cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 261 Documents
ANALISIS PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM AKTIVITAS SELF DIRECTED LEARNING (SDL) DAN KEMANDIRIAN AKADEMIK MAHASISWA DI FTIK UIN DATOKARAMA PALU Muh. Aril Widi Saputra; Nurdin Nurdin; Andi Markarma; Hamka Hamka; Erniati Erniati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.11178

Abstract

ABSTRACT The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has significantly transformed higher education, particularly in supporting self-directed learning (SDL) activities and the development of students’ academic independence. This study aims to analyze the use of AI in SDL activities and its implications for students’ academic independence at FTIK UIN Datokarama Palu. The research employed a mixed methods approach with a sequential exploratory design. The qualitative phase was conducted through in-depth interviews with 27 students from various study programs, while the quantitative phase involved distributing questionnaires to lecturers and academic administrators as stakeholders. Qualitative data were analyzed using thematic analysis, and quantitative data were analyzed using descriptive statistics. The findings indicate that AI is utilized by students as a tool for accessing academic information, assisting in task completion, supporting independent learning comprehension, and facilitating study planning. The use of AI also contributes to self-management, self-monitoring, and personal autonomy dimensions in SDL. Most lecturers responded positively to the integration of AI in students’ academic activities, although concerns remain regarding potential dependency and a decline in students’ critical thinking skills. This study concludes that AI plays a strategic role in supporting independent learning and students’ academic autonomy when used wisely, proportionally, and with an emphasis on developing critical thinking abilities.ABSTRAK Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan tinggi, khususnya dalam mendukung aktivitas self-directed learning (SDL) dan pembentukan kemandirian akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan AI dalam aktivitas SDL serta implikasinya terhadap kemandirian akademik mahasiswa FTIK UIN Datokarama Palu. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential exploratory. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 27 mahasiswa dari berbagai program studi, sedangkan tahap kuantitatif dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada dosen dan pengelola akademik sebagai pemangku kepentingan. Data kualitatif dianalisis menggunakan thematic analysis dan data kuantitatif dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dimanfaatkan mahasiswa sebagai sarana memperoleh informasi akademik, membantu penyelesaian tugas, mendukung pemahaman belajar mandiri, serta membantu perencanaan belajar. Pemanfaatan AI juga mendukung dimensi self-management, self-monitoring, dan personal autonomy dalam SDL. Mayoritas dosen memberikan respons positif terhadap penggunaan AI dalam aktivitas akademik mahasiswa, meskipun masih terdapat kekhawatiran terhadap potensi ketergantungan dan menurunnya daya kritis mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI memiliki peran strategis dalam mendukung pembelajaran mandiri dan kemandirian akademik mahasiswa apabila digunakan secara bijak, proporsional, dan berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis.
SILENTERA: UTILIZING SUGAR CANE BAGASSE, COCONUT HUSK FIBER, AND EGG CARTONS AS AN INNOVATIVE ENVIRONMENTALLY FRIENDLY SOUND-ABSORBING MATERIAL USING WOOD GLUE AND LIQUID RUBBER. Muhammad Nabighan Aquila; Hayyin Zuyyina Rizka Al Firdausi; Zulfaa Alfiyyah Widad
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.11194

Abstract

Noise is an environmental problem that can disturb human comfort, concentration, and health. In addition, the use of synthetic sound-absorbing materials may cause environmental concerns because some of these materials are difficult to decompose. Organic and fiber-based wastes, such as sugarcane bagasse, coconut husk fiber, and egg cartons, have porous and fibrous structures that may serve as simple alternative materials for reducing sound levels. This study aims to preliminarily evaluate the initial indication of sound reduction in SILENTERA, a material made from sugarcane bagasse, coconut husk fiber, and egg cartons using wood glue/PVAC and natural liquid latex as binders. The study used a quantitative approach through panel fabrication and testing with a simple acoustic box that was not equivalent to a standard acoustic testing method at frequencies from 500 Hz to 2500 Hz. The results showed that SILENTERA reduced the measured sound level at all tested frequencies. The highest reduction occurred at 2500 Hz, with a decrease of 2.6 dB and an average relative dB-reading reduction of 1.69%. These findings indicate that SILENTERA shows an initial indication as a simple material for reducing sound levels. However, it cannot yet be claimed as a practically effective sound-absorbing material because the test used a simple apparatus, uncalibrated measurement conditions, and did not apply a standard acoustic measurement method. Further studies using adequate replications, variations in panel thickness and density, calibrated instruments, and standard acoustic testing methods are needed to validate the performance of this material ABSTRAK Kebisingan merupakan masalah lingkungan yang dapat mengganggu kenyamanan, konsentrasi, dan kesehatan manusia. Di sisi lain, penggunaan material peredam suara sintetis dapat menimbulkan persoalan lingkungan karena sebagian material tersebut sulit terurai. Limbah organik dan limbah berbasis serat, seperti ampas tebu, serat sabut kelapa, dan karton telur, memiliki struktur berpori dan berserat yang berpotensi digunakan sebagai material alternatif untuk mereduksi tingkat bunyi secara sederhana. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi secara pendahuluan indikasi awal reduksi bunyi pada material SILENTERA yang dibuat dari ampas tebu, serat sabut kelapa, dan karton telur dengan perekat lem kayu/PVAC dan lateks cair alami. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pembuatan panel dan pengujian menggunakan acoustic box sederhana yang belum setara dengan metode pengujian akustik standar pada frekuensi 500 Hz hingga 2500 Hz. Hasil pengujian menunjukkan bahwa SILENTERA menurunkan pembacaan tingkat bunyi pada seluruh frekuensi yang diuji. Penurunan terbesar terjadi pada frekuensi 2500 Hz sebesar 2,6 dB, dengan rata-rata reduksi relatif pembacaan dB sebesar 1,69%. Temuan ini menunjukkan bahwa SILENTERA memiliki indikasi awal sebagai material sederhana untuk mereduksi tingkat bunyi, tetapi belum dapat diklaim sebagai material peredam suara yang efektif secara praktis karena pengujian masih menggunakan alat sederhana, belum menggunakan instrumen terkalibrasi, dan belum mengikuti metode akustik standar. Penelitian lanjutan dengan jumlah ulangan yang memadai, variasi ketebalan dan densitas panel, alat ukur terkalibrasi, serta metode pengujian standar diperlukan untuk memvalidasi kinerja material ini.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS AUGMENTED REALITY UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI SMAN 8 SELAYAR Fitra Angrayuni; Muharram Muharram; Hasri Hasri
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.11209

Abstract

This study aims to develop an interactive Augmented Reality (AR)-based learning medium on chemical bonding material for eleventh-grade students of SMAN 8 Selayar and analyze its effect on students’ motivation and learning outcomes. The study was motivated by the low motivation and achievement in chemistry learning, especially in chemical bonding material, which is abstract and difficult to understand through conventional methods. Therefore, an interactive medium that can visualize concepts more concretely and attractively is needed. This research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, consisting of Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. The analysis stage identified students’ needs and learning problems, while the design stage included material organization, interface design, navigation, and application features. The development stage produced an AR-based learning medium equipped with 3D animations, instructional videos, interactive exercises, and evaluation tools. The product was tested on eleventh-grade students and improved based on evaluation results. Data were collected through expert validation, questionnaires, observations, learning motivation instruments, and learning outcome tests, then analyzed descriptively and quantitatively to determine the validity, practicality, and effectiveness of the developed media. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Augmented Reality (AR) pada materi ikatan kimia untuk peserta didik kelas XI SMAN 8 Selayar serta menganalisis pengaruhnya terhadap motivasi dan hasil belajar. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan hasil belajar kimia, khususnya pada materi ikatan kimia yang bersifat abstrak sehingga sulit dipahami melalui pembelajaran konvensional. Oleh karena itu, diperlukan media yang mampu memvisualisasikan konsep secara konkret, menarik, dan interaktif agar peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Tahap analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta didik dan permasalahan pembelajaran. Tahap desain mencakup penyusunan materi, rancangan antarmuka, navigasi, dan fitur aplikasi. Selanjutnya, tahap pengembangan menghasilkan media AR yang dilengkapi animasi tiga dimensi, video pembelajaran, latihan soal interaktif, dan evaluasi pembelajaran. Produk kemudian diuji coba pada peserta didik kelas XI dan diperbaiki berdasarkan hasil evaluasi. Data penelitian diperoleh melalui validasi ahli, angket respons guru dan peserta didik, observasi, angket motivasi belajar, serta tes hasil belajar yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif.
PROSES PEMBENTUKAN KARAKTER DI ASRAMA MAN 1 SURAKARTA: ANALISIS BERBASIS TEORI LICKONA Naufal Hanif Furqon; Zaki Afifi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.11212

Abstract

Moral decline among adolescents indicates that education has not yet fully succeeded in shaping students of good character. One approach widely applied to address this issue is boarding school education, as it allows for a more intensive character-building process through habit formation and role modeling. However, most previous studies have focused primarily on the outcomes of character development, while the implementation process based on a systematic theoretical framework has not yet been extensively examined. This study offers an analysis using Thomas Lickona’s three-component theory of character moral knowing, moral feeling, and moral action to understand the character-building process more comprehensively. The study aims to describe the implementation of character-building at the MAN 1 Surakarta boarding school. The study employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and were analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that character development occurs through the integration of classroom learning, the study of the Ta’lim Muta’allim text, habit formation, modeling, and supervision by teachers, mentors, and the Religious Program Student Organization (OPPK). This process fosters moral understanding, inner awareness, and behavioral habits of discipline, responsibility, and independence. This study concludes that the MAN 1 Surakarta dormitory serves as an effective environment for holistic and sustainable character formation. ABSTRAK Degradasi moral di kalangan remaja menunjukkan bahwa pendidikan belum sepenuhnya berhasil membentuk peserta didik yang berkarakter. Salah satu pendekatan yang banyak diterapkan untuk mengatasi persoalan tersebut adalah pendidikan berbasis asrama, karena memungkinkan proses pembinaan berlangsung lebih intensif melalui pembiasaan dan keteladanan. Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya lebih banyak menyoroti hasil pembentukan karakter, sementara proses implementasinya berdasarkan kerangka teoritis yang sistematis masih belum banyak dikaji. Penelitian ini menawarkan analisis menggunakan teori tiga komponen karakter Thomas Lickona, yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral action, untuk memahami proses pembentukan karakter secara lebih utuh. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembentukan karakter di asrama MAN 1 Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter berlangsung melalui integrasi pembelajaran di kelas, kajian kitab Ta’lim Muta’allim, pembiasaan, keteladanan, dan pengawasan oleh guru, pembina, dan Organisasi Pelajar Program Keagamaan (OPPK). Proses tersebut membentuk pemahaman moral, kesadaran batin, serta kebiasaan perilaku disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa asrama MAN 1 Surakarta merupakan lingkungan yang efektif dalam membentuk karakter peserta didik secara holistik dan berkelanjutan.
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI SISTEM KARTU BELANJA SANTRI : ANALISIS KONSEPTUAL DALAM PERSPEKTIF PEMBENTUKAN KARAKTER DAN KEMANDIRIAN Sofiatin Naqiyah; Hilmiati Hilmiati; M. Sobry Sutikno
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.11225

Abstract

ABSTRACT Islamic boarding schools (pesantren) as the oldest Islamic educational institutions in Indonesia face challenges in instilling contextual and applicable Islamic values in the modern era. This study aims to examine the function of the student shopping card system as an instrument for internalizing Islamic Religious Education values in character building and strengthening students’ independence. The study focuses on the relationship between the shopping card mechanism and fundamental Islamic values, such as honesty (ṣidq), discipline, responsibility, trustworthiness (amanah), and wise financial management. This research employed a qualitative approach based on literature study and conceptual analysis by reviewing various references related to pesantren education, character education, and student financial management systems. The research stages included literature collection, content analysis, conceptual interpretation, and synthesis of relevant theories. The findings indicate that the student shopping card system functions not only as an administrative transaction tool but also as a structured and sustainable character education medium. Through transaction recording, budget limitations, and transparent reporting mechanisms, students are trained to apply Islamic values in their daily lives. This study concludes that the effectiveness of the student shopping card system is influenced by curricular integration, institutional commitment, and continuous guidance from Islamic teachers and pesantren administrators, making it a relevant, measurable, and innovative educational model in the digital era. ABSTRAK Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia menghadapi tantangan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang kontekstual dan aplikatif di era modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fungsi sistem kartu belanja santri sebagai instrumen internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam pembentukan karakter dan penguatan kemandirian santri. Fokus penelitian diarahkan pada hubungan antara mekanisme kartu belanja santri dengan nilai-nilai Islam,seperti kejujuran (ṣidq), kedisiplinan, tanggung jawab, amanah, serta pengelolaan keuangan yang bijaksana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dan kajian konseptual dengan menelaah berbagai referensi mengenai pendidikan pesantren, pendidikan karakter, dan pengelolaan keuangan santri. Tahapan penelitian dilakukan melalui pengumpulan sumber literatur, analisis isi, interpretasi konseptual, dan sintesis teori yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem kartu belanja santri tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi administratif, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter yang terstruktur dan berkelanjutan. Melalui mekanisme pencatatan transaksi, pembatasan anggaran, dan pelaporan yang transparan, santri dilatih untuk menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas sistem kartu belanja santri dipengaruhi oleh integrasi kurikuler, komitmen institusi pesantren, serta konsistensi pembinaan oleh ustaz dan pengelola pesantren sehingga dapat menjadi model pendidikan pesantren yang inovatif, terukur, dan relevan di era digital.
PENGARUH SIKAP PERFEKSIONISME DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP ACADEMIC BURNOUT PADA MAHASISWA Inda Maharani Toding; Nur Ekawati Wahyuningsih; Dhevy Puswartika; Dian Fitriani
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11259

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the high academic demands that may cause students to experience academic burnout. Academic burnout is a condition of emotional, mental, and physical exhaustion resulting from continuous academic pressure. This study aimed to determine the effect of perfectionism and social support on academic burnout among students at Tadulako University. The study employed a quantitative approach with a causal associative method. The sample consisted of 230 students selected using a simple random sampling technique. Data were collected using questionnaires measuring perfectionism, social support, and academic burnout. Data were analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS. The results showed that perfectionism had a negative and significant effect on students' academic burnout (t = -8.059; p < 0.05). Social support had a positive and significant effect on students' academic burnout (t = 8.903; p < 0.05). Simultaneously, perfectionism and social support had a significant effect on students' academic burnout (F = 87.315; p < 0.05). This study concludes that perfectionism and social support are factors that influence academic burnout among students at Tadulako University. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tuntutan akademik yang dapat menyebabkan mahasiswa mengalami academic burnout. Academic burnout merupakan kondisi kelelahan emosional, mental, dan fisik akibat tekanan akademik yang berlangsung secara terus-menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sikap perfeksionisme dan dukungan sosial terhadap academic burnout pada mahasiswa Universitas Tadulako. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Sampel penelitian terdiri atas 230 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala perfeksionisme, dukungan sosial, dan academic burnout. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap perfeksionisme berpengaruh negatif dan signifikan terhadap academic burnout mahasiswa (thitung = -8,059; p < 0,05). Dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap academic burnout mahasiswa (thitung = 8,903; p < 0,05). Secara simultan, sikap perfeksionisme dan dukungan sosial berpengaruh signifikan terhadap academic burnout mahasiswa (Fhitung = 87,315; p < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa sikap perfeksionisme dan dukungan sosial merupakan faktor yang berpengaruh terhadap academic burnout pada mahasiswa Universitas Tadulako.
PENGARUH KONSELING BEHAVIORISTIK DENGAN TEKNIK SELF-MANAGEMENT TERHADAP PENURUNAN KECANDUAN GAME ONLINE PADA PELAJAR SMPN 17 MATARAM Arsi Nurqoimah; I Made Sonny Gunawan; Abdurrahman Abdurrahman
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.11278

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the increasing behavior of online game addiction among students, which has an impact on decreasing learning concentration, self-control, and students’ social interaction. The study aimed to determine the effect of behavioral counseling using self-management techniques on reducing online game addiction among students at SMPN 17 Mataram. This research employed a quantitative approach with an experimental method and a One Group Pretest-Posttest Design. The population consisted of 105 eighth-grade students, while the sample included 35 students from class VIII.A selected through purposive sampling based on moderate to high levels of online game addiction. Data collection techniques included questionnaires, observation, and documentation. The research instruments were tested using Pearson Product Moment validity and Cronbach Alpha reliability tests. Data were analyzed using t-test and F-test to determine the effect of the treatment provided. The results showed that behavioral counseling with self-management techniques had a significant effect on reducing students’ online game addiction. This was evidenced by the t-test result with a tcount value of 7.557 and a significance value of 0.001 < 0.05, as well as the F-test result of 57.103 with a significance value of 0.001, indicating that the regression model was significant. After the treatment, students demonstrated behavioral changes such as improved ability to control gaming time, increased learning discipline, and greater awareness of the negative impacts of online games. Therefore, behavioral counseling using self-management techniques is effective as a guidance and counseling service to help reduce online game addiction among students at SMPN 17 Mataram. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perilaku kecanduan game online pada pelajar yang berdampak terhadap menurunnya konsentrasi belajar, kontrol diri, dan interaksi sosial siswa. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling behavioristik dengan teknik self-management terhadap penurunan kecanduan game online pada pelajar SMPN 17 Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen dan desain One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian berjumlah 105 siswa kelas VIII, sedangkan sampel penelitian sebanyak 35 siswa kelas VIII.A yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan tingkat kecanduan game online kategori sedang hingga tinggi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian diuji menggunakan uji validitas Product Moment Pearson dan reliabilitas Cronbach Alpha. Data dianalisis menggunakan uji t dan uji F untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling behavioristik dengan teknik self-management berpengaruh signifikan terhadap penurunan kecanduan game online pada siswa. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji t dengan nilai thitung sebesar 7,557 dan signifikansi 0,001 < 0,05, serta hasil uji F sebesar 57,103 dengan signifikansi 0,001 yang menunjukkan model regresi signifikan. Setelah diberikan perlakuan, siswa mengalami perubahan perilaku berupa meningkatnya kemampuan mengontrol waktu bermain game, disiplin belajar, dan kesadaran terhadap dampak negatif game online. Dengan demikian, konseling behavioristik dengan teknik self-management efektif digunakan sebagai layanan bimbingan dan konseling untuk membantu menurunkan kecanduan game online pada pelajar SMPN 17 Mataram.
LINGKUNGAN KELUARGA, KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN DAN MOTIVASI USAHA TERHADAP KEBERHASILAN USAHA UKM KAMPUNG LANTONG BANYU URIP SURABAYA Endang Prihatiningsih; Endang Setyawati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11304

Abstract

ABSTRACT The existence of traditional culinary businesses rooted in local communities suggests that the success of small and medium enterprises (SMEs) is not determined solely by economic capacity but is also shaped by the social dynamics surrounding business activities. Although numerous studies have examined factors influencing SME success, understanding of how family environment, entrepreneurial characteristics, and business motivation contribute to the performance of community-based traditional culinary enterprises remains limited. Kampung Lontong Banyuurip in Surabaya provides an interesting setting for exploring this phenomenon, as it has maintained sustainable business activities despite economic changes in the post-pandemic period. This study investigated the relationship between these three factors and the business success of lontong entrepreneurs using a quantitative approach. All 59 lontong entrepreneurs were involved as respondents through a saturated sampling technique, while data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression with SPSS version 22.0 after passing instrument and classical assumption tests. The findings reveal that family environment, entrepreneurial characteristics, and business motivation have positive and significant effects on business success, both partially and simultaneously. Among these variables, business motivation emerged as the most dominant factor. The study highlights that the success of traditional culinary enterprises within local communities is shaped by the interaction of family support, entrepreneurial capacity, and the entrepreneurs’ internal drive, thereby providing a broader perspective on the success of community-based SMEs. ABSTRAK Keberadaan usaha kuliner tradisional berbasis komunitas lokal menunjukkan bahwa keberhasilan UKM tidak selalu ditentukan oleh kapasitas ekonomi semata, melainkan juga dipengaruhi oleh dinamika sosial yang berkembang di lingkungan usaha. Meskipun kajian mengenai faktor keberhasilan UKM telah banyak dilakukan, pemahaman mengenai bagaimana lingkungan keluarga, karakteristik kewirausahaan, dan motivasi usaha berkontribusi pada usaha kuliner tradisional berbasis komunitas masih relatif terbatas. Kampung Lontong Banyuurip Surabaya menjadi konteks yang menarik untuk mengkaji fenomena tersebut karena mampu mempertahankan aktivitas usaha secara berkelanjutan di tengah perubahan kondisi ekonomi pascapandemi. Penelitian ini menelaah keterkaitan ketiga faktor tersebut dengan keberhasilan usaha pengusaha lontong melalui pendekatan kuantitatif. Seluruh pengusaha lontong yang berjumlah 59 orang dilibatkan sebagai responden dengan teknik sampling jenuh, sementara data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda berbantuan SPSS versi 22.0 setelah melewati pengujian instrumen dan asumsi klasik. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa lingkungan keluarga, karakteristik kewirausahaan, dan motivasi usaha memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha, baik secara parsial maupun simultan. Di antara ketiga faktor tersebut, motivasi usaha muncul sebagai faktor yang paling dominan. Kajian ini menegaskan bahwa keberhasilan usaha kuliner tradisional dalam komunitas lokal terbentuk melalui interaksi antara dukungan keluarga, kapasitas kewirausahaan, dan dorongan internal pelaku usaha, sehingga memberikan perspektif yang lebih luas mengenai keberhasilan UKM berbasis komunitas.
ANALISIS TEMATIK NILAI-NILAI ETIKA KOMUNIKASI DALAM AL- QUR’AN: TINJAUAN TERMINOLOGI QAWLAN SEBAGAI FONDASI ADAB BERBAHASA Dariyanto Dariyanto; Haris Hamdani; Salman Faris
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11348

Abstract

ABSTRACT The increasing intensity of communication in digital spaces has not necessarily been accompanied by stronger linguistic ethics. The prevalence of impolite expressions, verbal conflicts, irresponsible information sharing, and declining sensitivity toward human dignity reflects a gap between communicative competence and moral awareness in language use. Against this backdrop, this study examines the concept of qawlan in the Qur’an to explore how the scripture provides an ethical foundation for communication that remains relevant to contemporary society. Employing a qualitative library research approach, the study analyzes Qur’anic verses containing the concept of qawlan as primary sources, supported by classical and contemporary exegetical literature, and further compares the findings with Robin Lakoff’s politeness theory and Joseph DeVito’s effective communication theory. The analysis reveals that qawlan sadīdan, qawlan ma‘rūfan, qawlan karīman, qawlan balīghan, qawlan maysūran, and qawlan layyinan constitute an integrated framework of communication ethics encompassing honesty, respect, propriety, effectiveness, empathy, and gentleness. These findings suggest that communication from a Qur’anic perspective is not merely directed toward successful message delivery but also toward character formation, the preservation of human dignity, and the cultivation of moral integrity and spiritual responsibility. Therefore, the concept of qawlan may be understood as a model of ethical communication that enriches contemporary communication discourse through the integration of social, moral, and spiritual dimensions within a unified conceptual framework. ABSTRAK Meningkatnya intensitas komunikasi di ruang digital tidak selalu diikuti oleh menguatnya etika berbahasa. Fenomena ujaran tidak santun, konflik verbal, penyebaran informasi yang tidak bertanggung jawab, serta melemahnya sensitivitas terhadap martabat orang lain menunjukkan adanya kesenjangan antara kemampuan berkomunikasi dan kesadaran moral dalam menggunakan bahasa. Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian ini menelaah terminologi qawlan dalam Al-Qur’an untuk memahami bagaimana kitab suci tersebut membangun fondasi etika komunikasi yang relevan dengan kehidupan kontemporer. Kajian dilakukan melalui pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan menempatkan ayat-ayat yang memuat konsep qawlan sebagai sumber utama, kemudian ditafsirkan melalui literatur tafsir dan dianalisis secara komparatif dengan teori kesantunan Robin Lakoff serta teori komunikasi efektif Joseph DeVito. Hasil analisis memperlihatkan bahwa qawlan sadīdan, ma‘rūfan, karīman, balīghan, maysūran, dan layyinan membentuk suatu sistem etika komunikasi yang mengintegrasikan kejujuran, penghormatan, kepantasan, efektivitas, empati, dan kelembutan dalam satu kesatuan nilai. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi dalam perspektif Al-Qur’an tidak hanya diarahkan pada keberhasilan penyampaian pesan, tetapi juga pada pembentukan karakter, perlindungan martabat manusia, serta penguatan integritas moral dan tanggung jawab spiritual. Oleh karena itu, konsep qawlan dapat dipahami sebagai model komunikasi beradab yang memperluas diskursus komunikasi modern melalui integrasi dimensi sosial, moral, dan spiritual secara utuh.
REPRESENTASI KEBAHAGIAAN DAN OBSESI CINTA DALAM PUISI PEMUJA KARYA MELINDA WAHYU GIANTI: ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA Lely Nur Tachi; Eko Suroso
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.11373

Abstract

The poem “Pemuja” by Melinda Wahyu Gianti represents the psychological complexity of human emotions in confronting happiness and love obsession. This study aims to reveal the symbolic meaning of happiness and love obsession through a qualitative approach using semiotic and hermeneutic methods based on Sigmund Freud’s psychoanalytic theory. Data were obtained from the poem text and analyzed by interpreting signs, symbols, and the mental structure of the lyrical persona. The findings show that the happiness expressed in the lines “Rona merona wajah memesona” and “Tawa memecah suasana” reflects external joy controlled by the ego to channel the impulses of the id. Meanwhile, the obsession with love appears in “Kekasih bilang akan datang ke pelaminan” and “Tak mau pinta untuk datang ke perpisahan”, indicating an excessive desire for emotional possession. The conflict among the id, ego, and superego forms the inner tension of the persona in balancing personal desire and social norms. Thus, the poem illustrates that genuine happiness and love are not solely derived from emotional satisfaction but from moral awareness and self-control. This study reinforces the notion that literature serves as a  xreflection of the human psyche, containing profound psychological meanings. ABSTRAK Puisi Pemuja karya Melinda Wahyu Gianti merepresentasikan kompleksitas psikologis manusia dalam menghadapi kebahagiaan dan obsesi cinta. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolik kebahagiaan dan obsesi cinta dalam puisi tersebut melalui pendekatan kualitatif dengan metode semiotik dan hermeneutik yang berpijak pada teori psikoanalisis Sigmund Freud. Data diperoleh dari teks puisi yang dianalisis dengan menafsirkan tanda-tanda, simbol, serta struktur kejiwaan tokoh lirik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebahagiaan yang tampak pada larik “Rona merona wajah memesona” dan “Tawa memecah suasana” merupakan bentuk ekspresi lahiriah yang dikendalikan oleh ego untuk menyalurkan dorongan id. Sementara itu, obsesi cinta muncul pada larik “Kekasih bilang akan datang ke pelaminan” dan “Tak mau pinta untuk datang ke perpisahan” yang memperlihatkan hasrat kepemilikan berlebihan terhadap objek cinta. Konflik antara id, ego, dan superego menjadi dasar terbentuknya ketegangan batin tokoh lirik dalam menyeimbangkan hasrat pribadi dan norma sosial. Dengan demikian, puisi ini menggambarkan bahwa kebahagiaan dan cinta sejati tidak hanya berakar pada pemenuhan emosi, tetapi juga pada kesadaran moral dan pengendalian diri. Hasil penelitian ini mempertegas bahwa karya sastra merupakan cermin kejiwaan manusia yang menyimpan makna psikologis mendalam.