cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 222 Documents
REORIENTASI PEMBELAJARAN PAI DI ERA DIGITAL DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Ardya Putri, Ayu; Wahyudiati, Dwi; Lailatul Khusniah, Nurul; Sulhan, Ahmad
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10841

Abstract

ABSTRACT Digital transformation in the era of the Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0 requires a paradigm shift in education, including Islamic Religious Education (PAI). However, current PAI learning practices still reveal a gap between the demands of digital transformation and pedagogical implementation, particularly in terms of methodology, value reinforcement, and the role of teachers. This study aims to formulate an integrative conceptual framework for the reorientation of PAI learning in the digital era. The research employs a qualitative approach using library research by reviewing relevant recent scientific literature within the last ten years. Data analysis was conducted through content analysis, including data reduction, categorization, and interpretation to identify conceptual relationships. The findings indicate that the reorientation of PAI learning consists of three main dimensions: technology-based methodological transformation, strengthening of digital morality, and empowerment of teachers as agents of Islamic digital literacy. These dimensions are integrated into a value-based conceptual framework that positions technology as a tool rather than an end. Thus, the success of PAI learning transformation is not determined solely by technological adoption, but by the systemic integration of methodological, value-based, and teacher-related aspects in producing adaptive learning while maintaining Islamic values. ABSTRAK Transformasi digital pada era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 menuntut perubahan paradigma pembelajaran, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, praktik pembelajaran PAI di lapangan masih menunjukkan kesenjangan antara tuntutan transformasi digital dengan implementasi pedagogis, terutama pada aspek metodologi, penguatan nilai, dan peran guru. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kerangka konseptual integratif reorientasi pembelajaran PAI di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kepustakaan (library research) melalui pengkajian literatur ilmiah mutakhir yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi melalui tahapan reduksi, kategorisasi, dan interpretasi untuk mengidentifikasi keterkaitan antar konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reorientasi pembelajaran PAI mencakup tiga dimensi utama, yaitu transformasi metodologi berbasis teknologi digital, penguatan akhlak digital, dan pemberdayaan guru sebagai agen literasi digital Islami. Ketiga dimensi tersebut terintegrasi dalam kerangka konseptual berbasis nilai Islam yang menempatkan teknologi sebagai instrumen, bukan tujuan. Dengan demikian, keberhasilan transformasi pembelajaran PAI tidak ditentukan oleh adopsi teknologi semata, melainkan oleh integrasi sistemik antara aspek metodologis, nilai, dan peran guru dalam menghasilkan pembelajaran yang adaptif sekaligus berakar pada nilai-nilai keislaman.
PENDEKATAN DEEP LEARNING SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMAIT ANAK SHOLEH MATARAM Yusril Kurniawan, Muhammad; Sobry, M.; Hilmiati, Hilmiati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10853

Abstract

ABSTRACT Curriculum changes in Indonesia continue to be made in order to respond to the needs of society and the dynamics of the times. The Merdeka Curriculum emphasises freedom of learning, creativity, and the development of higher-order thinking skills. In the context of Islamic Religious Education (PAI), there is a need to shift learning from a memorisation approach to deep learning that is oriented towards conceptual understanding, critical analysis, and the application of religious values in real life. This study aims to analyse the objectives, processes, and outcomes of implementing a deep learning approach in Islamic Religious Education (IRE) at SMAIT Anak Sholeh Mataram. Using a qualitative approach and case study design, data were collected through observation, interviews, and documentation, then analysed using the Miles and Huberman model. The results of the study indicate that deep learning is implemented through contextual material planning, the use of active methods such as problem-based learning, project-based learning, and reflective discussion, as well as evaluation based on student self-reflection. This implementation significantly improves students' critical thinking skills, particularly in identifying Islamic issues, analysing arguments in depth, evaluating differences of opinion among scholars, and formulating creative solutions in accordance with Islamic values. This study confirms that the deep learning approach is effective as a modern Islamic Education learning strategy and is relevant for implementation in the Merdeka Curriculum. ABSTRAK Perubahan kurikulum di Indonesia terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan dinamika zaman. Kurikulum Merdeka hadir dengan menekankan kebebasan belajar, kreativitas, dan pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), muncul kebutuhan untuk menggeser pembelajaran dari pendekatan hafalan menuju pembelajaran mendalam (deep learning) yang berorientasi pada pemahaman konseptual, analisis kritis, dan penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan menganalisis tujuan, proses, dan hasil implementasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran PAI di   Anak Sholeh Mataram. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deep learning diimplementasikan melalui perencanaan materi kontekstual, penggunaan metode aktif seperti problem based learning, project based learning, dan diskusi reflektif, serta evaluasi berbasis refleksi diri siswa. Implementasi ini secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, terutama dalam mengidentifikasi persoalan keislaman, menganalisis dalil secara mendalam, mengevaluasi perbedaan pendapat ulama, dan merumuskan solusi kreatif sesuai nilai-nilai Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan deep learning efektif sebagai strategi pembelajaran PAI modern dan relevan untuk diterapkan dalam Kurikulum Merdeka.
KINERJA BAURAN PEMASARAN DAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KEPUTUSAN MEMILIH PADA PILKADA KOTA BANDAR LAMPUNG Hakim, Lukman
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10303

Abstract

ABSTRACT The development of political communication in the Society 5.0 era has encouraged a transformation in campaign strategies from conventional patterns toward more interactive digital approaches based on social experiences. This study aims to analyze the influence of the political marketing mix and social media utilization on voters’ decision-making within the context of local politics. The research employed a mixed-method approach with a descriptive explanatory design. Quantitative data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM), while qualitative data were obtained through in-depth interviews with local political actors and voters. The findings indicate that the dimensions of promotion, process, people, and physical evidence exerted a more dominant influence than political products in shaping voting decisions. In terms of social media variables, connection and collaboration emerged as the strongest factors in enhancing political participation and voter engagement. The results also revealed that voting decisions were influenced by perceptions of candidates, social proximity, previous political experiences, and exposure to digital political communication. The model contribution of 16.32% suggests that other factors beyond the variables examined in this study, such as local identity and social legitimacy, also affect voting behavior. This study confirms that the success of modern political communication depends not only on candidate popularity but also on the ability to establish authentic, participatory, and adaptive interactions through digital media. The novelty of this research lies in the development of an integrative model between the political marketing mix and digital communication based on social interaction within the framework of Society 5.0. ABSTRAK Perkembangan komunikasi politik pada era Society 5.0 mendorong perubahan strategi kampanye dari pola konvensional menuju pendekatan digital yang lebih interaktif dan berbasis pengalaman sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh bauran pemasaran politik dan penggunaan media sosial terhadap keputusan memilih masyarakat pada konteks politik lokal. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan desain deskriptif eksplanatori. Data kuantitatif dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM), sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan aktor politik lokal dan pemilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi promosi, proses, people, dan physical evidence memiliki pengaruh lebih dominan dibandingkan produk politik dalam membentuk keputusan memilih masyarakat. Pada variabel media sosial, aspek koneksi dan kolaborasi menjadi faktor paling kuat dalam meningkatkan partisipasi politik dan keterlibatan pemilih. Temuan penelitian juga memperlihatkan bahwa keputusan memilih dipengaruhi oleh persepsi terhadap kandidat, kedekatan sosial, pengalaman politik sebelumnya, serta eksposur komunikasi digital. Kontribusi model sebesar 16,32% menunjukkan adanya faktor lain di luar variabel penelitian yang turut memengaruhi perilaku memilih, seperti identitas lokal dan legitimasi sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan komunikasi politik modern tidak hanya bergantung pada popularitas kandidat, tetapi juga pada kemampuan membangun interaksi yang autentik, partisipatif, dan adaptif melalui media digital. Kebaruan penelitian terletak pada pengembangan model integrasi antara political marketing mix dan komunikasi digital berbasis interaksi sosial dalam kerangka Society 5.0.
PENGARUH PERMAINAN ENGGO LARI SEBAGAI MEDIA EDUKASI DALAM MENINGKATKAN SELF-AWARENESS LOCAL WISDOM PADA KELAS V SD : Indonesia Pirsouw, Pretty Yohana; Johannes, Nathalia Yohana; Ritiauw, Leonid
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10395

Abstract

Globalization and digital technology development have displaced traditional games that previously served as vehicles for transmitting local wisdom values. This phenomenon has resulted in low self-awareness among students regarding their regional cultural identity, particularly in Maluku, which possesses rich cultural heritage. This study aimed to analyze the effect of the Enggo Lari game as an educational medium in enhancing local wisdom-based self-awareness among fifth-grade students at SD Negeri 7 Ambon. The research employed a quantitative approach with a pre-experimental One Group Pretest-Posttest design. The research sample consisted of twenty students selected through saturated sampling technique. The data collection instrument was a local wisdom-based self-awareness questionnaire that had been tested for validity and reliability, yielding a Cronbach's Alpha value of 0.844. Data analysis utilized paired sample t-test and N-Gain test. The results showed a significance value of 0.000, which was smaller than the significance level of 0.05, thus the alternative hypothesis was accepted. The average N-Gain score of 0.323 fell within the moderate category. In conclusion, the Enggo Lari game as an educational medium significantly and moderately effectively enhances local wisdom-based self-awareness among elementary school students ABSTRAK Arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital telah menggeser eksistensi permainan tradisional yang selama ini menjadi wahana pewarisan nilai-nilai kearifan lokal. Fenomena ini berdampak pada rendahnya kesadaran diri peserta didik terhadap identitas budaya daerahnya, khususnya di wilayah Maluku yang kaya akan warisan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh permainan Enggo Lari sebagai media edukasi dalam meningkatkan self-awareness berbasis kearifan lokal pada peserta didik Kelas V SD Negeri 7 Ambon. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 peserta didik yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen pengumpulan data berupa angket self-awareness berbasis kearifan lokal yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,844. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05, sehingga hipotesis alternatif diterima. Rata-rata nilai N-Gain sebesar 0,323 berada pada kategori sedang. Kesimpulannya, permainan Enggo Lari sebagai media edukasi berpengaruh signifikan dan cukup efektif dalam meningkatkan self-awareness berbasis kearifan lokal pada peserta didik    
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF BERBASIS KETERAMPILAN KERJA UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN KERJA MAHASISWA PENDIDIKAN VOKASIONAL TATA RIAS Febrianti, Syielviadwi; Sarah, Ririn Amaliah Putri; Suaida, Suaida; Fahmi, Merdila Nuril; Surya, Wirma; Fajrina, Suci
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10635

Abstract

This study is motivated by the suboptimal work readiness of students in Beauty Education, which tends to be dominated by technical skills and lacks development in social and professional aspects. The study aims to analyze the effectiveness of inclusive learning based on work skills in improving students’ work readiness. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a pretest–posttest control group. The participants consisted of 60 students divided into an experimental group and a control group, with 30 students in each group. The instruments used included a work readiness questionnaire, observation sheets, and documentation. The research procedures involved pretest administration, implementation of inclusive learning based on work skills through diverse client simulations, task differentiation, and reflective learning activities, followed by posttest administration. Data analysis was conducted using normality testing (sig. > 0.05), homogeneity testing (sig. = 0.213), paired sample t-test, independent sample t-test, and N-Gain analysis. The results showed that the average work readiness score of the experimental group increased from 65.20 to 85.40, while the control group increased from 64.80 to 74.10. The t-test results indicated a significant difference between groups (p = 0.000 < 0.05). The N-Gain score for the experimental group was 0.58 (moderate–high category), while the control group obtained 0.27 (low–moderate category). The findings conclude that inclusive learning based on work skills is effective in comprehensively improving students’ work readiness across cognitive, affective, psychomotor, and social aspects. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kesiapan kerja mahasiswa Pendidikan vokasional tata rias yang masih didominasi aspek teknis dan kurang pada aspek sosial-profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran inklusif berbasis keterampilan kerja dalam meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen pretest–posttest control group. Subjek penelitian berjumlah 60 mahasiswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing 30 mahasiswa. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner kesiapan kerja, lembar observasi, dan dokumentasi. Tahapan penelitian meliputi pretest, pelaksanaan pembelajaran inklusif berbasis keterampilan kerja melalui simulasi klien beragam, diferensiasi tugas, dan refleksi pengalaman belajar, serta posttest. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas (sig. > 0,05), uji homogenitas (sig. = 0,213), paired sample t-test, independent sample t-test, serta analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kesiapan kerja kelompok eksperimen meningkat dari 65,20 menjadi 85,40, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 64,80 menjadi 74,10. Hasil uji t menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p = 0,000 < 0,05). Nilai N-Gain pada kelompok eksperimen sebesar 0,58 (kategori sedang–tinggi), sedangkan kelompok kontrol sebesar 0,27 (kategori rendah–sedang). Simpulan penelitian ini adalah bahwa pembelajaran inklusif berbasis keterampilan kerja efektif dalam meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa secara komprehensif pada aspek kognitif, afektif, psikomotor, dan sosial.  
HUBUNGAN MATHEMATICAL DISCOURSE ORANG TUA MELALUI PERTANYAAN KRITIS DENGAN KEMAMPUAN PENALARAN LOGIS ANAK SEKOLAH DASAR Yulianingsih, Lilis Karina; Hasanah, Viena Rusmiati; Salim, Rio Gunawan
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10652

Abstract

Children’s mathematical development is not only influenced by formal schooling but also by the quality of cognitive interactions within the family, particularly through parents’ mathematical discourse. However, the use of critical questioning in such interactions remains suboptimal, even though it plays a crucial role in fostering children’s logical reasoning. This study aims to examine the relationship between parents’ mathematical discourse through critical questioning and elementary school children’s logical reasoning ability. A quantitative approach with a correlational design was employed. The sample consisted of 40 participants, including students in grades IV–VI and their parents, selected using purposive sampling. Data were collected through a questionnaire measuring parents’ mathematical discourse and a test assessing children’s logical reasoning ability. Data analysis was conducted using descriptive statistics and Spearman correlation. The results indicate that parents’ mathematical discourse is at a moderate level, with critical questioning identified as the weakest dimension. Similarly, children’s logical reasoning ability is also at a moderate level, with stronger performance in procedural aspects than in higher-order reasoning. The correlation analysis reveals a significant positive relationship between the two variables (r = 0.500; p = 0.001). Substantively, these findings highlight that the quality of interaction particularly through reflective and exploratory critical questioning is an important factor associated with the development of children’s logical reasoning. ABSTRAK Perkembangan kemampuan matematika anak tidak hanya dipengaruhi oleh pembelajaran formal di sekolah, tetapi juga oleh kualitas interaksi kognitif dalam lingkungan keluarga, khususnya melalui mathematical discourse orang tua. Namun, praktik penggunaan pertanyaan kritis dalam interaksi tersebut masih belum optimal, padahal aspek ini berperan penting dalam mengembangkan kemampuan penalaran logis anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mathematical discourse orang tua melalui pertanyaan kritis dengan kemampuan penalaran logis anak sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang terdiri dari siswa kelas IV–VI dan orang tua mereka, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur mathematical discourse orang tua dan tes untuk mengukur kemampuan penalaran logis anak. Analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mathematical discourse orang tua berada pada kategori sedang, dengan kelemahan utama pada dimensi pertanyaan kritis, sementara kemampuan penalaran logis anak juga berada pada kategori sedang dengan kecenderungan lebih kuat pada aspek prosedural. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kedua variabel (r = 0,500; p = 0,001). Secara substantif, temuan ini menunjukkan bahwa kualitas interaksi, khususnya melalui pertanyaan kritis yang bersifat reflektif dan eksploratif, merupakan aspek penting yang berkaitan dengan perkembangan penalaran logis anak.    
LITERASI KEUANGAN MEMODERASI VIRAL MARKETING, CITRA MEREK, PERSEPSI HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN FASHION DI TIKTOK SHOP Arindah, Putri Nur; Miftahunnajah, Nimas Aulia Pambajeng
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10662

Abstract

ABSTRACT This research was conducted in response to the inconsistency between the extensive use of viral marketing strategies on TikTok Shop and actual consumer purchasing behavior, indicating that viral content does not always lead to buying decisions. Previous studies have generally focused on the direct effects of marketing factors on purchasing decisions, with limited attention given to the moderating role of financial literacy within the TikTok Shop context. Therefore, this study offers a new perspective by incorporating financial literacy as a moderating variable. The study aimed to examine the influence of viral marketing, brand image, and price perception on purchasing decisions among students of the Faculty of Economics and Business at Universitas Negeri Semarang, while also analyzing the moderating effect of financial literacy. Using a quantitative survey approach, data were collected from 377 respondents. The findings revealed that viral marketing did not significantly affect purchasing decisions. Conversely, brand image exerted a significant positive effect, whereas price perception negatively influenced purchasing decisions (p < 0.05). Furthermore, financial literacy was not found to moderate the effects of viral marketing and brand image, although it strengthened the association between price perception and purchasing decisions. These results suggest that consumers tend to make purchasing decisions based more on rational considerations, particularly related to brand credibility and price evaluation, rather than relying solely on viral promotional exposure. Moreover, the inclusion of financial literacy as a moderating variable in TikTok Shop digital marketing research offers additional insight into consumer behavior within the contemporary digital economy. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidaksesuaian antara tingginya intensitas pemasaran digital berbasis viral pada platform TikTok Shop dengan keputusan pembelian konsumen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tidak semua strategi pemasaran viral mampu memengaruhi keputusan pembelian secara efektif. Selain itu, penelitian sebelumnya lebih banyak mengkaji pengaruh langsung variabel pemasaran tanpa mempertimbangkan literasi keuangan sebagai variabel moderasi dalam konteks TikTok Shop. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi keterkaitan antara viral marketing, citra merek, dan persepsi harga dengan keputusan pembelian mahasiswa, sekaligus menelaah kemampuan literasi keuangan dalam memoderasi hubungan antarvariabel pada mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan survei yang melibatkan 377 responden. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa viral marketing tidak memberikan pengaruh berarti terhadap keputusan konsumen dalam melakukan pembelian. Di sisi lain, citra merek terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan, sementara persepsi harga menunjukkan pengaruh negatif signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai signifikansi p < 0,05. Literasi keuangan tidak memoderasi pengaruh viral marketing dan citra merek, tetapi memperkuat pengaruh persepsi harga terhadap keputusan pembelian. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa konsumen cenderung menentukan keputusan pembelian berdasarkan aspek rasional, terutama citra merek dan pertimbangan harga, dibandingkan hanya dipengaruhi popularitas konten viral. Selain itu, penelitian ini memperlihatkan bahwa penerapan literasi keuangan sebagai variabel moderasi dalam pemasaran digital melalui TikTok Shop memberikan perspektif baru untuk menjelaskan perilaku konsumen di era ekonomi digital.
STUDENT LEARNING ENGAGEMENT AMONG FIRST-SEMESTER STUDENTS: IMPLICATIONS FOR EDUCATIONAL MANAGEMENT Alpendi, Alpendi; Diah Rina, Miftakhi; Handayani, Trikinasih; Mirsa , Nur Rina Priyani
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10683

Abstract

Learning engagement is a key construct in higher education that plays a crucial role in determining the quality of learning processes and outcomes. For first-semester students, engagement is particularly critical as it relates to academic adaptation, motivation, and the development of self-regulated learning. In the context of teacher education, especially in Elementary School Teacher Education (PGSD), learning engagement is essential for shaping pedagogical and professional competencies of prospective teachers. However, studies integrating learning engagement with educational management perspectives remain limited. This study aims to analyze the level of learning engagement among first-semester students and examine its implications for educational management. A quantitative approach with a survey method was employed, involving all first-semester students of the PGSD program at Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung in the 2025/2026 odd semester using total sampling. The instrument was a learning activity questionnaire covering six aspects: visual, oral, listening, writing, emotional, and mental activities, measured using a four-point Likert scale. Data were analyzed descriptively using mean scores and percentages. The results indicate that students’ learning engagement is generally in the “good” category, with an average score of 82.81%. The highest engagement was found in writing activities (86.38%), while the lowest was in oral activities (75.66%). These findings suggest that learning engagement is multidimensional but still dominated by receptive activities. Therefore, it is necessary to strengthen student-centered learning management effectively through discussions and project-based activities that can enhance student participation. In addition, learning evaluation should emphasize learning engagement rather than merely  final outcomes so that learning engagement can be effectively improved. ABSTRAK Learning engagement merupakan konstruk kunci dalam pendidikan tinggi yang berperan penting dalam menentukan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Pada mahasiswa semester pertama, learning engagement menjadi isu krusial karena berkaitan dengan kemampuan adaptasi akademik, motivasi, serta pengembangan self-regulated learning. Dalam konteks pendidikan guru, khususnya Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), learning engagement memiliki peran strategis dalam membentuk kompetensi pedagogik dan profesional calon guru. Namun, kajian yang mengaitkan learning engagement dengan perspektif manajemen pendidikan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat learning engagement mahasiswa semester pertama serta implikasinya terhadap manajemen pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan seluruh mahasiswa semester pertama PGSD Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 melalui teknik total sampling sejumlah 242 mahasiswa. Instrumen penelitian berupa angket keaktifan belajar yang mencakup enam aspek, yaitu visual, lisan, mendengarkan, menulis, emosional, dan mental, dengan skala Likert empat tingkat. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa learning engagement mahasiswa berada pada kategori baik sebesar 82,81%. Aspek tertinggi terdapat pada aktivitas menulis (86,38%) dan terendah pada aktivitas lisan (75,66%). Temuan ini menunjukkan bahwa learning engagement bersifat multidimensional, namun masih didominasi oleh aktivitas reseptif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengelolaan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa melalui diskusi dan pembelajaran berbasis proyek yang mampu meningkatkan learning engagement, bukan sekadar aktivitas pembelajaran. Selain itu, evaluasi pembelajaran perlu menekankan proses keterlibatan mahasiswa, bukan hanya sekadar hasil akhir, agar learning engagement meningkat secara optimal.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPTIF BAHASA JERMAN MELALUI MODEL PROJECT-BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA PIXTON Wahyuni, Tri; Suyatno, Suyatno; Ridwan, Agus
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10728

Abstract

ABSTRACT The ability to write descriptive texts in German language learning remains a challenge for students due to limitations in developing ideas, using appropriate vocabulary, and constructing sentences according to grammatical rules. This condition emphasizes the importance of implementing learning strategies that encourage more participatory learning activities, are contextually relevant, and foster students’ creativity. Therefore, this study focused on improving descriptive writing skills in German through the implementation of Project-Based Learning supported by the Pixton digital comic media. This study employed the Classroom Action Research (CAR) method based on the Kemmis and McTaggart model, which was conducted in two learning cycles. Each cycle consisted of planning, action implementation, observation, and reflection stages. The research involved 36 students of class XI-8 at SMAN 1 Driyorejo as the research subjects. Data collection techniques included writing skill tests, observations of learning activities, and documentation of the projects produced by students. The research data were analyzed descriptively using quantitative and qualitative approaches to identify improvements in learning achievement as well as the development of students’ participation during the learning process. The findings demonstrated a progressive improvement in students’ writing skills. The average learning outcomes increased gradually from 53 before the intervention to 68 in the first cycle and 82 in the second cycle. In addition to improving academic achievement, the use of Pixton media also assisted students in organizing ideas more systematically, expanding vocabulary mastery, improving grammatical accuracy, and encouraging active participation throughout the learning process. Thus, this study indicates that the integration of Project-Based Learning and digital visual media can serve as an effective instructional innovation for enhancing German writing skills at the secondary school level. ABSTRAK Kemampuan menulis deskriptif dalam pembelajaran Bahasa Jerman masih menjadi tantangan bagi peserta didik karena keterbatasan dalam mengembangkan ide, menggunakan kosakata secara tepat, serta menyusun struktur kalimat sesuai kaidah bahasa. Kondisi ini menegaskan pentingnya penerapan strategi pembelajaran yang dapat menghadirkan aktivitas belajar secara lebih partisipatif, relevan dengan konteks, serta mampu mengembangkan kreativitas peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada upaya peningkatan keterampilan menulis deskriptif dalam Bahasa Jerman melalui implementasi Project-Based Learning yang didukung media komik digital Pixton. Penelitian ini menggunakan metode Classroom Action Research (CAR) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran. Setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, serta refleksi. Penelitian melibatkan 36 peserta didik kelas XI-8 SMAN 1 Driyorejo sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan menulis, pengamatan terhadap aktivitas pembelajaran, dan dokumentasi proyek yang dihasilkan peserta didik. Data penelitian dianalisis secara deskriptif melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk mengidentifikasi peningkatan capaian belajar serta perkembangan partisipasi peserta didik selama pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan kemampuan menulis secara progresif. Rata-rata hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan bertahap, dari 53 sebelum tindakan menjadi 68 pada siklus pertama dan 82 pada siklus kedua. Selain berdampak pada peningkatan hasil belajar, penggunaan media Pixton juga membantu peserta didik dalam menyusun ide secara lebih terstruktur, memperluas penguasaan kosakata, meningkatkan ketepatan penggunaan struktur bahasa, serta mendorong partisipasi aktif selama pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa perpaduan antara pembelajaran berbasis proyek dan media visual digital dapat dijadikan inovasi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis Bahasa Jerman pada jenjang sekolah menengah.
DETERMINANTS OF ANEMIA AMONG ADOLESCENT GIRLS AT SMA NEGERI 3 BENGKULU: A CROSS-SECTIONAL STUDY Yana, Risda; Zuraida, Reni; Susanti, Susanti; Anggraini, Dian Isti; Wuryaningsih, Wuryaningsih
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10761

Abstract

Anemia among adolescent girls remains a public health challenge that has not been fully resolved, particularly because this condition has wide-ranging impacts on various aspects of adolescents’ lives from impaired growth and development, decreased concentration during learning, reduced daily productivity, to an increased risk of reproductive system disorders. The aim of this study was to identify the determinants of anemia among female students at SMA Negeri 3 Bengkulu City. The study was designed using an analytical observational method with a cross-sectional approach. A total of 131 tenth-grade students aged 15 to 17 years were selected as participants through simple random sampling. Hemoglobin levels were directly measured using a rapid-test–based Hb meter. The variables examined included nutritional status, chronic energy deficiency, duration of menstruation, adequacy of nutrient intake, level of compliance in consuming iron supplement tablets, and the extent of peer support received. Data were analyzed using the chi-square test for bivariate analysis and the backward Wald method of multiple logistic regression for multivariate analysis. The study found that one in four respondents (25.2%) was confirmed to have anemia. Through multivariate modeling, it was revealed that four factors significantly influenced the occurrence of anemia nutritional status, duration of menstruation, adequacy of protein intake, and the presence of social support from peers with nutritional status emerging as the strongest predictor. Therefore, anemia prevention interventions should prioritize comprehensive improvement of nutritional status, increased consumption of adequate protein, monitoring of menstrual patterns and duration, as well as empowerment of peer networks as health support agents within the school environment. ABSTRAK Anemia pada remaja putri masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang belum sepenuhnya teratasi, terutama karena kondisi ini berdampak luas pada berbagai aspek kehidupan remaja, mulai dari terhambatnya tumbuh kembang, menurunnya daya konsentrasi saat belajar, berkurangnya produktivitas harian, hingga timbulnya risiko gangguan pada sistem reproduksi. Tujuan dari studi ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan kejadian anemia di kalangan siswi SMA Negeri 3 Kota Bengkulu. Studi dirancang menggunakan metode observasional analitik berpendekatan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 131 siswi kelas X dengan rentang usia 15 hingga 17 tahun dipilih sebagai partisipan melalui teknik pengambilan sampel acak sederhana. Kadar hemoglobin diukur secara langsung menggunakan alat Hb meter berbasis rapid test. Variabel yang diteliti meliputi status gizi, kondisi kekurangan energi kronik, lama hari menstruasi, kecukupan asupan zat gizi, tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi suplemen tablet tambah darah, serta sejauh mana dukungan yang diperoleh dari teman sebaya. Pengolahan data menggunakan uji chi-square untuk analisis bivariat dan regresi logistik berganda metode backward Wald untuk analisis multivariat. Studi ini menemukan bahwa satu dari empat responden (25,2%) terkonfirmasi mengalami anemia. Melalui pemodelan multivariat, terungkap bahwa empat faktor secara bermakna memengaruhi kejadian anemia, yakni status gizi, lama menstruasi, kecukupan asupan protein, dan keberadaan dukungan sosial dari teman sebaya, dengan status gizi menempati posisi sebagai prediktor paling kuat. Dengan demikian, intervensi pencegahan anemia hendaknya diprioritaskan pada perbaikan status gizi secara menyeluruh, peningkatan konsumsi protein yang memadai, pemantauan pola dan durasi siklus menstruasi, serta pemberdayaan jaringan teman sebaya sebagai agen dukungan kesehatan di lingkungan sekolah.