cover
Contact Name
Intan Maulina
Contact Email
intanmaulina1509@gmail.com
Phone
+628177776163
Journal Mail Official
intanmaulina1509@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sugeng. Komp. Griya Makmur 7. No D29. Deli Serdang.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
ISSN : -     EISSN : 2798365X     DOI : 10.47709/educendikia
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan meliputi hasil kajian ilmiah di bidang pendidikan multi-disiplin ilmu, baik pembelajaran dalam jaringan juga luar jaringan, merdeka belajar, pengembangan metode belajar pembelajaran terkini yang merujuk pada semua tingkat usia dan yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan, sistem sekolah juga strategi pembelajaran yang dilakukan oleh guru, dosen maupun peneliti mandiri.
Articles 760 Documents
Analisis Tingkat Kejenuhan Belajar Siswa Kelas I pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Daulay, Agus Satria; Saragih, Cindi Safitra; Sitorus, Jesika; Suryadi, Yeanny
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 2 No. 03 (2022): Artikel Riset Edisi Desember 2022
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v2i03.1834

Abstract

Permasalahan dalam belajar di sekolah diantaranya adalah turunnya motivasi siswa saat mengikuti pembelajaran. Rasa jenuh membuat motivasi dari belajar menurun, sehingga kondisi di dalam kelas menjadi tidak koperatif terhadap materi ajar. Hal yang paling mempengaruhi kejenuhan siswa tersebut adalah sikap guru dalam menguasai kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran yang mengandung muatan ilmu pengetahuan dan teknologi, mampu menekan kejenuhan siswa saat belajar, sehingga hasil belajar yang didapatkan lebih tinggi sesudah media tersebut digunakan oleh guru. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif untuk memperoleh serta mengetahui perbedaan motivasi dan tingkat kejenuhan siswa atau hasil belajar pada muatan Bahasa Indonesia antara pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran dan dengan yang tidak menggunakan media pembelajaran pada kelas 1 SD. Hasil penelitian membuktikan, tingkat kejenuhan menurun dengan ukuran nilai yang meningkat, yaitu sebesar 20,25%, dimana sebelum menggunakan media hanya mencapai 60,20%. Sedangkan setelah penerapan media mencapai 80,45%.
Peran Masyarakat Desa Kalisabuk dalam Mengembangkan Kualitas Pendidikan Islam Muchtar, Azizul; Ningsih, Tutuk
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 2 No. 03 (2022): Artikel Riset Edisi Desember 2022
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v2i03.1885

Abstract

Masyarakat umum memiliki peran strategis dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di madrasah, pelaksanaan ini akan melibatkan partisipasi dan kerja sama masyarakat baik secara moral maupun materil. Peran masyarakat dengan institusi pendidikan merupakan serangkaian dari keseluruhan proses penyelenggaraan pendidikan yang direncanakan dan ditegaskan secara sengaja dan sungguh-sungguh. Pendidikan memiliki peran sentral dalam peradaban bangsa dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia ke arah yang lebih terdidik. Studi kasus adalah salah satu strategi dan metode analisis kualitatif yang menekankan pada kasus-kasus yang terjadi pada objek analisis. Studi kasus juga merupakan metode penelitian ilmu-ilmu sosial. Penelitian studi kasus dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu ekspatriat, eksploratif dan deskriptif. Dalam penggunaannya, peneliti studi kasus perlu fokus pada aspek desain dan implementasi agar lebih mampu menghadapi kritik tradisional tertentu terhadap metode/jenis pilihan. Pendidikan diharapkan mampu kemudian membentuk atau mencetak seseorang sehingga dapat mengembangkan sikap, keterampilan, dan kesadaran intelektualnya untuk menjadi manusia yang terampil, cerdas, dan mulia. Dalam hal ini, peran pendidikan di Indonesia tidak hanya pada peran siswa dan institusi sekolah, tetapi masyarakat juga memiliki peran penting dalam mengembangkan pendidikan baik sebagai sumber, pelaksana maupun pengguna hasil pendidikan. Inilah yang belum sepenuhnya direlifikasi oleh kedua belah pihak, keduanya menganggap bahwa keduanya adalah bagian yang tidak terpisahkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran yang diberikan oleh masyarakat akan memberikan acuan dalam pengembangan lembaga pendidikan baik di Desa Kalikabak, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap.
Analisis Kebiasaan Belajar Siswa Berprestasi di SD Negeri 107955 Lubuk Pakam Sitorus, Jesika; Ndona, Yacobus; Saragi, Daulat
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 2 No. 03 (2022): Artikel Riset Edisi Desember 2022
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v2i03.1889

Abstract

Hasil pendidikan yang terbaik dapat dicapai dengan cara belajar siswa atau kebiasaan belajar yang dilakukan oleh siswa, sehingga siswa memperoleh prestasi dalam pendidikan. Sebagai generasi penerus, setiap siswa perlu mendapat pendidikan yang baik sehingga potensi-potensi dirinya dapat berkembang dengan pesat, tumbuh menjadi manusia yang memiliki kepribadian tangguh dan memiliki berbagai macam kemampuan serta keterampilan yang bermanfaat (Ananda, 2017: 20). Peneliti ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Bogdan dan Biklen (Ananda & Fadhilaturrahmi, 2018: 15) menjelaskan bahwa “dalam bidang pendidikan, penelitian kualitatif sering disebut penelitian naturalistik, karena penelitian ini sering berada di tempat dimana peristiwa peristiwa yang menarik perhatian terjadi secara alamiah”. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan mencari informasi mengenai kebiasaan belajar siswa berprestasi, dalam penelitian ini dimulai dari pencarian siswa berprestasi secara akademik yang memiliki nilai tertinggi yang masuk rangking tiga besar. Kebiasaan siswa berprestasi saat di sekolah, siswa selalu hadir tepat waktu sebelum proses belajar mengajar dimulai, siswa selalu memperhatikan dan mendengarkan guru yang sedang menjelaskan materi pelajaran di depan kelas, mencatat materi yang dipelajari, siswa bertanya mengenai materi yang kurang dipahaminya dan siswa konsentrasi dan disiplin dalam mengikuti pembelajaran di dalam kelas.
Pengelolaan Pembelajaran Biologi Sekolah Internasional di Sekolah Bogor Raya Sari, Deva Dewiyana; Permatasari, Maulida Azzra; Aidah, Roza Sani; Suryanda, Ade; Azizah, Azizah
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 2 No. 03 (2022): Artikel Riset Edisi Desember 2022
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v2i03.1902

Abstract

Penerapan kurikulum Cambridge adalah pemahaman, pengetahuan dan keterampilan siswa berpikir kritis yang melibatkan strategi mental, serta pendekatan belajar student center. Memberikan pengetahuan dan memaparkan mengenai segala hal yang berkaitan dengan pengelolaan pembelajaran biologi di Sekolah Bogor Raya, salah satu Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK). Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), karena data-data yang digunakan merupakan objek yang bersangkutan secara langsung oleh narasumber. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi pribadi mengenai fasilitas, proses belajar mengajar dan informasi lainnya. Kelas VI–VIII (Cambridge Secondary 1) Ada kerangka kurikulum untuk setiap mata pelajaran, Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua, matematika dan sains yang menyediakan struktur pengajaran yang jelas. Kelas IX–X (Cambridge IGCSE) membantu meningkatkan kinerja dengan mengembangkan keterampilan dalam berpikir kreatif, inkuiri, dan pemecahan masalah. Kelas XI–XII (IB Diploma Programme) Program ini memberikan kualifikasi yang diterima secara internasional untuk mempersiapkan masuk ke pendidikan tinggi dan diakui oleh banyak universitas di seluruh dunia. Kurikulum IB terdiri dari 6 kelompok mata pelajaran dan 3 elemen dasar pendidikan tinggi. Proyek pada kurikulum IB lebih banyak dibandingkan dengan kurikulum Cambridge, karena kurikulum IB terdapat internal assessment. Kurikulum IB lebih mengutamakan scientific skills, yaitu observasi dan praktik lapangan sedangkan kurikulum Cambridge berfokus pada sisi akademis (content).
Desain Tugas Belajar pada Materi Ruang Tiga Dimensi Berdasarkan Teori Konstruktivisme Tamba, Sri Rejeki; Panggabean, Ellis Mardiana
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 2 No. 03 (2022): Artikel Riset Edisi Desember 2022
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v2i03.1907

Abstract

Teori belajar memudahkan tenaga pendidik untuk memandang pelaksanaan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Desain tugas belajar berdasarkan teori konstruktivisme membantu siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan dengan deskriptif. Hasil dari penelitian yaitu: Coba perhatikan ruangan kelasmu saat ini! Bagaimana bentuk ruangan kelas ini! Identifikasilah berdasarkan ciri-cirinya, lalu sesuaikan dengan bentuk bangun ruang yang sudah kalian pelajari sewaktu duduk dibangku SMP! Identifikasilah ukuran ruangan kelasseperti panjang dan lebarnya. Jika akan dipasang sebuah tali dari sisi kiri ke kanan tembok ruangan untuk keperluan dekorasi ruangan seperti di bawah ini, gambarlah ilustrasi bentuk ruangan ke dalam sketsa beserta sketsa tali yang akan dipasang untuk dekorasi? Berapakah panjang minimal tali yang diperlukan untuk menghubungkan titik yang akan dipakukan pada tembok kiri dan kanan ruangan? Jika jarak antara titik yang ditandai dengan paku pada tembok kiri dan kanan adalah panjang tali terpendek yang menghubungkan antara paku yang tertancap ditembok kiri dengan paku yang tertancap ditembok kanan, maka diskusikan ruas garis yang menyatakan jarak antar titik D ke titik C pada kubus dibawah ini! Simpulkanlah apa itu jarak antara titik ketitik! Kerangka berpikir dari teori Konstruktivisme dapat disusun untuk menghasilkan sebuah desain tugas yang dapat dipakai dalam sebuah pertemuan pembelajaran matematika di kelas.
Pendidikan Anti Korupsi pada Mahasiswa: Pendisiplinan Tubuh dan Tantangan Sengkarut Perilaku Arifiyanti, Jati; Suhartini, Elly; Mulyono, Joko; Hutama, Pandu
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 2 No. 03 (2022): Artikel Riset Edisi Desember 2022
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v2i03.1910

Abstract

Permasalahan kasus korupsi yang tengah marak di Indonesia, bukan hanya menjadi beban negara untuk menyelesaikannya. Mahasiswa sebagai agen perubahan dan pengawasan/ pengontrol kehidupan sosial dalam hal ini memiliki potensi yang besar untuk mengurai permasalahan korupsi, salah satunya dengan kesiapan praktik pendisiplinan tubuh yang anti korupsi. Realitanya, pendidikan anti korupsi yang telah diberlakukan pada perguruan tinggi, mendapati tantangan dominan berupa sengkarut perilaku korupsi immaterial yang dilakukan oleh mahasiswa. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi. Tujuan penelitian ini adalah mahasiswa memaknai pengalamannya tentang pendidikan anti korupsi dan wujud implementasi perilakunya. Para informan dipilih secara purposive sampling, sebanyak 8 mahasiswa di Kabupaten Jember. Mahasiswa memiliki kebiasaan yang bertanggung jawab, namun sebaliknya juga dapat berperilaku korupsi secara immaterial. Sengkarut praktik korupsi immaterial, berupa datang terlambat, tidak disiplin waktu dalam pengumpulan tugas, memanipulasi presensi atau menitipkan presensi kehadiran perkuliahan pada temannya, memanipulasi surat keterangan sakit dari dokter, plagiasi tugas, dan mencontek pada saat ujian. Pendisiplinan tubuh untuk berperilaku anti korupsi yang dijalankan oleh kontrol sosial dengan pemberian norma dan sanksi perkuliahan, nyatanya dianggap sebagai alat yang menjadikan mahasiswa patuh, namun sebaliknya juga membuat mahasiswa menciptakan pelanggaran yang berlebih lagi. Pendidikan anti korupsi pada mahasiswa nyatanya menjadi paradoks antara pendisiplinan tubuh dan tantangan sengkarut perilaku.  
Pengaruh Permainan Tradisional Benteng Terhadap Keterampilan Motorik Kasar Anak Prasekolah Buahana, Baiq Nada; Suparno, Suparno
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 2 No. 03 (2022): Artikel Riset Edisi Desember 2022
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v2i03.1912

Abstract

Kemampuan motorik kasar adalah prasyarat jika anak-anak mengalami kesuksesan dalam aktivitas gerakan dan menjadi aktif. Oleh karena itu, peningkatan aktivitas fisik memberi lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan keterampilan motorik dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional terhadap keterampilan motorik kasar usia 5-6 tahun di PAUD Kabupaten Suralaga, NTB. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan Pretest-Posttest Non-Equivalent Control Group Design dan melibatkan sampel sebanyak 139 peserta didik terpilih. Instrumen untuk mengukur keterampilan motorik kasar adalah lembar observasi. Kelompok Eksperimen melakukan permainan tradisional dan kelompok kontrol melakukan pembelajaran konvensional (senam, permainan bola). Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji statistik independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional dengan perbedaan rerata perkembangan motorik kasar (0,00, P < 0,05), sehingga permainan tradisional benteng menunjukkan hasil signifikan dibanding pembelajaran konvensional (senam, permainan bola). Program permainan tradisional sesuai untuk motorik kasar perkembangan.
Evaluasi Program Kelas Menulis Puisi Menggunakan Model Evaluasi CIPP di Mts Negeri 1 Banjarnegara Aspriyanti, Legi; Nopi, Risky Arbangi; Wagiran; Naryoatmojo, Deby Luriawati
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 2 No. 03 (2022): Artikel Riset Edisi Desember 2022
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v2i03.1914

Abstract

Berjalannya kegiatan ektrakurikuler menulis puisi di MTs Negeri 1 Banjarnegara idealnya diikuti oleh sebuah evaluasi. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti hendak melakukan penelitian terhadap kegiatan ektrakurikuler kelas menulis puisi menggunakan model evaluasi CIPP (context, input, process, and product). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Adapun model evaluasi yang digunakan ialah model context, input, process, and product (CIPP). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan angket. Sumber data penelitian diperoleh dari kepala sekolah, guru pembimbing, dan peserta didik yang mengikuti program “kelas menulis puisi”. Selanjutnya, data yang telah dikumpulkan akan dianalisis dengan cara reduksi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada komponen konteks memperoleh persentase 66,5% (kategori baik), komponen masukan memperoleh persentase 68,53% (kategori baik), komponen proses memperoleh persentase 72,22% (kategori baik), dan komponen produk memperoleh persentase 71,5% (kategori baik). Berdasarkan proses evaluasi dengan menggunakan model CIPP, dapat disimpulkan bahwa program kelas menulis puisi di MTs Negeri 1 Banjarnegara dapat dikatakan baik. Oleh karena itu, peneliti memberikan masukan agar program kelas menulis puisi bisa tetap dijalankan dengan catatan untuk meningkatkan kualitas program demi mencapai hasil yang lebih baik.
Strategi “Daku Tangga Bahagia” Mewujudkan Pemberdayaan Guru Era Merdeka Belajar Suprapti, Muara
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 01 (2023): Artikel Riset Edisi April 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v3i01.2216

Abstract

Strategi Daku Tangga Bahagia, Guru Berdaya” merupakan integrasi antara proses pendampingan dan pemberian dukungan kepada guru dengan strategi “Tangga Bahagia”. “Daku” adalah singkatan dari mentoring dan memberikan dukungan. Sedangkan “Tangga” merupakan analogi fungsi tangga yang mengacu pada proses menuju tercapainya proses pemberdayaan seorang guru secara bertahap atau berjenjang, dari urutan awal terus meningkat sampai urutan terakhir, dimulai dari 1) membangun kemandirian. percaya diri, 2) menyelaraskan dengan lingkungan, 3) aktif menemukan ide-ide baru, dan 4) tindakan nyata (disingkat BAHAGIA). Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan cara mengolah dan mengumpulkan bahan penelitian yang berupa data pustaka yang berkaitan dengan merdeka belajar. Dampak ini sangat dirasakan oleh guru maupun murid, bahkan oleh seluruh warga sekolah, antara lain para guru mulai menerapkan berbagai teknik dan metode pembelajaran serta memberikan pilihan bentuk ketika memberikan dan menyampaikan materi dan tugas kepada murid sehingga para murid terlibat secara aktif dalam keseluruhan proses belajar.
Peningkatan Kedisiplinan Siswa Kelas VIII dalam Mengerjakan Tugas pada Pembelajaran Daring di SMPN 2 Matesih Karanganyar Kustamti, Antik Sri
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 01 (2023): Artikel Riset Edisi April 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v3i01.2220

Abstract

Kedisiplinan pada pembelajaran daring yang dilakukan saat ini seperti dengan disiplin membiasakan siswa untuk mengerjakan tugas tepat pada waktunya, mengerjakan tugas sesuai dengan perintah dari guru karena dengan kedisiplinan diharapkan siswa dapat membiasakan diri untuk hidup teratur khususnya dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). PTS ini merupakan sebuah prosedur penelitian yang diadaptasi dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTS ini bertujuan untuk mencari solusi permasalahan yang terjadi di sekolah secara nyata, sekaligus juga mencari jawaban ilmiah dari masalah yang muncul agar dapat dipecahkan melalui suatu tindakan perbaikan. Dari hasil pengamatan dan data yang diperoleh, peneliti mengambil kesimpulan bahwa tindakan yang dilaksanakan pada siklus 2 dinyatakan berhasil, karena terdapat 83% siswa yang mengerjakan tugas dengan cepat dari waktu yang ditentukan atau melebihi target yang telah ditentukan sebesar 75%. Penerapan Reward dan Punishment efektif untuk meningkatkan disiplin siswa mengerjakan tugas pada pembelajaran daring. Data yang diperoleh menunjukan bahwa setelah diadakan penerapan tindakan berupa pemberian Reward dan Punishment, siswa yang mengerjakan tugas dengan cepat ada 86 orang siswa (83%), yang mengerjakan tugas dengan lambat ada 17 orang siswa (16%) dan yang tidak mengerjakan tugas ada 1 orang siswa karena sakit (1%). Penerapan Reward dan Punishment dapat meningkat disiplin siswa mengerjakan tugas pada pembelajarn daring di SMPN 2 Matesih

Page 9 of 76 | Total Record : 760