cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 139 Documents
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN KARTU DOMINO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VII SMP NEGERI Muthi, Amirah Zahra; Sujarwo, Sujarwo; Hidayaht, Achmad Nur
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.6042

Abstract

This research aims to improve the learning outcomes of seventh-grade IPS (Social Studies) students at SMPN 236 Jakarta through the implementation of domino card learning media. The educational problem identified was low learning outcomes due to less innovative learning methods. This study employed the Kemmis-McTaggart spiral model of Classroom Action Research (CAR), conducted in three cycles, encompassing planning, action, observation, and reflection. The research subjects were 34 students from class VII-C. Data were collected through observation, tests (cognitive scores), and interviews. The results showed a significant improvement in the cognitive domain, with learning outcomes reaching 67.6% in Cycle I, 79.4% in Cycle II, and 85.2% in Cycle III, surpassing the Minimum Completeness Criteria (KKM) of 75 and classical completeness of 80%. Furthermore, there was an increase in student engagement in the affective domain, particularly in questioning and collaboration skills. Domino cards proved effective in presenting material contextually and fostering collaboration. Thus, the application of GBL (Game-Based Learning) assisted by domino cards successfully improved students' learning outcomes and engagement in Social Studies. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas VII-C SMPN 236 Jakarta melalui penerapan media pembelajaran kartu domino. Permasalahan pendidikan yang ditunjukkan merupakan rendahnya hasil belajar akibat pembelajaran yang kurang inovatif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model spiral Kemmis-Mc.Taggart yang dilaksanakan dalam tiga siklus, meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 34 siswa kelas VII-C. Data dikumpulkan melalui observasi, tes (nilai kognitif), dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada ranah kognitif, dengan hasil belajar mencapai 67,6% pada Siklus I, 79,4% pada Siklus II, dan 85,2% pada Siklus III, melampaui KKM 75 dan ketuntasan klasikal 80%. Selain itu, terdapat peningkatan keaktifan siswa pada ranah afektif, khususnya dalam kemampuan bertanya dan bekerja sama. Kartu domino terbukti efektif dalam menyajikan materi secara kontekstual dan mendorong kolaborasi. Dengan demikian, penerapan GBL berbantuan kartu domino berhasil meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa IPS.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW PADA MATERI BANGUN DATAR DI KELAS VII SMP Suci, Tri Mai
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.6121

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the effectiveness of the Jigsaw type of Cooperative Learning method on students' learning outcomes and engagement in mathematics learning. The background of the study lies in the continued dominance of classical teaching methods that are teacher-centered, often resulting in passive students. The Jigsaw method is proposed as an alternative to encourage active student participation in the learning process. This research is a classroom action research (CAR) conducted in three cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. Data were collected through observation, questionnaires, and interviews, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results showed that in the first cycle, many students were still unfamiliar with the Jigsaw method. However, in the second and third cycles, both teachers and students began to understand and apply the method more effectively. Student activity increased from 52.22% in the first cycle to 76.67% in the third cycle, while daily test scores improved from 55.25 to 80.83. Thus, the Jigsaw type of Cooperative Learning is proven to be effective in enhancing both learning outcomes and student engagement in Grade VII at SMP Plus Ibadurrahman Cipondoh, Tangerang. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode Cooperative Learning tipe Jigsaw terhadap hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika. Latar belakang penelitian ini adalah masih dominannya penggunaan metode pembelajaran klasikal yang berpusat pada guru, sehingga siswa cenderung pasif. Metode Cooperative Learning tipe Jigsaw ditawarkan sebagai alternatif untuk meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus, masing-masing mencakup tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan wawancara, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus pertama, sebagian siswa masih belum terbiasa dengan metode Jigsaw. Namun, pada siklus kedua dan ketiga, baik guru maupun siswa mulai memahami dan mampu mengimplementasikan metode ini dengan lebih baik. Aktivitas siswa meningkat dari 52,22% pada siklus I menjadi 76,67% pada siklus III, sementara hasil ulangan harian meningkat dari 55,25 menjadi 80,83. Dengan demikian, metode Cooperative Learning tipe Jigsaw terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa kelas VII SMP Plus Ibadurrahman Cipondoh Tangerang.
PENGEMBANGAN E-BATAR (ELEKTRONIK BAHAN AJAR BANGUN DATAR) BERBASIS PEMBELAJARAN DEEP LEARNING KELAS V DI SD Lestari, Priscya Ayu; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Marshanawiah, Andi; Arif, Rifda Mardian; Aries, Nur Sakinah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.6167

Abstract

This research developed Deep Learning-based E-Batar (Electronic Teaching Materials for Two-Dimensional Shape) to improve student's learning outcomes at SDN No. 89 Sipatana, Gorontalo City. This Research and Development (R&D) applied the ADDIE development model, which included five stages (analysis, design, development, implementation, and evaluation). Experts in their fields validated the development of this learning media. The data in this research were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation. Based on the validation analysis, media validators gave 97.5% (very feasible), material validators 1 86%, material validators II 88% (very feasible), user experts 97.8% (very feasible), and student learning outcomes 68.6% (quite effective). In conclusion, the E-Batar (Electronic Teaching Materials for Two-Dimensional Shape) media developed is suitable to be a learning and prove the learning outcomes of grade V elementary school students ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif E-Batar (Elektronik Bahan Ajar Bangun Datar) berbasis Deep Learning, dengan harapan media ini dapat digunakan secara layak untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di SDN No. 89 Sipatana Kota Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menerapkan model pengembangan ADDIE, yang mencakup lima tahapan, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, serta evaluasi. Untuk memastikan kelayakan dari E-Batar yang dikembangkan, dilakukan proses validasi oleh para ahli di bidangnya. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, serta dokumentasi. Berdasarkan hasil dari validasi menunjukkan tingkat kelayakan dengan persentase sebagai berikut: validator media 97,5% (sangat layak), validator materi I 86%, validator materi II 88% (sangat layak), ahli pengguna 97,8% (sangat layak), serta hasil belajar peserta didik 68,6% (cukup efektif). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media E-Batar (Elektronik Bahan Ajar Bangun Datar) yang dikembangkan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas V sekolah dasar.
KEPEMIMPINAN ROHANI DAN TRANSFORMASI IMAN PEMUDA: STUDI KASUS DI GKJ CAKRANINGRATAN SURAKARTA Cahyono, Yosua Felix; Setyanti, Eliana; Wahyudi, Sabda
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.6226

Abstract

This study aims to explore the role of spiritual leadership in influencing the spiritual development of youth at the Gereja Kristen Jawa (GKJ) Cakraningratan Surakarta. Spiritual leadership is understood as a leadership model rooted in Christian values, exemplary life, and submission to God's sovereignty. The study employs a qualitative case study approach. Data were collected through in-depth interviews with pastors, church elders, youth committee leaders, and active youth members, supported by observations and church documentation. The findings reveal that spiritual leadership significantly impacts youth faith formation. Youth guided by spiritual, communicative, and consistent leaders demonstrate increased involvement in ministry, reflective decision-making, and deeper personal spirituality. However, the study also identifies gaps between the ideal model and current practice, including leadership absence, lack of personal discipline, and ineffective communication. These findings highlight the importance of continuous development of spiritual leadership within church-based youth ministry. Authentic spiritual leaders serve as catalysts for nurturing the faith of the younger generation. This study contributes both theoretically and practically to the development of a contextual, spiritually grounded leadership model relevant to the contemporary church context. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kepemimpinan rohani dalam memengaruhi perkembangan spiritual pemuda di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Cakraningratan Surakarta. Kepemimpinan rohani dipahami sebagai bentuk kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai Kristiani, keteladanan hidup, dan ketundukan terhadap kedaulatan Tuhan. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pendeta, majelis pamong, ketua komisi pemuda, serta anggota pemuda aktif, didukung oleh observasi dan dokumentasi kegiatan gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan rohani memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan iman pemuda. Pemuda yang dipimpin oleh figur yang rohani, komunikatif, dan konsisten menunjukkan peningkatan partisipasi dalam pelayanan, pengambilan keputusan yang reflektif, dan kedalaman spiritualitas pribadi. Namun demikian, penelitian juga menemukan adanya kesenjangan antara kepemimpinan ideal dan praktik di lapangan, seperti kurangnya kehadiran pemimpin, minimnya disiplin pribadi, dan komunikasi yang tidak efektif. Implikasi dari temuan ini menegaskan pentingnya pembinaan kepemimpinan rohani secara berkelanjutan dalam pelayanan kategorial pemuda. Pemimpin rohani yang otentik dapat menjadi motor penggerak pembentukan iman generasi muda gereja. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan model kepemimpinan berbasis spiritualitas yang kontekstual dan relevan dalam gereja masa kini.
PERAN FAMILY ALTAR DALAM PERKEMBANGAN IMAN REMAJA PEMUDA DI GEREJA BETHANY PASAR LEGI SURAKARTA Soediro, Melkisedekh Bagaskara Agung; Juntak, Justin Niaga Siman
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.6227

Abstract

Social media has posed a significant challenge to Christian youth discipleship in today’s digital age. This study is based on the growing disinterest among young people in church services and ministries, as observed at Bethany Church Pasar Legi, Surakarta. The research focuses on analyzing the role of the Family Altar as a small group community designed to nurture youth faith and spiritual involvement. This study employed a descriptive qualitative method with data collected through interviews, observations, and documentation. Informants included youth members, ministry leaders, and Family Altar coordinators. The findings reveal five key factors influencing faith development among youth: the personal quality of spiritual leaders, open communication and relationships, consistent spiritual formation, active participation in ministry, and family support through Family Altar practices. Family Altar effectively fosters a relational and reflective space for youth to grow in their faith. In conclusion, Family Altar is a relevant spiritual innovation for addressing digital-era challenges and has potential to be replicated in other church settings. ABSTRAKMedia sosial telah menjadi tantangan besar dalam pembinaan iman remaja Kristen di era digital. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena menurunnya minat remaja pemuda terhadap ibadah dan pelayanan gereja, seperti yang terjadi di Gereja Bethany Pasar Legi Surakarta. Fokus penelitian ini adalah menganalisis peran Family Altar sebagai komunitas kecil yang dirancang untuk menumbuhkan iman dan keterlibatan rohani remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari pemuda, pengurus ibadah, dan pemimpin Family Altar. Hasil penelitian menunjukkan lima faktor utama yang memengaruhi pengembangan iman remaja: kualitas pribadi pemimpin rohani, komunikasi dan relasi yang terbuka, pembinaan spiritual yang konsisten, partisipasi aktif pemuda, serta dukungan dari lingkungan keluarga melalui praktik Family Altar. Family Altar terbukti mampu membangun komunitas yang relasional dan reflektif bagi remaja untuk bertumbuh dalam iman. Kesimpulannya, Family Altar merupakan inovasi pelayanan yang relevan dalam menghadapi tantangan era digital serta berpotensi menjadi model pembinaan iman yang dapat direplikasi di gereja-gereja lain.
PERAN ORANG TUA DALAM MEMBENTUK KARAKTER KRISTIANI ANAK GENERASI Z DI GBIS SOLA GRATIA SURAKARTA Pannavimukti, Sekar; Juntak, Justin Niaga Siman
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.6228

Abstract

This study is based on the crucial role of parents in shaping the Christian character of children, particularly in the context of the digital era, which influences the lifestyle and moral values of Generation Z. The focus of this research is to explore how parents at GBIS Sola Gratia Surakarta nurture their children's character based on Christian faith values. The study employs a qualitative case study approach, with data collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving six church-member parents. The findings reveal that values such as honesty, love, and obedience to God are instilled through parental modeling and verbal guidance. However, challenges arise due to limited time, lack of spiritual understanding, and the influence of digital media. Parents require support in the form of digital literacy and faith-based parenting guidance. The church is viewed as a strategic partner in character formation. The study concludes that strong synergy between family and church is essential to develop spiritually resilient children. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter Kristiani anak, khususnya di tengah tantangan era digital yang memengaruhi gaya hidup dan nilai moral Generasi Z. Fokus penelitian ini adalah bagaimana orang tua di GBIS Sola Gratia Surakarta membina karakter anak berdasarkan nilai-nilai iman Kristen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap enam orang tua jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti kejujuran, kasih, dan ketaatan kepada Tuhan ditanamkan melalui keteladanan dan nasihat verbal. Namun, tantangan muncul dari keterbatasan waktu, kurangnya pemahaman rohani, dan pengaruh media digital. Orang tua membutuhkan dukungan dalam bentuk literasi digital dan pembinaan iman. Gereja dipandang sebagai mitra strategis dalam membentuk karakter anak secara berkelanjutan. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya sinergi antara keluarga dan gereja dalam membentuk generasi yang tangguh secara spiritual.
MODEL KOMUNIKASI AYAH TERHADAP ANAK DALAM AL QURAN: KAJIAN SISTEMATIC LITERATUR REVIEW Hikmatyar, Muhammad Ibrahim; Halimah, Fauziah Nur; Nurrohim, Ahmad
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.6263

Abstract

ABSTRACT Every parent has a role and responsibility towards their child, especially in shaping the character and personality of the child, particularly from childhood to adolescence. The presence and involvement of both the father and mother have a significant impact on the emotional development, attitudes, and mental health of the child. If one parental figure is absent in this development, it can affect the child's ability to cope with psychological pressures and build resilience. This article examines the role of a father in establishing effective communication with his child. Through a dialogical approach to communication that is gentle and based on the values of Tawhid, the communication patterns of the father in the Quran illustrate meaningful interactions with the child. This research employs the Systematic Literature Review (SLR) method, collecting several articles that discuss the theme of the problem. The researcher then concludes the answers to the problem theme using these articles and conducts an in-depth study of various relevant literature regarding the father-child communication patterns from the perspective of the Quran and Islamic education. This study aims to explore and reflect on the values of parenting from the interactions between the father and his son, contributing to the development of modern parenting patterns that not only educate intellectually but also nurture the spirituality and holistic personality of the child. ABSTRAK Setiap orang tua memiliki peran dan tanggung jawab untuk anaknya, terkhusus dalam proses pembentukan karakter dan kepribadian anak, terutama sejak masa kanak-kanak hingga remaja. Kehadiran dan keterlibatan baik ayah maupun ibu memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan emosional, sikap, dan kesehatan mental anak. Jika salah satu figur orang tua tidak hadir dalam perkembangan itu, akan berdampak pada kemampuan anak dalam menghadapi tekanan psikologis serta membangun ketahanan diri. Artikel mengkaji peran seorang ayah dalam menjalin komunikasi yang efektif dengan anak. Melalui pendekatan komunikasi yang dialogis, penuh kelembutan, dan berlandaskan nilai tauhid, pola komunikasi sosok ayah dalam Al Quran menunjukkan pola interaksi kepada anak dengan penuh makna yang mendalam. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), dengan mengumpulkan beberapa artikel yang membahas tema permasalah kemudian peneliti menyimpulkan jawaban dari tema permasalahan menggunakan artikel tersebut, dan mengkaji secara mendalam diberbagai literatur yang relevan mengenai pola komunikasi ayah-anak dalam perspektif Al-Qur’an dan pendidikan Islam. Kajian ini bertujuan untuk menggali dan merefleksikan nilai-nilai pengasuhan dari interaksi beliau bersama putranya, sebagai kontribusi terhadap pengembangan pola asuh modern yang tidak hanya mendidik secara intelektual, tetapi juga membina spiritualitas dan kepribadian anak secara holistik.
PERBEDAAN PERBANDINGAN KOMPRESI TERHADAP TORSI, DAYA DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR SPESIFIK BERBAHAN BAKAR PREMIUM, PERTALITE, DAN PERTAMAX PLUS PADA SEPEDA MOTOR EMPAT LANGKAH Leoparlin, Alfridho; Maksum, Hasan; Sugiarto, Toto; Novaliendry, Dony
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.8087

Abstract

The purpose of this study was to determine the differences in torque, power, and specific fuel consumption produced by four-stroke motorcycles with different compression ratios and using different fuels. This study used an experimental method. The results of the study at a standard compression ratio of 9.6:1, the highest torque was 12.17 Nm using Pertamax Plus fuel, while the highest power was 5.77 Kw using Pertamax Plus fuel, and the lowest specific fuel consumption was in the use of Pertamax Plus fuel at 0.1192 Kg/kWh. At a compression ratio reduced to 8.9:1, the highest torque was 9.38 Nm using Pertamax Plus fuel, while the highest power was 4.03 Kw using Pertalite and Pertamax Plus fuel, while the lowest specific fuel consumption was in the use of Pertamax Plus fuel at 0.1537 Kg/kWh. When the compression ratio is increased to 10.3:1, the highest torque is 20.19 Nm using Pertamax Plus fuel, while the highest power is 6.67 Kw using Pertamax Plus fuel, while the lowest specific fuel consumption is when using Pertamax Plus fuel at 0.1258 Kg/kWh. ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan torsi, daya dan konsumsi bahan bakar spesifik yang dihasilkan dari sepeda motor empat langkah dengan perbandingan kompresi berbeda dan menggunakan bahan bakar yang berbeda. penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Hasil penelitian pada perbandingan kompresi standar 9,6:1 torsi tertinggi sebesar 12,17 Nm menggunakan bahan bakar pertamax plus, sedangkan daya tertinggi sebesar 5,77 Kw menggunakan bahan bakar pertamax plus, dan konsumsi bahan bakar spesifik terendah pada penggunaan bahan bakar pertamax plus 0,1192 Kg/kWh. Pada paat perbandingan kompresi diturunkan 8,9:1 torsi tertinggi sebesar 9,38 Nm menggunakan bahan bakar pertamax plus, sedangkan daya tertinggi sebesar 4,03 Kw menggunakan bahan bakar pertalite dan pertamax plus, sedangkan konsumsi bahan bakar spesifik terendah pada penggunaan bahan bakar pertamax plus 0,1537 Kg/kWh. Pada saat perbandingan kompresi dinaikkan 10,3:1 torsi tertinggi sebesar 20,19 Nm menggunakan bahan bakar pertamax plus, sedangkan daya tertinggi sebesar 6,67 Kw menggunakan bahan pertamax plus, sedangkan konsumsi bahan bakar spesifik terendah pada penggunaan bahan bakar pertamax plus 0,1258 Kg/kWh.  
MENGHADIRKAN KETENTERAMAN JIWA DI SEKOLAH: IMPLEMENTASI PRINSIP TASAWUF DALAM PENDIDIKAN KARAKTER Fadil, Achmad; Gifari, Hafid Al; Alfarizi, M Nauval; Sofiah, Annur; Rahmawati, Adelia Tri; Umaroh, Khusni
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.8221

Abstract

The current moral and spiritual crisis in education indicates a gap between intellectual achievement and character formation. Phenomena such as low empathy, dishonesty, and high academic stress demonstrate that education still prioritizes cognitive development while neglecting spiritual dimensions. This study focuses on the implementation of Sufism principles in character education as a means to cultivate inner peace within the school environment. Employing a library research method, data were collected from classical and contemporary literature related to Sufism and character education. The data were analyzed using a content analysis approach through the stages of collection, classification, interpretation, and synthesis. The findings reveal that Sufi values such as tazkiyatun nafs (self-purification), muraqabah (spiritual awareness), ikhlas (sincerity), sabr (patience), and muhasabah (self-reflection) effectively shape students’ moral, emotional, and spiritual integrity. These values can be implemented through teachers’ moral exemplarity, regular spiritual practices, and the integration of spiritual principles into the curriculum. In conclusion, Sufism-based education fosters inner balance and contributes to the formation of insan kamil, an ideal human being who is intellectually enlightened and morally upright. ABSTRAKKrisis moral dan spiritual di dunia pendidikan saat ini menandakan adanya ketimpangan antara pencapaian intelektual dan pembentukan karakter. Fenomena seperti rendahnya empati, perilaku tidak jujur, serta tekanan akademik menunjukkan bahwa pendidikan lebih menekankan aspek kognitif daripada dimensi ruhani. Penelitian ini berfokus pada penerapan prinsip-prinsip tasawuf dalam pendidikan karakter untuk menghadirkan ketenteraman jiwa di sekolah. Menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), data dikumpulkan dari literatur klasik dan kontemporer yang relevan dengan tasawuf dan pendidikan karakter. Analisis dilakukan melalui pendekatan content analysis dengan tahapan pengumpulan, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai tasawuf seperti tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), muraqabah (kesadaran spiritual), ikhlas, sabar, dan muhasabah (refleksi diri) berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak, empatik, dan tenang. Implementasi prinsip-prinsip ini dapat dilakukan melalui keteladanan guru, pembiasaan kegiatan spiritual, dan integrasi nilai-nilai ruhani dalam kurikulum. Kesimpulannya, pendidikan berbasis tasawuf mampu menumbuhkan keseimbangan batin serta membentuk insan kamil yang cerdas dan beradab.