cover
Contact Name
Muhammad Istiqlal
Contact Email
m.istiqlal@gmail.com
Phone
+6285729356143
Journal Mail Official
m.istiqlal@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Sholeh Km. 04, RT.002 RW.001,Dsn.Bandungan,Ds. Gedangan,Kec. Tuntang, Semarang 50773
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27459985     DOI : https://doi.org/10.35672/afeksi.v2i2.28
Core Subject : Education, Social,
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan is one of the media for dissemination of information research results in the field of education which aims to communicate the various results of studies that can serve as the basis of scientific development to create educational innovation that emphasized on improving the quality of education. Afeksi is published by Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran in corporate with Mahfud Ridwan Institute.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "vol. 7 no. 6 (2026)" : 12 Documents clear
Pembentukan Karakter Kemanusiaan Siswa melalui Budaya Sekolah: Studi Kasus di SDN 01 Tanjungsari Kota Blitar Viyanti Mandasari; Ida Putri Rarasati; Muhammad Iqbal Baihaqi
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 6 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i6.1024

Abstract

Penelitian ini menganalisis pola pembentukan karakter kemanusiaan melalui budaya sekolah, bentuk perilaku siswa yang telah dan belum mencerminkan nilai kemanusiaan, serta hambatan dan respons sekolah di SDN 01 Tanjungsari Kota Blitar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Partisipan terdiri atas satu kepala sekolah, tujuh guru, satu tenaga kependidikan, dan 30 siswa fase A, B, dan C. Data dikumpulkan melalui enam kali observasi, wawancara semiterstruktur, dokumentasi, serta angket diagnostik 20 butir berskala Guttman. Data dianalisis melalui kondensasi, penyajian, dan verifikasi kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan bahwa karakter kemanusiaan dibentuk melalui tiga mekanisme utama: pembiasaan, keteladanan, dan pengondisian lingkungan. Kegiatan Jumat Bersedekah, Sabtu Bersih, piket, kerja kelompok, aturan kelas, serta teladan warga sekolah menumbuhkan empati, gotong royong, tanggung jawab, dan keadaban. Namun, internalisasi belum merata. Angket menunjukkan kesiapan belajar, partisipasi kelompok, dan kesadaran terhadap konsekuensi menyontek masing-masing berada pada 40%, sedangkan perilaku mengganggu teman (30%) dan mengejek nilai buruk (40%) masih ditemukan. Hambatan meliputi perbedaan karakter siswa, latar keluarga, keterbatasan waktu, dan pengaruh lingkungan luar sekolah. Sekolah merespons melalui penguatan pembiasaan, kemitraan orang tua, kegiatan ekstrakurikuler, serta lingkungan yang lebih kondusif. Penelitian ini menghasilkan model integratif budaya sekolah yang menghubungkan nilai, rutinitas, keteladanan, arena praktik, refleksi, kemitraan keluarga, dan pemantauan perilaku.
Televisi sebagai Media Komunikasi dalam Pembelajaran Kewarganegaraan: Kajian Observasional dan Literatur tentang Identitas Nasional, Keberagaman, dan Partisipasi Warga In’am Jihan Nabilah; Anak Agung Istri Dewi Adbi Utami; Sakman Sakman; Desak Ketut Rina Wulandari; Desak Putu Astina Wulandari; Marinda Konda Betu
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 6 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i6.1025

Abstract

Televisi tetap memiliki posisi penting dalam ekosistem komunikasi yang semakin terkoneksi dengan platform digital. Namun, klaim mengenai pengaruh televisi terhadap identitas nasional dan perilaku kewarganegaraan perlu dibedakan dari bukti yang hanya menggambarkan proses produksi media. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses kerja media televisi yang diamati dalam kegiatan edukasi media dan jurnalistik di Metro TV, Jakarta, serta menafsirkan relevansinya bagi pembelajaran kewarganegaraan melalui literatur ilmiah mutakhir. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi langsung dan dokumentasi kegiatan pada 22 Januari 2026, yang diperkaya dengan studi literatur terarah terhadap artikel ilmiah terbitan 2022-2026. Hasil observasi memperlihatkan rangkaian kerja media yang mencakup peliputan, produksi berita, dan penyiaran program. Temuan tersebut tidak digunakan untuk menyimpulkan perubahan sikap penonton, tetapi sebagai konteks untuk memahami bahwa pesan televisi terbentuk melalui proses kelembagaan sebelum diterima publik. Sintesis literatur menunjukkan empat kontribusi potensial televisi bagi pembelajaran kewarganegaraan, yaitu menyediakan pengalaman audiovisual yang kontekstual, membentuk ruang representasi identitas nasional, memperkenalkan keberagaman, dan memantik partisipasi warga. Kontribusi tersebut bergantung pada akurasi, keberimbangan, inklusivitas representasi, serta kemampuan penonton mengevaluasi pesan secara kritis. Dengan demikian, televisi layak diposisikan sebagai sumber belajar kewarganegaraan yang perlu disertai literasi media, diskusi reflektif, dan verifikasi informasi.
Stabilitas Struktur Faktor Instrumen Literasi Digital Mahasiswa Sebelum dan Sesudah Transformasi Metode Summated Rating Scale Andi Auliyah Warsyidah; Faridah Agus Setiawati; Edi Istiyono; Widihastuti Widihastuti
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 6 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i6.1040

Abstract

Instrumen literasi digital sering menggunakan respons tipe Likert, sedangkan sifat ordinal data tersebut menimbulkan pertanyaan apakah transformasi skor mengubah struktur laten yang diperoleh melalui exploratory factor analysis (EFA). Penelitian ini mengevaluasi kestabilan instrumen literasi digital mahasiswa yang terdiri atas 53 butir sebelum dan sesudah transformasi menggunakan Method of Summated Rating Scale (MSRS). Data diperoleh melalui kuesioner daring empat kategori yang diisi oleh 280 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Instrumen sebelumnya ditelaah oleh lima ahli dan memperoleh koefisien validitas isi Aiken’s V = 0,98. EFA dilakukan dengan ekstraksi maximum likelihood dan rotasi varimax pada skor asli serta skor hasil transformasi MSRS. Selain membandingkan kecukupan data, struktur faktor, loading, dan konsistensi internal, matriks loading yang dilaporkan dianalisis kembali menggunakan korelasi, selisih absolut, dan root mean square error. Kedua data menghasilkan KMO = 0,91, uji Bartlett yang signifikan (p < 0,001), 12 faktor, dan alpha Cronbach = 0,95. Stabilitas loading tergolong tinggi (r = 0,915; rho = 0,944), dengan median selisih absolut 0,010, rerata selisih absolut 0,026, dan RMSE = 0,061; sebanyak 52 dari 53 butir berubah tidak lebih dari 0,10. Butir B_47 merupakan pengecualian utama karena loading meningkat dari 0,48 menjadi 0,88 dan perlu diverifikasi. Temuan menunjukkan kestabilan struktur pada tingkat makro setelah transformasi MSRS, tetapi tidak membuktikan bahwa data Likert ordinal selalu setara dengan data interval ataupun bahwa instrumen bersifat unidimensional. Validasi lanjutan perlu menggunakan korelasi polikorik, estimator ordinal, parallel analysis, rotasi oblique, reliabilitas omega, dan pengujian konfirmatori pada sampel independen.
Profil Kompetensi Guru dan Engagement Siswa Berdasarkan Persepsi Guru di SD Negeri Ciwuni 01 Noviana Hartati; Sandi Aji Wahyu Utomo
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 6 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i6.1060

Abstract

Kompetensi guru dan keterlibatan siswa merupakan dua komponen penting dalam mutu proses pembelajaran. Namun, naskah penelitian deskriptif sering menafsirkan kemunculan dua profil yang sama-sama tinggi sebagai bukti hubungan statistik, padahal kesimpulan tersebut memerlukan analisis inferensial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil kompetensi guru dan engagement siswa berdasarkan persepsi guru di SD Negeri Ciwuni 01. Penelitian menggunakan desain survei kuantitatif deskriptif dengan sampling jenuh terhadap 16 guru. Instrumen kompetensi guru terdiri atas 37 butir yang mencakup dimensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional, sedangkan instrumen engagement siswa terdiri atas 20 butir yang mencakup keterlibatan perilaku, emosional, dan kognitif. Analisis dilakukan menggunakan frekuensi, persentase, dan kategorisasi skor. Seluruh butir memenuhi kriteria korelasi butir-total yang digunakan dalam sampel penelitian. Konsistensi internal instrumen sangat tinggi, dengan Cronbach’s alpha 0,960 untuk kompetensi guru dan 0,889 untuk engagement siswa. Sebanyak 9 guru (56,3%) menilai kompetensinya berada pada kategori tinggi dan 7 guru (43,8%) pada kategori sangat tinggi. Persepsi guru terhadap engagement siswa berada pada kategori sedang sebanyak 3 responden (18,8%), tinggi sebanyak 6 responden (37,5%), dan sangat tinggi sebanyak 7 responden (43,8%). Hasil ini menunjukkan profil positif pada kedua konstruk, tetapi tidak membuktikan adanya hubungan atau pengaruh karena penelitian tidak melakukan uji korelasi dan engagement dinilai melalui persepsi guru. Temuan berfungsi sebagai data dasar bagi sekolah untuk memperkuat praktik pembelajaran yang mendukung partisipasi, relasi positif, regulasi diri, dan keterlibatan kognitif siswa. Penelitian lanjutan perlu menggunakan laporan siswa, observasi kelas, sampel yang lebih luas, dan analisis hubungan antarkonstruk.
Model Akhlaq-Inklusif dalam Pendidikan Nilai PAI bagi Peserta Didik Disabilitas: Kajian Pustaka Integratif Aditiya Pratama Masyhuri; Mukh. Nursikin
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 6 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i6.1028

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi peserta didik disabilitas memerlukan lebih dari sekadar penyederhanaan materi atau penggantian media. Pembelajaran harus menjamin akses, partisipasi bermakna, internalisasi nilai, dan relasi sosial yang menghormati martabat setiap peserta didik. Artikel ini bertujuan merumuskan model pendidikan nilai PAI berbasis inklusi sosial yang dapat digunakan lintas ragam disabilitas. Penelitian menggunakan kajian pustaka integratif dengan menelaah artikel jurnal tentang PAI bagi anak berkebutuhan khusus, pedagogi inklusif, Universal Design for Learning, diferensiasi, partisipasi sosial, asesmen otentik, teknologi aksesibel, serta kolaborasi sekolah-keluarga. Literatur dipilih berdasarkan relevansi langsung, keteraksesan teks, mutu sumber, dan kemutakhiran; sumber terbit 2020-2025 diprioritaskan, sedangkan karya terdahulu digunakan secara terbatas sebagai landasan teoretis. Analisis tematik menghasilkan enam komponen model AKHLAQ-Inklusif: Aksesibilitas bermakna, Kebutuhan individual terpetakan, Habituasi nilai Islam, Lingkungan belajar partisipatif, Asesmen otentik, dan Qudwah atau keteladanan. Model ini menghubungkan nilai rahmah, keadilan, ta'awun, amanah, dan kemandirian dengan media multimodal, pembelajaran berdiferensiasi, praktik ibadah aksesibel, teman sebaya suportif, portofolio perkembangan, dan budaya sekolah anti-diskriminasi. Kajian menyimpulkan bahwa keberhasilan PAI inklusif tidak cukup dinilai dari penguasaan pengetahuan agama, tetapi juga dari meningkatnya kemandirian ibadah, partisipasi, penerimaan sosial, dan perilaku bernilai. Model perlu diuji melalui studi lapangan dan penelitian pengembangan pada sekolah inklusif, madrasah, dan sekolah luar biasa.
Pengaruh Dukungan Sosial Teman Sebaya Terhadap Penyesuaian Diri Siswa Kelas X di MAN 2 Kabupaten Bogor Alya Ratu Nijma; Noneng Siti Rosidah; Muhammad Faishal Hidayat
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 6 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i6.1066

Abstract

Transisi ke kelas X menuntut siswa beradaptasi dengan tuntutan akademik, relasi sosial, aturan, dan budaya sekolah yang baru. Dukungan sosial teman sebaya diperkirakan menjadi sumber daya kontekstual yang membantu proses tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi dukungan sosial teman sebaya dalam memprediksi penyesuaian diri siswa kelas X di MAN 2 Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional prediktif dengan pendekatan potong lintang. Dari populasi 288 siswa, sebanyak 167 siswa dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert empat respons untuk mengukur dukungan sosial teman sebaya dan penyesuaian diri. Analisis mencakup statistik deskriptif, uji normalitas residual, uji linearitas, dan regresi linear sederhana dengan SPSS versi 26. Hasil menunjukkan bahwa dukungan sosial teman sebaya memprediksi penyesuaian diri secara positif dan signifikan, B = 0,442, SE = 0,056, β = 0,522, t(165) = 7,853, p < 0,001. Model menjelaskan 27,2% variasi penyesuaian diri (R² = 0,272; adjusted R² = 0,268). Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan emosional, instrumental, informasional, dan penghargaan dari teman sebaya dapat menjadi sumber daya penting bagi siswa pada masa transisi sekolah. Implikasinya, layanan bimbingan dan konseling dapat mengembangkan program teman sebaya, pendampingan siswa baru, dan bimbingan kelompok. Karena desain penelitian bersifat potong lintang dan menggunakan laporan diri pada satu sekolah, hasil ditafsirkan sebagai kontribusi prediktif, bukan bukti hubungan sebab-akibat.
Pengaruh Pola Tidur dan Kebiasaan Sarapan terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Kelas IX SMP Negeri 13 Kota Bogor Aina Amalia; Muhammad Faisal Hidayat
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 6 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i6.1073

Abstract

Penelitian ini menganalisis kontribusi pola tidur dan kebiasaan sarapan terhadap konsentrasi belajar siswa kelas IX SMP Negeri 13 Kota Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional potong lintang. Sampel analitik terdiri atas 178 siswa dari populasi sekitar 320 siswa kelas IX. Data dikumpulkan dengan skala Likert empat poin yang telah diuji coba pada 30 siswa di luar sampel utama. Instrumen final mencakup 18 butir pola tidur (Cronbach’s α = 0,880), 21 butir kebiasaan sarapan (α = 0,896), dan 26 butir konsentrasi belajar (α = 0,940). Analisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear berganda. Rata-rata skor pola tidur, kebiasaan sarapan, dan konsentrasi belajar masing-masing 51,89 (SD = 7,58), 60,14 (SD = 9,58), dan 71,18 (SD = 9,88), yang seluruhnya berada pada kategori cukup berdasarkan kriteria penelitian. Model regresi signifikan, F(2,175) = 33,74, p < 0,001, R² = 0,278. Pola tidur menjadi prediktor positif yang konsisten terhadap konsentrasi belajar (B = 0,60; β = 0,46; t = 6,83; p < 0,001) dan tetap signifikan dengan galat baku tahan-heteroskedastisitas HC3 (t = 5,855; p < 0,001). Kebiasaan sarapan menunjukkan koefisien positif pada estimasi OLS (B = 0,15; β = 0,15; t = 2,19; p = 0,030), tetapi tidak mencapai taraf 5% pada analisis HC3 (t = 1,921; p = 0,056). Temuan menegaskan pentingnya keteraturan tidur sebagai sasaran utama layanan bimbingan dan konseling, sedangkan kontribusi sarapan perlu ditafsirkan lebih hati-hati dan diuji kembali dengan pengukuran yang lebih objektif dan desain longitudinal.
Strategi Pendidikan Nilai Berbasis Digital dalam Pembelajaran PAI untuk Penguatan Karakter Religius Peserta Didik Muhammad Nur Wafa Lutfi; Mukh. Nursikin
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 6 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i6.987

Abstract

Transformasi digital mengubah ruang tempat peserta didik memperoleh informasi, berinteraksi, dan mengambil keputusan moral. Artikel ini bertujuan merumuskan strategi pendidikan nilai dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menghubungkan tujuan akhlak dengan praktik kewargaan digital. Penelitian menggunakan tinjauan literatur integratif dan analisis tematik terhadap artikel ilmiah tentang pendidikan karakter, nilai dan PAI, literasi digital, serta pedagogi teknologi. Sintesis menghasilkan kerangka INTEGRASI yang mencakup identifikasi konteks peserta didik, penetapan nilai, pemilihan teknologi, eksplorasi dilema, pendampingan guru, refleksi, aksi berulang, sinergi sekolah dan keluarga, serta indikator perilaku. Temuan konseptual utama ialah bahwa paparan konten religius tidak identik dengan internalisasi nilai; peserta didik perlu berlatih membuat keputusan, menerima umpan balik, dan menerapkan nilai dalam situasi digital yang autentik. Artikel ini menawarkan contoh kegiatan dan indikator penilaian kejujuran, tabayyun, kesantunan, tanggung jawab, dan kepedulian, sekaligus menjelaskan syarat penerapan berupa kesiapan guru, kesetaraan akses, perlindungan data, serta keselarasan kebijakan sekolah. Kerangka tersebut belum diuji secara empiris sehingga efektivitasnya masih perlu dinilai melalui studi implementasi dan pengukuran perilaku lintas waktu.
Teori Belajar Humanistik Carl Rogers dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang Inklusif dan Dialogis Nur Itsnaini; Mukh. Nursikin
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 6 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i6.1034

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memerlukan ruang untuk memahami ajaran sekaligus menguji pertanyaan peserta didik secara bertanggung jawab. Artikel ini mengembangkan kerangka konseptual untuk menerapkan pendekatan berpusat pada pribadi Carl Rogers dalam pembelajaran PAI yang inklusif dan dialogis. Metodenya adalah tinjauan pustaka integratif terhadap artikel tentang relasi pendidik–peserta didik, dukungan otonomi, dialog kelas, pedagogi inklusif, asesmen formatif, dan pendidikan Islam. Sintesis tematik menghasilkan tiga prinsip relasional: keaslian guru, penerimaan terhadap martabat peserta didik, dan pemahaman empatik. Prinsip tersebut diterjemahkan menjadi praktik mendengar pertanyaan tanpa mempermalukan, memandu dialog berbasis sumber keagamaan, memberi penyangga belajar yang berbeda sesuai kebutuhan, dan menggunakan umpan balik formatif. Artikel ini menegaskan bahwa penerimaan terhadap pribadi peserta didik tidak berarti menganggap semua argumen keagamaan sama kuat; guru tetap bertanggung jawab atas ketepatan materi dan etika diskusi. Kerangka ini merupakan proposisi pedagogis yang memerlukan pengujian empiris dalam konteks sekolah dan jenjang yang berbeda.
Strategi Guru Pendidikan Pancasila dalam Mengintegrasikan Deep Learning untuk Menumbuhkan Karakter Siswa SMPN 7 Singaraja Antonius Nelson Tonda Sawu; I Made Yudana; Anak Agung Istri Dewi Adhi Utami
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 6 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i6.1067

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Pancasila dalam mengintegrasikan pendekatan deep learning terhadap pengembangan karakter bernalar kritis dan kolaborasi, mendeskripsikan tantangan yang dihadapi, serta menganalisis solusi dalam proses integrasi pendekatan deep learning pada pembelajaran Pendidikan Pancasila siswa kelas VIII D di SMP Negeri 7 Singaraja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendekatan deep learning telah dilaksanakan melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), diskusi, studi kasus, refleksi, dan pemanfaatan teknologi pembelajaran. Implementasi tersebut terindikasi mampu mendukung perkembangan karakter bernalar kritis dan kolaborasi peserta didik melalui kegiatan analisis masalah, penyampaian pendapat, kerja kelompok, serta pemecahan masalah kontekstual. Tantangan yang dihadapi meliputi kesiapan guru yang beragam, keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan peserta didik, rendahnya partisipasi sebagian siswa dalam diskusi dan kerja kelompok, kurangnya kepercayaan diri dalam menyampaikan pendapat, serta kendala teknis dalam penggunaan teknologi. Untuk mengatasi tantangan tersebut, sekolah dan guru melakukan berbagai upaya melalui pelatihan, supervisi akademik, pembelajaran berdiferensiasi, scaffolding, tutor sebaya, pemanfaatan media digital, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan partisipatif. Berbagai upaya tersebut mendukung pengembangan karakter bernalar kritis dan kolaborasi sesuai dengan tujuan Kurikulum Merdeka.

Page 1 of 2 | Total Record : 12