cover
Contact Name
Walliyana Kusumaningati
Contact Email
walliyana.kusumaningati@umj.ac.id
Phone
+6281113803109
Journal Mail Official
mjnffkk@umj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. KH. Ahmad Dahlan, Cirendeu, Ciputat Tangerang Selatan 15419 Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
ISSN : -     EISSN : 27222942     DOI : 10.24853
Core Subject : Health, Science,
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food science (MJNF) adalah jurnal ilmiah dalam bidang ilmu gizi dan pangan yang terbit secara berkala, setiap dua kali dalam setahun (Mei dan November), yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta. MJNF mempublikasikan informasi mengenai hasil penelitian serta review dalam bidang ilmu gizi dan pangan. Fokus dan ruang lingkup jurnal ini meliputi antara lain gizi klinis, gizi masyarakat, gizi institusi, pangan fungsional, ilmu pangan, dan teknologi pangan. Tujuan utama dari MJNF adalah untuk membentuk forum publikasi, edukasi, pertukaran pendapat, dan untuk mempromosikan kegiatan penelitian dan publikasi secara global.
Articles 65 Documents
Tinjauan Literatur: Efektivitas Susu dan Suplemen Melatonin dalam Mengatasi Insomnia, Ritme Sirkadian dan Siklus ATP Carissa Wityadarda; Carla Olivia Gracia; Nailla Tsabita Azmy; Tiara Renata; Dominikus Raditya Atmaka; Yenny Moviana
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol. 6 No. 1 (2025): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.6.1.52-64

Abstract

Penurunan kualitas tidur menjadi masalah kesehatan yang demikian sering dialami oleh berbagai kelompok usia, dan hal ini berdampak langsung pada ritme sirkadian serta produksi energi seluler melalui sintesis ATP. Melatonin dikenal luas sebagai hormon utama yang mengatur siklus tidur bangun. Sementara itu, susu mengandung berbagai komponen bioaktif seperti triptofan dan peptide yang juga diyakini dapat membantu memperbaiki kualitas tidur. Tinjauan literatur ini mengulas berbagai studi yang membandingkan efektivitas susu dan suplementasi melatonin yang dapat langsung meningkatkan kadar melatonin dalam tubuh, konsumsi susu dan suplemen melatonin terhadap ritme sirkadian, sintesis ATP, dan kualitas tidur. Menunjukan bahwa meskipun suplemen melatonin dapat memberikan dampak secara langsung, konsumsi susu juga mampu memberikan dampak serupa melalui mekanisme metabolik alami. Tidur lebih restoratif akibat konsumsi susu juga berkontribusi dalam peningkatan sintesis ATP. Sebagai intervensi non farmakologis, susu nilainya lebih aman dan mudah di akses, tetapi masih dibutuhkan lebih banyak eksperimental mendalam untuk memahami secara lebih mendalam mekanisme kerja serta efektivitas jangka panjang dari pendekatan ini dalam mengatasi gangguan tidur. Suplemen Melatonin telah lama digunakan untuk memperbaiki gangguan tidur dengan menyesuaikan ritme sirkadian. Di sisi lain, susu juga mengandung komponen bioaktif yang berperan dalam mengatasi siklus tidur bangun. Perbandingan secara langsung belum ditemukan dan pada Tinjauan literatur ini akan membahas mengenai efektivitas susu dan suplemen melatonin yang dihubungkan langsung terhadap ritme sirkadian, produksi energi dan kualitas tidur.
Peran Konseling Gizi terhadap Perbaikan Pola Makan dan Tekanan Darah Pasien Pasca Stroke Merizka Lasty; Yuwono Setiadi
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol. 6 No. 1 (2025): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.6.1.43-51

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan tertinggi di dunia yang sering menurunkan motivasi pasien untuk bertahan hidup. Rendahnya motivasi berdampak pada rendahnya kepatuhan pasien dalam menjalankan rehabilitasi dan meningkatkan risiko stroke berulang. Konseling gizi dapat menjadi strategi intervensi untuk meningkatkan motivasi dan kepatuhan pasien terhadap diet sesuai kondisinya. Laporan kasus ini membahas pasien laki-laki berusia 64 tahun dengan riwayat stroke dengan hemiparese sinistra, disfagia, dan hipertensi tidak terkontrol akibat ketidakpatuhan pasien terhadap terapi diet maupun medis. Meskipun memiliki pengetahuan yang baik, pasien memiliki sikap yang tidak mendukung terhadap praktik kesehatan dan gizi. Intervensi konseling gizi dengan strategi motivasi dan dukungan sosial dilakukan selama tujuh hari. Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan sikap pasien terhadap praktik kesehatan dan gizi sebesar 10,7% yang tercermin pada perbaikan pola makan dan penurunan tekanan darah. Temuan ini mengindikasikan bahwa konseling gizi berperan dalam perbaikan pola makan dan tekanan darah pada pasien pasca stroke.
Hubungan Indeks Massa Tubuh, Lingkar Perut, dan Kualitas Hidup dengan Tekanan Darah Diastolik pada Lansia di Wilayah Perdesaan dan Perkotaan Dian Ayu Ainun Nafies; Nikita Welandha Prasiwi; Tysa Runingsari; Lilia Faridatul Fauziah
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol. 6 No. 1 (2025): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.6.1.24-34

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia dan menjadi faktor risiko penyakit kardiovaskular. Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar perut, serta kualitas hidup merupakan faktor penting yang diduga berhubungan dengan tekanan darah diastolik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan IMT, lingkar perut, dan kualitas hidup dengan tekanan darah diastolik pada lansia di wilayah perdesaan dan perkotaan. Metode Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional pada 120 lansia berusia ≥60 tahun yang tinggal di wilayah perdesaan dan perkotaan. Data IMT diperoleh dari pengukuran berat badan dan tinggi badan, lingkar perut diukur menggunakan pita ukur, kualitas hidup dinilai menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF yang telah terstandarisasi, dan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital. Analisis hubungan antar variabel dilakukan dengan uji korelasi dan regresi linier berganda, dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara IMT dengan tekanan darah diastolic, baik di perdesaan (p=0,334) maupun di perkotaan (0,488). Lingkar perut menunjukkan kecenderungan berhubungan dengan tekanan darah diastolik, dengan hasil analisis regresi menunjukkan pengaruh positif yang signifikan (β=0,347;p=0,008). Kualitas hidup menunjukkan hubungan yang negatif terhadap tekanan darah diastolik, namun tidak signifikan (p=0,210). Simpulan: IMT dan kualitas hidup terbukti tidak memiliki hubungan signifikan dengan tekanan darah diastolik pada lansia, sedangkan lingkar perut berpengaruh signifikan terhadap tekanan darah diastolik pada lansia. Hasil ini menegaskan pentingnya pengendalian obesitas sentral dalam upaya pencegahan hipertensi pada lansia di perdesaan maupun perkotaan.
Analisis Spasial Minimum Acceptable Diet (MAD) pada Anak Usia 6–23 Bulan dan Keterkaitannya dengan Prevalensi Stunting di Indonesia Inas Farida; Rico Kurniawan; Tiopan Sipahutar
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol. 6 No. 1 (2025): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.6.1.65-79

Abstract

Latar Belakang: Minimum Acceptable Diet (MAD) merupakan indikator WHO yang menggambarkan kecukupan praktik pemberian makan anak usia 6–23 bulan dan berperan terhadap pertumbuhan anak. Beberapa penelitian di negara lain menunjukkan hubungan antara rendahnya capaian MAD dan stunting, namun kajian spasial terkait kedua indikator tersebut di Indonesia masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial capaian MAD pada anak usia 6–23 bulan di Indonesia serta keterkaitannya dengan prevalensi stunting antar provinsi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan ekologi menggunakan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 pada 36 provinsi di Indonesia. Analisis spasial dilakukan menggunakan Global Moran’s I dan bivariate Local Indicator of Spatial Association (LISA). Hasil: Terdapat ketimpangan spasial capaian MAD antarprovinsi di Indonesia. Uji Global Moran’s I menunjukkan autokorelasi spasial positif yang signifikan pada prevalensi stunting (I = 0,31; p < 0,001). Analisis bivariate LISA mengidentifikasi enam provinsi dengan klaster spasial signifikan dimana wilayah dengan capaian MAD rendah cenderung berada pada lingkungan dengan prevalensi stunting tinggi. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya keterkaitan spasial antara capaian MAD dan prevalensi stunting di Indonesia. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya menggunakan analisis konvensional, penelitian ini menggunakan pendekatan spasial untuk mengidentifikasi wilayah prioritas intervensi gizi berbasis regional. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan intervensi berbasis wilayah dengan fokus pada peningkatan praktik pemberian makan anak di daerah prioritas.
Perubahan Gula Darah dan Kepatuhan Terhadap Penerapan Modifikasi Diet Pada Pasien Diabetes Mellitus, Hipertensi, dan Hiperurisemia Aura Ayurveda Amandine; Fifi Luthfiyah
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol. 6 No. 1 (2025): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.6.1.80-89

Abstract

Diabetes melitus adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Kondisi hiperglikemia kronis ini, jika tidak dikelola dengan baik, dapat menyebabkan komplikasi serius yang merusak berbagai organ, termasuk penyakit kardiovaskular, gagal ginjal kronis (nefropati), kerusakan saraf (neuropati), dan kebutaan (retinopati). Modifikasi diet merupakan strategi krusial bagi pasien dengan penyakit kronis maupun akut yang memengaruhi metabolisme dan status gizi. Modifikasi diet bertujuan untuk mengontrol gejala, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup pasien melalui intervensi gizi yang terarah. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus (case study) dengan menitikberatkan modifikasi diet pasien dengan penyakit diabetes mellitus, hipertensi, dan hiperurisemia berbasis homecare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan gula darah dan kepatuhan pasien terhadap modifikasi diet DM B, rendah garam, dan rendah purin terhadap pasien diabetes mellitus, hipertensi, dan hiperurisemia. Penelitian dilakukan secara observasi langsung selama satu bulan dengan monitoring dan evaluasi setiap satu minggu sekali. Hasil menunjukkan tingkat kepatuhan pasien tergolong cukup dan perubahan gula darah pasien cenderung stabil (<200 mg/dL).