradition ceremony Sagara in growing the profile of pancasila students.This research uses qualitative descriptive method with ethnographic approach. Data collection techniques include participatory observation, interviews and documentation. Data analysis techniques use the Miles and Huberman approach, which includes the stages of data reduction, data exposure, and conclusion making. The results of the study concluded that: (1) the Sagara mountain ngasa tradition is a traditional ceremony that has been carried out for generations as an expression of gratitude from the people of the Sagara mountain slopes, especially Gandoang village to God Almighty and his ancestors for the blessings, enjoyment. (2) Thelocal wisdom of the traditional ceremonies of Mount Sagara is religious value, social value and cultural value. This value if associated with the profile of Pancasila students is religious consisting of dimensions of faith, fear of God Almighty. (3) the value of local wisdom in the Sagara mountain ngasa tradition ceremony is very appropriate to be used as a form of strengthening character education values in growing the profile of Pancasila students for students. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan dan menjelaskan sejarah dan proses pelaksanaan tradisi ngasa yang ada di cagar budaya gunung Sagara desa Gandoang kecamatan Salem kabupaten Brebes (2) mendeskripsikan dan menjelaskan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi ngasa di cagar budaya gunung Sagara desa Gandoang kecamatan Salem kabupaten Brebes (3) mendeskripsikan dan menjelaskan nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi ngasa Gunung Sagara dalam menumbuhkan profil pelajar pancasila. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pendekatan Miles dan Huberman, yang mencakup tahap-tahap reduksi data, pemaparan data, serta pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) tradisi ngasa gunung Sagara merupakan upacara tradisi yang telah dilaksanakan secara turun temurun sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat lereng gunung Sagara khususnya desa Gandoang kepada Tuhan YME dan para leluhurnya atas keberkahan, kenikmatan. (2) nilai kearifan lokal tradisi ngasa gunung Sagara adalah nilai religius, nilai sosial dan nilai budaya. (3) nilai kearifan lokal dalam tradisi ngasa gunung Sagara sangat tepat digunakan sebagai bentuk nilai penguatan pendidikan karakter dalam menumbuhkan profil pelajar pancasila bagi peserta didik.
KORELASI PENDAMPINGAN ORANG TUA DENGAN KEDISIPLINAN BELAJAR ANAK DI SDN MARGOMULYO 1 NGAWI SUKARIYADI, TEJA INSYAF; WIKANSO, WIKANSO; WAHYUNINGSIH, WAHYUNINGSIH
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v3i4.2675

Abstract

This study aims to determine the relationship between parental assistance and children's learning discipline at SDN Margomulyo 1 Ngawi. This research is quantitative research with correlation method. The subjects of the study were parents of grade 1, II, and III school-age children at SDN Margomulyo 1 Ngawi as many as 88 respondents. The instrument used to collect data is a closed questionnaire with a Likert scale. Instrument validity uses the Product Moment correlation technique, while reliability uses the Cronbach Alpha coefficient analysis technique. The data analysis used in this study was correlation, simple linear regression, f test, and determinant coefficient. The results showed that Ha was tested for truth and Ho was rejected, meaning that parental assistance was related to children's learning discipline at SDN Margomulyo 1 Ngawi. The results of the correlation analysis show that rcount > Ttable (0.524>.21), so there was a significant relationship between parental assistance and learning discipline. Parental assistance contributes to children's learning discipline by 27.5% and the remaining 72.5% is determined by other factors. The simple linear regression equation (unstandardized coefficients B) shows Y = 23,334 +0.649 X1, so it can be concluded that the better the parental assistance, the better the level of child learning discipline, on the contrary, the lower the parental assistance, the level of children's learning discipline is less good or not optimal. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendampingan orang tua dengan kedisiplinan belajar anak di SDN Margomulyo 1 Ngawi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode korelasi. Subjek penelitian adalah orang tua anak usia sekolah kelas 1, II. dan III di SDN Margomulyo I Ngawi sebanyak 88 responden. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket tertutup dengan skala Likert. Validitas instrumen menggunakan teknik korelasi Product Moment, sedangkan reliabilitas menggunakan teknik analisis koefisien Alpha Cronbach. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi, regresi linear sederhana, uji f. dan koefisien determinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ha teruji kebenarannya dan Ho ditolak artinya pendampingan orang tua berhubungan dengan kedisiplinan belajar anak di SDN Margomulyo 1 Ngawi. Hasil analisis korelasi menunjukkan Thitung dari Ttabel (0,524 0,21), sehingga ada hubungan yang signifikan pendampingan orang tua dengan kedisiplinan belajar. Pendampingan orang tua memberikan kontribusi terhadap kedisiplinan belajar anak sebesar 27,5% dan sisanya yaitu 72,5% ditentukan oleh faktor lainnya. Persamaan regresi linear sederhana (unstandardized coefficients B) menunjukkan Y 23.334 + 0,649 X1, jadi dapat disimpulkan semakin baik pendampingan orang tua, maka tingkat kedisiplinan belajar anak menjadi lebih baik, sebaliknya semakin rendah pendampingan orang tua, maka tingkat kedisiplinan belajar anak kurang baik atau tidak optimal