cover
Contact Name
Zuriatin
Contact Email
jurnalipstsb@gmail.com
Phone
+6285205393336
Journal Mail Official
kampustsb@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan Taman Siswa No. 1 Palibelo, Bima, NTB 84173
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN IPS
Published by STKIP Taman Siswa Bima
ISSN : 20880308     EISSN : 26850141     DOI : https://doi.org/10.37630/jpi
Jurnal Pendidikan IPS STKIP Taman Siswa Bima adalah jurnal penelitian peer-review, akses terbuka berkualitas tinggi yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Taman Siswa Bima (LPPM STKIP Tamsis Bima). Jurnal ini menyediakan platform sebagai sarana bagi peneliti, akademisi, praktisi dan profesional untuk mempublikasikan hasil penelitian. Fokus dan lingkup penulisan (Focus & Scope) dalam Jurnal Pendidikan IPS meliputi: 1. Ilmu Sosial dan Pendidikan Ilmu Sosial 2. Sejarah dan Pendidikan Sejarah 3. Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi 4. Geografi dan Pendidikan Geografi 5. Sosiologi dan Pendidikan Sosiologi 6. Ilmu Hukum dan Humaniora
Articles 468 Documents
Penilaian Potensi Objek Daya Tarik Wisata Alam di Pantai Kurenai Desa Botubarani, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango Wiwin Kobi; Haerunnisa Pakaya
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.4122

Abstract

Pengembangan wisata pesisir memerlukan penilaian potensi yang komprehensif untuk memastikan arah pengelolaan yang selaras dengan keberlanjutan lingkungan dan kebutuhan masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menilai potensi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) Pantai Kurenai sebagai dasar perumusan pengembangan wisata pesisir berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan enam kriteria penilaian utama: daya tarik wisata, aksesibilitas, keamanan, pengelolaan dan pelayanan, sarana dan prasarana, serta ketersediaan air bersih. Data diperoleh melalui survei lapangan, observasi langsung, dan wawancara semi-terstruktur dengan pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Kurenai memperoleh skor total 402, yang tergolong dalam kategori cukup potensial untuk dikembangkan. Aspek daya tarik wisata dan aksesibilitas memiliki skor lebih tinggi dibandingkan aspek pengelolaan, sarana prasarana, dan ketersediaan air bersih yang masih perlu ditingkatkan. Kontribusi unik dari penelitian ini adalah penggabungan aspek pengelolaan berbasis masyarakat lokal dan penekanan pada keberlanjutan sosial-ekonomi, yang jarang dijadikan fokus utama dalam studi ODTWA sebelumnya.
Kompetensi Sosial Guru dalam Mengembangkan Pembelajaran IPS di MI Ma’arif NU Penolih Purbalingga, Jawa Tengah Siti Nurjanah; Tutuk Ningsih
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i1.3046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kompetensi sosial guru dalam mengembangkan pembelajaran IPS di MI Ma’arif NU Penolih Purbalingga Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian ini diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Guru Kelas V MI Ma’arif NU Penolih memiliki Kompetensi Sosial Guru yang sangat baik sehingga peserta didik termotivasi dalam belajar, adapun dalam mengembangkan pembelajaran guru menggunakan berbagai metode serta model-model pembelajaran. Untuk model pembelajaran yang diterapkan ketika dilaksanakan penelitian adalah guru menggunakan model bermain peran dan simulasi sehingga peserta didik belajar bagaimana berkomunikasi dengan orang lain dengan baik.
Model Penguatan Karakter Integritas Berbasis Komunitas Siswa melalui Proyek Sosial Nurul Ratnawati; Neni Wahyuningtyas; Agus Purnomo; Agung Suprianto; Chania Ratu Iriana Putri; Iman Wiratama
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i1.3634

Abstract

Penelitian ini fokus pada penguatan karakter integritas siswa di sekolah, mengingat masih rendahnya kesadaran siswa terhadap nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang tercermin dalam prilaku yang belum sepenuhnya sejalan dengan norma dan etika akademik. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan menguji model penguatan karakter integritas berbasis komunitas siswa, yang dirancang untuk meningkatkan pasrtisipasi, menamkan nilai integritas, serta menghasilkan model yang relevan dan berkelanjutan untuk dapat di implementasikan di berbagai sekolah. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Design Based Research (DBR) yang melibatkan tahap analisisi masalah, pengembangan solusi, pengujian dan penyempurnaan solusi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model edukasi partisipatif berbasis komunitas sekolah yang diberi nama Kompaksi (Komunitas Pelajar Peduli Aksi Sosial dan Lingkungan) berpotensi tinggi untuk dikembangkan menjadi model edukasi partisipatif berbasis komunitas sekolah yang berkelanjutan dalam membentuk karakter integritas siswa. Model ini juga berhasil membangun budaya karakter di sekolah dan mendorong keterlibatan masyarakat melalui proyek sosial dan lingkungan. Dengan demikian Kompaksi memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas sebagai model pendidikan karakter yang adaptif, kontekstual, dan berkelanjutan di berbagai sekolah.
Tradisi Prasah sebagai Perekat Solidaritas Sosial: Analisis Teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons di Desa Sidigede, Jepara Ahmad Raffi; Meilatyas Cahya Zulaikha; Irmawati, Irmawati; Ahmad Fatah
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i1.3893

Abstract

Tradisi merupakan salah satu unsur penting dalam mempertahankan identitas sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelaksanaan tradisi Prasah di Desa Sidigede, Jepara, serta menganalisis fungsinya dalam memperkuat solidaritas sosial menggunakan teori Struktural Fungsionalisme Talcott Parsons. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis dokumen dan wawancara mendalam terhadap tokoh masyarakat dan warga desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Prasah bukan sekadar bagian dari upacara pernikahan, melainkan juga mekanisme sosial yang memperkuat rasa kebersamaan, gotong royong, dan integrasi sosial. Dalam perspektif Parsons, tradisi ini menjalankan fungsi Integration dan Latency dalam skema AGIL, yang menjaga keteraturan sosial melalui pewarisan nilai dan norma kolektif. Dengan demikian, tradisi Prasah memiliki peran penting dalam menjaga kohesi sosial masyarakat Sidigede di tengah arus modernisasi. Kata Kunci: Tradisi Prasah; Solidaritas Sosial; Fungsionalisme Struktural; Talcott Parsons; Desa Sidigede
Efektivitas Pembelajaran Guided Inquiri Berbasis Geoliterasi terhadap Keterampilan Kolaborasi Mahasiswa Pendidikan Geografi pada Permasalahan Pencemaran Lingkungan Secara Kontekstual Eko Hariyadi; Alfiani Dwi Astuti; Alya Salsabilah A; Ayuf Safitri
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i1.3956

Abstract

Keterampilan kolaborasi merupakan salah satu keterampilan abad 21 yang penting untuk ditingkatkan pada diri mahasiswa, disisi lain tantangan pembelajaran pada pola kerja kelompok mahasiswa yang masih didominasi oleh ketergantungan pada anggota tertentu, sehingga berdampak pada rendahnya pengembangan keterampilan kolaborasi mahasiswa. Penerapan guided inquiry berbasis geoliterasi diharapkan efektif meningkatkan keterampilan kolaborasi mahasiswa pendidikan geografi melalui kegiatan penyelidikan permasalahan lingkungan yang bersifat kontekstual. Metode penelitian menggunakan desain penelitian pre-experimental design: the post-test only non-equivalent groups design, dengan subjek penelitian yakni mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi FKIP USN Kolaka tahun akademik 2025/2026 yang dibagi menjadi dua kelompok kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data keterampilan kolaborasi diperoleh menggunakan angket peer assesment dan self assesment. Teknik analisis data dilakukan secara statistik deskriptif dan uji independent sample t-test untuk mengetahui perbedaan keterampilan kolaborasi yang signifikan antara kedua kelompok kelas, selanjutnya dianalisis melalui perhitungan effect size untuk menguatkan kesimpulan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan keterampilan kolaborasi mahasiswa Pendidikan Geografi FKIP USN Kolaka dengan nilai rata-rata posttest 62,95 pada kelas ekperimen yang menggunakan model pembelajaran guided inquiry berbasis geoliterasi yang lebih tinggi dibanding kelas kontrol dengan nilai rata-rata 53,84. Analisis effect size menunjukkan pengaruh yang sangat kuat, dengan nilai Cohen’s d = 1,89, Hedges’g = 1,85, dan Glass’s delta = 1,73, yang mengindikasikan bahwa model guided inquiry berbasis geoliterasi efektif dan bermakna secara praktis dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi mahasiswa.
Hubungan Kebiasaan Penggunaan Smartphone terhadap Minat Belajar IPS Siswa SMP Negeri 10 Semarang Yuli Susana; Noviani Achmad Putri
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i2.4166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan penggunaan smartphone dan minat belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa SMP Negeri 10 Semarang dalam konteks meningkatnya intensitas interaksi digital pada generasi remaja. Penelitian ini diposisikan dalam kajian motivasi dan minat belajar pada era digital, dengan menempatkan smartphone sebagai variabel kontekstual yang berpotensi memengaruhi dinamika keterlibatan akademik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel 91 siswa. Data dikumpulkan melalui angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan korelasi Spearman Rank karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kebiasaan penggunaan smartphone dan minat belajar IPS. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kebiasaan penggunaan smartphone cenderung diikuti penurunan minat belajar, meskipun kekuatan hubungan tergolong rendah. Interpretasi utama penelitian ini menegaskan bahwa kebiasaan penggunaan smartphone bukan faktor determinan tunggal dalam membentuk minat belajar, melainkan salah satu variabel yang berinteraksi dengan faktor pedagogis dan psikologis lainnya dalam ekosistem pembelajaran.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS Kelas VII di SMP N 2 Welahan Jepara Puput Mashita; Noviani Achmad Putri
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i2.4167

Abstract

Penelitian yang dilakukan mempunya tujuan agar dapat menilai pengaruh dalam penggunaan model Problem Based Learning (PBL) terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas VII di SMP N 2 Welahan, Jepara. Latar belakang penelitian yang dilakukan didasari oleh capaian hasil belajar siswa relatif rendah akibat penerapan metode konvensional yang cenderung pasif. Penelitian memanfaatkan pendekatan kuantitatif berbasis desain quasi-experiment tipe nonequivalent control group design dengan melibatkan 31 siswa kelas VII C yang menjadi eksperimen kelompok dan 32 siswa kelas VII D sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui instrumen pretest dan posttest berupa 20 soal pilihan ganda, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan independent samples t-test. Hasil analisis membuktikan bahwa rata-rata skor akhir kelompok eksperimen secara menonjol lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Melalui nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), dapat menjadi kesimpulan bahwa model PBL efektif sebagai strategi aktivitas belajar guna mencapai peningkatan prestasi akademik siswa pada mata pelajaran IPS.
Konflik Ideologi Antargenerasi dalam Percepatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945 Elsadai Valencia Hutagaol; Sofia Andira; Tania Alexandra Tambunan; Tiwi Yoselin Simanjuntak; Flores Tanjung
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i2.4171

Abstract

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945, terjadi perbedaan pandangan di antara para tokoh pergerakan nasional antara golongan muda yang bersikap revolusioner dan golongan tua yang mengutamakan pendekatan diplomatis. Penelitian ini bertujuan menganalisis konflik ideologi antargenerasi tersebut serta menjelaskan perannya sebagai faktor struktural dalam percepatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis melalui studi pustaka terhadap buku sejarah, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa golongan muda mendorong proklamasi segera dilaksanakan tanpa menunggu persetujuan Jepang karena memandang kekalahan Jepang sebagai momentum yang harus dimanfaatkan. Sebaliknya, golongan tua memilih strategi diplomasi dengan mempertimbangkan stabilitas politik dan legitimasi internasional melalui lembaga seperti BPUPKI dan PPKI. Ketegangan kedua golongan mencapai puncaknya dalam Peristiwa Rengasdengklok yang pada akhirnya menghasilkan kompromi politik dan mempercepat lahirnya proklamasi pada 17 Agustus 1945. Kebaruan penelitian ini terletak pada penempatan konflik ideologis antargenerasi sebagai variabel analitis utama, bukan sekadar latar peristiwa historis, sehingga memperkaya perspektif historiografi kemerdekaan Indonesia.